Home Blog Page 1806

Bom Bunuh Diri di Katedral, Kapolri: Masyarakat Tidak Usah Panik, Kami Sedang Dalami Pelakunya

Kapolri Minta Masyarakat Tak Panik Pasca-Bom Bunuh Diri di Katedral

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik pasca-terjadinya aksi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sigit menegaskan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendalami pelaku dari aksi teror tersebut. Korps Bhayangkara menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) usai aksi tersebut.

“Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya,” kata Sigit saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (28/3/2021).

Sigit menyebut, pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sejauh ini akan terus melakukan penindakan terhadap para kelompok teroris. Hal itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus para jaringan-jaringan tersebut.

Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir. Mengingat, negara hadir dan tidak akan kalah dengan aksi ataupun serangan teror apapun.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut, Kapolri juga langsung memerintahkan Kadensus 88 untuk ke Makassar untuk melakukan pendalaman terhadap aksi tersebut.

“Kemudian berkaitan ini kegiatan teorisme atau bukan tentunya perintah pak Kapolri siang ini Kadensus berangkat ke Makassar dan tentunya di Makassar sudah ada Korwil Densus dibantu serse Polda dan Polrestabes untuk olah TKP. Kami sudah gelar police line disana dan kami juga sudah menyisir benda apa saja sekecil apapun kami olah TKP,” ujar Argo.

Disisi lain, Argo memastikan bawah, aparat kepolisian menjamin keamanan dari keberlangsungan momentum peringatan Wafat Isa Almasih 2 April 2021 dan perayaan Paskah 4 April 2021 mendatang.

Argo menyebut, Asops Kapolri nantinya akan memberikan petunjuk ke seluruh wilayah terkait melakukan penjagaan dengan melakukan operasi rutin jajaran kepolisian di gereja-gereja.

“Tentunya ada operasi rutin kami tingkatkan dari Asops Kapolri berikan petinjuk ke wilayah terutama berkaitan kegiatan kematian tuhan dan kegiatan paskah ini bagian pengamanan yang kami lakukan, kami serentak kerjakan sama-sama kami ajak seluruh elemen masyarakat ikut amankan memelihara Kamtibmas,” ucap Argo.

“Masyarakat tetap tenang serahkan ke kepolisian untuk lidik, penyidikan dan identifikasi terkait kasus ini,” kata Argo melanjutkan.

Peristiwa diduga bom bunuh diri terjadi di Jalan Kartini, Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Diduga pelaku berjumlah dua menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Mereka diduga langsung meninggal dunia setelah melancarkan aksinya. Saat ini, polisi masih terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

Yayasan Riyatlul Maimunah Assarqowi, Adakan Haflatul Imtihan

PROBOLINGGO- Di minggu yang penuh rahmat ini di Desa Purut Kecanatan Lumbang Kabupaten Probolinggo diadakan hari ulang tahun di pondok pesantren Yayasan Riyadlul Mainunah Assarqowi dengan penuh hitmah,(28/3/2021).

Aksan, selaku pengasuh pondok pesantren Yayasan Riyatlul Maimunah Assarqowi, jika menyampaikan acara tersebut rutin digelar setiap tahun dan kegiatan yang diadakan sekarang masuk tahun ke- 5.

Hal itu dimulai sejak tahun 2017 sampai saat ini, diharapkan kedepannya bisa dilaksanakannya lebih meriah dari sebelum-sebelumnya.

” Untuk tahun tahun kedepan saya harapkan dilaksanakan lebih meriah dan ramai”, Ucap Aksan.

Dalam acara yang dihadiri oleh wali santri dan tokoh agama di daerah, untuk malamnya diadakan beberapa acara yang akan di laksanakan yaitu pembagian souvenir bagi santri-santri yang berbakat kemudian dilanjudkan dengan pengajian umum yang akan di hadiri oleh K.H. Abunawas dari Sidoarjo.

Aksan sendiri disamping pondok pengasuh juga sebagai anggota DPRD Probolinggo dari Fraksi PKB.

