Home Blog Page 1712

Pindah Lokasi Tanpa Berita Acara, Proyek Pavingisasi di Kandangsapi Diduga Salahi Aturan Pengunaan Anggaran Negara

PASURUAN – Program kotaku yang merupakan terobosan strategis dalam pembangunan infrastruktur di tingkat lingkungan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Pemkot Pasuruan diduga menyalahi aturan dalam pelaksanaan pavingisasi di Kelurahan Kandangsapi Kota Pasuruan.

Pekerjaan pavingisasi yang dianggarkan oleh Kementerian Perumahan Rakyat senilai 300 jutaan rupiah yang digelontorkan langsung melalui BKM lembaga kelurahan menjadi polemik. Pasalnya, tempat yang seharusnya dibangun di wilayah kelurahan Kandangsapi justru dialihkan ke Kelurahan sebelahnya yaitu Kelurahan Bugul Lor tanpa adanya berita acara secara tertulis.

Menyikapi hal tersebut, Uung, selaku Kepala Bidang Pemukiman, pada beberapa awak media menyampaikan, perihal pekerjaan yang berpindah lokasi, termasuk akses jalan keluar masuk warga kelurahan Kandangsapi yang lokasinya berdampingan dengan Kelurahan Bugul Lor.

“Memang sudah saya konfirmasi baik kelurahan Bugul Lor maupun kelurahan Kandangsapi. Selama ini belum pernah mengajukan jalan tersebut. Jadi hingga sekarang, belum tahu batas wilayahnya, hanya garis lurus terlihat di gambar,” tandas Uung.

Namun saat para awak media menanyakan tentang siapa pembuat laporan pertanggungjawaban (LPJ), apakah dibuat oleh kelurahan Bugul Lor atau kelurahan Kandangsapi? Pertanyaan itu tidak terjawab. Padahal penerima anggaran BKM yakni kelurahan Kandangsapi. Namun pekerjaan dilakukan di kelurahan Bugul Lor.

Tak berhenti tentang pembuat LPJ, pertanyaan juga menjurus pada anggaran. Apakah telah sesuai dengan pengajuan yang masuk dalam perencanaan semula?

Memanggapi pertanyaan tersebut, Sony selaku faskel menerangkan, pihaknya juga yang memberi ijin.

Sony juga menerangkan, kabid perkim melalui voice note aplikasi whatsapp menjelaskan, dasar perpindahan lokasi pekerjaan tersebut karena di lokasi yang semula direncanakan akan mendapat proyek dari Dinas Perkim. Maka dipindah tempat dengan alasan nanti anggaran habis hasilnya sia sia.

Berbanding terbalik dengan pernyataannya dalam pertemuan dengan beberapa wartawan, dia malah menjawab sebaliknya. “Perpindahan lokasi pekerjaan tidak diperbolehkan karena menyalahi aturan,” tegas Soni.

Dianggap kurang profesional dan diduga menyalahi aturan, perpindahan lokasi pekerjaan itu menjadi indikasi penyalahgunaan penggunaan uang negara yang jelas sangat rentan. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan audit dari BPK agar tepat sasaran dan sesuai dengan anggaran, baik yang diterima maupun dikerjakan. (arie)

Kisah Pasutri di Bali Gagas Gerakan “AkuForBali”

0

BALI – Pasangan suami istri di Bali, Anak Agung Satya Wibhawa dan Isyanita Tungga Dewi, tak bisa tinggal diam saat pandemi Covid-19 melanda Bali.

Secara spontan, mereka tergerak untuk terlibat membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan hingga harus menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19.

Gerakakan bantu masyarakat yang digagas oleh pasutri itu kemudian diberi nama “AkuForBali”.

Gerakan itu pun masih berlangsung selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Sejak awal pandemi kita tidak pernah berhenti. Sampai sekarang kita bergerak terus-menerus demi kemanusiaan,” kata Satya, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Rabu (14/7/2021).

Satya menyebut, bantuan yang disalurkan oleh gerakan AkuForBali terdiri dari sejumlah paket bahan pokok, yakni beras, mi instan, telur, minyak goreng, bumbu masak, susu, gula, kopi, teh, dan kebutuhan sehari-hari.

Bersama relawan yang lain, ia hampir setiap hari berkeliling untuk memberikan bantuan kepada meraka yang terdampak pandemi.

Dalam sehari, ada sekitar 50-60 paket sembako yang meraka salurkan untuk membantu masyarakat.

