Home Blog Page 351

Dari Pesantren ke Panggung Inspirasi: Alawiyah Mahrus Juara 3 Miss Hijab Jatim 2025, Suarakan Kesehatan Mental Perempuan

Pasuruan, 25 Juli 2025 — Nama Alawiyah Mahrus kini mencuri perhatian publik setelah berhasil meraih gelar Runner-Up 2 (Juara 3) Miss Hijab Jawa Timur 2025. Namun, bagi gadis asal Pasuruan ini, kemenangan tersebut bukan sekadar prestasi ajang kecantikan berbasis nilai-nilai Islam, melainkan panggilan untuk melanjutkan perjuangan nyata dalam menyuarakan isu yang selama ini sering terabaikan: kesehatan mental perempuan dan remaja.

Mahasiswi jurusan Psikologi ini memang bukan sosok biasa. Latar belakangnya sebagai santri dan pendidik membuatnya memiliki pandangan tajam dan empati mendalam terhadap tantangan sosial yang dihadapi perempuan hari ini. Sejak duduk di bangku kuliah, ia aktif menginisiasi komunitas Waras Muda sebuah ruang aman yang fokus pada edukasi dan advokasi kesehatan mental di kalangan generasi muda.

“Hijab bukan hanya soal pakaian, tapi identitas dan komitmen. Ia menjadi simbol perjuangan seorang perempuan untuk tetap kuat, bermakna, dan berdaya di tengah tantangan zaman,” ujar Alawiyah dalam wawancara usai malam grand final Miss Hijab Jatim 2024.

Dibesarkan di lingkungan pesantren, Alawiyah tumbuh dengan nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap ilmu. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi kuat dalam langkah-langkahnya hingga kini—termasuk dalam memilih fokus pada dunia psikologi dan advokasi kesehatan jiwa.

Dalam setiap langkahnya, Alawiyah membawa misi bahwa perempuan berhijab bukanlah sosok yang terkungkung, tetapi justru mampu tampil di garis depan sebagai agen perubahan. Lewat platform Miss Hijab, ia ingin menyampaikan pesan bahwa potensi, intelektualitas, dan aksi sosial bisa berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman.

“Banyak perempuan yang menyimpan luka batin dan terjebak dalam kesunyian. Kita perlu hadir, bukan menghakimi, tapi mendengarkan dan membersamai,” tambahnya.

Kini, dengan gelar juara yang ia sandang, Alawiyah berharap suaranya semakin terdengar luas—bahwa dunia membutuhkan lebih banyak perempuan yang tidak hanya pintar dan cantik, tapi juga peduli, tangguh, dan berani memperjuangkan kebaikan bersama.(Qomar)

Hadapi Persenga Nganjuk di 16 besar, PSIL Lumajang, targetkan 8 besar.

Lumajang, Gempur News.

-PSIL Lumajang pasca lolos ke 16 besar akan memaksimalkan peluang yaitu membidik 8 besar piala suratin U-17 Zona Jatim

Manager PSIL Lumajang Syamsul Arifin SH. Menyatakan siap menghadapi Persenga Nganjuk dan siap lolos ke -8 besar piala suratin U-17 Zona Jatim untuk itu dia dan seluruh official akan mempersiapkan tim secara maksimal karena, mulai 32 besar kemarin mempergunakan sistim gugur , menghadapi Persenga di 16 besar besok PSIL Lumajang bidik kemenangan dan lolos ke 8 besar untuk itu kami telah melakukan beberapa evaluasi diantaranya masalah fasing dan tentunya Finishing yang tak akurat ungkap Kades banjarwaru lewat pesan WhatsAppnya pagi tadi (26/07/2025).

Selanjutnya Syamsul menyatakan bahwa Alhamdulillah rekom dari Asprov sudah turun Lumajang di tunjuk menjadi tuan rumah kembali,maka dengan ini kami mohon dukungan dari Bledug Semeru suporter Lumajang dan masyarakat Lumajang mohon doa dan dukungan nya agar kita bisa lolos ke 8 Besar pungkasnya.

