Home Blog Page 1863

Kades Riza Beserta Pengurus PKK Dukung Pawon Urip Desa Buwek

LUMAJANG – Lomba Pawon Urip Se-Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang digelar pada Selasa (02/02/2021) diikuti juga oleh warga Desa Buwek.

Melihat antusiasme warga dalam lomba tersebut, Kepala Desa Buwek, Riza Alhilala bersama pengurus PKK, Elita Sasmi Dewi juga semangat dalam memberikan dukungannya.

Riza Alhilala pada awak media menerangkan, gerakan Pawon Urip merupakan rangkaian awal tanam sampai dengan panen, yang kemudian dibagikan ke warganya.

“Kami sangat bangga dengam semangat warga. Bagi kami selama ada Pawon Urip ini, warga semakin rajin dan giat dalam melakukan kegiatan, baik untuk membersihkan taman maupun terus berkreasi dalam mensukseskan gerakan tanam sejak dini,” terang Riza dalam acara yang juga dihadiri oleh pihak kecamatan Randuagung itu.

Sementara itu, Elita mengatakan, Pawon Urip yang ada di Deda Buwek ini tidak lepas bantuan dari semua pihak, khususnya ibu-ibu PKK dan pengurus Pawon Urip untuk bersama-sama untuk tujuan mensejahterakan warga. (asil)

Komite SMAN 1 Muncar Siap Kawal Pembelajaran Tatap Muka

Banyuwangi – Komite Sekolah SMAN 1 Muncar, Suyoto MS menegaskan, pihaknya akan fokus mengawal jalannya pembelajaran tatap muka yang berlangsung sejak Senin (1/2/2021).

“Kami dari pihak komite telah menegaskan kepada pihak sekolah agar benar-benar memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku, seperti 4M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Bahkan dari pihak komite kita telah membentuk jadwal piket khusus untuk mengawal jalannya pembelajaran yang berlangsung, mulai anak-anak masuk lingkungan sekolah sampai keluar dari lingkungan sekolah.” terang Suyoto, saat ditemui di kantornya.

Suyoto juga menegaskan kepada anggota-anggotanya yang bertugas melakukan pengawasan, untuk tidak segan-segan menegur siapapun yang melanggar prokes.

“Saya benar-benar berharap kepada pihak komite yang bertugas untuk tidak segan-segan menegur atau melakukan tindakan bilamana terjadi pelanggaran. Bahkan kalau perlu dipulangkan, bagi mereka yang tidak mematuhi prokes seperti tidak memakai masker, atau suhu badan diatas rata-rata. Hal ini berlaku bagi siswa-siswa, dewan guru dan segenap tamu yang hadir ke sekolah tidak terkecuali anggota jurnalis dan LSM,” Suyoto menambahkan.

Kepada awak media dua anggota komite yang bertugas, Sutris dan Suroso juga memaparkan perihal harapan komite selaku wakil wali murid terhadap adanya pembelajaran tatap muka yang telah dihentikan hampir setahun lamanya.

“Memang pembelajaran sistem tatap muka ini telah diharapkan orang tua wali murid sejak lama. Pasalnya mereka mencemaskan nasib anak-anaknya dimasa depan,” terang Sutris.

Dia mengatakan, tidak dipungkiri selama kegiatan belajar mengajar dengan sistem daring, kenakalan remaja tidak bisa dibendung.

“Terlebih karena kesibukan orang tua dan tidak adanya pendampingan dan pengawalan langsung membuat anak-anak tidak terkontrol dengan baik. Bahkan waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk belajar, mereka habiskan untuk bermain-main. Lebih-lebih adanya pertanfingan game yang tumbuh ibarat jamur di musim penghujan,” imbuh Suroso.

Sementara itu, pihak sekolah menyebutkan, pembelajaran tatap muka sudah dinantikan dan disiapkan sejak jauh hari. Hal ini disampaikan Waka Humas SMAN 1 Muncar, Rahmat Hariadi di sela acara workshop dewan guru.

