Home Blog Page 246

Kapolri Paparkan Berbagai Inovasi Polri Dukung Ketahanan Pangan

0

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri mendukung program ketahanan pangan yang digagas di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Jenderal Sigit mengatakan Polri telah melakukan berbagai inovasi guna mendukung program ini, apa saja inovasinya?

Jenderal Sigit mengatakan salah satu inovasi Polri yakni pemanfaatan bibit unggul hibrida P27 dan pupuk tekno MIGO Presisi Bhayangkara. Kedua hal ini bisa meningkatkan hasil panen.

“Guna mendukung program ketahanan pangan, beberapa waktu yang lalu kami telah melakukan berbagai inovasi, salah satunya pemanfaatan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk Tekno MIGO Presisi Bhayangkara guna meningkatkan hasil
panen dari 4 ton/hektar menjadi 9 sampai dengan 14 ton/hektar,” kata Jenderal Sigit dalam paparannya di Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV, Tangerang, Banten, Rabu (8/10/2025).

Dia juga mengatakan ratusan bintara khusus pertanian telah direkrut. Mereka diharapkan bisa mengoptimalkan pengolahan dan hasil produksi.

“Termasuk merekrut 333 orang bintara
kompetensi khusus pertanian untuk mengoptimalkan pengolahan dan hasil produksi,” katanya.

Selain itu, Jenderal Sigit mengungkapkan saat ini Polri bekerjasama dengan berbagai universitas, salah satunya Universitas Sriwijaya untuk mengolah tanaman eceng gondok menjadi pupuk organik. Dia mengungkapkan pupuk ini memiliki kandungan unsur hara yang sangat baik, serta bernilai ekonomis tinggi, dengan biaya produksi untuk 1 hektar lahan sebesar Rp773.000, atau 86% lebih hemat dibandingkan penggunaan pupuk kimia yang mencapai Rp5,9 juta per hektar.

Program Polriran

Lebih lanjut, inovasi selanjutnya adalah program Polrian atau polisi Peduli Pengangguran Polda Banten. Dalam program ini, sampah organik seperti sisa sayuran dan buah, daun kering, hingga limbah dapur agar menghasilkan eco-enzyme maupun pupuk kompos.

“Selain itu, kami juga melakukan pembudidayaan kelinci di Provinsi Bangka Belitung, dimana kotoran kelinci tersebut kami manfaatkan sebagai pupuk organik,” ungkapnya.

Kemudian, dalam upaya meningkatkan kesuburan tanah, Polri bersama Universitas Lambung Mangkurat telah mengolah lahan basah dengan tingkat keasaman pH di bawah 5, menjadi lahan produktif dengan memanfaatkan batu asal Korea. Inovasi ini mampu menetralisir keasaman serta meningkatkan pH tanah, sehingga pada lahan basah seluas 5 hektar di Kalsel telah dilakukan 4 kali panen dengan rata-rata produksi mencapai 8 ton per hektar.

“Untuk mendukung produktivitas lahan, Polri juga memanfaatkan teknologi Solar Water Pump, yang menggunakan panel surya berkapasitas 5.680 watt untuk menggerakkan pompa air. Teknologi ini mendukung sistem irigasi pertanian secara efisien dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Di sisi lain, dia mengungkapkan Polri turut memanfaatkan teknologi Watergen yang mampu menghasilkan 100 sampai dengan 350 liter air bersih per hari dari kelembapan udara. Teknologi ini, katanya, memberikan solusi bagi daerah pertanian kering, sehingga ketersediaan air dapat tetap terjaga untuk menunjang produktivitas.

“Sebagai pelengkap dari seluruh rangkaian dukungan dari hulu hingga hilir, kami laporkan kepada Bapak Wakil Presiden bahwa pembangunan 18 unit gudang ketahanan pangan Polri di 12 provinsi dengan kapasitas total 18.000 ton, yang sebelumnya dilakukan groundbreaking di Bengkayang oleh Bapak Presiden RI pada tanggal 5 Juni 2025 telah selesai 100%. Sebagai langkah awal, gudang di Provinsi Jawa Barat akan diisi 100 ton jagung hasil panen yang juga diikuti oleh gudang Polri lainnya,” pungkasnya.

