Home Blog Page 1647

Status PPKM Jember Turun ke Level I

JEMBER – Kabupaten Jember memasuki status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level I sejak Senin (13/9/2021).

Hal ini berdasarkan penilaian situasi Covid-19 dari Kemenkes RI.

“Hari ini hasil assesment masuk, PPKM level I,” Kata Wakil Bupati Jember KH M Balya Firjaun Barlaman Saat dikonfirmasi Wartawan.

Menurut dia, pencapaian itu merupakan hasil kerja sama semua pihak dan seluruh elemen masyarakat Jember.

Selain itu, turunnya status Jember dari PPKM level II ke level I juga terjadi karena kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin guna membentuk herd immunity.

Untuk itu, pihaknya terus mengimbau agar masyarakat yang belum divaksin agar segera vaksin.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat terus patuh menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Menurur gus Girjaun akan ada kelonggaran baru seiring dengan masuknya Jember ke PPKM Level I.

Seperti pembelajaran tatap muka (PTM). Jumlah siswa yang bisa mengikuti PTM pun kemungkinan bisa bertambah.

Selain itu, beberapa kebijakan pemerintah Kabupaten Jember, seperti pemadaman lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) akan ditiadakan.

“Namun warga yang tidak punya kepentingan kami imbau tetap di rumah saja” tambah dia.

Begitu juga dengan kegiatan pernikahan dan pengajian, juga akan ada kelonggaran.

Namun, pihaknya masih menungu peraturan dari pusat terkait aturan pelonggaran untuk PPKM level I.

“Untuk detailnya kami masih menunggu aturan dari pusat kelonggaran apa saja yang diperbolehkan,” tambah dia.

Berdasarkan data peta sebaran Covid-19 Pemkan Jember pada Minggu 12 September 2021, terdapat 12 warga Jember yang terkonfirmasi positif Covid-19. (sonz)

Abah Sopian, Mantan Sutradara Sekaligus Penata Latar Sandiwara Atau Tonil

0

CIMAHI — Senin(13/08/2021)
Sandiwara atau Tonil pada waktu yang lalu merupakan hiburan yang digandrungi masyarakat dikarenakan belum banyak seni pertunjukkan yang naik kepermukaan seperti sekarang ini, sehingga keberadaan panggung sandiwara tumbuh subur tanpa terkecuali kota Cimahi.

Gedung pementasan yang terkenal di Kota Cimahi berlokasi di jalan Babakan yang sekarang berubah fungsi menjadi gedung olahraga Futsal.

Banyak melahirkan artis dan pelaku pementasan sandiwara yang masih ada di Kota cimahi diantara nya Bapak Jimena yang selalu menjadi pemeran utama dalam setiap pertunjukan sandiwara, kemudian Abah Domen Lesmana penabuh gendang yang sekarang masih eksis dan melatih bibit muda untuk menabuh gendang.

Dalam pertunjukan sandiwara yang tidak kalah pentingnya adalah Sutradara dan pelukis latar atau layar.

Saksi hidup yang masih ada adalah Abah Sopian, yang merupakan pelaku seni sandiwara di Jalan Babakan Kota Cimahi, Abah Sopian menurut pengakuannya sekarang berusia sekitar 82 tahun sekarang berdomisili di Batu datar Purwakarta, awak media berhasil menemuinya saat Abah Sopian sedang berkunjung ke Kota Cimahi.

“Saya dulu berkiprah di seni sandiwara berperan sebagai sutradara sekaligus sebagai pelukis layar atau lukisan latar yang ada dalam setiap pementasan sandiwara, pada masa itu sandiwara cukup banyak peminat dan penikmatnya sehingga tumbuh subur di Kota Cimahi, rekan yang masih saya ingat yakni Domen sebagai penabuh gendang dalam pertunjukan sandiwara tersebut, pertemuan dengan sang istripun terjadi di panggung sandiwara.”Tutur Abah Sopian.

Penjelasan yang di utarakan Abah Sopian kadang harus terhenti karena Abah Sopian harus mengingat kejadian masa lalu.
Namun sangat disayangkan seni pertunjukan sandiwara yang sangat akarab dengan masyarakat kini hanyalah tinggal kenangan, disamping sudah ditinggalkan para penikmatnya juga para pelaku seni sandiwara sudah hampir tidak ada didukung tempat pementasannya yang sudah beralih fungsi menjadi sarana olahraga, padahal pada masa keemasan pertunjukan sandiwara atau Tonil,Kota Cimahi cukup dikenal karena banyak melahirkan artis-artis yang terkenal hingga ke negeri Belanda.

