Home Blog Page 1680

Selain Pempek, Kota Palembang Punya Celimpungan

0

PALEMBANG – Selain pempek, kota Palembang punya menu makanan lain berbahan dasar ikan tenggiri.

Bentuknya bulat menyerupai bakso, dan disajikan dengan kuah santan kuning.

Apakah itu ? Apalagi kalau bukan si nikmat dan super lezat ini, yaitu celimpungan.

Bahan dasar celimpungan adalah adonan sagu dan ikan seperti halnya empek-empek yang juga berasal dari Sumatra Selatan.

Perbedaan di antara keduanya terletak pada bentuk dan kuahnya. Celimpungan berbentuk bulat dengan diameter 10 cm dan tipis.

Makanan ini identik dengan rasa yang gurih, karena bahan dasar kuahnya menggunakan santan yang kental.

Celimpungan biasanya jadi menu favorit warga Palembang, saat kumpul keluarga hari biasa atau ketika resepsi pernikahan, acara syukuran hingga momen hari raya lebaran. (*)

Kapolri: Hilangkan Perbedaan Bersatu Lawan Covid-19

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Sentra Vaksinasi Mahasiswa Indonesia (SVMI) di Sarana Olahraga (SOR) Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021).

SVMI ini merupakan kolaborasi antara Polri bersama dengan seluruh Civitas Akademika Universitas Indonesia, Forkopimda Kota Depok, Mahasiswa, Relawan, tenaga medis, BUMN, Swasta dan seluruh elemen masyarakat. Dengan tujuan akselerasi vaksinasi demi mempercepat Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

Sigit menekankan bahwa untuk penanganan dan pengendalian Covid-19 serta percepatan Herd Immunity terhadap virus corona, diperlukan sinergitas dan kerjasama dari seluruh elemen bangsa. Karena itu, Sigit menekankan untuk menghilangkan segala perbedaan dan bergandengan tangan untuk sama-sama berjuang melawam Pandemi Covid-19.

“Karena Herd Immunity bisa tercapai kalau kita semua bergabung dan bersinergi. Karena saat ini yang kita butuhkan, adalah bagaimana seluruh elemen bangsa ini bersatu untuk melawan Covid-19. Hilangkan sementara ini perbedaan kita, bersatu kita lawan Covid-19, untuk segera maju menuju Indonesia bangkit, itu tentunya harapan kita semua,” kata Sigit dalam tinjauannya.

Mantan Kapolda Banten ini menyebut, Pandemi Covid-19 merupakan tantangan bagi Indonesia dan seluruh dunia. Sehingga, sinergitas seluruh elemen bangsa, menjadi kunci untuk menciptakan kehidupan baru atau New Normal di tengah terjadinya situasi seperti saat ini.

“Karena ini tantangan kita bersama, tantangan seluruh negara. Siapa yang bisa lebih dahulu pulih dari kondisi Covid-19, sehingga kemudian kembali pada hidup New Normal yang tentunya menjadi cita-cita kita bersama,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Oleh karenanya, Sigit sangat mengapresiasi kegiatan Sentra Vaksinasi Mahasiswa Indonesia di Kampus UI. Menurutnya, hal ini merupakan wujud nyata dari terciptanya sinergitas antar-kelompok masyarakat untuk mendukung program Pemerintah dalam melawan Pandemi virus corona.

“Sehingga tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama untuk kita berjuang melawan pandemi Covid-19. Tentunya banyak program yang sudah dilakukan oleh Pemerintah, dalam rangka menahan laju Covid-19 dan bagaimana upaya kita untuk bisa ambil langkah-langkah dalam rangka mencegah laju dan upaya untuk mengobati menyembuhkan dan juga tingkatkan kekebalan daya tahan terhadap Covid-19,” ucap Sigit.

Untuk menahan laju pertumbuhan Covid-19, Pemerintah sudah melakukan sejumlah langkah, mulai dari PSBB, PPKM, PPKM Darurat hingga PPKM berlevel seperti sekarang ini. Meski begitu, kata Sigit, Pemerintah tetap memperhatikan sektor perekonomian masyarakat untuk tetap bergerak.

