Home Blog Page 1684

Menunggu Janji Kelurahan Tak Kunjung Tiba,
Akhirnya Saung Makam Kandang Uncal Dibongkar Swadaya.

CIMAHI – Pemakaman umum yang berada di RT06-RW 01 Kelurahan Cimahi,Kecamatan Cimahi tengah,Kota Cimahi,merupakan pemakaman yang tidak termasuk aset Pemkot,sehingga untuk biaya operasionalnya hanya mengandalkan dari warga yang keluarganya dimakamkan di pemakaman tersebut.

Menurut pengelola makam dahulu pernah ada janji bantuan untuk rehabilitasi Saung makam,namun sampai saat saung dibongkar karena sudah sangat tidak layak,bantuan dari pihak Kelurahan tidak pernah kunjung datang,akhir nya pengelola makam yang juga dibantu oleh warga masyarakat sekitar makam melakukan inisiatif untuk melakukan pembongkaran Saung yang sudah tidak layak Huni.

Menurut pengelola Makam tersebut untuk biaya rehab saung makam dikeluarkan dari kocek pribadi.
Menurut pengakuan pengelola makam,Bapak Ukar,”Dahulu saya pernah mengajukan untuk rehabilitasi Saung Makam dan Toliet agar para pengunjung tidak kebingungan jika ingin buang air kecil dan pihak Kelurahan Cimahi akan siap membantu,tapi sampai saat ini tidak pernah ada realisasi janji bantuan tersebut.”Ungkap Bapak Ukar, Minggu(08-08-2021).

Kemudian Bapak Ukar menambahkan,”Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk pemakaman Umum Kandang uncal ini atau Pemakaman Raga sirna ini walaupun tidak tercatat sebagai aset Pemkot Cimahi,Karena tetap saja di manfaatkan oleh warga masyarakat dalam hal penguburan Jenazah.”Terang Bapak Ukar.

Seyogyanya Fasilitas Umum wajib diperhatikan keberadaan nya,tentunya untuk kemaslahatan Masyarakat sekitar yang memanfaatkan makam tersebut. – Achmad Edison Syafei

Harmoni Kehidupan Warga Kampung Naga

TASIKMALAYA – Kampung Naga Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, dikenal sebagai kampung yang tenang dan damai, kampung yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Memiliki panorama yang indah dengan pepohonan hijau di atas bukit, membawa kesejukan dan ketentraman hati.

Kehidupan sosialnya sangat harmoni. Warganya rukun dan selalu sopan menyambut siapapun tanpa membedakan bawaan alamiah, suku, agama dan warna kulit. Saat di pagi hari, gemercik air saluran yang mengaliri persawahan dan kolam-kolam ikan menambah keindahan kawasan setempat.

Seluruh warganya hidup berdampingan melestarikan alam sekitarnya. Selain itu, mereka menjalani hidup sederhana ditengah gempuran modernisasi. Kesederhanaan mereka dapat dilihat dari kondisi bangunan rumah mereka yang hanya berbahan kayu dan bambu, beratap ijuk yang sanngat tebal.

Bukan hanya bentuk bangunannya, kondisi di dalam rumah pun tidak terdapat perabotan seperti kursi, meja, tempat tidur, maupun perabotan rumah tangga lainnya. Sedangkan untuk keperluan memasak, mereka menggunakan tungku berbahan kayu bakar.

Kesederhanaan itu sudah sejak lama dipertahankan oleh warga Kampung Naga dan diwariskan secara turun temurun, sehingga menjadi aturan yang tidak tertulis bagi warga setempat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Profesi warga Kampung Naga adalah sebagai petani. Hasil pertanian yang dihasilkan antara lain padi dan pisang. Warga juga memanfaatkan kolam ikan yang ada. Bahkan ada juga warga yang menggeluti kerajinan seperti hihid, boboko, tolombong, aseupan, tempat tisu, hiasan lampu dan tempat sampah. (red).

