Home Blog Page 58

Amankan Mudik 2026, Polres Pasuruan Kerahkan Personel Gabungan dalam Ops Ketupat Semeru

PASURUAN – Polres Pasuruan mengerahkan personel gabungan dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Semeru 2026. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan di Lapangan Apel Sarja Arya Racana Polres Pasuruan, Kamis (12/3/2026) pagi.

Apel dipimpin langsung Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, unsur Forkopimda, perwakilan TNI, instansi pemerintah, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasuruan melakukan penyematan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026 kepada perwakilan personel sebagai simbol kesiapan pengamanan Lebaran.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan apel gelar pasukan menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh personel maupun sarana dan prasarana yang terlibat dalam pengamanan Lebaran.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan kami bersama TNI dan seluruh stakeholder untuk memastikan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik.

Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Pasuruan disebutkan bahwa momentum Idul Fitri merupakan agenda nasional yang selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Karena itu, aparat diminta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar hingga konflik antar kelompok masyarakat.

Selain pengamanan arus lalu lintas, petugas juga diminta melakukan patroli rutin di titik-titik rawan serta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna meningkatkan rasa aman selama mudik.

Apel gelar pasukan diikuti sejumlah unsur pasukan gabungan, di antaranya personel Polres Pasuruan, Kodim 0819/Pasuruan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Dinas Perhubungan, Senkom, hingga perwakilan BPBD Kabupaten Pasuruan.

Usai apel, Kapolres Pasuruan bersama Forkopimda melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana kesiapan personel yang akan dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Keselamatan, Operasi Pekat Semeru 2026 serta Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran.

Kapolres Pasuruan berharap dengan keterlibatan seluruh unsur dan dukungan masyarakat, pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat berjalan aman dan kondusif.

“Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman, serta perjalanan mudik berlangsung lancar,” pungkasnya.

Jelang Idul Fitri, Kapolda Sumsel Koordinasi Pengamanan Distribusi BBM Dengan Pertamina

PALEMBANG, gempurnews.com — Polda Sumatera Selatan memperkuat sinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) guna memastikan keamanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan objek vital energi menjelang Ramadan serta arus mudik Idul Fitri 1447 H.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dengan jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (12/3/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis Polda Sumsel dalam mengantisipasi potensi gangguan distribusi energi, terutama menjelang peningkatan mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran.

Lawatan Pertamina dipimpin Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Erwin Dwiyanto, didampingi sejumlah pejabat manajemen regional.

Dari jajaran Polda Sumsel, turut hadir Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Dir Intelkam Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, serta Dir Reskrimsus Kombes Pol Doni Satrya Sembiring.

Kehadiran unsur intelijen dan reserse kriminal khusus dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa isu distribusi energi juga memiliki dimensi keamanan yang penting, terutama dalam mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi BBM maupun gangguan terhadap objek vital nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumsel menyoroti fenomena antrean kendaraan di sejumlah SPBU, terutama di jalur lintas keluar kota seperti arah Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Banyuasin.

Menurut Kapolda, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan serta keresahan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, Polda Sumsel mendorong pengawasan ketat terhadap rantai distribusi BBM, termasuk mengantisipasi praktik penimbunan, pengisian berulang menggunakan kendaraan modifikasi, maupun penyalahgunaan distribusi oleh oknum tertentu.

Menjelang Operasi Ketupat Musi 2026, Kapolda Sumsel juga meminta dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik rawan distribusi BBM.

Pemetaan tersebut mencakup : jalur tol fungsional, jalur arteri utama, rest area dan kawasan dengan potensi lonjakan konsumsi BBM.

Langkah ini penting untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan tidak terjadi kelangkaan saat mobilitas masyarakat meningkat.

Selain isu distribusi energi, Kapolda Sumsel juga menyinggung pengelolaan sumur minyak rakyat yang berkembang di beberapa wilayah Sumatera Selatan.

Ia menekankan bahwa aktivitas tersebut harus memperhatikan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan hidup, serta kepastian legalitas agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Erwin Dwiyanto menjelaskan bahwa wilayah operasional Sumbagsel mencakup lima provinsi, yakni : Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung

Luasnya cakupan wilayah tersebut menjadikan koordinasi dengan Polda Sumsel sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi di kawasan Sumatera bagian selatan.