“Terkait kesiapan, pihak sekolah sudah jauh-jauh hari mempersiapkan dan melengkapi apa yang dibutuhkan saat pembelajaran tatap muka mulai diberlakukan. Bahkan satu minggu yang lalu ketika SMAN1 Genteng dan beberapa sekolah sudah dibuka, kami sebenarnya sudah siap, hanya kami menantikan keputusan dinas pendidikan,” jelas Rahmat.

Kepada awak media, Rahmat juga memaparkan beberapa aturan-aturan yang harus dipenuhi pihak penyelenggara uji coba pembelajaran tatap muka, termasuk aturan lamanya jam belajar dan jumlah maksimal siswa yang diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Kami tentunya mematuhi beberapa aturan yang tertuang disurat keputusan Dinas Pendidikan Cabang Banyuwangi, diantaranya seperti batas jumlah sisiwa yang boleh mengikuti pembelajaran tatap muka maksimal 25%, itupun prioritasnya untuk siswa kelas XII. Selain itu dalam surat juga diatur jumlah perkelasnya Maksimal 18 anak dan jam belajar mengajar nya pun dibatasi 3 jam. Diutamakan mata pelajaran yang tidak bisa diajarkan melalui daring, seperti praktik,” pungkasnya.

Selain itu Rahmat juga menuturkan, perihal batas masa uji coba pembelajaran yang hanya berlangsung untuk dua minggu kedepan. Selanjutnya pihak sekolah akan menantikan keputusan Dinas Pendidikan Cabang Banyuwangi. (*/Sgt).

Ridwan Kamil Siapkan Lahan 4 Ribu Hektar Bagi Petani Milenial

0

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim telah menyiapkan kembang desa untuk bisa dinikahi. Terkait klaim itu, Ridwan Kamil sedang mencari 5 ribu anak muda agar bisa menjadi petani 4.0 di desa.

Dikutip dari Ayobandung.com–jaringan media Suara.com, selain diimingi-imingi kembang desa, pria yang akrab disapa Kang Emil juga menawarkan pinjaman modal dan pinjaman lahan.

Program ini merupakan program untuk mengembangkan produk pertanian sehingga tidak lagi mencari pekerjaan di kota.

“DICARI 5000 ANAK MUDA JAWA BARAT YANG MAU BELA NEGARA DENGAN MENJADI PETANI 4.0. Daripada nganggur dan banyak rebahan melamun karena covid, mending gabung aja.” tulis Ridwan Kamil di akun Instagram miliknya, kemarin.

Ia menambahkan, tiap petani milenial yang terpilih bakal mendapat pinjaman lahan seluas 2.000 meter persegi dati Pemprov Jabar. Ia menjamin lahan yang akan dipinjamkan memiliki tanah yang subur.

Para petani milenial juga akan diberi pinjaman modal dari Bank Jabar.

“Tanah subur masing-masing dipinjamkan 2000 m2 dari pemprov. Modal dari @bankbjb dan hasil langsung dibeli oleh @agrojabarofficial.” tulisnya lagi.

Pendaftaran program ini akan dibuka pekan depan. Anak muda yang terpilih masuk di program ini diminta untuk tinggal di desa tempat mereka bertani.

“Daripada jadi pengangguran kan? Salah satu syaratnya mau tinggal ngekos di desa. Menikahi kembang desa adalah pilihan.” kata Ridwan Kamil.

Sebelumnya dilansir Antaranews, Ridwan Kamil menuturkan Indonesia khususnya di Jabar membutuhkan petani muda agar sektor pertanian terus tumbuh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Upaya mewujudkan petani muda maka Pemerintah Provinsi Jabar menyediakan lahan yang diperbolehkan petani milenial untuk menggarapnya dan menjadi sumber penghasilan yang lebih baik daripada di kota.

“Syaratnya mau berkeringat, dan syarat wajib tinggal di desa, jangan ingin programnya tapi tinggal di kota,” kata pria yang akrab dipanggil Kang Emil itu.

Ia menyampaikan petani milenial itu hanya cukup bekerja menanam dan merawat tanamannya agar tumbuh baik, kemudian diberi pinjaman modal, lalu hasil pertaniannya akan dibeli oleh PT Agro Jabar.

