Home Blog Page 554

Aaisten III Sekda Barito Utara Buka Konferensi Cabang IX NU, Dorong Sinergi Ulama dan Umara

0

BARITO UTARA- Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekda barito Utara, H. Yaser Arapat, ST. MT secara resmi membuka Konferensi Cabang IX Nahdlatul Ulama (NU) dan Muslimat NU Kabupaten Barito Utara, yang dilaksanakan di Aula Bappedalitbang, Minggu (9/2/2025).

Acara pelaksanaan konferensi Cabang IX NU ini, dihadiri oleh Asiaten III Sekda, Yaser Arapat, ST. MT, Ketua PW NU Kalteng, Dr. HM. Wahyudi. F Dirun, Kepala Depag Barut, KBO. Samapta Polres Barito Utara, IPTU. Suprianto, Pasi Ops. Kodim 1013/Mtw Kapten Inf. Trio Pramono, berbagai tokoh agama, pejabat daerah, anggota DPRD Barito Utara, H. Al. Hadi serta PCNU Barut Rois Syuriyah, dan Muslimat NU dari tingkat wilayah hingga cabang.

Pj. Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis dalam sambutannya yang dibacakan melalui Asisten III bidang Administrasi Umum Sekda Barito Utara, menyampaikan berkenaan dengan konfrensi cabang IX Nahdlatul Ulama ini, saya menganggap hal ini merupakan momen yang cukup strategis sebagai upaya untuk melahirkan pemikiran- pemikiran yang realitas dan sangat dibutuhkan oleh umat, untuk meningkatkan kinerja dan memperkokoh ukhuwah Iaslamiyah di antara pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Barito Utara, dan badan otonomnya dengan peerintah daerah dalam mengemban amah umat. 
           
“Seperti dikatakan Asisten III ini, kita ketahui bersama bahwa Nahdlatul Ulama dan badan otonomnya adalah organisasi pengayom, pelayanan (Khadimatul Ulamah) dan penuntun umat dalam rangka meningkatkan kemaslahatan di tengah- tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini sangat sejalan dengan harapan dan keinginan pembangunan masyarakat yang makmur, sejahtera, serta masyarakat yang beriman dan bertaqwa. 

Sehingga Nahdlatul Ulama diharapkan benar- benar dapat berdiri tegak dan terus mengabadikan dirinya betul- betul sebagai Khadimatul 
Ulamah, yang siap menerima berbagai permasalahan dan keluh kesah umat, bukan justru sebaliknya menjadi yang harus dilayani, dilindungi dan diayomi oleh umat, terlebih lagi di tengah- tengah umat islam dengan keragaman organisasi, Madzhab dan amal kesehariannya,” kata Yaaer Arapat.

“Kami menyambut baik pelaksanaan Konferensi Cabang IX NU ini. Kami berharap konferensi ini dapat menghasilkan kepengurusan yang lebih solid, serta melahirkan pemikiran-pemikiran yang konstruktif dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat,” ujar H Yaser Arapat.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun Kabupaten Barito Utara yang lebih maju, sejahtera, dan religius.

Pemerintah daerah, kata Yaser Arapat, siap mendukung berbagai program keagamaan yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.

Dalam ungkapan Asisten III Sekda ini, sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Barito Utara pada tahun 2025 telah mengalokasikan dana hibah sebesar Rp. 500 juta untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rp. 300 juta untuk NU, serta Rp. 100 juta untuk Muhammadiyah.

Kepada peserta konfrensi ini, kami selaku pemerintah daerah menyadari bahwa banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat yang belum tersentuh atau tidak diketahui dan dipahami oleh pemerintah selama ini,  terutama hal yang haberkenaan atau berkaitan langsung dengan maayarakat umum atau umat islam secara khusus,” jealas Asisten III Sekda.

