Home Blog Page 288

“Bupati Pakpak Bharat Terima Kunjungan Tim Survei Kemenhan RI untuk Pembangunan Batalyon Teritorial”

0

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menerima kunjungan Tim Survay Kementerian Pertahanan RI, Kolonel CZI Gunawan yang datang berkunjung ke Kabupaten Pakpak Bharat (10/09/2025). Dandim 0206/Dairi, Letkol Czi. Nanang Sujarwanto dan sejumlah pejabat lainnya turut hadir dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat rumah dinas Bupati Pakpak Bharat ini.

Kehadiran utusan Kementrian Pertahanan RI ini untuk meninjau langsung lokasi Pembangunan Satuan YTP (Bataliyon Teritorial Pembangunan) Kabupaten Pakpak Bharat. Sebelumnya Tim Survei telah meninjau lokasi YTP (Bataliyon Teritorial Pembangunan) di Desa Sibongkaras Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat.

Franc bernhard Tumanggor berharap, adanya Satuan Teritorial Pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat nantinya bisa membawa dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Pakpak Bharat.

Dengan dibangunnya nanti Batalyon Teritorial Pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat, tentu bisa membawa nilai tambah bagi kita, tentu dengan kehadiran satu batalyon TNI nantinya akan ikut menaikkan ekonomi kita, mereka akan membelanjakan uangnya di sini, mereka akan juga membantu kita dalam berbagai sektor pembangunan kedepan, ini harapan kita, ucap dia.(Tumangger)

Polres Pasuruan Dorong Penguatan Poskamling sebagai Pencegahan Dini

0

PASURUAN – Kepolisian bersama tiga pilar Kecamatan Winongan melaksanakan kontrol pengamanan swakarsa atau poskamling di Dusun Sentul, Desa Winongan Lor, Selasa (9/9/2025) malam.

Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali ronda malam warga demi menjaga keamanan lingkungan.

Kapolsek Winongan, AKP Nanang Abidin, menyampaikan kepada warga agar tidak lengah terhadap situasi yang berkembang di berbagai daerah. “Jaga diri dan lingkungan kita. Buat jadwal jaga, lengkapi poskamling dengan perlengkapan, dan jika menemukan orang mencurigakan segera laporkan ke kepolisian, jangan main hakim sendiri,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Camat Winongan, M. Ghanis Subintang, yang mendorong warga agar tidak apatis. “Poskamling harus dibuat nyaman supaya warga semangat jaga. Bila ada motor terparkir di luar rumah saat patroli, pemiliknya perlu diingatkan agar lebih aman,” ujarnya.

Sementara itu, Danramil Winongan, Kapten Kav Harnoch, menegaskan dukungan penuh TNI untuk menjaga keamanan bersama masyarakat. “Kami bersama tiga pilar akan terus melakukan kontrol poskamling secara bergantian di seluruh wilayah Winongan,” ucapnya.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, memberikan apresiasi atas partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan. “Poskamling adalah benteng pertama keamanan. Dengan kebersamaan masyarakat, TNI, dan Polri, kita bisa mencegah potensi gangguan sejak dini,” kata Kapolres.

Kapolres Nagekeo Polda NTT Terjun Langsung Tangani Longsor Boawae–Mauponggo

0

Nagekeo. Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., turun ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Kelewae, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Selasa (9/9/25). Longsor tersebut terjadi pada Senin (8/9/25) dan sempat menutup total badan jalan lintas vital Boawae–Mauponggo.

Kapolres hadir di lapangan bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Nagekeo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tim gabungan kemudian bergerak cepat dalam upaya pembersihan material longsor berupa tanah, batu besar, dan pohon tumbang yang memblokade jalur penghubung antarkecamatan tersebut.

“Kami berupaya agar akses jalan segera normal kembali. Jalur ini vital bagi aktivitas masyarakat Boawae hingga Mauponggo, sehingga pembersihan material longsor harus dilakukan secepat mungkin,” ungkap Kapolres Nagekeo di lokasi kejadian.

Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan alat berat milik Dinas PUPR dibantu oleh personel gabungan dan masyarakat setempat yang secara sukarela ikut ambil bagian. Meski terkendala cuaca yang masih tidak menentu dan hujan lebat, tim berhasil membuka sebagian jalur.

