Home Blog Page 1947

Didukung Pemdes, Longser Siap Raih Prestasi pada Tingkat yang Lebih Tinggi

Lumajang – Klub bola voli Longser dari Desa Ledoktempuro kecamatan Randuagung kabupaten Lumajang, berhasil menunjukkan eksistensinya pada berbagai kejuaraan bola voli antar klub kecamatan.

Klub Longser yang diurus oleh Siswanto selaku ketua, Jumat sebagai sekretaris dan bendahara oleh Dulbehri mendapatkan mendapatkan dukungan penuh dari kepala Desa Ledoktempuro, H. Mulyadi.

Dulbehri yang sekaligus juga sebagai pembina Longser mengatakan berbagai ajang kompetisi baik tingkat kecamatan atau lainnya bakal diikutinya.

Hal ini dilakukannya sebagai ajang pencarian bibit-bibit unggul untuk menjadi pemain ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kita wajib memberikan apresiasi kepada para pemain, kita beri suport kepada atlit bola voli khususnya dari desa Ledoktempuro agar bisa menjadi atlit bola voli nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Dulbehri mengungkapkan pihaknya mengharapkan agar para pemain muda tersebut lebih giat berlatih lagi, tentunya dalam kegiatan ini bisa selalu memunculkan generasi selanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ledoktempuro, H. Mulyadi menyampaikan harapannya seiring dengan kinerja kepengurusan klub Longser semoga bisa menampung dan memfasilitasi bibit-bibit unggul dalam cabang olahraga bola voli.

“Minimal wilayah Ledoktempuro dan sekitarnya, bisa berprestasi dan membawa nama harum Lumajang dan Randuagung khususnya,” ujar Mulyadi.

Longser adalah klub bola voli yang aktif mengikuti turnamen di Lumajang. Mereka rajin mengikuti turnamen-turnamen meski awalnya harus patungan mengumpulkan dana.

Namun kini, aktivitas Longser didukung penuh oleh pemerintah Desa Ledoktempuro.

Selain itu, pemerintah desa menunjukkan keseriusannya dengan menyediakan lapangan desa yang baru dan fasilitas lainnya.

“Ini dilakukan pemerintah Desa Ledoktempuro untuk memberikan dorongan dan semangat bagi pegiat bola voli terutama generasi mudanya,” pungkas Mulyadi. (asil)

Kapolres Lumajang Pimpin Giat Bakti Sosial Pembagian Air Bersih

 

LUMAJANG — Polres Lumajang menggelar giat Bakti Sosial pembagian air bersih kepada warga. Pembagian air ini merupakan bentuk kepedulian Polrli atas kebutuhan air bersih di musim kemarau.

Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa, S.H., S.I.K., M.I.K. pimpin langsung kegiatan bakti sosial pembagian air bersih pada Senin (07/09/2020).

Ikut hadir Kapolsek Padang, Kasat Lantas, Babinsa Desa Kedawung, Anggota Polres Lumajang dan anggota Dinas Perhubungan Lumajang.

Dalam Bakti sosial pendistribusian air bersih yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi ke 65 Polisi Lalu Lintas tersebut berlokasi di Dusun Krajan Jabon Desa Kedawung Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang. (red)

Bupati Hadiri Yadnya Karo Suku Tengger Argosari

 

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menghadiri Yadnya Karo atau Hari Raya Karo 1942 Saka di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Minggu (06/09/2020). Kedatangan Bupati disambut alunan musik baleganjur masyarakat setempat.

Yadnya Karo tiap tahunnya diadakan pada sasi kapindho atau bulan kedua tahun saka. Berbagai sesajen hasil bumi dipersiapkan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Dalam kesempatan itu, dukun adat memakaikan udeng dan sarung tanda penghormatan masyarakat adat tengger kepada Bupati Lumajang.

Dalam sambutannya Bupati mengaku bersyukur bisa menyaksikan adat istiadat masyarakat suku tengger yang hingga kini tetap dilestarikan.

“Saya bahagia dan bersyukur karena bisa menyaksikan kegiatan Hari Raya Karo sekaligus adat istiadat masyarakat tengger,” ujarnya.

