Home Blog Page 1881

Vaksinasi Covid 19 di Pasuruan Bakal Dilaksanakan Mulai Pertengahan Januari

PASURUAN – Adanya pendemi covid 19 yang terjadi di seluruh dunia sangat berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi. Tak ayal, sejak Maret 2020 hingga akhir tahun 2020 ekonomi nasional anjlok. Tak terkecuali di Kota Pasuruan.
Segala upaya telah dilakukan pemerintah untuk membuat vaksin covid 19 dengan tujuan agar pandemi ini dapat berakhir dan ekonomi bisa bangkit kembali.
Terkait dengan hal itu, pada hari Selasa tanggal 5 Januari 2021, bertempat di command centre pendopo Kabupaten Pasuruan, Kasubbag Humas Polres Pasuruan bersama kominfo menerima arahan secara virtual dari Kepala Biro Informasi dan Yanmas Kementrian Kesehatan.
Dari arahan tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan pertengahan Januari 2021 dengan prioritas Pejabat negara/ pejabat Publik, Tenaga Kesehatan, dan masyarakat yang tinggal di lokasi rentan penularan covid 19.
Dengan adanya rencana vaksinasi tersebut diharapkan semua stakeholder baik pemda Polri dan TNI agar aktif mensosialisasikan pelaksanaannya untuk mengatasi pandemi covid 19. (tofa)

Rutilahu Banprov di Kelurahan Padasuka Berjalan Sesuai Rencana

CIMAHI – Pelaksanaan Banprov Rutilahu yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Padasuka pada Rabu (6/1/2021) berjalan sesuai rencana.
Setelah tahap ke -1 yang berjumlah 9 unit, kini memasuki tahap 2 dilaksanakan sebanyak 21 unit.
Salah satu penerima manfaat Rutilahu di Kelurahan Padasuka, Jajang Cahyana menuturkan, untuk tahun ini dirinya mendapatkan Bantuan Rutilahu dari Provinsi Jawa Barat.
“Saya sangat berterimakasih Kepada BKM, Kelurahan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena telah terbantu membangun rumah saya menjadi lebih baik dan menjadi sangat layak untuk ditempati,” ungkap Jajang.
Kendati mendapatkan bantuan, dirinya mengaku juga menyediakan dana swadaya agar tidak terlalu menggantungkan kepada Banprov ini,” kata Jajang Cahyana yang beralamat di Jalan Usman Dhomiri No.4 RT 04 RW 18 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah.
Sementara Perangkat Kelurahan yang diwakili Kasi Sapras, Dedi Pirang mengatakan pihaknya menyampaikan terimakasihnya kepada PemProv Jawa Barat yang telah menggulirkan Program Rutilahu ini di wilayah Kelurahan Padasuka sejumlah 30 unit.
“Masyarakat yang menerima bantuan ini sangat antusias terlihat dari daftar tunggu penerima bantuan Rutilahu Banprov ini. Dalam hal ini kami beserta Lurah Padasuka ikut memonitor kegiatan serta menghimbau agar masyarakat penerima bantuan untuk menyiapkan dana Swadaya agar pengerjaannya sampai dengan selesai dan tidak menggantung pada bantuan saja.
“Kami dari pihak Kelurahan menghimbau agar masyarakat yang mendapatkan bantuan untuk memelihara dan merawat rumahnya sehingga nyaman untuk ditempati,” harap Dedi Pirang Kepada Wartawan Gempur News.
Sementara itu, TFL Kelurahan Padasuka, Teguh Mulyono menjelaskan, di Kelurahan Padasuka Tahun ini mendapatkan 30 Unit Bantuan Rutilahu dari Pemerintah Provinsi.
Lantas dia memaparkan, untuk tiap unitnya dialokasikan anggaran material sebesar Rp 16.500.000. Sedangkan untuk Subsidi ongkos tukang sebesar Rp 700.000 dan untuk administrasi BKM sebesar Rp 300.000.
“Perlu diketahui walaupun BKM ini bersifat sosial, namun bertanggung jawab dari mulai proses pemetaan, menentukan peneima bantuan, membuat proposal usulan, proposal pencairan sampai dengan menyusun LPJ. Jadi Anggaran Administrasi ini saya pikir sangat Wajar,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk masyarakat penerima diharapkan agar menabung di BJB, untuk membantu pembayaran ongkos tukang yang relatif kecil.
“Kami hanya fokus pada sisi strukturnya. Itu artinya kami sangat memperhatikan struktur bangunan karena di masyarakat biasanya pondasi rumah kurang begitu baik, sehingga kami sangat memperhatikan di sisi strukturnya ” terang Teguh Mulyono Selaku TFL Kelurahan Padasuka.
Di tempat yang sama, koordinator BKM “Amanah” yang diwakili oleh Ahid menyampaikan, fengan digulirkannya Rutilahu Dari Banprov ini dirinya berterimakasih, khususnya pada Gubernur Jawa Barat serta Pemkot Cimahi, karena masyarakat yang memerlukan bantuan sangat terbantu.
“Bantuan ini sudah didapatkan setiap tahun, untuk kedepan kami akan sangat berhati-hati untuk melaksanakan Banprov ini. Kami selalu melakukan evaluasi agar kedepan semakin baik lagi dalam melaksanakan program Rutilahu Banprov ini,” katanya.
Dia juga berharap minimnya biaya administrasi ada peningkatan pada program selanjutnya.
“Saat ini biaya administrasi sangat minim untuk melaksanakan proses sampai dengan Laporan Pertanggungjawaban. Saya harap ke depan ada peningkatan,” pungkas Ahid. (Edison)

