Home Blog Page 1719

Penyebar Video Hoax Kerusuhan Pasar Tanjung Jember di Tangkap Polisi

JEMBER — Dalam tempo tidak lebih dari 24 jam polisi berhasil mengamankan terduga pelaku (pembuat) penyebar video hoax yang menggambarkan seolah terjadi kerusuhan di pasar Tanjung. Terduga diidentifikasi berinisial ADT, 28 tahun, warga Gebang Jember.

Kapolres Jember, AKBP Arif Rachman Arifin S.I.K, M.H, dengan nada geram mengatakan, “tidak ada kompromi bagi penyebar hoax yang meresahkan masyarakat”. “Apalagi, video itu disebar dan tersebar di tengah situasi pandemi dan penerapan PPKM Darurat”. Situasi kebatinan dan kondisi ekonomi masyarakat belum benar-benar pulih. Sekarang masyarakat kembali dihadapkan pada covid gelombang kedua yang mengharuskan diberlakukannya PPKM mikro.

“Seharusnya semua pihak menjaga dan memelihara situasi agar tetap kondusif, bukan malah membuat resah”, tandas Arif.

Selain meresahkan video yang menggambarkan seolah terjadi kerusuhan di pasar Tanjung itu menurut Kapolres Arif juga berpotensi mengadu domba warga dengan aparat.

Kapolres Arif Rachman Arifin kemudian menghimbau agar masyarakat tidak gampang terprovokasi. Setiap menerima informasi dari media sosial hendaknya dicek lebih dahulu kebenarannya.

“ jangan gampang menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya”, pungkas Arif.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, menerangkan, ADT mengunggah video kerusuhan dengan narasi “telah terjadi kerusuhan di pasar tanjung”. Video tersebut diunggah grup Facebook Info Warga Jember (IWJ) oleh akun facebook DN.

Tim siber polres Jember kemudian melakukan penelisikan dan didapati video tersebut sebenarnya adalah peristiwa di sebuah pasar di Aceh.

“Penyidikan masih berlangsung,kami masih mendalami motif SN menyebarkan video hoax tersebut”, ujar Komang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ADT dikenai pasal 35 Jo pasal 51 ayat (1) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik Jo UU no. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau pasal 14 ayat (1) atau ayat (2) UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.(Gopy)

Banyak Pesan Berantai Hoax Tentang Penyekatan PPKM DARURAT, Ini Penyekatan Ruas Jalan di Kota Jember Yang Benar

JEMBER – Banyak beredar info hoax alias kabar bohong selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di beberapa daerah, salah satunya di Jember, meski beberapa penyebar info hoax sudah diamankan, namun pesan hoax masih ‘berseliweran’ di beberapa beranda media sosial seperti di group facebook maupun WAG (Whatsapp Group).

Setelah penyebar info hoax soal kerusuhan pasar Tanjung, belakangan menyusul info hoax soal penyekatan jalur-jalur di kota Jember selama pemberlakukan PPKM Darurat, dimana info tersebut menyatakan jika beberapa jalur masuk kota akan dilakukan penyekatan pada jam 9 pagi hingga 12 siang yang tersebar berantai secara masif.

Dari pesan yang diterima media ini, pesan hoax yang tersebar secara berantai diantaranya berbunyi “Rencana penutupan jalan (mobilitas masyarakat) yg akan dilaksanakan di 12 titik penutupan kota Jember yaitu : Simpang 4 Argopuro, Simpang 3 dr. Soebandi, simpang 4 Sukorejo Yonif 509, simpang 4 Gladak Kembar, Simpang 3 Golden Market, simpang 4 pasar Tanjung, simpang 3 Jalan Kenangan Jompo, Simpang 3 Barometer depan KFC, simpang 4 SMP 2, simpang 3 Hotel Nusantara, Simpang 3 BRI dan simpang 4 Polres”.

Selain menyebut 12 titik penyekatan, dalam pesan tersebut juga disebutkan jika penyekatan akan dilakukan jam 9 pagi sampai jam 12 siang, kemudian untuk malam hari akan dimulai penyekatan mulai pukul 20.00 atau jam 8 malam hingga jam 1 dinihari.

“Info yang beredar, tidak sepenuhnya benar, alias hoax, karena tidak ada penyekatan yang dilakukan siang hari. Namun untuk malam hari, sesuai dengan Intruksi Kemendagri soal PPKM Darurat, dimana salah satunya pemberlakuan jam malam, memang ada beberapa ruas jalan yang ditutup mulai jam 18.00 tapi tidak sama seperti yang beredar di WAG,” ujar Kasi Humas Polres Jember Iptu Brisan Imman Kamis (8/7/2021).