“Awalnya saya dan istri yang bergerak, tapi sekarang sudah dibantu oleh relawan yang lain,” kata Satya yang berprofesi sebagai advokat itu.

Selain yang terdampak dari segi ekonomi, bantuan juga disalurkan kepada meraka yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat positif Covid-19.

Informasi tentang warga yang sedang menjalani isolasi mandiri diperoleh langsung oleh para relawan yang tersebar di kabupaten/kota se-Bali.

“Tempo hari ada orang yang terdampak di Kuta, sedang menjalani isolasi mandiri, kita langsung antarkan ke sana paket sembako dan makanan,” kata dia.

Seluruh bantuan yang disalurkan itu mayoritas menggunakan modal pribadi.

Meski demikian, menurut Satya, belakangan sudah ada sejumlah orang yang juga ikut terlibat menyalurkan bantuan dalam gerakan yang ia dirikan.

“Tapi ada atau tidak ada (donasi), kita akan tetap jalan,” tutur Satya.

Ia pun berharap, pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia dan Bali pada khususnya bisa segera berlalu.

Sebab, hampir semua orang di Bali merasakan hal yang sama, yakni kesulitan selama pandemi Covid-19. (Ach. Fawaidi)

Konsumen Makin Mudah Miliki Rumah Di Mutiara Arteri

SEMARANG – Perumahan Mutiara Arteri Regency yang berlokasi di Jl Gajah Raya Semarang menggandeng dua bank lagi yakni Bank Mandiri dan Bank BTN. Sebelumnya perumahan yang berlokasi di pusat kota Semarang itu juga bekerja sama dengan Bank Permata.

Manager Markerting Mutiara Arteri Regency Hendarta mengatakan dengan semakin banyaknya perbankan yang bekerja sama ini semakin memudahkan konsumen untuk memiliki rumah di kawasan tersebut. Terlebih masing-masing bank memiliki berbagai penawaran menarik sehingga konsumen juga memiliki banyak pilihan untuk produk KPR.

”Jadi, calon konsumen tinggal memilih akan menggunakan produk yang mana. Yang jelas masing-masing bank memiliki keunggulan sendiri,” jelas Hendarta, Senin 21 Juni 2021.

Ia menambahkan dengan beragamnya produk KPR ini juga semakin mendukung bisnis properti di Kota Semarang yang mulai bergairah. Bahkan, pandemi Covid-19 yang belum juga usai tak menyurutkan pelaku usaha di bidang perumahan ini untuk tetap melakukan ekspansi.

”Sebab, kalau orang mau butuh rumah ya beli aja, kalau pun menunda juga nanti harganya akan terus naik,” imbuhnya.

Hendara mengungkapkan perumahan Mutiara Arteri Regency yang membidik segmen menengah atas ini sangat diminati, selain karena lokasi juga model rumah yang ditawarkan yakni modern minimalis. Sampai saat ini, dari total rumah yang akan dibangun sebanyak 260 unit, sudah terjual 150 unit. Ia memaparkan perumahan Mutiara Arteri yang dibangun sejak awal tahun lalu dibangun diatas lahan seluas 15,7 hektare. Di kawasan yang dekat dengan Masjid Agung Jawa Tengah ini, selain dibangun 260 rumah hunian juga terdapat 80 Ruko.

”Harga yang kami tawarkan mulai Rp 600 juta sampai Rp 1,5 miliar,” jelasnya. Adapun tipe rumah yang dibangun mulai tipe 90/45 sampai 120/105. Untuk ruko 100/136.

Sementara itu, Vice President Bank Mandiri Area Semarang Pemuda Puji Heru Subardi mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Perumahan Mutiara Arteri Regency ini. Oleh sebab itu, berbagai kemudian sudah dipersiapkan Bank Mandiri bagi konsumen yang ingin memiliki rumah di kawasan tersebut.

”Kemudian itu antara lain suku bunga yang kompetitif dan uang muka terjangkau,” jelasnya.(ris)

Apindo Jabar: Pelaku usaha butuh stimulus pemerintah selama PPKM Darurat

BANDUNG – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat (Jabar) menyatakan pelaku usaha membutuhkan stimulus dari pemerintah untuk meringankan dampak dari penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku pada 3-20 Juli 2021.