“Sehingga arus lalu lintas kini sudah bisa dilalui secara terbatas,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan. Sebab, kondisi cuaca masih ekstrem dan intensitas hujan tinggi berpotensi menimbulkan bencana susulan.

Hingga hari ini, ungkapnya, kerja sama lintas sektor menunjukkan hasil yang positif. Akses jalan yang sebelumnya lumpuh total kini secara bertahap mulai bisa digunakan kembali, mengurangi dampak terhadap mobilitas warga di wilayah Boawae dan Mauponggo.

Berdasarkan informasi dari tim lapangan, longsor juga terjadi di beberapa titik lainnya di sepanjang jalur lintas Boawae–Mauponggo. Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Kecamatan Mauponggo.

“Hingga kini, situasi di daerah tersebut belum bisa dipastikan karena keterbatasan akses dan sinyal komunikasi yang terputus,” ungkapnya.

Ditambahkan Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., apresiasi tinggi atas langkah cepat yang dilakukan Polres Nagekeo bersama seluruh stakeholder terkait patut diberikan. Hal ini bukti nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, khususnya saat bencana terjadi.

“Kami mengapresiasi respons cepat Kapolres Nagekeo dan seluruh jajaran yang langsung turun tangan dalam penanganan longsor ini. Kami juga terus memantau perkembangan di wilayah Mauponggo dan akan memastikan penanganan dilanjutkan secara maksimal meski terkendala akses,” ujar Kombes Pol. Henry.

Polda NTT juga menegaskan akan terus mendukung langkah-langkah tanggap darurat di lapangan, termasuk koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan dan distribusi bantuan jika diperlukan.

Banjir dan Longsor melanda Bali, Polri Kerahkan Personel Bantu Penanganan

0

Bali – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Provinsi Bali pada 9 hingga 10 September 2025 memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Sejumlah akses jalan utama tertutup material longsor, sementara beberapa pemukiman warga terendam air. Berdasarkan laporan sementara, bencana ini menewaskan 7 orang, melukai 47 orang, serta memaksa 237 warga mengungsi ke 4 titik lokasi pengungsian.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat bersama TNI, BPBD, serta instansi terkait. Personel Polri dikerahkan untuk membantu evakuasi korban, membuka jalur yang tertutup material longsor, hingga mengatur arus lalu lintas agar distribusi bantuan logistik tidak terhambat.

Kapolda Bali menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan seluruh instansi untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan kebutuhan warga di pengungsian dapat terpenuhi,” ujarnya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pembersihan jalur yang terdampak longsor dan menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Polri juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca masih berpotensi menimbulkan bencana susulan.

Rektor ISI Surakarta: Bupati Banyuwangi Punya Perhatian Besar pada Seni Budaya

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Setelah resmi membuka perkulihan di Banyuwangi, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, menggelar inagurasi mahasiswa baru, Selasa (10/10/2025). Hadir dalam inagurasi, Rektor ISI Surakarta Prof. I Nyoman Sukerna. Nyoman menyebut Kampus ISI Kelas Banyuwangi menjadi laboratorium resmi untuk belajar seni dan budaya.

Rektor ISI Surakarta menyebut Banyuwangi memiliki potensi kekayaan seni dan budaya yang luar biasa serta memiliki ciri khas tersendiri.

“Dengan adanya pendidikan tinggi seni formal, akan menjamin keberlanjutan warisan leluhur ini. Hal ini sesuai dengan mandat Undang-undang, dimana institusi resmi untuk pembinaan seni budaya,” kata Prof. Nyoman.

Kehadiran ISI Surakarta di Banyuwangi melalui proses yang panjang. Bahkan sejak dekade 90-an telah tercetus wacana untuk mendirikan kampus seni di Banyuwangi telah dilontarkan oleh budayawan dan pegiat seni. Namun baru di masa Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, harapan itu bisa terwujud.

“Kami melihat Bupati Banyuwangi punya perhatian besar pada seni budaya di daerahnya. Karena itu kami juga menegaskan komitmen terus mengembangkan kampus di Banyuwangi ini,” kata Nyoman.

Nyoman mengatakan ke depan akan membuka program studi (prodi) baru yang bervariatif di Banyuwangi.

