Home Blog Page 350

Kapolri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2025, Dorong Pertumbuhan UMKM

Jakarta. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meninjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2025 di Jakarta Convention Center (JCC) 2025. Bazar ini sendiri diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-73.

Terdapat 548 stand yang turut dihadirkan dalam bazar ini. Bazar ini sendiri diselenggarakan dengan mengusung tema “Sinergi Bhayangkari Bersama UMKM Mendorong Kemandirian Ekonomi Bangsa”.

Acara ini menjadi wujud nyata kepedulian Bhayangkari dalam membina dan memajukan pelaku UMKM, baik dari internal Bhayangkari, masyarakat umum, maupun organisasi wanita seaspirasi. Kapolri pun meninjau sejumlah stand milik Bareskrim, Polda Sumut, Polda DIY, Polda Papua, Polda Jatim, Polda Sumsel, PG Itwasum, Baharkam, Polda Kaltim, Polda Malut, Polda Papua Barat, Polda Kalteng, dan Polda Korlantas.

Sebelumnya, Ketua Umum Bhayangkari, Ibu Juliati Sigit Prabowo, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar bazar ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti.

“Bazar ini bukan sekadar pameran produk, tetapi ajang membangun sinergi, mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas melalui inovasi dan digitalisasi pemasaran. Kami ingin UMKM tumbuh menjadi pilar ekonomi bangsa yang tangguh dan mandiri,” ujarnya.

Selain bazar, berbagai kegiatan edukatif juga digelar, seperti talkshow dari Bank Mandiri, BPOM, pelatihan skincare, demo masak dari Rose Brand, serta workshop dari para pengurus Bhayangkari daerah. Kehadiran sponsor utama dari PT Bank Mandiri Tbk, PT Sungai Budi Group, dan PT Telekomunikasi Seluler turut mendukung suksesnya pelaksanaan acara.

Sementara itu, Ibu Selvi Gibran Rakabuming Raka dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kontribusi Bhayangkari dalam pemberdayaan perempuan dan UMKM.

“Bhayangkari membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pendamping anggota kepolisian, tetapi perempuan-perempuan hebat, kreatif, dan multi-talenta. Saya percaya, peran Bhayangkari akan membawa dampak besar dalam membina UMKM agar lebih mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional,” tutur Ibu Selvi.

Ibu Selvi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi wanita untuk mendorong UMKM kecil agar memiliki akses pembinaan, permodalan, serta pasar yang lebih luas, baik offline maupun online. Ia juga mengusulkan agar ke depannya bazar ini mengangkat tema kebudayaan dari berbagai wilayah Indonesia secara bergiliran.

Mengakhiri sambutannya, Ibu Selvi secara resmi membuka acara Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2025:

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga kegiatan ini membawa manfaat untuk bangsa dan mendukung program-program Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

Bazar ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi, pemberdayaan, dan wadah pertumbuhan ekonomi kreatif nasional yang berkelanjutan.

Harkamtibmas, Kapolrestabes Surabaya Pimpin Patroli Skala Besar Tiga Pilar Hingga Dini Hari

SURABAYA — Demi menciptakan suasana malam yang aman dan nyaman bagi warga, Polrestabes Surabaya Polda Jatim menggelar patroli skala besar bersama unsur Tiga Pilar dan seluruh jajaran Polsek pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari (27/7).

Patroli ini digelar menyusul kekhawatiran meningkatnya gangguan keamanan seperti balap liar, aksi geng motor, hingga tawuran antar perguruan silat.

Patroli gabungan ini langsung dipimpin oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, didampingi Wakapolrestabes Surabaya.

Sejumlah lokasi rawan, seperti Jalan Taman Apsari dan Jalan Bambu Runcing, menjadi sasaran utama pengawasan.

“Kami mohon kerja sama masyarakat untuk kita sama-sama menjaga ketertiban kota Surabaya dengan menginformasikan adanya gangguan kamtibmas di Surabaya,” ujar Kapolrestabes Surabaya.

Kombes Pol Luthfi juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari dukungan terhadap Program Prioritas Kapolri (PRESISI) dan Commander Wish Kapolda Jatim.