“Dengan situasi dunia usaha yang seperti ini, pengusaha menanggung dampak luar biasa sehingga untuk sedikit meringankannya dibutuhkan stimulus dari pemerintah dalam hal perpajakan. Misalnya, restrukturisasi pinjaman dan penurunan bunga bank, atau bentuk lain,” Ketua Apindo Jawa Barat Ning Wahyu Astutik dalam siaran persnya, Jumat.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021 khusus di Pulau Jawa dan Bali.

“Setelah mendapat banyak masukan dari para menteri, para ahli kesehatan, dan juga para kepala daerah, saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak 3 hingga 20 juli 2021, khusus di Jawa dan Bali,” kata Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Ning mengatakan Apindo Jabar mendukung penerapan kebijakan PPKM Darurat oleh pemerintah karena hal tersebut sebagai upaya paling tepat untuk saat sekarang di mana kondisi penyebaran COVID-19 sudah terlalu masif.

Menurut dia dunia usaha sebenarnya kemarin sudah mulai “bounch back” namun kondisi saat ini bisa dipastikan akan membuat dunia usaha mengalami perlambatan atau bahkan betul-betul stagnant untuk beberapa waktu ke depan.

Selain itu, lanjut dia, Apindo Jabar juga mendorong agar dilakukan percepatan vaksinasi COVID-19, khususnya untuk para pekerja.

“Untuk sekarang yang paling utama adalah kita butuh adanya percepatan pendistribusian vaksin untuk masyarakat, didalamnya termasuk pekerja, terlebih pekerja padat karya yang memiliki kontak lebih sering dengan pekerja lain, sedangkan mereka menjadi pejuang garis depan untuk ekonomi keluarga,” kata dia (*)

Klarifikasi Berita Hoax, Kapolres Lumajang : Pengrusakan di Ranupani bukan Posko PPKM Mikro, Namun Poskamling

LUMAJANG – Tak terima acara selamatan adat tengger entas entas dibatasi PPKM Darurat, ratusan warga Suku Tenggar di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang melakukan protes hingga merusak sejumlah fasilitas umum.

Pengerusakan dilakukan oleh ratusan warga setelah Forkopimca Senduro didampingi Kepala Desa Ranupani mendatangi lokasi kegiatan adat tersebut untuk dihentikan

Namun Warga yang tak terima langsung melakukan perusakan 4 bangunan pos, dan warga meminta kades Ranupani untuk mengundurkan diri.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno membenarkan peristiwa terkait perusakan fasilitas umum di Senduro.

“Kejadian itu berawal dari kekecewaan warga desa Ranupani kepada kepala desanya yang tidak mampu mengkomunikasikan aturan PPKM Darurat ini dengan kegiatan adat warga desa Ranupani,” Ujarnya kepada sejumlah awak media, Selasa (13/7/2021) malam

Kapolres menyampaikan, adat entas entas yang dilaksanakan setiap tahun yang digelar oleh warga desa Ranupani sehingga ketidakmampuan kepala desa memperhatikan aturan PPKM Darurat dengan adat warga sekitar sehingga menjadi kesalah pahaman warga desa tersebut.

Sehingga kekecewaan itu di lampiaskan dengan melakukan pengerusakan terhapap pos keamanan atau pos kamling yang ada di desa Ranupani.

“Yang dirusak ada 3 pos keamanan Desa, jadi disini bukan pos PPKM Mikro yang dirusak warga,” terang Eka Yekti.

Lanjut Dikatakan Kapolres, bahwa Polres Lumajang bersama Bupati Lumajang akan melakukan mediasi pertemuan dengan tokoh masyarakat dan warga Ranupani untuk mengetahui asipirasi keinginan warga.

“Situasi saat ini sudah kondusif, acara adat desa masih digelar sehingga nanti setelah selesai kami akan menggelar mediasi dengan warga sehingga dapat solusi atau jalan keluar,” tuturnya.

Ketika ditanya terkait video beredar mobil Polisi di rusak di Ranupani itu tidak benar, itu kejadian ada di wilayah Kabupaten yang lain.

“Jadi kejadian diranupani digabungkan dengan video lain yang tidak ada kaitannya yang terjadi diwilayah lain,” ujar Kapolres.

Pelaku yang menyebarkan video hoax akan dilakukan upaya hukum.

“Kita masih melakukan penyelidikan yang jelas penyebar video hoak segera kita lakukan upaya hukum,” pungkasnya. (hum)

Polres Pasuruan Gelar Vaksinasi Jujuk Desa dengan Door to Door

PASURUAN – Polres Pasuruan melakukan jemput bola dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Strategi tersebut dilakukan dengan cara mendatangi masyarakat secara door to door untuk melakukan vaksinasi.