“Namun di satu sisi juga terkait sektor ekonomi harus diperhatikan sehingga juga diatur adanya kelonggaran yang ada di dalam level-level,” kata Sigit.

Sigit memaparkan, dalam melakukan pengendalian Covid-19 terdapat tiga kunci atau strategi. Pertama adalah pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Seperti, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Terkait kepatuhan ini tentunya juga harus selalu diingatkan, karena memang ini kunci utama penggunaan masker kemudian menjaga jarak jauhi kerumunan dan juga melakukan pembatasan. Sehingga prokes bisa berjalan ini semua kita lakukan untuk menjaga masyarakat tidak mudah tertular atau bagi positif OTG menulari yang lain,” ujar Sigit.

Kunci selanjutnya adalah penguatan 3T (testing, tracing dan treatment). Hal tersebut menjadi penting karena apabila penanganannya tepat maka pencegahan penularan dan perawatan dapat dimaksimalkan.

“Tentunya ini menjadi penting, karena jika terlambat jni akan berdampak terhadap masyarakat yang positif tidak ketahuan dan kemudian penanganannya lambat sehingga ada risiko perburukan. Jadi ini mohon juga ada kerjasama dari kita semua petugas tracing dan testing berusaha untuk optimal, melakukan tugasnya dan kita harapkan dari masyarakat juga ikut khususnya yang ada riwayat kontak erat untuk mau ditracing dan di test,” tutur Sigit.

Dan kunci yang terakhir adalah, percepatan program vaksinasi massal. Kegiatan tersebut sangat memerlukan kerjasama antar-seluruh lapisan masyarakat.

“Kemudian, salah satu strategi harus betul dilaksanakan untuk tingkatkan daya tahan serangan Covid-19, adalah kegiatan vaksinasi dan vaksinasi mau tidak mau harus dilakukan dengan libatkan seluruh stakeholder, masyarakat yang memiliki kemampuan untuk bergabung,” ucap Sigit.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiawaan Universitas Indonesia, Abdul Haris menyampaikan apresiasinya kepada Kapolri, karena ikut aktif mendukung kegiatan sentra vaksinasi di Kampus UI.

“Kami bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari pak Kapolri yang hari ini berjumpa dan sekaligus berikan dukungan atas ketersediaan vaksin dan dukungan pemberian sembako kepada masyarakat,” kata Abdul Haris dikesempatan yang sama.

Abdul Haris memastikan, seluruh Civitas Akademika UI siap mendukung segala program Pemerintah dalam menangani dan mengendalikan Pandemi Covid-19.

“Kami tentu saja mendukung program Pemerintah agar mungkin upaya vaksinasi target 2 juta per hari bisa kami laksanakan. Kami sendiri punya target paling tidak bisa terpenuhi dalam sehari dua ribu vaksin ke masyarakat. Upaya pembentukan herd immunity bagi masyarakat bisa secara cepat kami penuhi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat. Tujuannya agar membantu warga yang paling terdampak perekonomiannya di tengah Pandemi Covid-19. (tim)

Pick Up Pembawa Kayu Ilegal Diamankan

LUMAJANG – Unit Pidter Polres Lumajang mengungkap kasus orang telah mengangkut kayu jati sebanyak 10 (sepuluh) batang dengan ukuran 210 cm X 20 cm menggunakan pick up warna hitam nopol N-9443 YA tanpa dilengkapi dokumen sah, Rabu (11/8/2021) pukul 10.00 WIB.

Melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, kasus tersebut terjadi pada Jum’at 23 April 202, sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Lintas Selatan Desa Bago Kecamatan Pasirian Lumajang.