Maka dengan dilaksanakannya konferensi cabang ini pemerintah berharap disamping akan adanya kepengurusan yang baru sesuai harapan dan tuntutan zaman, juga akan terlahir pemikiran- pemikiran dan gagasan- gagasan yang cemerlang yang disampaikan kepada pemerintah untuk membangun Barito Utara yang kita cintai ini menjadi daerah maju dan makmur dalam keimanan dan ketaqwaan. Dalam artian tidak akan ada kemaksiatan dan kemungkaran yang bermunculan disana sini, inilah yang diharapkan dari kerjasama yang baik dan sinergitas antara “Umara” dan “Ulama”. ,” tutup Yaser Arapat.  (SS)

HKTI Himbau KTH “Bakti Sejahtera” Kolaborasi Dengan Pemerintah Desa

0

Aktivitas Gugur gunung mmpetani lereng gunung lemongan yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) “Bakti Sejahtera” Desa Salak Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang, hari ini kembali digelar.

Hadir 25 orang petani swadaya melakukan pengecoran Jalan Usaha Tani (JUT) yang terletak di Dusun Darungan, akses tersebut sangat dibutuhkan oleh para petani untuk mempermudah petani sampai ke kebun para petani, hamparan tanaman kopi, pisang, kapulogo dan tanaman kebun lainnya terhampar di sepanjang jalan tersebut

Abdul Karim selaku ketua KTH setempat menerangkan bahwa kegiatan hari ini adalah murni swadaya para petani, dan tidak ada sumbangan dari pihak manapun, bagi yang punya dana mereka menyumbangkan semen dan pasir, untuk yang tidak memiliki dana mereka menyumbangkan tenaga, demikianlah wujud kekompakan dan menunjukkan aktivitas nyata dari kelompok ini
Jalan cor selebar 60 cm ini terbentang total sepanjang 3,5 km, sampai hari ini kami baru menyelesaikan sekitah 1.000 m untuk itu kmi berfikir kalau mengandalkan swadaya petani perlu waktu yqng lama karena anggota kami kondisinya jauh di bawah sejahtera, kami berharap ada uluran dana dari pihak terkait untuk membantu pemenuhan akses jalan tersebut.

Sementara itu Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang, Iskhak Subagio meminta anggota KTH untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Salak agar kegiatan ini di masukkan ke Musyawarah Desa (MUSDES) agar ada support dari Dana Desa (DD) Ketahanan Pangan.
Kami berharap ada sinergi antara KTH dengan Pemerintah Desa, karena dengan aktivitas KTH yang cukup aktif harus mendapatkan apresiasi mengingat potensi yang cukup banyak jika dikembangkan maka pada petani akan meningkat kesejahteraannya.
Kami berharap para petani ini bisa berkordinasi dengan pemerintah desa agar semua permasalahan yang ada bisa segera dicari solusi terbaik (MandaER)

Tiga Pilar Bersama Kepala Desa dan Karang Taruna Gelar Aksi Bersih Sungai Winongan

0

PASURUAN , Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah dampak negatif dari keberadaan tamu tak diundang seperti penyakit dan banjir, tiga pilar yang terdiri dari pemerintah, TNI, dan Polri bersama beberapa kepala desa serta Karang Taruna melaksanakan aksi pembersihan di bantaran Sungai Winongan. Sabtu (8/2/25).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengantisipasi berbagai risiko akibat sungai yang tercemar dan tersumbat sampah serta pohon bambu yang tumbang ke sungai sehingga mengakibatkan rawan banjir Kapolsek winongan AKP Rudi Santosa , SH yang turut hadir dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

“Kami ingin Sungai Winongan tetap bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya. Selain mencegah banjir, pembersihan ini juga mengurangi kemungkinan berkembangnya penyakit akibat lingkungan yang kotor,” ujarnya.

Aksi bersih-bersih ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kepala desa dari beberapa wilayah sekitar, anggota Karang Taruna, serta relawan yang peduli terhadap lingkungan. Mereka bahu-membahu mengangkat sampah, lumpur, dan material lain yang menghambat aliran sungai.

