Home Blog Page 1131

Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin, Memudahkan pencairan insentif guru ngaji

0

Bondowoso Gempurnews-Guru ngaji merupakan ujung tombak untuk mencerdaskan anak bangsa dari zaman dulu sampai sekarang, dari hal itu perlu kiranya pemerintah memberikan insentif atas jasa para guru ngaji.

Sistem pencairan insentif guru ngaji di Bondowoso, pada tahun ini akan berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, mereka diminta untuk membuat jurnal kegiatan harian. Agar bisa mendapatkan insentif dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Sementara, sebelumnya telah dilakukan pendataan, para guru ngaji langsung mendapatkan insentif yang dicairkan ke rekening masing-masing.

Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin dalam sambutannya pada acara Sosialisasi guru ngaji mengatakan, jangan membuat rumit dalam penyampaian insentif guru ngaji,karena guru ngaji memiliki peran yang penting dalam pembentukan karakter anak bangsa.”papar beliau”.

Bupati juga menerangkan, pemberian insentif ini merupakan salah satu bentuk pemberian rasa hormat kepada para guru ngaji. Atas dedikasi, pengabdian yang sudah dilakukan selama ini. Meskipun jumlahnya masih terbilang jauh. Jika dibandingkan dengan kontribusi yang di lakukan para guru ngaji,profesi ini dinilai paling sulit untuk dilakukan, butuh kesabaran dan ketelatenan. “Guru yang paling terhormat adalah guru yang mengajarkan al qur’an,” terangnya.

Sementara itu, Ahmad Nasir Alifi, Ketua Guru Ngaji Bondowoso mengatakan, perjuangan guru ngaji di setiap desa yang ada sudah cukup rumit. Maka dia pun menyayangkan, jika kemudian ditambah dengan persyaratan administrasi yang berbelit-belit. Termasuk dengan syarat harus membuat jurnal kegiatan harian.

Meski begitu, dia mengaku menyambut baik adanya kewajiban untuk membuat jurnal. Karena hal ini dinilai dapat meningkatkan rasa tanggung jawab bagi para guru ngaji. Dengan meningkatkan kegiatan yang ada di tempatnya masing-masing. Seharusnya sudah berjalan, walaupun tidak seperti itu. Ini memang sudah ruwet,” pungkasnya.
Harapan dari ketua persatuan guru ngaji untuk penyampayan insentif guru ngaji jangan di persulit,karena sebagian dari guru ngaji banyak yang tidak tahu tentang administrasi dan jurnal harian ” harap beliau”.(ARI)

Keluarga Ahli Waris H.Aminah Berupaya Tuntut Hak Atas Tanah Warisan Di Rancabentang

0

CIMAHI – Selasa (31/01/2023)
Ahli waris H. Aminah warga kebon kopi kelurahan cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Melakukan upaya tuntutan atas tanah warisan yang seharusnya menjadi haknya dikembalikan,tanah seluas Kurang lebih 4,8 hektar ini sesuai dengan data surat yang ada, dalam hal ini pihak keluarga ahli waris H. Aminah yang didampingi pengacara suarman gulo ,SH. Atau lebih akrab disapa bang Melvin,Upaya menuntut kembali atas hak siang tadi dilaksanakan melalui pemasangan spanduk pemberitahuan hak kepamilikan tanah dibebebrapa lokasi.
Saat diwawancarai bung melvin menyampaikan “Dan saat ini, kondisi tanah sudah dikuasai orang lain,bahkan kabarnya sudah ada yang mengantongi bukti kepemilikan padahal menurut keluarga ahli waris belum pernah merasa menjual kepada orang lain sebagai mana kondisi saat ini kita lihat sebagian tanah-tanah sudah berdiri dan dibangun permanen, apalagi untuk sebagian dari luas tanah tersebut sedang berjalan pembangunan untuk komplek.” Terangnya