Jember Berdoa, Jember Bebas Covid-19

JEMBER – Doa bersama terus dilaksanakan setiap Jumat malam yang dipimpin langsung Bupati dan Wakil Bupati Jember dari Pendopo Wahyawibawagraha (6/8/2021). Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, berkat kekompakan masyarakat Jember maka kasus Covid-19 mulai menurun. “Ini berkat panjenengan semua, kompak menerapkan protokol kesehatan serta rutin berdoa bersama meminta kepada Allah SWT supaya pandemi Covid-19 segera diangkat,” ungkap Bupati Hendy dalam sambutannya.
Dia meminta masyarakat Jember untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah dalam penanganan Covid-19.
Doa bersama kali ini merupakan yang keempat dilaksanakan oleh Pemkab Jember. Seperti biasa, doa dipimpin oleh Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
Doa bersama diawali dengan salat taubat kemudian tawassul mendoakan seluruh warga Jember yang meninggal karena Covid-19, semoga husnul khotimah dan bagi warga Jember yang sedang terpapar Covid-19 semoga cepat diberi kesembuhan.
Doa bersama disiarkan langsung melalui YouTube Pemkab Jember sehingga dapat diikuti oleh seluruh warga Jem-ber. Doa bersama juga memohon supaya para tenaga kesehatan, pemerintah, TNI-Polri, Satpol PP, para relawan serta seluruh masyarakat Jember senantiasa diberikan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini. (son)

Sekda Pastikan Pelaksanaan PPKM Berbasis RT/RW

JEMBER – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Ir. Mirfano terjun langsung ke Kecamatan Patrang untuk memastikan PPKM Berbasis RT/RW benar-benar dijalankan oleh pejabat setempat.
Dalam kunjungan mengecek penerapan PPKM Berbasis RT/RW di Perumahan Baratan Permai kali ini, Sekda Mirfano tampak didampingi Camat Patrang Moh. Rofik dan Plt. Kepala Dinkes Jember dr. Wiwik Supartiwi, Sabtu (7/8/2021).
“Ini adalah perintah Bupati. Saya memastikan pejabat setempat melaksanakan perintah beliau. Camat berkoordinasi dengan para Kades dan Lurah, dan Ketua RT/RW menjadi ujung tombak kesuksesan program pencegahan sektor hulu ini,” jelas Mirfano.
Dia menegaskan, setiap Ketua RT/RW harus bergerak cepat melaporkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember ketika ada warganya yang sakit dengan gejala mirip dengan Covid-19.
Selain itu, para Kades dan Lurah wajib memberikan materi tentang ciri-ciri Covid-19, bagaimana prosedur penanganannya, serta tindakan daruratnya sampai para Ketua RT/RW nya paham betul.
“Ketika Ketua RT/RW sudah paham prosedurnya maka kecepatan penanganan akan terlaksana dengan baik,” lanjutnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mirfano menyapa para warga yang sedang menjalani isolasi mandiri, memberikan sembako dan vitamin dan menginformasikan bahwa pihak Pemkab Jember menyiagakan tenaga kesehatan yang siap kapan saja diperlukan. Para petugas juga melakukan swab kepada warga yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19. (son)

Otonomi Daerah Instrumen Memacu Pemerataan Pembangunan

0

JAKARTA – Salah satu terobosan yang dilakukan Pemerintah untuk menjawab berbagai permasalahan yang muncul terutama dalam aspek perekonomian yakni melalui otonomi daerah.

Otonomi daerah memberikan peluang kepada daerah untuk mandiri dalam mengaktualisasikan potensi yang dimiliki dalam mengatur dan mengurus ekonomi rumah tangganya sendiri.

Otonomi daerah sekaligus merupakan instrumen untuk memacu pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di berbagai daerah serta meningkatkan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Regulasi yang mengatur otonomi daerah telah diatur sejak 1999 dan mengalami penyempurnaan hingga saat ini berlaku Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Pandemi COVID-19 sejak awal 2020 lalu telah memberikan tekanan terhadap kondisi perekonomian. Meski demikian, pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif masih lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya di dunia. Disaat memasuki 2021 kita terus berada di dalam tren pemulihan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (7/8/2021).

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sejumlah Rp744,75 triliun pada 2021 dan juga telah dialokasikan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp780,48 triliun. Namun dana TKDD tersebut baru dapat terealisasi sebesar Rp373,86 triliun atau sebesar 47,9 persen dari total alokasi.

“Pemerintah Daerah diharapkan dapat mempercepat penyerapan anggaran, guna memanfaatkan APBD dalam membantu masyarakat, usaha kecil menengah dan penanganan COVID-19. Hal ini dapat diimplementasikan melalui PEN sesuai kewenangan Pemerintah Daerah,” ujar Airlangga.

Dalam rangka memacu pertumbuhan dan pemerataan perekonomian, serta memulihkan perekonomian dari dampak COVID-19, Pemerintah juga melakukan upaya penyederhanaan regulasi melalui UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Regulasi ini merupakan langkah untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045 melalui transformasi ekonomi. Berbagai peraturan turunan telah diterbitkan dan diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaannya.

