Gempurnews | Pemalang – SMPN 02 Belik Kabupaten Pemalang mengadakan Workshop In House Training ( IHT ) Deep learning ( Pembelajaran Mendalam ) merupakan pendekatan inovatif yang menitik beratkan pada pengalaman belajar pada siswa berkesadaran,bermakna,dan menggembirakan.

Pendekatan ini tidak hanya fokus pada hasil akademis tetapi juga pengembangan karakter siswa yang holistik.
Dalam pendidikan deep learning untuk memahami kebutuhan siswa,menyesuaikan materi pembelajaran serta memberikan umpan balik yang lebih spesifik.
Kegiatan ini mengundang narasumber dari Pengawas SMP Kabupaten Pemalang, Trini Winarti,S.pd.M.Pd, yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SMPN 02 Belik, Eka Maria Susanti,S.pd.M.Pd.,Kepala Sekolah Satap Gunung Jaya,Hasmono S.pd.
serta para guru SMPN 02 belik dan SMP Satap Gunung Jaya, yang dilaksanakan di Aula SMPN 02 belik Kabupaten Pemalang.( 6/2/25 ) pagi.
In House Training ini dibuka oleh Eka Maria Susanti, S.pd.M.pd.,selaku Kepala Sekolah SMPN 02 belik, dalam sambutannya Eka mengatakan ” tujuan adanya Deep learning dalam pembelajaran yaitu untuk pemahaman yang mendalam dalam mengembangkan Ketrampilan berpikir kritis dan probalem solving yang artinya untuk menganalisis,mengevaluasi dan menemukan solusi terhadap permasalahan yang komplek.
Dapat memfasilitasi pembelajaran yang berkelanjutan,mendukung pembelajaran berbasis kontekstual dan interdisipliner serta meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.ucapnya
Konsep Deep learning ini memungkinkan siswa belajar dengan menghubungkan berbagai disiplin ilmu dan menerapkannya dalam situasi dunia nyata.pungkasnya.
Dengan pendekatan yang lebih eksploratif dan aplikatif,siswa menjadi lebih tertarik untuk belajar,karena mereka merasa pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan mereka.imbuhnya.
Dilanjutkan oleh Trini Winarti,S.Pd.M.Pd.,selaku narasumber, mengatakan IHT tentang Deep learning dalam pembelajaran berbasis konsep yang artinya siswa tidak hanya menghafal fakta tetapi memahami hubungan antar konsep dalam berbagai disiplin ilmu.
Serta penerapan pembelajaran berbasis masalah ( Problem Based Learning), pembelajaran kolaboratif, eksploratif dan refleksi,intergritas teknologi,asesmen berkelanjutan dan formatif,serta pembelajaran interdisipliner.katanya.
Deep learning menekankan proses berpikir yang lebih tinggi dimana siswa tidak hanya memahami materi akan tetapi juga mampu menggunakannya untuk menciptakan solusi inovatif dan jika ingin lebih spesifik, bisa disesuaikan dengan konteks pembelajaran di sekolah.pungkasnya.
Trini Winarti berharap dari adanya kegiatan IHT tentang Deep learning ini,guru dapat memahami, menerapkan deep learning pembelajaran lebih bermakna kontekstual,bisa lebih meningkatkan kemandirian keaktifan siswa,meningkatkan guru dalam mendesain pembelajaran,mendorong teknologi dalam pembelajaran,meningkatkan kolaborasi antara guru dan siswa,serta menyiapkan siswa dengan ketrampilan abad ke 21,membantu sekolah beradaptasi dengan kurikulum merdeka.imbunya.
( yn 26 )

