Home Blog Page 1654

Validasi Data Penerima BPUM Banyak Salah Sasaran

LUMAJANG – Validasi penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Kabupaten Lumajang sedang berlangsung. Sekalipun faktanya banyak penerima bantuan itu ternyata tidak tepat sasaran.

Inspektur Pembantu Wilayah 1 Inspektorat Kabupaten Lumajang, A’an, mengatakan bahwa penerima bantuan itu bukan penerima fiktif. Hanya, mereka menjadi penerima bantuan yang bukan peruntukannya.

“Kan yang memberikan bantuan awal pemerintah pusat, berdasar pertimbangan dan syarat syarat yang sudah ditentukan,” jelas A’an

Pihaknya mengaku tidak bisa memastikan siapa saja yang mendapatkan bantuan. Yang pasti, sudah sesuai aturan.

“Setelah dilakukan validasi, kami tetap memberikan kepada para pemilik bantuan. Urusan tidak tepat sasaran dan lainnya, dikoordinasikan dengan instansi terkait,” imbuhnya.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya kesalahan penyaluran kepada penerma bantuan. Hal ini kemudian menuai banyak komentar dari pihak desa karena tidak dilibatkan dalam validasi data.

Terpisah, LSM Kajian dan Pengembangan Wacana Lokal Kabupaten Lumajang, Achmad Zaeni turut mengomentari terkait penyaluran BPUM ini.

“Gimana kok banyak pelaku UMKM yang merasa mengajukan malah tidak menerima bantuan. Sementara yang bukan pelaku justru menerima,” ungkapnya. (mul)

Kuartal Pertama di Bulan September, Pertamina Telah Setor ke Negara Rp. 110 Triliun

0

JAKARTA — (04/09/2021). Kontribusi Pertamina melalui setoran pada penerimaan negara hingga semester I telah mencapai total Rp 110,6 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp 70,7 triliun berupa dari pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen, yang nilainya naik hampir 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan sisanya Rp 39,9 triliun berupa pembayaran Pertamina kepada negara melalui minyak mentah dan kondensat bagian negara (MMKBN), adapun capaian ini merupakan nilai kontribusi Pertamina dalam waktu enam bulan terakhir.

Sepanjang 2020, Pertamina menyetorkan hampir Rp 200 triliun kepada negara, kontribusinya terhadap keuangan negara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan produktivitas perusahaan.

Didorong Efisiensi, Pertamina Cetak Laba Rp 2,6 Triliun di Semester I Dua Anak Usaha Pertamina Kerja Sama Pengangkutan Impor LPG dan Mogas Pertamina Targetkan Produksi 161 Sumur Baru di Blok Rokan 16.000 bph.

“Pertamina juga membaktikan diri untuk mendukung berbagai program pemerintah khususnya terkait percepatan penanganan Covid-19,” ujar Pjs Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations Fajriyah Usman, dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9).

Menurut dia meskipun hantaman pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua terus memberikan tekanan signifikan pada kinerja keuangan, namun peningkatan produktivitas Pertamina tetap dapat tercermin dari laba bersih semester 1 2021 yang sebesar US$ 183 juta.

Simak databoks berikut: Sebagai bagian dari BUMN, menurutnya Pertamina juga harus mengemban tugas dengan tetap menjalankan seluruh operasional bisnis perusahaan dan mengutamakan produk dalam negeri, yang terlihat dari rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Pertamina yang mencapai lebih dari 57 persen, jauh di atas target 30 persen, dengan demikian menurut Fajriyah Pertamina dapat menjaga keberlangsungan hidup 1,2 juta tenaga kerja langsung, serta menciptakan multiplier effect terhadap sekitar 20 juta tenaga kerja secara tidak langsung.

Peran Pertamina pada perekonomian nasional juga sejalan dengan peran BUMN sebagai lokomotif pembangunan. Menurut Menteri BUMN, Erick Thohir sepertiga dari ekonomi Indonesia digerakkan dari BUMN. Bahkan, sumbangan BUMN kepada negara selama 10 tahun terakhir mencapai angka fantastis yakni sebesar Rp 3.290 Triliun.