Indonesia akan menghadapi tantangan besar ke depan untuk dapat pulih dari dampak pandemi COVID-19 serta kembali ke jalur mewujudkan visi Indonesia Maju 2045.

“Pemerintah Daerah diharapkan dapat memaksimalkan potensi daerahnya melalui otonomi daerah, memanfaatkan instrumen regulasi yang telah ditetapkan, serta mampu menemukan strategi pendanaan yang tidak menitikberatkan pada APBN dan APBD saja. Salah satu bentuk skema penyediaan infrastruktur dan layanan publik yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah adalah melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” ujar Airlangga.

Pemerintah Daerah diharapkan mampu mengidentifikasi dan merencanakan wilayah-wilayah yang berpotensi dikembangkan secara terintegrasi, yang membentuk aglomerasi kegiatan perekonomian dan terhubung antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Implementasi pengembangan wilayah ini harus mampu berinovasi dan menerapkan perkembangan teknologi dalam pengembangan wilayah kota/kabupaten (smart city) dengan tetap menjaga keberlangsungan lingkungan hidup (green infrastructure). Selain itu, Pemerintah Daerah diharapkan juga mampu melakukan mitigasi bencana untuk memiminalkan kerugian yang timbul akibat bencana.*
Sumber : InfoPublik.

Forkopimda Genjot Serbuan Vaksinasi di Jatim

SIDOARJO – Sebagai upaya percepatan herd immunity khususnya di lingkungan industri di Jawa Timur, Forkopimda Jawa Timur terus melakukan pengecekan serbuan vaksinasi Merdeka di berbagai daerah di Jatim. Seperti yang dilakukan pada Sabtu (7/8/2021) di PT Maspion, Buduran Sidoarjo.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim Mohammad Dofir, Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan, PLH Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono, Forkopimda Sidoarjo dan Ketua DPD I KSPSI Jatim Ahmad Fauzi, BPJS Ketenagakerjaan serta jajaran Direksi PT Maspion Unit II Sidoarjo.

Serbuan vaksinasi ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang didukung oleh BPJAMSOSTEK dan PT Maspion Unit II bersama Pemkab Sidoarjo.

Sementara, vaksinasi yang menggunakan jenis Astra Zeneca ini diikuti oleh sekitar 7.500 pekerja industri padat karya di Kabupaten Sidoarjo, dan melibatkan 100 tenaga kesehatan, yang diselenggarakan mulai tanggal 7 hingga 10 Agustus 2021.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, vaksinasi yang melibatkan kolaborasi elemen strategis ini merupakan kegiatan partnership dalam rangka proses percepatan vaksinasi, diharapkan dapat dilakukan seluruh industri padat karya, sebagai salah satu langkah untuk melakukan percepatan vaksinasi.

“Jadi kembalinya seluruh kegiatan ekonomi kita akan sangat banyak ditentukan oleh melandainya dan makin terkendalinya Covid-19. Nah, hulunya adalah tetap menjaga protokol kesehatan dan mempercepat vaksinasi,” tegas orang nomor satu di Jatim ini.

Selain itu, Khofifah menghimbau agar daerah-daerah sentra industri terutama industri padat karya, agar sesegera mungkin melakukan percepatan vaksinasi, agar sektor ekonomi dapat kembali berjalan normal.

Khofifah juga menjelaskan, suasana kondusif ini tidak terlepas dari kekompakan Forkopimda Provinsi Jatim maupun Kabupaten/Kota.

“Terima kasih Pak Kapolda, terima kasih Pak Kajati, Terima kasih Pak Kasdam, salam hormat untuk Pak Pangdam. Kebersamaan ini memberikan suasana yang kondusif dan PMDN di Jawa Timur, pada Triwulan kedua kemarin tertinggi di Indonesia. Juga tentu adalah Pak Bupati, Pak Dandim, dan Pak Kapolres Sidoarjo juga menjadi bagian yang menyatu dari jaminan suasana yang kondusif untuk berinvestasi,” kata Khofifah.

Lebih lanjut Gubernur Jatim menekankan, percepatan vaksinasi di industri padat karya menjadi hal yang sangat penting. Khofifah juga kembali berpesan agar masyarakat melakukan percepatan vaksinasi agar tercipta suasana konduksif.