“Tanah dikasih, modal dikasih, hasil dibeli, sudah seenak-enaknya hidup, tinggal hidup mau kerja saja,” katanya.

Ia mengungkapkan rencananya Pemprov Jabar menyiapkan lahan 4 ribu hektare di Kabupaten Subang yang siap digunakan untuk petani milenial.

Ia berharap program itu mendapat dukungan dari pemerintah daerah untuk menciptakan swasembada pangan di Jabar.

“Saya tidak melihat alasan tidak berhasil, sampai suatu hari tinggal di desa itu keren,” katanya. *
Sumber: ayobandung.com

Integrasikan Semua Izin, Banyuwangi Luncurkan Gerai Pelayanan Khusus Nelayan

0

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi resmi memiliki Gerai Pelayanan Perizinan Terpadu khusus nelayan. Keberadaan gerai ini memberikan kemudahan dan percepatan bagi pengurusan sejumlah izin nelayan yang kewenangannya lintas instansi, mulai provinsi hingga kementerian.

Gerai Pelayanan Perizinan Terpadu bagi nelayan ini merupakan tempat pelayanan terpadu di mana semua pengurusan dokumen dilakukan di satu tempat tersebut. Di gerai ini mengintegrasikan pengurusan izin nelayan yang selama ini melibatkan Dinas Perikanan Banyuwangi, Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov Jatim, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III, maupun Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pada tahap awal, ada 11 jenis layanan dalam satu tempat ini. “Ke depan kami kembangkan lagi yang terkait dukungan untuk nelayan, termasuk di sini bisa menjadi sentra program pemberdayaan masyarakat pesisir,” kata Anas saat meresmikan Gerai Pelayanan Usaha Perikanan Terpadu di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar, Jumat (29/1/2021).

Izin yang sudah bisa dilayani antara lain Jasa Pelabuhan, Rekomendasi BBM, Surat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI), Surat Persetujuan Berlayar (SPB), Surat Laik Operasi (SLO), Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI). Lalu Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP), PAS Kapal (tanda kepemilikan perahu), Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka), hingga BPJS Ketenagakerjaan.

Peresmian juga dihadiri Pelaksana Kepala Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Jatim Dewi Nur Setyorini, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar Supinah, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi Benyamin Ginting, Kasat Polair Polresta Banyuwangi Kompol Jeni Al Jauza, dan Syahbandar Perikanan Muncar Fauzan.

“Terima kasih atas dukungan Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa dan kementerian sehingga gerai pelayanan publik ini bisa hadir dan melayani nelayan Banyuwangi dengan baik. Adanya kemudahan dan fasilitas ini tentu akan membuat nelayan merasa lebih tenang dalam bekerja karena syarat perizinannya terpenuhi,” ujar Anas.

Anas mengatakan, dalam 10 tahun terakhir, Banyuwangi berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang mudah dan cepat bagi warga. Kali ini Banyuwangi berupaya menghadirkan kualitas pelayanan tersebut bagi nelayan.

“Terlebih di masa pandemi seperti ini, di mana situasi sedang sulit, maka perlu untuk dilakukan langkah-langkah cepat untuk meringankan beban warga. Kita integrasikan pengurusan berbagai perizinan kapal nelayan yang kewenangannya ada di pusat dan provinsi. Inilah orkestrasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi bersama seluruh instansi terkait,” ujar Anas.

Selain itu, Anas mengatakan, di gerai tersebut juga akan dilengkapi dengan pelayanan pengurusan administrasi kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga, dan lainnya. Sehingga nelayan cukup datang ke satu tempat untuk berbagai kebutuhan.

Kepala UPT UPP Muncar, Supinah bersyukur dengan adanya layanan terintegrasi ini. Menurut dia, layanan semacam ini akan mengikis keengganan mengurus perizinan nelayan.

“Di sini terintegrasi semua instansi yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin. Kami lega jika semua bisa melakukan pelayanan terpadu di sini,” ujar Supinah.