Pertamina juga menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi dengan kepolisian dalam memetakan wilayah rawan distribusi energi.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa keamanan distribusi energi memiliki dampak luas terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Distribusi BBM bukan hanya urusan pasokan. Ini menyangkut stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Polda Sumsel siap hadir di setiap titik yang memerlukan pengamanan, mulai dari depot hingga SPBU,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menambahkan bahwa sinergi dengan Pertamina menjadi langkah strategis dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

“Keamanan energi adalah bagian dari keamanan masyarakat. Polda Sumsel bersama Pertamina akan terus berkoordinasi agar distribusi BBM dan LPG berjalan lancar, khususnya menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran,” ujar Nandang.

Pertemuan tersebut berlangsung produktif dan menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat koordinasi operasional antara Polda Sumsel dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

Ke depan, kedua institusi akan segera mematangkan pemetaan titik rawan distribusi energi serta mekanisme dukungan pengamanan selama Operasi Ketupat Musi 2026.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Sumatera Selatan dalam menjaga stabilitas distribusi energi serta memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan mudik Lebaran dengan aman dan lancar.

MOH.SANGKUT

Jelang Lebaran, Puluhan Petugas Disiagakan di Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Banyuwangi

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Menjelang Lebaran, puluhan petugas tambahan disiagakan di sejumlah perlintasan sebidang kereta api tanpa palang pintu di Banyuwangi.

Petugas Jaga Lintasan Ekstra (PJL Ekstra) itu diberi tugas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Pasalnya, setiap musim Lebaran terjadi peningkatan arus lalu lintas, termasuk di titik perlintasan kereta api.

“Di Banyuwangi ada 12 titik dengan 22 petugas tambahan yang kami siagakan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026,” kata Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro di Banyuwangi, Rabu (11/3/2026).

Secara keseluruhan, KAI Daop 9 Jember menurunkan 107 PJL Ekstra di 55 titik perlintasan sebidang yang tersebar dari Pasuruan hingga Ketapang.

“Penempatan ini kami sesuaikan dengan tingkat kepadatan jalur dan jumlah perlintasan di masing-masing wilayah,” ujar Cahyo.

Para personel itu akan bertugas mulai 18-31 Maret 2026. Para petugas disiagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas sekaligus meningkatkan kewaspadaan di perlintasan yang belum dijaga permanen.

Tak hanya itu, KAI Daop 9 juga menambah 19 petugas penilik jalur ekstra yang bertugas memantau kondisi rel di 19 petak jalur dari Pasuruan sampai Ketapang.

“Dengan tambahan ini, jika ada potensi gangguan prasarana bisa segera terdeteksi dan ditangani lebih cepat,” jelasnya.

KAI turut menempatkan personel di empat daerah pengawasan khusus (Dapsus) yang dinilai rawan, yakni satu titik di Pasuruan, dua di Jember, dan satu di Banyuwangi.

Beberapa titik tersebut berada di kawasan jembatan dan terowongan Merawan-Garahan yang memiliki potensi longsor cukup tinggi. “Total ada delapan petugas tambahan yang kami siagakan di titik rawan selama periode Lebaran,” sambungnya. (*)

Jalan Canga’an Diperbaiki, Pemkab Banyuwangi Kerahkan Satgas Jalan Berlubang, Ratusan Titik Jalan Diperbaiki Pastikan Mudik Lebaran Aman dan Lancar.

Gempurnews.com | Banyuwangi – Guna memastikan kelancaran arus mudik lebaran, Pemkab Banyuwangi melalui Satgas Jalan Berlubang Dinas PU CKPP Banyuwangi kebut perbaikan infrastruktur demi kenyamanan dan keselamatan pemudik saat berkendara.

Satgas jalan berlubang di Banyuwangi terbagi dalam 4 Unit Pelaksana Teknis (UPT). Yakni UPT Banyuwangi. UPT Rogojampi, UPT Genteng, dan UPT Bangorejo.

Melalui Satgas Jalan Berlubang, petugas menyasar jalur di sejumlah wilayah di Banyuwangi, salah fokus utamanya ialah Jalan KH. Ahmad Kholil yang lebih dikenal Jalan Canga’an Kec. Genteng.