Penutupan ini sendiri mulai pukul 18.00 wib sampai pukul 01 dinihari diantara jalur yang menuju alun-alun Jember, diantaranya simpang 3 Pos 90 di jalan Sultan Agung, simpang 3 Hotel 88. Simpang 4 jalan Kartini, simpang 4 SMP N 2, simpang 3 BRI, simpang 3 Hotel Nusantara, dan simpang 3 Pantisiwi.

Begitu juga di beberapa jalur utama pintu masuk kota seperti simpang 4 Mangli jalur menuju kota, simpang 4 Argopuro, simpang 3 dr. Soebandi, simpang 4 Sukorejo dan simpang 4 Gladak Kembar, juga akan dilakukan penutupan sejak pukul 18.00 wib hingga 01.00 dinihari.

Selain menutup beberapa ruas jalan menuju kota pada malam hari, kebijakan lain untuk menghindari kerumunan warga juga dilakukan oleh Pemkab Jember, diantaranya pemadaman pada lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan kota Jember.

Hal ini disampaikan Bupati Jember H. Hendy Siswanto menyusul hasil rakor evaluasi implementasi PPKM Darurat di Jawa Bali yang dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Ri Luhut Binsar Panjaitan.

“Kami akan memastikan seluruh penerangan jalan umum (PJU) diatas jam 20.00 se- Kabupaten Jember, supaya masyarakat tidak keluar rumah saat malam, tidak hanya itu, kami juga mengintruksikan kepada seluruh kepala desa dan lurah untuk menutup akses di setiap lingkungannya saat malam hari, hal ini sebagai langkah mengurangi mobilitas warga dan untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di Jember,” pungkas Bupati.(Sony)

Pendonor Plasma Konvalesen Berdatangan Ke UUD. PMI Jember

JEMBER — Penyintas Covid-19 yang bersedia menjadi pendonor plasma konvalesen mulai berdatangan ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember.

Mereka bersedia donor plasma konvalesen untuk selanjutnya ditransfusikan kepada pasien Covid-19 yang masuk kategori sedang sampai berat yang dirawat di rumah sakit.

Tidak mudah mengetuk hati para penyintas Covid-19 untuk menjadi pendonor plasma konvalesen. Hal itu terlihat dari masih minimnya penyintas yang bersedia datang ke UDD PMI Kabupaten Jember untuk menjadi pendonor plasma konvalesen.

Namun, hal itu tak menyurutkan semangat PMI untuk terus berbagi kepada sesama, khususnya bagi pasien Covid-19 yang sedang dan berat, melalui sumbangan plasa konvalesen.

Bahkan, PMI kabupaten Jember mengirimkan surat kepada pimpinan TNI, Polri, instansi pemerintah maupun swasta untuk memotivasi anggota atau karyawannya yang menjadi penyintas Covid-19 untuk bersedia menjadi pendonor plasma konvalesen.

“Ayoo Rame-Rame…Seluruh Saudaraku Warga Jember Penyintas COVID 19, Agar Mendonorkan Plasma Konvalesen Melalui Unit Donor Darah / UDD PMI Kab Jember,” kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dia menjelaskan, saat ini banyak pasien Covid-19 yang mencari plasma konvalesen. Namun, jumlah pendonor plasma yang sudah ada belum memenuhi permintaan pasien Covid-19. “ Ini untuk menolong dan menyelamatkan Saudara Kita semua yang saat ini lagi dirawat di berbagai rumah sakit karena terpapar Covid 19,” ujarnya.

Dia menjelaskan saat ini dibutuhkan lebih banyak lagi pendonor plasma konvalesen. ‘Antara kebutuhan dengan stok tidak sebanding. Permintaan sangat banyak tetapi pendonor darah plasma konvalesennya belum banyak. Makanya kami mengetuk hati para penyitas Covid-19 untuk bersedia menjadi pendonor plasma melalui UDD PMI Kabupaten Jember,” ujarnya.

Dengan syarat, pernah terjangkit Covid-19 dengan bukti hasil swab positif kemudian 14hari berikutnya negatif dengan bukti swab PCR juga. Bukan Orang Tanpa Gejala (OTG) tetapi yang punya gejala sedang sampai berat. Berat badan minimal 55 kilogram, usia 18 sampai 60 tahun, diutamakan laki-laki, kalau perempuan yang belum pernah hamil. Kemudian sudah sembuh/swab PCR negatif sampai 3 bulan sejak sembuh. “Terakhir lolos dari screening yang akan dilakukan menjelang donor darah plasma konvalesen,” imbuhnya.(Sony)

BMPD Bersinergi Dengan Pemkab Jember Menyalurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Covid – 19

JEMBER – Perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jember menyalurkan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 kepada Pemerintah Kabupaten Jember. Bantuan diterima langsung oleh Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto di Pendopo Wahyawawibawagraha, Kamis (08/07/2021).