Sejak dibuka pada Senin lalu (25/1) hingga Kamis (28/1), gerai ini telah menyelesaikan sejumlah dokumen nelayan di antaranya PAS kapal kecil di bawah 5 GT sebanyak 124 unit, PAS kapal besar 1 unit (29 GT), Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP) 124 buah, dan pengurusan kartu jaminan Sosial BPJS Ketanagakerjaan untuk 60 orang nelayan.

“Masih ada lagi lainnya yang sedang kami proses, di antaranya PAS untuk kapal besar,” ujar Supinah.

“Di gerai ini juga telah dibuka pendaftaran asuransi mandiri untuk nelayan. Saat ini telah tercapai 40 orang nelayan yang mendapat asuransi mandiri,” imbuhnya.

Salah satu nelayan Muncar bernama Hasan Basri mengaku sangat terbantu dengan adanya gerai tersebut. Sebelum adanya gerai, dirinya cukup kesulitan untuk mengurus izin kapal.

“Sejak melaut tahun 90-an, saya tidak pernah punya izin kapal. Baru kali ini mengurus setelah dibuka gerai di Muncar. Sekarang cukup di sini saja sudah bisa jadi. Sangat membantu kami,” ujar Hasan.

“Syaratnya mudah yang penting punya perahu, KTP dan data kapal. Alhamdulillah sekarang tenang karena sudah punya izin,” pungkas Hasan. (*)

Entry Meeting LKPD Tahun 2020 Dilakukan Secara Virtual

0

BARITO UTARA – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar rapat secara virtual tentang pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2020 yang dilaksanakan di rumah dinas Bupati pada Senin (01/2/21).

Dalam rapat LKPD tersebut, dihadiri Asisten I Sekda, Bidang Pemerintahan dan Kesra H. Drs. Masdulhaq, M. AP yang didampingi Kepala Perangkat Daerah Pemkab Barito Utara.

Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Tegah, Ade Ruswana menyampaikan pemeriksaan interim bertujuan untuk memahami dan menilai sistem pengendalian intern, yang diimplementasikan pemerintah daerah, khusunya dalam pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, hasil dari kegiatan ini pula akan digunakan dalam menentukan sasaran dan fokus pemeriksaan terinci anggaran pemerintah daerah.

Oleh karenanya, sikap proaktif terhadap permintaan dokumen dan data-data, dibutuhkan dalam mendukung pelaksanaan audit yang akan dilakukan Tim BPK RI.

“Dalam pemeriksaan ini kami berharap tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan, baik secara daring maupun pada saat pemeriksaan fisik dilapangan nantinya” tutur Kepala BPK RI perwakilan Kalimantan Tengah. (SS)

KAI Sediakan Layanan GeNose C19 Untuk Screening Covid-19 Penumpang

NGANJUK – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyediakan layanan GeNose Test di Stasiun untuk Screening Covid-19 pada penumpang KA Jarang Jauh.

Untuk tahap awal disediakan di dua Stasiun KA yakni Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta. Hal itu disampaikan oleh manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko.

Dijelaskan Ixfan, GeNose C19 merupakan alat screening Covid-19 inovasi dari Universitas Gadjah Mada yang memiliki keunggulan yaitu murah, cepat, dan akurat.

“Dengan Genose C19 diharapkan calon penumpang akan lebih dimudahkan karena selain harga terjangkau, juga memiliki akurasi sebesar 93 – 95 persen,” kata Ixfan Hendriwintoko meneruskan rilis EVP Corporate Secretary KAI, Dadan Rudiansyah, Minggu (31/1/2021).

Menurut Ixfan, keunggulan produk GeNose C19 cepat diketahui hasilnya, dimana hasil hanya memerlukan waktu selama kurang lebih 3 menit.

“GeNose C19 sebuah alat yang mencontoh cara kerja hidung manusia dengan memanfaatkan sistem penginderaan (larik sensor gas) dan kecerdasan buatan (Artificial intelligence) dalam membedakan pola senyawa yang dideteksi,” terangnya.