Dalam acaran tersebut panitia tetap mengikuti protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker .(bam)

Suasana Akrab, Hiasi Silaturahmi Dan Temu Kangen Alumnus 1983 MTsN Purwoasri

KEDIRI — Guratan wajah, sebagai tanda bertambahnya usia terpancar di setiap wajah peserta Reuni, ayu, gantheng dan sifat asli masa sekolah masih tergambar diantara mereka, sudah tigapuluh tahun mereka berpisah, yang sebelumnya selam tiga tahun mereka selalu berkumpul.

Senda gurau menghiasi pertemuan para alumnus MTsN Purwoasri 1983 tersebut, sehingga suasana tercipta seperti masa sekolah.

Kenangan yang sulit dilupakan dan selalu membekas dalam dada mereka, mengenang saat masa di sekolah.

Itu gambaran dari acara reuni Akbar alumni MTsN Purwoasri tahun 1983 yang dilaksanakan hari ini, Minggu, 28 Maret 2021 di cafe Gronjong Wariti yang cukup luas dan asri.

Sekitar 60 peserta yang hadir, membuat suasana hidup penuh canda tawa.

Dalam acara tersebut bukan hanya untuk melepas kangen dan silaturahmi, akan tetapi diisi dengan beberapa siraman rohani yang disampaikan oleh Kyai Kharisudin Aqib yang juga alumni di sekolah tersebut.

Acara yang dibuka oleh ketua panitia, Idrus Mawardi tersebut diawali dengan sambutan dan kirim doa untuk Mbah Yai Badrus Sholeh Arif dan para guru yang sudah meninggal.

Idrus Mawardi mengingatkan kepada peserta Reuni untuk selalu dekat dengan Alloh SWT, dan mengucap syukur semua teman teman dalam kondisi sehat.

Diungkapkan juga jika kesuksesan duniawi hanyalah baju, yang akan segera luntur dan musnah, akan tetapi ilmu dan taqwa merupakan modal yang utama untuk menghadap sang Khaliq.

Di agenda utama, yakni Mauidhoh, yang disampaikan ileh Kyai Kharisudin Aqib, banyak membahas tentang kehidupan masa tua dan persiapan menghadapi akhir dari kehidupan.

Diingatkan pula kepada peserta Reuni, untuk tetap mempertahankan tradisi, yakni memperkenalkan anak anak sehingga saling mengenal dan sebagai penyambung tali silaturahmi.

Hal itu, kata Kyai Kharis, untuk menghindari rasa egoisme yang menyebabkan terputusnya silaturahmi.

” Silaturahmi seperti ini tidak boleh terputus, bahkan harus dilanjutkan oleh anak anak kita, sehingga rasa persaudaraan dapat terus terjalin”, tutur Kyai Kharisudin Aqib.

Acara diakhiri dengan ramah-tamah yang dipandu oleh Ibu Nyai Lailatun Nisfah yang sekaligus selaku promotor dan penyemangat peserta Reuni.

Dalam kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan , yakni dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. ( Maksum)

Kapolda Kawal Kepulangan Ribuan Kader HMI dari Pelabuhan Tanjung Perak

SURABAYA – Usai menggelar Kongres HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) XXXI, di gedung Islamic Centre, Jalan Dukuh Kupang, Kota Surabaya, yang dilaksanakan mulai tanggal 17 Maret dan berakhir pada tanggal 25 Maret 2021.

Ribuan kader Himpunan Mahasiswa Islam, hari ini, Sabtu (27/3/2021) malam, sekira pukul 19.00 WIB. Mereka bertolak menuju ke Makassar, dengan menggunakan angkutan laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dengan menumpang kapal Doro Londo, ribuan kader HMI menuju ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepulangan ribuan kader HMI ini, juga diantar dan dikawal langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr. Nico Afinta, yang didampingi oleh pejabat utama (PJU) Polda Jatim.

Sebelum pulang, mereka diajak makan bersama oleh kapolda jatim. Selain itu, mereka juga menyempatkan foto bersama dengan kapolda jatim

Selain itu, ribuan kader HMI yang akan memasuki kapal, mereka juga diberi bekal makan dan minum. Untuk bekal mereka selama berada di atas kapal.

Irfan selaku koordinator Sulawesi Selatan dan Barat menyatakan, bahwa dirinya bersama dengan mahasiswa yang lain mengucapkan banyak terima kasih kepada Gubernur Jatim, Pangko Armada II, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Danlanud Juanda TNI AL dan Danlanud Muljono TNI AU. Terima kasih atas sambutannya yang sangat baik dan fasilitas yang diberikan selama berada di Surabaya.