Bupati berpesan agar budaya dan warisan leluhur tetap dijaga oleh generasi muda suku Tengger di Argosari. Bupati meyakini apabila budaya masyarakat tengger tetap terjaga, masyarakat luar kota tidak hanya datang menyaksikan keindahan Argosari, tetapi juga menyaksikan kearifan budaya suku tengger di Argosari.

“Kalau adat istiadat seperti ini terus kita jaga saya yakin masyarakat luar akan datang ke Argosari sehingga perekonomian masyarakat disini juga akan ikut meningkat dan semakin maju,” tuturnya. (red)

Kader PMII Diharapkan Bantu Majukan Daerah

 

LUMAJANG — Bupati Lumajang, Thoriqul Haq berharap adanya peran serta para kader PMII atau IKA PMII untuk kemajuan Kabupaten Lumajang. Hal itu disampaikan Bupati saat menjadi pembicara dalam Musyawarah Cabang 3 Ikatan Alumni Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Lumajang, di Aula Diklat Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Lumajang, Minggu (6/9/2020).

Menurut Bupati, ada sejumlah kader PMII di Kabupaten Lumajang yang saat ini memiliki potensi untuk memajukan Lumajang, beberapa diantaranya memiliki posisi yang strategis dalam pengambil kebijakan dan yang lainnya, memiliki potensi untuk mendukung kemajuan tersebut.

“ya kan banyak alumni di berbagai kegiatan aktivitas, beberapa pos strategis sebagai bagian dari pengambil kebijakan di Kabupaten Lumajang, harapannya yang sama terkait dengan kemajuan Lumajang,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu berharap ada sinergitas yang terbangun untuk kepentingan Lumajang. Soal berbeda pikiran dan pendapat, dirinya yakin nantinya ada titik temu. Berbagai pendapat itulah yang juga diharapkan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pemerintah selanjutnya.

Melalui forum Muscab itu, Cak Thoriq juga berharap banyak lahir gagasan atau ide yang juga menjadi solusi dalam penyelesaian permasalahan di Kabupaten Lumajang.

Sementara, Ketua IKA PMII Provinsi Jawa Timur, Amin Said Husni menilai program pengurus IKA PMII Kabupaten Lumajang cukup baik. Dirinya juga meminta agar para kader terus melakukan konsolidasi sesama kader untuk menjaga hubungan dan keterkaitan.

Dirinya berharap para kader bisa sumbang pemikirian penyelesaian permasalahan di masyarakat.

“Kader PMII harus bisa memberi solusi untuk permasalahan, bukan menjadi bagian dari masalah,” terangnya.

Amin Said juga mendorong semua kader untuk turut berkontribusi dalam memajukan daerah masing-masing. (red)

Bupati Bersama Istri Keliling Tinjau Pertanian di Lumajang

 

LUMAJANG — Salah satu prioritas Kabupaten Lumajang yakni disektor pertanian, mengingat Kabupaten Lumajang memiliki potensi produksi pertanian yang luar biasa. Guna memastikan hasil produksi pertanian yang baik, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq didampingi istri, Ny. Musfarinah Thoriq meninjau lahan pertanian yang ada di area persawahan di wilayah Kecamatan Lumajang dan Kecamatan Tekung, Sabtu (5/9/2020).

Bupati didampingi istri berkeliling dipersekitaran area persawahan dengan mengendarai motor. Saat berhenti di beberapa titik ia gunakan momen tersebut untuk menyapa atau jagongan sejenak dengan para petani yang sedang melakukan aktivitas panen.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut ia juga melakukan dialog dengan para petani. Bahkan, beberapa petani yang tampak sibuk di ladang terlihat sangat senang saat orang nomor wahid di Lumajang ini turun ke sawah untuk berdialog langsung bersama petani.

Bupati mengatakan, hal itu salah satu alasan dirinya ingin terjun langsung ke lapangan, supaya hubungan silaturrahmi bersama masyarakat dapat terjalin dengan baik. Ketika dirinya berkomunikasi secara langsung maka harapannya dapat mengetahui persoalan-persoalan yang ada di masyarakat.

