Home Blog Page 1718

Sigap 24 Jam Nonstop, Pengabdian Tim Pemulasaran Polresta Malang Untuk Masyarakat

MALANG – Tim Pemulasaran jenazah COVID-19 Polresta Malang Kota, layak mendapat acungan jempol kembali. Selama 24 jam Nonstop, mereka selalu sigap dan cekatan dalam merespon segala keluhan serta laporan terkait keluarga pasien meninggal akibat Covid-19.

Hal tersebut dibuktikan, hanya dalam waktu kurang dari 15 menit setelah keluarga pasien melaporkan bahwa ada pasien Covid meninggal sudah 13 jam terbengkalai karena tak kunjung ditangani Rumah Sakit terdekat, langsung Tim Pemulasaran Polresta Malang Kota, menerjunkan tim dari Polsek Klojen menuju lokasi kejadian.

Sebelumnya menurut cerita Ardi, keponakan pasien, bahwa pamannya Susilo, 60 tahun, warga, RT 02, RW 02, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, sudah meninggal sejak Jumat, dini hari pukul 01.00 WIB, namun hingga pukul 14.00 WIB dibiarkan terbengkalai dirumahnya.

Berbagai cara dilakukan oleh pihak keluarga pasien untuk mencari bantuan, termasuk ke RS terdekat seperti RS Syaiful Anwar dan Lavalete, namun bantuan pun tak kunjung tiba.

Menurut Nonot, Ketua RT 02, RS berjanji akan mengambil jasad pasien pukul 09.00 WIB, namun ketika ditunggu hingga pukul 12.00 WIB tak ada kabar berita.

“Hingga pukul 13.00 WIB, Satgas Covid tingkat Kelurahan, juga tak bisa memastikan, karena kewenangan Satgas Covid Kelurahan, sebatas menyampaikan kejadian diwilayahnya, semua kebijakan ada di RS terdekat,” terang Hendra kepada Nurhadi Ketua RW 02 ketika ditanya kapan pasien meninggal di pulasarakan.

Hingga akhirnya, salah satu keluarga pasien berinisiatif untuk menghubungi pihak Polresta Malang Kota. Usaha itupun akhirnya membuahkan hasil, hanya berselang 15 menit pasien langsung diangkut ke RS untuk dilakukan pemulasaraan sesuai protokol Covid-19.

Menurut AKP Suhadak, Kasat Intel Polresta Malang Kota, pihaknya mendapat laporan dari keluarga pasien, ia pun langsung bertindak cekatan dengan menerjunkan tim dari Polresta dan Polsek Klojen untuk segera melakukan penanganan pasien yang sudah 13 jam tak tertangani itu.

“Kami diwajibkan untuk selalu siaga 24 jam Nonstop, menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di tengah-tengah masyarakat.” terang AKP Suhadak.

Tangis serta kebingungan yang dialami oleh pihak keluarga pasien pun seketika terhenti, setelah pihak Tim Pemulasaran dari Polresta Malang Kota turun tangan.

“Terima kasih pak polisi, kami mewakili keluarga pasien, mengucapkan Terima kasih sebesar-besarnya.” ujar Nurhadi ketua RW 02 Kelurahan Samaan, ketika ditemui di lokasi.

Situasi dalam satu minggu terakhir di Kota Malang, tidak kurang terdapat 54 jenazah per hari yang harus dimakamkan, dan hal tersebut mengharuskan tim pemulasaran Polresta Malang Kota bekerja Nonstop 24 jam. Hingga pada akhirnya mendapat apresiasi dari masyarakat kota Malang.

Sementara itu Aiptu Abdillah yang juga sebagai anggota tim pemulasaran jenazah menyampaikan, jika dirinya bersama tim terus bekerja hingga larut malam kemarin baru selesai pukul 00.00 wib.

“Besok pagi kami juga masih bertugas di kantor seperti biasa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.” terangnya.

Tak lupa, Aiptu Abdillah pun juga berpesan dan memberikan imbauan pada masyarakat agar Senantiasa mematuhi segala aturan pemerintah, terutama dalam masa PPKM darurat saat ini.

