Home Blog Page 562

Polres Lumajang Telah Berhasil Menguak Fakta Kasus Pencurian Mesin Sepeda Motor

0

Lumajang– Gempur News com/Polres Lumajang telah berhasil menguak fakta kasus pencurian dua unit mesin sepeda motor yang terjadi di sebuah bengkel motor di Desa Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, pada Minggu (26-01-025).

Tersangka berinisial TH dibekuk polisi di rumah temannya di Desa Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menyampaikan bahwa penangkapan pelaku berawal dari laporan korban yang kehilangan dua unit mesin sepeda motor, masing-masing mesin motor C70 dan CB 125cc.

“Kejadian ini bermula pada pukul 08.00 WIB di bengkel milik korban yang terletak di Desa Kalipepe. Mesin-mesin sepeda motor yang dicuri adalah mesin C70 dengan nomor seri E3167260 dan mesin CB 125cc dengan nomor seri SE1038184,” ujar AKBP Alex.
.
Ia menjelaskan, pelaku TH melakukan aksinya dengan cara membuka bengkel korban dan membawa kabur mesin-mesin tersebut menggunakan karung. Kemudian, pada hari yang sama, pelaku menjual mesin-mesin curian tersebut ke tempat rongsokan besi dengan harga Rp 65.000.

“Pelaku menjual mesin-mesin tersebut secara kiloan dengan harga Rp 4.500 per kilogram,” terang Kapolres. “Total berat mesin yang dijual adalah 14 kilogram, sehingga pelaku mendapatkan uang sebesar Rp 65.000.”

Pada hari Senin (27/1/2025), korban yang menyadari mesinnya hilang, datang ke tempat rongsokan milik Husnaini. Setelah berkomunikasi dengan pemilik rongsokan, ternyata mesin-mesin tersebut dibeli oleh tersangka, yang kemudian mengarah pada pelaku pencurian.

“Saat korban bersama saksi menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan, kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku. Kami berhasil mengamankan dua unit mesin sepeda motor yang dicuri dan sekarang tersangka sudah kami amankan di Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut,” imbuhnya.

Saat ini, tersangka dan barang bukti sudah dibawa ke Polres Lumajang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan melaporkan setiap kejadian tindak pidana ke aparat kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Lumajang.

“Kami mengapresiasi kerjasama masyarakat yang aktif memberikan informasi dan melaporkan kejadian tindak pidana. Ini menjadi contoh bagi kita semua agar senantiasa menjaga kewaspadaan terhadap potensi kejahatan yang ada di sekitar kita,” tutup Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar.(tim)

Polisi bersama TNI Bongkar Arena Judi Berkedok Lomba Kelereng di Pamekasan

0

PAMEKASAN – Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto perintahkan jajarannya untuk menindaklanjuti laporan pengaduan dari masyarakat, terkait maraknya judi yang berkedok lomba kelereng di beberapa tempat di Pamekasan.

“Para Kapolsek saya perintahkan untuk cek arena lomba kelereng di wilayahnya masing-masing, karena pengaduan masyarakat kegiatan itu sudah meresahkan,” tegas AKBP Hendra,” Sabtu (1/2/25).

Kapolres Pamekasan Polda Jatim ini mengungkapkan, berdasarkan laporan hasil kegiatan para Kapolsek, diperoleh data arena lomba kelereng yang dibongkar yaitu di wilayah Polsek Pademawu terdapat di Kelurahan Lawangan Daya.

Polsek Pamekasan berhasil membongkar arena perjudian di Kelurahan Kolpajung dan Kelurahan Bugih.

Polsek Proppo membongkar arena judi di Desa Samiran dan Polsek Tlanakan ada 5 titik yaitu di Desa Taro’an, Desa Larangan Slampar, 2 arena di Desa Kramat, dan di Desa Gugul.

Sementara itu Polsek Pakong, mbongkar 1 arena judi di Desa Lebbek.

“Kami juga berkolaborasi dengan jajaran Koramil dan pemerintah kecamatan serta desa setempat untuk kegiatan ini,” terang AKBP Hendra.