Sementara itu Ketua PSIL Lumajang Bambang Herikartono sepakat dengan manager PSIL bahwa 21 pemain sudah di siapkan dan siapa dalam keadaan On-fire akan menjadi Line up utama pada pertandingan yang akan di gelar besok Minggu ( 27/07/2025) di Stadion kebanggaan masyarakat Lumajang ( stadion Semeru) kita siap habis habisan umpamanya nanti terjadi adu tendangan pinalti pelatih Ahmad Fatoni sudah menyiapkan pemain yang siap dalam adu tendangan pinalti ungkapnya.( Joe).

Sat Samapta Polres Lumajang Gelar “Padi Sawargi”, Bagikan 100 Nasi Kotak kepada Warga

Lumajang– Dalam upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus meringankan beban warga yang membutuhkan, Satuan Samapta Polres Lumajang kembali menggelar kegiatan Padi Sawargi (Patroli Dialogis Sambil Berbagi), Jumat (25/7/2025).

Kegiatan sosial ini dilaksanakan di kawasan Jalan Panglima Besar Sudirman, Lumajang, dengan membagikan 100 bungkus nasi kotak kepada masyarakat kurang mampu dan pengguna jalan yang melintas.

Kasat Samapta Polres Lumajang, AKP Sajito, mengatakan bahwa kegiatan Padi Sawargi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama mereka yang terdampak kondisi ekonomi.

“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Melalui Padi Sawargi, kami berupaya meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat,” ungkap AKP Sajito.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan terus dilakukan secara rutin di berbagai titik wilayah Kabupaten Lumajang dengan sasaran utama warga kurang mampu, tukang becak, pemulung, dan pekerja.

Masyarakat yang menerima bantuan tampak antusias dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Salah satu penerima, Pak Darto, seorang penarik becak, mengaku senang mendapatkan perhatian dari pihak kepolisian.

“Terima kasih kepada bapak-bapak polisi. Nasi ini sangat berarti bagi kami. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan,” ujarnya haru.

Melalui program ini, Polres Lumajang berharap dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri dan menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif melalui pendekatan humanis.

Pasanggiri Upacara Mapag Pangantén Kota Cimahi ke-5,Berlangsung Sakral,Meriah dan Agung

Cimahi,Sabtu(26/07/2025)
Gemuruh suara gamelan, lenggak-lenggok penari,meriahnya Seni sisingaan dan semerbak wangi bunga melati menjadi saksi meriahnya ajang Pasanggiri Kreasi Upacara Mapag Panganten Sunda ke-5, digelar di Gedung Technopark Baros,Cimahi selatan Kota Cimahi.

Acara tahunan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi ini berhasil menarik perhatian publik Kota Cimahi Umumnya Jawa Barat.

Tidak Kurang Sebanyak 20 grup seni dan sanggar terbaik dari berbagai kabupaten dan Kota di Jawa Barat menampilkan kreasi terbaik mereka dalam menginterpretasikan dan mengimplementasikan prosesi sakral “Mapag Panganten” tradisi penyambutan pengantin khas Sunda yang sarat makna, filosofi, dan keindahan estetika dan aura positif.

Dari gerak tari yang anggun,lincah bahkan kocak diiringi oleh iringan musik tradisional, hingga kostum adat yang mempesona dan megah dari seluruh elemen menyatu dalam sebuah perhelatan budaya yang penuh semangat dengan tajuk Pasanggiri Mapag Panganten ke -5.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan dan harapannya terhadap pelestarian budaya lokal.

“Hari ini, kita tidak sekadar mengadakan lomba, tapi merawat warisan leluhur,Mapag Panganten bukan sekadar tontonan, melainkan jati diri masyarakat Sunda yang perlu terus dijaga dan diturunkan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Ngatiyana juga menambahkan dan menekankan pentingnya inovasi dan regenerasi dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi.