Vaksinasi door to door yang bertema “Vaksinasi Jujuk Desa, pertama kali dilaksanakan di Desa Oro-oro Ombo Kulon pada Rabu (14/07) sekitar pukul 10.00 WIB.

Adapun dalam giat tersebut yang turut hadir, dan di pimpin langsung oleh kapolres pasuruan AKBP Erik Frendriz, dengan di dampingi wakapolres pasuruan, kompol edit yuswo utomo, Camat bangil Drs. H. Iyo Ashari MM, Kades Oro Oro Ombo Kulon H. Hariyono, S.H.
Petugas vaksin dari Nakes berjumlah 10 orang, yang 3 bertugas sebagai vaksinator dan yang 7 sebagai petugas administrasi, dari petugas kepolisian setempat dan koramil 10 orang.

Adapun guna di laksanakan nya giat tersebut, untuk mempermudah atau mempercepat program vaksinasi pemerintah, dan ini di harapkan bisa masuk ke Pelosok- pelosok di daerah pedalaman secara bertahap, Akan di laksanakanya giat seperti itu setiap harinya, dengan mengedepankan peran babinkamtibmas dan babinsa yang ada pada PPKM mikro atau kampung tangguh yang ada di desa-desa selama ini.

Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz mengatakan, vaksinasi door to door ini merupakan upaya untuk membantu Pemerintah dalam percepatan pemberian vaksinasi kepada masyarakat.

“Sasaran kita pada masyarakat yang tidak bisa menjangkau tempat vaksinasi, dengan cara mendatangi ke rumah warga. Agar semua masyarakat wilayah hukum Polres Pasuruan mendapatkan vaksinasi,” katanya.

Menurutnya, vaksinasi akan terus digelar agar masyarakat semuanya mulai dari umur 18 tahun hingga 60 tahun bisa mendapatkan vaksinasi.

“Targetnya adalah masyarakat umum, Vaksinasi ini juga kita laksanakan di Polsek-Polsek jajaran Polres di wilayah hukum Polres Pasuruan,” tambahnya

Kapolres pun mengimbau kepada masyarakat selama pandemi COVID-19 masih ada, protokol kesehatan harus tetap dijalankan saat beraktivitas. Terutama memakai masker dan menjaga jarak.

Polres Pasuruan bersama jajaran Polsek pun terus melakukan sosialisasi dan mendisiplinkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan. (tim)

PLN Pastikan Listrik untuk Industri dan Tambang di Kalimantan Cukup

KALBAR – PLN memiliki daya mampu listrik sekitar 634,2 MW di Kalimantan Barat hingga akhir Mei 2021. Sementara beban puncak konsumsi listrik di wilayah ini hanya 412,8 MW.

PT PLN menyatakan memiliki kecukupan dan ketersediaan daya listrik yang andal saat ini. Oleh karena itu, perusahaan setrum pelat merah ini siap mendukung pertumbuhan usaha pelaku bisnis, industri, dan investasi pertambangan di Kalimantan.

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan, Muhammad Iqbal Nur mengatakan sistem kelistrikan di Kalimantan cukup andal. Cadangan listrik (reserve margin) yang dimiliki oleh PLN mampu mendorong pertumbuhan perekonomian masing-masing daerah.

Untuk sistem kelistrikan Khatulistiwa yang melayani Provinsi Kalimantan Barat, PLN memiliki daya mampu sekitar 634,2 MW hingga akhir Mei 2021. Sementara beban puncak konsumsi listrik tertinggi di wilayah tersebut hanya 412,8 MW.

Kemudian untuk sistem interkoneksi yang melayani Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, memiliki daya mampu sebesar 1.578,3 MW. Dengan beban puncak tertinggi sebesar 1.265,497 MW. Adapun sistem interkoneksi ketiga provinsi tersebut memiliki cadangan daya sebesar 312,813 MW.

“Dengan reserve margin sebesar 221,4 MW, atau sekitar 35% dari daya mampu di sistem kelistrikan Khatulistiwa, PLN siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalbar selama permintaan tetap ada,” kata Iqbal dalam keterangan tertulis, sebagaimana dikutip dari Katadata

Iqbal menyebut masih banyak potensi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat yang bisa didorong. Jika kondisi kelistrikan andal maka Kalimantan Barat dapat semakin meningkatkan perekonomian masyarakat.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN, Bob Saril mengatakan Kalimantan memiliki potensi alam luar biasa. PLN pun akan siap mendukung para pelaku usaha agriculture, perikanan, perkebunan, dan juga industri pertambangan.