Polri Gelar Gerakan Pangan Murah saat Tanam Serentak Kuartal IV

Banten – Polri menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka berperan aktif menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan komoditas beras. Kegiatan ini diselenggarakan di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan penanaman jagung serentak kuartal IV Polri dalam rangka mendukung swasembada pangan di Desa Bantar Panjang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/10/2025).

“Tidak hanya itu, Polri juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan komoditas beras melalui penyaluran beras SPHP Bulog dalam program gerakan pangan murah Polri,” kata Sigit.

Sigit mengungkapkan, sejak tanggal 6 Agustus sampai dengan 7 Oktober 2025, Polri telah menyalurkan sebanyak 93.015 ton beras SPHP atau 36,82 persen dari total capaian penyaluran SPHP nasional pada periode yang sama, yaitu 252.590 ton.

“Sebagai kelanjutan dari upaya tersebut, pada hari ini Polri juga menargetkan penyaluran beras SPHP secara serentak di seluruh Indonesia sebanyak 1.500 ton, termasuk Provinsi Banten sebanyak 50 ton.

Sigit menegaskan, Polri sejak awal terus berkomitmen untuk mendukung serta mengawal seluruh program Pemerintah Indonesia.

“Berbagai upaya yang telah kami lakukan tersebut merupakan wujud komitmen Polri untuk mendukung penuh seluruh program pemerintah,” tutup Sigit.

“Bupati Pakpak Bharat Dukung Pengembangan Peternakan Ayam Petelur di Desa”

0

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor mengunjungi peternakan ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa Arih Mersada di desa Penanggalan Binanga Boang. Ayam-ayam petelur ini tumbuh sehat dan kini mulai menghasilkan telur-telur berkwalitas baik.

Ini yang kita harapkan, masyarakat dan pemerintah desa harus jeli melihat peluang pasar. Telur misalnya, kita masih tergantung dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan telur. Jadi sangat besar peluang usaha ini, ucap Bupati.

Direktur BUMDes Arih Mersada, Sepianto Bancin menjelaskan dari 300 ekor ayam petelur milik mereka, 60 persen diantaranya telah menghasilkan telur-telur berkwalitas.

Sudah menghasilkan sekitar 60 persen dari total 300 ekor. Untuk pemasaran kita jual setiap hari ke kios-kios masyarakat sekitar sini. Sampai sekarang distribusi lancar, karena kebutuhan telur ini memang cukup tinggi dimasyarakat. Mudah-mudahan kedepan semakin baik, ucap Sepianto.

Sementara itu Kepala Desa Penanggalan Binanga Boang Tri Sudrino Bancin berharap, BUMDes Arih Mersada yang ini bisa berkembang menjadi usaha yang besar dimasa yang akan datang.

Semoga usaha ini berkembang, maju dan maju dimasa datang. Kami tentunya akan terus berbenah diri, kami mohon dukungan dari semuanya, dari bapak Bupati dan segenap jajaran, demi kemajuan Penanggalan Binanga Boang tentu kami siap, ucap Tri Sudrino.(Tumangger)

“Bupati Pakpak Bharat Harap BUMDes Jadi Tumpuan Ekonomi Desa”

0

Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM mewakili Bupari Pakpak Bharat Franc Bernhard Tuamnggor mengikuti penanaman jagung serentah kwartal IV di desa Cikaok, kecamatan Sitellau Tali Urang Julu. Aksi tanam jagung ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Jagung Serentak Kwartal IV se Indonesia yang dilaksanakan oleh Kepolisian RI bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Gerakan tanam jagung serentak Kwartal IV ini dipimpin oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka di Dldesa Bantar Panjang, kecamatan Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Gibran mengatakan penanaman serentak ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan swasembada pangan.