“Kita dorong anak muda untuk tak hanya jadi penonton, tapi juga pelaku budaya. Kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat jadi kunci agar budaya ini tak sekadar dikenang, tapi terus hidup dan berkembang,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Disbudparpora Kota Cimahi dalam mewujudkan Cimahi sebagai kota yang berbudaya, beridentitas, dan membanggakan.

Kepala Disbudparpora Kota Cimahi,Achmad Nuryana menyatakan bahwa program serupa akan terus digelar dan diperluas cakupannya di masa mendatang.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tapi perayaan warisan budaya yang meneguhkan kembali nilai-nilai luhur di tengah modernisasi,
Dengan panggung Pasanggiri sebagai cerminan cinta terhadap budaya, Kota Cimahi bukan hanya kota militer dan teknologi, tapi juga Kota budaya yang bersinar di jantung Jawa Barat.”Pungkasnya.

Achmad Syafei

Anggota Fraksi PKS dari Komisi II DPRD Kota Cimahi Yepi Abdulah,Apresiasi Pasanggiri Mapag Panganten ke-5

Cimahi,Sabtu(26/07/2025)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi Komisi II dari Fraksi PKS, Yefi Abdullah S.E., mengungkapkan komitmennya terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Sunda di Kota Cimahi,khususnya tradisi Mapag Panganten Sunda.Yefi berharap para pelaku seni dapat terus berkarya dan berkreasi dalam melestarikan budaya adiluhung ini.

Yefi Abdullah mengubgkapkan kan hal itu dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Technopark Jum’at(25/07/2025), untuk mendukung keberlanjutan Pasanggiri tradisi Mapag Panganten. Acara ini turut dihadiri oleh rekan anggota DPRD Kota Cimahi yang lainnya diantaranya Hj. Ike Hikmawati, S.S., M.Pd. dan Agung Rohama Shidiq, S.H., LL.M., dari Fraksi Golkar, yang datang bersama-sama. Menurut Yefi Abdullah, budaya Mapag Panganten Sunda bukan hanya sekadar prosesi pernikahan, melainkan sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur dan harus terus dijaga kelestarian dan eksistensinya.

“Budaya Mapag Panganten Sunda ini wajib kita lestarikan dan kembangkan.Saya sangat berharap, sebagai anggota DPRD di Komisi II, para pelaku seni dapat terus berkarya dan berkreasi untuk menjaga tradisi ini tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat,” ujar Yefi Abdullah S.E.

Yefi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi atas dukungan penuh yang telah diberikan dalam penyelenggaraan acara ini.

“Acara ini merupakan dukungan penuh dari Disbudparpora Kota Cimahi, dan saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Disbudparpora Kota Cimahi,” tambahnya.

Kehadiran beberapa anggota DPRD Kota Cimahi yang lainnya dalam acara tersebut,semakin memperkuat dukungan lintas fraksi terhadap upaya pelestarian budaya ini. Dukungan dari pemerintah daerah, khususnya Disbudparpora, dinilai krusial dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para seniman dan budayawan untuk mengembangkan potensi mereka.

Yefi Abdullah berharap sinergitas antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat dapat terus terjalin demi kemajuan kebudayaan di Kota Cimahi.

Achmad Syafei

KPU Barito Utara Selenggarakan Agenda Debat Publik, PSU Tindak Lanjut Putusan MK

BARITO UTARA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng)  menyelenggarakan Agenda  debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara pada tahun 2024,  Pemungutan Suara Ulang (PSU) tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor. 313/PHPU. BUP- XXIII/2025 ditingkat Kabupaten dan Kota, pada Juma’at malam di Gedung Balai Antang Muara Teweh, (25/72025).

Penyelenggaraan agenda ini menjadi salah satu rangkaian penting, dalam tahapan PSU Pilkada tahun 2025 yang mengedepankan pendidikan politik bagi masyarakat.

