LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq positif Covid-19. Informasi tersebut disampaikan Thoriq melalui akun Facebooknya yang diunggah pada Jumat (11/12) pukul 06.00 WIB.
Dalam video tersebut, Thoriq menyatakan terkonfirmasi positif setelah melalui tes swab yang kedua. Thoriq menjadi kepala daerah ketujuh di Jawa Timur yang positif Covid-19.
“Saya sudah dua kali mengadakan tes Swab. Yang pertama, hari Rabu (9/12), saat itu saya dinyatakan negatif Covid-19. Lalu keesokan harinya, tepatnya tadi malam (Kamis, 10/12), saya melakukan tes Swab yang kedua. Hasilnya saya dinyatakan positif,” ujar Thoriq.
Thoriq tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG) karena tidak merasakan gejala gangguan kesehatan. Karena itu, untuk sementara waktu, ia menyatakan akan menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
“Tentu saya harus patuh pada protokol kesehatan bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saya juga akan melakukan isolasi, akan ada pemeriksaan awal, apakah ada gejala medis atau tidak. Alhamdulillah, saat ini saya dalam keadaan sehat dan bugar,” ujar politikus PKB ini.
Meski harus menjalani isolasi mandiri, Thoriq memastikan jalannya pemerintahan di Lumajang akan tetap berjalan normal. Kendali roda pemerintahan untuk sementara akan dipegang oleh Wakil Bupati, Indah Amperawati.
“Saya juga mohon maaf kepada masyarakat yang sudah ada jadwal bertemu saya selama beberapa hari ke depan, saya tidak bisa datangi. Karena saya harus segera fokus agar saya bisa segera negatif. Penyelenggaraan pemerintahan, mulai hari ini akan dipimpin langsung oleh (Wabup) Bunda Indah agar layanan tetap berjalan dengan menaati protokol kesehatan,” papar alumnus Sastra Arab UIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Lebih lanjut, Thoriq juga mengingatkan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Tentu saya mohon doa agar saya bisa dinyatakan cepat sehat. Saya juga mengingatkan kepada masyarakat, agar semua sama-sama sadar untuk memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Tidak bisa tidak, itu harus kita jalankan,” pungkasnya. (tim)
[15:01, 12/11/2020] pak bambang gempur: Bondowoso dan Ribuan Situs Megalitikum
BONDOWOSO – Ribuan situs-situs arkeologi berupa batu besar yang tersebar di wilayah-wilayah kecamatan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, merupakan peninggalan zaman megalitikum.
Situs-situs megalitikum itu diakui menjadi daya tarik pariwisata Kabupaten Bondowoso. Untuk sejarah dan purbakala dikenal dengan budaya megalitiknya. Salah satunya, Batu Kenong yang ada di Kecamatan Grujugan
Selain Batu Kenong, situs-situs megalitikum di Kabupaten Bondowoso terbilang cukup beraneka ragam. Ada pula Kursi Batu merupakan singgasana yang hanya boleh diduduki oleh kepala adat pada masa itu.
“Kata orang orang tua, Kursi Batu ini digunakan pada saat-saat tertentu saja, yaitu seperti rapat adat atau rapat desa,” ujar Ari, warga Grujugan kepada Gempurnews, Jum’at (11/12/2020)
Ari mengatakan bahwa benda-benda peninggalan zaman batu tersebut banyak dikunjungi para wisatawan, mulai dari anak-anak sekolah hingga peneliti-peneliti.
“Saya juga pernah ketemu dengan peneliti dari UGM (Universitas Gajah Mada), UI (Universitas Indonesia). Saya sempat tanya kalau mereka mau melakukan penelitian,” terang Ari lebih lanjut.
Berdasarkan informasi sebelumnya, ada warga yang sempat menemukan Sarkofagus atau kubur batu di Hutan Argopuro Kecamatan Wringin Bondowoso. Di sekitar lokasi penemuan, ditemukan juga batu mirip perahu, dan beberapa patung serupa patung gajah Ganesha.
Kubur Batu berbentuk tempat orang meninggal lengkap dengan tutup, berukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter. Batu Sarkofagus merupakan batuan yang dibentuk dari jenis batuan andesit. Dimana batuan ini sering digunakan warga pada peradaban megalitikum.
Selama ini pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, sudah terus melakukan pemeliharaan dengan menggandeng para komunitas purbakala untuk merawat peninggalan sejarah peradaban tersebut. (biro)