Tingkatkan Semangat Kinerja, 83 Personel Polres Lumajang Ikuti Upacara Kenaikan Pangkat

LUMAJANG – Sebanyak 83 personel Polres Lumajang mengikuti upacara kenaikan pangkat anggota di Ruang Eksekutif Polres Lumajang pada Rabu (06/01/2021).

Upacara tersebut dipimpin Wakapolres Lumajang, Kompol Hendry Soelistiawan S.E. Adapun rincian kenaikan pangkat anggota Polres Lumajang yaitu

  1. Akp ke Kompol : 1 Personil
  2. Iptu ke Akp : 3 Personil
  3. Ipda ke Iptu : 6 Personil
  4. Aiptu ke Ipda : 3 Personil
  5. Aipda ke Aiptu : 7 Personil
  6. Bripka ke Aipda : 29 Personil
  7. Brigadir ke Bripka : 14 Personil
  8. Bripda ke Briptu : 20 Personil

Wakapolres didampingi pejabat utama dan perwira mengucapkan selamat kepada anggota yang melaksanakan kenaikan pangkat

Wakapolres berharap agar dengan kenaikan pangkat ini para personil Polri mendapatkan motivasi untuk meningkatkan semangat kinerja.

“Kenaikan pangkat ini diharapkan dapat menjadikan motivasi untuk terus meningkatkan semangat kinerja dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat “ujar nya

Selain itu Wakapolres Lumajang juga berharap, agar bisa terus mempertahankan prestasi kerja dan tidak membuat pelanggaran serta hal hal yang dapat menurunkan citra Polri di mata masyarakat (bam)

Presiden Jokowi Luncurkan Tiga Program Bantuan Tunai Se-Indonesia Tahun 2021

0

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melakukan Peluncuran Bantuan Tunai Se-Indonesia Tahun 2021, Senin (04/01/2021), di Istana Negara, Jakarta.

Terdapat tiga jenis bantuan yang diluncurkan yaitu, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Selain secara simbolis diberikan kepada sejumlah penerima yang hadir di Istana Negara, juga dilaksanakan penyerahan bantuan tunai oleh para gubernur di 34 di Indonesia yang terhubung secara virtual.

“Tahun 2021 ini, penyaluran bantuan sosial akan terus kita lanjutkan. Bantuan ini kita mulai hari ini, disalurkan kepada 34 provinsi,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Ditambahkannya, dalam APBN 2021 Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp110 triliun untuk seluruh penerima dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

“Kita harapkan bantuan ini dapat meringankan keluarga-keluarga yang terdampak pandemi COVID-19. Kemudian kita harapkan juga bisa menjadi pemicu untuk menggerakkan ekonomi nasional kita, mengungkit ekonomi nasional kita, memperkuat daya beli masyarakat sehingga kita harapkan pertumbuhan ekonomi nasional menjadi meningkat dan lebih baik,” ujar Kepala Negara.

Disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam laporannya, PKH ditargetkan menyasar 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 28,7 triliun.

Penyaluran dilakukan dalam empat tahap yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober melalui bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

Sementara, sasaran BPNT/Kartu Sembako target pertama adalah 18,8 juta keluarga, masing-masing mendapatkan Rp 200 ribu setiap bulannya. dengan target anggaran sebesar Rp 42,5 triliun. Penyaluran juga dilakukan oleh bank Himbara.

Adapun BST menyasar 10 juta keluarga, masing-masing mendapatkan Rp 300 ribu selama empat bulan dari bulan Januari sampai April. Bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Total anggaran untuk program ini adalah Rp12 triliun.

Mensos mengungkapkan, bagi penerima bantuan yang sakit, lanjut usia, atau penyandang disabilitas, maka bantuan tersebut akan diantar langsung ke tempat tinggal masing-masing oleh petugas dari bank Himbara maupun PT Pos Indonesia.

Adapun total anggaran yang disalurkan bulan Januari, ujar Risma, adalah sebesar Rp13,93 triliun, dengan rincian untuk PKH sebesar Rp 7,17 triliun, Kartu Sembako Rp 3,76 triliun, dan BST sebesar Rp 3 triliun.

“Guna pemanfaatan yang bijak dan tepat, untuk bantuan tersebut kami memberikan arahan penggunaan bantuan yang akan kami sampaikan baik melalui publikasi leaflet, sosialisasi, maupun edukasi, yang disampaikan oleh petugas bank maupun PT Pos,” ujar Mensos.

Dicontohkan Risma, PKH dapat digunakan secara bijak dan tepat seperti peningkatan kesehatan keluarga, peningkatan pendidikan anak, dan mengurangi beban keluarga, kebutuhan dasar modal usaha, dan sebagian untuk ditabung.

Sementara Kartu Sembako, dapat digunakan untuk berbelanja di e-Warong setempat atau tempat-tempat penjualan makanan untuk bahan pokok karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sumber vitamin serta mineral.

Sementara, BST yang diberikan kepada mereka di luar penerima PKH dan Kartu Sembako, dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok bahan makanan seperti beras, jagung, lauk pauk, sayur mayur, buah-buahan, dan keperluan lain yang bermanfaat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Kemudian kami sampaikan juga larangan semua bantuan untuk dibelikan rokok dan minuman keras. Untuk hal tersebut, kami mohon dukungan dari semua stakeholder dan media untuk terus menyosialisasikan di lapangan, terutama keluarga penerima bansos,” pungkas Risma.

Turut mendampingi Presiden antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. (TGH/UN)

dr Bayu : Lumajang Akan Dapatkan Jatah 4.000 Dosis Vaksin Covid 19

LUMAJANG – Kabupaten Lumajang akan mendapatkan jatah sekitar 4.000 dosis vaksin Covid-19 untuk tahap pertama ini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr. Bayu Wibowo Ignasius di kantornya, Senin (4/1/2021).

“Pada tahap pertama ini, vaksin memang diprioritaskan bagi sekitar 4.600 sekian tenaga kesehatan (nakes) dan dilakukan sampai April 2021 mendatang,” terang dr. Bayu

Namun demikian, dr Bayu mengaku belum mengetahui kapan pastinya pelaksanaan vaksinasi di Lumajang dijadwalkan.

Dia hanya menyampaikan bahwa vaksinisasi tahap pertama akan dilaksanakan di 25 puskemas dan 7 rumah sakit yang ada di Lumajang.

Sedangkan untuk petugas vaksinisasi yang telah dilatih disebutkan dr Bayu ada sekitar 180 orang. Dan bagi nakes yang memiliki riwayat penyakit tertentu, nantinya tidak akan menerima vaksin itu..

“Selain yang punya penyakit tertentu atau penyerta, pasien yang sudah terpapar (Covid-19) tidak dapat, karena dianggap sudah mempunyai kekebalan,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Lumajang tersebut.

Ia menambahkan, bahwa setelah tahap pertama ini selesai, kemungkinan yang akan divaksin adalah dari kalangan TNI/Polri.