Bupati bersama istri juga menyempatkan untuk membantu petani yang sedang melakukan panen. Sembari ia berharap semoga hasil pertanian di Kabupaten Lumajang memiliki kualitas yang baik. (red)

41 Mahasiswa Politeknik Muara Teweh Telah Diwisuda Secara Virtual

0

 

BARITO UTARA —
Sebanyak 41 mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Muara Teweh Akademik tahun 2020, Kabupaten Barito Utara (Kalteng) mengikuti prosesi wisuda XI program Diploma III (DIII), walaupun dengan sistem online atau secara virtual di rumah jabatan Bupati,Senin (7/9/20).

Kegiatan wisuda tersebut dihadiri Wakil Bupati Barito Utara,Sugianto Panala Putra,SH.Direktur Politeknik Muara Teweh,Noor Ideal,SE.MM,para Dewan Senat,staf di lingkungan Politeknik Muara Teweh dan para wisudawan, wisudawati beserta keluarga.

Bupati Barito Utara H.Nadalsyah dalam sambutan tertulisnya, dibacakan melalui Wakilnya,Sugianto Panala Putra,SH mengatakan walaupun dalam suasana pandemik Covid-19, kita masih dapat melaksanakan prosesi wisuda ini.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini,tidaklah mengurangi makna dan arti wisuda yang sedang berlangsung ini, akan tetapi memacu kita untuk bersama-sama memerangi virus ini, dengan melaksanakan dan mentaati peraturan protokol kesehatan, penanganan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah, “kata Sugianto.

Dikatakabn Wabup. penyebaran wabah Pandemi Covid-19 ini,telah melanda di seluruh wilayah indonesia bahkan dunia, saat ini telah membawa dampak ekonomi bagi kehidupan masyarakat.

Disamping dampak ekonomi wabah ini, juga membawa dampak bagi dunia pendidikan yang menyebabkan proses pembelajaran,tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Bagaimanapun juga generasi muda,kita harus dapat terus melaksanakan proses pembelajaran sebagai bekal menghadapi masa depan, yang penuh dengan tantangan dan terus melangkah maju,”ujar wabup.

Wakil Bupati Barito Utara  menyambut baik, dilaksanakannya acara wisuda online pada hari ini, yang merupakan acara puncak dan proses akhir suatu siklus pendidikan,yang mana menunjukkan bahwa Politeknik Muara Teweh, telah berhasil menyelenggarakan proses pendidikan dan mencetak sumber daya manuaia yang terampil dibidang pertambangan dan manajemen informatika.

“Secara khusus saya sampaikan ucapan selamat, kepada para wisudawan dan wisudawati walaupun tanpa bertatap muka langsung sebagaimana biasanya, Semoga keberhasilan yang saudara saudari raih saat ini, menjadi pembuka jalan untuk meraih apa yang kita cita-citakan,”ucap Wabup Sugianto Panala Putra.

Dari 41 mahasiswa dan mahasiswi yang di wisuda tersebut,ada dua mahasiswi yang menerima penghargaan karena mendapat nilai tertinggi. Kedua mahasiswi tersebut yaitu Normalinda NIM. 57401.16,029 dengan Nilai Indek Prestasi Komulatif 3,73 program studi Manajemen Informatika dan Elfa Amelia NIM. 57401.17.010 dengan Nilai Indek Prestasi Komulatif 3,59 program studi Manajemen Informatika. (SS).

Bupati Batubara: Keselamatan dan Kesehatan Peserta Didik Jadi Perhatian Kita

0

SUMUT – Keselamatan dan Kesehatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas dan tetap menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara dalam menetapkan kebijakan pembelajaran.

Hal ini dikatakan Bupati Batubara Ir H Zahir MAP terkait perpanjangan belajar dari rumah untuk sebahagian besar UPTD sekolah SD dan SMP didampingi Sekdakab, Sakti Alam Siregar dan Kadisdik Ilyas Sitorus.

Dilansir dari laman batubarakab.go.id, Minggu (06/09/2020), bahwa penyelenggaraan belajar dari rumah (BDR) pada tahun pelajaran 2020/2021 di masa pandemik corona virus disease 2019 (Covid-19) diperpanjang sampai dengan 19 September 2020 dalam hal ini tetap mengacu kepada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

Tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia 01/KB/2020 Nomor 516 Tahun 2020 Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020 Nomor 119/4536/SJ, Nomor 440-882 Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Surat Edaran Bupati Batubara Nomor : 420/4343 tentang Penyelenggaraan Belajar dari Rumah Pada Tahun Pelajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tegasnya.