Bantuan senilai Rp. 150 juta serta sembako dan obat-obatan tersebut nantinya akan dibagikan kepada warga yang terkena dampak akibat PPKM Darurat seperti Pedagang Kaki Lima, warga yang sedang isolasi mandiri serta tenaga kesehatan.

“Ini bagian dari kepedulian bersama terhadap pandemi Covid-19, kriteria penerima bantuan ini warga yang positif sedang isoman itu kan tidak bekerja kita beri bantuan, warga yang tidak mampu,” jelas Bupati Hendy.

Selain itu Bupati Hendy akan mematikan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di atas pukul 20:00 WIB selama PPKM Darurat.

Distribusinya nanti Pemkab Jember mengerahkan pasukan distribusi langsung ke rumah warga.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember yang juga Ketua BMPD Jember, Hestu Wibowo mengatakan insan perbankan merasa peduli dan tergerak untuk berkontribusi membantu pemerintah dalam penanganan, pencegahan memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Penyaluran dana bantuan sepenuhnya dipercayakan pada Pemkab Jember untuk disalurkan ke warga,” jelas Hestu.

Hestu berharap bantuan ini dapat memberikan percepatan penguatan ekonomi warga selama PPKM Darurat.(Sony)

Asyik Nyabu Seorang Pria Ditangkap Polisi

LUMAJANG — Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang kembali meringkus satu pelaku penyalahgunaan narkotika, Rabu (7/7/2021).

Pelaku berhasil diamankan Polisi berisial BDK (28) warga Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, kabupaten Lumajang.

Kasat Narkoba Polres Lumajang AKP Ernowo melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengungkapkan, pelaku diringkus petugas saat berada dirumahnya.

“Tersangka kami tangkap saat mengkonsumsi sabu diruang tamu,” ujarnya.

Penangkapan terhadap tersangka, Shinta menuturkan, berawal informasi dari masyarakat bahwa dirumah tersangka sering terjadi penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

“Mendindak lanjuti informasi tersebut, anggota Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka dirumahnya,” ungkapnya.

Kemudian petugas melakukan penggeladahan berhasil temukan satu poket sabu-sabu dengan berat 0,33 gram. Selain itu, disita juga dua buah korek gas, satu sekrop sabu, satu perangkat alat isap sabu dan pivet kaca yang di dalamnya berisi sabu.

“Tersangka dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Satnarkoba Polres Lumajang guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” terang Shinta.

Tersangka dapat dikenai Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat empat tahun paling lama 12 tahun. (Hum)

Kapolri Sebut TNI-Polri Siap Fasilitasi Warga Yogyakarta yang Ingin Percepat Vaksinasi Massal

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Rombongan meninjau vaksinasi massal Covid-19 di Gedung Serba Guna Lanud Adi Sutjipto yang menargetkan 1.000 orang disuntik vaksin.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengaku siap untuk memfasilitasi seluruh elemen masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan vaksinasi massal. Menurutnya, hal itu sebagai upaya untuk akselerasi pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

“Apabila ada masayarakat berminat untuk mengadakan vaksinasi, TNI-Polri akan membantu untuk memberikan fasilitas dan menyiapkan vaksin sehingga akselerasi terbentuknya Herd Immunity segera tercapai,” kata Sigit di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta, Kamis (8/7/2021).

Mantan Kapolda Banten ini juga mengajak elemen masyarakat ataupun mahasiswa yang menempuh jurusan Kedokteran di DIY, untuk turut serta dan berperan aktif dalam proses vaksinasi massal tersebut.

Sigit berpandangan, semakin banyak kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat, maka target dari Pemerintah untuk menciptakan Herd Immunity bakal segera terealisasi dengan segera.

“Oleh karena itu, dalam kesempatan ini seperti di Yogya banyak sekali Universitas seperti Kedokteran atau tempat lain yang memang memilik tenaga kesehatan, dipersilahkan bagi yang mau bergabung dan mau membantu kegiatan vaksinasi yang diadakan oleh pemerintah baik TNI-Polri dan Dinkes setempat,” papar mantan Kabareskrim Polri ini.