Di Kabupaten Pakpak Bharat, kegiatan tanam jagung serentak ini dilaksanakan bersama oleh Polres Pakpak Bharat bersama Pemerintah Kabuapten Pakpak Bharat. Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Pebriandi Haloho, SIK, SH, M.Si memimpin langsung kegiatan ini, dengan para peserta dari berbagai lintas Instansi, tokoh adat dan tokoh masyarakat turut dilibatkan didalamnya.

Kita berharap melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama antara Pemerintah, Kepolisian Resort Pakpak Bharat, dan masyarakat dapat semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional, ucap Jalan Berutu.(Tumangger)

Pj. Bupati Barito Utara Buka Kegiatan TMMD ke- 126 Wujud Sinergi TNI dan Rakyat Bangun Daerah Terpencil

BARITO UTARA- Penjabat. (Pj) Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, SE., MPA secara resmi membuka kegiatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke- 126 tahun 2025, yang diselenggarakan di desa Jamut, Kecamatan Teweh Timur, Rabu (8/10/2025).

Pj. Bupati Indra Gunawan, SE. MPA  menyampaikan bahwa program TMMD merupakan bukti nyata kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan tertinggal.

la menegaskan bahwa kegiatan TMMD menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat gotong royong dan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh unsur kekuatan bangsa, termasuk TNI.

Indra Gunawan juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1013/Muara Teweh yang telah berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan TMMD. la mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif berpartisipasi dalam program tersebut.

Komandan Kodim 1013 Muara Teweh, Kolonel Inf. Agussalim Tuo, SH. M. IP dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD ke-126 ini akan berlangsung selama 30 hari, dengan berbagai kegiatan pembangunan fisik dan non-fisik yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat.

“Program TMMD ini mencakup peningkatan badan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni, dan perbaikan fasilitas pendidikan seperti sekolah. Selain itu, kita juga menggelar kegiatan non- fisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan dan penyuluhan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga,” ungkap Kolonel Inf. Agussalim Tuo.

Lebih lanjut, Dandim menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini, sebagai bentuk nyata semangat gotong royong yang masih kuat tertanam di tengah- tengah kehidupan warga desa.

“Kolaborasi antara TNI dan rakyat dalam TMMD ini adalah pondasi penting dalam memperkuat ketahanan wilayah. Dengan bergotong-royong, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga mempererat hubungan emosional dan solidaritas antara TNI dan masyarakat,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan TMMD ke- 126 ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari pembangunan yang dilakukan, serta turut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun bersama.

“Harapan kami, setelah TMMD ini selesai, masyarakat benar- benar merasakan hasilnya dan memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga membangun semangat kemandirian kebangsaan dan masyarakat,” tutup Dandim 1013 Muara Teweh.  (SS)

SMPN 5 Ulujami Berhasil Raih Juara FTBI Tingkat Kabupaten Pemalang 2025

Gempurnews | Pemalang – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh siswa SMPN 5 Ulujami Kabupaten Pemalang, dalam ajang festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang pada tanggal 18 September 2025.

Prestasi membanggakan yang di raih oleh Siswa terbaiknya, Iszam yang meraih juara 3 dalam bidang “Dagel Ijen” pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten.

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) merupakan agenda tahunan yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bentuk Pelestarian budaya lokal khususnya dalam penggunaan bahasa Ibu di kalangan pelajar.

Dalam ajang FTBI tingkat Kabupaten para peserta diuji kemampuan dalam berbagai bidang lomba bahasa dan sastra daerah seperti membaca menulis aksara Jawa, Pidato serta mendongeng dengan bahasa Jawa.

