Home Blog Page 1272

Kapolres Lumajang Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra

0

Lumajang-Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra Semeru Tahun 2022 di halaman depan Mapolres Lumajang Senin (3/10/2022).

Bertindak sebagai Komandan Apel Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang Ipda Didit Ardiana Abdillah

Dalam operasi tersebut melibatka anggota Polres Lumajang yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh anggota Kodim 0821/Lumajang Subdenpom, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Dalam apel tersebut Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan menjelaskan, untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas bagi masyarakat kabupaten Lumajang, guna cipta kondisi Kamseltibcarlantas menjelang natal 2022 dan tahun baru 2023 pasca pandemi covid 19.

Untuk itu, Polres Lumajang beserta jajaran dengan dibantu oleh stakeholder terkait akan melaksanakan operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi “Zebra Semeru 2022” dengan mengangkat tema “tertib berlalu lintas guna mewujudkan kamseltibcarlantas yang presisi”.

“Operasi Zebra Semeru 2022 ini akan dilaksanakan selama 14 hari yaitu mulai Senin, 3 Oktober 2022 hingga 16 Oktober 2022 dengan tema Tertib Berlalu Lintas Guna Mewujudkan Kamseltibcarlantas Yang Presisi,” katanya.

Selama pelaksanaan operasi Zebra Semeru yakni mengedepankan kegiatan yang bersifat edukatif, persuasif, humanis dan didukung dengan teguran yang bersifat simpatik dalam rangka meningkatkan simpati dan kepercayaan masyarakat kepada polri dengan tetap menerapkan prokes COVID-19.

Seusai apel gelar pasukan dilanjutkan pemeriksaan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2022 Polres Lumajang Oleh Kapolres Lumajang.

“Pada pelaksanaan Operasi Zebra Semeru di prioritaskan kegiatan Dikmas lantas yang mampu mewujudkan rasa simpatik masyarakat kepada Polri khususnya Polantas, disamping itu mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis dengan tetap menerapkan Prokes dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” jelas Dewa.

Berikut 8 Prioritas Pelanggaran Operasi Zebra 2022:

  1. Tidak menggunakan helm SNI
  2. Pengendara dibawah umur
  3. Pengendara berbonceng 3
  4. Melawan arus lalu lintas
  5. Menggunakan HP saat berkendara, tidak menggunakan safety belt
  6. Mengemudi dalam pengaruh alkohol
  7. Pengemudi atau pengendara ranmor yang melebihi batas kecepatan.
  8. Balap Liar.

Peristiwa Berdarah Stadion Kanjuruhan, DPC PERADI Perwakilan Kepanjen Buka Posko Pelayanan Dan Advokasi Pada Para Korban

0

MALANG RAYA – DPC Peradi Kepanjen menilai tragedi Kanjuruhan akibat kelalaian panitia penyelenggara dan aparat sehingga mengakibatkan ratusan suporter tewas.

Perwakilan DPC Peradi Kepanjen Agus Subyantoro mengatakan, Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Kepanjen, bersama Young Lawyers Committee (YLC) Peradi Kepanjen membuka posko pengaduan dan pelayanan advokasi guna membantu keluarga korban untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingan hukum para korban.

“Saat ini sudah ada 10 keluarga korban yang menyampaikan ke kami dan akan kami kawal. Tidak menutup kemungkinan bisa bertambah. Apalagi kami menduga kuat tragedi Kanjuruhan banyak kelalaian dari pihak panpel serta adanya pelanggaran HAM dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pihak aparat,” Bebernya.

Dari data yang didapat Peradi, pihak panpel harusnya bisa mengantisipasi supaya tidak ada kericuhan dalam pertandingan big match antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

“Selain itu, pihak panpel sebenarnya sudah diperingatkan untuk memajukan jadwal pertandingan yang semula akan dilaksanakan malam hari untuk dimajukan sore hari demi meminimalisasi jika ada kericuhan. Tetapi pihak panpel tetap melaksanakan pertandingan pada malam hari,” Imbuhnya.

