Home Blog Page 1743

Forkopimda Menganalisa dan Evaluasi Penerapan PPKM Mikro di Wilayah Jatim

SURABAYA – Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Mayjen Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Selasa (15/6/2021) malam, melakukan koordinasi terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Sekda Provinsi Jatim, Danrem 084/Bhaskara Jaya, PJU Kodam V/Brawijaya, PJU Polda Jatim, Kapolrestabes Surabaya, Kepala OPD Provinsi Jatim, Kapolres Tanjung Perak dan Forkopimda Kabupaten/kota, yang dilakukan secara virtual.

Tujuan dilaksanakan koordinasi terkait dengan PPKM Mikro ini, untuk menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan PPKM Mikro di Provinsi Jatim dan menentukan tindak lanjut khususnya Kabupaten Bangkalan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jati menyampaikan, adanya penurunan BOR Cobid-19 setelah diperlakukannya PPKM Mikro. Namun, perlu juga diwaspadai terhadap kenaikan BOR Covid-19 setiap adanya libur Panjang.

“Kapasitas tempat tidur ICU tersedia masih mencukupi dan kapasitas tempat tidur ICU terpakai mengalami peningkatan. Kapasitas tempat tidur Isolasi tersedia masih mencukupi dan kapasitas tempat tidur Isolasi terpakai mengalami penurunan,” kata Kadinkes Jatim, Herlin Ferliana, Selasa (15/6/2021) malam.

Ditambahkan, bahwa BOR ICU Covid-19 sebesar 48% dan BOR Isolasi Covid-19 sebesar 45%. BOR ICU Covid-19 lebih banyak dibandingkan dengan BOR Isolasi Covid 19, hal tersebut menunjukan pasien dengan kondisi berat/kritis lebih banyak dirawat di RS Rujukan Covid 19.

“Data PPKM Mikro tren harian zonasi hijau dan kuning terjadi penurunan sedangkan untuk zonasi kuning dan merah mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim menyebutkan, upaya strategis Pemkab Bangkalan dalam rangka penanganan Covid-19. Menyediakan tempat Konversi BPWS Madura sebagai ruang isolasi terpusat di Bangkalan dengan kapasitas 72 orang dan terisi 55 orang.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, Kepala daerah agar melaksanakan monitoring update data peningkatan kasus aktif Covid-19 serta ketersediaan BOR di Rumah Sakit masing-masing daerah.

“Sehingga dapat cepat mengambil tindakan upaya antisipasi guna mencegah dan meminimalisir penularan virus Covid-19,” jelasnya.

Lanjut Khofifah, tingkatkan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan PPKM Mikro. Hal ini dilakukan guna mengurangi kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang menjadi salah satu penyebab penyebaran virus Covid-19.

“Konsultasikan kepada Satgas Covid-19 Provinsi Jatim kegiatan PPKM Mikro agar kegiatan yang dilaksanakan dapat optimal,” lanjut dia.

Selain itu Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menjelaskan, dedepan penyekatan agar di laksanakan di dua arus perbatasan baik masyarakat Madura yang akan berpergian ke Surabaya, maupun masyarakat Surabaya yang akan berpergian ke Pulau Madura.

“Penyekatan dua arah ini bertujuan agar tidak adanya diskriminasi bagi masyarakat madura bahwa pemerintah provinsi hanya melindungi kota Surabaya sedangkan masyarakat surabaya bebas keluar masuk pulau madura tanpa harus dilaksanakan swab,” ucap dia.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya menyatakan, agar seluruh kepala daerah yang mendapat amanah memimpin daerahnya untuk senantiasa memiliki tanggung jawab dalam rangka mengikuti kegiatan rapat kordinasi yang di laksanakan Pemerintah Provinsi Jatim. Hal ini sebagai wujud mempertajam pelaksanaan PPKM Mikro.

“Tingkatkan Solidaritas Forkopimda Kabupaten/ Kota dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya. Media sosial  berperan penting dalam memberikan gambaran kepada masyarakat tentang betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” jelas Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Mayjen Suharyanto.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan, pelaksanaan kegiatan seperti pembagian masker, penyemprotan Disinfektan, pemasangan spanduk himbauan protokol kesehatan, operasi yustisi serta pemberian sembako adalah upaya yang harus terus di laksanakan dengan berkolaborasi antara TNI, Polri maupun Pemerintah daerah.