“Tetap jalankan prokes, patuhi segala peraturan dan ketetapan pemerintah dalam masa PPKM darurat ini. Jangan biarkan perjuangan kita semua sia-sia dalam menghadapi pandemi ini.” pungkasnya.(Dian)

Operasi Yustisi, Sanksi Tegas Sidang Di Tempat

LUMAJANG – Petugas gabungan dari tiga pilar di Kabupaten Lumajang gencar menggelar operasi yustisi guna menidaklanjuti Inmendagri No. 15 tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM darurat di Jawa dan Bali.

Memasuki hari ke tujuh penerapan PPKM darurat ini, mereka bertindak tegas terhadap warga yang masih melanggar aturan projes dengan melakukan sidang ditempat.

Operasi yustisi kali ini digelar di Balai Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang dengan melibatkan personil gabungan serta menggandeng Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Lumajang, Jum’at (9/7/2021).

Dalam operasi tersebut, puluhan pelanggar terjaring operasi , 11 diantaranya menjalani sidang ditempat dengan vonis denda membayar Rp 50.000 ribu dan sisanya dikenakan sanksi sosial berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafalkan Pancasila.

Selain itu, juga dilakukan tes rapid antigen secara acak terhadap 25 orang dari ke 36 orang pelanggar tersebut dan hasilnya semuanya negatif.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menjelaskan, sidang di tempat pelanggaran prokes tujuannya untuk memberikan pelajaran bagi warga kabupaten Lumajang terkait situasi darurat ini.

“Kami bersinergi dengan TNI, Pengadilan Negeri, Kejaksaan jNegeri, Dishub, Satpol PP untuk melaksanakan operasi yustisi sidang di tempat,” ujarnya.

Menurut Eka, sejauh ini tingkat kesadaran masyarakat sudah mulai meningkat, warga mulai taat dan mobilitas warga juga sudah menurun.

“Kita juga gencar melakukan operasi yustisi pagi, siang, sore dan malam. Sejauh ini terus menurun tingkat mobilitas warga dan tingkat ketaatan warga semakin meningkat,” jelas Eka Yekti. (tim)

Cek Pabrik di Cianjur, Kabareskrim Minta Obat Untuk Covid-19 Segera Didistribusikan

JAKARTA – Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto melakukan pengecekan langsung ke pabrik obat PT Pyridam Farma di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (9/7/2021). Ia melakukan dialog langsung dengan Direktur Utama, Manajer dan Kepala Pabrik.

Dalam tinjauannya, Agus meminta agar segera melakukan distribusi obat-obatan yang kerap digunakan untuk pasien terpapar Covid-19 atau virus corona, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat saat ini.

“Untuk anggota dilapangan harus diinformasikan juga bahwa obat harus segera didistribusikan,” kata Agus kepada wartawan.

Tak hanya segera didistribusikan, menurut Agus, peredaran obat-obatan tersebut juga harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Distribusi obat juga harus dipedomani sesuai harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,” ujar Agus.

Usai berdialog dengan pihak distributor, Agus menyebut bakal menyampaikan beberapa poin ke Kemenkes terkait dengan surat edaran kepada seluruh perusahaan farmasi untuk mencoret harga edaran lama.

“Untuk disesuaikan dengan HET baru. Mohon agar disegerakan karena ini situasi darurat. Yang penting diinvoicenya harus dicantumkan sesuai HET,” ucap Agus.(Qomar)

Kapolres Lumajang: Sanksi Tegas Mulai Diberlakukan

LUMAJANG – Memasuki hari ke tujuh penerapan PPKM darurat, Petugas gabungan Kabupaten Lumajang bertindak tegas terhadap warga yang masih melanggar aturan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

Sidang ditempat melibatkan TNI-Polri, Dishub dan satpol PP Kabupaten Lumajang menghadirkan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lumajang dan Hakim dari Pengadilan Negeri Lumajang.

Operasi Yustisi disiplin PPKM Darurat di gelar di Balai Desa Kuteronon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jumat (9/7/2021) menggandeng Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Lumajang.

Puluhan warga terjaring operasi yustisi petugas gabungan terdiri Polres Lumajang, Kodim 0821, Satpol PP, Dishub, dan Dinas Kesehatan langsung menjalani sidang ditempat.