Kapolsek Winongan AKP Rudi Santosa menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit, mengurangi luapan air di saat banjir kiriman dan menjaga ekosistem sungai tetap sehat. Selain itu, upaya ini juga merupakan bagian dari sinergi antara aparat dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang gotong royong, tetapi juga sebagai pengingat agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan sungai ungakap salah satu anggota karang taruna Desa Winongan.

“Harapannya, setelah pembersihan ini, warga semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga sungai tetap bersih,” katanya.

Kegiatan ini diakhiri dengan himbauan kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan sungai, mengurangi penggunaan plastik, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial demi lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.(Qomar)

Pelihara Infrastruktur dan Permudah Akses Warga, Babinsa Kerja Bakti Perbaiki Jalan Kampung

0

Anggota Koramil 0819/02 Pohjentrek, Babinsa Desa Tidu, Sertu Anton Prastiwi, bersama warga Dusun Djaelan, Desa Tidu, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, melaksanakan kegiatan Kerja Bakti perbaikan jalan kampung desa. Minggu (09/02/25). Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah jalur pengangkutan hasil bumi dan mempermudah akses warga dalam bepergian antar desa.

Kegiatan Kerja Bakti ini dilakukan secara gotong royong bersama perangkat desa dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, diharapkan jalan kampung desa dapat diperbaiki dan menjadi lebih baik, sehingga dapat mempermudah aktivitas warga sehari-hari. “Kita ingin memastikan bahwa jalan kampung desa ini dapat diperbaiki dan menjadi lebih baik, sehingga dapat mempermudah aktivitas warga,” ujar Sertu Anton.

Menurut Sertu Anton, kegiatan Kerja Bakti ini juga bertujuan untuk mengurangi dampak dari jalan yang rusak dan berlubang saat hujan. “Kita ingin mengurangi dampak dari jalan yang rusak dan berlubang, sehingga dapat mempermudah aktivitas warga dan mengurangi risiko kecelakaan,” ungkapnya.

Dengan kegiatan ini, diharapkan warga Desa Tidu dapat merasakan manfaat dari perbaikan jalan kampung desa dan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong dan kerja sama dalam membangun dan memelihara infrastruktur desa.(Qomar)

Camat Winongan Apresiasi Polres Pasuruan Aktif Gelorakan Swasembada Pangan

0

PASURUAN – Polres Pasuruan Polda Jatim terus menggelorakan swasembada pangan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Hal itu dilaksanakan oleh Polres Pasuruan Polda Jatim dalam rangka turut melaksanakan program Asta cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Selain mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman pangan, Polres Pasuruan Polda Jatim juga mengajak masyarakat membudidayakan ikan air tawar.

Hal itu seperti dilakukan oleh Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan S.I.K. saat kunjungan kerja (Kunker) ke kecamatan Winongan, Jum’at (07/02/25).

Pada Kunker dalam menjaga soliditas bersama warga, stekholder, serta Forkopimca Winongan itu, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan selain mengajak warga memelihara Kamtibmas juga mengajak mewujudkan program ketahanan pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Pada kegiatan tersebut, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli menabur bibit ikan Lele, dilanjutkan dengan semprot dan pemupukan padi.

Camat Winongan M. Ghanis Subintang menyampaikan rasa syukurnya, karena Kapolres Pasuruan yang aktif mendukung program ketahanan pangan.

“Terimakasih dan apresiasi kepada Polres Pasuruan yang telah mendukung program ketahanan pangan,” ujar Ghanis.

Ia mengatakan, Kecamatan Winongan memilki 18 Desa dan potensi terbesar di wilayah kecamatan Winongan adalah sumber air.

Oleh karena sangat cocok jika budidaya ikan air tawar digalakkan di wilayah tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Winongan Lor, Kosip Riyanto juga meminta Polres Pasuruan turut memberikan pendampingan bagi desa dalam mengawal realisasi 20% Dana Desa untuk ketahanan pangan.