Fokus utama adalah membentuk SDM unggul dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantapan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus upaya nyata kami mencegah tindakan kriminal yang meresahkan warga, khususnya di malam hari,” imbuhnya.

Patroli yang dimulai pukul 12.00 WIB hingga subuh dengan menyasar titik-titik strategis yang kerap menjadi arena balap liar dan ajang berkumpulnya kelompok-kelompok yang rawan menimbulkan gesekan sosial.

Di seputaran wilayah Merr ditemukan para pemuda yang ingin melakukan balap liar namun diketahui oleh pihak Kepolisian saat patroli langsung semburat.

Dengan kehadiran aparat gabungan, diharapkan masyarakat dapat menjalani aktivitas malam tanpa rasa khawatir.

Kapolrestabes juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.

“Tugas menjaga keamanan tidak hanya di tangan kepolisian, tapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai warga Surabaya,” tegasnya.(*)

Dua Pelaku Curanmor Di Kramat Pulokerto Di Amuk Massa

Pasuruan – Aksi pencurian sepeda motor berhasil digagalkan warga di area persawahan Dusun Pulodowo, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Minggu pagi (27/7/2025). Dua pelaku pencurian sepeda motor babak belur setelah kepergok dan diamuk massa sebelum akhirnya diamankan warga.

Korban, MU (65), seorang petani dari Dusun Wetan Dalem, Desa Pulokerto, memarkir sepeda motor Yamaha Vega R biru hitam miliknya sekitar pukul 07.00 WIB. Sepeda motor tersebut sudah dilengkapi pengaman kunci gembok pada cakram roda depan.

Namun, sekitar pukul 10.00 WIB, dua orang tak dikenal merusak kunci motor tersebut dan mencoba membawanya kabur. Aksi keduanya diketahui warga yang sigap mengejar. Tak butuh waktu lama, para pelaku berhasil diringkus warga tak jauh dari lokasi kejadian.

Massa yang geram langsung melampiaskan amarahnya, membuat kedua pelaku mengalami luka-luka. Warga kemudian mengamankan pelaku sambil menunggu kedatangan petugas kepolisian.

Kedua pelaku diketahui berinisial SA (39) dan MN (41), keduanya berasal dari Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Setelah diamankan, mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Kraton untuk mendapatkan perawatan medis akibat amukan massa.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, Iptu Choirul Mustofah, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini, diduga dua pelaku sudah diamankan di Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Korban dan para saksi juga sedang dimintai keterangan guna mengetahui kronologi kejadian secara lengkap,” jelasnya.(zai)

Lolos dari hadangan Persinga PSIL bidik Semifinal Piala Suratin U-17 Zona Jatim.

Lumajang,Gempur News.

— Kemenangan mengesankan di torehkan PSIL Lumajang di babak 16 besar dengan gemilang menyingkirkan Persenga Nganjuk dengan skor 2:1 pada pertandingan hari ini Minggu ( 27/07/2025) di stadion Semeru Lumajang, maka dengan hasil ini PSIL Lumajang dipastikan lolos ke 8 besar piala suratin U-17 Zona Jatim.

PSIL Lumajang yang tampil tanpa dua pemain pilarnya karena cedera bermain kurang maksimal pada awal babak pertama sehingga terus menerus mendapat tekanan dari Persenga yang terus menggempur pertahanan PSIL, namun pertahanan PSIL terus menerus di serang gawang PSIL yang dijaga Marsvello Reiyu tetap aman, PSIL yang terus di serang berhasil melakukan serangan balik cepat pada menit ke 18 , PSIL mencetak Gol dari titik pinalti akibat pelanggaran pemain Persenga di kotak terlarang dan algojo di Ambil kapten PSIL Bagas Yulianto membuat PSIL unggul 1:0 , kebobolan duluan Persenga terus melakukan rangkaian serangan ke jantung pertahanan PSIL dan menjelang turun minum berhasil menyamakan kedudukan lewat gol yang di ciptakan Awan yoga pada menit ke 45 , sehingga kedudukan menjadi 1:1 sampai turun minum.
Babak ke 2 PSIL Lumajang mengembangkan permainan dalam tempo tinggi dan pertandingan baru berjalan 4 menit tepatnya menit ke 49 jala gawang Persenga bergetar oleh tendangan keras pemain sayap kanan PSIL Lubed Ahmed yang lolos dari hadangan pemain belakang Persenga sehingga membuat PSIL Lumajang unggul 2:1 , setelah gol ini Persenga berusaha terus memberikan tekanan demi tekanan namun selalu bisa di halau oleh barisan pertahanan PSIL yang hanya menggunakan serangan balik ,maka sampai peluit akhir dibunyikan kedudukan 2:1 tetap bertahan.