Sebelumnya, warga terjaring petugas gabungan saat melaksanakan patroli di wilayah Lumajang mendapati warga sedang berkerumun nongkrong di warung kopi dan cafe dan tidak menerapkan prokes seperti mamakai masker dan menjaga jarak.

Kemudian warga yang melanggar prokes langsung diangkut menggunakan dua truk Polisi untuk menuju Balai Desa Kutorenon.

Data berhasil dihimpun ada 11 orang yang melanggar prokes menjalani sidang di tempat dengan membayar denda Rp 50 ribu dan sisanya menjalani sanksi sosial seperti menghafalkan Pancasila, dan lagu Indonesia Raya.

Selain itu, bagi pelanggar sekitar 25 orang dilakukan Swab antigen hasilnya keseluruhan negatif.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menjelaskan, sidang di tempat pelanggaran prokes tujuannya tidak lain tidak bukan untuk memberikan pemahaman pelajaran bagi warga kabupaten Lumajang bahwa di situasi darurat ini sanksi tegas sudah mulai diberlakukan, baik itu sanksi sosial maupun denda.

“Kami bersinergi dengan TNI, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Dishub, Satpol PP untuk melaksanakan operasi yustisi sidang di tempat,” ujarnya.

Sejauh ini menurut Kapolres, kabupaten Lumajang terus menunjukkan penurunan mobilitas warga, karena warga sudah semakin tertib.

“Kita juga gencar melakukan operasi yustisi pagi, siang, sore dan malam. Sejauh ini terus menurun tingkat mobilitas warga dan tingkat ketaatan warga semakin meningkat,” jelas Eka Yekti. (tim)

Satreskrim Polres Pasuruan Tangkap Residivis Curanmor

PASURUAN – Minggu, 04 Juli 2021, tim Resmob Sat Reskrim Polres Pasuruan mengamankan BS (31) warga Ds.Pakukerto Kec.Sukorejo Kab.Pasuruan.

BS diamankan karena diduga telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Dari pemeriksaan dijelaskan, berawal dari Selasa, 18 Mei 2021, Sekira pukul 17.30 WIB, BS bersama W mengendarai 1 (satu) Unit Sepeda motor Merk Suzuki Satria Warna Merah Putih tanpa Nopol untuk mencari korban yang akan dijadikan sasaran aksinya.

Peran W yang hingga berita ini diturunkan masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) bertugas sebagai joki.

Setibanya di Dsn. Jawi Ds. Candiwates Kec. Prigen Kab. Pasuruan, BS melihat ada 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat Warna Hitam, dalam kondisi terparkir dan dikunci stir.

Melihat ada sasaran, BS pun turun untuk mengambil sepeda motor tersebut dengan cara merusak rumah kuncinya. Sementara itu, W berjaga di lokasi. Alhasil, motor pun berhasil digondol BS.

Sesaat setelah melarikan motor curiannya, korban yang bernama Insan (57) warga Dsn. Jawi Ds. Candiwates Kec. Prigen Kab. Pasuruan memergoki motornya yang digondol BS, kontan saja berteriak maling.

Mendengar teriakan korban, BS kalut hingga akhirnya dia terjatuh dan meninggalkan sepeda motor hasil curian dengan 1 (satu) buah kunci T yang menancap dan 1 (satu) Buah Hp Merk OPPO warna hitam milik BS.

Dari pemeriksaan Polisi, diketahui BS merupakan bagian dari sindikat curanmor, yang dalam aksinya tidak bertindak sendiri.

BS juga merupakan residivis dalam kasus yang sama (curanmor) dan pernah dihukum pada tahun 2016 sioam di Pasuruan dengan vonis 1 tahun 2 bulan.

BS juga pernah menjalani hukuman di Mojokerto pada tahun 2017 dengan vonis 2 tahun.

Dari pengakuan tersangka, uang hasil penjualan untuk diberikan pada keluarga dan membeli narkotika jenis sabu. (qomar)

DPRD Barut dan Pemda. Rapat Pembahasan Lanjutan Raperda RPJMD

BARITO UTARA-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Barito Utara bersama Pemerintah Daerah,melakukan pembahasan lanjutan Raperda perubahan atas Perda nomor 1 tahun 2019 tentang.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Barito Utara tahun 2018-2023 telah dilangsungkan di ruang rapat DPRD,Juma’at(9/7/2021).