Dijelaskan oleh Kapolres Pamekasan, dalam melakukan pembongkaran, tentu saja dengan cara humanis dan persuasif kepada pemilik arena untuk dengan sukarela membongkar arena balap kelerengnya.

“Alhamdulillah para pemilik sadar dan mau dengan sukarela membongkar dibantu oleh petugas,” jelas AKBP Hendra.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini wilayah Kabupaten Pamekasan bersih dari perjudian apapun.

“Polres Pamekasan beserta jajaran Forkopimda siap memerangi, silakan laporkan kepada kami bila warga menemukan indikasi adanya perjudian,”pungkasnya.(*)

Polres Lumajang Amankan 40 Unit Motor Diduga Terlibat Balap Liar

0

LUMAJANG – Menindaklanjuti laporan warga masyarakat yang resah karena balapan liar oleh sekelompok remaja, Polres Lumajang Polda Jatim langsung menggelar razia di Jalan Raya Pelita (Semar), Lumajang.

Dalam razia yang berlangsung sejak pukul 01.00 WIB hingga menjelang subuh tersebut, sebanyak 40 sepeda motor diamankan.

Para pelaku balap liar yang terjaring diharuskan berjalan kaki sambil menuntun sepeda motor mereka menuju Mapolres Lumajang, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi yang dipakai balapan liar.

Razia ini melibatkan personel gabungan dari Satlantas dan Satgas B Polres Lumajang, yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Lumajang, Kompol Jauhar Ma’arif.

“Sebanyak 40 sepeda motor dan puluhan anak muda berhasil diamankan ke Mapolres Lumajang untuk diberikan pembinaan,” ujar Kompol Jauhar Ma’arif, Senin (3/2)

Selain mengamankan kendaraan, Polisi juga memberikan pembinaan kepada para pelaku balap liar agar tidak mengulang perbuatannya.

Kendaraan-kendaraan yang terjaring dalam razia ini akan disita selama satu bulan dan baru bisa diambil setelah melalui proses sidang.

Pemilik kendaraan juga diwajibkan untuk melengkapi kendaraan mereka sesuai dengan standar yang berlaku, serta membawa surat kendaraan dan didampingi oleh orang tua saat mengambil motor.

Kompol Jauhar Ma’arif menekankan bahwa razia dan penindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terkait aksi balap liar yang sering mengganggu ketertiban dan keamanan di wilayah Lumajang.

“Aksi balap liar ini sudah sangat meresahkan, mengganggu kenyamanan warga, dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan himbauan kepada para pengguna jalan, khususnya anak-anak muda, untuk tidak menggunakan knalpot racing dan terlibat dalam balap liar.

“Kami terus berkomitmen untuk menindak tegas pelaku balap liar dan memastikan keselamatan bersama di jalan raya,” tambahnya.

Kompol Jauhar Ma’arif berharap dengan langkah ini, aksi balap liar dapat diminimalisir dan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas bisa meningkat di kalangan masyarakat.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk melaporkan segera apabila menemukan aksi balap liar atau kegiatan lain yang membahayakan keselamatan di jalan raya.

“Kami juga mengimbau kepada pengguna jalan, khususnya anak-anak muda, untuk tidak menggunakan knalpot racing dan menghindari aksi balap liar, karena hal itu dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (*)

Patroli Jarak Jauh Naik Motor Kapolda Jatim Beri Bantuan Sembako Untuk Warga di Malang

SURABAYA – Mengahadapi Operasi Ketupat Semeru 2025, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si bersama PJU Polda Jawa Timur melaksanakan Patroli R2 jarak jauh jalur Lintas Surabaya-Malang, Senin
(03/02/25).

Patroli kali ini untuk mitigasi titik rawan kepadatan dan kecelakaan di sepanjang jalur Surabaya – Malang dalam menghadapi bulan puasa dan Idul Fitri.

Dalam perjalanan tersebut Kapolda Jatim juga menyerahkan Paket Baksos di Polsek Turen berjumlah 30 paket sembako untuk warga kurang mampu.

“Silaturahmi dengan masyarakat untuk bakti sosial, mudah-mudahan niat baik kita ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT.” ungkap Irjen Pol Imam Sugianto.