Kepala Sekolah SMPN 5 Ulujami (Bangun Budi Utomo), menyampaikan rasa bangga atas pencapaian yang diraih Iszam, dengan prestasi ini diharapkan Hisyam Fahmi dapat terus mengembangkan kemampuannya di bidang bahasa daerah,sekaligus menjadi inspirasi bagi teman temannya untuk melestarikan bahasa Ibu sebagai warisan budaya yang sangat berharga. “ujarnya.

Selamat dan sukses buat Hisyam Fahmi semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian lainnya di masa mendatang.

Hisyam Fahmi sendiri merasa senang dan tidak menyangka bisa meraih juara dalam kompetisi FTBI tingkat Kabupaten yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah .

(yn26)

Kapolda Jatim Pimpin Penanaman Jagung Serentak Kwartal IV di Mojokerto Pakai Benih Eco Bhayangkara

0

MOJOKERTO – Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam hal ini Polda Jawa Timur untuk mendukung program strategis ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan secara nyata.

Kapolda Jawa Timur,Irjen Pol Drs.Nanang Avianto,M.Si memimpin langsung kegiatan penanaman Jagung serentak Kuartal IV tahun 2025 di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/10/2025).

Acara ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ajang peluncuran inovasi agrikultur hasil kolaborasi Polri dengan para stakeholder.

Kegiatan yang berpusat di lahan produktif milik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur dan Kabupaten Mojokerto.

Tampak hadir Wakapolda Jatim,Brigjen Pol Pasma Royce beserta seluruh Pejabat Utama Polda Jatim, Danrem 082/Citra Panca Yudha Jaya, Bupati Mojokerto, Dandim 0815 Mojokerto, serta Kapolres Mojokerto dan Kapolres Mojokerto Kota.

Soliditas lintas sektoral yang dibangun oleh Polda Jawa Timur beserta jajarannya semakin tampak ketika pada kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bulog Jatim, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Ketua MUI Mojokerto, dan 50 perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Mojokerto

Rangkaian acara diawali dengan laporan kesiapan dari Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K.

Dalam laporannya, Kombes Pol Agus Wibowo memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri sebagai langkah strategis mendukung percepatan swasembada pangan tahun 2025.

Kombes Pol Agus mengatakan kegiatan ini adalah wujud nyata partisipasi aktif dan komitmen Polri dalam mengakselerasi program strategis pemerintah.

“SPN Polda Jatim terpanggil untuk berkontribusi dengan menyediakan lahan yang kami miliki,” ujar Kombes Pol Agus Wibowo.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan langsung kepada para petani yang menjadi garda terdepan ketahanan pangan, Kapolda Jatim, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., juga menyerahkan tali asih secara simbolis kepada perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang hadir.

Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan dan penyemangat bagi para petani untuk terus berproduksi secara optimal.

Puncak acara ditandai dengan prosesi penanaman jagung secara simbolis oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. bersama jajaran PJU Polda Jatim dan Forkopimda di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektar.

Lahan yang sebelumnya ditanami tebu kini siap menjadi ladang jagung hibrida unggulan.

Polda Jawa Timur secara resmi memperkenalkan Dua inovasi pertanian.

Pertama, bibit jagung unggulan bernama “Eco Bhayangkara”, yang merupakan hasil kerja sama antara Biro Logistik Polda Jatim, SPN Polda Jatim, dan ahli pertanian yang kini berkarya di lembaga riset pertanian New Zealand.

Bibit “Eco Bhayangkara” dikembangkan dalam dua varian: tongkol satu dengan potensi hasil 9-11 ton per hektar yang lebih tahan hama terhadap cuaca ekstrem, dan tongkol dua dengan potensi hasil mencapai 11-13 ton per hektar.

“Selain bibit unggul, kami juga mengenalkan pupuk organik ‘Eco Hayati,”ungkap Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K saat menyampaikan laporan singkat dihadapan Kapolda Jatim.

Pupuk ini kata Kombes Agus terbuat dari 22 sari tumbuhan yang diproses melalui sistem biodegradasi.