Rapat pembahasan RPJMD dipimpin Wakil Ketua I DPRD Barito Utara,Parmana Setiawan,ST didampingi Wakil Ketua II,Sastra Jaya dan anggota Dewan dari Komisi satu,dua dan Komisi tiga serta dari Pemerintah Daerah dihadiri Sekda,Ir.H.Jainal Abidin,M.AP.Kepala Bappedalitbang,Drs.Muhlis.Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.Hj.Siti Nornah Iriawati,SH,M.AP.Asisten II Perekonomian dan Pembangunan,Dr.Ir.H.Rahkmad Muratni,MP.Kabag Hukum,Sugeng Waluyo,SH.

  
Wakil Ketua I DPRD Barito Utara,Parmana Setiawan,ST.Setelah selesai memimpin rapat  tersebut,mengatakan Kepada Media ini bahwa hari ini pihaknya,kembali melakukan pembahasan lanjutan yaitu hari kedua mengenai RPJMD perubahan.Pada intinya DPRD kafasitasnya bukan untuk menyetujui RPJMD perubahan itu,cuma pada dasarnya dari frakai-fraksi DPRD hanya memberikan masukan dan saran.

“Ada hal-hal yang masih perlu dipertanyakan,intinya kita hanya meluruskan.Memang disitu ada kejanggalan-kejanggalan yang harus diperbaiki,tadi sudah semua diperjelaskan oleh Pemerintah Daerah,”kata Parmana.

Dari dulu kami juga menyadari DPRD bahwa, terjadinya perubahan RPJMD ini sangat mendasar,yang pasti terkait masalah bencana non alam seperti Covid-19,”katanya.

“Tetapi bukan itu saja yang mendasari,ada juga kebijakan-kebijakan daerah waktu dibuat RPJMD Kabupaten,itu masih mengacu kepada RPJMD nasional yang terdahulu.Begitu RPJMD nasional itu berubah,otomatis kita di daerah juga harus mengikuti perubahan itu,”sebut Waket I.

Yang merupakan akhir dari rapat pembahasan lanjutan Raperda Perubahan atas Perda nomor 1 tahun 2019,tentang RPJMD Barito Utara tahun 2018-2023.Disimpulkan bahwa DPRD dan Pemerintah Barito Utara,telah melakukan pembahasan terhadap Raperda tersebut.

Menyikapi,Raperda tentang perubahan atas Perda nomor 1 tahun 2019 dimaksud untuk diproses lebih lanjut,sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  (SS).

Kapolda Jatim, Sinergi Dengan TNI dan Pemprov, Lakukan Operasi Yustisi Turunkan Angka Covid-19

SURABAYA,- Kami jajaran dari Forkopimda plus Provinsi Jatim, dari Kodam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Polda Jatim bersinergi yang didukung Pemprov melaksanakan operasi penyekatan yang dilaksanakan di 7 (tujuh) titik antar Provinsi dan 85 antar Kabupaten.

Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terkait pelaksanaan PPKM Darurat, maka kami perkuat dengan Operasi Yustisi gabungan yang berisi TNI, Polri dan Satpol-PP.

Sasaran operasi yustusi yakni 3 sasaran terdiri dari kegiatan masyarakat, orang dan tempat. Dari tiga hal itu ditemukan beberapa pelanggaran. Sehingga tim gabungan melaksanakan sidang di tempat yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Tinggi dan jajaran. Bersama pengadilan, baik sidang di tempat maupun sidang online.

“Sedangkan pelanggaran yang ditemukan selama operasi yustusi adalah, berkerumun, tidak memakai masker, melanggar aturan terkait dengan pembatasan kegiatan pada jam tertentu,” kata Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, Jumat (9/7/2021) siang.

Dari kegiatan operasi yustisi, petugas gabungan menjaring 23 ribu orang di 18 kab/kota yang dilakukan pada hari kamis kemarin. Sedangkan denda yang diberikan 25-50 ribu. Sedangkan hukuman fisik seperti push up dan hukuman sosial seperti membantu kebersihan fasum.