Jalur Alternatif penghubung antara Jalan Provinsi (Genteng) dengan Jalan Nasional (Gambiran) ini memiliki tingkat kerusakan yang cukup parah, dibanding ruas jalan lain, ratusan lubang dengan kedalaman mencapai belasan cm menjadi momok bagi pengendara, tak jarang kecelakaan terjadi akibat lubang jalan yang teramat dalam.

Faktor cuaca masih menjadi penyebab utama pemicu jalan berlubang, yakni curah hujan yang tinggi menimbulkan genangan air sehingga mengikis sedimen aspal jalan.

Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan warga setempat yang menyatakan kerusakan ini juga dipicu dengan adanya aktifitas Kendaraan Material (Dum truk) bermuatan Over Dimension Over Loading (ODOL).

“Tiap hari disini ini tempat lalu lalangnya truk pasir, bukan satu dua tapi puluhan, dan muatanya itu selalu menggunung, maka ya wajar kalau jalan ini mudah rusak.” Terang Arianto, salah satu warga setempat.

Masih Arianto, “Dengan adanya langkah perbaikan ini saya sangat senang, namun saya juga berharap pemerintah daerah lebih tegas dalam aturan kapasitas kendaraan, utamnya pada kendaraan material yang bermuatan lebih, apa itu istilahnya ODOL.” Imbunya.

Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E. melalui Pelaksana tugas (Plt) Sekertaris Dinas PU CKPP Banyuwangi, Ebta Adharisandi, ST., M.Si. menyampaikan, perbaikan jalan, khususnya yang berlubang, telah dimulai sejak awal Februari lalu, perbaikan dilakukan di sejumlah wilayah Banyuwangi.

“Perbaikan jalan terus kita lakukan, bahkan sejak awal Februari lalu. Targetnya, di Lebaran nanti perbaikan jalan-jalan utama baik di kota maupun di desa selesai,” Terangnya, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, perbaikan diprioritaskan pada jalan-jalan protokol dan ruas dengan tingkat lalu lintas tinggi. Metode perbaikan dilakukan dengan penambalan menggunakan hotmix.
Menurutnya, salah satu faktor pemicu jalan berlubang yakni curah hujan yang tinggi, kemudian menimbulkan genangan air sehingga mengikis sedimen aspal jalan.

Meski begitu pihaknya mengambil langkah solutif untuk mengatasi jalan berlubang di Banyuwangi dengan program penambalan jalan yang terus menerus digencarkan.

“Tim bakal standby, secara bertahap ketika ada laporan jalan berlubang langsung kita gerak untuk dilakukan perbaikan dan penambalan,” kata Ebta.

Ebta menargetkan, seluruh jalan berlubang bisa dijangkau. Sehingga faktor kecelakaan akibat jalan berlubang bisa ditekan sekecil mungkin, terutama pada arus mudik lebaran.

“Karena perbaikan ini upaya kami memastikan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan bagi masyarakat. Khususnya para pengguna jalan yang melintas,” Tuturnya. (*/Sgt)

Operasi Ketupat 2026: Kolaborasi Lintas Kementerian Integrasikan Rekayasa Lalu Lintas dan Strategi Tol Fungsional

0

JAKARTA – Pemerintah memprediksi arus mudik Lebaran 2026 akan melibatkan sedikitnya 143,9 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik. Menanggapi skala pergerakan massa yang masif tersebut, Polri secara resmi meluncurkan Operasi Ketupat 2026 yang melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi terkait.

Dalam pemaparannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa strategi rekayasa lalu lintas telah disusun secara matematis berdasarkan data traffic counting secara real-time. Melalui Kebijakan seperti one way, contra flow, dan ganjil-genap pada ruas jalan tol maupun ruas jalan non tol, kebijakan ini diharapkan dapat mengantisipasi rasio volume kendaraan agar tetap di bawah ambang batas kemacetan. Sebagaimana penegasan Wakapolri dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Rabu (11/3)

“Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan melalui mekanisme koordinasi lintas sektoral yang sangat ketat. Kami akan menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur tol maupun arteri dengan indikator yang terukur. Setiap kebijakan akan kami sosialisasikan kepada publik paling lambat dua jam sebelum eksekusi agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan perjalanan mereka.”