“Saya dan teman-teman yang lain mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Jawa Timur, Pangko Armada II, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Danlanud Juanda TNI AL dan Danlanud Muljono TNI AU atas sambutannya selama berada di surabaya,” ucap Irfan, koordinator Sulawesi Selatan dan Barat, saat berada di pelabuhan, Sabtu (27/3/2021) malam.

Selama kami disini, kami mewakili teman-teman yang lain memohon maaf apabila ada tindakan, maupun prilaku kami yang kurang baik selama berada di surabaya. Bahwa hadirnya kami disini tidak ada maksud dan niat buruk. Melainkan hanya ingin mensukseskan kongres HMI XXXI.

“Kami memohon maaf jika ada salah dan prilaku selama kami berada di surabaya,” pungkasnya. (tim)

Sambut Hari Jadi Kediri, Pemdes Sidowarek Adakan khotmil Qur’an

KEDIRI — Dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Kediri yang ke – 1217, Pemerintah Desa Sidowarek Kecamatan Plemahan, menggelar acara Khotmil Qur’an, yang dipusatkan di kantor desa, (26/3/2021).

Koirul Anam, Kepala Desa Sidowarek, ikut terjun langsung dalam acara itu, yang juga melibatkan semua lapisan masyarakat, termasuk disetiap Pos juga diadakan secara serentak dalam waktunya yang sama.

Dalam kegiatan ini, semua pejabat pemerintah di minta partisipasinya dalam mengenang para leluhur yang berjasa buat kabupaten Kediri.

Momen yang tepat pas hari jadi kabupaten Kediri yang ke – 1217 juga mnjelang bulan Ramadhan untuk menggelar acara serentak Khotmil Qur’an di desanya, diharapkan semua warga mengetahui umur kabupaten Kediri, dalam rangka untuk kepentingan umum adalah prioritas yg harus didahulukan , ungkap Kades Sidowarek.

Ditempat terpisah warga yang tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan kepada Gempurnews,
menyampaikan rasa bangganya mempunyai kepala desa Khoirul, karena sangat nasionalis, religius, dan kemajuan ke agamaan di desanya berkembang dengan baik dan toleransi yang tinggi, termasuk kepemimpinan telah mewujudkan balai desa menjadi sangat megah sekali.

Kepala desa Sidowarek menegaskan kepada Wartawan Gempunews, Untuk kedepannya ingin membangun desa secara terbuka, transparan dan apadanya bersama mayarakat, terutama dirinya ingin memajukan masalah keagamaan karena agama adalah pondasi dalam kehidupan.

“Didesa kami sangat terbuka, apalagi buat warga kami selalu saiyeg mmbangun desa secara bersama sama”, Ujarnya.(Iwan)

Tari Gambyong Seni Tari Tradisional Hingga Kini Masih Lestari

Tari Gambyong adalah salah satu seni tari tradisional yang sangat terkenal di Jawa Tengah. Jenis tarian ini tetap lestari hingga kini dan menjadi bagian dari seni masyarakat Jawa yang sangat beragam. Umumnya tari ini dipentaskan pada acara adat, serta pagelaran kebudayaan yang dihadiri masyarakat luas.

Gambyong dianggap sebagai tarian dengan ciri khas serta keunikan dibanding tarian daerah lainnya. Tari gambyong adalah salah satu jenis tarian Jawa klasik yang berasal dari daerah Surakarta. Menurut sejarahnya, tarian gambyong merupakan bentuk baru dari tari tayub yang sering digelar untuk menyambut tamu pada cara hajatan rakyat.

Gambyong awalnya adalah tarian tunggal, namun saat ini berkembang menjadi tarian yang dilakukan oleh 3 sampai 5 orang penari. Tarian ini menjadi kebanggaan masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah dan masih bertahan dipelajari hingga saat ini.

Minat masyarakat terhadap kesenian tari Jawa Tengah dapat dilihat dari didirikannya sanggar-sanggar tari yang melatih para penari pemula, mulai dari usia dini hingga dewasa yang ingin belajar menari gambyong.