“Mempersiapkan tiga titik penyekatan di wilayah zona merah di Kabupaten Bangkalan. Baik secara stationer maupun mobile di perbatasan wilayah guna mengurangi mobilitas masyarakat,” jelas kapolda jatim.

“Operasi yustisi harus terus di tingkatkan sampai masyarakat memiliki kesadaran diri bahwa pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19,” pungkasnya. (tim)

Apresiasi Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

SURABAYA – Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di pos penyekatan Suramadu.

Apresiasi tersebut berupa karangan bunga yang di pasang tepat didepan pos Polisi Suramadu, atau pos penyekatan sisi Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengucapkan terimakasih atas dukungannya dari masyarakat yang disampaikan melalui karangan bunga, yang di pasang di pos penyekatan.

“Kami sangat berterimakasih kepada para tokoh Agama, tokoh Masyarakat, dan tokoh Pemuda, yang telah mendukung kami dalam rangka meminimalisir penyebaran covid-19 di Jawa Timur, khususnya di Bangkalan,” ucapnya pada Selasa (15/6/2021).

Lebih lanjut Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan, dukungan yang disampaikan oleh masyarakat melalui karangan bunga ini dapat menjadi spirit dan suport tersendiri bagi petugas yang sedang berjuang melawan covid-19.

“Ini dapat mejadi spirit dan suport tersendiri bagi petugas yang berjuang melawan covid-19 di perbatasan Suramadu,” jelasnya Kabid Humas Polda Jatim saat melakukan kunjung kerja di Bangkalan.

“Apa yang kita lakukan ini semua hanya untuk keselamatan masyarakat. Kolaborasi antara Forkopimda Jatim dengan Forkopimda Kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan juga sangat baik, sehingga apa yang kita lakukan dapat membuahkan hasil. Jawa Timur bebas dari covid-19,” pungkas mantan Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya. (tim)

Pohon Tumbang di Jalan Kedungjajang, Arus Kendaraan Tersendat

LUMAJANG – Pohon beringin tumbang di jalan raya Kedungjajang pasca hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Lumajang pada Selasa (15/6/2021). Akibatnya, arus kendaraaan dari arah Probolinggo – Lumajang tersendat.

Madi, warga setempat mengatakan pohon beringin berusia puluhan tahun itu tumbang sekitar pukul 15.00 WIB, saat itu sedang hujan deras yang disertai angin kencang.

“Hujan deras disertai angin sangat kencang saat pohon beringin itu roboh. Untung pas jalan lagi sepi,” kata Madi kepada Gempurnews.com

Kasatlantas AKP Bayu Halim Nugroho, S.H., S.I.K. melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, Satlantas Polres Lumajang mendapatkan informasi dari masyarakat adanya kejadian pohon tumbang di Jalan raya Kedungjajang.

“Pohon yang tumbang ini pohon beringin, menutup dua arah baik arah Probolinggo maupun Lumajang.” kata Ipda Andrias Shinta

Ia menambahkan bahwa personel melakukan evakuasi pohon tumbang tersebut menggunakan alat gergaji mesin dengan dibantu warga masyarakat sekitar, sementara personel Satlantas melakukan rekayasa dengan mengalihkan kendaraan yang melintas khususnya kendaraan-kendaraan besar melalui jalur lintas timur atau jalan baru untuk mengurangi kemacetan.

“Pada pukul 17.30 alhamdulillah pohon tumbang tersebut bisa dievakuasi bekerja sama dengan personel Polsek, Koramil dan BPBD, dan saat ini jalur sudah bisa dilewati.” kata Paursubbag Humas

Untuk kerugian yang diakibatkan dari pohon tumbang ini yaitu kabel PLN yang putus dan ada warung milik warga yang rusak, namun tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil.

“Kami himbau kepada seluruh warga masyarakat agar berhati hati dan waspada jika berteduh atau melintas di bawah pohon beringin, mengingat pohon yang sudah tua dan lapuk dan di hawatirkan sewaktu waktu bisa roboh,” pungkasnya. (fau/tim)

Gandeng BUMN, Pelaku UMKM Gelar Pameran dengan Transaksi Cashless

SURABAYA – Berbagai inovasi serta kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dalam menggerakkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus dikembangkan. Salah satunya adalah inovasi yang dilakukan oleh Kecamatan Genteng. Dalam 10 hari ke depan, UMKM binaan Kecamatan Genteng tersebut, berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bank Mandiri dengan menggelar pameran.