“Jadi, setelah tahap pertama ini selesai, maka yang akan divaksin kemungkinan dari unsur TNI/Polri, berlanjut kepada unsur pelayan publik yang lainnya, baru kemudian nanti masyarakat umum,” imbuh dia. (bam/red)

Kemendikbud Lanjutkan Subsidi Kuota Belajar

0

JAKARTA – Subsidi kuota belajar kepada guru, siswa, dosen dan mahasiswa pada tahun 2021 bakal dilanjutkan.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Naim menjelaskan, tahun 2021 alokasi kuota internet masih akan dilanjutkan.

“Pembelajaran daring masih akan digunakan banyak sekolah pada tahun ajaran ini,” kata Ainun Naim melalui konferensi video, Selasa (05/01/2021).

Menurutnya, Kemendikbud kini tengah menggodok kembali mekanisme distribusi dan jumlah besaran kuota yang bakal diberikan tahun ini.

Langkah ini ditempuh demi memastikan program subsidi berjalan lebih baik, sesuai evaluasi pelaksanaan selama 4 bulan ke belakang.

“Sedang dirumuskan besaran dan cakupannya seperti apa. Karena ada perkembangan penyelesaian pandemi Covid-19, ini alternatif pelaksanaan pembelajaran dari rumah,” lanjut dia.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengupayakan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota dengan besaran mulai 35 gigabyte sampai 50 gigabyte pada September-Desember 2020.

Berdasarkan data Kemendikbud, tahun lalu subsidi kuota diterima 35.725.387 warga pendidikan mulai dari siswa hingga dosen. Capaian ini tidak memenuhi target yang seharusnya yakni 59,5 juta penerima.

Dalam pelaksanaan program, subsidi kuota menuai beragam pro dan kontra. Meskipun banyak warga pendidikan yang merasa terbantu, tapi tak jarang pendidik atau peserta didik mengeluh belum menerima kuota.

Sementara, juga ada orang yang mengaku tak butuh namun diberikan bantuan kuota. Seperti yang sempat dialami anggota Ombudsman Alvin Lie yang mendapat bantuan 50 gigabyte kuota karena tengah menempuh pendidikan S3.

Karena insiden tersebut, sejumlah pihak termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengkritik mekanisme distribusi kuota yang tidak merata dan tidak disesuaikan berdasarkan kebutuhan penerima. (jen)

Vaksin Covid 19 Tiba di Surabaya, Khofifah : Prioritaskan Untuk SDM Kesehatan.

SURABAYA – Ribuan vaksin Sinovac milik PT Bio Farma tiba di Kantor Dinkes Jatim, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Surabaya pada Senin (4/1/2021) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Vaksin sebanyak 77.760 itu saat ini sedang disimpan dalam Cold Chain guna menjaga suhu dingin vaksin sambil menunggu surat izin dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan vaksin produksi PT Bio Farma tersebut diprioritaskan untuk Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.

Dikatakan Khofifah, bila satu orang harus menjalanivaksinasi dua kali, maka pada tahap pertama hanya 38.880 SDM kesehatan Jatim yang memperoleh jatah vaksin.

“Prioritas tahap pertama ini adalah untuk SDM kesehatan. Nah tahap pertama ini, vaksin yang kami terima berjumlah 77.760,” tulis Khofifah dalam keterangan resmi dikutip dari AyoSurabaya.com, Selasa (5/1/2021).

“Artinya, distribusi vaksin tahap pertama cukup untuk 38.880 orang,” lanjutnya

Padahal, jumlah SDM kesehatan di Jatim kini sebanyak 196.459 orang. Khofifah menyebut vaksin Covid-19 tahap pertama baru cukup untuk 19,79 persen SDM kesehatan di Jatim

Khofifah pun menyatakan SDM kesehatan seyogyanya menjadi target atau prioritas pertama dalam distribusi vaksin tahap pertama tersebut.