“Penangkapan bermula saat anggota Polsek Pasirian melaksanakan giat patroli, mendapati 1 unit kendaraan bernopol N 9443 YA sedang berhenti di pinggir jalan akibat ban bocor,” terangnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kendaraan tersebut ternyata membawa kayu jati tanpa dilengkapi dokumen surat keterangan sahnya hasil hutan.

“Kayu-kayu yang diangkutnya tersebut tidak dilengkapi dokumen yang sah,” ujar Shinta.

Tersangka berinisial R (39) warga Bades Kecamatan Pasirian dilakukan penahanan setelah menjalani swab dan di titipkan di Polsek Tekung dalam kondisi sehat.

Barang Bukti berupa kayu jati sebanyak 10 batang kayu jati ukuran 120 Cm X 20 Cm dan 1 unit kendaraan pick up warna hitam bernopol N-9443-YA.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan pasal 83 ayat (1) huruf b Undang-Undang nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Pada pasal 83 ayat (1) huruf b dijelaskan bahwa mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf diancam dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. (d&b)

Kapolda Jatim saat cek Vaksinasi: Saya Bangga Jadi Alumni SMPN 1 Surabaya

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, bersama Pejabat Utama Polda Jatim, melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi Merdeka dosis kedua di SMP Negeri 1 Surabaya, Kamis (12/8/2021).

Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka ini diperuntukan bagi pelajar SMPN 1 Surabaya yang melaksanakan vaksin tahap ke II, dengan capaian target vaksin sebanyak 1000 dosis vaksin. Selain itu, kegiatan vaksinasi ini didukung dengan tenaga kesehatan gabungan, terdiri dari petugas vaksinasi Polri 10 personel, Dinkes 10 personel dan Relawan 25 personel.

Dalam kunjungannya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta juga memberikan motivasi kepada seluruh pelajar di Jawa Timur, khususnya di SMPN 1 Surabaya, untuk mensukseskan program vaksinasi ini. Diharapkan herd immunity dapat segera terbentuk sehingga pelajar sekolah dapat kembali melakukan pembelajaran secara tatap muka sesuai dengan keputusan pemerintah.

“Adik-adikku sekalian tidak terasa bahwa dulu saya pernah sekolah di sini dari tahun 1983 sampai 1986, sekolah ini banyak meloloskan orang-orang yang sekarang banyak berkecimpung baik di pemerintahan, kedokteran, maupun di hal-hal lainnya yang sangat membanggakan,” tandasnya didampingi Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Jatim, Kapolresta Surabaya, dan Walikota Surabaya.

“Saya sangat bangga menjadi alumni SMPN 1, tentunya apa yang adik-adik laksanakan sekarang merupakan jenjang untuk berikutnya. Saya mengambil pepatah, apa yang kau dapat hari ini, karena kemarin, dan apa yang kau dapat nanti, itu karena hari ini,” papar Kapolda yang juga sebagai alumni SMPN 1 Surabaya.

Lebih lanjut, Kapolda Jatim memberikan semangat kepada para pelajar untuk terus belajar dengan baik, menurut kapolda, ini adalah salah satu bekal untuk menapak jejak lebih tinggi lagi. Sehingga suatu proses memang membutuhkan perjuangan.

“Tetap semangat dengan tiga hal, saya singkat MANTAP. Yang artinya Iman, Kemauan, dan Pengetahuan. Seseorang bisa maju kalau bisa dilengkapi dengan MANTAP,” tuturnya.

Kapolda menjelaskan, MANTAP dalam tiga hal tersebut mempunyai makna yang berbeda. Yang pertama, jangan lupa untuk tingkatkan iman, sebagai contoh kalau beragama islam ya sholat, kalau beragama Kristen ya ke gereja. Itu lebih dikuatkan, karena hidup kita pasti tidak lepas dari kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa.

Lalu yang kedua adalah kemauan. Jadi harus punya kemauan yang kuat di dalam memajukan dirinya, karena orang yang mempunyai kemauan kuat, seperti kata pepatah gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.