Dia berharap, keberadaan PLN dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, membantu meningkatkan kualitas hidup serta perekonomian masyarakat. Namun, untuk bisa memberikan pelayanan terbaik, PLN juga membutuhkan dukungan stakeholder khususnya pemerintah daerah.

“Kami siap berkomunikasi dengan para pelanggan dan calon pelanggan untuk meningkatkan ekonomi di Kalimantan,” kata Bob Saril.

Sementara Gubernur Kalbar, Sutarmidji, mengatakan Kalbar memiliki sumber daya alam yang cukup besar. Beberapa industri pertambangan juga mulai tumbuh di wilayah tersebut. Di samping itu, Kalbar memiliki pelabuhan laut internasional yang akan berkembang menjadi kawasan industri yang pastinya membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang besar.

“Saya berharap, smelter-smelter yang akan dibangun di Kalbar sepenuhnya menggunakan listrik dari PLN,” kata Sutarmidji.

Dia berharap PLN terus berupaya melistriki desa-desa yang belum berlistrik. Karena ada banyak desa yang memiliki potensi pengembangan ekonomi masyarakat, seperti sektor pertanian dan perkebunan, serta para pelaku UMKM.

“Untuk menggerakkan usaha pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi tentunya dibutuhkan energi listrik, terutama menggerakkan mesin produksi. Saya berharap PLN dapat terus meningkatkan mutu layanannya,” kata Sutarmidji.

Kisah Kabupaten Gunung Mas Tingkatkan Kesejahteraan Lewat APBD

KALTENG – Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah menjadi pemenang Indeks Kelola 2019 untuk kategori Pembangunan Bidang Kesejahteraan. Kabupaten yang pernah menjadi calon ibu kota baru itu berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 5,8% pada 2017 menjadi 5,1% pada 2018.

Indeks Kelola adalah penghargaan yang diberikan Katadata Indonesia kepada kabupaten maupun kota yang berhasil dan efektif mengelola anggaran daerahnya. Indeks Kelola tahun ini memasuki tahun kedua sejak penghargaan ini pertama kali diluncurkan pada 2018.

Kabupaten Gunung Mas merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas berdasarkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2002. Wilayah Gunung Mas termasuk dataran tinggi yang cocok untuk perkebunan.

Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi penopang perekonomian Kabupaten Gunung Mas. Kontribusi ketiga sektor tersebut terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 32,4%.

Kabupaten yang dipimpin oleh Bupati Jaya S. Monong dan Wakil Bupati Efrensia L.P. Umbing ini luasnya mencapai 10.804 km persegi dengan jumlah penduduk 137.667 jiwa. Total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gunung Mas mencapai Rp 1,17 triliun.

Menurut Katadata Insight Center (KIC), Kabupaten Gunung Mas mendapatkan penilaian baik dalam bidang kesejahteraan karena mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 12,07%. Angka kemiskinan di kabupaten tersebut turun dari 5,8% pada 2017 menjadi 5,1% pada 2018.

Penurunan angka kemiskinan tersebut berkat dibentuknya Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) pada 2017. “Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menawarkan tiga program bantuan sosial terpadu, yakni berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat, dan pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil,” kata KIC dalam Laporan Indeks Kelola 2019.

Program Penanggulangan Kemiskinan

Seperti dikutip dari situs gunungmaskab.go.id, Efrensia mengatakan, kemiskinan merupakan permasalahan yang krusial bagi daerahnya. Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengidentifikasi tiga indikator permasalahan kemiskinan, yakni jumlah penduduk miskin yang cukup besar, ketimpangan kemiskinan antarwilayah, dan pelayanan dasar penduduk miskin yang masih tertinggal.

Ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah daerah untuk penanggulangan kemiskinan. Program-program tersebut adalah peningkatan ketahanan pangan, pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan, pengembangan perumahan, sanitasi, dan air minum. Selain itu, ada peningkatan kesempatan kerja dan berusaha, perlindungan jaminan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan usaha kecil serta mikro bagi keluarga miskin.

Berdasarkan alokasi APBD, Kabupaten Gunung Mas menempatkan anggaran pendidikan sebesar 22% (Rp 257,4 miliar), anggaran kesehatan 13% (Rp 152,1 miliar), dan ekonomi 6% (Rp 70,2 miliar). Dari ketiga indikator tersebut, KIC memberikan nilai 8 untuk ketepatan alokasi APBD bidang pendidikan, nilai 2 untuk bidang kesehatan, dan 1 untuk bidang ekonomi. Dari sisi keberhasilan pembangunan, pembangunan di bidang pendidikan mendapatkan nilai 6, kesehatan mendapat nilai 2, dan kesejahteraan mendapat nilai 8.