AES

Festifal Musik Bertajuk Empat Pilar Kebangsaan, Jadi Ajang Silaturahmi Bagi Musisi Cimahi

0

CIMAHI–
Cimahi merupakan Kota yang banyak melahirkan para Musisi dan Grup Band terkenal di Tanah air, banyak grup Band yang terlahir di Kota ini.

Pada hari minggu 12 Semtember 2021, bertempat di Alam Wisata Cimahi (AWC) digelar Festival Band dengan Tajuk Empat Pilar Kebangsaan yang terselenggara berkat dukungan dari Anggota DPR-RI Agung Budi Santoso, acara ini juga merupakan ajang silaturahmi ,unjuk kabisa dan bernostalgia bagi para musisi Kota Cimahi yang di era tahun 90.

Menurut Ketua Komunitas Musisi Cimahi (KMC) Ratno Wibowo, festival adu kreatifitas ini merupakan ajang syarat makna,edukasi dan berbagi pengalaman antar musisi, bagaimana para peserta dipaksa untuk berkreatifitas menciptakan lagu yang bernuansa kebangsaan.

“Festival ini sudah lama kami impikan. Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama tertunda ajang ini terselenggara juga,”ucap Bowo sapaan akrabnya, di Alam Wisata Cimahi (AWC) jalan Kolmas Kota Cimahi, Minggu (12/9/21).

Selain itu, lanjut dia, masyarakat pencinta musik juga merasa terhibur karena ajang seperti ini sudah jarang sekali terselenggara di Kota Cimahi, sangat berbeda pada masa 90-an, even musik hampir setiap saat, diberbagai tempat selalu saja ada ajang seperti ini.

“Berkat dukungan Pa Agung Budi Santoso dari Partai Demokrat, kami dan rekan sesama musisi akhirnya bisa mengobati rasa kangen kami untuk bermusik, juga selain itu, Kami berharap dari sekian peserta yang ikut lomba, muncul bibit-bibit muda berpresatasi dari Kota Cimahi dan wilayah lainnya.” Harapnya.

Saat ditanyakan tanggapan untuk musisi Cimahi Bowo menegaskan,
untuk saat ini kami mususi cimahi sudah ada wadahnya yakni Yayasan Komunitas Musisi Cimahi (KMS) rencana kami kedepan akan mengadakan even-even seperti dahulu agar regenerasi musisi Kota Cimahi terus teregenerasi dan tidak terputus, Kita sudah masuk golongan yang tidak muda lagi, dengan diwadahinya musisi Cimahi agar lahir para musisi yang handal dan berkarakter dan pesan kepada pemerintah,
tolong juga perhatikan kami para musisi yang merupakan seniman juga dan kami sudah memiliki wadah yang berlegalitas Hukum.”Tegas Bowo.

Agung Budi Santoso Sebagai Pembina KMC yang juga sekaligus anggota DPR-RI sangat mengapresiasi atas terselenggaranya festival ini. Ternyata, banyak cara untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada masyarakat, Salah satunya adalah bermusik dengan warna semangat dan cinta tanah air.

“Dengan bermusik ternyata kita bisa menunjukan ekpresi citra bangsa. Saya berharap terbentuknya KMC bisa lebih mengembangkan dan mengangkat kembali musik di Kota Cimahi,”ujar pria yang kerap disapa ABS.
ABS juga berharap para musisi Kota Cimahi dapat menjaga citranya sebagai seorang musisi. Selain itu, juga mampu menerapkan nilai-nilai kebangsaan sehingga bisa saling mengisi disegala aspek kehidupan yang pada akhirnya negara ini menjadi hebat.

Hal serupa juga disampaikan Lady Rocker Indonesia asal Cimahi, Conny Dio, sebagai musisi dirinya harus mensupport kegiatan positif seperti ini. Menurutnya, gelaran yang diinisiasi KMC ini bisa mendorong bangkitnya kembali para musisi tanah air, khususnya di Kota Cimahi dan Jawa Barat.

“Saya sangat support dengan kegiatan ini, mudah-mudahan para musisi yang baru ini bisa berkolaborasi dan menjadi motivasi bagi para musisi seniornya,” ujar Coni Dio.

Sementara Yopi Baros yang tergabung dalam grup Band Y2 menuturkan jika musisi Kota Cimahi tetap semangat dalam bermusik,
bahwa musisi di Kota Cimahi memang luar biasa dan kami sangat mendunkung terselenggaranya acara seperti ini.

“Semoga musisi di Kota Cimahi makin maju dan Cimahi Makin Bergetar.” Harap Yopi Vokalis Grup Band Y2 Asli Cimahi. (AES)

UDOROSO
Oleh: AB. Udayana

0

Gemahripah loh jinawi, jer basuki mowo bea, perwujudan masyarakat yang adil makmur murah sandang dan murah pangan.