Hal tersebut diperparah dengan penggunaan wewenang secara berlebihan oleh pihak aparat kepada suporter Arema yang menyaksikan pertandingan tersebut.

Hal ini dibuktikan adanya kekerasan dengan cara memukul dan menendang suporter Arema yang turun ke lapangan. Belum lagi adanya tembakan gas air mata secara membabi buta ke arah tribun suporter Arema.

“Karena tembakan itu suporter Arema semakin tidak terkendali dengan berdesak-desakan dan terinjak-injak untuk mencari jalan keluar. Pada saat itu banyak suporter Arema yang merasa sesak nafas dan pingsan akibat gas air mata yang ditembakkan oleh pihak Aparat ke tribun penonton,” jelasnya.

Padahal sudah jelas, bahwa penggunaan gas air mata tidak sesuai dengan prosedur pengendalian massa. Hal ini tertuang dalam Pasal 19 huruf b FIFA Stadium Safety and Security Regulation yang menyatakan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata tajam dilarang untuk mengamankan massa dalam stadion.

“Selain daripada itu, kami menilai tindakan aparat yang menggunakan kekuatan yang berlebihan juga bertentangan dengan beberapa peraturan perundang-undangan, dan perkapolri,” jelasnya.

Atas dasar pertimbangan di atas DPC Peradi Kepanjen mengecam keras tindakan represif pihak aparat terhadap suporter Arema yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

“Kami mendesak negara untuk menghentikan seluruh pertandingan persepakbolaan di Indonesia sampai Tragedi Kanjuruhan ini tuntas dan ditangani secara professional sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku,” pintanya.

Kemudian mendesak dibentuknya Satuan Tugas Khusus (Satgasus) independen dalam melakukan penyelidikan terhadap Tragedi Kanjuruhan. Lalu mendesak Kompolnas dan Komnas HAM untuk memeriksa dugaan pelanggaran profesionalisme dan kinerja anggota kepolisian yang bertugas pada saat tragedi Kanjuruhan serta dugaan Pelanggaran HAM.

“Akibat peristiwa itu kami berharap Kapolri mencopot pejabat kepolisian yang bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dunia dan luka-luka,” urainya jelas.

(Agus/Genes)
Editor : dhw_robhin

Happy Anniversary yang Ke 1 Tahun Brilian News Hadirkan Asa Dalam Tiap Nuansa

0

PASURUAN – Media online dibawah naungan “PT. BRILIAN NEWS SOTYA” kini genap berumur 1 tahun, tentunya untuk menyambut Anniversary media yang diberi nama sebutan Brilian-news.id itu, segenap jajaran direksi mengadakan tasyakuran.

Di usianya yang terbilang masih baru seumur jagung ini, media Brilian-news tidak memungkiri pastinya banyak rintangan dan kendala yang dihadapi, namun hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk mampu bersaing dalam hal pemberitaan di era globalisasi pada khususnya.

Dalam perayaan Anniversary media brilian-news mendapat suport dan dukungan penuh dari “ALIANSI MADURA INDONESIA”, beserta instansi, dan rekan rekan seprofesi.

Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Kukuh Setya S.Pd, selaku pimpinan redaksi media Brilian-news saat memberikan sambutan dalam acara ulang tahun medianya yang digelar di hotel Amaris Kedungdoro Surabaya.

“Kemampuan beradaptasi pada setiap perubahan menjadi sebuah keniscayaan, dan Brilian-news kini sudah memberikan bukti kepada kita bahwa bisa eksis selama satu tahun. Ini merupakan bukti adanya kerja keras, eksistensi visi, fokus pada tujuan, dan mampu beradaptasi pada setiap perubahan atau tantangan,” kata Kukuh (2/10).

Dalam Anniversary media brilian yang ke 1 tahun ini, mengusung tema “SATUKAN ASA DALAM SETIAP SUASANA” karena menurut Pimpinan Redaksi asal Madura ini, jangan pernah terpecah belah hanya karena perbedaan pendapat.