Lalu Melvin melanjutkan,
“Bukan saya semena-mena membantu mereka karena enggak ada uangnya tapi saya sedih, dengan mereka melihat tanah yang harusnya merupakan hak mereka namun kini berdiri gedung-gedung,sementara ahli waris hanya sebagai penonton,akhirnya mereka hanya bisa diam seribu bahasa tidak bisa apa-apa untuk mempertahankan haknya itu,berdasarkan dengan ikhwalnya fiqih daripada hukumnya agama islam pasal 163 sampai 923 ayat 3 bahwa berhak seorang keturunan ahli waris terkait untuk memiliki hak dari pada peninggalan alhamrhum/almarhumah, dan saya tidak semerta-merta membela mereka jika tidak dengan fakta dan data yang sudah kita cek kebenarannya dan keberadaan daripada tanah tersebut, dan itu termasuk perumahan yang kami disinyalir itu ada intervensi dari pada penguasa tapi kita tidak akan mundur dan tetap berjuang untuk komplek juga disinyalir ijinnya tidak ada, dan luas tanah tersebut adalah 3304m2 sedang yang lainnya luasnya 1500m2, sesuai dari dokumen yang ada dan data ini masih kita buka banyak data-datanya tanah dari para ahli waris sampai batas perumah itu yang teregist.” Ungkap Melvin.

“untuk data sesuai nomor kohir 83 segel tahun 1932 yang tercantum juga bukti berkas kepemilikan dari para ahli waris sudah kami kantongi sebagai mana berkas asli yang syah juga dokumen yang ada sangat lengkap,kami siap menghadapi jika ada dari sebagian orang yang mana telah menempati tanah tersebut untuk somasi dalam hak kepemilikannya asalkan bukti surat atau dokumen yang syah mereka tunjukan, tapi kami pun akan membuktikan sejauh mana keabsyahan dokumen yang kami miliki,” Tegasnya.

Ditempat yang sama salah seorang ahli waris bernama bapak Elon yang juga merupakan cicit dari H. Aminah menyampaikan “Benar bahwa tanah tersebut adalah tanah milik kami sebagai ahli waris dari H. Aminah sebagai mana surat dengan nomor kohir yang tercantum dan dokumen susunan ahli waris yang telah kami pegang, karena kami ingin tanah yang kami tuntut dan perjuangakan kembali kepada kami sebagaimana haknya,karena tanah-tanah tersebut telah dikuasai orang lain yang bukan haknya,
tanah ini juga telah lama ditempati orang lain yang mana terjadi kondisi saat ini karena kami sebagai para ahli waris tidak merasa menjual tanah-tanah tersebut, tapi kondisinya sekarang telah berbeda karena tanah-tanah ini sudah banyak berdiri bangunan seperti yang terlihat, kami melihat disebagian bidang tanah kami sedang berjalan pembangunan komplek, bahkan kami dengar diduga belum ada ijin untuk pembangunan tersebut,” Terangnya.

Terakhir Elon menegaskan “Kami berharap dengan Upaya kami ini,tanah-tanah tersebut bisa kembali sebagaimana hak semestinya untuk para ahli waris, karena dari kami sekali lagi ditegaskan, kami tidak pernah melakukan penjualan tanah ini kepada pihak manapun sebagai mana tanah tersebut telah dikuasai orang lain yang bukan haknya dan atas dasar apa mereka bisa menempati tanah tersebut,” Pungkasnya.

(Achmad $)
Editor : dhw_robhin

Temui Anak Muda Nongkrong, Kapolsek Himbau Jauhi Penyelanggunaan Narkoba

0

Lumajang-Kapolsek Tekung Sujianto memberikan pembinaan terhadap anak-anak muda untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Pembinaan diberikan saat Kapolsek bersama anggotanya menemui anak-anak muda yang lagi nongkrong di cafe di Desa Tukum, Kecamatan Tekung pada saat jam sekolah.

Iptu Sujianto menekankan, kepada anak-anak muda agar bisa menghindari kenakalan remaja, diantaranya seks bebas, tawuran, penyalahgunaan narkoba.

“Untuk menghindari penyalahgunaan narkoba, para pemuda harus melakukan kegiatan positif, seperti rajin berolahraga, mendatangi acara keagamaan, dan berperan aktif di masyarakat,” katanya.

Menurutnya, penyebab penyalahgunaan narkoba diantaranya kurangnya pengawasan dari orang tua, kurangnya pengetahuan agama, dan salah pergaulan.

“saya berpesan agar jangan sampai terjerumus pada kenakalan remaja, terutama narkoba, karena nantinya akan merusak masa depan,” pesan Sujianto.