“Saat ini ada dua prodi yakni prodi ethnomusikologi dan tari. Ke depan akan terus kami dorong pembukaan jurusan baru, misalnya DKV (Desain Komunikasi Visual), Film, Batik dan lainnya. Di ISI sendiri ada 22 Prodi yang dijalankan,” ujarnya.

Mahasiswa Kampus ISI Surakarta Banyuwangi telah menjalani pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) dan kuliah perdana. Kali ini para mahasiswa melaksanakan inagurasi yang menandai secara resmi dimulainya masa studi mahasiswa baru di perguruan tinggi tersebut untuk tahun ajaran 2025/2026.

Bupati Ipuk yang turut menghadiri Inaugurasi, kehadiran ISI Banyuwangi akan memperkuat ekosistem seni budaya daerah.

“Setelah sebelumnya upaya pelestarian dilakukan dengan menggelar ratusan event budaya dalam yang dibalut Festival setiap tahun. Kini upaya tersebut dilanjutkan lewat jalur akademis dengan hadirnya kampus seni ISI Banyuwangi,” kata Ipuk.

“Dengan adanya perguruan tinggi diharapkan semakin menguatkan DNA seni budaya daerah lewat penelitian dan inovasi. Kami harap juga nantinya para mahasiswa akan menjadi pengajar yang akan ikut menyebarkan seni budaya daerah secara lebih luas,” harap Ipuk.

Inagurasi tersebut dihadiri segenap jajaran dekan dan dosen pengajar. Juga hadir Kapolresta Banyuwamngi Kombes Pol Rama Samtama, Plh. Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri, Majelis Kehormatan DKB Samsudin Adlawi, dan sejumlah perwakilan Forkopimda.

Kehadiran ISI Banyuwangi ini kian melengkapi infrastruktur pendidikan yang telah ada sebelumnya di Banyuwangi, seperti FIKKIA Unair Banyuwangi, Politeknik Negeri Banyuwangi, Sekolah Pilot Negeri (Akademi Pilot Indonesia), dan berbagai kampus/sekolah tinggi yang lainnya. (*/Biro)

Dari Menteri Tito Hingga Luhut Puji Komitmen Banyuwangi Wujudkan Pemerintahan Digital

0

Jakarta | Gempurnews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mewujudkan pengelolaan pemerintahan berbasis digital mendapat pujian dari banyak pihak. Di antaranya dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Penasehat Khusus Pres iden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan Luhut Binsar Pandjaitan.

“Kita akan piloting di Banyuwangi. Nanti di Banyuwangi, sistem akan kita integrasikan, jadi satu sistem,” ungkap Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada penandatanganan Surat Keputusan Bersama Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis (named) dan Tenaga Kesehatan (nakes) di Kabupaten/Kota melalui Mall Pelayanan Publik Digital Nasional (MPPDN). Banyuwangi menjadi salah satu daerah piloting nasional untuk penyelenggaraan perijinan named dan nakes lewat MPPDN.

Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah menteri dan kepala daerah. Di antaranya adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Nugroho Sulistyo Budi.

“Sehingga kalau ini nanti berhasil, yang di Banyuwangi, tentu ada kurangnya sana-sini, Januari tahun depan, kita akan launching di seluruh Indonesia,” terang Luhut yang juga Ketua Dewan Ekonomi Nasional itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Tito Karnavian. Digitalisasi yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi dinilainya memiliki proyeksi yang selaras untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, terjangkau, dan efisien. Di antaranya dengan menghadirkan Mall Pelayanan Publik (MPP) pertama di Indonesia yang telah bertransformasi ke arah digital.

“(Mall Pelayanan Publik) di Banyuwangi merupakan salah satu yang terbaik. Pelayanannya top,” terang mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia itu.

Banyuwangi merupakan pionir transformasi pelayanan publik melalui Mall Pelayanan dan juga menjadi percontohan dalam digitalisasi pelayanan melalui MPP Digital.

Pionir dalam memelopori MPP Digital, pemrinatah pusat telah menjadikan Banyuwangi pilot project MPP Digital Nasional. MPPDN ini antara lain menyediakan layanan administrasiþ kependudukan dan layanan perijinan kesehatan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan terimakasih atas apresiasi tersebut. “Ini bentuk dukungan sekaligus pelecut semangat bagi kami dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, yang berdampak positif terhadap masyarakat dan kemajuan daerah,” tegasnya.