“Jadi kami selalu berpesan kepada rekan rekan brilian-news pada khususnya, tetap jaga rasa kekeluargaan, kita adalah keluarga, meskipun kita baru satu tahun saling kenal, namun jadikan brilian sebagai keluarga sendiri,” imbuhnya.

Bahkan dalam kesempatan itu pula Baihaki Akbar S.E.,S.H, selaku Konsultan Hukum dari perusahaan “PT. BRILIAN NEWS SOTYA” juga menambahkan di tengah disrupsi teknologi dengan makin banyaknya media baru, Brilian-news mampu beradaptasi dengan baik.

“Alhamdulillah kini website brilian news bisa menampilkan konten berita yang menarik dengan menghadirkan platform yang bertema modern, tentunya dengan hal ini akan membuat pembaca makin nyaman dan tertarik dengan nuansa klasik,” ujar Baihaki Akbar.

Perjalanan media brilian news menginjak satu tahun ini merupakan perjalanan panjang. Sejak website itu diluncurkan, tentunya banyak menyaksikan jatuh bangun dari media online ini. Namun, berkat kerja sama, kebersamaan dan kekeluargaan, semua tantangan tersebut bisa dilewati.

Perayaan HUT Media brilian-news ke 1 juga diisi dengan rangkaian acara. Antara lain, pemberian penghargaan kepada wartawan yang berprestasi, lalu diakhiri dengan season memotong nasi tumpeng.(Topa)

Editor : dhw_robhin

Terkait Pertanggungjawaban Insiden Stadion Kanjuruhan, Analis Keamanan Publik Roger P Silalahi Angkat Bicara

0

Beredar narasi yang ditulis oleh Roger P. Silalahi Analis Keamanan Publik di media sosial WhatsApp Grup (WAG), terkait pertanggungjawaban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Dalam narasi tersebut, Roger Silalahi menulis tanggapan tentang tragedi Kanjuruhan yang menelan korban ratusan korban jiwa, berikut narasi selengkapnya.

Memakan korban 125 jiwa. Tragedi sepak bola terbesar kedua di dunia sejak 1964, sungguh memilukan dan memalukan, dan mengerikan. Seperti biasa, publik bereaksi keras atas kejadian, memaki, mengutuk, dan mempersalahkan berbagai pihak. Saya melibatkan diri dalam berbagai diskusi di berbagai ruang publik, mengamati, mengumpulkan data, dan akhirnya angkat bicara.

Mempersalahkan Polisi dengan gas air mata, yang disebut membuat sesak dan menimbulkan kepanikan serta keterpojokkan massa di beberapa titik, itu reaksi banyak pihak. FIFA melarang hal tersebut dalam point 19B peraturannya kata mereka, mengapa Polri melakukannya…? Ramai-ramai mempersalahkan Polisi, dan setelah berbagai data dipaparkan, barulah mereda, dan mulai berpikir objektif.

Ada banyak hal terjadi, ada banyak video tersebar, ada banyak spekulasi, yang terpenting bagi kita adalah memahami keseluruhannya, dari berbagai sisi, dan mengkaji keseluruhannya agar tidak terjadi lagi.

Persiapan Pertandingan

Pertandingan dipersiapkan cukup lama, dan melibatkan semua stake holder terkait, Panitia, Klub Sepak Bola, Media, Pemda, Kepolisian, dan juga Supporter. Berbagai hal dicoba dilakukan, termasuk adanya pengaturan tidak hadirnya ‘Bonek’ di pertandingan, mengikuti keputusan rapat Aremania dan Panitia Pelaksana. Tapi, saran dan permintaan dari Kepolisian terkait jam penyelenggaraan dan pembatasan jumlah penonton ditolak dan diabaikan oleh Panitia Pelaksana.

Ini tentunya tidak terlepas dari Indosiar selaku stasiun TV yang menyelenggarakan tayangan langsung laga tersebut, dan Panitia Pelaksana yang mengejar keuntungan semaksimal mungkin dari penjualan tiket masuk, sehingga akhirnya jam tayang tidak berubah, sementara kapasitas stadion yang mampu menampung 42.499 orang dimaksimalkan di angka 42.000 tiket, tidak mengikuti saran Kepolisian yang menyarankan untuk menurunkan ke angka 25.000 tiket saja.