“Tidak hanya dividen kita berikan kepada Negara untuk kesejahteraan rakyat, tetapi juga Public Service kita lakukan. Apakah yang namanya CSR dan di masa pandemi COVID-19 ini BUMN terus berjalan,” ujar Menteri Erick Tohir. (dilansir dari portal online IDX. CHANEL/RED)

Team Gabungan Lapas Mataram Dan Ditreskoba Polda NTB, Berhasil gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu

0

MATARAM — Beribu cara dilakukan para pelaku peredaran gelap narkoba. Jum’at(3/9) petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram menggagalkan penyelundupan sabu ke dalam penjara. Modusnya, pelaku menyembunyikan narkoba jenis sabu di dalam pentolan bakso.

Kalapas Mataram Ketut Akbar Herry Achjar menuturkan, bakso tersebut diantar seorang tukang ojek berinisial M, 36 tahun. Bakso itu dititip di bagian penjagaan untuk disampaikan ke salah seorang warga binaan berinisial HR. ”Setelah kita periksa, ternyata di dalam tiga pentolan bakso terdapat plastik klip yang isinya diduga sabu dengan berat 3 gram,” kata Akbar, kemarin.

Mengetahui bakso itu berisi benda yang diduga sabu, petugas jaga langsung mengejar sang tukang ojek. ”Petugas kami langsung mengamankan M,” jelasnya.

Wanita 67 Tahun dengan Wajah Bayi: Dia Lakukan Ini sebelum Tidur
Glolift
Kepada petugas, M mengaku tidak mengenal warga binaan yang diantarkan bakso tersebut. Dia mengaku hanya disuruh seseorang untuk mengantar ke Lapas Mataram. ”Dia mendapatkan upah Rp 30 ribu,” kata Akbar.

Atas temuan tersebut, Lapas Mataram langsung berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda NTB. ”Sekarang kasus ini masih dikembangkan Polda NTB,” ujarnya.

Akbar mengatakan, pengawasan terhadap penitipan barang ke dalam Lapas Mataram terus diperketat. Itu untuk mengantisipasi adanya penyelundupan barang terlarang masuk ke dalam lapas. ”Kami tetap berupaya menciptakan Lapas Bersinar (Bersih dari Narkoba). Untuk menciptakan itu kita terus bergandengan tangan dengan seluruh stakeholder, kepolisian, TNI, BNN, dan lembaga lainnya,” tegasnya.

Panit 1 Unit 3 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda NTB Iptu Hendry Christianto mengatakan, kasus tersebut masih terus dikembangkan. Sejauh ini, polisi telah mengamankan empat orang. “Tiga orang napi dan satu orang tukang ojek,” kata Hendry.

Dua napi lainnya diduga mengetahui adanya penyelundupan sabu tersebut. Mereka saling terkait dengan pengiriman paket makanan tersebut. ”Kita belum bisa sampaikan peran napi. Kita masih dalami perannya masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, tukang ojek berinisial M menuturkan, sebelum mengantar paket makanan ke Lapas Mataram, dia sedang duduk di pangkalan ojeknya. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya untuk mengantarkan makanan ke Lapas Mataram.

“Onek kan aku tokol lek pangkalan. Selung-selung arak dengan empohke. Eehh, te laiq atongan ke makanan nih (Tadi kan saya duduk di pangkalan. Tiba-tiba ada yang memanggil, eehh sini anterin saya makanan ini),” katanya dengan bahasa Sasak.

Untuk mengantar paket makanan tersebut, M menerima ongkos kirim Rp 30 ribu. Dia pun bersedia mengantar paket makanan tersebut. ”Sak empohke nu, endek ku kenal (Yang memanggil saya itu tidak saya kenal),” pungkas M. (DHW/robhin)

2.590 Penerima Bantuan BPUM di Lumajang Belum Mengambil

LUMAJANG – Penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) pada periode April masih banyak yang belum mengambil. Pasalnya, sebagian besar para penerima tidak tahu bantuan presiden tersebut sudah cair.

Minimnya sosialisasi membuat para penerima bantuan langsung mendatangi kantor bank penyalur tanpa persiapan.

Ridwan, salah satu penerima BPUM, hanya dengan membawa kartu identitas dan buku tabungan dia langsung datang ke BRI.