“Ayo segera sampaikan percepat vaksinasi dan bangun suasana yang kondusif tetap. Jaga protokol kesehatan,” imbuh Khofifah.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyampaikan dari 31 juta dosis vaksin yang tersebar di Jawa Timur, saat ini terdapat 3 Kota yang memiliki prosentase vaksinasi tertinggi.

“Yang paling mendekati Kota Mojokerto. Dimana Kota Mojokerto saat ini sudah mencapai 94 persen dari sasaran. Kedua Surabaya hampir 71 persen, lalu disusul kota Kediri,” terang Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, jumlah tersebar merupakan hitungan secara presentatif. Namun, jika untuk hitungan kumulatif saat ini vaksinasi tertinggi dicapai oleh Kota Surabaya. Karena herd immunity prosentase dari sasaran.

Disisi lain, Gubernur Jatim juga menjelaskan, pendistribusian vaksin yang merupakan salah satu program akselerasi herd imunity, khususnya pada industri padat karya serta kampus-kampus di Jatim merupakan jatah kuota dari 5 persen dari distribusi yang diperuntukan bagi Provinsi Jatim. (tim)

Ketua PW NU Jatim, KH. Marzuqi Mustamar, Ajak Masyarakat Sukseskan Program Vaksinasi

MALANG – Forkopimda Jawa Timur, Sabtu siang (7/8/2021) melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi Merdeka berbasis komunitas Pensantren di Pondok Pesantren (Ponpes) Sabillurrosyad Gasek, Malang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksda TNI Iwan Isnurwanto, Kapoksahli Kodam V Brawijaya, Danlanud Abd Rahman Saleh Malang, Sekda Prov, Pejabat Utama Polda Jatim dan Para Kapolres se Malang Raya, Selain itu Forkopimda kota Malang juga turut mendampingi kunjungan vaksinasi ini.

Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka dengan target pengurus Ponpes dan santri di lingkungan Pondok Pesantren, dengan dosis vaksin sebanyak 425 dosis, dengan tenaga vaksinator dari Polresta Malang kota sebanyak 9 personel.

Dalam kegiatan ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta selain berikan bansos berupa beras 1 Ton serta sembako dan 3000 buah masker, dalam kesempatan ini juga memberikan bantuan berupa 250 buah Al-Quran untuk para Santri yang diserahkan kepada Pengurus dan perwakilan santri di Ponpes Sabillurrosyad Gasek, Kota Malang.

Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, KH Marzuqi Mustamar, yang sekaligus juga ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim ini mengucapkan banyak terimakasih, karena telah mendapatkan barokah, semoga dapat bermanfaat dan mendapat keberkahan.

Selain itu, KH Marzuqi juga mengajak kepada masyarakat Jawa Timur dari golongan apa saja, Agama apa saja, suku apa saja, mazhab apa saja, mari bersama-sama mendukung program vaksinasi pemerintah.

“Kepada masyarakat, kami himbau ayo kita sukseskan vaksin ayo kita dukung vaksinasi massal, dengan vaksin insyaallah kita melindungi diri kita juga, melindungi orang lain, kalau kita enggak mau divaksin bisa jadi kita yang terpapar, dan setelah kita terpapar enggak ngerti karena OTG, tahu-tahu OTG ke sana, ke mari, menularkan virus itu kepada orang lain. Dengan tidak divaksin orang itu bisa membahayakan dirinya juga bisa membahayakan orang lain,” paparnya pengasuh Ponpes Sabilurrosyad.

KH Marzuqi Mustamar juga mengatakan bahwa vaksin itu halal,
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar sudah menyatakan halal, MUI pun secara resmi menyatakan halal.

“Darul Ifta Mesir Al-Azhar yang alim-alim, profesor-profesor, mereka menyatakan halal. Fatwa dari Saudi arabia, Uni Emirat Arab juga menyatakan vaksin halal, lalu masyayikh besar-besar, Kyai Lirboyo dan Kyai top-top, Beliau-beliau bersedia divaksin,” tandasnya

“Berarti menurut beliau vaksin itu halal dan aman. Makanya kepada para masyarakat warga Jawa Timur yang masih meragukan vaksin, enggak usah ragu. Kyai yang lebih alim mau divaksin, Ulama top-top Indonesia maupun internasional memfatwakan vaksin Aman, halal, dan mubah,” tambahnya Kyai Marzuqi didampingi Forkopimda Jatim. (tim)

Kapolsek Kalitidu Siap Tanggung Biaya Perawatan Mbah Dasi

BOJONEGORO – Upaya meringankan beban warga masyarakat di masa pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat terus dilakukan oleh jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro.