“Penggunaannya diharapkan mampu meningkatkan struktur dan kesuburan tanah, serta menghemat biaya pemupukan petani hingga 70 persen dibandingkan metode konvensional,”terang Kombes Pol Agus.

Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi flag off atau pelepasan truk pengiriman jagung dari Gudang Ketahanan Pangan Polda Jatim menuju Gudang Bulog Jatim oleh Kapolda Jatim.

Hal ini menunjukkan alur distribusi hasil panen yang sudah terintegrasi.

Sebagai penutup, seluruh pejabat mengikuti konferensi video bersama pimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang turut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia.

Kegiatan penanaman jagung serentak ini menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam sektor-sektor strategis yang menyentuh langsung denyut nadi perekonomian, ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Tim DVI Polda Jatim Kembali Berhasil Identifikasi Enam Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur kembali menyampaikan perkembangan terkini penanganan jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan bahwa proses identifikasi terus dilakukan oleh tim DVI Polda Jatim.

“Penanganan jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo akan terus kami lakukan,” tegas Kombes Abast dalam konferensi pers di Posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya, Rabu (8/10/2025) malam.

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Dr. dr. M. Kusnan Marzuki, selaku Komander DVI menjelaskan bahwa hingga Rabu (8/10/2025), tim DVI berhasil mengidentifikasi Enam korban tambahan yang telah terkonfirmasi kecocokan antara data antemortem dan postmortem.

“Tim DVI Polda Jatim telah melaksanakan identifikasi terhadap Enam jenazah dan seluruhnya telah cocok dengan data antemortem keluarga,” terang Kombes Pol Kusnan.

Berikut identitas enam korban yang telah berhasil diidentifikasi:

  1. Abdus Somad (17 tahun), alamat Dusun Kamorang, Banjar Kedungdung, Sampang, Jawa Timur.

Teridentifikasi melalui medis dan properti pribadi, sesuai dengan antemortem nomor 032.

  1. Imam Junaidi (16 tahun), alamat Kampung Nangger Alas Kokon, Modung, Bangkalan, Jawa Timur.

Teridentifikasi melalui medis dan properti pribadi, sesuai dengan antemortem nomor 027.

  1. Muhammad Fajri Ali (14 tahun), alamat Kalimas Baru I Gang I/25, RT 001 RW 001, Tanjung Perak, Pabean Cantian, Surabaya.

Teridentifikasi melalui medis dan barang kepemilikan, cocok dengan antemortem nomor 001.

  1. Muhammad Nasihudin (15 tahun), alamat Dusun Rinding Panjang, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA dan medis, cocok dengan antemortem nomor 020.

  1. Ahmad Sufaifi (15 tahun), alamat Kampung Galba, Panjalinan, Blega, Bangkalan, Jawa Timur.

Teridentifikasi melalui DNA dan medis, cocok dengan antemortem nomor 054.

  1. Muhammad Haikal Ridwan (14 tahun), alamat Dusun Barat Leke, Sendang Daja, Labang, Bangkalan, Jawa Timur.

Teridentifikasi melalui DNA dan medis, cocok dengan antemortem nomor 046.

Dengan tambahan tersebut, hingga hari ini tim DVI Polda Jawa Timur telah berhasil mengidentifikasi 40 korban dari total 67 kantong jenazah yang diterima di Posko DVI RS Bhayangkara, Surabaya.

Hingga kini Proses identifikasi masih terus berjalan. Tim DVI Polda Jatim terus melakukan pendalaman baik dari sisi antemortem maupun postmortem.

“Kami juga berkoordinasi intens dengan pihak keluarga untuk mempercepat proses penyerahan jenazah,” pungkas Kombes Pol Kusnan. (*)

Polda Jatim Bentuk Tim Gabungan Tangani Kasus Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

0

SURABAYA – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto,M.Si menyampaikan perkembangan terkini penanganan kasus robohnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang terjadi pada Senin (29/9/2025) lalu.