Menanggapi usul saran masyarakat dan pejabat setempat, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli menegaskan bahwa kerjasama semua pihak adalah kebutuhan.

“Kami percaya bahwa kerja sama semua pihak sangat membantu kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah termasuk dalam hal terwujudnya program pemerintah,” terang AKBP Dani.

Tentang Dana Desa, Kapolres Pasuruan menilai perlu penyesuaian aplikasi 20% dana desa dengan potensi yang ada.

“Untuk penggunaan Dana Desa sebesar 20% untuk ketahanan pangan mungkin perlu dilihat komoditi yang ada di desa tersebut, sehingga nantinya program dapat tercapai dengan lebih mudah,” pungkasnya.

Turut serta dalam kunjungan ini, Wakapolres Pasuruan, Kompol Hari Aziz bersama para PJU Polres Pasuruan Polda Jatim dan Kapolsek Winongan, AKP Rudi Santosa serta Danramil Winongan,Kapten Kav.Harnoch.

Kegiatan diikuti oleh Kepala Kantor Camat Winongan, M. Ghanis Subintang S.Tp. M.Si, para Kepala Desa se – Kecamatan Winongan, Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Kec. Winongan, M. Khoiri S.Pt,Kepala Puskesmas Winongan,Dr. Talifia Latif serta Ketua MWCNU Kec. Winongan, M. Hufron, Ketua MUI Kec. Winongan, Muh. Ainul Yakin Al Fatik. (Qomar)

Polres Blitar bersama Pemkab Sidak SPBE Pastikan Stok Gas LPG 3 Kg Aman Jelang Ramadhan

0

BLITAR – Polres Blitar Polda Jatim bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dan Pertamina menggelar sidak di pangkalan dan SPBE Bence, Garum, Kabupaten Blitar.

Kegiatan tersebut untuk memastikan ketersediaan gas LPG 3 kg aman terlebih menjelang Ramadhan.

Sidak dipimpin Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar serta pejabat Pertamina Kediri.

Kapolres Blitar dan rombongan meninjau langsung proses pengisian dan distribusi gas, serta berdialog dengan masyarakat.

Hasilnya, stok gas aman dan tidak ada kelangkaan seperti yang dikhawatirkan.

“Harga eceran Rp19.000–Rp20.000 per tabung, dan pasokan tetap lancar,” ujar Kapolres Blitar, Sabtu(8/2).

Ia mengimbau masyarakat tidak panik atau menimbun gas, dan memastikan stok aman hingga Ramadan.

Polres Blitar Polda Jatim memastikan pendistribusian stok Gas LPG akan berjalan aman dengan melakukan sidak berkala di dua SPBE, yakni di Kademangan dan Garum serta pangkalan LPG yang tersebar di Kabupaten Blitar. (*)

Kapolres Probolinggo bersama Bupati Terpilih Beri Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bandang

PROBOLINGGO – Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana bersama Bupati Probolinggo terpilih, dr. Mohammad Haris atau Gus Haris, turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Probolinggo, Jumat (7/2/2025).

Adapun beberapa lokasi yang menjadi fokus peninjauan di antaranya Desa Seboro, Kecamatan Krejengan; Desa Kaliacar, Kecamatan Gading; serta Desa Brabe, Kecamatan Maron.

Di Desa Seboro, AKBP Wisnu Wardana bersama rombongan menaiki perahu karet untuk menuju Dusun Gilih yang warganya terisolasi akibat putusnya jembatan penghubung.

Untuk meringankan beban warga tersebut, rombongan Kapolres Probolinggo mendistribusikan puluhan paket sembako.

AKBP Wisnu Wardana mengatakan, penanganan bencana seperti ini butuh kolaborasi dari semua pihak, baik dari TNI – Polri maupun pemerintah setempat.