Pameran yang berlangsung di hall Bank Mandiri, Jalan Genteng Kali Surabaya itu, diikuti oleh sekitar 50 UMKM yang terdiri dari lima kelurahan dengan total 60 jenis produk.

Camat Genteng Surabaya, Linda Novanti menyebut, konsep kerjasama semacam ini bermula dari keinginannya dalam membangkitkan ekonomi kota. Khususnya bagi pelaku UMKM di masa pandemi Covid-19, sesuai dengan arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

“UMKM ini mulai hidup kembali sekitar bulan Maret 2021. Kami belajar jatuh bangunnya memilih menu, kemasan, harga maupun lokasi yang kami gunakan untuk mempromosikan produk. Sasarannya di berbagai perusahaan,” kata Linda sapaan lekatnya, di sela-sela pameran, Selasa (14/6/2021).

Dia menjelaskan, dari situlah berbagai peluang muncul termasuk kerjasama dengan Bank Mandiri. Selain itu, meskipun meja yang disiapkan tidak banyak, namun produk yang dijual dapat mewakili 50 UMKM dari 60 jenis produk. Diantaranya produk kuliner, handy craft dan fashion. Setiap harinya selama 10 hari itu, UMKM yang datang berbeda-beda dengan produk yang berbeda pula.

“Jadi misalnya hari ini produk dari 10 UMKM, besoknya produk yang berbeda dari UMKM yang berbeda pula tentunya. Dengan begitu semua akan merasakan dampaknya,” jelas dia.

Tidak hanya itu, Mantan Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) ini memastikan, pelaksanaan pameran ini tidak hanya berorientasi pada penjualan saja. Namun juga di titik beratkan pada pengenalan produk-produk UMKM binaan Pemkot Surabaya Bagi dia, ini menjadi penting dilakukan, apabila seluruh produk UMKM telah menyasar di berbagai perusahaan maka tanpa disadari penjualan akan mengalir baik secara online maupun offline.

“Saya selalu katakana yang paling penting adalah konsisten. Kita terus maju, semangat tidak boleh surut dan berjuang bersama-sama,” ungkapnya.

Menariknya, dari kerjasama dengan Bank Mandiri, transaksi yang digunakan pun menggunakan cashless (tanpa uang tunai). Caranya menggunakan uang elektronik dengan melakukan scan barcode QRIS yang telah disiapkan oleh Bank Mandiri. “Sekaligus sebagai bentuk komitmen kami dengan Bank Mandiri untuk mendukung pembayaran non tunai,” urainya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Mandiri Surabaya Gentengkali Herman Toni mengatakan, kerjasama ini lebih kepada kepedulian Bank Mandiri kepada para UMKM. Khususnya yang memiliki usaha di wilayah satu kecamatan dengan cabang Bank Mandiri. Dia menyebut, saat ini yang paling dibutuhkan pelaku UMKM adalah pembeli. Makanya, ia pun mewajibkan pembeli melakukan transaksi secara online agar semakin memperluas jangkauan.

“Semua customer membayar melalui scan barcode QRIS dengan ponsel masing-masing. Tanpa menyentuh alat lain dan real time. Tentunya ini mendukung program pemerintah dalam pemutus rantai Covid-19,” kata Herman.

Selain itu, Herman Toni memaparkan, barcode QRIS ini dapat juga digunakan untuk transaksi yang dibeli secara delivery. Mekanismenya, pembeli akan dikirimi barcode melalui aplikasi Whatsapp untuk bertransaksi. Setelah terbayar akan ada pemberitahuan masuk ke penjual. “Sehingga dagangan bisa dikirim aman karena sudah terbayar dan tidak kontak fisik seperti perpindahan uang tunai,” paparnya.

Dia berharap setelah kerjasama ini, pelaku UMKM dapat merasakan keuntungan berjualan secara digital. Termasuk menagih pembayaran maupun pembukuan sederhana. “Dari situ ke depannya apabila membutuhkan penguatan modal, secara history transaksi sudah tercatat sehingga lebih mempermudah,” urainya.

Di samping itu, pelaku UMKM Bandeng Coorporation bernama Lilis mengaku, bersyukur atas kesempatan yang diperolehnya. (shl/tim)

Positivity Rate Covid-19 di Surabaya Naik, Pemkot Gerak Cepat Masifkan Kembali Tes Swab Massal

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa angka Positivity Rate Covid-19 di Kota Surabaya naik menjadi 9 persen di tingkatan kota. Padahal, sebelumnya terutama sebelum lebaran, angka Positivity Rate Covid-19 di Kota Surabaya masih di kisaran 5 persen atau dalam posisi aman.