Manager PSIL Lumajang Syamsul Arifin SH sesaat setelah pertandingan usai mengatakan pada media ini ,bahwa sukses ini berkat kerja keras anak anak PSIL yang dengan gemilang berhasil memenangkan pertandingan dan dia dengan seluruh tim pelatih akan berdiskusi supaya PSIL di 8 besar nanti akan bermain lebih baik karena tim yang akan dihadapi pasti akan lebih berat lagi jadi kami akan memperbaiki kekurangan dan kesalahan dengan se Maksimal mungkin kita akan bermain Allout guna lolos ke babak semifinal,dan dia berjanji untuk anak anak PSIL pasti akan mendapatkan reward ungkapnya.

Sementara itu ketua PSIL lumajang Bambang Herikartono mengucapkan terima kasih kepada anak anak PSIL yang sudah bermain ngotot sehingga bisa memenangkan pertandingan dan wabil khusus Bambang memberikan Apresiasi tinggi Ketua kadin Lumajang yang memberikan bonus kepada PSIL, semoga ada lagi pengusaha Lumajang yang berbuat sama seperti beliau,dan juga tentunya bagi seluruh masyarakat kabupaten Lumajang pungkasnya.( Joe).

Eksotika Batik Probolinggo dan Pemilihan Duta Koperasi, Warnai Gebyar Hari Koperasi

PROBOLINGGO,
Puncak peringatan Hari Koperasi ke-78 digelar depan Kantor Wali Kota Probolinggo, Jumat (25/7) malam. Panggung megah itu tidak hanya menjadi pusat perayaan koperasi, tetapi juga menjadi ajang pemilihan Duta Koperasi Kota Probolinggo 2025.

Sebelum momen puncak, para tamu undangan disuguhkan penampilan kolaboratif nan eksotis bertajuk Eksotika Batik Probolinggo dari The Universal Line Dance (ULD) Probolinggo yang dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin.

Penampilan ini merupakan persembahan kedua ULD setelah tampil di kawasan Gunung Bromo. Dalam waktu dekat, ULD direncanakan akan tampil di peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo dengan skala nasional.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengapresiasi kemeriahan acara dan semangat koperasi yang semakin membumi di masyarakat.

“Gebyar koperasi ini bukan sekadar selebrasi, tapi tonggak penting untuk membuktikan bahwa koperasi adalah motor penggerak ekonomi rakyat. Sejalan dengan komitmen saya dan Bu Ina, kita akan terus menggulirkan berbagai event dan program nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar wali kota.

Dokter Amin juga menggaungkan keberadaan 29 Koperasi Merah Putih tingkat kelurahan, yang akan menjadi pergerakan ekonomi berbasis komunitas lokal. Setiap koperasi akan dikuatkan dengan dana bergulir senilai total Rp 3 miliar.

“Langkah ini adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintah kota terhadap ekonomi rakyat. Jika pelaksanaan koperasi ini maksimal bisa mendukung pengembangan UMKM di kota. Kita optimis kontribusi koperasi terhadap PDRB Kota Probolinggo bisa naik dari 3 persen menjadi 10 persen,” tegasnya.

Lebih lanjut, wali kota menyebut bahwa koperasi yang sehat adalah koperasi yang tertib administrasi dan tepat waktu dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dalam kesempatan ini, ia juga menyerahkan penghargaan bagi koperasi yang telah menjalankan RAT tepat waktu sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

“Kita akan terus dorong penguatan 21 ribu UMKM di Kota Probolinggo melalui program sertifikasi halal, akses permodalan, dan keragaman jenis usaha. Sinergi antara koperasi dan UMKM adalah fondasi kemandirian ekonomi kita,” pungkas Dokter Aminuddin.