Penyelenggaraan agenda debat publik ini, dihadiri Pj. Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, SE. MPA, Sekretarias Daerah Barito Utara, Drs. Muhlis, Kadisnakertrankop UKM, Mastur, SE, KadisKes  Pariadi AR., SKM, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Camat Se- Barito Utara, pendukung dan Timses Calon.

Ketua KPU Barito Utara, Siska Dewi Lestari, SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa debat publik bukan sekadar ajang adu argumen antar pasangan calon, tetapi merupakan forum penyampaian gagasan, solusi, dan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Barito Utara.

“Kami di KPU Kabupaten Barito Utara berkomitmen menjalankan seluruh tahapan pemilihan dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” tegas Siska Dewi Lestari.

Ketua PKU Barito Utara juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana yang damai, tertib, dan kondusif, baik selama debat berlangsung maupun dalam keseluruhan tahapan pemilihan.

la juga berharap kepada para pasangan calon bupati dan wakil bupati, momentum debat dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyampaikan visi dan misi secara santun, edukatif, dan berorientasi pada kemajuan daerah.

“Sementara kepada masyarakat Barito Utara, kami mengajak untuk mendengarkan dengan seksama, menilai secara objektif, dan pada akhirnya menggunakan hak pilih pada 6 Agustus 2025,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, Siska menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran debat publik tersebut.

“Suksesnya Pilkada berkat kerja sama kita semua, mulai dari aparat keamanan, jajaran pemerintah daerah, media massa, hingga seluruh lapisan masyarakat. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemimpin terbaik bagi Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya.

Debat publik ini menjadi wadah penting untuk masyarakat menilai secara langsung, kualitas calon pemimpin daerah yang akan membawa arah pembangunan Barito Utara lima tahun ke daepan. (SS)

Forkopimda Banyuwangi Terbitkan Kesepakatan Atur Karnaval Hingga Sound Horeg

Banyuwangi – Gempurnews.com. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah elemen di Kantor Pemkab Banyuwangi, Jumat (25/7/2025). Pertemuan tersebut menghasilkan Kesepakatan Bersama guna mengatur pelaksanaan karnaval agustusan dan sound horeg.

“Kesepakatan ini, bertujuan untuk mengatur. Tidak semata-mata melarang. Di satu sisi, kami tidak ingin memberangus kreativitas dan hobi warga, namun di sisi yang lain juga ingin memastikan keamanan dan kenyamanan semua,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Kesepakatan tersebut diambil secara kolektif oleh Forpimda Banyuwangi. Selain Bupati, juga dihadiri oleh Kapolresta Kombes Pol. Rama Samtama Putra, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Kepala Staf Kodim 0825 (Kasdim) Mayor Kav Suprapto dan Perwakilan Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

Selain itu, penyusunan kesepakatan tersebut juga atas masukan dari berbagai pihak. Mulai ormas keagamaan, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah hingga FKUB. Hadir pula perwakilan budayawan, para kepala desa hingga pengusaha sound system yang tergabung dalam Keluarga Besar Sound System Banyuwangi (KBSB).

Dalam kesepakatan tersebut diatur tentang kegiatan karnaval /pawai budaya wajib mengangkat tema pilihan yakni nilai-nilai perjuangan kemerdekaan, budaya dan tradisi lokal hingga inovasi generasi muda dalam bingkai nasionalisme.

“Tidak boleh ada tampilan-tampilan yang melenceng dari tema. Apalagi sampai menunjukkan tarian-tarian erotis yang tidak sesuai dengan norma agama dan budaya,” jelas Ipuk.

Demikian pula dalam penggunaan sound system. Ada sejumlah aturan rigid terkait batas maksimal penggunaan jumlah sound, ambang batas suara hingga kendaraan untuk mengangkutnya. Di antaranya sound tidak boleh lebih dari enam sap, di bawah 85 desibel dan cukup dimuat kendaraan pick up.