“Nah, ketika ada kenaikan dari 5 persen ke 9 persen secara total Surabaya, maka berarti ini alarm dan warning buat kita. Sedikit kita lengah, cepat ini berangkatnya (kasus Covid-19), berarti kita harus hati-hati, saya harus warning betul kita harus tetap menjaga protokol kesehatan,” tegas Wali Kota Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (14/6/2021).

Karena positivity rate naik, maka Pemkot Surabaya pun tanggap dan gerak cepat untuk terus mengantisipasinya. Salah satunya dengan memasifkan kembali tes swab massal. Bahkan, Wali Kota Eri mengaku sudah sepakat dengan Satgas Covid-19 di Surabaya mulai dari Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak dan Danrem untuk memasifkan kembali tes swab massal ini.

“Makanya, nanti tidak hanya di pasar-pasar saja, mal-mal yang juga ada kerumunan, kita akan lakukan tes juga. Bahkan, semua tempat yang ada kerumunannya, termasuk di warung-warung kita akan tes. Dengan begitu, harapan kami warga bisa semakin taat prokes, sehingga Covid-19 di Surabaya bisa ditekan,” tegasnya.

Pernyataan Wali Kota Eri ini terbukti sudah dilakukan. Sejak beberapa waktu lalu, Pemkot Surabaya terus melakukan swab hunter di berbagai tempat, baik di pasar-pasar maupun pusat kerumunan warga. Bahkan, hari ini Satgas Covid-19 Surabaya melakukan tes swab di Pasar Atom. Di pasar ini, Satgas Covid-19 melakukan tes di parkir lantai 5 dan juga di food court. Karyawan toko dan pemilik toko serta para pengunjung pun tak luput dari tes dadakan itu.

“Jadi, swab hunter, swab massal, baik di mall, di pasar maupun tempat kerumunan dan di daerah Suramadu, terus berbarengan semuanya. Hal ini penting dilakukan untuk menekan Covid-19 di Surabaya,” kata dia.

Di samping itu, Wali Kota Eri juga menyinggung penerapan jam malam di Surabaya. Menurutnya, berdasarkan keputusan bersama dengan Kapolres dan Danrem, PPKM Mikro dan juga jam malam harus tetap dijalankan.

“Ketika Pak Kapolres dan Bu Kapolres serta Danrem memberikan arahan tidak boleh (aktivitas jam malam), ya kami di pemkot juga mengatakan tidak boleh, karena kita tetap satu suara. Kami menjadi satu bagian yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia juga meminta tolong dan mengingatkan kepada warga Surabaya untuk terus menjaga protokol kesehatan. Bahkan, ia juga meminta untuk tidak meremehkan Covid-19 ini meskipun sudah selesai divaksin.

“Saya nyuwun tulung kepada warga, ayo kita jaga bareng-bareng kota kita ini, selalu dijaga protokol kesehatannya. Saya juga minta tolong kepada teman-teman (media) untuk selalu mengingatkan dan menginformasikan supaya warga selalu menjaga prokes,” pungkasnya. (shl/tim)

Sebaran Covid-19 di Jawa Timur Melonjak, Pemerintah Pusat Minta PPKM Mikro Dimaksimalkan

BLITAR – Bupati Blitar Rini Syarifah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blitar, Sekretaris Daerah, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti rapat koordinasi secara virtual dengan pemerintah pusat membahas tentang evaluasi penanganan Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di daerah. Bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Senin (14/06/2021) malam.

Mak Rini meminta kepada seluruh lapisan masyarakat agar bersatu mengatasi wabah virus corona. Sebab, apabila semua ikut andil menanggulangi penyebarannya maka upaya pemutusan Covid-19 dapat berjalan optimal sesuai harapan.

“Memang untuk saat ini sebaran Covid-19 di Jawa Timur melonjak, sehingga pemerintah pusat meminta setiap Kepala Daerah untuk memaksimalkan penerapan PPKM mikro bersama Forkopimda,”katanya.

Mak Rini menegaskan untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Mak Rini mengajak masyarakat untuk mensukseskan program vaksinasi dengan datang ke pusat kesehatan seperti Puskesmas maupun rumah sakit daerah.