“Jadi adik-adik juga kalau berikutnya mau masuk ke SMAN 5, SMAN 2, atau, SMA mana pun yang diinginkan harus punya kemauan,” ucapnya.

Lalu yang ketiga adalah masalah pengetahuan. Pengetahuan adalah bekal. Jadi sekolah ini adalah fase berikutnya, untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Dengan banyaknya pengetahuan, maka kita bisa dengan mudah menyelesaikan persoalan.

“Persoalan tidak bisa selesai tanpa ilmu pengetahuan. Jadi ilmu pengetahuan yang baik, pasti nanti bisa menyelesaikan persoalan dengan baik,” jelasnya Kapolda Jatim saat memberikan motivasi kepada pelajar di SMPN 1 Surabaya.

“Saya bangga menjadi alumni SMPN 1 Surabaya, saya bangga juga bisa hadir di sini, ketemu dengan kepala sekolah, ketemu dengan pak Walikota Surabaya, pak Kabinda, dan adik-adik sekalian. Saya ucapkan terimakasih, dan kita dukung pelaksanaan vaksinasi ini berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Usai memberikan motivasi, tak lupa Kapolda Jatim juga memberikan bantuan sosial berupa alat kesehatan berupa masker, Hand sanitizer dan oxymeter kepada kepala sekolah SMPN 1 Surabaya.

Raperda Perubahan Perda Retribusi Perijinan Tertentu Khusus PBG Disetujui

Gempurnews.com – Banyuwangi. Raperda perubahan kedua Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Banyuwangi  No. 14 tahun 2011 tentang retribusi perijinan tertentu khususnya terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) disetujui menjadi Perda

Pengambilan keputusan digelar dalam rapat paripurna Dewan yang dipimpin Wakil ketua, Ruliyono, SH didampingi H.M Ali Mahrus,S.HI dan Michael Edy Hariyanto, SH serta diikuti anggota dewan dari lintas fraksi, Senin (09/08/2021) kemarin.

Dalam laporannya Ketua Pansus perubahan Perda retribusi perijinan tertentu DPRD Banyuwangi, Neni Vianti Dyah Martiva menyampaikan, dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi persetujuan bangunan gedung, maka diperlukan penyesuaian terhadap obyek retribusi dan perubahan terhadap caramengukur tingkat pengguna jasa.

“ Perda retribusi perijinan tertentu khususnya terkait tariff retribusi IMB tidak sesuai lagi dengan perkembangan sehingga erlu dilakukan perubahan sebagai tindaklanjut Undang-Undang No. 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja , “ ucap Neni Viantin Dyah Martiva dihadapan rapat paripurna.

Selain itu juga menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2021 tentang pengaturan pelaksanaan Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung. Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan bagunan gedung sehingga dapat mendukung peningkatan investasi dan ekonomi.

“ Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG adalah perijinan yang diberikan kepada pemilik bangunan gedung untuk ijin membangun gedung baru, mengubah,memperluas atau merawat bangunan sesuai standar teknis bangunan gedung , “ ucapnya.

Dan inisiasi perubahan Perda retribusi perijinan tertentu khususnya terkait Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) secara mendasar merupakan mandatory yang mendesak untuk segera ditindaklanjuti sehingga pembahasan atas substansi materi dilakukan secara komprehensif dan dinamis.

Sanksi Penyelewengan Pendamping Sosial Diatur dalam Permensos Terbaru

0

JAKARTA – Aturan mengenai pendamping sosial, termasuk sanksi jika melakukan penyelewengan bantuan sosial (bansos), akan diatur dalam Peraturan Menteri Sosial (Permensos) terbaru yang sedang dalam revisi.

Dalam keterangan resmi pada Rabu (11/8/2021), Staf Khusus Menteri Sosial (Mensos), Luhur Budijarso, menegaskan aturan itu untuk memperbaiki kelemahan di lapangan supaya tidak ada lagi celah yang dimanfaatkan pendamping sosial.