Tak hanya memberikan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) dan peralatan protokol kesehatan (Prokes) saja. Namun juga pembiayaan perawatan bagi warga miskin atau kurang mampu.

Seperti dilakukan oleh Kapolsek Kalitidu, AKP Harjo yang bakal menanggung biaya perawatan Dasi (70), warga Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang sejak lima hari jatuh sakit.

Selain ditanggung biaya perawatannya, warga lanjut usia yang berdomisili di Rukun Tetangga (RT) 06, Rukun Warga (RW) 02, Dusun Jambe, itu juga diberikan santunan dan bantuan sembako oleh Polsek Kalitidu.

“Kami akan tanggung semua biaya perawatan Mbah Dasi, dengan berkoordinasi pihak kesehatan dan Pemerintahan Desa (Pemdes) Pilangsari,” ujar Kapolsek Kalitidu, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Harjo, kepada wartawan disela-sela kegiatan pengecekan di rumah Dasi, bersama Pemdes Pilangsari dan Koramil Kalitidu, Selasa (03/08/2021).

Mantan Kapolsek Gayam ini mengaku, bahwa apa yang dilakukan terhadap Mbah Dasi merupakan bagian dari giat sosial peduli sesama guna meringankan beban warga masyarakat utamanya yang kurang mampu di masa pandemi dan PPKM di wilayah hukumnya.

“Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan setidaknya bisa sedikit meringankan bebannya. Mudah-mudahan Mbah Dasi segera diangkat penyakitnya oleh Allah SWT,” imbuh pria humanis.

Darni, putra satu-satunya Dasi mengucapkan terimakasih kepada Polsek Kalitidu dan terkait atas kepedulian terhadap orang tuannya.

“Terimakasih Pak Kapolsek Harjo, dan pihak kesehatan serta Pemdes Pilangsari atas budi baiknya. Semoga Allah SWT membalasnya dengan setimpal,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Pilangsari, Deni Heliyanto, menyambut baik dan mendukung penuh atas kepedulian TNI dan Polri, utamanya Muspika Kalitidu terhadap Mbah Dasi.

“Kami sangat mendukung dan siap diajak koordinasi kapanpun demi kebaikan bersama,” pungkasnya.(*)

Forkompimda Jatim Cek Serbuan Vaksinasi di Stadion Gajayana Malang

MALANG – Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksda TNI Iwan Isnurwanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kapoksahli Kodam V Brawijaya, Wakil Ketua DPRD Jatim, Sekda Prov, para Kapolres Malang Raya dan Forkopimda kota Malang melakukan pengecekan serbuan vaksinasi di Stadion Gajayana Malang, pada Sabtu (7/8/2021).

Vaksinasi yang berlangsung di Stadion Gajayana dilaksanakan dalam dua hari Sabtu dan Minggu ini , mentargetkan sebanyak 30.000 dosis vaksin, dengan dibantu 620 Tenaga Kesehatan (Nakes).

Masyarakat bisa mendaftar melalui online maupun datang langsung di lokasi, dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap, bahwa aglomerasi Surabaya, aglomerasi Malang, sama-sama berseiring percepatan vaksinasi bisa dilakukan. Maka kerja bareng kolaboratif sinergitas di antara seluruh stakeholders menjadi sangat penting.

“Jadi serbuan vaksinasi ini namanya juga serbuan, maka yang divaksin dalam Jumlah yang cukup besar dibanding dengan biasanya. Karena memang kita membutuhkan percepatan vaksinasi terutama di aglomerasi Malang,” ucapnya.

Untuk memonitor jumlah peserta vaksinasi, bisa dilihat di digital check yang sudah terpasang di lokasi, digital check ini menjadi penting untuk bisa menghitung target.

“Kalau target hari ini katakan lima belas ribu apa sepuluh ribu bisa dilihat flow-nya harus masuk distribusi vaksin yang masuk vaksinatornya di mana, yang divaksin gimana, saya rasa bisa termonitor dengan lebih mudah,” tambah Gubernur Jatim.

Khofifah juga menyampaikan, program percepatan di Aglomerasi Malang Raya ini akan bisa terwujud, pencapaiannya bisa lebih cepat kalau masing-masing melakukan sinergi dan kolaborasi secara lebih komprehensif.