Data menunjukkan supporter yang datang berjumlah 42.288 orang, berarti tinggal 211 orang diluar supporter yang boleh masuk stadion. Melihat ini, jika ditambahkan dengan jumlah Pasukan Pengamanan yang terdiri dari unsur Polisi dan TNI (jumlah pasti belum berhasil didapatkan), dapat dipastikan Stadion Kanjuruhan yang memiliki 14 pintu itu menampung jumlah orang melebihi kapasitasnya. Bisa dibayangkan, setidaknya 1 pintu harus melayani sekitar 7.265 orang.

Permintaan Kepolisian untuk menurunkan jumlah penonton pastilah terkait dengan ‘risk assessment’ dan ‘risk management’ yang diperhitungkan dan direncanakan Kepolisian, dalam hal ini, berkerasnya penyelenggara dan media tayang langsung dapat dianggap meremehkan Kepolisian. Jumlah anggota yang tersedia pun pastilah terbatas dan hal ini pun terkait dengan permintaan penurunan jumlah penonton. Tapi apa mau dikata, pertandingan dimulai, pertandingan selesai, kerusuhan terjadi. Kepolisian menembakkan gas air mata, sesuai dengan protap dan Perkap Nomor 16 tahun 2006, lalu banyak yang mempersalahkan hal gas air mata ini dengan berpegang pada aturan FIFA Point 19B.

Sebentar, jangan terburu-buru, kita bukan granat yang meledak setelah 10 detik, kita manusia yang diberikan kemampuan membaca, mempelajari dan memikirkan semuanya, sebelum berpendapat. Coba ikuti runutan logika berpikir berikut:

  • Tingkatan dan Induk Peraturan
  • Konstitusi, turunannya Undang Undang, turunan di bawahnya Peraturan Menteri, Peraturan Gubernur, Peraturan Kapolri, dll.
  • Aturan FIFA, lembaga sepakbola Dunia, turunannya aturan PSSI…
  • Jika berdasarkan tingkatan peraturan, maka yang harus dipertanyakan adalah PSSI. Apakah standar stadion Kanjuruhan sesuai dengan standar FIFA…? Jika tidak, salahkan PSSI.
  • FIFA tidak bisa ditempatkan lebih tinggi dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kenapa tidak mempermasalahkan standar stadion yang tidak mengikuti aturan FIFA sebagai ‘atasannya’…?

Terkait Aturan FIFA

Peraturan tersebut berlaku hanya untuk pertandingan yang langsung berada di bawah FIFA, dan pertandingan internasional yang diselenggarakan dengan regulasi FIFA. Dari sini, jelas aturan tidak berlaku untuk laga di Kanjuruhan.
Peraturan nomor 19 yang dianggap atau dipersalahkan dilanggar Polri tersebut diperuntukkan bagi Stewards, dan Petugas Keamanan yang diperbantukan sebagai Stewards. Apa itu “Stewards”…? Definisi Stewards adalah; “For the purpose of these regulations, a steward is defined as any person employed, hired, contracted or volunteering at the stadium to assist in the management of safety and security of spectators, VIPs/VVIPs, players, officials and any other person at the stadium, excluding those persons solely responsible for the security of designated individuals and members of the police services responsible for maintaining law and order.”
Sementara peraturan FIFA pasal 9 dan 10 juga mencantumkan adanya “contingency & emergency plan” untuk pengamanan jika terjadi kerusuhan. Jadi, ketika terjadi kerusuhan, yang berlaku adalah “emergency plan”, “force major”.
Keseluruhannya sejalan dengan apa yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa tidak ada dan tidak mungkin Kepolisian Negara Republik Indonesia harus tunduk pada peraturan FIFA.