“Tujuan dari operasi yustisi ini yakni meningkatkan kesadaran masyarakat. Mengajak masyarakat agar mematuhi aturan,” tambah kapolda.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, menyebutkan, selama PPKM Darurat, TNI AD, AL, AU, mengerahkan personil sebanyak 2.014 untuk seluruh Jawa Timur.

“1.300 untuk 26 kab/kota yang masuk level 3, sedangkan 954 orang untuk 12 kab/kota yang masuk level 4, mereka memperkuat 4 pilar PPKM Darurat yakni, Kepala Desa, Bidan Desa, Babinsa dan Babinkantibmas,” jelas Pangdam V Brawijaya.

Pasukan ini berasal dari satuan tempur, satuan bantuan tempur, pangkoarmada II dan dari Lanud Surabaya. Mereka masuk ke kampung yang nantinya memastikan mobilitas di desa berkurang, memastikan keselenggaranya 5M. Dan melaksanakan testing bagi masyarakat di desa.

“Jika terkonfirmasi ada yang positif dilanjutkan dengan tracing diharapkan minimal 15 orang yang kontak erat. Dan treatment, bagi warga desa yang ringan diisolasi mandiri dan diawasi oleh petugas yang bertugas di desa tersebut,” kata Pangdam.

Jika ada gejala segera dirujuk ke RS rujukan, jika mekanisme ini berjalan baik maka diharapkan PPKM Darurat dalam 2 minggu bisa menunjukkan hasilnya.

“Tolak ukurnya adalah yang isolasi mandiri berkurang, yang dirawat di RS berkurang dan yang meninggal berkurang. Yang dibutuhkan adalah peran serta masyarakat mematuhi prokes,” katanya.

Bagi masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri membutuhkan logistik, kami bekerjasama dengan Polda Jatim dan Pemerintah jatim, untuk mendistribusikan dan menghimpun yang gunanya disalurkan ke masyarakat yang isolasi mandiri.(Tim)

Panglima TNI dan Kapolri Mengecek Vaksinasi serta Kegiatan PPKM Darurat di Jatim

SIDOARJO – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, melakukan road show ke sejumlah Provinsi, salah satunya di Jawa Timur, untuk mengecek secara langsung kegiatan terkait PPKM Darurat, vaksinasi dan penyekatan di Jawa Timur, pada Jum’at (9/7/2021).

Dalam kunjungannya di Jawa Timur. Panglima TNI dan Kapolri, didampingi Forkompimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta Pejabat Utama Polda Jatim, meninjau jalannya vaksinasi di Mall Grand City Surabaya, dan pos penyekatan, serta memberikan sosialisasi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengucapkan terimakasih kepada ribuan masyarakat Surabaya, yang bersedia mengikuti vaksinasi hari ini, dan berpesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan walaupun sudah melakukan vaksinasi.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas pelaksanaan vaksinasi pagi hari ini yang diikuti kurang lebih lima ribu penerima vaksin dan saya ingin mengingatkan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang sudah divaksin agar tetap mematuhi prokes dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan jaga jarak, karena bukan berarti kita kebal tapi kita siap untuk menghadapi apabila kita terpapar covid-19,” pesan Panglima TNI.

Selain itu, Panglima juga menyampaikan tahapan pelaksanaan vaksinasi ada dua strategi, yakni dilaksanakan secara reguler di tempat-tempat Puskesmas, kemudian di wilayah-wilayah Orange, Polres yang setiap hari melayani saudara-saudara, masyarakat Surabaya.

“Kemudian strategi yang kedua adalah serbuan vaksinasi yang dilaksanakan secara kolektif bersama-sama seperti yang kita laksanakan pagi hari ini dengan jumlah yang besar, dengan dua sstrategi tersebut kita harapkan target 300 ribu atau 200 ribu perhari bisa tercapai, sehingga harapan kita semua untuk Jawa Timur khususnya juga adalah wilayah Surabaya Raya, pertengahan Agustus sudah tercapai herd immunity sesuai harapan kita semua,” harapan Panglima TNI.

Dalam kesempatan ini pula, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat, bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan langkah strategi besar, untuk mencegah laju pertumbuhan covid, yang saat ini kita tahu sampai hari kemarin mencapai 38 ribu.