Keluarga Barham Tragedi Carok Lekok Laporkan Balik Supardi

0

PASURUAN – Tragedi Carok yang terjadi di Desa Alastlogo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan beberapa waktu lalu yang menggemparkan masyarakat Pasuruan perlahan mulai terkuak awal terjadinya kejadian tersebut.

Hal itu diketahui saat keluarga Barham melaporkan balik Supardi ke Polsek Lekok pada Hari Senin (30/01/23), keluarga Barham merasa tidak terima dengan informasi yang beredar perihal kejadian tersebut karena dianggap tidak sesuai fakta yang sesungguhnya.

Datang bersama keluarga serta korban sugiantoro yang terkena sabetan clurit milik Supardi, Timan yang merupakan keluarga Barham serta Sugiantoro melaporkan Supardi karena dianggap sebagai biang kerok awal terjadinya bentrok carok dengan keluarganya.

Pada awak media Timan menuturkan bahwa apa yang ada dalam pemberitaan sebelumnya tidak sepenuhnya benar adanya, karena merasa didiskriminasi dan keluarga mereka dianggap telah mengeroyok Supardi tanpa bawa clurit (sajam).

“Semua berawal dari ejekan Supardi terhadap Sugianto yang merupakan salah satu keluarganya, Sugianto di hadang serta di provokasi oleh Supardi saat melintas di persimpangan jalan Desa. Dari hadangan tersebut Sugianto dipukul oleh Supardi yang kebetulan berboncengan dengan istrinya yang sedang hamil,” beber Timan.

Berawal dari kejadian tersebut, keluarga lainnya yang mendengar tidak terima termasuk Barham yang pada saat itu juga mendatangi Supardi karena tidak terima saudaranya di ejak serta di provokasi hingga dipukul olehnya.

“Dari awal kejadian tersebut Supardi ternyata sudah mempersiapkan diri dengan membawa sajam (celurit), Sugiantoro yang datang untuk melerai pertikaian tersebut terkena sabetan celurit milik Supardi yang menancap di pundaknya,” imbuh Timan.

“Perlu diketahui bahwa Supardi bawa celurit juga, tidak seperti di beritakan bahwa Supardi mengambil/merebut clurit dari Sugiantoro.”

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lekok Hery pada awak media menyampaikan ” untuk saat ini kita masih belum bisa memberikan statement/keterangan apapun karena masih proses, serta masih menunggu hasil dari koordinasi dengan pimpinan,” singkatnya. (Tofa)

Editor : dhw_robhin

Polda Jatim Ungkap Peran MSA pada Kasus Perampokan Rumdin Wali Kota Blitar

0

SURABAYA – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap MSA, terkait perampokan di rumah dinas Wali Kota, Jl Sudanco Supriadi 18, pada Senin 12 Desember 2022 lalu.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Lintar Mahardhono dalam rilisnya menyampaikan, dari hasil pemeriksaan kepada tersangka MSA terkuak bahwa tersangka mendalangi perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar didasari dendam pribadi.

“Saat itu, saudara MSA bertemu dengan pelaku 365 di Lapas kelas II A Sragen, dan menceritakan terkait rasa sakit hati dan dendam pribadinya, serta menyampaikan terkait Wali Kota yang memiliki banyak uang antara Rp 800 juta sampai dengan 1 miliar setiap akhir tahun (bulan Desember),” ungkap AKBP Lintar , Senin (30/1/2023).

Selain itu, MSA juga sering menyampaikan pada lima pelaku terkait kondisi rumah dinas dan kebiasaan anggota Satpol PP saat berjaga di rumah dinas tersebut, serta memberikan informasi tempat penyimpanan barang-barang berharga.

“MSA juga menyampaikan terkait kondisi rumah dinas dan tempat yang ada di rumah dinas, ia juga menyampaikan hanya dijaga Satpol PP sebanyak 2 orang dan pada pukul 01.00 WIB penjaga selalu tidur,” tambah AKBP Lintar.

Setelah kelima pelaku bebas dari Lapas kelas II Sragen, informasi detail yang diterima dari MSA itu di eksekusi oleh kelima pelaku, pada 12 Desember 2022 sekitar pukul 02.00 WIB.

