Home Blog Page 382

KORMI KABUPATEN NGAWI GELAR FESTIVAL OLAHRAGA TRADISIONAL

0

Ngawi – GN,, Festival olahraga tradisional adalah acara yang bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan olahraga tradisional Indonesia, serta mempererat hubungan sosial dan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Festival ini biasanya menampilkan berbagai permainan dan olahraga tradisional seperti egrang, gobak sodor, bakiak dan lainnya.

Acara ini di hadiri oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko, Ketua KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Kabupaten Ngawi tahun 2025 adalah Yuwono Kartiko, yang juga dikenal sebagai “King”. Beliau menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ngawi periode 2024-2029, Kadisparpora Ngawi Wiwien Purwaningsih,Sekdin Disparpora Ngawi Wiwin Sumarti, Perwakilan dari Ketua Korwi provinsi jatim, serta tamu undangan dari Instansi yang hadir.
Kegiatan festival ini bertempat di Alun- alun Kabupaten Ngawi, Minggu 29 Juni 2025.
Perlombaan ini diikuti oleh peserta dari SDN Ngawi dan SMPN Ngawi.

” Yowono kartiko menyampaikan bahwa festival ini menjadi bagian dari Bulan Bakti, sebagai pengingat bagi anak-anak akan pentingnya mengenang dan melestarikan budaya serta olahraga tradisional Indonesia.
Harapan kami sebenarnya ada lima jenis yang bisa ditampilkan. Namun, untuk sementara sumpitan dan dagongan belum bisa dilaksanakan karena kendala teknis, terangnya”.

” Kepala Disparpora Ngawi Wiwien menyampaikan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi.
Pihaknya menambahkan Festival ini mengenalkan kembali kepada generasi muda tentang permainan yang telah diwariskan turun-temurun, agar mereka tidak melupakannya, tandasnya”.
Harapan ke depan banyak jenis olahraga tradisional yang bisa ditampilkan dan terus dilestarikan. (adv /Din)

Kapolda Jatim Pimpin Upacara Pemuliaan Nilai Luhur Tribrata Pataka Polda Jatim ‘Tan Hana Dharma Mangrwa’

SURABAYA – Menyambut Hari Bhayangkara ke -79, Polda Jawa Timur melaksanakan upacara pemuliaan nilai – nilai luhur Tribrata, Pataka Polda Jatim “Tan Hana Dharma Mangrwa” di Gedung Patuh Mapolda Jatim, Senin (30/6).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs Nanang Avianto,M.Si dan diikuti oleh para pejabat utama Polda Jatim dan gabungan satuan kerja.

Kabidhumas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, kegiatan upacara pemuliaan nilai – nilai luhur Tribrata Pataka Polda Jatim “Tan Hana Dharma Mangrwa” ini merupakan tradisi tahunan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara.

Kombes Pol Abast menegaskan, upacara ini untuk mengingat, menghayati, serta mengamalkan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tribrata sebagai pedoman hidup dan etika profesi anggota Polri.

“Tujuannya untuk menyucikan nilai luhur Tribrata sebagai pedoman hidup anggota Polri,” ungkap Kombes Abast usai upacara, Senin (30/6).

Masih kata Kombes Pol Abast, di dalam upacara pemuliaan nilai – nilai luhur Tribrata Pataka Polda Jatim “Tan Hana Dharma Mangrwa” itu memilki makna mengajak anggota Polri kepada jati diri Polri yang suci dan murni, sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kombes Pol Abast menambahkan upacara ini menjadi momen penting untuk memperkuat kembali komitmen dan integritas personel Polri dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian yang profesional, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai luhur Tribrata.

Upacara berlangsung hikmat penuh makna, menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai dasar kepolisian dalam membentuk karakter aparatur negara yang berintegritas, berdedikasi, dan senantiasa mengabdi kepada bangsa dan negara.

Untuk diketahui, “Tan Hana Dharma Mangrwa” merupakan bahasa Sansakerta yang berarti Tidak Ada Kebenaran Yang Mendua yang tertulis dalam Buku Sutasoma ciptaan Mpu Tantular.

Buku Sutasoma itu ditulis pada abad ke 14 masehi di masa Kerajaan Majapahit, yang kalimat lengkapnya berbunyi Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. (*)

Polisi Pertebal Pengamanan Pengesahan 354 Warga Baru PSHT Cab.Pasuruan Berjalan Aman dan Kondusif

PASURUAN – Kegiatan pengesahan 354 warga baru Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Cabang Pasuruan dalam rangka Suroan Agung 1447 H tahun 2025 berlangsung aman dan kondusif.

Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Tenis Banyubiru, Kecamatan Winongan, mulai Sabtu sore (28/6) hingga Minggu dini hari (29/6).

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.I.K , M.Tr.Opsla menegaskan keberhasilan dalam pengamanan ini tidak terlepas dari perencanaan dan persiapan pengamanan ketat yang dilakukan oleh jajaran Polres Pasuruan Polda Jatim bersama unsur TNI dan instansi terkait.

“Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat pengamanan dan juga kepada rekan – rekan perguruan silat yang menjaga komitmen untuk tetap tertib,”ungkap AKBP Dani.

Sebanyak 178 personel Polres, 50 personel Kodim, 22 anggota Satpol PP, serta 50 personel pengamanan internal (Pamter) dikerahkan untuk memastikan situasi tetap tertib dari awal hingga seluruh peserta meninggalkan lokasi.

Kabag Ops Polres Pasuruan AKP Tulus Adhi Sanyoto memimpin langsung pengamanan di lapangan, didampingi para Kapolsek dan pejabat Polres lainnya.

Petugas juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti aksi konvoi, gesekan antar perguruan, maupun kecelakaan lalu lintas saat kepulangan peserta.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan PSHT ini diikuti oleh peserta dari berbagai ranting dan wilayah, termasuk Grati, Gempol, Lumbang, dan Winongan.

Rangkaian acara dimulai dengan registrasi, pembukaan, prosesi pengesahan, hingga sholat subuh berjamaah.

Hingga acara berakhir pada pukul 03.00 WIB, seluruh peserta secara bertahap meninggalkan lokasi dalam keadaan aman.

Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak, termasuk panitia PSHT dan masyarakat, yang turut menjaga situasi tetap tertib dan 
kondusif. (*)

Peringati Hari Bhayangkara ke-79 Polresta Malang Kota Ajak Masyarakat ‘Uklam Tahes’ Susuri Kayutangan Heritage

0

KOTA MALANG – Memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Malang Kota Polda Jatim mengadakan kegiatan jalan sehat bertajuk Uklam Tahes.

Kegiatan dimulai dari Alun-alun Merdeka, melewati koridor tematik Heritage Kayutangan, dan berakhir di Mapolresta Malang Kota.

Kegiatan yang digagas oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono dan diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai unsur.

Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Ali Muthohirin, serta Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita.

Peserta terdiri dari anggota Polresta Malang Kota, Bhayangkari, personel Kodim 0833, hingga masyarakat umum.

Acara semakin meriah dengan kehadiran puluhan doorprize, termasuk hadiah utama berupa TV, kulkas, sepeda motor listrik, hingga sepeda motor konvensional.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi kegiatan tersebut yang menurutnya menjadi wujud nyata kedekatan antara polisi dan masyarakat.

“Terima kasih kepada bapak Kapolresta Malang Kota, Ini bukan sekadar peringatan Hari Bhayangkara, tapi juga sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup sehat,” ujar Wahyu, Minggu (29/6).

Ia juga menyebut Uklam Tahes sebagai simbol sinergi antara Pemkot dan Polresta Malang Kota dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

“Harapannya, kolaborasi ini terus diperkuat demi menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Kota Malang,” tambahnya.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani, turut menyampaikan harapannya agar momen Hari Bhayangkara ke-79 ini menjadi pemacu semangat Forkopimda untuk hadir lebih dekat dan aktif menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Semoga Bhayangkara semakin eksis dan terus menjalankan tugasnya dengan penuh integritas,” tandasnya.
Selamat Hari Bhayangkara ke-79, Polri Untuk Masyarakat,”tandasnya. (*)

Moralitas Diujung Tanduk : KWK Dan K3S Plesiran Ke Bali Di Tengah Krisis Keprihatinan Orangtua Murid

Gempurnews | Pemalang – Disaat Pemerintah melakukan efesiensi anggaran dan kunjungan kerja, KWK dan K3S Bantarbolang Kabupaten Pemalang plesiran ke bali hal ini menimbulkan pertanyaan besar publik, Kunjungan kerja ke bali meskipun memiliki tujuan yang sah,tetap berpotensi menimbulkan biaya operasional yang signifikan.

Ini dinamakan pemborosan anggaran,karena tidak sesuai dengan semangat efesiensi dan dapat menimbulkan citra negatif terhadap pemerintah maupun sektor pendidikan.