Artinya angka yang posetif sangat tinggi di rumah sakit juga posisinya sangat tinggi, sehingga perlu ada langkah besar, salah satunya adalah saat ini kita semua melaksanakan kegiatan PPKM Darurat, dimana ada 3 hal yang pertama adalah mengatur dan membatasi mobilitas, yang kedua adalah penguatan kegiatan di PPKM mikro, dan yang ketiga adalah kegiatan vaksinasi terkait dengan kegiatan vaksinasi massal.

“Tentunya kami dengan Pak Panglima sangat mengapresiasi kekompakan dari Pak Gubernur, Bu Gubernur dan jajarannya, Pak Pangdam dan jajaran, serta Kapolda dan jajarannya, yang sangat solid dan kompak dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi bersama, sehingga tadi kita mendapatkan laporan bahwa ada di beberapa tempat yang penyerapannya melebihi dari target, sehingga tentunya ini menjadi optimisme dalam rangka membentuk herd imunity di wilayah Jawa Timur ini akan tercapai,” tambah Kapolri.

“Tadi disampaikan bahwa rata-rata saat ini sudah di angka 165 ribuan dan tadi harapannya untuk segera mencapai herd immunity, maka angka 300 ribu perhari ini menjadi target, dan saya yakin dengan kekompakan Forkopimda yang ada di Jawa Timur maka target tersebut bisa terpenuhi,” tandasnya Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat melakukan peninjauan vaksinasi di Mall Grand City Surabaya.

Kapolri juga menambahkan, akan mendorong pemerintah, dalam hal ini Menkes, untuk mendistribusikan sebanyak-banyaknya sesuai dengan kebutuhan, kurang lebih 23 juta masyarakat yang perlu disuntik, dan saat ini sudah kurang lebih 7.9 juta.

“Harapannya kalau ini bisa dipertahankan dinaikkan di angka 300 ribu, maka di akhir Agustus bisa menjadi hadiah buat masyarakat Surabaya, dengan tercapainya herd immunity di wilayah Jawa Timur,” ujar Kapolri.

“Terus semangat jangan lupa jaga jarak, pakai masker, karena covid masih ada di sekitar kita, jadi sayangi keluarga, sayangi saudara, sayangi teman-teman kita,” pungkas Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Usai melakukan kunjungan vaksinasi di Grand City Surabaya, Panglima TNI dan Kapolri bersama Forkopimda Jatim lanjut melakukan pengecekan di Posko PPKM Mikro Darurat di desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. (tim)

Kapolri: Akhir Agustus Warga Jawa Timur Terima Hadiah Herd Immunity

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo optimistik pada akhir Agustus 2021 nanti, Provinsi Jawa Timur (Jatim) bakal segera terbentuk kekebalan kelompok atau Herd Immunity terhadap virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat melakukan tinjauan vaksinasi massal bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Mall Grand City, Surabaya, Jawa Timur, yang diselenggarakan oleh WALUBI bekerjasama dengan Perwakilan Kodam V/ Brawijaya, Jumat (9/7/2021).

Mantan Kapolda Banten ini mengungkapkan, dengan kekompakan Forkompinda Jawa Timur, maka target 300.000 vaksinasi dalam sehari akan terwujud. Mengingat, saat ini di wilayah tersebut dalam seharinya rerata sudah melakukan vaksinasi sebanyak 165.000 per hari.

“Harapannya apabila hal tersebut bisa dipertahankan dan ditingkatkan di angka 300.000 maka di akhir Agustus akan menjadi hadiah bagi masyarakat Jawa Timur dalam mencapai Herd Immunity,” kata Sigit usai tinjauannya.

Sigit juga mengapresiasi soliditas dan kekompakan jajaran Forkompinda Jawa Timur. Pasalnya, pelaksanaan vaksinasi massal dapat melebihi target. Dengan begitu, kata Sigit, target Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan Herd Immunity terhadap Covid-19 bakal segera terwujud. “Terus semangat, jaga jarak dan pakai masker karena Covid-19 masih ada di sekitar kita. Sayangi keluarga sayangi saudara, sayangi teman-teman kita,” ujar Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit kembali mensosialisasikan kepada masyarakat soal pentingnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa-Bali.