Dalam keterangan resminya, Kapolda Jatim menegaskan bahwa fokus utama kepolisian sejak awal adalah penyelamatan korban, diikuti dengan langkah hukum yang kini telah masuk tahap penyelidikan mendalam.

Pada saat kejadian, para santri sedang sholat Asar berjamaah.

Lokasi yang runtuh meliputi musala dan asrama putra yang masih dalam proses konstruksi dan pengecoran.

“Dugaan awal penyebabnya adalah failure of construction atau kegagalan konstruksi,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto di RS Bhayangkara Surabaya,Rabu malam (8/10/2025) .

Kapolda Jatim menjelaskan, langkah cepat dilakukan jajaran Polresta Sidoarjo dengan membuat laporan Polisi, disertai sinergi lintas instansi dalam operasi kemanusiaan.

“Kami kedepankan aspek kemanusiaan dengan melakukan evakuasi dan pertolongan korban,”tegas Irjen Nanang.

Berdasarkan data terakhir, total korban dalam peristiwa ini mencapai 171 orang, terdiri dari 67 meninggal dan 104 korban luka.

Dari jumlah tersebut, 34 jenazah telah teridentifikasi oleh tim DVI Polda Jatim, sementara sisanya masih menunggu hasil identifikasi lanjutan.

“Korban yang sudah teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Kami berikan pelayanan terbaik kepada para keluarga korban,” ujar Kapolda Jatim.

Pasca-evakuasi dan pembersihan lokasi, Polda Jatim resmi mengambil alih proses penyelidikan dari Polresta Sidoarjo.

Tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) kini menangani perkara tersebut.

Kapolda Jatim mengatakan penyidikan dilakukan berdasarkan laporan polisi LP/A4/IX/2025/SPKT Unit Reskrim Polsek Buduran.

“Kami libatkan tim ahli, baik dari bidang teknik sipil maupun hukum pidana, untuk menentukan penyebab pasti kegagalan konstruksi,” terang Irjen Pol Nanang.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 17 saksi, dan jumlah ini masih akan berkembang.

Adapun pasal yang disangkakan meliputi Pasal 359 KUHP dan/atau Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian atau luka berat.

Pasal 46 ayat (3) dan/atau Pasal 47 ayat (2) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, terkait pemenuhan persyaratan teknis pembangunan.

“Hari ini kami rencanakan gelar perkara untuk meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Kapolda Jatim.

Terkait kemungkinan pimpinan ponpes menjadi tersangka, Kapolda Jatim menegaskan proses masih berjalan.

“Belum ada penetapan tersangka. Kami masih memeriksa saksi-saksi, termasuk pihak yang bertanggung jawab dalam pengurusan pondok pesantren tersebut. Semua berjalan sesuai mekanisme hukum,” tegasnya.

Kapolda Jatim juga menegaskan bahwa penyidikan dilakukan secara objektif dan profesional tanpa pandang bulu.

“Setiap orang sama kedudukannya di depan hukum. Kami tegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun,” tegas Irjen Nanang.

Sebagai langkah preventif, Irjen Pol Nanang menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan seluruh jajaran Polres di Jawa Timur untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Satpol PP dalam melakukan pengecekan serta risk assessment terhadap bangunan pondok pesantren di wilayah masing-masing.

“Ini juga arahan dari Presiden dan koordinasi dengan Forkopimda Jawa Timur. Kami akan bantu pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan pondok pesantren memenuhi standar keselamatan dan kelayakan,” ungkapnya.

Kapolda berharap peristiwa tragis ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak.

“Dalam membangun apa pun harus ada perencanaan dan pengawasan yang matang. Jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini yang mengorbankan anak-anak kita. Mari bersama-sama memperbaiki agar ke depan lebih baik,” pungkas Kapolda Jatim. (*)

Layanan Jemput Bola Adminduk di Pasar Murah Kencong, Warga Urus KTP Jadi Lebih Gampang

0

— Warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, menyerbu kegiatan Pasar Murah yang dirangkai dengan layanan administrasi kependudukan (adminduk) jemput bola pada Rabu (8/10/2025). Layanan ini disediakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember (Dispendukcapil) melalui mobil Monalisa (Mobil Pelayanan Keliling Sadar Adminduk).