Selain itu Kapolda Jatim juga memberikan bantuan 5 unit Komputer kepada Lima Polsek jajaran Polres Malang.

“Kami konsolidasi dan lakukan pengecekan kepada jajaran Polsek jajaran di sepanjang jalur yang dilalui,sekaligus menyerahkan bantuan untuk mendukung operasional kepolisian wilayah Malang,” kata Irjen Pol Imam Sugianto di Polsek Turen.

Kapolda Jatim juga mengapresiasi kekompakan jajaran Forkopimda dan masyarakat di Malang yang senantiasa bersinergi dan bersama-sama menjaga Kamtibmas tetap aman dan kondusif. (*)

Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas Sejak Dini, Polres Mojokerto Kota Ajak Anak Kenali Tugas Polisi

0

Kota Mojokerto – Raut wajah ceria terpancar dari ratusan anak TK Negeri Pembina yang berkunjung ke Polres Mojokerto Kota dalam kegiatan Polisi Sahabat Anak dan didampingi oleh guru mereka. Pada, Selasa (04/02/2025).

Kegiatan ini disambut hangat oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri S.I.K., M.H yang di wakili Kasat Lantas AKP Mulyani S.E., M.SI., beserta Unit Kamsel siap mengenalkan tugas-tugas polisi dengan cara yang menyenangkan.

Polisi anak merupakan program penting dalam membangun komunikasi yang baik antara polisi dan anak-anak. “Kami ingin memperkenalkan anak-anak kepada aturan lalu lintas agar dapat memahami aturan-aturan lalu lintas sejak dini.” ujar AKP Mulyani

Dengan penuh keceriaan anak-anak berbaris rapi dan tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan. Seperti, pengenalan rambu lalu lintas, patroli keamanan, pelayanan kepada masyarakat hingga memperkenalkan beberapa kendaraan yang ada di Polres Mojokerto Kota.

Tidak hanya itu, anak-anak juga mengunjungi beberapa tempat di Polres Mojokerto Kota, dan memperkenalkan beberapa tempat seperti satbimas dan pos penjagaan.

Dengan program polisi anak ini diharapkan dapat lebih memahami tugas polisi serta menghindari perilaku yang dapat merugikan mereka di masa depan.

Kunjungan edukatif ini bertujuan untuk memperkenalkan profesi polisi sejak dini serta mengajarkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Anak-anak diajak berkeliling kantor polisi, melihat langsung kendaraan patroli, serta mendengarkan penjelasan dari petugas tentang tugas dan tanggung jawab kepolisian.

Salah satu momen paling menarik bagi anak-anak adalah ketika mereka diberi kesempatan untuk mencoba menaiki mobil polisi. Dengan riang gembira anak anak menikmati suasana tersebut.  [DH]

Anggota DPRD Barito Utara Ardianto : Kesejahteraan Para Petani Tetap Diperhatikan

0

BARITO UTARA- Pertanian merupakan pekerjaan yang paling menyehatkan, bermanfaat, dan mulia. Namun, kesejahteraan petani tetap harus diperhatikan agar sektor ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Barito Utara, Ardianto, saat mengunjungi lahan pertanian Kelompok Tani (Poktan) Maju Mufakat di Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, Minggu (2/2/2025) dua hari yang lalau.

Dalam kesempatan tersebut, anggota fraksi Partai Demokrat DPRD Barito Utara ini juga menekankan pentingnya mendukung dan mengapresiasi petani lokal.

“Petani adalah pilar utama dalam ketahanan pangan. Mereka harus mendapatkan perhatian, baik dari segi bantuan bibit, pupuk, maupun akses pasar yang lebih baik agar bisa mendapatkan keuntungan yang layak,” ujarnya.

Ardianto juga menyoroti pentingnya pertanian berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan petani saat ini tetapi juga menjaga kelestarian lahan untuk generasi mendatang.

“Jika pertanian ingin terus maju, maka harus ada keseimbangan antara hasil produksi dan keberlanjutan lingkungan. Ini memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.