“Kalau dari kami, langsung diberhentikan, kami akan atur di Permensos yang baru supaya dikembalikan kerugiannya. Kalau masih enggak bisa juga kita serahkan ke hukum,” ujar Luhur.

Menurut Luhur, Program Keluarga Harapan (PKH) adalah yang paling rawan ditemukan pemotongan, karena masalah penguasaan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) oleh pendamping sosial.

Luhur mengatakan, sampai saat ini aturan mengenai pendamping PKH menggunakan Permensos Nomor 1 Tahun 2018 tentang PKH.

Sedangkan untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) menggunakan Permensos Nomor 20 Tahun 2019.

Namun pihaknya juga mengacu pada aturan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

“Semua aturan bisa ada celahnya yang penting bagaimana kita semua sebagai bagian dari ‘civil society’ untuk sama-sama bisa membantu mengawasi. Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk penerima,” ujar Luhur.

Selain itu, dia mendorong media maupun masyarakat untuk terus mengawasi pelaksanaan bansos. (red)
Sumber : InfoPublik

KTS Desa Tanggung Terima Bantuan Peralatan Penanganan Covid 19

LUMAJANG – Kampung Tangguh Semeru (KTS) Desa Tanggung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, terima bantuan peralatan penanganan Covid-19 dari Polres Lumajang.

Bantuan Peralatan Penanganan Penyebaran Covid 19 untuk KTS tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno kepada Kepala Desa Tanggung Sujoko, Rabu (11/8/2021).

Peralatan penanganan Covid-19 yang disalurkan terdiri dari alat pelindung diri (APD), Thermogun, hand sanitizer, desinfektan, tisu, handwash, supersol, masker, alat semprot desinfektan, sepatu boat, box handscone, dan galon untuk cuci tangan.

Hadir di kegiatan tersebut Kasat Intelkam AKP Hari Akriyanto, Kasat Binmas AKP Totok Sudarsono. Kapolsek Padang Iptu Wasono Budi, dan Kades Tanggung Sujoko, para Kasun serta perangkat Desa Tanggung.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyampaikan bahwa penyerahan perlengkapan KTS kepada Desa Tanggung tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian nyata dari Kapolda Jatim untuk penanganan Covid 19 di jajaran.

“Kita akan memberikan bantuan peralatan kesehatan untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini kabupaten Lumajang masih dalam pelaksanaan PPKM Level 4, dimana dimana penyebaran Covid-19 masih ada meskipun mengalami penurunan.

“Kita semua TNI-Polri bersama Pemkab Lumajang serta elemen masyarakat di Kab Lumajang sampai dengan saat ini berupaya untuk melakukan langkah langkah pencegahan penyebaran,” terangnya.

Selain itu, Kapolres mengungkapkan terkait proses pemulasaraan jenazah pasien confirm Covid-19 saat ini dilakukan secara ketat dan harus sesuai dengan syariat Islam maupun agama lain sehingga tidak mengalami penolakan oleh pihak keluarga dan mengantisipasi terjadinya penularan secara cepat.

Kapolres meminta Kades dan perangkat desa lainnya dapat memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19.

“Laksanakan upaya 3T terhadap kontak erat pasien Covid 19 sebagai langkah antisipasi pencegahan penyebaran Covid 19,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kepala Desa Tanggung Sujoko menyampaikan terima kasih kepada kapolres Lumajang

Atas bantuan alat kesehatan yang sudah diberikan untuk Desa Tanggung tersebut, Kades Sujoko menyampaikan terima kasih kepada kapolres Lumajang.

“Terima kasih atas arahannya Kapolres Lumajang terkait penanganan Covid 19 dan protokol kesehatan juga bantuan-bantuan untuk kampung tangguh yang ada di desa Tanggung,” tandasnya. (hum)

47 Warga di Perkebunan Gunung Ringgit Terima Bansos Kapolres

LUMAJANG – Sedikitnya 47 warga kurang mampu dan terdampak Covid 19 di komplek perkebunan Gunung Ringgit, Desa sawaran Kulon Kecamatan Kedungjajang, menerima paket sembako dari Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno.