“Kita semua harus bahu-membahu membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana, ” kata AKBP Wisnu Wardana.

Dikesempatan yang sama Bupati Probolinggo, Gus Haris menyampaikan bahwa selain menyalurkan bantuan, pemerintah juga melakukan kajian mendalam terkait kerusakan infrastruktur akibat banjir.

Diantaranya, beberapa ruas jalan dan jembatan mengalami kerusakan serius, sehingga perlu segera perbaikan agar masyarakat dapat kembali berkaktivitas secara normal.

Gus Haris mengatakan, untuk jembatan yang putus di Desa Seboro, pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif sebagai solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

“Jalur darurat ini akan dibangun dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan bagi warga yang melintas,” tutur Gus Haris.

Selain menyiapkan jalur alternatif, pemerintah juga telah mendirikan posko kesehatan, menyalurkan bantuan logistik, serta menyiapkan skema agar anak-anak tetap bisa bersekolah meski terdampak banjir.

“Selain penanganan darurat, kita juga akan memperkuat mitigasi bencana agar kejadian serupa bisa diantisipasi dengan lebih baik ke depannya,” ucap Gus Haris.

Kehadiran AKBP Wisnu, Gus Haris, dan jajaran pemerintah daerah ini mendapat sambutan hangat dari warga terdampak.

Mereka berharap langkah cepat yang diambil pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mencegah dan menangani bencana di masa mendatang. (*)

Rekrut Hafiz Quran-Santri, Polri: Kesempatan Lebih Luas Tahun Ini

0

Polri telah membuka pendaftaran penerimaan anggota baru Tahun Anggaran 2025. Polri mengatakan akan merekrut secara proaktif (rekpro) para hafiz Alquran, dan memberi kesempatan lebih luas kepada para santri.

“Merekrut polisi dari pondok pesantren memiliki beberapa keuntungan, antara lain pendidikan karakter pondok pesantren dikenal dengan pendidikan karakter yang kuat, sehingga para santri diharapkan memiliki nilai-nilai moral dan etika yang baik,” kata Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/2/2025).

Dedi lalu menerangkan ponpes mendidik para santri dengan disiplin yang ketat. Sehingga Polri berharap calon anggota dari santri bisa mengikuti aturan dengan baik.

“Santri pondok pesantren terbiasa dengan disiplin yang ketat, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengikuti perintah dan prosedur dengan baik. Santri pondok pesantren biasanya terbiasa dengan lingkungan yang sederhana dan terbatas, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi yang baru,” jelas Kombes Dedi.

Kemampuan bekerja sama, menghadapi tekanan dan menghormati sesama juga menjadi pertimbangannya. Berikut jumlah penerimaan siswa berlatar pendidikan pesantren dan hafiz Alquran dari Tahun Anggaran 2021 hingga 2024:

  1. Tahun 2021 sejumlah 84 orang (Bintara 83 orang, Tamtama 1 orang)
  2. Tahub 2022 sejumlah 55 orang (Bintara 50 orang, Tamtama 5 orang)
  3. Tahun 2023 sejumlah 74 orang (Bintara 61 orang, Tamtama 13 orang)
  4. Tahun 2024 sejumlah 52 orang (Akpol 1 orang, Bintara 49 orang, Tamtama 2 orang).

Sementara itu Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan selain memprioritaskan jalur santri, Polri terus melakukan pembenahan dan penguatan terhadap sistem perekrutan polisi yang berintegritas. Komjen Dedi menjamin mutu atau kualitas dari proses rekrutmen terpadu anggota Polri.

Dia menerangkan sistem rekrutmen Polri memenuhi International Organization for Standardization ISO 9001:2015. Hal ini, lanjut Komjen Dedi, pengakuan atas komitmen Polri dalam menjaga kualitas proses seleksi penerimaan anggota Polri.

“Secara berkala Polri terus menjaga agar proses seleksi yang kami lakukan tetap memenuhi standar dan bahkan melebihi,” tutur dia.