Kegiatan KWK dan K3S Kecamatan bantarbolang ke Bali ini sangat tidak mencerminkan kepekaan terhadap situasi pemerintahan yang tengah menghadapi berbagai tantangan baik dari segi ekonomi, politik maupun sosial.

Ketika Orangtua murid sedang prihatin memikirkan anak anak sekolah,KWK dan K3S bantarbolang malah sibuk melakukan plesiran ke Bali.

Apakah ini tanda kemundurun moral, dan hilangnya kepekaan sosial dari para tokoh pendidik pendidik yang seharusnya menjadi penggerak buat perubahan para generasi penerus bangsa.

Teguh Suwito mempertanyakan siapa penggerak yang menjadi sponsor perjalanan tersebut, dan bagaimana bisa para K3S melakukan perjalanan ke bali bebarengan dengan kegiatan Penerimaan murid baru.

Publik berhak tahu, siapa yang membiayai mereka? Apakah ini bagian dari agenda tertentu? Mereka harus terbuka agar jangan menimbulkan kecurigaan negatif.” tuturnya

Ia juga menyampaikan, selama ini KWK dikenal sebagai barisan terdepan di sektor pendidikan tingkat Kecamatan, kini justru menunjukan prilaku elitis dan jauh dari akar persoalan pendidik.

Salah satu dari Kepala Sekolah saat media komfermasi mengatakan kalau selama ini para kepala sekolah menabung, jadi ini adalah hasil dari tabungan mereka sendiri.” ucapnya.
Minggu (29/6/25).

Media bisa lebih peka untuk melacak dan menginvestigasi permasalahan apa yang terjadi ketika KWK dan K3S Bantarbolang membuka manifest keberangkatan ke Bali, yang katanya dalam rangka kegiatan dinas.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak media belum mendapatkan komfermasi yang jelas dari pihak KWK maupun K3S, terkait kegiatan di Bali. 

(yn26)

Ribuan Orang Ramaikan Ritual Adat Keboan Aliyan Banyuwangi

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Ribuan orang memadati Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, untuk menyaksikan ritual adat Keboan Aliyan, Minggu (29/6/2025). Tradisi sakral yang digelar setiap bulan Suro ini sudah menjadi menjadi magnet wisatawan setiap tahunnya.

Meski sempat diguyur hujan, antusiasme pengunjung tak surut. Mereka tetap memadati sisi kanan-kiri Lapangan Desa Aliyan, pusat pelaksanaan ritual adat masyarakat Osing tersebut.

Keboan Aliyan merupakan tradisi turun-temurun sebagai bentuk syukur atas panen, sekaligus permohonan kelimpahan hasil bumi di musim tanam berikutnya. Dalam prosesi ini, sejumlah warga yang telah mengalami kerasukan bertingkah seperti kebo (kerbau), lengkap dengan tingkah laku membajak sawah dan berkubang di lumpur.

“Tradisi ini sudah turun temurun sejak ratusan tahun. Sebagai bentuk ungkapan syukur kami atas hasil panen yang diberikan Allah SWT, sekaligus tolak balak dan memohon agar hasil panen berikutnya lebih melimpah,” ujar Kepala Desa Aliyan, Agus Robani Yusuf.

Ritual diawali dengan selamatan dan ider bumi (berkeliling desa) ke empat penjuru mata angin. Warga yang kerasukan kemudian mulai berkeliling desa, bertingkah mirip kerbau yang tengah mengolah sawah. Selain itu mereka juga mengairi, hingga menabur benih padi, layaknya siklus cocok tanam. Mereka bahkan membawa alat bajak di punggung.

Terdapat dua kelompok warga yang melakukan arak-arakan Keboan Aliyan. Dari sisi timur kantor desa berasal dari warga Dusun Krajan, Cempokosari, Bolot, dan Temurejo. Lalu disusul kemudian dari sisi barat oleh rombongan dari Dusun Sukodono dan Kedawung. Keduanya mempertontonkan atraksi di hadapan para tamu dan wisatawan.

Salah satu wisatawan, Aleksei, asal Rusia yang datang ke festival tersebut mengaku kagum
atas semangat pelestarian budaya masyarakat Banyuwangi.

“Ini pertama kalinya saya ke sini, diberitahu teman saya yang menyukai budaya Indonesia. (Ritual keboan) ini sangat menarik bagi saya. Budayanya berbeda dan saya suka cara warga menjaga tradisi selama ratusan tahun. Saya bangga bisa ke sini,” ujar Aleksei yang datang bersama pasangannya.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang turut menyaksikan Keboan Aliyan tersebut mengapresiasi keguyuban warga. Selain menjaga gotong royong, tradisi ini menurutnya menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke Desa Aliyan.