Tarian gambyong merupakan kesenian tari asli yang berasal dari daerah Surakarta. Tari ini terus berkembang hingga ke daerah Jawa sekitarnya. Dahulu tari gambyong dibawakan saat raja menyambut para tamu serta sebagai tontonan upacara adat keraton.

Zaman yang terus berkembang menjadikan tarian ini dikenal masyarakat dan menjadi media hiburan. Hingga saat ini tari gambyong banyak dipentaskan di acara masyarakat, seperti pernikahan dan upacara keagamaan.

Terciptanya tari gambyong berasal dari tarian tayub yang lebih dulu ada. Tarian tayub umumnya digelar pada upacara panen atau saaat proses menanam padi. Penamaan nama gambyong berasal dari nama penari terkenal di masa lalu, yaitu Sri Gambyong. Penari ini terkenal akan keluwesan gerakan menari dan mempunyai suara yang merdu.

Raja Kasultanan Surakarta saat itu, yaitu Pakubuwono IV mendengar tentang Sri Gambyong, kemudian mengundangnya ke istana untuk membawakan tarian tayub. Tarian yang dilakukan oleh Sri Gambyong di lingkungan tersebut kemudian menginspirasi nama jenis tari baru, yaitu tari gambyong. **

Polsek Yosowilangun Amankan Pemuda Bawa Kunci T dan Sajam

LUMAJANG – Guna mencegah adanya gangguan Kamtibmas di Kecamatan Yosowilangun, Polsek Yosowilangun Polres Lumajang menggelar operasi penyakit masyarakat (Ops Pekat) semeru 2021

Pada operasi kali, dipimpin Kapolsek Yosowilangun AKP Hariyanto melakukan operasi di Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun.

Saat melaksanakan operasi pekat semeru berhasil mengamankan 1 orang pemuda kedapatan membawa senjata tajam dan kunci leter T.

Kapolsek Yosowilagun AKP Hariyanto melalui Paursubbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, petugas Polsek Yosowilagun bersama Koramil, dan Satpol PP melaksanakan patroli gabungan Sabtu (27/3/2021) sekitar pukul 21.45 WIB.

Saat melintas di belakang stadion Yosowilangun di Dusun Kebonsari, Desa Yosowilangun Kidul Kecamatan Yosowilangun, Kab. Lumajang tim gabungan mendapati pelaku bersama 6 orang temannya sedang minum minuman keras yang dioplos dengan himaviton.

“Petugas langsung melakukan penggeledahan salah satu orang ditemukan bawa sajam yang selipkan. Selain itu menemukan kunci T yang ditemukan di bagian saku celana belakang,” Ujar Shinta.

Selanjutnya pemuda berinisial AP (25) warga Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilagun langsung diamankan ke Polsek Yosowilangun.

“Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan petugas Polsek Yosowilangun,” Imbuh Ipda AndrIas Shinta.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno melalui Paur Subbag Humas Ipda AndrIas menyampaikan operasi penyakit masyarakat (Ops Pekat) dengan sasaran penegakan hukum yakni perjudian, minuman keras, senjata tajam, senjata api/bahan peledak ilegal, premanisme, prostitusi, narkotika/psikotropika dan bahan berbahaya lainnya.

“Operasi Pekat Semeru 2021 digelar sejak 22 Maret sampai dengan 2 April mendatang,” katanya.

Menurut Shinta, Operasi pekat semeru tersebut guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif hingga menjelang bulan Ramadhan 1442 H/2021 M.

“Harapnya masyarakat Lumajang bisa tenang melaksanakan ibadah puasa,” Pungkasnya. (Humas)

Pulihkan Ekonomi Sidoarjo, Dinkop dan Usaha Mikro Gelar Pameran UMKM

SIDOARJO – Bertempat di halaman parkir Suncity Sidoarjo Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menyelenggarakan pameran produk lokal ungulan dari berbagai pelaku usaha UMKM di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Diikuti 18 kecamatan di Sidoarjo, tiap kecamatan diwakili oleh pegiat usaha mikro.

Kendati melibatkan banyak orang, panitia penyelenggara tetap mengedepankan prokes dengan menerapkan 3M kepada pengunjung guna mengantisipasi penyebaran virus covid 19.