GeNose C19 melakukan screening melalui embusan nafas pasien Covid-19 dan merupakan perangkat GeNose yang dikombinasikan dengan software Artificial intelligence yang terlatih untuk membedakan sampel nafas yang diduga positif Covid-19 atau negatif Covid-19.

“Alat GeNose C19 sendiri sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan RI nomor AKD 20401022883 serta ditetapkan sebagai syarat kesehatan bagi individu yang melakukan perjalanan melalui Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 5 Tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 11 Tahun 2021,” ucap Ixfan.

Penyediaan layanan GeNose Test di stasiun, ungkap Ixfan, merupakan bentuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan serta wujud komitmen KAI untuk mendukung program pemerintah dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat pada moda transportasi umum.

Selain itu, imbuh Ixfan, penggunaan produk dalam negeri yang merupakan karya anak bangsa ini juga merupakan dukungan KAI pada kampanye Bangga Buatan Indonesia yang sedang digalakan pemerintah pada masa Pandemi Covid-19.

“Dan KAI mendukung penuh penggunaan GeNose Test di layanan kereta api.

Tujuannya untuk menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai di tujuan,” tutur Ixfan. (awr)

Omzet Ratusan Juta Per Bulan, Polisi Gerebek Pabrik Masker Wajah Ilegal

0

BEKASI – Direktorat Reserse Narkoba atau Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya menggerebek sebuah pabrik rumahan masker kecantikan ilegal di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 12 orang diamankan dalam kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan mengungkapkan bahwa kasus ini terbongkar berawal atas adanya informasi dari masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Dit Resnarkoba langsung melakukan penggerebekan pada Kamis (28/1/2021) kemarin.

“Penggerebekan malam tadi, kami berhasil mengungkap bahan berbahaya kosmetik tidak memiliki izin edar dimana disini tempat pembuatannya,” kata Yusri di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/1/2021).

Menurut Yusri pabrik rumahan masker kecantikan ilegal itu telah beroperasi sejak 2018 lalu. Mereka mampu meraup keuntungan hingga Rp100 juta setiap bulannya.

“Pelaku yang diamankan ada 12 tapi kaptennya si CS ini,” ungkap Yusri.

Selain mengamankan 12 pelaku dalam kasus ini penyidik turut pula mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya yakni bahan baku pembuatan masker wajah.

“Kami masih mendalami tersangka sendiri dan ada beberapa tersangka lain masih diperiksa karena baru digerebek kemarin,” tandasnya. (*)

Polda Jatim Bongkar Prostitusi Anak

SURABAYA – Unit IV Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim bongkar sindikat prostitusi online yang korbannya adalah anak dengan rentang usia 14 hingga 16 tahun.

Untuk mendapatkan korban, tersangka ini merekrut beberapa anak dibawah umur juga sebagai perekrut. Mereka yang direkrut rata-rata masih pelajar SMP/SMA, dan nantinya ditawarkan melalui media sosial (WA) dan juga (Favebook).

Tersangka yang diamankan ini yakni inisial OS, (38) warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Modusnya, tersangka OS ini membuka sewa kos harian, namun ini hanya sebagai kedok tersangka untuk melancarkan bisnis prostitusi online yang dijalankan.

Menurut Wakapolda Jatim menyebutkan, bahwa perekrut telah menyiapkan korban dan pelanggan. Perekrut (reseller, istilah lain menurut tersangka) akan diberi bonus oleh tersangka OS jika mereka bisa mendapatkan korban.

“Tersangka ini merekrut anak dibawah umur untuk mencari korban karena dipercaya akan lebih mudah mendapatkan sasaran,” kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Drs. Slamet Hadi, usai menggelar rilis, Senin (01/02/2021).

Tarif yang ditawarkan di prostitusi online ini sekitar 250 sampai 600 ribu. Namun ada pula yang mencapai 1 juta rupiah.

“Tarif yang dipatok tersangka ini antara 250 sampai 600,” tutupnya. (qpmar/tofa)

Kapolri Jenderal Listyo Kunjungi KSAU Marsekal Fadjar

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo sebagai rangkaian kunjungan silaturahmi usai resmi dilantik sebagai Kapolri yang baru.