Sisi teknis kepolisian diperkuat dengan dukungan masif dari sektor infrastruktur. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan pengamanan berupa jalur fungsional untuk mengurai titik-titik jenuh.

“Kami menyiagakan 10 ruas tol fungsional di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan untuk memecah arus. Selain itu, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tarif tol hingga 30% dan diskon tiket transportasi umum untuk mendorong distribusi pemudik agar tidak menumpuk di waktu puncak,” ungkap AHY.

Selain fokus pada kelancaran arus, Operasi Ketupat 2026 juga menitikberatkan pada aspek keselamatan jiwa. 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu serta akan dilengkapi dengan fasilitas kesehatan darurat dan bengkel siaga. Pemerintah mengimbau agar para pemudik memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Dengan sinergi antar Kementerian Lembaga ini, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menciptakan perjalanan mudik tahun ini menjadi aman dan nyaman.

Polres Sampang Tegaskan 2 Pemuda yang Ditangkap Bawa Ekstasi Telah Diserahkan ke Panti Rehabilitasi

0

SAMPANG – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sampang mengamankan Dua pria berinisial atas dugaan kasus penyalahgunaan narkotika golongan I jenis ekstasi (Inex) pada Kamis (5/3/2026) dini hari.

Dua pria berinisial LH (20) dan AR (36) diamankan petugas di jalan Desa Ketapang Laok Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang.

Kasat Resnarkoba Polres Sampang, Iptu Yuda Julianto mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan kedua pria tersebut terbukti sebagai pengguna narkotika dan tidak ditemukan bukti sebagai pengedar.

“Kami memastikan penanganan kasus tersebut telah berjalan sesuai prosedur,”tegas Iptu Yuda, Rabu (11/3/26).

Dari hasil penanganan tersebut, pihak Satresnarkoba Polres Sampang berkoordinasi dengan Tim terdiri dari unsur BNN, Wassidik Ditresnarkoba Polda Jawa Timur, Kejaksaan, serta tim medis.

“Berdasarkan hasil Tim Assessment Terpadu (TAT), kedua tersangka diputuskan untuk dilakukan rehabilitasi,” jelas Iptu Yuda.

Namun, belakangan beredar kabar bahwa keduanya dilepaskan setelah membayar uang tebusan sebesar Rp100 juta.

Kasat Resnarkoba Polres Sampang menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar (hoax).

Menurutnya, penyidik dalam proses penanganan perkara sudah melalui tahapan sesuai standar operasional prosedur (SOP), hingga akhirnya kedua tersangka diputuskan untuk menjalani rehabilitasi.

“Kami yang mengantarkan langsung ke Kantor BNN pada Jumat (6/3/2026), dan menyaksikan penyerahan tersangka dari BNN ke panti rehabilitasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji menambahkan agar masyarakat lebih bijak dalam menanggapi informasi baik itu secara langsung maupun dari media sosial.

“Alangkah baiknya kita komfirmasi dulu sebelum kita menyebarkan kabar berita,” tutup AKP Eko. (*)

Buka Puasa bersama antar umat beragama, tokoh masyarakat, dan jajaran Muspika, pererat tali persaudaraan dan kerukunan.

0

Jember, GempurNews – tim kerja kerasulan awam Dewan Pastoral Paroki (DPP) Gereja Katolik Hati Tersuci Santa Perawan Maria (HTSPM)
Sempusari Jember, menggelar buka puasa bersama antar umat beragama, dihadiri sekitar seratus lebih, tokoh Agama, tokoh masyarakat, komunitas, serta jajaran muspika kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember.
Rabu, 11/03/2026 bertempat di Aula Gereja Katolik HTSPM Sempusari Jember.
Romo Emil panggilan akrab Pastor RD.Emanuel Wahyu Widodo, disela sela ramah tamah buka puasa mengatakan, “Persaudaraan dan persahabatan yang sejati sebagai warga bangsa lintas Agama, lintas Profesi, khususnya di lingkungan kelurahan sempusari, kecamatan kaliwates dan lebih luas lagi terjalin kebersamaan harmoni, sehingga dalam kedamaian kita bisa membangun bangsa ini lebih adil makmur dan sejahtera, acara ini akan terus diprogramkan, baik di tahun ini maupun ditahun tahun berikutnya, dan acara ini tidak hanya pada kegiatan umat muslim, tapi juga Buddha, Hindu, kristen, konghucu, dilintas agama, serta kepercayaan yang dibutuhkan, kita satu bangsa, satu negara, satu Saudara.