Orang nomer satu dijajaran Polres Lumajang tersebut turun langsung melihat kondisi rumah warga kurang mampu dan membagikan bantuan secara door to door kepada mereka.

Melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, bantuan yang dibagikan Kapolres sebanyak 47 paket berupa beras 5 kilogram, minyak goreng, gula pasir, mie instan, susu kaleng, dan biskuit.

“Hari ini kami berikan bantuan sebanyak 47 paket kepada warga kurang mampu dan warga yang terdampak Covid-19. Bantuan terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng, gula pasir, mie instan, susu kaleng, dan biskuit,” kata Shinta, Rabu (11/8/2021).

Shinta juga menjelaskan, jika bantuan sosial ini merupakan program Baksos Bhayangkara untuk Negeri. Setidaknya dengan bantuan sembako tersebut bisa meringankan beban ekonomi warga kurang mampu.

“Dengan niat tulus ikhkas bantuan sembako ini diberikan, setidaknya dapat meringankan beban warga kurang mampu dan terdampak pandemi Covid 19. Semoga bermanfaat untuk kebutuhan sehari hari,” ujarnya.

Selain itu, Kapolres Eka juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan, apalagi di masa pemberlakuan PPKM Level 4 ini kasus terkonfirmasi masih cukup tinggi.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sementara waktu tidak banyak beraktivitas di luar rumah, agar kondisi jumlah orang terpapar Covid 19 tidak semakin banyak,” terangnya. (d&b)

Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawaijaya Apresiasi Arema Pelopor Vaksinasi

MALANG – Polres Se Malang Raya bekerjasama dengan jajaran TNI dan Pemerintah Se Malang Raya, melaksanakan kegiatan Vaksinasi Merdeka Semeru. Yang diselenggarakan di tiga lokasi Polresta Malang Kota, Malang Kab dan Batu pada Rabu (11/8/2021) sore.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Pejabat Utama Polda Jatim, Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, Kapolresta Malang, Kapolres Malang Kabupaten dan Kapolres Batu serta forkopimda Malang Raya

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, menyebutkan, hari ini Polres Malang Kota menginisiasi Vaksinasi bagi suporter Arema serta warga Malang dan sekitarnya, vaksinasi yang diselenggarakan ini bertepatan dengan HUT RI ke-76 dan juga ulang tahun Arema Malang. Jumlah peserta vaksin 1.100 orang dengan dibantu 25 orang tenaga kesehatan gabungan terdiri dari Polresta Malang, Polres Malang, Polres Batu, Kodim 0833 Malang dan Dinas Kesehatan Malang.

“Jumlah peserta vaksinasi sebanyak 1.100 orang, dengan dibantu oleh Nakes yang berasal dari Polres Malang Raya, Kodim Malang dan Dinkes Malang. kegiatan ini sendiri dilaksanakan di tiga lokasi, Kota Malang, Kabupaten Malang dan Batu,” jelas Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Rabu (11/8/2021) sore.

Irjen Nico menambahkan, kami sangat apresiasi kepada petugas pelaksana yang terdiri dari petugas gabungan TNI, Polri dan juga jajaran pemerintah kota malang dan juga Arema yang mengikuti vaksin.

“Ini merupakan contoh yang sangat baik dalam melaksanakan program pemerintah khususnya vaksinasi “Ayo rek teko kabeh divaksin” (Ayo datang semua divaksin) supaya mendapatkan herd imunity, kami yakin Arema menjadi pelopor menyebarkan informasi kepada masyarakat supaya datang dan divaksin,” tambahnya.

Meski peringati hari ulang tahun klub sepak bola Arema Malang, namun tidak ada konvoi di kota malang. Sehingga saya dan bapak Pangdam V Brawijaya serta pak Sekda mengapresiasi hal itu. Mudah mudahan Arema menjadi pelopor dalam kampanye vaksinasi dan pelaksanakan protokol 5M kepada seluruh masyarakat Malang dan sekitarnya.