Acara bertajuk Gebyar Koperasi ini dihadiri pula oleh Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua DPRD Dwi Laksmi Syntha, Forkopimda, Sekda drg. Ninik Ira Wibawati, staf ahli, serta kepala perangkat daerah.

Sementara itu, suasana turut dihangatkan dengan penampilan lagu Ronjengan oleh ibu-ibu koperasi se-Kota Probolinggo, yang menampilkan nuansa lokal dalam semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi.

Dalam ajang pemilihan Duta Koperasi 2025, dewan juri yang terdiri dari Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha, Ketua TP PKK Kota dr. Evariani Aminuddin, serta Wakil Ketua DPRD Abdul Mudjib akhirnya menetapkan pemenang terbaik dari 10 finalis terpilih. Mereka diharapkan menjadi wajah baru koperasi Kota Probolinggo yang menginspirasi generasi muda untuk turut aktif dalam gerakan koperasi.

Dari 10 finalis yang tampil penuh percaya diri dan wawasan tentang dunia koperasi, akhirnya dewan juri menetapkan Imanuel Christian Sugiono sebagai Duta Koperasi Kota Probolinggo 2025. Pemenang diharapkan menjadi duta promosi koperasi ke sekolah, komunitas muda, hingga media sosial, dengan gaya yang komunikatif dan inspiratif.(Ali)

Polres Ponorogo Sampaikan Pesan dan Cinderamata kepada Pengendara di Penghujung Operasi Patuh Semeru 2025

PONOROGO – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo menggelar kegiatan simpatik dengan memberikan cinderamata kepada para pengendara yang dinilai tertib dalam berlalu lintas.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Bayu Pratama Sudirno, S.T.K., S.I.K.

Dalam pelaksanaan di lapangan, AKP Bayu Pratama Sudirno tampak memberikan bingkisan secara simbolis kepada salah satu pengendara roda dua yang telah melengkapi diri dengan helm standar dan kelengkapan berkendara lainnya.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan apresiasi, tetapi juga sebagai media edukasi agar masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.

“Kegiatan ini merupakan wujud penghargaan kepada masyarakat yang sudah tertib berlalu lintas,” kata AKP Bayu.

Dengan kegiatan itu Polres Ponorogo Polda Jatim berharap dapat membangun hubungan yang lebih humanis antara Polisi dan masyarakat, sehingga edukasi tentang keselamatan lebih mudah disampaikan dan dapat diterima masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H., yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, menyampaikan bahwa pendekatan simpatik seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

AKBP Andin menyampaikan, Operasi Patuh Semeru 2025 bukan semata-mata penindakan, tetapi juga edukasi dan pembinaan.

“Melalui pendekatan humanis, kami ingin membangun budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan di Ponorogo,” tegas AKBP Andin Wisnu.

Operasi Patuh Semeru 2025 yang berlangsung selama dua pekan (mulai 14 s/d 27 Juli 2025) itu dengan fokus pada pelanggaran-pelanggaran prioritas seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, dan pengendara di bawah umur. (*)

Perkuat Sinergitas Melalui Piramida Kapolres Probolinggo Ajak Awak Media Jaga Kamtibmas

PROBOLINGGO,- Suasana santai penuh keakraban tercipta dalam acara Ngopi Bareng Media (Piramida) yang digelar Polres Probolinggo di Happy Cafe & Resto Kraksaan.

Acara ini menjadi momen strategis bagi AKBP M. Wahyudin Latif, untuk memperkenalkan diri sebagai Kapolres Probolinggo yang baru, sekaligus menyampaikan komitmen membangun sinergi dan kolaborasi bersama insan pers.

Dalam dialog terbuka tersebut, hadir pejabat utama (PJU) Polres Probolinggo Polda Jatim serta para jurnalis dari berbagai media.

Kegiatan ini dikemas ringan, namun penuh makna sebagai wujud kedekatan antara aparat keamanan dan awak media.

“Media adalah mitra penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Kami siap menerima saran, dan masukan untuk perbaikan pelayanan ke depan,” kata AKBP Latif,Sabtu (26/7).