Pengelola Stadion

Pintu dibuka, penonton masuk, lalu pintu dikunci, lalu penjaga pintu pergi entah ke mana, saat kerusuhan pecah, semua berebut keluar, berdesakkan, terhimpit di ruang menuju pintu keluar, dan beberapa pintu terkunci. SOP stadion seperti apa…? Sesuai FIFA…? Adakah SOP standar PSSI…? Saya meragukannya. Lalu kemudian karena banyak yang terhimpit, kehabisan oksigen, sampai meninggal sekian banyak, apakah karena gas air mata atau karena tidak bisa keluar stadion…?

Masyarakat harus berani melihat keseluruhan peristiwa sesuai runutannya secara objektif, jangan hanya cari gampang mempersalahkan aparat, atau terbawa arus mempersalahkan polisi lalu pemerintah lalu ujungnya Salah Jokowi. Jangan mau ditunggangi, tempatkan semua pada posisi, sesuai porsi.

Hati-hati, dunia ini penuh dengan bahaya.

Roger P. Silalahi
Analis Keamanan Publik

H.ASEP ROMY HADIRI KOPDAR PEMUDA PANCASILA PAC SE JAWA BARAT

0

BANDUNG – Sabtu, 1 Oktober 2022 bertempat di Takashimaya Hotel Lembang PAC Pemuda Pancasila se-Jawa Barat menyelenggarakan acara kopdar Pemuda Pancasila se-Jawa Barat. Acara yang digelar atas inisiasi PAC se-Jawa Barat tersebut berlangsung cukup meriah dengan hadirnya sekitar 50 Ketua PAC se-Jawa Barat.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung H. Asep Romy mengapresiasi kegiatan ini, kegiatan ini sangat bagus untuk menjaga kesolidan para ketua PAC se-Jawa Barat Banten. Dengan kegiatan ini para ketua PAC menjalin silaturahmi agar solid.

Menurut Ranran Hadian Ketua PAC Lembang selaku ketua pelaksana acara, kegiatan ini untuk mempererat tali persaudaraan. Kita (para ketua PAC) mempunyai tujuan membangun mesjid dan mudah-mudahan cita-cita untuk membangun mesjid tercapai. Harapannya organisasi Pemuda Pancasila ini lebih maju lebih solid dan tidak dianggap sepele. . Lebih lanjut Ranran mengatakan semoga bisa merubah paradigma yang dulu dianggap jelek menjadi lebih baik dimana PAC telah rutin memberikan bantuan sosial untuk anak yatim dan duafa.

(andri)
Editor : dhw_robhin

Kapolres Trenggalek dan Tulungagung Pimpin Upacara Pemakaman Anggota yang Gugur saat Pengamanan di Stadion Kanjuruhan

0

TULUNGAGUNG – Usai diberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, kedua prajurit Bhayangkara yang meninggal saat melaksanakan tugas pengamanan di stadion Kanjuruhan Malang, dimakamkan hari Minggu (2/10/22).

Aipda Anumerta Andik Purwanto Banit Binmas Polsek Sumbergempol,Polres Tulungagung dimakamkan di tempat pemakaman umum ( TPU) Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.

Sedangkan Brigpol Anumerta Fajar Yoyok Pujiono, anggota Polsek Dongko, Polres Trenggalek di makamkan di TPU Desa Sukosari Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek.

Prosesi upacara pemakamanan dilaksanakan di rumah duka masing – masing secara kedinasan dengan tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir turut mengiringi almarhum kembali ke haribaan ibu pertiwi.

Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, SIK, MH, yang memimpin upacara pemakaman almarhum anggotanya Aipda Anumerta Andik Purwanto mengatakan upacara kedinasan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dari Kepolisian atas jasa serta pengabdian almarhum selama mengabdi di kepolisian.

Selain itu Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto atas nama keluarga besar Polres Tulungagung juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu anggota terbaik yang ada di polres Tulungagung.

“Kami atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Tulungagung menyampaikan rasa duka cita yang sedalam – dalamnya atas meninggalnya Aipda Anumerta Andik Purwanto. Semoga almarhum diterima di sisi Nya dan Husnul Khotimah,”ungkap AKBP Eko.