Petani di Desa Bintang Ninggi II berharap ada lebih banyak program bantuan dan pendampingan agar hasil panen mereka bisa lebih optimal.

Lanjut Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD kabupaten Barito Utara menyampaikan bahwa untuk Jalan Usaha Tani (JUT) sudah mencapai 99 persen di wilayah setempat.

Mereka juga meminta perhatian terkait infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan jalan usaha tani, untuk mempermudah distribusi hasil pertanian.

“Untuk JUT di daerah setempat sudah mencapai 99 persen swaktu saya menjabat sebagai Kepala Desa Bintang Ninggi II beberapa waktu lalu. Dan saat ini jaringan irigasi dan alat mesin pertanian (Alsintan) serta pupuk dan lainnya yang masih belum maksimal,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara.

Ardianto berjanji akan menyampaikan aspirasi ini kepada pihak terkait agar pertanian di wilayah tersebut bisa semakin maju dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (SS)

Cegah PMK Pada Hewan Ternak, Babinsa Koramil 0819/23 Sukorejo Dampingi Vaksinasi

0

Upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Babinsa Koramil 0819/23 Sukorejo, Sertu Kustoro, melaksanakan pendampingan vaksinasi hewan ternak di Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (04/02/25). Kegiatan ini dihadiri oleh Sugeng Harianto selaku Mantri Hewan Kecamatan Sukorejo, serta enam orang peternak yang membawa sapi mereka untuk divaksin.

Sertu Kustoro menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam membantu masyarakat, khususnya peternak, agar hewan ternak mereka tetap sehat dan produktif. “Kami hadir untuk memastikan vaksinasi berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi para peternak. Dengan vaksinasi ini, diharapkan sapi-sapi mereka terbebas dari ancaman PMK yang dapat merugikan ekonomi para peternak,” ujarnya.

Sementara itu, Mantri Hewan Sugeng Harianto menambahkan bahwa vaksinasi ini merupakan langkah penting dalam menekan angka kasus PMK di wilayah Sukorejo. Ia mengimbau para peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang dan memperhatikan kesehatan ternak mereka. Para peternak yang hadir pun menyambut baik kegiatan ini, karena merasa terbantu dalam melindungi sapi mereka dari ancaman penyakit yang bisa menyebabkan kematian ternak dan kerugian finansial.

Dengan adanya pendampingan dari Babinsa dan tenaga medis hewan, program vaksinasi ini diharapkan dapat berjalan secara berkala dan menjangkau lebih banyak peternak di wilayah Sukorejo. Langkah ini merupakan wujud sinergi antara TNI dan instansi terkait dalam menjaga ketahanan pangan serta kesejahteraan para peternak di Kabupaten Pasuruan.(Qomar)

DPP PJS Tegas Tolak Wartawan Bodrex, Pemerasan Berujung Pemecatan

0

JAKARTA – Pernyataan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ( Mendes & PDT ), Yandri Susanto, mengenai wartawan bodrex yang sering mengganggu kepala desa menuai beragam reaksi.

Organisasi Pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) menegaskan dukungannya terhadap upaya pemberantasan oknum wartawan yang menyalahgunakan profesinya untuk kepentingan pribadi.

Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap wartawan yang melakukan praktik pemerasan, intimidasi, atau jurnalisme transaksional.

“Kami mendukung langkah tegas untuk menertibkan oknum wartawan bodrex yang merusak citra profesi ini. Wartawan sejati bekerja dengan integritas, bukan mencari-cari kesalahan untuk menekan dan meminta uang kepada narasumber,” ujar Mahmud dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (03/02/2025).

Mahmud menambahkan bahwa PJS memiliki visi utama, yaitu terwujudnya jurnalis berintegritas, kompeten, dan profesional. Oleh karena itu, organisasi tidak akan segan-segan mengambil langkah tegas terhadap anggotanya yang terbukti melanggar kode etik jurnalistik.

Pemerasan Berujung Pemecatan

Sebagai bentuk ketegasan, Mahmud menegaskan bahwa anggota PJS yang terbukti melakukan pemerasan akan dipecat tanpa ampun. Tidak ada ruang bagi wartawan yang menyalahgunakan profesinya untuk keuntungan pribadi.