Dalam penyusunan Indeks Kelola 2019, proses seleksi awal dilakukan terhadap 508 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Kabupaten dan kota yang lolos seleksi awal dibagi berdasarkan tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan volume APBD. Setelah itu, dilakukan penilaian berdasarkan sejumlah indikator dengan angka pembobotan tertentu, baik di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan kesejahteraan.

Indikator pada masing-masing kategori dikelompokkan berdasarkan ketepatan alokasi APBD berdasarkan kebutuhan pembangunan dan dampak alokasi APBD bagi pembangunan. Terobosan-terobosan daerah dalam menjalankan pembangunan di sejumlah sektor juga menjadi pertimbangan.
Penulis: Hari Widowati

Unggah Video Menghina Polisi Saat Bertugas, Seorang Pria Diamankan Petugas

LUMAJANG – Satgas Gakkum Ops Aman Nusa II dan Satreskrim Polres Lumajang berhasil menangkap seseorang yang telah melakukan penghinaan / pencemaran nama baik terhadap petugas kepolisian saat bertugas, Selasa (13/7/2021)

Pelaku berhasil diamankan MA (33) warga Dusun Krajan, Desa Banjarwaru, Kecamatan Lumajang

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Utomo melalui Paur subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, awalnya pelaku ini merekam video yang berdurasi 26 detik kemudian di posting di media Sosial Facebook ” Lumajangsatu.com” dengan akun Muhammad Fabiyan Alief Arviansya.

Dalam video pelaku mengucapkan kata-kata yang tidak pantas kepada petugas kepolisian yakni ” kumat-kumat iko cuk jancuk bedes-bedes iko kok gak gulune tampare iku enak sinh oleh bayaran wulanan dak oleh liwat cuk cuk ngunu yo aturane”.

“Alasan pelaku membuat kata-kata yang tidak pantas kepada petugas kepolisian karena jalan ditutup berdampak kepada penjualannya menurun omsetnya,” terang Shinta.

Karena menurunnya omset oleh pedagang bakso di seputaran Alun-Alun membuat pelaku emoasi tidak terkontrol akhirnya merekam dengan kata-kata kepada petugas kepolisian saat bertugas.

“Pelaku sudah meminta maaf di media sosial berupa video dan tulisan menyadari atas kesalahannya terhadap pihak kepolisian saat bertugas,” terang Shinta.

Atas perbuatanya pelaku dikenakan pasal 45 ayat 3 UUURI no .19 Tahun 2016 , tentang perubahan UURI no. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Paursubbaghumas Bagops Polres Lumajang menyampaikan pesan agar bijak dalam bermedia sosial.

“Bijaklah dalam bermedia sosial, gunakan untuk hal hal yang positif.” pungkasnya (hum)

Kapolri Hadiri Gerakan Vaksinasi Nasional yang Digelar Mahasiswa

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, hadir dalam gerakan Vaksinasi Nasional yang diselenggarakan oleh sejumlah elemen Mahasiswa berkolaborasi dengan Polri, di GOR Bulungan Jakarta Selatan, pada Rabu (14/7/2021).

Gerakan ini dilakukan, sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi bangsa hari ini, dimana angka korban covid-19 kian hari semakin bertambah.

Sebanyak 30 BEM Jabodetabek dari 7 elemen mahasiswa, diantaranya. BEM Nusantara (BEMNUS), BEM Seluruh Indonesia (BEMSI), BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia (PTMI), BEM Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), BEM Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Nasional (PERMIKOMNAS), dan Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional Indonesia (AMAN INDONESIA). Mereka berasal dari berbagai Universitas yang berada di wilayah Jabodetabek.

Dalam kesempatan ini, Kapolri Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, hadir bersama Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P dan Menteri Kesehatan RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC,CLU.

Gerakan Vaksinasi Nasional ini di ikuti sebanyak 1.566 peserta, dari kalangan mahasiswa. Kapolri Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dalam kunjungannya memberikan 1.600 paket yang disumbangkan langsung kepada seluruh peserta vaksinasi yang hadir.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 dan memberi dampak yang baik bagi masyarakat khususnya mahasiswa. (tim)