Lebih lanjut Komjen Dedi menyampaikan SSDM Polri terus menekankan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (Betah) di seluruh proses penerimaan anggota baru.

SSDM Polri juga terus mengevaluasi proses rekrutmen Polri secara internal.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan rekrutmen polisi dari jalur santri masih menjadi salah satu program prioritas. Jenderal Sigit mengatakan polisi yang memiliki latar belakang santri diharapkan memiliki karakter yang matang.

“Tentunya rekrutmen jalur santri ini menjadi salah satu program prioritas di kepolisian, karena kita ingin punya polisi polisi yang tidak hanya paham tentang ilmu kepolisian, namun juga memiliki kematangan di dalam karakter kesehariannya,” kata Sigit dalam Munas dan Konbes NU di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

Dia mengatakan santri telah dibekali pendidikan keimanan yang kuat. Dia berharap hal itu membuat polisi berlatar belakang santri kuat menghadapi berbagai godaan dalam bertugas.

“Karena dibekali dengan iman yang kuat, sehingga pada saat menghadapi tantangan, godaan, semuanya bisa bertahan. Oleh karena itu, rekrutmen jalur santri tentunya menjadi hal yang harus kita lanjutkan,” ujarnya.

“Terima kasih, kami mendapatkan rekrutmen-rekrutmen baru, anggota-anggota Polri baru yang bisa kita tampilkan di masyarakat menjadi polisi polisi baik. Terima kasih kepada rekan-rekan NU dan pondok pesantren yang telah mendorong dan menjadi anggota Polri,” ujarnya.(Qomar)

Menikmati Sambal Cobek Bakar Pedas di Surabaya

0

SURABAYA – Kota Surabaya Jawa Timur menjadi surga bagi pecinta kuliner pedas.

Di kota ini cukup mudah menemukan makanan dengan cita rasa pedas, salah satunya sambal cobek bakar, di Jalan Lasem Surabaya yang sedang jadi perbincangan.

Setiap hari ratusan pecinta sambal rela antri untuk menikmati kelezatan sambal ini.

Ada dua jenis sambal yang disajikan, yakni sambal dengan rasa pedas manis dan sambal bawang dengan rasa pedas asin.

Sambal diolah langsung diatas api dan disajikan dengan aneka lauk.

“Penyajian sambal ini untuk lauknya ada udang, tempe, tahu, cumi, ikan pe, ayam, lele,” kata pemilik warung kepada media, Minggu (9/2/2025).

Dalam sehari, warung makan sambal cobek bakar ini bisa menjual hingga 300 porsi. Buka mulai pukul 16.00-21.00 WIB.

Pembeli pun rela menunggu hingga 1 jam untuk menikmati pedas sambal bakar.

Satu porsi sambal bakar disajikan dengan harga Rp 8.000,- hingga Rp21.000,-. (red)

Polres Mojokerto Kota Bongkar Pabrik Miras Oplosan

0

Kota Mojokerto – Sat Samapta Polres Mojokerto Kota gerebek pabrik minuman keras (miras) oplosan skala rumahan, Sabtu (08/02/25) dini hari

Pabrik miras tersebut berada di kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Seorang wanita bernama Y (43) yang jadi pemilik pabrik turut digelandang Sat Samapta Polres Mojokerto Kota.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Samapta Polres Mojokerto Kota AKP Anang Leo Afera, S.H

Ia juga menuturkan, pembongkaran praktik produksi miras oplosan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat.

“Sebelumnya kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa di sekitar lokasi tersebut banyak pemuda yang sering menggelar pesta miras pada malam hari,” ujarnya.