Selain itu, bagi wartawan yang telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari lembaga uji di bawah naungan Dewan Pers, tetapi terbukti melakukan tindakan tercela, PJS akan melaporkannya ke lembaga uji terkait dengan tembusan ke Dewan Pers. Tujuannya adalah agar kartu UKW mereka dicabut, sehingga mereka tidak lagi bisa mengklaim sebagai wartawan kompeten.

“Kompetensi wartawan bukan hanya soal memiliki sertifikat UKW, tetapi juga tentang menjaga etika dan profesionalisme. Jika ada wartawan yang menyalahgunakan kepercayaan publik, kami akan pastikan dia tidak lagi bisa mengatasnamakan profesi ini,” tegas Mahmud.

PJS Imbau Pejabat dan Masyarakat Verifikasi Identitas Wartawan

PJS juga mengimbau para pejabat, kepala desa, dan masyarakat luas untuk lebih cermat dalam mengenali wartawan yang datang meliput. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Memeriksa ID Card dan surat tugas wartawan.
  • Mengecek media tempat wartawan bekerja, apakah memiliki publikasi yang jelas dan konsisten.
  • Memastikan wartawan tersebut terdaftar dalam organisasi pers yang kredibel.
  • Tidak segan untuk meminta nomor kontak pemimpin redaksi atau pimpinan organisasi pers untuk melakukan verifikasi.

Dengan sikap tegas ini, PJS berharap dapat membersihkan dunia jurnalistik dari oknum-oknum yang merusak citra wartawan sejati.

Hal ini pun wajib menjadi panduan sikap Pengurus PJS di semua tingkatan dari DPP, DPD dan DPC se Indonesia.

Jurnalisme harus tetap menjadi pilar demokrasi yang mengedepankan kebenaran, etika, dan profesionalisme. ( Rls/Fen)

Lestarikan Tarian Klasik, Jaranan Turonggo Sekar Budoyo Blitar Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi

0

BLITAR – Di tengah gempuran modernisasi dan tren kesenian yang terus berubah, kelompok Jaranan Turonggo Sekar Budoyo di Dusun Tumpuk, Desa Purwodadi, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, tetap setia mempertahankan tarian gaya klasik. Kelompok jaranan yang dipimpin oleh Pak Imam Sapi’i ini telah berdiri selama tujuh tahun,dimana empat tahun terakhir menggunakan nama Turonggo Sekar Budoyo.

“Awalnya saya ikut kelompok jaranan di Selokajang, tapi bubar. Akhirnya saya lanjutkan sendiri untuk mengembangkan jaranan khas Jawa Klasik ini agar tidak hilang,” ujar Pak Imam, Ketua Jaranan Turonggo Sekar Budoyo.

Nama Sekar Budoyo sendiri memiliki arti agar budaya terus mekar seperti bunga. Pak Imam menjelaskan bahwa kelompoknya tetap mempertahankan tarian gaya lama agar tidak tenggelam dan terus lestari. Beberapa tarian yang masih dipertahankan antara lain Jaranan Jawa Klasik untuk penari putra, Jaranan Senterewe untuk penari putri, dan Barongan Kucingan Karanggayam.

Para Penari terdiri dari berbagai usia, mulai dari siswa SD hingga dewasa dan tidak dibatasi umur. Pak Imam yang kini berusia 68 tahun’pun bahkan tidak ragu untuk ikut menari jika kekurangan penari.

“Personil kami sekitar 50 orang, terdiri dari pemain, penabuh, sinden, dan lain-lain. Semuanya warga kampung sini. Kami tidak punya pemain cadangan, jadi kalau ada yang berhalangan, ya bagaimana caranya harus bisa tampil lah,” jelas Pak Imam.

Perjalanan kelompok jaranan ini tidak selalu mulus. Bahkan tak jarang hanya diberi janji pentas tanpa rеаlisasi. Uang hasil tanggapan yang terkumpul sedikit demi sedikit digunakan untuk membeli perlengkapan secara mandiri dan hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah. Sehingga untuk mengembangkannya cukup sulit, apalagi tidak rutin ada pentas.