Dia mengaku telah mendaftar pada bulan April lalu, tapi dia tidak mengetahui bahwa namanya sudah masuk dalam daftar penerima.

Saat jagong di warung kopi, Ridwan minta tolong kepada temannya untuk cek namanya didaftar penerima BPUM.

Ridwan baru tahu setelah namanya di cek melalui HP milik temannya itu. Ia pergi ke Bank BRI ikut antre dengan penerima lainnya.

Tak begitu lama namanya sudah dipanggil untuk dilakukan validasi data. Ridwan sedikit kaget namun nampak bahagia.

“Saya ke BRI hanya bawa KTP dan buku tabungan saja. Saya tidak tahu ternyta proses pencairannya perlu dicek lagi dan mengisi formulir yang sudah disediakan,” ujarnya setelah menerima bantuan tersebut.

Sementara Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lumajang, Imron Rosyadi mengatakan bahwa bantuan tersebut sebesar Rp 1,2 juta per penerima.

“Namun ada sebanya 2. 590 penerima yang masih belum mengambil,” kata Imron.

Oleh karena itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan bank penyalur agar bantuan kepada penerima yang namanya sudah tercantum bisa segera dicairkan.

“Pekan lalu hingga hari ini sudah banyak penerima bantuan yang mengambil. Akan tetapi, dari pihak bank tetap membatasi jumlah pengambilan,” pungkasnya. (bam).

Polrestabes Surabaya Luncurkan Mobil Masker Keliling

SURABAYA – Polrestabes Surabaya bergerak untuk Surabaya menuju zona hijau dari pandemi Covid-19 dengan meluncurkan dua mobil masker keliling sebagai inovasi baru dalam menanggulangi penyebaran covid-19.

Inovasi yang diluncurkan itu untuk menjaga masyarakat Surabaya agar tetap taat protokol kesehatan dalam menyongsong PPKM level 2.

Mobil tersebut juga dilengkapi dengan ribuan logistik pendukung protokol kesehatan dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Mobil masker keliling ini diawaki oleh sejumlah anggota dari Polrestabes Surabaya yang bertugas membagikan masker kepada masyarakat. Terutama di sentra-sentra layanan publik khususnya, baik pasar malam, maupun di lingkungan PKL-PKL,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Akhmad Yusep Gunawan, Jumat (3/9/2021).

Ia menyampaikan, dalam mobilitas mobil masker keliling ini, nantinya akan berjalan beriringan dengan mobil gerai vaksin keliling.

Keduanya bergerak bersama-sama untuk mengingatkan masyarakat menjaga protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi.

Dengan diluncurkannya dua mobil masker keliling tersebut, Yusep Gunawan berharap di saat Surabaya sudah menjadi level 3 atau zona kuning dalam penanganan Covid-19 ini, masyarakat diharapkan tidak boleh lengah.

Sebab, dalam beberapa waktu mendatang Kota Surabaya menargetkan menjadi level 2.

“Kita di level 3, zona kuning di Kota Surabaya ini, kita bisa menjaga kesehatan masyarakat. Sehingga kita dapat meningkat kepada level 2,” ungkap Yusep.

Dalam upaya meraih level 2 dalam penanganan Covid-19, Polrestabes Surabaya akan bersama Pemkot Surabaya untuk melakukan testing, tracing dan treatment untuk memastikan tidak adanya penularan dan penyebaran Virus Corona

“Kita akan menjaga kesehatan warga Kota Surabaya, mohon partisipasi dari semua pihak, khususnya masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan secara ketat,” tandas Yusep Gunawan.

Dia menambahkan saat ini penyekatan-penyekatan jalan di Surabaya sudah mulai longgarkan dengan harapan kembali membuat roda perekonomian kembali pulih.

“Dengan adanya kelonggaran ini kami berharap semua masyarakat harus menjaga dan memanfaat dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” tandasnya. (tim)

Kedapatan Membawa Narkoba Jenis Ganja, Pria Asal Tempursari – Lumajang Di Sergap Polisi.

MALANG (04/09/2021). Pria berinisial TB kepergok menjual ganja di rumah di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Polisi menyita dua paket ranting ganja dalam keadaan kering, satu tas, dan satu ponsel dari pria asal Kecamatan Tempursari, Lumajang tersebut.