Para punggawa pamonge kawula dan Nalendra jejer hayu hamemayu hayuning jagad.

Kalimat – kalimat luhur para pendahulu itu mengiang kembali di telinga mbah wiro Cangklong malam itu.

Diantara derasnya hujan disertai gemuruh guntur dan kilat menyambar, didada mbah Wiropun seolah ikut bergemuruh.

Dalam benaknya mencoba mengadaptasi ungkapan – ungkapan luhur tadi dan mencoba diterjemahkan diera sekarang ini.

Sambil menikmati kepulan pipa cangklongnya, lalu anganannya menerawang jauh ke alam, fikirannya terfokus pada tentang konteks alam raya ini.

“Duh Gusti, betapa besar Kuasa dan kasihMU,” gumam mbah wiro disela renungnya.

Dirinya merasa jika ungkapan sepuh itu seolah jauh terserap dijaman sekarang.

Kalo disimak kehidupan sekarang ini masyarakat nusantara utamanya wong cilik, pontang – panting mengikuti roda kehidupan, sawah ladang mulai menyempit terdesak oleh serakahnya jaman.

Dulunya para kawula alit, tidak sulit mencari sesuap nasi, karena mereka rajin dalam mengolah lahannya meskipun terbatas, minimal mereka bisa mencukupi kehidupannya.

Apa ini akan bisa segera Loh jinawi?

Sebuah ungkapan pendek dari Mbah Wiro, yang penuh makna dan butuh jawaban yang tidak gampang.

Sementara para pemimpin saling berebut pengaruh dan kuasa untuk melanggengkan dinastinya.

Nilai – nilai luhur untuk mewujudkan Gemahripah Lohjinawi, masyarakat yang adil makmur tata tentram raharja kini sulit diwujudkan, bahkan perlahan luruh dari jiwa bangsa ini.

Sampai disitu kembali mbah wiro teringat wejang Dang Sabdo Palon, yang mengatakan ikhwal kehadirannya kelak ditandai prahara seleksi alam, banjir bandang angin ribut dan Lindu sedino ping pitu, sekarang ini tanda – tanda itu sepertinya nyata terjadi.

Kembali asap tebal mengepul dari hisapan mbah wiro yang semakin dalam.

Tatanan Dharma dan moral semakin merosot, pemimpin telah kehilangan wibawa juga ksatria Dharma mulai kehilangan jati diri.

Ya Allah Gusti benarkah kini saatnya seleksi alam seperti yang disebut sebagai masa Dang Sabdo Palon nagih Janji?.

Kembali mbah wiro Cangklong menghisap dalam – dalam pipa kesayangannya dan kembali menyelami renungannya, entah sampai kapan, hanya dirinya yang tahu kapan akan mengakhiri celoteh batinnya malam itu.

Panglima TNI Tekankan pelaksanaan Prokes Dan Isoter Dengan Serius

KOTA MALANG – Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto berpesan agar Malang Raya, khususnya Kota Malang, fokus pada penguatan layanan isolasi terpusat.

Hadi menegaskan hal ini saat berkunjung ke Kota Malang bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Sabtu (11/9).

“Perkuat layanan pasien isoter,” ujar Hadi.

Panglima yang juga asli Arek Malang itu menyebut, selain penguatan isoter, pengawalan 3T, yaitu tracing, testing dan treatment juga menjadi bagian penanggulangan covid-19.

“Laksanakan tracing kontak erat pasien covid-19, dan ketatkan prokes,” paparnya.

Menurut Panglima TNI, para petugas di Malang, harus fokus menjalankan 3T. Karena, mobilitas masyarakat Kota Malang terhitung tinggi.

Dengan tingginya mobilitas, potensi penularan juga besar. Sehingga, 3T dengan ujung tombak Babinsa, Bhabinkamtibmas dan nakes, wajib bekerja ekstra untuk mencegah klaster.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengaku siap mengakomodasi instruksi Panglima TNI bersama Kodim 0833 dan Polresta Malang Kota.

“Kami masih terus melaksanakan pemindahan pasien dari isoman ke isoter,” tandas Sofyan Edi.

Selain itu, Sofyan Edi juga menegaskan, perkembangan penanganan covid-19 di Kota Malang menunjukkan tren positif.

Kasus penularan makin melandai. Kemudian, tingkat kesembuhan juga tinggi. “Progres kesembuhan tinggi, seiring dengan percepatan program vaksinasi untuk warga Kota Malang,” tambah Sofyan Edi.