Kapolres Probolinggo juga menambahkan, bahwa berita yang akurat dan sesuai dengan fakta dapat membuat seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Probolinggo dapat lebih damai dan tertib tanpa adanya berita negatif.

Selain itu, Polres Probolinggo Polda Jatim juga menyadari bahwa peran media juga sebagai kontrol sosial dan edukasi bagi masyarakat.

“Kami sangat mendukung dengan adanya keterbukaan informasi publik, untuk mendapat informasi atau berita di Polres Probolinggo, dapat dikomunikasikan dengan Kasihumas atau jajaran Kasat di lingkup Polres Probolinggo,” ucapnya.

Dalam Piramida ini, Mitra Media Polres Probolinggo Ahmad Faisol, mengharap
kemudahan konfirmasi kepada pihak kepolisian, agar berita berimbang dan berita yang disajikan kepada masyarakat bisa lebih cepat.

Mitra Polres Probolinggo Polda Jatim berkomitmen mendukung kondusivitas daerah, agar terbangun situasi Kamtibmas yang baik, sehingga investor tidak ragu membuka lapangan pekerjaan di Kabupaten Probolinggo.

“Kita saling menghargai. Kami Mitra Polres Probolinggo, menghargai dan menghormati tupoksi kepolisian. Dan kami patuh pada kode etik jurnalistik dan kode etik perilaku wartawan. Kami sesungguhnya dikepung berbagai peraturan dan kode etik dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ucap Faisol.

Dengan kemasan santai dan dialogis, acara Piramida ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin.

Tak sekadar ngopi, tetapi juga sarana kolaborasi dan keterbukaan antara kepolisian dan media, demi terwujudnya Kabupaten Probolinggo yang aman, informatif, dan harmonis. (*)

Cari Solusi Kemacetan Ketapang, Bupati Ipuk Pimpin Rakor Bersama Stakeholder Penyeberangan

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Kemacetan yang terjadi di Jalan Situbondo-Banyuwangi akibat antrean truk di Pelabuhan Ketapang, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggelar dan memimpin rapat koordinasi bersama seluruh stakeholder penyeberangan, di kantor ASDP Pelabuhan Ketapangng, Sabtu (26/7/2025).

Seluruh pimpinan stakeholder yang berwenang hadir dalam rapat tersebut untuk mendapatkan solusi lanjut mengatasi kemacetan dari hulu ke hilir.

Mulai dari ASDP Indonesia Ferry Ketapang, KSOP, Korsatpel BPTD II Jatim, Dinas Perhubungan Pemprov Jatim, Indonesian National Ferry Owner Association/Asosiasi Pemilik Kapal Ferry Nasional Indonesia (INFA), Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gadasgap).

Hadir juga jajaran Forkopimda, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) M. Puji Santoso, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahya Negara, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Jalur penyeberangan ini sebetulnya bukan kewenangan kami dari pemkab. Namun karena masalah ini berada di wilayah kami, dan dampaknya kepada daerah dan masyarakat Banyuwangi, jadi kami perlu koordinasi dan mencari solusi bersama,” kata Ipuk.

“Belum lagi banyak keluhan dan komplain dari masyarakat serta para supir yang tertuju pada kami akibat ini. Jadi kita berkumpul di sini, bukan untuk saling menyalahkan tapi untuk mencari solusi. Pemkab dan Forkopimda sangat siap untuk membantu. Apa yang bisa kami bantu untuk mengurai kemacetan ini,” jelas Ipuk.

Ipuk menjelaskan sebelumnya telah beberapa kali menggelar rakor bersama Forkopimda. Ipuk juga telah meminta dan berkirim surat kepada Kementerian Perhubungan untuk mengirim bantuan kapal dengan kapasitas besar.

“Selain Menhub, kami juga telah menghubungi Komisi V DPR RI, Wamenhub, agar bisa dibantu menyelesaikan masalah ini. Semoga masalah ini bisa segera terselesaikan,” kata Ipuk.

Satu unit kapal bantuan yakni KMP Gading Nusantara, milik PT Jembatan Nusantara, anak perusahaan ASDP, yang kapasitas besar didatangkan ke Pelabuhan Ketapang. Ipuk sendiri telah berbincang dengan kapten KMP Gading Nusantara, yang sedang dalam perjalanan menuju Banyuwangi dan dijadwalkan tiba malam ini.