Pada gelaran tersebut, berbagai produk dipamerkan, mulai dari makanan dan minuman serta pakaian dan juga kain batik.

Kain batik merupakan produk ungulan dari salah satu stan bazar pameran itu.

Selain itu, yang tak kalah menarik adalah berbagai makanan juga dijajakan seperti snack cimick yang terbuat dari sari jagung asli.

Sedangkan pada produk minuman kesehatan ditonjolkan minuman yang terbuat dari bahan alami seperti kunyit asam yang terbuat dari 100% gula asli tanpa pemanis buatan.

“Sengaja kami gelar pameran bazar ini tiga hari mulai dari tanggal 26 hingga 29 Maret dengan tujuan memperkenalkan produk lokal yang siap bersaing di era modern,” ujar salah seorang panitia.

Dia juga mengimbuhkan, gelaran seperti ini tentunya untuk membangkitkan perekonomi Kabupaten Sidoarjo, yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid 19. (leh)

‘Pojok Berkah’ dan Patroli Srikandi Satlantas Wujudkan Kamseltibcarlantas di Lumajang

LUMAJANG – Satlantas Polres Lumajang Jawa Timur, menggelar giat sosial bertajuk Pojok Berkah dan Patroli Srikandi Satlantas, dalam rangka wujudkan Kamseltibcarlantas di Lumajang di masa Pandemi Covid -19, Jum’at (26/3/2021).

Kegiatan saat itu dimulai dengan membagikan paket nasi bungkus dan snack, kepada tukang becak dan masyarakat yang melintas di Jalan Panjaitan Kabupaten Lumajang.

Juga, kegiatan yang saat itu dipimpin Kanit Turjawali sambil memberikan himbauan, agar masyarakat tertib berlalu – lintas dan ikuti protokol kesehatan demi terwujudnya Kamseltibcarlantas di tengah mewabahnya Covid – 19.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Nugroho berkata, pihaknya tidak akan pernah bosan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat berkenaan dengan belum berakhirnya situasi pandemi.

Sesudahnya, usai membagikan snack dan nasi di Jalan Panjaitan, anggota Satlantas berpindah melakukan patroli rutin di hari Jumat, memberikan himbauan kamtibmas dan edukasi kepada masyarakat utamanya kaum laki-laku agar melaksanakan ibadah Sholat Jumat dengan mematuhi protokol kesehatan.

Ada sejumlah titik yang didatangi saat itu diantaranya Jalan Panjaitan, Jalan Suwandak, Jalan MT. Haryono, Jalan Basuki Rahmad, Jalan PB. Sudirman.

”Sementara untuk pamungkas kegiatan, sebagaimana kegiatan yang sudah dilakukan, Polwan Srikandi Satlantas Pres Lumajang, mengatur arus lalu lintas, membagikan masker dan mengedukasi terkait protokol kesehatan di seputaran Masjid Agung Anas Mahfud,” ucapnya melalu Paursubbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, Sabtu (27/3/2021).

Terancam Kehilangnan Hak Waris, Djuana Cs Tempuh Jalur Hukum

MALANG —
Merasa tidak pernah menanda tangani surat persetujuan untuk balik nama pemilik sertifikat, para ahli waris akan menempuh jalur hukum.

Djuana, warga Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang bersama seluruh ahli waris alm Surachman, berniat melaporkan masalah yang menimpanya ke Polres Malang.

Pasalnya Djuana bersama seluruh ahli waris lainnya merasa dirugikan oleh beberapa pihak, karena salah satu tanah waris milik keluarganya tidak dapat d daftarkan karena sudah terdaftar atas nama orang lain.

Djuana mengetahui bahwa salah satu tanah warisan keluarganya itu terancam hilang saat dirinya tidak bisa mengurus di desa.

Pihak Desa menyatakan tanah yang diajukan Djuana cs sudah diurus orang lain dengan mendapat persetujuan dari Djuana cs sebagai salah satu syarat sahnya peralihan kepemilikan tanah itu.

Sedangkan Djuana sendiri dan ahli waris lainnya mengaku tidak pernah menyetujui dan tidak pernah menandatangani surat yang dimaksud pihak desa itu.