Kasat Reskrim Baru AKP Adhi Putranto Siap Berantas Premanisme

PASURUAN – Pucuk pimpinan Satreskrim Polres Pasuruan resmi berganti, Selasa (15/6). Jabatan tersebut kali ini diemban oleh AKP Adhi Putranto Utomo yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Pamekasan.

Dia menggantikan posisi AKP Adrian Wimbarda. Adrian mendapatkan jabatan promosi sebagai Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo.

Sertijab dilakukan di Mako Polres Pasuruan, dengan dipimpin langsung oleh Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.IK.

Kepada pejabat yang baru AKBP Rofiq berpesan agar segera melakukan penyesuaian. “Segera lakukan pemetaan. Pelajari karakteristik kriminalitas yang ada di wilayah hukum Polres Pasuruan,” pesannya.

Selain itu kapolres juga mengingatkan tentang masih merebaknya wabah Covid-19 saat ini. Sehingga diperlukan langkah yang cepat serta tepat untuk meminimalisir penularan.

Terpisah AKP Adhi Putranto menyatakan siap menyelesaikan tugas yang jadi atensi pimpinan. Hal itu seperti memberantas tiga cepu. Yakni, pencurian kendaraan bermotor, jambret dan juga begal.

Selain itu Adhi juga menegaskan ingin memberantas premanisme yang ada di Kabupaten Pasuruan. “Karena ini sudah jadi program Kapolri. Baik yang berupa pungli maupun menggunakan kekerasan,” imbuh dia. (qomar)

Menkopolhukam Dialog Bersama Forkopimda Jatim, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat di Kabupaten Bangkalan

BANGKALAN – Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Selasa (15/6/2021) siang, mendampingi Prof. Dr. Mohammad Mahfud, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI. Melaksanakan dialog bersama Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Gedung Rato Ebuh, Kabupaten Bangkalan, Madura. Terkait antisipasi dan penanganan Covid-19.

Dalam giat tersebut turut hadir, Danrem 084 Bhaskara Jaya, Asops Kodam V/Brawijaya, Aster Kodam V/Brawijaya, Danpomdam V/Brawijaya, Dirintelkam Polda Jatim, Dirlantas Polda Jatim, Dirpolairud Polda Jatim, Dandim 0829/Bangkalan, Kapolres Bangkalan, Bupati Bangkalan, Ketua umum MUI serta Seluruh Toga dan Tomas Kabupaten Bangkalan.

Sebelum Menko Polhukam RI melakukan dialog, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, menjelaskan terkait lonjakan kasus Covid-19 yang menjadi perhatian serius baik dari provinsi maupun pemerintah pusat.

“Hal ini tidak terlepas dari kenaikan kasus positif serta tingginya angka kematian. Pemerintah kabupaten Bangkalan tidak dapat bekerja sendiri guna memutus rantai penyebaran Covid-19, perlu adanya dukungan dan kepatuhan serta disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ada dari seluruh elemen masyarakat,” jelas Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron, Selasa (15/6/2021).

Sementara itu saat memberikan sambutan dan arahan, Menko Polhukam RI Prof. Dr. Mohammad Mahfud, menjelaskan, Perkembangan Penyebaran virus Covid-19 di dunia sangat pesat, Upaya antisipasi dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan harus terus di laksanakan, berkaca kepada negara-negara yang mengalami lonjakan kenaikan kasus aktif positif covid 19.

“Pemerintah mengajak para Tokoh Agama maupun Tokoh Masyarakat untuk bersama-sama memerangi virus Covid-19 khususnya di Kabupaten Bangkalan. Patuhi Protokol Kesehatan dengan menerapkan 5M dalam kegiatan sehari-hari,” kata Menko Polhukam, saat memberikan arahan di Gedung Rato Ebuh Kabupaten Bangkalan, Madura.

Usai memberikan sambutan dan arahan dari menko polhukam RI. Kegiatan di lanjutkan Sarasehan lara narasumber dengan penyampaian beberapa hal.

Prof. Dr. Abdurahman menyebutkan, disiplin dalam menerapkan 5M adalah upaya paling baik guna mengurangi tertularnya penyakit Covid-19, kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan harus terus di tingkatkan.