“Ini adalah salah satu titik hulu yang dilakukan, vaksinasi ini titik hulu yang tidak kalah pentingnya adalah tetap jaga protokol kesehatan, tetap pakai masker, tetap menjaga jarak, tetap kurangi mobilitas, kurangi interaksi, sampai kemudian PPKM level 4 ini turun, dan kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan Semua bisa kita lakukan seperti dulu,” tandasnya, didampingi Kapolda Jatim beserta Forkompimda Kota Malang.

“Jadi menurunkan PPKM levelnya menjadi level 3, level 2, sampai level 1, sehingga pendidikan bisa kita lakukan kegiatan Dudika, (dunia usaha, dunia industri, dunia kerja) tidak bisa kita maksimalkan, ini bisa kita lakukan setelah PPKM levelnya bisa kita turunkan tentu dengan ikhtiar bersama-sama seperti ini,” pungkasnya Gubernur Jatim.

Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksda TNI Iwan Isnurwanto menambahkan, bahwa keberadaan Forkopimda Jatim, Forkopimda Kota Malang, sangat membantu mendukung pelaksanaan ini.

“Kami bersama-sama kurang lebih dua minggu melaksanakan persiapan ini, dengan tenaga kesehatan kalau dijumlah seluruhnya kurang lebih ada 620 mulai dari petugas screening, vaksinator, asisten, dan lainnya,” tambah Pangkormada II. (tim)

Kapolres Pasuruan Kukuhkan Duta Vaksin, Duta Masker, Duta Covid-19 dan Duta Prokes

PASURUAN – Bahu-membahu memerangi penyebaran Covid-19 yang belum berakhir hingga memasuki tahun kedua, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya guna memutus matai rantai penyebaran Covid-19 dan mengajak serta mengedukasi masyarakat untuk disiplin dalam mejalankan protokol kesehatan.

Untuk mendukung hal tersebut, Polres Pasuruan melakukan terobosan dengan mengukuhkan Duta Vaksin, Duta Masker, Duta Covid19 dan Duta Prokes. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si., Bersama dengan Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh. Nyarman, M.Tr. (Han), Wabup KH. A. Mudjib Imron, S.H., M. Hum, Kajari Pasuruan H. Ramdhanu Dwi Antoro, S.H., M.H. dan Kepala Kebon Raya (LIPI) Purwodadi DR. Bayu Adjie, M.SC di Kebun Raya Purwodadi, Sabtu (07/8/2021).

Kapolres Pasuruan mengatakan, pengukuhan Duta Vaksin, Duta Masker, Duta Covid19 dan Duta Prokes bertujuan untuk membantu Kepolisian, TNI dan Forkopimda dalam mensosialisasikan dan mengedukasi kepada masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan 5 M dan percepatan vaksinasi. Diharapkan dengan pengukuhan ke-4 duta ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi guna mempercepat penanganan dan penyebaran virus covid 19 untuk rangka mengedukasi masyarakat luas khususnya warga Pasuruan terkait protokol kesehatan dan pelaksanaan vaksin.

“Pelaksanaan PPKM level 3 yang berlaku di ab. Pasuruan ini diperpanjang hingga tanggal 9 Agustus, mengakibatkan stakeholder diwilayah Pasuruan lebih masif lagi dalam mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar lebih disiplin dan patuh terhadap Protokol Kesehatan. Salah satu cara dengan menerjunkan Cak & Yuk Tahun 2016 – 2018 sebagai Duta Vaksin, Duta Masker, Duta Covid19 dan Duta Prokes,” ujar mantan Kapolres Bondowoso.

Sementara itu, Dandim 0819 menegaskan, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi atas inovasi dan kreativitas jajaran Polres Pasuruan dengan membentuk Duta Vaksin, Duta Masker, Duta Covid19 dan Duta Prokes.

Selain itu Wakil Bupati Pasuruan juga berharap dengan dikukuhkannya Duta Vaksin, Duta Masker, Duta Covid19 dan Duta Prokes, kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan untuk melindungi diri dan orang lain semakin meningkat sehingga pandemi ini dapat dilalui dengan sehat dan selamat

Kepala Kebun Raya Purwodadi menuturkan, merasa senang dan merupakan kehormatan tersendiri selanjutnya pihak KRI ( Kebon Raya Indonesia ) juga menyiapkan Lokasinya unk Isoter ( Isolasi Terpusat ) untuk Wilayah Purwodadi dengan kapasitas 50 orang. (tim)