Sementara itu, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona menegaskan, sampai hari ini, Sabtu (11/9), tim lapangan masih menjemput pasien.

“Hari ini, kami melayani 5 pasien baru untuk masuk ke fasilitas isoter Kota Malang,” ujar Ferdian.

Tiga pasien dari Kecamatan Klojen, masuk ke safe house BPSDM Jalan Kawi. Kemudian, satu pasien dari Kecamatan Sukun juga menjadi penghuni baru safe house tersebut.

Sedangkan, satu pasien lain, yaitu warga Blimbing Kota Malang, masuk ke safe house RS Lapangan Jalan Simpang Ijen” tutup nya. (DHW/robhin)

Bahas Dampak Tambak Udang, Bupati dan Wabup Terima Kunjungan Kelompok Perjuangan Masyarakat Kepanjen

JEMBER – Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KH. MB. Firjaun Barlaman menerima kunjungan dari Kelompok Perjuangan Masyarakat Kepanjen, Sabtu (11/09/2021).

Bupati Hendy mendengarkan berbagai keluhan yang disampaikan perwakilan warga terkait aktivitas tambak udang vaname di sepanjang pesisir pantai Kepanjen Gumukmas. Beberapa keluhan disampaikan seperti limbah yang dihasilkan dari tambak tersebut berdampak pada rusaknya tanaman pertanian warga, dan uap merusak lingkungan warga.

Belum lagi juga terdapat limbah yang dibuang langsung ke laut mengakibatkan rusaknya ekosistem biota laut yang merugikan para nelayan.

“Lahan rusak, tanam cabe, kates dan semangka itu ndak bisa. Karena kena uap dari kincir itu,” ungkap,” ungkap perwakilan warga, Setyo Ramires.

Menanggapi berbagai keluhan warganya, Bupati Jember Hendy Siswanto akan mendahulukan status perijinan usahanya.

“Apakah memang legal atau illegal, tentunya dari ijin ini akan terlihat, ijin itu berkaitan dengan segala aturan aktivitas tambak, termasuk bagaimana pengelolaan limbahnya, jika memang tidak beres ijinnya kami bisa bertindak, ” ungkap Bupati Hendy.

Bupati Hendy menyampaikan selama 6 bulan ini, Bupati Hendy mengaku tidak mengeluarkan izin apapun terkait tambak.

Bupati Hendy menegaskan, pihaknya sedang melakukakn inventarisasi tanah pesisir dimana untuk diambil hak kelolanya dimana 100 meter dari bibir pantai itu milik pemerintah daerah.

“Termasuk tambak juga, jika tidak punya dasar hukumnya, tidak punya ijin maka akan kami tertibkan,” sambungnya.

Dengan pengelolaan oleh pihak Pemkab Jember, maka Bupati Hendy dapat memaksimalkan potensi tersebut untuk pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember. Kemudian PAD tersebut bisa disalurkan kembali untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengurangi angka kemiskinan.

“Sektor kelautan potensinya luar biasa, ini akan memaksimalkan PAD kita dan kami kembalikan kepada warga Jember, caranya bagaimana ya Pemkab Jember harus menguasai dulu kawasan tersebut untuk kemudian dikelola,” ungkapnya. (sonz)

Sekda Lumajang Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Madinatul Qur’an Umbul

LUMAJANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Madinatul Qur’an Umbul, Desa Umbul, Kecamatan Umbul, Kabupaten Lumajang, Sabtu (11/09/21).

Dalam kesempatan itu, Sekda Lumajang menyampaikan apresiasi atas pembangunan Pondok Pesantren Madinatul Qur’an Umbul. Menurutnya peran serta masyarakat Desa Umbul dalam membangun Ponpes itu bisa membantu Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan bagi generasi muda.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Umbul, khususnya pihak yang menghibahkan tanah untuk pembangunan Pondok Pesantren Madinatul Qur’an,” ungkapnya.

Sekda Lumajang menyampaikan, Berkat motifasi serta dorongan yang responsif dari masyarakat sekitar, harapannya proses pembangunan Ponpes bisa berjalan cepat dan lancar.

Turut hadir pula pada acara tersebut Kepala Kemenag kabupaten Lumajang, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Lumajang, Ketua Jamiatul Quran, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat setempat. (*)

UPK Kecamatan Candipuro bagikan Dana Sosial untuk anggota senilai puluhan juta Rupiah.