Dalam kunjungannya itu, Listyo Sigit menekankan bahwa sebagai syarat utama untuk menjaga stabilitas Kamtibmas dan keamanan negara ialah sinergitas serta soliditas antara TNI dan Polri.

“Itu harus bisa dilaksanakan mulai dari level atas sampai level paling bawah,” kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo di markas TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (1/2).

Untuk itu, kata Sigit, sebagai wujud nyata sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri akan bekerjasama yang sifatnya pendidikan dan pelatihan bersama antara Polri dengan TNI Angkatan Udara.

“Kami diskusikan beberapa program kerjasama, baik yang bersifat pendidikan, pelatihan bersama dan juga kegiatan-kegiatan operasional yang tentunya bisa disinergikan antara TNI-Polri dalam hal ini AU,” ujar Sigit.

Adapun kegiatan-kegiatan operasional bersama antara lain, sama-sama turun ke lapangan dalam rangka melakukan edukasi kepada masyarakat terkait penegakan protokol kesehatan (Prokes) di tempat-tempat yang menjadi mobilitas tinggi masyarakat, seperti pasar maupun terminal. Mulai dari kegiatan yang bersifat sosialisasi, bagi-bagi masker, mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga 5M.

“Sehingga kedepan, angka Covid yang sampai dengan hari ini angkanya terus meningkat bisa kita tekan dan oleh karena itu, tadi kita sepakat bahwa kita akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang lebih kuat di lapangan sehingga angka Covid dalam waktu satu minggu dua minggu ini kita bisa turunkan,” pungkas Listyo Sigit Prabowo.

Gelar Operasi Yustisi di PGS, Forkopimda Jatim Bagikan 25 Ribu Masker

SURABAYA – Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Provinsi Jatim Heru Tjahjono, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (01/01/2021) siang, meninjau Pasar Grosir Surabaya (PGS) dalam penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Selain itu, forkopimda jatim juga membagikan 25 ribu masker ke masyarakat, baik pengunjung maupun pedagang.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menjelaskan, bahwa hari ini bersama Sekda Provinsi dan Kapolda Jatim. Melakukan pengecekan pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Seperti saat ini yang sedang dilakukan yakni di Pasar Grosir Surabaya (PGS).
Selain melakukan pengecekan penerapan PPKM, juga membagikan 25 ribu masker kepada masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung.

“Hari ini kita melakukan pengecekan terkait penerapan PPKM di Pasar Grosir Surabaya (PGS). Bersama Sekda Provinsi dan Kapolda Jatim. Dan setelah kami disini, semua cukup baik, sudah menerapkan Prokes dan memakai masker,” kata Pangdam V Brawijaya.

Pangdam juga menambahkan, selain melakukan pengecekan, kami juga membagikan masker, baik kepada pengunjung maupun pedagang yang ada di PGS.

Dijelaskan Pangdam, di minggu terakhir, PPKM lebih disiapkan secara masif, dan kita cek kegiatan Protokol Kesehatan (Prokes) secara sinergi antara Pemerintah Provinsi Jatim, Pangdam V Brawijaya dan Polda Jatim

“Semoga kasus positif Covid-19 dan angka kematian di Jatim bisa menurun secara signifikan,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta menyebutkan, bahwa kami bersama Forkopimda Jatim, Gubernur dan Pangdam V Brawijaya. Akan terus melakukan upaya guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya bersama Gubernur dan Pangdam terus sinergi untuk menekan penyebaran Covid-19 yang terjadi di jatim,” jelasnya.

Kapolda menerangkan, dalam operasi yustisi kali ini, forkopimda membagikan 25 ribu masker kepada masyarakat, dan himbauan pada masyarakat agar taat protokol kesehatan yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim.

“Masyarakat ini juga harus taat aturan, karena untuk mengurangi angka positif Covid-19 tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah saja. Namun perlu juga adanya kesadaran seluruh masyarakat,” tutup Kapolda. (qomar/tofa)