Sementara Sujerman Sekcam Kaliwates, sangat mengapresiasi acara bukber lintas Agama tersebut, dikatakannya, “kegiatan bukber lintas Agama ini juga sebagai sarana kerukunan umat beragama, saya harap ini terus diwujudkan untuk tahun tahun mendatang, yang terpenting kerukunan terus tetap terjaga, jangan sampai negara kita akan terlibat, terjadi konflik peperangan yang saat ini terjadi seperti ditimur tengah, dalam kesempatan ini sujerman juga memberikan informasi sesuai intruksi Bupati, bahwa stok BBM di kabupaten jember sampai saat ini masih relatif normal.

Hadir juga Tri Priyanto dari PT Sejahtera Lestari kepala cabang ST Jember juga merupakan anggota PCTAI (persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia), mengungkapkan, ” kegiatan di gereja Katolik HTSPM ini sangat luar biasa bagus, harapan kami kedepannya bisa diundang lagi karena organisasi kami juga berorientasi lintas agama cinta tanah air, untuk tahun tahun berikutnya semoga bisa berkolaborasi, ujarnya.
Setelah berdo,a bergantian masing masing umat lintas agama, dilanjut momen foto, ditutup berbuka puasa bersama, dalam acara tersebut tampak kehangatan, sendau gurau satu sama lain penuh keakraban, inilah aset kebhinekaan yang terus wajib dijaga, bukan hanya simbol atau retorika, tapi tindakan nyata dalam kehidupan kita sehari hari. (Son)

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo Resmikan Pusat Studi Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo di PTIK: Simbol Penghormatan dan Fondasi Kebijakan Berbasis Data

0

JAKARTA – Nama besar Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo kini resmi terpatri sebagai ruh intelektual di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) melalui peresmian Pusat Studi Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dalam rangkaian acara peluncuran pusat-pusat studi kepolisian di PTIK, Selasa (10/03/2026).

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa penamaan gedung pusat studi tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi seluruh insan Polri terhadap kontribusi besar Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo dalam sejarah bangsa.

“Melalui pemilihan nama Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo sebagai gedung pusat studi kepolisian, diharapkan dapat mengilhami seluruh personel Polri atas semangat dan jasa-jasa beliau sebagai founding father Indonesia dan sebagai salah satu pendiri PTIK Lemdiklat Polri,” ujar Wakapolri.

Bangunan ini merepresentasikan apresiasi mendalam terhadap jasa Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo sebagai pelopor pemikiran hukum Indonesia yang mengintegrasikan nilai hukum dengan kearifan lokal dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Warisan pemikiran tersebut menjadi inspirasi utama dalam pengembangan pusat studi kepolisian di lingkungan PTIK.

Penamaan gedung ini juga memiliki makna strategis yang melampaui aspek seremonial. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus mentransformasi pola pikir anggota agar semakin kritis, analitis, dan visioner dalam menjawab berbagai tantangan keamanan modern yang semakin kompleks.

Pada gedung ini telah diresmikan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan spesialisasi keilmuan yang beragam, antara lain:
1. Pusat Studi Polmas
2. Pusat Studi Anti Korupsi
3. Pusat Studi Terorisme
4. Pusat Studi Ilmu Kepolisian
5. Pusat Studi Kamsel Lantas
6. Pusat Studi Siber
7. Pusat Studi SDM
8. Pusat Studi Pasifik Oseania
9. Pusat Studi Kehumasan Polri
10. Pusat Studi Teknologi Kepolisian
11. Pusat Studi Forensik Kepolisian
12. Pusat Studi Internasional Kepolisian
13. Pusat Studi Keamanan Nasional
14. Pusat Studi PPA
15. Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik
16. Pusat Studi Intelijen Kepolisian

Melalui pendekatan interdisipliner, pusat-pusat studi ini diharapkan menjadi motor penggerak inovasi kepolisian sekaligus ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Spesialisasi bidang kajian tersebut akan memperkuat kapasitas Polri dalam menghadapi tantangan era digital serta dinamika sosial yang terus berkembang.