Hasil penyelidikan, MSA tidak menerima sepeserpun dari hasil perampokan, ia hanya berperan sebagai informan. Namun, keterangan tersebut masih di dalami oleh Polisi.

Sementara Oki Suryadi (35) dan Medy Afriyanto (35) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berdasar nomor nomor: DPO/5/I/RES.1.8/2023/Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Lintar menegaskan masih dalam perburuan.

“Tetap kita kejar. Terhadap dua pelaku yang belum tertangkap, Oki dan Medy, sampai saat ini tim masih di lapangan,” pungkasnya. (Humas)

Editor : dhw_robhin

Tiga Pekan, Polres Malang Selesaikan 14 Kasus Narkotika

0

MALANG – Kepolisian Resor Malang, Polda Jawa Timur, melakukan konferensi pers terkait keberhasilan pengungkapan kasus narkotika sepanjang bulan Januari 2023.

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kasatresnarkoba Polres Malang AKP Subijanto mengatakan, ada 14 kasus penyalahgunaan narkoba yang diungkap jajarannya. Kasus yang menonjol adalah pengungkapan jaringan besar pemasok narkotika di Kabupaten Malang.

“Dari kita mengungkapan kasus sebanyak 14 kasus dengan 17 tersangka, barang bukti terbanyak yang diamankan 2 poket narkotika jenis sabu dengan berat 96,28 gram, masih dikembangkan lagi,” kata AKP Subijanto saat konferensi pers di Polres Malang, Jumat (27/1/2023) siang.

Subijanto menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut direkap berdasarkan laporan kinerja dari Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Malang sejak awal Januari 2023. Ia mengatakan secara kualitas dan kuantitas, barang bukti yang diamankan dibandingkan 2022 jumlahnya mengalami kenaikan.

“Bukti yang disita seluruhnya adalah sabu 138,70 gram, ganja 801,84 gram, dan pil koplo 3.065 butir, mudah-mudahan kedepan bisa melakukan pengungkapan lebih banyak lagi,” tuturnya.

Sementara itu Kasihumas Polres Malang IPTU Ahmad Taufik menambahkan, dari 17 tersangka yang diamankan, 14 orang diantaranya adalah pengedar narkotika yang kerap menyasar warga Kabupaten Malang. Sedangkan sisanya adalah pemakai yang telah lama mengkonsumsi barang haram itu untuk dirinya sendiri.

“14 orang yang diamankan merupakan pengedar, rata-rata sudah beroperasi di Kabupaten Malang diatas 10 bulan,” ungkapnya.

Kasihumas menambahkan, modus yang digunakan masih dilakukan dengan cara-cara lama, yakni dengan mengirimkan narkotika di suatu tempat tanpa tatap muka atau dikenal dengan sistim ranjau.

Untuk harga sabu sendiri, per gram nya bisa mencapai Rp. 1,3 juta. Pengedar biasanya mengambil keuntungan sejumlah Rp. 50 ribu hingga Rp. 100 ribu untuk tiap poket yang dijual.

“Pengedar masih menggunakan sistim ranjau, dari tiap gram yang dipasok, nantinya akan dipecah lagi oleh pengedar menjadi beberapa poket seperti paket hemat atau paket supra,” imbuhnya.

Taufik berharap, seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam pemberantasan narkoba. Menurutnya, narkoba adalah permasalahan yang menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kepolisian.

“Tanpa bantuan dari masyarakat, kita akan kesulitan. Narkoba menjadi musuh bersama, menjadi tanggung jawab bersama. Jika ada informasi peredaran narkoba segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (Humas)

Editor : dhw_robhin

Sinergitas Polisi Bersama Warga Berhasil Gagalkan Pencurian Sapi di Jember

0

JEMBER.Sinergitas petugas Kepolisian dari Polres Jember Polda Jatim melalui jajaran Polsek Mumbulsari bersama warga, berhasil menggagalkan aksi pencurian dua ekor sapi milik Suliha, warga Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Jember, Minggu (29/1) pagi.

Merespon cepat laporan warganya yang sedang kehilangan hewan piaraan, Polsek Mumbulsari yang diback up oleh Satreskrim Polres Jember Polda Jatim langsung bergerak.