Terkait dengan digitalisasi perizinan praktik untuk tenaga kesehatan dan tenaga medis yang dicanangkan secara nasional itu pun, Ipuk berkomitmen untuk turut menyukseskannya. “Ini tentu menjadi kabar baik bagi nakes di Banyuwangi. Kini dapat mengurus perizinan dengan mudah dan cepat,” ungkapnya.

Saat ini ada 199 Kabupaten/Kota yang menjadi piloting sistem perizinan nakes dan named digital tersebut. Daerahbtersebut sebelumnya telah memiliki MPP Digital.

“Kita bersyukur segenap stakeholder di Banyuwangi telah berjerih payah mewujudkan infrastruktur digital ini. Sehingga kita bisa menjadi yang terdepan dalam menyongsong program digitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat,” pungkas Ipuk. (*/Biro)

Rindu Ibu, Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Menangis di Pelukan Bupati Ipuk

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, terlihat memeluk Naura, siswa kelas I SD, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banyuwangi, yang menangis dan terus memanggil ibunya. Hal ini terjadi saat Bupati Ipuk mengunjungi Sekolah Rakyat, Rabu sore (10/9/2025).

Naura menangis karena rindu pada ibunya. Selama dua bulan terakhir dia tinggal di Sekolah Rakyat, di Gedung Pendidikan dan Pelatihan PNS, Desa/Kecamatan Licin. “Ibuk…Ibuk…,” kata Naura sambil menangis tersedu di pelukan Ipuk.

Ipuk lalu memangku dan terus memeluk erat Naura yang tak henti menangis.

Sesekali Ipuk mengelus pipi dan pundak Naura untuk menenangkan anak yang masih berusia 6 tahun itu. Ipuk juga terlihat berupaya menghibur Naura.

Naura mulai menangis saat kelompok paduan suara siswa Sekolah Rakyat, menyanyikan lagu berjudul ”Ibu” yang dipopulerkan oleh Haddad Alwi karya penyanyi dan penulis lagu asal Aceh Rara Tarmizi. Lagu tersebut dinyayikan dengan apik oleh paduan suara yang dibawakan siswa SMP dan SMA Sekolah Rakyat.

Tidak hanya Naura, namun puluhan siswa lainnya juga turut meneteskan air mata. Bahkan terlihat air mata juga menetes di pipi Ipuk. Beberapa Kepala OPD yang mendampingi Ipuk, juga terlihat menangis.

“Saat ini kalian sedang berjuang. Sekolah ini menjadi bekal untuk masa depan kalian. Jadi tetap sabar dan semangat belajar. Nikmati semua prosesnya,” kata Ipuk.

“Kami tahu kalian rindu rumah. Rindu orang tua, pasti berat bagi kalian. Tapi yakinlah apa yang kalian perjuangkan saat ini, akan dinikmati di masa depan yang lebih baik,” tambah Ipuk.

Sekolah Rakyat merupakan sekolah berbasis asrama yang diperuntukkan bagi anak dari keluarga tidak mampu. Sekolah Rakyat Banyuwangi saat ini terdapat 125 orang, yang terdiri dari 25 siswa SD, 50 SMP, dan 50 SMA

Bupati Ipuk mengunjungi sekolah ini, untuk memastikan kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat berjalan lancar.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana progres Sekolah Rakyat Banyuwangi. Sekaligus memastikan bahwa semua kegiatan di sini berjalan dengan lancar,” kata Ipuk.

Ipuk hadir bersama Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra, serta segenap jajaran Pemkab Banyuwangi.

Para siswa mengaku mulai senang berada di Sekolah Rakyat. Salah satunya, Hasyiela Zahra yang mengaku senang bisa belajar di Sekolah Rakyat.

“Senang sekali. Di sini kebutuhan makan dan pendidikan kita terjamin. Kita juga bisa bertemu banyak teman baru, bahkan seperti saudara,” kata siswa kelas 10 SMA di Sekolah Rakyat Banyuwangi itu.

Hal serupa juga disampaikan Erlangga Frenky, siswa kelas 2 SMP Sekolah Rakyat. “Bisa meringankan beban orang tua karena gratis di sini. Di sini juga menyenangkan karena nyaman dan banyak teman,” ujarnya. (*/Biro)

Wabup Mujiono Lepas Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Giat Prestasi Jawa Timur

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, secara resmi melepas 16 kontingen Pramuka Banyuwangi yang akan berlaga dalam kompetisi Giat Prestasi Pramuka Penegak Jawa Timur 2025. Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh Wabup kepada pimpinan kontingen di Gedung Pramuka Banyuwangi, Rabu (10/9/2025).