Pasalnya, para tenaga kesehatan (nakes) disebut Khofifah menjadi garda terdepan dalam pelayanan, penanganan, hingga penanggulangan virus asal Wuhan, Hubei, China itu. (sol)

Tahun Baru dan Covid-19

Oleh: Deffa Salsabilah Rusyda *)

Tahun Baru dan Covid 19
Tahun merupakan masa periode bumi bergerak dalam orbitnya mengelilingi
matahari selama 1 kali. Dalam kalender Gregorian jarak rata-rata tahun kalender pada siklus lompatan lengkap 400 tahun adalah 365,2425 hari. Setelah tercapai 365 hari hitungan angka tersebut akan diulang kembali dari awal bersamaan dengan bertambahnya sebuah tahun, dari sinilah akan timbul istilah pergantian tahun yang baru atau lebih populer dengan istilah tahun baru.
Pergantian tahun merupakan suatu moment yang ditunggu oleh setiap orang,
beberapa dari mereka beranggapan saat tersebut merupakan kegiatan tahunan dan
tidak akan terulang kembali di tahun yang sama. Di Indonesia hampir seluruh masyarakat memaknai saat pergantian tahun dengan sebuah pesta perayaan, mereka memanfaatkan moment ini untuk makan-makan, bersenda gurau sepanjang malam pergantian tahun bahkan hingga pagi.
Pergantian tahun menuju 2021 ini sangat berbeda dengan pergantian tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan di seluruh dunia termasuk Indonesia mengalami suatu pandemi yaitu Covid 19. Proses yang terjadi sangatlah cepat
hingga dapat merubah seluruh aktivitas ataupun kebiasaan semua orang yang selalu dilakukan sebelumnya. Sebagai contoh adalah kebiasaan dari beberapa masyarakat
ketika berpergian hanya sebagian yang memakai masker, tetapi sekarang semua diwajibkan untuk menggunakan masker, selain itu harus menjaga jarak, bahkan dilarang untuk berkerumun dan di himbau untuk lebih banyak dirumah daripada di luar rumah jika tidak terlalu penting.
Merubah kebiasaan bukan perkara mudah untuk dilakukan oleh semua orang, namun masyarakat harus menyesuaikan untuk
menjalani kebiasaan baru jika tidak ingin mendapat hal buruk yang akan menimpanya.
Tahun baru yang identik dengan perayaan kini terasa begitu sunyi, berbeda
seperti tahun kemarin yang dapat merayakannya secara berkumpul, berpesta. Karena
pada tahun ini pemerintah menghimbau dan membatasi masyarakat untuk beraktifitas diluar rumah. Pemerintah melakukan hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penambahan korban pasien covid 19. Tak sedikit di beberapa kota menerapkan pembatasan jam beraktivitas (jam malam) agar tidak terjadi adanya kerumunan disuatu tempat seperti kafe, restoran, supermarket dan lain lain terutama pada saat libur natal dan tahun baru. Apabila penerapan jam tersebut ada yang melanggar maka akan diberi sanksi dan diberikan denda.
Tindakan yang diberikan pemerintah itu memang merupakan tindakan yang baik untuk mengurangi atau memutus rantai covid 19 dikarenakan dapat mengurangi potensi masyarakat untuk berkumpul atau berkerumun. Namun, di sisi lain tindakan ini juga dapat meresahkan masyarakat terutama kepada mereka yang mata pencahariannya mengandalkan aktifitas orang ketika diluar rumah. Seperti pedagang kaki lima mereka terpaksa harus menutup tempat berjualannya pada jam yang ditetapkan terutama pada saat tahun baru. Padahal ini merupakan kesempatan untuk para pelaku usaha dalam mendapatkan keuntungan yang lebih.
Tidak hanya para pedagang saja tetapi masyarakat yang lain pun juga resah karena tidak dapat merayakan tahun baru seperti biasanya. Dari kisah tahun baru dan covid 19 tersebut tidak hanya sisi negatif yang kita
Lalami tetapi juga ada hikmah yang dapat kita petik. Ada dampak yang baik juga selain berpesta dan berkerumun, yang paling penting yaitu kesempatan untuk dapat lebih memahami arti atau makna dari pergantian tahun yang sebenarnya. Dalam hal ini kita dapat mengintropeksi diri dan merenung akan kesalahan tindakan atau keputusan yang diambil pada tahun sebelumnya.
Jarang sekali orang-orang memikirkan makna positif yang dapat dipetik dari pergantian tahun baru. Seperti halnya merefleksikan masa lalu ataupun sekarang baik itu perbuatan, tindakan, dan keputusan yang pernah diambil untuk dijadikan langkah menuju tahun depan yang lebih baik lagi. Refleksi merupakan saat dimana kita melakukan intropeksi diri terhadap berbagai macam perbuatan, tindakan, dan keputusan yang tanpa disadari dapat menyakiti ataupun merugikan orang lain. Disisi lain kita juga perlu memikirkan masa kini sebagai media strategi dalam memperbaiki masa lalu untuk masa depan. Semua itu harus diubah ke arah yang lebih bermanfaat dan tentunya lebih baik dari sebelumnya agar kedepannya tidak terulang kembali.
Refleksi bukanlah hal yang sulit asalkan mempunyai niat dari diri sendiri dan memiliki kemauan untuk melakukannya. Setiap orang memiliki pandangan berbeda tentang waktu yang mereka jalani, bukan hanya sekedar melihat detik jam atau arloji yang terus berputar melainkan lebih dilihat sebagai kesempatan, uang, dan karya yang terus berlangsung
tanpa berhenti dan tidak dapat kembali. Oleh karena itu, kita sebisa mungkin menghargai setiap kesempatan dan setiap momen yang datang karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.