Usai meninjau vaksinasi itu, rombongan menuju pos penyekatan Prambanan, Yogyakarta, yang berlokasi di Jalan Solo TWC, Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, Sigit kembali memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat soal perlunya dilakukan kebijakan penyekatan. Menurutnya, hal itu sebagai strategi untuk menekan mobilitas masyarakat, sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Upaya yang kami laksanakan salah satunya adalah pembatasan mobilitas karena salah satu kunci penanganan Covid-19 yaitu pembatasan mobilitas,” ujar mantan Kadiv Propam Polri ini.

Dari hasil tinjauannya, kata Sigit, dalam proses penyekatan belakangan masih ditemukan kemacetan dan kepadatan. Namun, menurut Sigit, kejadian di awal kebijakan itu lantaran masih ada warga yang belum memahami soal kategori esensial dan kritikal terkait syarat pelaku perjalanan.

Setelah dilakukan sosialisasi yang masif saat ini masyarakat sudah jauh lebih memahami soal kategori sektor tersebut. Serta, adanya kesadaran bahwa apa yang dilakukan ini berdasarkan tujuan untuk menyelamatkan seluruh rakyat Indonesia.

“Oleh karena itu, perlu di sosialisasikan dan hari ini Alhamdulillah masyarakat perlahan sudah mulai paham bahwa yang boleh bekerja yang esensial dan kritikal. Semua yang kami lakukan ini adalah demi keselamatan rakyat,” tutup Sigit.(Tim)

Operasi Yustisi PPKM Darurat, Warga Di Warung Kopi Dihimbau Patuhi Prokes

Lumajang – Forkopimda Lumajang melaksanakan Operasi Yustisi dalam rangka PPKM Darurat di kawasan warung kopi jalan Seruji Lumajang, Kamis (7/7/2201)

Dalam pelaksanaan Operasi Yustisi ini Kapolres, Kasdim 0821, dan Sekda Lumajang mendapati kerumunan warga yang berada di warung kopi.

Forkopimda turun langsung menemui warga di warung kopi menghimbau mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker tidak berkerumun.

Selain memberikan himbauan, forkopimda memberikan masker kepada warga yang berada di warung kopi.

Masih banyak warga berada di warung kopi, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno memberikan himbuan terkait situasi terkini perkembangan wabah virus covid 19 untuk pengunjung diharapkan selalu menjaga jarak dan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat serta mengurangi mobilitas.

Tidak lupa kepada pemilik warung memberikan pemahaman untuk pembatasan jam buka warung kopi nya, atau bahkan mengubah cara pelayanannya yakni dengan pembelian yang dibawa pulang dan tidak dikonsumsi dilokasi.

“Untuk warung kopi selama berlakunya penerapan PPKM Darurat tutup pukul 20.00 WIB,” tegasnya

Sementara itu, Kasdim 0821 Lumajang Mayor Inf Rinanto menegaskan, bergerombol seperti ini, pakai masker sudah tidak benar.

“Ngopi dirumah dulu, bisa tidak ngopi dirumah, jangan seperti ini bergerombol,” tegasnya.

Untuk melakukan pencegahannya harus memakai masker, tidak berkerumun, tidak melakukan seperti ini. Harusnya masyarakat itu membantu untuk menangani penyebaran covid-19.

“Sekali lagi kita dari Pemda, Polres, Kodim, Kejaksaan, dan Satpol PP senantiasa selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk mematuhi prokes,” ungkapnya.

Tujuannya mengingatkan warga untuk tetap mematuhi prokes, agar masyarakat Lumajang ini cepat aman dari penyebaran Covid-19, kalau sudah aman nanti bisa kembali normal lagi.

“Sekali lagi mohon bantuannya pengertian masyarakat, terutama anak muda harus mengajak temannya untuk mematuhi prokes,” tandas Mayor Rinanto. (hum)

Inovasi Covid Booth Corner Polres Lumajang Gambarkan Korban Keganasan Covid 19

LUMAJANG – Kepolisian Resor Lumajang Jawa Timur, kian gigih menyadarkan masyarakat akan bahayanya virus Covid – 19 melalui inovasi Covid Booth Corner.

Covid Booth Corner ini bertempat di simpang empat Adipura, Satlantas Polres Lumajang memasang media boneka dan peti jenazah, menggambarkan korban keganasan Covid-19, Kamis (8/7/2021).

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho berkata, hal itu sebagai bentuk imbauan kreatif, diharapkan menggugah kesadaran masyarakat, dan berdampak pada percepatan penanganan yang berujung pada pengendalian penularan Covid – 19.