Usai melaksanakan pengecekan vaksinasi, Forkopimda jatim menyerahkan bansos kepada masyarakat Malang dan sekitarnya yang membutuhkan. (tim)

Kapolrestabes Surabaya: Mobil Vaksin Keliling Targetkan 3000 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Perhari

Mobil Vaksin Keliling Polrestabes Surabaya Siap Mensupport Komunitas Masyarakat

Surabaya – Hampir dua tahun, wabah Covid-19 hingga saat ini masih belum berakhir. Berbagai macam cara percepatan penanganan pandemi terus digenjot oleh pemerintah Kota Surabaya bersama dengan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya guna menghambat laju penyebaran wabah berbahaya tersebut.

Salah satunya adalah ditingkatkannya target angka vaksinasi Covid-19 dengan ditambahnya beberapa titik gerai vaksinasi merdeka yang dicanangkan oleh Kapolda Jatim, serta mengoptimalisasi program vaksinasi keliling di Kota Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol A. Yusep Gunawan, S.H., S.I.K., M.H., menyebutkan, dalam waktu dekat ini menargetkan sebanyak 218 ribu dosis vaksin bisa disalurkan ke masyarakat hingga akhir bulan Agustus 2021.

“Target bulan Agustus Surabaya bisa capai presentasi tertinggi untuk capai herd immunity. Dalam waktu dekat ini, pemenuhan vaksinasi kedua 218 ribu vaksin,” kata Yusep, Rabu (11/8/2021).

Menurutnya, Polrestabes Surabaya sendiri akan menambahkan titik gerai sebanyak tujuh titik dengan target sekitar 1600-3000 dosis perharinya di setiap gerai vaksin. Selain itu, Kepolisian juga akan menfasilitasi masyarakat yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya khususnya bagi mereka yang bekerja di sektor informal seperti halnya penjaga warkop, PKL, pedagang pasar dan lain-lainnya.

Hal itu, akan dijangkau dengan mobil vaksin keliling. Bahkan, mobil tersebut bakal menjangkau tempat yang belum tersentuh program vaksinasi di Surabaya.

Selanjutnya, Kombes Pol A.Yusep Gunawan menyebutkan, mobil vaksin keliling tersebut bakal disiapkan hingga 20 unit dengan tenaga medis yang cukup,atas berkat dukungan dari pemerintah Kota Surabaya. Dan setiap unitnya akan dibekali sebanyak 200-300 dosis vaksin yang bisa didapat oleh masyarakat secara gratis.

“Sementara ini masih ada sekitar sepuluh, Insha Allah untuk unit mobil vaksin keliling bisa sampai dua puluh agar lebih banyak masyarakat yang bisa cepat divaksinasi,” ujarnya.

Selain para pekerja sektor informal, mobil vaksin keliling itu juga bakal mensupport permintaan dari komunitas masyarakat. Salah satunya permintaan dari komunitas bonek, supporter kesebelasan Persebaya Surabaya.

“Vaksinasi komunitas, permintaan dari bonek akan kita dorong melalui vaksinasi mobil keliling disesuaikan jumlah kebutuhan. Kejar target umumnya 90 ribu seluruh Jatim, Surabaya 1500 sampai 3000 perhari per gerai. kalau 7 gerai sudah 21 ribu ditambah mobil vaksin keliling,” terangnya.

Terakhir, Kombes Pol A. Yusep Gunawan menyampaikan, Percepatan vaksinasi menjadi salah satu kunci selain patuh protokol kesehatan agar masyarakat sesegera mungkin terbentuk herd immunitynya dan dapat melakukan aktifitas seperti biasa dengan standar new normal.

“Ayo prokes dan ayo vaksin. Saat ini beberapa ruang pelayanan yang sudah dibuka dengan berbagai ketentuan masyarakat surabaya harus dipatuhi,” tandasnya. (f/*)