Lumajang,Prestasi.
— Unit Pengelola Kegiatan Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang melaksanakan pembagian Dana Sosial untuk anggota berupa bantuan modal usaha kepada 40 orang anggota yang nilainya masing-masing masing tebih kurang Rp.2000.000,- ( dua juta Rupiah) jadi total nya kurang lebihRP.80.000.000,- ( delapan puluh juta Rupiah) demikian disampaikan oleh ketua asosiasi BP UPK Supriadi Spd yang juga sebagai ketua Pelaksana kegiatan pembagian Dana Sosial yang di dampingi oleh Gatot Purwanto SH yang menjabat Sekretaris dan Yadi SP selaku Bendahara Panitia ,di-kantor UPK Kecamatan Candipuro menjelang pembagian,lebih jauh Supriadi mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan rutin tiap tahun yang dananya diambil dari surplus dana simpan pinjam pada UPK Candipuro yang mana Dana Sosial bantuan permodalan ini diberikan kepada anggota yang tersebar di 10 Desa se Kecamatan Candipuro .

Hal senada disampaikan ketua UPK Kecamatan Candipuro Witri Retno Wulandari bahwa tiap tahun secara rutin UPK Kecamatan Candipuro memberikan Dana Sosial Permodalan yang dananya diambil dari 15 Prosen Surplus anggaran per tahun ungkapnya.

Sementara itu salah seorang Penerima Manfaat My.Hasanah mengatakan bahwa dia merasa gembira dan sangat berterimakasih kepada UPK Kecamatan Candipuro yang memberikan Dana Sosial untuk tambahan modal usaha nya terutama sekarang dalam masa Pandemi Covid 19 dan adanya PPKM yang secara langsung berdampak pada perekonomian Masyarakat dan dia berharap Program ini berkesinambungan agar para pelaku usaha kecil seperti dirinya bisa kembali bangkit dari keterpurukan.

Pada akhir acara Penyerahan bantuan Supriadi menyampaikan bahwa selain Program ini di November akan dilaksanakan Undian Door Prize kepada anggota UPK yang hadiahnya cukup lumayan besar yaitu berupa mesin Cuci ,Pesawat TV, Kulkas dan alat rumah tangga yang lain yang khusus diperuntukan untuk anggota UPK Kecamatan Candipuro, dan Pak Pri juga menyampaikan bahwa UPK Kecamatan Candipuro memiliki Asset mencapai 7,3 Milyar Rupiah dari modal semula yang 1,8 Milyar sebuah Prestasi usaha yang cukup membanggakan itu semua berkat perjuangan dan kerjasama yang baik antara pengurus UPK badan Pengawas dan anggota , pungkasnya ( Joe)

Bupati Jember, Hadiri Vaksinasi di RSU Kaliwates yang di Inisiasi oleh BCA Cabang Jember

JEMBER – Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto meninjau pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung di RSU Kaliwates, Sabtu pagi (11/09/2021). Giat vaksinasi untuk warga Kabupaten Jember ini diinisiasi oleh manajemen Bank Central Asia (BCA) Cabang Jember.

Dalam sambutannya, Bupati Hendy mengapresiasi langkah BCA yang telah turut serta dalam membantu Kabupaten Jember mencapai kekebalan komunal (herd immunity) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dia menyampaikan, penanganan Covid-19 merupakan tanggungjawab bersama seluruh masyarakat dan juga pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa berjuang sendiri, masyarakat juga harus ikut andil dalam memutus penyebaran Covid-19 ini, dengan cara apa, dengan cara mematuhi peraturan yang telah ditetapkan pemerintah, tetap disiplin memakai masker meski telah divaksin,” pesan Bupati Hendy.

Bupati Hendy juga menyampaikan, saat ini Jember ditetapkan level 2, artinya kondisi ini lebih baik dari sebelumnya. Dia mengajak seluruh warganya agar tetap setia patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan setiap saat.

“Ayo kompak, ayo sebentar lagi kita bisa level 1, Amin ya Robbal Alamin,” ajaknya. (sonz)

Rumah Meledak di Desa Pekangkungan Diduga Akibat Bom Ikan

PASURUAN – Sabtu, 11 September 2021, sekirar jam 08.00 WIB, rumah milik Gofar di Dusun Macan Putih RT 01 RW 01 Desa Pekangkungan Kecamatan Gondangwetan Kab. Pasuruan meledak. Ditengarai, ledakan tersebut berasal dari bom ikan.

Sumber dari Kepolisian menyebutkan, dugaan sementara, ledakan tersebut berasal dari bom ikan yang dibuat oleh Gofar dan ayahnya yang bernama Mat.

Akibat kejadian tersebut Mat meninggal dunia. Sedangkan Gofar beserta adiknya Imron (30) dan keluarga lain bernama Feri (17) mengalami luka serius.

Korban luka hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Purut.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). (qomar)