Giat Prestasi dalam Gerakan Pramuka adalah sebuah kegiatan kompetitif yang dirancang untuk mengasah keterampilan, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan anggota Pramuka, khususnya golongan Penegak. Kompetisi akan berlangsung pada hari Kamis hingga Minggu tanggal 11–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, Wabup Mujiono yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pengamalan Dasadarma Pramuka.

“Tingkatkan kreativitas, jaga sportivitas, dan jalin persaudaraan dengan kontingen daerah lain. Tunjukkan bahwa Pramuka Banyuwangi tangguh, berkarakter, dan mampu bersaing,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan tim.

“Kalau kalah, sikapilah dengan jiwa ksatria. Yang terpenting adalah proses dan pengalaman yang membentuk karakter,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Kontingen Cabang, Febriansyah Pratama Putra mengatakan, Kontingen Banyuwangi merupakan hasil sinergi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi didukung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi.

Kontigen tersebut beranggotakan 16 orang, terdiri atas 8 putra dari Gugusdepan SMK Ihya Ulumuddin dan 8 putri gabungan dari SMAN 1 Giri, SMAN 1 Glenmore, serta SMAN Darussolah Singojuruh.

“Mereka didampingi dua pimpinan kontingen, dua pembina pendamping, dan dua anggota Contingent Support Team (CST),” ujarnya.

Febri menjelaskan, Giat Prestasi akan berlangsung pada hari Kamis hingga Minggu tanggal 11–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang.

“Adapun cabang lomba yang akan diikuti antara lain aquatic championship, kewirausahaan, videografi, teknologi tepat guna, pionering, hingga model united nation challenge dan komik digital,” pungkasnya. (*/Biro)

Dugaan Penyelewengan Anggaran Desa Mencuat, Warga Pedamaran Desak Audit 14 Desa!

0

Kayuagung, OKI, Sumsel – Masyarakat Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tengah bergejolak. Mereka menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa yang dilakukan oleh 14 kepala desa (Kades) di wilayah mereka.

Massa aksi mengungkapkan kecurigaan adanya penyimpangan anggaran yang terjadi sejak tahun 2022 hingga 2024. Mereka mendesak pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan dana desa oleh 14 Kades tersebut.

“Kami mendesak agar seluruh kepala desa di Kecamatan Pedamaran diperiksa terkait penggunaan anggaran dari tahun 2022 sampai 2024. Kami ingin tahu ke mana saja dana desa itu digunakan,” ujar salah seorang perwakilan masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap agar pemeriksaan ini dilakukan secara independen dan melibatkan pihak-pihak yang kompeten, sehingga hasilnya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Mereka juga meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. Masyarakat berharap agar suara mereka segera didengar dan ditindaklanjuti demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan di Kecamatan Pedamaran. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi

“Bupati Pakpak Bharat Buka Fasilitas Pelayanan KB untuk Tekan Angka Stunting”

0

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor membuka Fasilitasi Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB/KR Di Wilayah Khusus. Dilaksanakan di UPT Puskesmas Salak, Fasilitasi Pelayanan KB di Wilayah Khusus ini bertujuan untuk menekan angka kelahiran Total Fertality Rate (TFR), dan meningkatkan angka prevalensi penggunaan alat kontrasepsi modern di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.

Franc menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan juga untuk membantu penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Pakpak Bharat yang tetap menjadi salah satu fokus utama Pemerintah.

Pelayanan KB/KR menjadi salah satu upaya konkret untuk menurunkan angka stunting. Saya berharap pelayanan yang diberikan hari ini mampu mengambil peran dalam percepatan penurunan stunting demi menciptakan generasi Pakpak Bharat yang lebih sehat dan berkwalitas, jelas Bupati dalam sambutannya.

Sejumlah narasumber turut hadir dalam acara ini, diantaranya Syamsu Riza Lubis dari Kantor BKKBN Perwakilan Sumatera Utara, serta sejumlah pembicara lainnya.(Tumangger)