“Dua kapal bantuan lainnya juga akan segera datang untuk dioperasikan di Ketapang. Kami berterima kasih atas semua pihak yang telah bekerja keras dan bersama-sama mengatasi masalah ini,” tambah Ipuk.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Yannes Kurniawan, menjelaskan permasalahan ini berawal karena terbatasnya jumlah kapal yang diperuntukkan untuk mengangkut truk dengan tonase besar di atas 35 ton, setelah adanya evaluasi dan rekomendasi usai tenggelamnya KMP Tunu Pratam Jaya.

“Awalnya hanya dua kapal di LCM. Berangsur bertambah jumlahnya sesuai rekomendasi KSOP. Saat ini ada 7 kapal di LCM yang idealnya 9 kapal,” kata Yansen.

Dalam rapat tersebut dihasilkan beberapa rekomendasi. Di antaranya, selain penambahan bantuan kapal, Pelabuhan Jangkar Situbondo yang selama ini melayani Pelabuhan Lembar Lombok NTB, diminta juga untuk melayani ke Pelabuhan Gilimanuk untuk mengurai kendaraan sejak di Situbondo.

Selain itu, kepada para operator kendaraan logistik atau pemilik truk untuk sementara menggunakan truk bertonase di bawah 35 ton.

“Kami sarankan untuk sementara agar lancar, pihak logistik menggunakan truk di bawah 35 ton,” kata Ketua INFA, Rio Polii.

Ketua Gapasdap Banyuwangi, Mastiga Sofyan, mengusulkan agar truk sumbu tiga namun tonase di bawah 35 ton untuk bisa dilewatkan di Dermaga MB 1 hingga 4.

“Banyak truk meski jenis sumbu tiga, namun muatannya di bawah 35 ton. Jadi bisa memaksimalkan dermaga MB 1 hingga 4,” kata Sofyan.

Sementara Kepala KSOP Tanjung Wangi, Purgana, meminta kepada pemilik kapal segera kembali mengoperasikan kapal yang telah dilakukan perawatan

“Kami minta agar kapal yang telah dilakukan perawatan untuk segera beropersi lagi. Untuk saat ini jangan berpikiran ke profit, namun lebih pada kelancaran,” pinta Purgana. (*/Biro)

25 Anak Cerebral Palsy di Banyuwangi Terima Kursi Roda Adaptif

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Dalam momentum Hari Anak Nasional 2025, Pemkab Banyuwangi bersama Yayasan Kampung Sedunia (Global Village Foundation/GVF) kembali memberikan bantuan kursi roda khusus bagi 25 anak penyandang Cerebral Palsy di Banyuwangi.

Puluhan kursi roda tersebut diserahkan dalam acara Festival Mainan Tradisional di RTH Maron Genteng Banyuwangi, Sabtu (26/7/2025).

Founder Global Village Foundation, Andy Bracey mengatakan, kursi roda yang diberikan merupakan kursi roda adaptif, yang dirancang khusus sesuai kebutuhan tubuh anak. Kursi roda ini didistribusikan secara gratis kepada anak-anak dari keluarga pra sejahtera.

“Kursi roda ini dirancang khusus agar sesuai dengan kondisi tubuh anak. Pemasangannya pun melalui pengukuran yang tepat, harapannya bisa meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Andy.

Menurutnya, kursi roda adaptif tidak hanya membantu mobilitas anak, tetapi juga berdampak besar terhadap aspek kesehatan seperti pernapasan dan pencernaan, yang secara tidak langsung akan menurunkan risiko malnutrisi dan perbaikan postur tubuh.

Global Village Foundation merupakan amal nirlaba berbasis di Bali ini bekerjasama dengan dengan organisasi asal Australia, Wheelchairs for Kids. Selama ini, mereka telah menyalurkan lebih dari 3.000 kursi roda anak di seluruh Indonesia sejak 2021.

“Khusus di Jawa Timur, sebanyak 1.300 unit telah kami salurkan kepada anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan, dan Banyuwangi menjadi penerima terbanyak,” sambung Andy.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya berencana mendirikan pabrik atau bengkel produksi kursi roda adaptif di Banyuwangi. Alasannya, kata dia, Pemkab Banyuwangi aktif mendorong program-program inklusi.