Kadisdik Kabupaten Batubara Ilyas Sitorus menambahkan bahwa dalam Surat Edaran Bupati Batubara Nomor 420/5090 tanggal 4 September 2020 memgatur beberapa hal di antaranya Kegiatan Belajar Mengajar diseluruh PAUD, SD dan SMP di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara dilaksanakan dengan Belajar Dari Rumah (BDR) diperpanjang sampai dengan tanggal 19 September 2020, terkecuali Sekolah Tangguh yang ditetapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara melalui monitoring dan evaulasi untuk dapat melakukan Kombinasi Pembelajaran Tatap Muka dengan Belajar Dari Rumah (BDR).

Sekolah Tangguh Disiplin Covid -19 dapat melakukan kombinasi Pembelajaran Tatap Muka dan Belajar Dari Rumah mulai tanggal 7 September 2020. Kemudian penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada sekolah tangguh disiplin pencegahan penyebaran COVID-19 mengikuti pada pedoman yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara.

Penerapan kurikulum pada PAUD dan Satuan Pendidikan Tingkat SD dan SMP dapat mengunakan kurikulum 2013, kurikulum darurat atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada satuan pendidikan tingkat SD dan SMP tidak membebani siswa dengan tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum dan dapat berfokus pada pembelajaran yang essensial dan kontekstual.

Penyelengara PAUD dan Kepala Satuan Pendidikan Tingkat SD dan SMP di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara wajib melakukan pemantauan kepada guru dan peserta didik secara berkesinambungan terhadap pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR).Guru dan tenaga kependidikan pada PAUD, SD dan SMP di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara tetap menjalankan tugas sesuai jam kerja berdasarkan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) masing-masing dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Terakhir kata Ilyas, memberitahukan kepada orang tua/wali siswa agar menjaga/mengawasi siswa tidak keluar rumah dan tidak membawa siswa ke tempat keramaian atau keluar daerah jika tidak diperlukan serta melakukan pendampingan baik secara luring atau daring terhadap siswa dengan menyesuaikan kondisi, ketersediaan waktu dan sarana prasarana pembelajaran. (red)

Merasa Didholimi, Warga Mojoagung Tuntut PLN

 

JOMBANG — Merasa tanahnya diserobot oleh pihak PLN, tiga orang warga desa Karangwiyangan , Kecamatan Mojoagung Jombang mengadu ke BPAN Lembaga Aliansi Indonesia, untuk mengurus hingga selesai.

Mereka yakni Suparno, Soeradji, Soedjari binti Saeni yang memiliki lahan pertanian yang didukung dengan bukti bukti surat buku C dan belum adanya perubahan.

Hal itu dierkuat oleh surat keterangan kepemilikan tanah atau turunan, yang dikeluarkan oleh pemerintahan desa dan ditandatangani oleh kepala desa Karangwinongan H. Iknan, SE.

Akan tetapi tanah tersebut dikuasai oleh pihak PLN dan dilokasi tanah tersebut telah dibangun gedung milik PT. PLN(Persero) proyek induk jaringam Jawa dan Bali.

Dalam surat kuasanya yang ditandatangani oleh Suparno kepada BPAN Lembaga Aliansi Indonesia, menerangkan jika tanah yang dikuasai PLN untuk ditarik kembali, atau dengan kata lain untuk mendapatkan ganti rugi.

Mujib, anggota BPAN- LAI yang menerima surat kuasa tersebut, menyampaikan jika kliennya merasa dirugikan dan menuntut kepada pihak PLN.

Diuraikan Mujib, dilapangan ditemukan beberapa bukti yang menguatkan pemegang hak kliennya yakni surat tanah nomor persil 41, kelas II, dengan luas 0,247 Ha, tertulis Suparno.

Tanggal 3 september bertempat di kantor kecamatan Mojoagung, dilakukan upaya mediasi, akan tetapi belum ada titik temu, dan mediasi direncanakan minggu depan dengan harapan pihak PLN mempertanggungjawabkan dan mengganti kerugian selama 24 tahun.