Sementara itu KH. Miftahul Akhyar, menyebutkan, penumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat terkait bahaya penyakit Covid-19, khususnya masyarakat kabupaten bangkalan sangatlah sulit. Pemerintah Provinsi Jatim tidak dapat bekerja sendiri. Para alim ulama dan tokoh masyarakat kabupaten bangkalan bersama-sama siap membantu pemerintahan dalan memerangi virus Covid-19.

Selain itu, KH. Imam Buchori Rohim, Peran kyai maupun alim ulama dalam penanganan Covid-19 di kabupaten bangkalan sangat penting dalam memberikan himbauan serta mensosialisasikan terkait disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, di mulai dari santri pondok dan kemudian dapat di sampaikan ke masyarakat kabupaten Bangkalan.

Kepada seluruh elemen untuk bersinergi saling bahu membahu dalam menyelesaikan permasalahan bersama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi antara alim ulama dengan para Narasumber terkait antisipasi dan penanganan Covid-19. di Kabupaten Bangkalan, kemudian mendapat respon dari pemerintah Provinsi Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, kordinasi akan terus di lakukan antara Pemprov Jatim dengan Pemkab Bangkalan guna mengantisipasi menyebarnya.

“Penularan virus Covid-19 baik di Kabupaten Bangkalan maupun kota penyangga. BOR Rumah Sakit terus di lakukan penambahan guna menampung masyarakat yang terpapar virus Covid-19,” tutup gubernur. (tim)

DPR Sebut Kampung Tangguh Narkoba Ide Cerdas Kapolri Sebagai Pertahanan Peredaran Gelap Narkoba

JAKARTA—Kalangan DPR merespon positif pembentukan Kampung Tangguh Narkoba yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait maraknya peredaran narkoba di Indonesia.

Anggota Komisi III DPR Supriansa menilai, pembentukan Kampung Tangguh Narkoba merupakan ide cerdas Kapolri sebagai benteng pertahanan untuk menjaga masyarakat dari bahaya narkoba.

“Kami dari Farksi Golkar sangat mengapresiasi ide cerdas Bapak Kapolri untuk membuat pertahanan yang kuat guna mencegah peredaran gelap narkoba di tengah-tengah masyarakat yang diberi nama Kampung Tangguh Narkoba,” kata Supriansa kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Menurutnya, narkoba memang sudah sangat merusak dan mengkawatirkan, karena menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat terutama generasi penerus bangsa. Bahkan, pemerintah secara nyata telah menyatakan perang terhadap narkoba. “Itu artinya seluruh kekuatan bangsa harus kita keluarkan untuk melawan peredaran gelap narkoba,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi III DPR lainnya Santoso. Politikus Partai Demokrat ini setuju dengan pembentukan Kampung Tangguh Narkoba sebagai langkah nyata pihak kepolisian berperang melawan narkoba.

“Sangat setuju, narkoba musuh bangsa, jangan hanya slogan saja tapi harus dibuktikan dengan aksi yang nyata salah satunya pembentukan Kampung Tangguh Narkoba di seluruh Indonesia,” ujar Santoso.

Saat ini, kata dia, peredaran narkoba semakin mengkhawatirkan bahkan kronis. Hampir di semua daerah sudah dimasuki oleh narkoba. “Bukan hanya di kota besar saja, narkoba sudah masuk ke kampung-kampung. Karena itu pemberantasan harus masif dan sinergis antara penegak hukum dan masyarakat,” ungkapnya.

Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengintruksikan kepada seluruh kapolda untuk membentuk Kampung Tangguh Narkoba diwilayah masing-masing.

Kampung ini bisa dibentuk pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta stakeholder terkait. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini peredaran narkoba di area tempat tinggal. Dengam begitu sistem pencegahan bisa dimaksimalkan.

“Terhadap peredaran yang ada segera bisa diinformasikan sehingga kemudian kita bisa tangkap, dengan harapan memiliki daya cegah dan daya tangkal,” kata Sigit usai mereles pengungkapan kasus sabu 1,1 ton di Polda Metro Jaya, Senin (14/6/2021).(Tim)

Forkopimda Jatim Gelar Anev Kasus Covid-19 Khusus Bangkalan

BANGKALAN –Forkopimda Jawa Timur, Gelar rapat koordinasi penanganan covid-19 di Jatim, khususnya di Kabupaten Bangkalan. Guna menekan laju penyebaran kasus covid-19, yang terindikasi ada virus varian baru B1617 asal India, telah tersebar secara lokal.