Mobil Monalisa menjadi “magnet” tersendiri. Tak hanya warga Kencong, masyarakat dari Kecamatan Jombang, Umbulsari, dan Gumukmas juga memanfaatkan momen ini untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan. mulai dari KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga perubahan data kependudukan.

“Saya ke sini mau revisi KTP. Ada kekeliruan di RW-nya,” ujar Sherli Citra Carolina, warga Desa Jombang, Kecamatan Jombang. Ia mengaku puas dengan layanan jemput bola tersebut. “Pelayanannya bagus sekali. Katanya nanti rencananya pencetakan KTP juga bisa di setiap kecamatan,” tambahnya.

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan layanan ini merupakan bagian dari program jemput bola untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan adminduk tanpa harus datang ke kantor kabupaten.

“Dispenduk saat ini ada di Kecamatan Kencong. Kami melayani seluruh dokumen adminduk dan ini bagian dari program yang kita laksanakan bekerja sama dengan OPD lain untuk memberikan layanan on the spot melalui Monalisa,” ujar Bambang.

Ia menyebutkan, hingga pukul 10.00 WIB, tercatat sekitar 75 dokumen kependudukan yang masuk untuk diproses dan dicetak di lokasi. Mayoritas pengajuan didominasi oleh pembuatan ulang KTP yang hilang, revisi data, dan pencetakan KTP elektronik baru.

“Pengajuannya bukan hanya dari Kencong, tapi juga dari Jombang, Umbulsari, Gumukmas. Semua bisa langsung kami cetak di tempat,” katanya.

Bambang juga mengingatkan pentingnya memperbarui data kependudukan secara berkala. “Ketika ada perubahan elemen data, segera di-update. Misalnya anak yang dulu SMA sekarang sudah kuliah, datanya harus diperbarui. Ini penting supaya saat dibutuhkan nanti, dokumennya sudah siap,” tambahnya.

Layanan Monalisa juga memberikan pelayanan lengkap, mulai dari perekaman data, cetak KTP, hingga pengurusan dokumen kependudukan lainnya. “Tapi memang persentase terbanyak untuk cetak KTP,” kata Ronny.

Program Monalisa bukan hal baru bagi masyarakat Jember. Layanan ini telah berkeliling ke berbagai kecamatan untuk memperluas akses pelayanan adminduk secara gratis dan cepat. Dispendukcapil Jember juga berencana memperbanyak titik layanan keliling di setiap kecamatan agar masyarakat semakin mudah mengaksesnya.

Inovasi ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mempercepat pelayanan publik dan memperkecil kesenjangan akses adminduk antara pusat kota dan wilayah pinggiran.

“Harapan kami, masyarakat semakin sadar pentingnya data kependudukan yang valid. Ini sangat krusial, terutama untuk urusan bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya,” tutup Bambang.

Sementara itu, Camat Kencong, Ronny Arvianto, menyambut baik kehadiran mobil layanan Monalisa yang selalu beriringan dengan agenda pasar murah di wilayahnya. Menurutnya, inovasi ini memudahkan warga yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh ke pusat kota Jember.

“Kami merasa terbantu dengan adanya mobil layanan ini. Selama ini banyak blangko KTP yang belum terakomodasi. Dengan mobil dari Dispenduk, warga tidak perlu jauh-jauh lagi ke Jember,” ujar Ronny.

Ia menyebut layanan ini berlangsung satu hari, namun cukup efektif menjangkau warga Kencong dan kecamatan sekitar. “Kalau ada pasar murah, pasti ada layanan adminduk. Jadi masyarakat dari sekitar bisa berkumpul di sini,” ujarnya.