“Mengingat masih tingginya mobilitas masyarakat, maka kami melakukan upaya lain yaitu dengan cara memasangkan media boneka dan peti jenazah di depan Adipura sebagai visualisasi kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melihat, supaya selanjutnya lebih peduli lagi,” ucapnya melalui Paursubbag Humas Ipda Andrias Shinta.

Paursubbag Humas menambahkan, selain dasar tujuan tersebut, upaya yang dilakukan itu merupakan bagian tindak lanjut dari penerapan PPKM Darurat hingga 20 Juli mendatang.

“Kami harap masyarakat kian patuh, sebagai wujud dukungan dan kebersamaan tekad, mengembalikan keadaan seperti sedia kala,” pungkasnya. (Humas Polres Lumajang)

Pemdes Bandaran Laksanakan Kerja Bakti Penyemprotan Disinfektan

LUMAJANG – Pemerintah Desa Bandaran melakukan penyemprotan di tempat tempat ibadah yang ada di desa setempat, di tengah penerapan penerapan PPKM Darurat, Kamis (8/7/2021).

Para relawan dan beberapa perangkat desa dan SKD turut terlibat dalam kegiatan penyemprotan di 36 tempat ibadah, termasuk beberapa masjid dan musholla.

Hal ini dilakukan dalam rangka mewaspadai penyebaran pandemi Covid 19 di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Lumajang.

Kepala Desa Bandaran, Abd Kapi mengatakan, kerja bakti ini dilakukan rutin setiap hari kamis. Diakuinya, upaya penyemprotan disinfektan ini memang semakin ditingkatkan.

“Setiap hari kamis, warga sudah rutin melakukan kerja bakti, dan hari ini kerja bakti melakukan penyemprotan di tempat fasilitas umum,” ucap Abd Kapi.

Dia berharap, penyemprotan itu dapat membantu menekan angka Covid-19 di desa Bandaran, meskipun sampai saat ini di desa tersebut tidak ada warganya yang terpapar.

“Alkhamdulillah warga sini guyup melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan. Kendati demikian, kami tetap menyosialisasikan PPKM Darurat agar masyarakat lebih siap,” jelasnya.

Dia pun menegaskan siap all out dalam mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kapi mengatakan, pemdes Bantaran selalu mencari informasi terkait pemberlakuan PPKM Darurat, hal itu sebagai upaya menekan angka Covid-19.

“Kami dan warga sepakat berupaya, memutus mata rantai corona,” tandasnya. (bam)

Kades Cerme Dorong Seluruh Warganya Ikut Vaksinasi

KEDIRI — Kepala desa Cerme kecamatan Grogol, Saiful Anam, bersama perangkat desanya bekerja serius dalam memberikan edukasi kepada warganya tentang pentingnya melakukan vaksinasi, dalam upayanya mendapat tanggapan yang positif dari warga, sehingga masyarakat dengan kesadaran yang tinggi mengikuti vaksinasi yang dilaksanakan.

Dengan kondisi desa yang cukup luas, yang terdiri dari enam dusun, yakni dusun Gringging, Satrian Lor, Satrian Kidul, Gelatik, Sugian dan dusun Ngolakan dengan jumlah penduduk sebanyak 8800 jiwa ini, membutuhkan kreatifitas dan kerja keras dari pemerintah desa dalam menyampaikan program maupun kegiatan.

Saiful Anam, kepala desa terjun langsung mengawasi vaksinasi warga, sementara ini ada 13 lansia, umum 330, dan pedagang 46 dan pra lansia 48 orang sesuai data jumlah warga yang di vaksin sebanyak 463 dan yg tertunda 26 orang.

Disamping mengoptimalkan vaksinasi, kepala desa Cerme, Saiful Anam tetap menggalakkan protokol kesehatan, termasuk untuk warga yang mempunyai hajat pemerintah esa Cerme tetap berjalan, akan tetapi gugus tugas Desa Cerme ikut hadir dan ikut membantu warga dengan menerapkan batas waktu juga jumlah yang hadir untuk dibatasi, dengan kehadiran maksiimal 30 orang, sesuai peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dari beberapa warga yang di wawancarai oleh wartawan Gempurnews merasa sangat lega dan terima kasih atas perjuangan kepala desanya Saiful Anam yang sangat memperhatikan kepentingan warganya.

Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih karena Bapak Saiful sangat mementingkan warga, apalagi tentang hal hajatan masyarakatnya selalu dibantu gugus tugas dari desa dan tidak segan-segan bapak Saiful juga selalu proaktif turun langsung memperperhatikan proses hajatan warganya. (Fandy)