Sementara itu Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino, S.I.K. juga memimpin langsung prosesi pemakamanan Brigpol Anumerta Fajar Yoyok Pujiono, anggota Polsek Dongko, Polres Trenggalek.

Bintara Polisi yang dikenal berdedikasi tinggi ini gugur saat bertugas sebagai personel BKO pengamanan pertandingan sepakbola di stadion Kanjuruhan Malang,Sabtu (1/10/22) bersama Aipda Anumerta Andik Purwanto.

AKBP Alith yang memimpin upacara tersebut menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian anggotanya yang selama ini dinilai berdedikasi dan loyalitas dalam melaksanakan tugas.

“Keluarga besar Polres Trenggalek berduka atas gugurnya satu personel pada saat pengamanan sepak bola di stadion Kanjuruhan Malang dan hari ini kita laksanakan prosesi upacara pemakaman secara dinas,”ujar AKBP Alith.

Ratusan personel yang merupakan anggota Polres Trenggalek dan rekan kerja almarhum turut hadir dan mengikuti rangkaian prosesi pemakaman tersebut.

Bahkan, tak sedikit yang nampak tak kuasa menahan kesedihan dan menitikkan air mata.

“Selaku pribadi dan pimpinan, kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diterima amal ibadahnya dan bagi keluarga diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan,” uncap duka mereka.

Semasa hidupnya, Brigpol Anumerta Fajar Yoyok Pujiono dikenal sebagai sosok yang berintergritas.

Semua tugas maupun pekerjaan yang diembannya selalu diselesaikan dengan baik. Almarhum mengawali karirnya sebagai Bintara Polri pada tahun 2014 yang lalu.

Sebelum menjadi anggota organik Polres Trenggalek, Briptu Fajar Yoyok Pujiono pernah berdinas di Ditsabhara Polda Jatim tahun 2016, kemudian dipercaya sebagai anggota unit Turjawali Satsamapta Polres Trenggalek dan terakhir sebagai Bintara Polsek Dongko dan Bhabinkamtibmas Desa Watuagung Kecamatan Dongko.

“Selamat Jalan Kawan, Baktimu Akan Selalu Kami Kenang” (**)

Tragedi Di Stadion Kanjuruhan, Mahfud MD: Polisi Sudah Usulkan Pertandingan Sore Dan Penonton Sesuai Kapasitas Stadion

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan tragedi Kanjuruhan Malang, bukan disebabkan bentrok antarsuporter. Korban meninggal dunia karena desak-desakan dan terinjak. Hal tersebut disampaikan Mahfud MD dalam akun Instagram-nya, Minggu (2/10/2022).

“Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antarsuporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton,” kata Mahfud MD.

Mahfud mengatakan suporter yang berada di lapangan hanya dari Arema. Dia menyatakan tak ada korban penganiayaan suporter.

“Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak napas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter,” kata Mahfud.

Mahfud menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki pelaksanaan pertandingan sepakbola di Indonesia. Dia mengatakan sepakbola kerap memancing suporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba.

Mahfud juga mengungkap aparat kepolisian sebelumnya sudah mengusulkan agar pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang agar dilaksanakan sore. Jumlah penonton pun diminta disesuaikan.

“Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang,” jelasnya.

Namun, usulan itu tidak dilakukan panitia pelaksana (panpel). Pertandingan pun tetap digelar malam.

“Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000,” ujar Mahfud.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud setelah dirinya menerima informasi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia juga sudah berkoordinasi langsung dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta.

“Pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik,” tuturnya.

Seperti diketahui, tragedi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, menyebabkan 129 orang meninggal dunia. Tragedi Kanjuruhan ini menjadi kabar duka bagi dunia sepakbola Tanah Air. Selain 129 orang tewas, ada seratusan warga yang juga masih dalam perawatan. (red)

Editor : dhw_robhin

Dua Fokus Awal Polri Tangani Kerusuhan Arema Vs Persebaya

0

JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan pihaknya akan bergerak cepat menangani kerusuhan pertandingan sepak bola antara Arema Malang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jaaa Timur.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali akan berangkat ke Malang hari ini.