“Tradisi seperti ini sangat penting untuk dilestarikan. Selain menjaga warisan budaya, juga bisa menjadi daya tarik wisata yang memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Mujiono.

Diketahui, Keboan Aliyan sendiri dirangkai dengan berbagai kegiatan pendukung lainnya sejak Jumat (27/6/2025). Seperti bazar UMKM dan pentas seni.

Keboan Aliyan konon dilaksanakan sejak era kerajaan Blambangan adalah warisan Buyut Wongso Kenongo, yang lokasi makam berada di Dusun Cempokosari, Desa Aliyan. Ritual ini dilaksanakan oleh masyarakat setempat yang berkultur Osing setiap memasuki bulan Suro penanggalan Jawa. (*/Biro)

Polres Lumajang Intensifkan Patroli Dini Hari, Sasar Wilayah Rawan Kriminalitas

LUMAJANG – Tim Pemburu Kejahatan Polres Lumajang tak kenal lelah menjaga keamanan warga.

Tim ini kembali menggelar patroli antisipasi 4C (Pencurian dengan Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, Pencurian Kendaraan Bermotor, dan Pencurian Hewan) di Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/6/2025) dinihari.

Patroli yang dipimpin oleh Katim Ipda Wahib ini secara khusus menyasar jalan-jalan desa yang sepi dan minim penerangan, yang kerap menjadi lokasi rawan terjadinya tindak kriminalitas.

Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, mewakili Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, menjelaskan tujuan dari patroli rutin ini.

“Patroli dini hari ini adalah bagian dari komitmen Polres Lumajang untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Kami menyisir lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sasaran kejahatan 4C agar ruang gerak pelaku kriminalitas bisa dipersempit,” terang Ipda Untoro.

Ipda Untoro menambahkan bahwa keberadaan tim di lapangan diharapkan dapat mencegah niat pelaku kejahatan dan memberikan efek jera.

“Kami ingin masyarakat bisa beristirahat dengan tenang tanpa perlu khawatir akan ancaman kriminalitas. Kehadiran personel di titik-titik rawan adalah wujud nyata pelayanan kami,” pungkasnya.

Polres Lumajang akan terus meningkatkan intensitas patroli, terutama di waktu-waktu rawan, demi menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah hukumnya.

Jaga Surabaya Kondusif, TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar Pasca Pengesahan Warga Silat

TANJUNGPERAK – Aparat gabungan TNI dan Polri menggelar patroli skala besar untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu (28/6/2025) malam hingga Minggu (29/6/2025) dini hari ini digelar sebagai langkah antisipasi pasca kegiatan pengesahan warga baru salah satu organisasi pencak silat di Surabaya.

Patroli stasioner yang dipimpin langsung oleh Pamenwas sekaligus Kabaglog Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Sudaryanto, difokuskan pada titik-titik yang dianggap rawan terjadinya gangguan keamanan. Sinergi TNI-Polri diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan di Kota Surabaya

“Kegiatan ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya setelah adanya kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar,” ujar Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto, Minggu (29/6/2025).

Tiga lokasi utama yang menjadi fokus patroli antara lain Jalan Jakarta di wilayah hukum Polsek Pabean Cantikan, kawasan Jalan Dupak, serta Pos Polisi (Pospol) Suramadu yang merupakan pintu gerbang utama keluar-masuk Surabaya dari arah Madura.

Iptu Suroto menjelaskan, patroli ini bertujuan untuk mencegah berbagai bentuk potensi kejahatan malam.

“Patroli Harkamtibmas ini sebagai bentuk antisipasi terhadap kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), serta potensi aksi gangster, tawuran antar kelompok, dan balap liar yang dapat meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Penempatan personel di titik-titik strategis tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Selain itu, kehadiran aparat di tengah masyarakat juga bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi warga yang masih beraktivitas di malam hari.

“Alhamdulillah, hingga patroli berakhir, situasi dilaporkan berjalan lancar, aman, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas yang menonjol, ” pungkasnya. (*)

Satpam dan Potmas Ikut Ambil Bagian dalam Devile Hari Bhayangkara ke-79 di Monas

Jakarta — Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang akan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 1 Juli 2025 mendatang, tak hanya menjadi ajang kebanggaan bagi institusi Kepolisian, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan antara Polri dan elemen masyarakat. Salah satu wujudnya adalah keterlibatan langsung para satuan pengamanan (Satpam) dan unsur Potensi Masyarakat (Potmas) lainnya dalam rangkaian upacara dan devile yang akan digelar.