Kapolres Malang, AKBP Raden Bagoes Wibisono mengatakan tersangka menanam sendiri ganja tersebut di Lumajang.

Polisi menemukan 50 batang pohon ganja yang baru tumbuh dan siap panen di ladang area pegunungan di Desa Tempursari, Lumajang.

Tersangka menanam tanaman tersebut secara bertahap.

“Pelaku mendapat bibit ganja dari seseorang berinisial JW yang bekerja di Bali. Tersangka mengumpulkan daun, ranting, dan biji-bijiannya lalu ditanam di Lumajang,” beberr Bagoes.

Tersangka telah menjual ganja seharga Rp 2 juta.

“Tersangka juga memakai sendiri ganja tersebut. Tersangka menjual ganja seharga Rp 700.000 per paket,” Ucap Bagoes.

TB mengaku sempat menjadi montir di Bali.

TB harus dirumahkan dari tempat bekerja akibat pandemi Covid-19.

Kemudian TB pulang ke Lumajang.

TB memilih bekerja sebagai petani untuk menyambung hidup.

“Iseng-iseng saya tanam ganja karena kalau membeli itu mahal,” imbuh dia. (DHW/robhin)

Aksi Dua Orang Pengedar Sabu Berakhir di Bui

PASURUAN – Kerja Keras Satnarkoba Polres Pasuruan patut diacungi Jempol dan kali ini 2 (Dua) tersangka pemyalahgunaan narkoba harus mendekam di bui, Penangkapan tersebut berawal dari tindaklanjut informasi warga bahwa didaerah Lecari sering dan marak adanya peredaran Narkoba

Spontanitas Unit Opsnal Narkoba mengadakan Penyelidikan informasi dimaksud, berkat kerjasama dengan para Tokoh Masyarakat dan Agama setempat maka berhasil mengamankan 2 (Dua) Orang, dengan Identitas ( NM ) 31 Thn, Swasta, Dsn. Kesiman RT. 02 / RW.09, Ds. Lecari, Kec. Sukorejo, Kab. Pasuruan, ( S ) 49 Thn, Swasta, Dsn. Kesiman, RT. 01 / RW. 09, Ds. Lecari, Kec. Sukorejo, Kab. Pasuruan

Kedua Tersangka tersebut ditangkap dikarenakan memiliki, menyimpan dan menguasai Narkotika Gol.I Jenis sabu dan dari hasil penangkapan telah diamankan Barang Bukti 13 ( Tiga belas ) kantong plastik yang berisikan kristal warna putih Narkotika Gol I Jenis Sabu dengan berat 5,9( lima koma Sembilan ) gram, 1 (satu) Unit timbangan elektrik warna hitam merk pocket Scale.

Ditempat terpisah Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan AKP Domingus membenarkan penangkapan tersebut.

“Sekali melangkah Pantang Menyerah, Ada Bukti Permulaan yang cukup silahkan lakukan Penangkapan, Ucap Aiptu Hariyanto selaku Kanit Opsnalnya menirukan arahan Pimpinannya dengan tujuan untuk memberi Motivasi Anggota DiLapangan jangan sampai ragu ragu bertindak,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut proses Penyidikan kedua pelaku dijerat Pasal 132 ayat (1) jo.pasal 114 (2) jo.pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup atau pidana penjara seumur hidup atau penjara minimal 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana denda paling minim 1 (satu) milyard dan paling banyak 10 milyard.

“Kami juga menghimbau kesemua warga untuk konsentrasi memutus mata rantai Covid-19 agar kehidupan ini bisa normal seperti sebelumnya,” pungkas Domingus. (tim)

Santap Makan Siang di Warung Rakyat Ala Bupati Jember

JEMBER – Dalam kunjungan ke beberapa desa di Kecamatan Gumukmas, Bupati Jember Hendy Siswanto dan rombongannya makan siang di warung ayam pedas Hj. Rupini di Desa Menampu Gumukmas, Jumat (3/9/2021).

Usai makan siang di warung tersebut, Bupati Hendy langsung mempromosikan warung tersebut.

“Kalau mau kuliner datang ke sini, ke Menampu Gumukmas, ayam pedasnya mantap, dijamin puas, jika tidak puas silakan datang ke Pendopo, saya kembalikan duitnya,” ucap Bupati Hendy.