Mantan Kabareskrim Polri itu menjelaskan bahwa, PPKM Darurat merupakan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sehingga, inti dan tujuan dari kebijakan tersebut adalah keselamatan seluruh rakyat Indonesia. “Sehingga perlu ada langkah besar. Salah satunya kami melaksanakan PPKM darurat. Ada tiga hal penting dalam pelaksanaannya yaitu, pengaturan dan pembatasan mobilitas masyarakat, perkuatan kegiatan PPKM Mikro dan vaksinasi,” ucap Sigit.

Disisi lain, Sigit menyebut, bakal mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk mendistribusi vaksin sesuai kebutuhan yaitu kurang lebih 23 juta masyarakat yang perlu disuntik. Saat ini 7,9 juta masyarakat telah di vaksin.

Usai meninjau vaksinasi massal, rombongan Panglima TNI dan Kapolri bakal melakukan pemantauan langsung ke pos PPKM Mikro Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

Desa Sawotratap terdiri dari 11 RW, dan 60 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 11.500 jiwa. Kasus terkonformasi sebanyak 81, kesembuhan 23 kasus, kematian 3 kasus dan kasus Aktif 53.

Fasilitas tes RT-PCR yang tersedia di Puskesmas Gedangan dengan kapasitas pengetesan maksimal dalam satu hari sebanyak 15 sampai 20 sampel dengan kecepatan hasil pengetesan per sampel selama 1 hingga 2 hari. Sampai tanggal 7 Juli 2021, warga Desa
Sawotratap yang sudah divaksinasi sebanyak 2.308.

Pada kesempatan itu, Panglima dan Kapolri sempat berdialog dengan warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah melalui virtual. Warga tersebut mengaku sudah terlayani dengan baik oleh petugas terutama kebutuhan sehari-hari seperti sembako. “Alhamdulillah saya terlayani dengan baik. Sembako juga sudah,” kata warga tersebut.

Sementara Kapolri berpesan agar limbah masker yang digunakan tidak dibuang sembarangan. “Untuk limbah maskernya tolong jangan dibuang sembarangan agar tidak menular,” kata Sigit.(Tim)

Pemdes Wringin Anom Berupaya Tuntaskan Vaksinasi Bagi Warga

PROBOLINGGO — Pemerintah berupaya keras untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, berbagai cara telah ditempuh, dengan melibatkan semua unsur sehingga program yang telah dicanangkan dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari warga.

Hari ini, Jumat, 9 Juli 2021, bertempat dikantor desa Wringin Anom, dilaksanakan vaksinasi, untuk warga masyarakat dengan target sebanyak 300 warga, akan tetapi warga yang hadir dan mengikuti vaksinasi sebanyak 202 orang.

Kepala Puskesmas Tongas, dr. Kurnia Ramadani, menyampaikan jika dalam agenda vaksinasi hari ini de desa Wringin Anom menyiapkan vaksin Astra zeneka sebanyak 300 botol, akan tetapi kehadiran warga tidak mencapai jumlah tersebut, akan tetapi pihaknya terus berupaya keras dengan menggandeng Babinsa, bhabinkamtibmas dan pemerintah desa, untuk tidak henti hentinya memberikan penyuluhan, edukasi kepada warga masyarakat sehingga muncul kesadaran yang tinggi untuk mengikuti vaksinasi.

Sementara kepala desa Wringin Anom, Safi’i, didampingi oleh Babinsa dan bhabinkamtibmas setempat, menyampaikan optimisnya dapat mensukseskan program vaksinasi didesanya hingga tuntas.

“Saya optimis vaksinasi didesa kami akan tuntas, memang dibutuhkan usaha keras, insyaalloh warga kami akan mengikuti vaksin dengan penuh kesadaran dan sukarela,” Ujar Safi’i dengan penuh keyakinan.

Sampai berita ini diturunkan, dilokasi pendopo kantor desa Wringin Anom masih melayani warga yang berdatangan secara bertahap untuk divaksinasi.

Dalam pelaksanaannya, pihak pemerintah desa bersama aparat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. ( Ali/Doko)