Petugaspun menggunakan bantuan drone atau pesawat berkamera tanpa awak untuk melacak keberadaan sapi tersebut dan akhirnya bisa menemukan dua ekor sapi itu ditemukan di areal perkebunan tebu, tak jauh dari rumah korban.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerjasama yang baik antara Polsek Mumbulsari bersama masyarakat dan juga PTPN XII yang telah meminjamkan drone untuk mencari keberadaan hewan ternak yang dibawa oleh komplotan pelaku.

Hanya saja, meski sudah menemukan sapi yang telah dibawa, Polisi belum menemukan pelaku yang menggondol mamalia tersebut.

Terungkapnya lokasi dua ekor hewan berjuluk Raja Kaya ini, setelah proses pencarian dilakukan selama dua jam lebih.

Dalam pencarian tersebut, Polisi juga meminta warga turut terlibat. Termasuk mengumumkan melalui pelantang suara masjid.

Sekitar pukul 05.10 pagi, Polisi menemukan dua ekor sapi yang ditinggal kabur pelaku. Selanjutnya, dua sapi itu langsung diserahkan ke pemiliknya.

Kapolsek Mumbulsari AKP Subagiyo mengatakan, peristiwa pencurian sapi itu langsung dilaporkan ke petugas polsek. Selanjutnya, ditindaklanjuti dan langsung melakukan pencarian.

Pihaknya juga berkoordinasi dan meminta bantuan Unit Resmob Polres Jember untuk mengejar para pelaku.

“Kami minta backup pencarian sapi dan menangkap para pelaku. Karena jejak kaki sapi diketahui masuk ke area kebun tebu,” kata mantan Kapolsek Sumberbaru ini.

Tak hanya melacak dari jejak kaki sapi, seluruh simpul jalan yang berpotensi dilalui pelaku juga dijaga ketat.

Sebab, pihaknya meyakini, lembu dan pelaku masih belum jauh dari TKP. Karena sempat kesulitan, polisi juga meminjam drone atau pesawat berkamera tanpa awak milik Perhutani untuk memantau situasi dari atas.

Dan pada pukul 05.00 menjelang matahari terbit, dua ekor sapi tersebut berhasil ditemukan.

Sementara di tempat terpisah, Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, Kapolsek Mumbulsari sudah melaporkan kejadian tersebut dan saat ini kami terus bergerak menindaklanjuti untuk menemukan pelakunya,”ujar AKBP Hery.

Pihaknya juga mengucapkan terimaksih kepada semua pihak termasuk warga masyarakat yang turut serta membantu mengungkap kasus pencurian hewan di wilayah hukum Polres Jember.

“Terimakasih kepada pihak PTPN,warga masyarakat dan semua pihak. Sinergitas dalam menjaga kamtibmas ini sangat kita perlukan,”pungkas AKBP Hery. (jen+hms)

Editor : dhw_robhin

HUT Satpam Ke-42, Kapolres Lumajang Dorong Sinergisitas dengan Polri Demi Ciptakan Rasa Aman

0

Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Boy Jeckson S., S.H., S.I.K., M.H. mendorong temaga satuan pengamanan (satpam) untuk mempererat kerjasama dengan Polri. Sinergisitas disebutnya sebagai langkah penting dalam upaya bersama menciptakan rasa aman di dalam masyarakat.

Hal tersebut disampaikan pada upacara dan tasyakuran HUT ke-42 Satpam yang berlangsung di Mapolres Lumajang, Senin (30/2/2023).

“Di tahun 2023, kerjasama antara Satpam dan Polres Lumajang mesti terus dipererat dalam upaya menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Sinergisitas menjadi kunci penting karena tangan kepolisian tidak cukup panjang sehingga dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk dari rekan-rekan satpam,” kata AKBP Boy Jeckson.

“Pada peringatan HUT ke-42 Satpam ini, saya mengajak kita semua untuk selalu berbuat kebaikan dengan otoritas yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Mari melajakukan tugas dengan baik dan tulus ihklas agar lingkungan yang kita jaga senantiasa aman dan kondusif,” ucapnya.