Dari pengungkapan kasus itu, Sat Samapta Polres Mojokerto Kota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya :

  • Satu set alat pembuatan miras (tester alkohol, selang, teko, plastik label)
  • 24 (dua puluh empat) botol miras merk The Balvenie kemasan @700ml
  • 9 (sembilan) botol miras merk Jack Daniels Apple kemasan @700ml
  • 3 (tiga) botol miras merk Jack Daniels Whisky kemasan @700ml
  • 1 (satu) botol miras merk Skyy Vodka kemasan @750ml
  • 2 (dua) botol miras merk The Genlivet kemasan @700ml
  • 2 (dua) botol miras merk Jameson kemasan @750ml
  • 8 (delapan) botol miras merk Jameson kemasan @750ml (isi kosong)
  • 22 (dua puluh dua) botol miras merk Captain Morgan kemasan @750ml (isi kosong)
  • 10 (sepuluh) botol miras merk Vodka Grey Goose kemasan @750ml (isi kosong)
  • 4 (empat) botol miras merk Vibe kemasan @700ml (isi kosong)
  • 2 (dua) botol miras merk Macallan kemasan @700ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Magnum Brostraw kemasan @700ml (isi kosong)
  • 3 (tiga) botol miras merk Little Liver kemasan @750ml (isi kosong)
  • 3 (tiga) botol miras merk Cointtream kemasan @700ml (isi kosong)
  • 3 (tiga) botol miras merk Donjulio kemasan @750ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Batavia kemasan @700ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Pecha Kucha kemasan @750ml (isi kosong)
  • 1 (kosong) botol miras merk Chivas kemasan @700ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Gold Labbel kemasan @750ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Marteel kemasan @700ml (isi kosong)
  • 4 (empat) botol miras jenis Arak Baliaga kemasan @500ml
  • 1 (satu) botol miras merk Reserva kemasan @750ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Edizione kemasan @750ml (isi kosong)
  • 2 (dua) botol miras merk Cristaliano kemasan @750ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Dom Periknon kemasan @750ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Jameson Irish Wiskey kemasan @700ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Dom kemasan @700ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Bells kemasan @700ml (isi kosong)
  • 5 (lima) botol miras merk The Balvenie kemasan @700ml (isi kosong)
  • 25 (dua puluh lima) botol miras merk Glenvinddich kemasan @700ml (isi kosong)
  • 13 (tiga belas) botol miras merk Jack Daniels Apple kemasan @700ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Jack Daniels Jennessee kemasan @700ml (isi kosong)
  • 6 (enam) botol miras merk Skyy Vodka kemasan @750ml (isi kosong)
  • 15 (lima belas) botol miras merk The Genlivet kemasan @700ml (isi kosong)
  • 1 (satu) botol miras merk Ethanol kemasan @1.500ml
  • 15 (lima belas) Jerigen kemasan ±@40l (isi kosong)
  • 3 (tiga) galon Ethanol kemasan @15l (isi 5liter)

“Pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Polres Mojokerto Kota guna dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku Y (43) mengaku memproduksi miras ini tanpa izin

Dikatakan Y (43), pelaku melakukan penyulingan miras di halaman belakang rumahnya.

Ia melakukan pembuatan miras oplosan secara otodidak sehingga tidak diketahui secara pasti kadar alkohol dalam miras yang diproduksinya

“Pelaku melakukan produksi minuman keras ilegal di halaman belakang rumahnya, tidak ada takaran pasti dalam produksi itu” ucapnya.

“Dari hasil pemeriksaan, selanjutnya Y (43) dilimpahkan ke Satreskrim Polres Mojokerto Kota guna penyidikan lebih lanjut” Ucap Leo

Sementara itu ditempat terpisah Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri, S.I.K, M.H melalui Kasi Humas IPDA Slamet Haryono menyampaikan, perederan miras ilegal tak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga dapat menimbulkan tindak pidana.

Selain itu miras oplosan juga dapat membahayakan keselamatan jiwa, sampai dengan meninggal dunia karena over dosis

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk aktif melaporkan jika mengetahui keberadaan pabrik atau home industri minuman keras ilegal yang beroperasi di sekitar tempat tinggal” Pungkas Daniel