“Kami berencana mendirikan pabrik kursi roda di Banyuwangi, persiapannya terus kita matangkan,” ucapnya.

Bupati Banyuwang Ipuk Fiestiandani mengucapkan terima kasih atas kepedulian GVF yang secara konsisten membantu anak-anak penyandang disabilitas, khususnya di Banyuwangi.

Selain itu, kata Ipuk, Pemkab juga menyambut positif dan mendukung rencana GVF agar pabrik kursi roda tersebut bisa terwujud di Banyuwangi.

“Kami sangat terbuka. Apalagi program ini sangat sejalan dengan komitmen kami dalam menciptakan daerah yang inklusif dan ramah disabilitas,” ujar Ipuk. (*/Biro)

Peringati Hari Anak Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Mainan Anak Tradisional

Banyuwangi – Gempurnews.com. Hari Anak Nasional menjadi momen penting bagi Pemkab Banyuwangi untuk mendorong penguatan karakter anak. Salah satunya, pemkab menggelar Festival Memengan (Mainan) Tradisional sebagai bentuk kampanye agar anak banyak beraktivitas fisik.

Diikuti hampir seribu anak, Festival Memengan Tradisional digelar di RTH Maron, Genteng, Banyuwangi, Sabtu (26/7/2025).

Festival tersebut mengusung tema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, dari kebiasaan positif anak mulai bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.

Ratusan anak-anak terlihat ceria memainkan permainan tradisional seperti egrang batok, egrang bambu, dan terompah (teklek panjang).

“Seru banget main terompah bareng teman-teman. Kuncinya harua kompak,” kata Luna, peserta dari SDN 1 Jambesari.

Suasana makin meriah saat kelompok-kelompok peserta menampilkan atraksi budaya dalam sebuah defile. Masing-masing mengusung tema permainan khas anak tempo dulu.

Mereka terlihat senang dan ceria membawakan aneka permainan. Mulai dari balap pelek, balap complong, lompat tali, bedil-bedilan, hula hoop, jaranan, gamelan, kapal-kapalan, terompet, dan permainan tradisional lainnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, anak-anak saat ini cenderung kurang beraktivitas fisik. Mereka lebih banyak bermain gadget. Ipuk mengutip data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bahwa lebih dari dua juta anak di Indonesia aktif bermain gim daring.

Sementara, lanjut Ipuk, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mencatat sekitar 30 persen anak mengalami kecanduan gim dan judi online.

“Digitalisasi tak bisa dihindari, tapi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan budaya lokal. Jangan sampai anak kita hanya akrab dengan gim digital, tapi lupa dengan akar budayanya,” kata Ipuk.

Oleh karena itu, ia menyebut, Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengurangi pemakaian gadget pada anak, salah satunya dengan menggelar Festival Memengan. Karena, menurut Ipuk, permainan tradisional bisa menjadi media edukasi yang menyenangkan bagi anak.

“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya mengenal budaya digital, tapi juga cinta budaya lokal. Festival ini menjadi ruang mereka belajar sportivitas, jujur, berempati, hingga leadership,” ujarnya.

“Dan yang penting mereka juga banyak bergerak, beraktivitas fisik. Ini sangat baik untuk kesehatan mereka,” kata Ipuk.

Ipuk juga mendorong, permainan tradisional ini tidak hanya berhenti di festival saja. Tapi ia meminta agar seluruh sekolah dan orang tua di rumah juga mengajak anak-anaknya untuk bermain permainan tradisional.

“Semua ini butuh dukungan terutama dari orang tua. Orang tua juga harus mengajarkan kepada anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari di rumah,” pinta Ipuk.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno menambahkan, Festival Memengan ini digelar dalam rangkaian memperingati Hari Anak Nasional. Permainan tradisional ini juga diikuti serentak seluruh SD di Banyuwangi secara daring. Totalnya, ada 900 siswa dari 25 kecamatan.

“Di Jawa Timur hanya Banyuwangi yang memiliki permainan (memengan) tradisional semacam ini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ungkapnya. (*/Biro)