Partisipasi tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Para Satpam, Linmas, dan Potmas dari berbagai wilayah akan ikut baris dalam devile, berdampingan dengan pasukan Polri dan mitra keamanan lainnya.

“Partisipasi aktif dari satuan pengamanan dan potensi masyarakat dalam upacara dan devile Hari Bhayangkara ke-79 merupakan bentuk nyata dari kemitraan Polri dan masyarakat. Ini bukan hanya seremoni, tetapi wujud kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu (28/6/2025).

Ia menambahkan, pelibatan unsur masyarakat dalam perayaan tahun ini merupakan bagian dari strategi membangun kedekatan institusional yang bersifat kolaboratif dan partisipatif.

“Kita ingin menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri semata, tapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Melalui peringatan ini, kami ingin memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di bidang kamtibmas,” lanjut Brigjen. Trunoyudo.

Selain Satpam, Linmas, dan unsur Potmas, sejumlah elemen masyarakat juga akan ikut ambil bagian dalam devile sebagai bentuk dukungan terhadap Hari Bhayangkara. Di antaranya adalah kelompok buruh, organisasi kemasyarakatan seperti Banser, Kokam, dan Persis, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta pemuda-pemudi Merah Putih.

Tidak hanya itu, kelompok tani, Pokdar Kamtibmas, Aisyiyah, dan Fatayat NU juga turut serta dalam barisan kebangsaan, menandakan semangat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial di tengah masyarakat.

Dalam devile yang akan digelar usai upacara utama, seluruh peserta dari unsur masyarakat tersebut akan tampil mengenakan atribut dan seragam khas masing-masing, memperlihatkan kedisiplinan, semangat kebangsaan, serta komitmen terhadap nilai-nilai Bhayangkara.

Polri berharap keterlibatan masyarakat dalam perayaan ini dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap keamanan lingkungan serta mempererat hubungan antara kepolisian dan warga sebagai mitra sejajar dalam menjaga ketertiban dan kedamaian di Tanah Air.

Ketua Dekranasda Barito Utara Kunjungi Galeri UMKM Binaan PT. BEK dan PT. Trust

BARITO UTARA- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Barito Utara, Ny. Melly Novita Indra Gunawan beserta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Barito Utata (Barut) dan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) lainnya, mengunjungi galery Uasaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PT. Bharinto Ekatama (PT. BEK) dan PT. TRUST di Benangin Kecamatan Teweh Timur pada, Senin (23/6/2025) seminggu yang lalu. 

Community Development Head PT. BEK, Kristinawati mengatakan, dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda melihat beberapa produk anyaman dan juga produk makanan dari UMKM binaan PT. BEK, selain itu rombongan juga melihat kelompok  membatik yang  dibina PT. Trust selaku Kontraktor PT. BEK. 

“Dalam kunjungan ini, Ibu Ketua Dekranasda Barito Utara memberikan arahan serta semangat kepada para pengrajin dan berharap terus berkarya. Dan kepada PT. BEK dan PT. TRUST diharapkan dapat terus membantu agar produk anyaman serta produk lainnya dapat dukungan sehingga  muncul modifikasi produk yang dapat di jual ke luar daerah Benangin,” ungkap Kristinawati, Sabtu (28/6/2025) kemarin. 

Menurutnya, selama ini PT. BEK sangat mendukung para pengrajin, dan  beberapa kali para pengrajin diajak untuk pameran, selain itu produk UMKM yang ada  juga dijadikan souvenir  Perusahaan.

Selain itu, dalam beberapa pameran yang telah menjangkau hingga  di luar negeri, PT. BEK melibatkan para pengrajin untuk membuat produk sesuai permintaan Pasar. Adapun beberapa pameran yang sudah di ikuti pengrajin dari Benangin diantaranya di Jakarta, Yogjakarta,  Balikpapan, Kutai Barat. Bahkan juga telah sampai ke luar negeri, yakni di  Finlandia pada awal bulan Juni 2025. 

“Rencananya di bulan September 2025 mendatang akan ke Jepang ataupun China. Oleh sebab itu dalam beberapa waktu ini kami sedang meminta para pengrajin untuk membuat beberapa produk yang disiapkan untuk beberapa pameran tersebut,” jelas Kristinawati.    (SS)