Ke depan, Gedung Pusat Studi Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo diproyeksikan menjadi think-tank strategis Polri dalam merumuskan kebijakan di bidang hukum dan keamanan. Melalui riset yang mendalam dan terukur, Polri berkomitmen memastikan setiap kebijakan yang diambil berpijak pada data, ilmu pengetahuan, dan nilai keadilan, sejalan dengan semangat transformasi institusi menuju Polri yang presisi, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Polres Blitar Bongkar Peredaran Narkoba, Sita 230,23 gram Sabu dan 14.447 Butir Pil LL

0

BLITAR – Komitmen memberantas Narkoba terus dibuktikan oleh Polres Blitar Polda Jawa Timur (Jatim).

Kali ini, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Blitar Polda Jatim kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026.

Kapolres Blitar AKBP Rivanda., S.I.K. melalui Kasatresnarkoba Polres Blitar AKP Yussi Purwanto, S.H menjelaskan dari pengungkapan ini terdapat 2 kasus merupakan target operasi (TO) dan 4 Kasus Non TO.

Sehingga total kasus yang berhasil diungkap oleh Satresnarkoba Polres Blitar selama periode Januari hingga 10 Maret 2026 bertambah menjadi 25 kasus.

“Untuk periode Januari hingga awal Maret 2026 ini total menjadi 25 kasus terdiri dari 10 kasus sabu dan 15 kasus okerbaya jenis double L yang berhasil kita ungkap,” jelas AKP Yussi, Rabu (11/3/26).

Dari 25 kasus tersebut, lanjut AKP Yussi, Polisi mengamankan 29 tersangka menyita barang bukti sabu 230,23 gram, Okerbaya 14.447 butir LL.

AKP Yussi Purwanto, S.H menjelaskan bahwa semua pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan adanya aktivitas transaksi narkotika di wilayah Kabupaten Blitar.

“Setelah dilakukan penyelidikan, kami berhasil mengamankan para tersangka beserta barang bukti sabu ,” kata AKP Yussi Purwanto.

Ia juga mengatakan saat ini masih mendalami pemeriksaan tersangka untuk mengungkap jaringan di atasnya termasuk pemasok yang saat ini masih dalam pencarian.

“Polres Blitar berkomitmen terus melakukan pengembangan guna memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Blitar,” tegasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak taku melaporkan ke Polisi jika melihat atau mencurugai adanya peredaran narkoba khususnya di Kabupaten Blitar.

“Jangan takut melapor, karena indentitas pelapor kami lindungi,” pungkasnya. (*)

Pastikan Disiplin Anggota, Wakapolres Kediri Kota Pimpin Pemeriksaan Gaktibplin

0

Kediri Kota – Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan serta kesiapan personel menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Kediri Kota melaksanakan kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin (Gaktibplin) terhadap seluruh anggota pada Rabu (11/3/2026) pagi di halaman Mako Polres Kediri Kota.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kediri Kota Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko serta didampingi Kasipropam Polres Kediri Kota Herman Susilo bersama personel Propam.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan gampol (seragam polisi), sikap tampang, serta kelengkapan administrasi pribadi anggota. Setiap personel diperiksa satu per satu, mulai dari kelengkapan identitas seperti SIM, KTP, hingga Kartu Tanda Anggota (KTA).

Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko mengatakan bahwa kegiatan Gaktibplin ini merupakan langkah pengawasan internal untuk memastikan seluruh personel tetap menjaga disiplin, penampilan, serta kelengkapan administrasi dalam menjalankan tugas.

“Pengecekan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan internal agar seluruh anggota tetap disiplin, tertib administrasi, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan personel menjadi hal yang sangat penting mengingat Operasi Ketupat Semeru merupakan operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun guna mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri, termasuk arus mudik dan arus balik masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh personel Polres Kediri Kota dapat terus menjaga profesionalitas, kedisiplinan, serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat selama rangkaian pengamanan Hari Raya Idul Fitri mendatang.