“Jika melanggar kesepakatan ini, kami tidak segan untuk mengambil langkah hukum sebagaimana yang diatur dalam undang-undang yang ada,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra sembari membeberkan sejumlah pasal yang berpotensi dilanggar.

Kesepakatan tersebut disambut lega oleh semua pihak. Ketua Keluarga Besar Sound System Banyuwangi (KBSB) Mahfud Efendy menyatakan akan mematuhi kesepakatan itu sebaik-baiknya.

“Kami bersyukur masih diberikan toleransi, dengan batasan ini sebenarnya masih kurang tapi alhamdulillah sudah menjadi titik terang. Harapan saya penyewa juga untuk semua rekan bisa menaati aturan dan bisa tertib dalam melaksanakan kegiatan (penggunaan sound system),” pungkasnya. (*/Biro)

Gowes Bareng Wali Kota Dokter Amin dan Forkopimda, Meriahkan Rangkaian Hari Koperasi di Kota ProbolinggoGowes Bareng Wali Kota Dokter Amin dan Forkopimda, Meriahkan Rari Koprasi

KANIGARAN,
Sebagai rangkaian peringatan Hari Koperasi Ke – 78 Tahun 2025, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo bekerja sama dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) setempat menggelar Gowes bersama Wali Kota Dokter Aminuddin dan Forkopimda, Jumat (25/7) pagi.

Diikuti ratusan peserta, gowes yang dimulai jam 6 pagi ini melewati rute start di depan Kantor Pemkot Probolinggo Jalan Panglima Sudirman – Jalan Hayam Wuruk – Jalan Ahmad Yani (Alun – alun) – Jalan Panjaitan – Brak – dan finish kembali di Kantor Pemkot.

Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari ditemui usai gowes mengatakan kegiatan ini selain untuk olah raga bersama juga untuk sosialisasi koperasi kepada masyarakat. “Jumat pagi berkah, kesehatan yang dicari jadi gowes bersama. Salah satu rangkaian peringatan hari koperasi disamping memberikan kebahagiaan, kesehatan, juga ada bagi – bagi hadiah dan sosialisasinya,” ujar Ina yang berharap koperasi di Kota Probolinggo bisa berjalan sebagaimana mestinya dan berkembang lebih baik.

Kepala DKUP Kota Probolinggo Fitriawati menjelaskan, jumlah koperasi di kota ini sebanyak 234 koperasi. Namun, yang aktif hanya 154 koperasi. “Sesuai dengan tema Hari Koperasi Ke – 78 Koperasi Maju Indonesia Adil Makmur semoga seluruh gerakan koperasi di Kota Probolinggo lebih semangat, kreatif, dan meningkatkan usahanya sehingga benar – benar menjadi lembaga yang mensejahterakan anggotanya,” harapnya.

Hari Koperasi Nasional ini juga ditandai dengan Launching Koperasi Merah Putih yang dilakukan secara serentak di Indonesia, termasuk di Kota Probolinggo. Sementara itu, rangkaian peringatan Hari Koperasi di Kota Probolinggo juga dilaksanakan upacara, tasyakuran, gowes dan Pemilihan Duta Koperasi.

Hal serupa dikatakan Ketua Panita Yayuk Setyowati yang juga merupakan Ketua Paguyuban Koperasi Kota Probolinggo. Menurutnya, gowes bersama ini disamping berolahraga sekaligus ingin mengenalkan koperasi kepada masyarakat umum.

“Harapannya koperasi bisa dikenal juga pada generasi muda salah satunya melalui Duta Koperasi Kota Probolinggo yang kita bekali nantinya memberikan sosialisasi di lingkungan sekolah maupun sekitarnya,” kata Yayuk.

Koperasi di Kota Probolinggo pun diharapkan semakin maju dan berkembang sebagaimana cita – cita Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. “Bahwa koperasi itu merupakan soko guru perekonomian Indonesia yang memiliki tujuan mulia mensejahterahkan anggotanya dan masyarakat di sekitarnya,” sambungnya.