“Saya akan memperjuangkan hak klien saya sampai masalah ini tuntas,” ujar Mujib.(red)

Dindik Jatim : 25% Jumlah Keikutsertaan Jenjang SMK di Daerah

SURABAYA – Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, jumlah keikutsertaan jenjang SMK di masing-masing daerah mulai ditingkatkan cakupannya. Yakni sebesar 25 persen dari jumlah SMK yang ada pada masing-masing kabupaten/kota.

“Untuk SMK mendapat prioritas? karena SMK butuh banyak praktek. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dilakukan PTM, yakni banyaknya kendala saat pembelajaran jarak jauh,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Dr. Ir. Wahid Wahyudi MT.

Menurutnya, banyaknya kendala dimasa pandemi Covid-19 ini diantaranya banyak keluarga yang pendapatannya menurun akibat terkena PHK). Ditambah masih banyak daerah yang jaringan internetnya kurang bagus seperti di pelosok maupun di kepulauan.

Wachid menambahkan, kendala pembelajaran jarak jauh lainnya adalah daya tangkap siswa sangat rendah. Terutama untuk pelajaran Matematika, IPA maupun pembelajaran yang membutuhkan praktikum.

“Selain itu pertimbangan kami adalah anak-anak SMA ini memiliki kondisi badan yang sudah bagus. Dan juga bisa mematuhi protokol kesehatan dengan baik,”‘ jelasnya.

Sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memutuskan untuk memperluas cakupan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Jatim untuk SMK.

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil peninjauan secara langsung aktivitas uji coba pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah, dan hasil evaluasi Dinas Pendidikan Jatim bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

“Saya menilai tingkat kesiapan sekolah dan kepatuhan siswa-siswi SMA- SMK – SMA LB Jatim untuk menerapkan protokol kesehatan sudah sangat bagus. Begitu pula dengan respon orang tua. Pun dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota yang juga luar biasa,” jelasnya.

Menurut Khofifah dengan melihat perkembangan situasi saat ini maka sudah saatnya pembelajaran tatap muka diperluas cakupannya khususnya untuk SMK. Terlebih, sejumlah praktik keterampilan harus dilakukan secara langsung tidak cukup virtual.

Khofifah sendiri telah meninjau secara langsung uji coba proses belajar mengajar tatap muka terbatas untuk jenjang pendidikan SMA, SMK dan SMA-LB di Jatim yang telah dimulai sejak tanggal 18 Agustus yang lalu.

“Saya yakin selama protokol kesehatan disiplin diterapkan maka resiko penularan Covid-19 akan semakin kecil. Perluasan pembelajaran tatap muka ini tentunya menjadi kabar gembira,” pungkasnya. [tim]

Warga Kecamatan Tongas Terima Kucuran Dana BST Tahap 4 Dan 5

PROBOLINGGO –Hari minggu tanggal 6 september 2020 bertempat di kantor Pos Desa Curah Tulis Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo, kembali dipenuhi warga dari 14 desa diwilayah tersebut.

Hal itu untuk melakukan pencairan dana BST (Bantuan Sosial Tunai) tahap 4 dan 5.

Kegiatan yang dikawal oleh satpol PP, ini berjalan dengan tertib dan lancar seperti yang disampaikan oleh Rofik anggota satuan Pamong Praja Kecamatan Tongas acara berjalan lancar dan masih sesuai protokol kesehatan, wajib masker cuci tangan dengan sabun, dan tes suhu tubuh.

Kali ini warga mendapat dana 2 kali pencairan tahap 4 dan 5, BST tersebut nominalnya 300 perorang menjadi 600 perorang.

“Mudah mudahan sangat membantu meringankan beban masyarakat yang benar2 membutuhkan ” ujarnya.

14 desa yang menerima BST trrsebut yakni desa Sumberkramat, Wringinanom, Tongas Wetan, Tongas Kulon, Bayeman, Tambakrejo, Curah Tulis, Tanjungrejo, Dungun, Curah Dringu, Klampok, Pamatan, Semendi dan Sumber Rejo.(ali)