Meski demikian, Pak Imam tetap bersemangat untuk mengembangkan kelompoknya. Ia berharap bisa memiliki perlengkapan yang lebih baik. “Gamelan belum lengkap dan masih kurang karena belum ada gong besar, demung, saron dan soundnya juga tidak bisa keras, itu saja beberapa ada yang pinjam,” ujarnya.

Pak Imam juga memiliki pandangan terhadap perkembangan jaranan di Blitar saat ini. Ia melihat banyak tontonan jaranan saat ini yang terkadang rawan tawuran. Ia sendiri memilih untuk tetap mempertahankan gaya lama khas Blitaran yang menonjolkan tarian agar enak dinikmati semua kalangan, khususnya penggemar seni budaya.

“Saya juga ingin menyuguhkan tontonan dengan tatanan dan tuntunan. Sehingga sebisa mungkin saya hindari faktor-faktor penyebab tawuran agar tidak terjadi di kelompok saya waktu pentas,” katanya.

Untuk promosi kelompoknya, Pak Imam hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut dan membuat poster sendiri jika ada tanggapan. Mereka belum memiliki media sosial dan dokumentasi selama pentas. Namun, baru-baru ini sudah ada beberapa YouTuber yang mendokumentasikan penampilan mereka saat acara Kirab Goa Tumpuk di Sekolajang, Kecamatan Srengat pada 25 Januari 2025 lalu. Ini bisa menjadi langkah awal dalam memperkenalkan Turonggo Sekar Budoyo ke khalayak yang lebih luas. ( Rls/Wah)

Polres Lumajang Tangkap Pembunuhan, Tersangka dalam Waktu Kurang Lebih dari 24 Jam

0

Lumajang– Gempur News com/Polres Lumajang berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa korban Ryo Robiansyah (30) hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu, 2 Februari 2025, sekitar pukul 01.00 WIB, di depan Toko Timbul Jaya, yang terletak di seberang Pom Bensin Klakah, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengungkapkan, peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di depan Toko Timbul Jaya, yang terletak di seberang Pom Bensin Klakah, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Korban, yang bernama Ryo Robiansyah (30), meninggal dunia setelah terlibat dalam sebuah perkelahian dengan tersangka.

“Peristiwa bermula ketika korban, yang dalam keadaan terpengaruh alkohol, bertemu dengan adik tersangka. Terjadi penganiayaan terhadap adik tersangka, yang kemudian melapor kepada kakaknya, tersangka NA,” Terang AKBP Alex dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Lumajang pada Senin (03-02-2025).

Setelah menerima laporan dari sang adik tersangka langsung mendatangi korban dan menanyakan siapa yang telah menganiaya adik saya.

Setelah itu, korban mengaku melakukan tindakan kekerasan terhadap adiknya, pertemuan tersebut berubah menjadi duel antara korban dan tersangka.
Kapolres mengungkapkan bahwa kedua pihak membawa senjata tajam, satu milik korban dan satu milik tersangka. Dalam perkelahian tersebut, korban mengalami luka-luka parah di bagian punggung akibat sabetan clurit yang dilakukan tersangka.

“Korban mencoba melarikan diri ke seberang jalan, namun tersangka terus mengejar dan kembali menyabetkan clurit ke tubuh korban hingga korban terjatuh. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun sayangnya tidak tertolong,” tambah Kapolres.

Motif dari kejadian ini, menurut hasil penyidikan, diduga kuat karena tersangka merasa tidak terima atas penganiayaan yang dialami adiknya. Tersangka NA bertindak untuk membela adiknya dan mempertanggungjawabkan tindakan penganiayaan tersebut.

“Setelah kejadian ini, kami langsung bergerak cepat, mengumpulkan bukti-bukti, dan berhasil menangkap tersangka dalam waktu kurang dari 24 jam. Kami akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini,” tambah AKBP Alex Sandy Siregar.

Saat ini, tersangka masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan penyelesaian hukum yang sesuai.(tim)