Turut berpartisipasi dalam kegiatan gowes, Ketua TP – PKK dr Evariani Aminuddin, Sekretaris Daerah drg Ninik Ira Wibawati, pejabat dan perwakilan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, Ketua Koperasi Kota Probolinggo beserta pengurus, juga dimeriahkan masyarakat umum.

Kegiatan Gowes Harkop Ke – 78 Kota Probolinggo dimeriahkan hiburan band dan juga undian door prize dengan hadiah utama sepeda listrik, sepeda gunung, mesin cuci, dan hadiah menarik lainnya kerja sama dengan sponshorship. (Ali)

Ungkap Kasus Sabu, Polres Pasuruan Amankan Pasutri di Rembang dan Sita 4.5 Gram Barang Bukti

PASURUAN – Satresnarkoba Polres Pasuruan menangkap sepasang suami istri yang diduga mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Dari tangan keduanya, polisi menyita enam kantong plastik berisi sabu dengan total berat ±4,561 gram, alat hisap, timbangan elektrik, hingga uang tunai hasil transaksi narkoba sebesar Rp3.350.000.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Rabu, 16 Juli 2025 sekitar pukul 18.15 WIB. Petugas awalnya mengamankan SNT (31), warga Dusun Blarang, Desa Blarang, Kecamatan Tutur. Saat digeledah di depan rumah kawasan Dusun Beran, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, ditemukan sabu yang diakui milik suaminya, SLH (30), warga setempat.

“SLH sempat melarikan diri, namun berhasil kami tangkap 30 menit kemudian tak jauh dari lokasi. Keduanya mengaku mendapat barang dari seorang bandar berinisial SUHU yang saat ini masih dalam pengejaran,” kata Kapolres.

Barang bukti yang disita antara lain sabu dalam enam kantong plastik masing-masing seberat 0,847 gram; 0,822 gram; 0,783 gram; 0,773 gram; 0,768 gram; dan 0,568 gram, serta alat komunikasi, timbangan, plastik kosong, alat hisap, dan kotak rokok berisi sabu.

AKBP Jazuli menyebut, motif keduanya adalah keuntungan ekonomi dan penggunaan sabu secara gratis. “Mereka mengedarkan sabu dengan keuntungan Rp200 ribu per gram dan bisa mengonsumsinya tanpa biaya. Ini sangat merusak dan kami tindak tegas,” ujarnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara hingga maksimal hukuman mati.

“Polres Pasuruan berkomitmen memberantas narkotika sampai ke akar. Kami mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungan sekitar agar tidak menjadi sasaran peredaran gelap narkoba,” tegas Kapolres.(Qomar)

Satlantas Polres Kediri mengajak para supir untuk tidak membawa kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebihan atau over dimension serta over load (ODOL).

0

Kasat Lantas Polres Kediri AKP I Made Jata Wiranegara mengatakan ajakan ke para supir ini salah satu bentuk edukasi pemahaman akan pentingnya menjaga keselamatan dalam berlalu lintas.

” Kita ketahui bahwasanya kendaraan bermuatan berlebihan sering menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas,” kata AKP Jata, pada Kamis (24/72025).

Disampaikan AKP Jata, edukasi ini akan terus dilakukan. Yaitu melalui program Polantas Menyapa. Program ini merupakan wujud pendekatan humanis dan sambil memberikan edukasi ke para supir.

” Kita berdiskusi dan sambil ngopi bareng. Kemudian kita beri pemahaman kepada para supir agar mematuhi peraturan berlalu lintas,” jelas Kasat Lantas Polres Kediri ini.

Pada edukasi itu, petugas menyampaikan sosialisasi tentang UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kemudian, ajakan untuk mematuhi seluruh peraturan lalu lintas dan menyampaikan pesan-pesan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas).

” Tentunya dengan harapan para supir akan lebih taat dan patuh berlalulintas. Sehingga angka tingginya kejadian kecelakaan dapat menurun,” ucap AKP Jata.