Dipimpin oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono. Gelar rapat koordinasi penanganan covid-19 khususnya Kabupaten Bangkalan, pada Senin malam (14/6/2021), di Makodam V/Brawijaya.

Pelaksanaan rapat koordinasi anev covid-19 Kabupaten Bangkalan ini juga dihadiri oleh Kasdam V/Brawijaya, Danrem 084 Bhaskara Jaya, PJU Kodam V/Brawijaya, PJU Polda Jatim, Kapolrestabes Surabaya, Kadinkes Provinsi Jatim, Ka Kesbang Pol Provinsi Jatim, Plt Kalaksa BPBD Jatim, Kepala satgas covid-19 Jatim, Dandim 0829/Bangkalan, Kapolres Tanjung Perak, Kapolres Bangkalan dan Bupati Bangkalan.

Dalam rapat koordinasi ini, Pangdam V/Brawijaya mengatakan ada penambahan kasus baru Covid-19 di kabupaten Bangkalan, berjumlah 65 orang dengan kasus aktif 539 orang yang terpusat di 3 Kecamatan, yakni Arosbaya, Bangkalan dan Klampis.

“Laksanakan penyekatan di perbatasan Bangkalan dan Surabaya dengan melaksanakan swab antigen terhadap seluruh masyarakat dari Madura, hal tersebut untuk meminimalisir penyebaran covid-19 di wilayah Jawa Timur,” kata Mayjend TNI Suharyanto menambahkan.

Sementara itu, Kapolda Jatim menegaskan, dalam menangani kasus lonjakan covid-19 di Bangkalan meliputi pelaksanaan 3T dan 5M di zona merah, penutupan tempat makan dan tempat ibadah di zona merah, dan perketat pelaksanaan operasi yustisi.

“Terus laksanakan pembagian masker dan bansos kepada masyarakat, serta melaksanakan penggalangan terhadap tokoh agama dan masyarakat, untuk menghimbau mematuhi protokol kesehatan, guna percepatan memutus mata rantai Covid-19,” tegasnya

Tak hanya itu, Irjen Pol Nico Afinta juga menyampaikan, untuk melaksanakan apel pagi di posko penanganan covid-19 di Bangkalan, guna melakukan monitoring, evaluasi serta berdiskusi terkait perkembangan situasi terkini di wilayah masing-masing.

“Publikasikan kepada masyarakat, setiap langkah-langkah yang telah dilakukan oleh satgas covid-19 dalam menanggulangi lonjakan kasus di Kabupaten Bangkalan, dan melakukan pengetatan penyekatan di kabupaten Bangkalan, apabila dalam beberapa hari kedepan angka penambahan covid-19 di Bangkalan masih tinggi, untuk mencegah penyebaran di daerah lainnya di Jatim,” tambahnya Kapolda Jatim.

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan covid-19 Jatim, Dr. Joni Wahyuhadi memaparkan. Dari hasil pemeriksaan sampel pada 6 Juni, ditemukan virus varian baru B1617 asal India di Bangkalan, terkonfirmasi bahwa terdapat warga Bangkalan non Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terjangkit varian baru asal india.

“Sehingga varian baru asal India ini sudah tersebar secara lokal,” paparnya.

Saat ini di kabupaten Bangkalan diberlakukan tanda berupa stiker warna merah di depan rumah warga, untuk menandakan bahwa rumah tersebut digunakan isolasi mandiri pasien covid-19.

Kendati demikian, tingkat kesadaran masyarakat khususnya di kabupaten Bangkalan sudah mulai meningkat dalam menerapkan protokol kesehatan, serta meningkatnya jumlah masyarakat yang mau di lakukan Swab.

Hal itu terbukti dari data Dinas Kesehatan kabupaten Bangkalan, di RSU Bangkalan jumlah Tempat Tidur (TT) yang tersedia ada 184 TT. Sebanyak 171 TT,
RSUD untuk isolasi terisi 134 TT. Sementara BOR ICU 13 TT terisi 5 TT.

Balai diklat untuk menampung pasien positif tersedia 74 TT. Ada 10 pasien, 50 proses
evakuasi dengan total 60 pasien.
Untuk BLK menampung PMI yang meneruskan isolasi 5 hari. Serta Tersedia 50 TT,
berisi 17 penghuni sedang menunggu hasil PCR.
Testing dan tracing dilakukan di beberap titik. Hari ini 13 titik dan 489 orang diswab. Kemungkinan akan terjadi kepadatan.(John)