Dia meyakinkan bahwa masakan di warung ini sangat enak, perpaduan bumbunya pas.

“Covid-19 tidak boleh menghentikan kuliner, masakannya mantap, silakan ke sini datang semua,” ajaknya.

Untuk diketahui, hari ini Bupati Jember Hendy Siswanto terjun ke beberapa desa di Kecamatan Gumukmas untuk membagikan langsung santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan untuk ahli waris keluarga 13 orang Ketua RT/RW yang meninggal.

Seluruh Ketua RT/RW di Kabupaten Jember telah diikutsertakan BPJS Ketenagakerjaan. Program ini sebagai bukti hadirnya pemerintah bagi pelayan yang paling dekat dengan rakyat. (sonz)

Bupati Serahkan BLT DD Desa Bagorejo Secara Langsung

JEMBER – Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada warga Desa Bagorejo Kecamatan Gumukmas, Jumat (3/9/2021).

Penyerahan dilakukan secara simbolis di Aula Desa Bagorejo. Dalam BLT-DD kali ini terdapat 132 warga penerima manfaat yang didominasi warga lansia juga janda.

“Bapak dan ibu, saya pesan uang ini dimanfaatkan dengan baik ya, belikan sembako dan kebutuhan sehari-hari, lebih bagus lagi apabila uang ini dijadikan modal usaha sehingga dapat mandiri ke depannya,” ungkap Bupati Hendy Siswanto yang juga berlatar belakang pengusaha.

Dalam kunjungan itu pula, Bupati Hendy memborong dagangan warga sekitar yang sudah menjadi kebiasaannya saat terjun ke masyarakat, tujuannya tak lain adalah mendorong ekonomi terus bergerak di tengah pandemi Covid-19 ini.

Dalam kunjungan ini. Bupati Hendy Siswanto menyampaikan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Ketua RW 5 Sudjito yang telah meninggal dunia beberapa hari lalu.

Santunan tersebut berupa uang tunai sebanyak Rp. 42 juta yang merupakan salah satu manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan.

“Alhamdulillah Pemkab Jember sudah mengikutkan seluruh Ketua RT/RW dalam BPJS Ketenagakerjaan, salah satu manfaatnya seperti saat ini, meninggal itu pasti hanya kita tidak tahu waktunya, yang kita harus pikirkan apabila kita meninggal, lalu bagaimana nasib keluarga kita, dengan santunan ini diharapkan dapat membantu keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya. (sonz)

Kejar Target Pajak, Bapenda Kabupaten Malang Gencar Datangi WP

KEPANJEN – Sejak Januari 2021, penerimaan pajak dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) di wilayah Kabupaten Malang telah mencapai 65 persen.

Dari target dalam satu tahun sebesar Rp 91 miliar, saat ini sudah tercapai Rp 54 miliar. Jadi sisanya kurang 35 persen lagi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang Dr Made Arya Wedhantara, Kamis (3/9/2021).

Ia mengatakan, meskipun seluruh sektor terdampak pandemi, namun nampaknya kondisi tersebut tidak terlalu berimbas pada sektor PBB.

Dirinya mengaku optimis jika pajak yang diterima bisa mencapai target Rp 91 miliar pada bulan Desember tahun 2021 mendatang.

“Dalam dua hari pada tanggal 1-2 September, pajak yang masuk dari sektor PBB mencapai lebih dari Rp 1,3 miliar. Hampir tembus Rp 4 miliar,” ujarnya.

Made Arya menjelaskan bahwa untuk mewujudkan hal itu pihaknya mengaku gencar mendatangi para wajib pajak (WP) agar melunasi kewajiban pajaknya.

“Kami gencar mendatangi para wajib pajak hingga ke tingkat desa. Bersama camat dan perangkat desa kami sosialisasikan agar masyarakat bisa saling mengingatkan untuk membayar pajak,” kata Made lebih lanjut.

Selain itu, pria asal Pulau Dewata itu menambahkan, bahwa Bapenda Kabupaten Malang memaksimalkan aplikasi Sistem Infornasi Pengelolaan Pajak Daerah Mandiri (Sipanji), agar masyarakat tidak perlu repot membayarkan pajak melalui aplikasi itu. (tim).