“Sesuai dengan perintah bapak Presiden hari ini Kapolri dan Menpora akan berangkat ke Malang,” kata Dedi, Minggu, (2/10/2022).

Lebih lanjut, Dedi menuturkan Kapolri telah berangkatkan tim DVI yang langsung menuju ke Malang kemudian mengerahkan seluruh tim dokter dari RS Bhayangkara Malang, RS Bhayangkara Kediri dan RS Bhayangkara Surabaya guna mempercepat proses identifikasi korban dan memberikan pelayanan kesehatan ke korban luka.

Dedi menuturkan, fokus Polri saat ini ada dua yaitu kerjasama dengan tim medis setempat dalam rangka memberikan pelayanan medis yang terbaik, supaya jumlah korban tidak bertambah.

“Yang kedua dengan jumlah korban yang begitu banyak tim DVI bekerja keras untuk segera identifikasi korban meninggal dunia dengan cepat agar korban dapat dikembalikan kepada keluarga masing-masing,” katanya.

Ia pun meminta rekan-rekan media bersabar menunggu perkembangan lanjutan baik dari sisi investigasi maupun penanganan korban.

“Hari ini Kapolri akan melaksanakan rapat dengan Menpora dan pemerintah daerah setempat dan hasilnya akan dievaluasi terlebih dahulu tentunya akan disampaikan ke rekan-rekan media,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan tragedi. Suporter dan polisi menjadi korban kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam WIB 1 Oktober 2022. (Div Humas Polri)

Editor : dhw_robhin

Imbas Stadion Kanjuruhan Memakan Ratusan Korban Nyawa, Presiden Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

0

MALANG RAYA – Presiden RI Joko Widodo meminta PSSI untuk menghentikan Liga 1 pasca haru biru di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu malam (1/10). Selain itu, pihaknya menginstruksikan kepada Kemenpora dan Kapolri untuk menginvestigasi secara menyeluruh.

“Segera investigasi dan benahi apa yang terjadi, tentu harus ada yang bertanggung jawab. Maka kita akan tegakan aturan FIFA ataupun PSSI dan prosedur pengamanan penyelenggaraan,” kata Jokowi.

Ia menyesalkan tragedi yang sering kali mewarnai sepak bola. Ia berharap tragedi kemanusiaan semacam ini tak terulang lagi. Ia meminta harus ada yang bertanggungjawab atas insiden ini dan mempertanggungjawabkan secara hukum.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang saudara-saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,” Beber Jokowi.

“Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaaan seperti ini di masa yang akan datang. Sportivitas, rasa kemanusiaan, dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama,” Pinta Presiden. (red)

Editor : dhw_robhin

Kerahkan Tim DVI, Polri Gerak Cepat Berikan Pertolongan Korban Kerusuhan Laga Arema Vs Persebaya

0

JAKARTA – Polri menyatakan langsung bergerak cepat mengerahkan tim DVI dari Polda Jawa Timur (Jatim) dan rumah sakit setempat untuk mempercepat proses identifikasi koban laga antara Arema Vs Persebaya.

“Untuk saat ini tim DVI Dokkes Polri segara ke Malang untuk back up Tim DVI Polda Jatim dan RS setempat guna percepatan identifikasi korban,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Adapun Tim DVI tersebut dipimpin langsung oleh Brigjen Nyoman. Dedi menuturkan, gerak cepat itu dilakukan oleh kepolisian untuk memberikan pertolongan medis kepada suporter yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Dan fokus untuk memberikan pertolongan medis kepada korban-korban yang saat ini dirawat di beberapa rumah sakit,” ujar Dedi.

Diberitakan sebelumnya, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan tragedi. Suporter dan polisi menjadi korban kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam WIB 1 Oktober 2022. (Div Humas Polri)

Editor : dhw_robhin