AKBP Boy Jeckson juga berharap satpam bisa meningkatkan cara berpikir dan cara bertindak di lapangan dengan berpedoman SOP yang sudah ditentukan oleh masing-masing perusahaan.

“Peningkatan cara berpikir dan bertindak menjadi mutlak karena tantangan yang dihadapi lebih berat. Tantangan 5 tahun dan 10 tahun yang lalu berbeda tantangan yang ada saat ini dan akan berbeda tantangan tahun depan 5-10 tahun kedepan. Oleh karena itu kita harus siap menghadapi perubahan. Orang yang tidak siap menghadapi perubahan akan tergerus oleh perubahan itu sendiri,” ucapnya.

“Semoga Satpam dapat semakin profesional dalam mengemban fungsi kepolisian terbatas dan semakin optimal dalam melaksanakan pemeliharaan keamanan dan ketertiban
masyarakat secara swakarsa,” AKBP Boy Jeckson.

Cara Kapolsek Tekung Cetak ‘Bibit Unggul’ Generasi Bangsa

0

Lumajang – Serangkaian cara, digagas oleh Kapolsek Tekung Polres Lumajang Iptu Sujianto, dalam rangka mencetak pelajar menjadi generasi bangsa yang unggul, sehat, cerdas dan berprestasi.

Salah satunya bersilaturahmi, menjaga hubungan baik dengan internal sekolah yang notabenenya menjadi lingkungan dimana seorang pelajar, memperoleh ilmu pengetahuan di usianya.

“Hari ini kami bersilaturahmi dan koordinasi berkaitan dengan kegiatan sekolah, khususnya para siswa / peserta didik di SMK Negeri 1 Tekung. Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepala sekolah dan para guru yang telah menjalin komunikasi, koordinasi dan kerjasama yang baik dengan Polri selama ini sehingga program bisa berjalan dengan baik,” kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, menjaga silaturahmi itu penting. Gunanya, respon cepat pada sisi pencegahan bahkan penanganan bersama – sama, manakala terjadi sesuatu hal yang yang tidak diinginkan.

“Disela – sela, kami juga menyampaikan hotline “Lapor ke Cak Kapolres” setiap menemukan permasalahan, adanya gangguan keamanan, tanya tanya pelayanan polri dan informasi apapun bisa di laporkan via WhatsApp di 085 933 800 900, dan hitungan menit segera kami respon dan tindaklanjutnya,”imbuhnya.

Tinjau Jembatan Gantung Kaliregoyo yang Diterjang Air Lahar Dingin, Kapolres Lumajang Instruksikan Jajaran Lakukan Mitigasi Demi Keselamatan Warga

0

Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Boy Jeckson, S.H., S.I.K., M.H. menginstruksikan jajarannya untuk melakukan dan terus memperbaharui langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak peningkatan volume air lahar dingin. Hal itu disampaikan usai meninjau langsung jembatan gantung Kaliregoyo di Dusun Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Senin (30/1/2023).

“Mitigasi bencana ini sangat penting dilakukan untuk keselamatan seluruh warga, sehingga dampaknya bisa ditekan seminimal mungkin. Saya juga sampaikan bahwa segala upaya mitigasi yang dilakukan harus mengutamakan keselamatan masyarakat,” katanya.

Malam sebelumnya, tali penunjang jembatan gantung Kaliregoyo terputus akibat terjangan air lahar dingin Semeru.

AKBP Boy Jeckson menyebut bahwa langkah mitigasi harus dilakukan untuk meminimalkan korban manusia saat terjadi bencana. Eks Kapolres Nganjuk ini juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, Adhi Karya, dan Brantas Abipraya terkait perbaikan tali penunjang tersebut.

“Tujuan memperbaiki tali penunjang jembatan ini agar tidak terjadi bencana ataupun kecelakaan dari pada warga yang melintas di jembatan Kali Regoyo,” ucapnya.

AKBP Boy Jeckson menambahkan,pihaknya sudah membentuk jaringan komunikasi WhatsApp. Jaringan ini dibentuk agar peristiwa getaran banjir dari Gunung Semeru bisa langsung menginformasikan kepada masyarakat.

“Intinya, mulai hari ini kita semua bergerak bersama untuk membenahi bagian-bagian yang rusak dari jembatan kali Regoyo,” tuturnya.