Akhir-akhir ini diketahui bahwa yang membawa surat Akte Jual Beli yang dimaksud Djuana cs, dibawa oleh salah satu keponakan dari istri sambung (nikah lagi) alm Surachman, yang bernama Liana.

Djuana melalui suaminya, Jaenuri, mencoba mencari tahu kebenaran kabar yang diberikan oleh pihak Desa.

Menurut Jaenuri, kalau tanah yang dimaksud Djuana cs memang diurus dirinya berbarengan pada waktu dirinya mengurus surat sawah yang dijual untuk keperluan biaya pengobatan almarhum Partimah.

Sedangkan surat yang dimaksud, Liana mengatakan bahwa surat AJB masih di bawa salah satu perangkat desa yang bernama Sigit.

Mendengar pernyataan Liana, Djuana geram karena dirinya dan ahli waris lainnya merasa tidak pernah menandatangani surat yang dimaksud, tetapi kalau untuk surat sawah yang dimaksud untuk pengobatan, dirinya bersama ahli waris lainnya mengakuinya.

“Kalau untuk sawah yang dijual buat biaya berobat, kami (para ahli waris, red) memang menyetujui, tapi kalau untuk bidang tanah yang lain, kami tidak merasa menyetujuinya,” Jelas Djuana .

Kemudian Djuana cs mencoba menanyakan tentang kebenaran kata-kata Liana soal surat AJB yang katanya masih dibawa oleh Sigit.

Dalam penelusuran nya, Sigit mengakui bahwa saat pengurusan surat itu, dirinya memang membantu dan ikut mediasi terkait kebenaran alm Partimah yang ingin mengurus surat itu (saat Partimah masih hidup), namun Sigit mengelak jika dirinya dikatakan menyimpan surat yang dimaksud.

Sebagai pembuktian dirinya tidak menyimpan surat yang dimaksud, Sigit sempat meminta kejujuran Liana dengan membuatkan pernyataan posisi surat itu.

Terkait tanda tangan Djuana cs, Sigit tidak bisa berkomentar banyak karena yang meminta tanda tangan kepada Djuana cs adalah Abd Khamid yang saat itu masih menjadi perangkat desa.
“Saya memang ikut mediasi ketika menemui alm Partimah saat akan mengurus surat itu, tetapi kalau masalah tanda tangan itu (ahli waris) saya tidak tahu karena pak Khamid yang meminta kepada ahli waris.” Terang Sigit kepada awak media.

Di sisi lain, Jaenuri juga mencoba meminta keterangan kepada Abd Khamid yang pernah meminta tanda tangan Djuana cs untuk pengurusan tanah sawah. Kepada Jaenuri, Abd Khamid mengakui bahwa Djuana cs memang hanya melakukan tanda tangan sekali, yakni hanya untuk pengurusan sawah yang dijual guna pengobatan Partimah.

Namun keterangan berbeda di dapat ketika awak media mencoba meminta informasi tentang munculnya tanda tangan yang tidak diakui oleh Djuana cs. Kepada awak media yang ditemui dirumahnya, Abd Khamid mengakui bahwa Djuana cs memang melakukan tanda tangan sebanyak dua kali, satu tanda tangan untuk pengurusan sawah , dan satu lagi untuk pengurusan tanah yang sekarang sedang di urusi Djuana namun tidak bisa.
“Memang Djuana cs waktu itu menandatangani berkas untuk dua bidang, satu untuk sawah dan yang satu lagi untuk tanah darat/tegal itu.” Jelas Abd Khamid

Abd Khamid sendiri kepada awak media mengakui bahwa pengurusan tanah itu sendiri di kemudian hari akan menjadi masalah, namun dia tidak menjelaskan masalah seperti apa yang dimaksud.

Mendengar pernyataan Sigit dan Abd Khamid, Djuana cs merasa geram karena merasa dipermainkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebagai rasa kekesalannya, Djuana cs akan melakukan upaya hukum guna mendapat keadilan bagi dirinya dan seluruh keluarganya.
“Kalau cara kekeluargaan sudah tidak bisa dilakukan, maka kami akan mengambil langkah hukum.” Terang Djuana
“Saya yakin melalui jalur hukum, semua kebohongan akan terbongkar dan ketahuan siapa pelaku yang sudah merekayasa semua ini.” Sambung Djuana (Midi/bersambung)