*) penulis adalah Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang

Tanah Bantaran Sungai di Bondowoso Longsor Robohkan Rumah Warga

BONDOWOSO – Hujan mengguyur deras sejak pagi hingga sore, mengakibatkan tanah di bantaran sungai kampung Templek, Kelurahan Dabasah Kabupaten Bondowoso, longsor pada Selasa (5/1/2021).

Warga memperkirakan longsornya tanah bantaran sungai tersebut, disebabkan oleh gerusan air hujan yang tinggi, menyebabkan beberapa rumah penduduk roboh terdampak longsor.

Belum diketahui jumlah kerugian akibat longsor ini, karena pihak BPBD Kabupaten Bondowoso belum turun melakukan evaluasi kejadian.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan media, Badan BPBD Bondowoso sudah mengingatkan masyarakat yang bermukim di bantaran sungai lebih waspada selama curah hujan meningkat dalam beberapa hari ini.

Karena, potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor mengancam rumah masyarakat di bantaran sungai

Kepala BPBD Bondowoso, Kukuh Triyatmoko mengatakan, masyarakat Bondowoso yang tinggal di bantaran sungai cukup banyak.

”Di Bondowoso, masyarakat banyak tinggal di bantaran Sungai Kaligijing, yang jarak bangunan rumah tinggal satu meteran dengan sungai. Karena itu, saya mengingatkan mereka selalu waspada selama curah hujan meningkat dalam sepekan terakhir ini,” uiar Kukuh.pada media ini. (ar)

DPC PPP Lumajang Gelar Ultah ke 48

LUMAJANG – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lumajang menggelar tasyakuran pada acara ulang tahun atau harlah partai ke-48 di Kantor DPC PPP, Jalan Iptu Jama’ari (5/1/2021).

Pada acara tersebut digelar do’a berupa pembacaan Al Qur’an dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua DPC PPP Kabupaten Lumajang.

Pada sambutannya, Ketua DPC PPP Lumajang H Akhmat, ST mengatakan bahwa keberadaan partai berasaskan Islam ini, seyogya-nya lebih merapatkan barisan disamping itu senantiasa memohon kepada Allah.

“Marilah kita memohon kepada Allah SWT agar kita diberi kemudahan dalam pemilihan legislatif mendatang,” ujarnya.

“Dengan kegiatan ini diharapkan kader partai yang duduk di kursi legislative, dapat lebih fokus mengembangkan PPP,” imbaunya

Akhmat menambahkan, sudah selayaknya kita bekerja keras dalam membesarkan partai, dan mewujudkan cita-cita menjadikan PPP mengulang sukses Pemilu yang pernah di raih dengan perolehan suara.

Bila dilihat dari sejarahnya, ungkap dia. PPP merupakan partai yang berdiri atas dasar keislaman dan keindonesiaan untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Hari Lahir (Harlah) Partai Persatuan Pembangunan yang ke 48 jatuh pada tanggal 5 Januari 2021. Kami berharap di hari jadinya ini kesuksesan partai dapat diraih dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (bam)