Home Blog Page 185

Jaga Kondusifitas, Polres Probolinggo Intensifkan Patroli Malam Antisipasi 3C dan Balap Liar

PROBOLINGGO,
Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Probolinggo melaksanakan patroli skala besar sebagai langkah antisipasi terhadap tindak kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) dibeberapa titik rawan pada, Sabtu (6/11/2025).

Selain itu, patroli ini digelar juga karena tingginya laporan masyarakat mengenai aksi balap liar yang kerap mengganggu pengguna jalan dan membahayakan keselamatan.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penyisiran di titik-titik yang sering dijadikan tempat berkumpulnya para pemuda untuk balap liar, termasuk jalur-jalur sepi pada malam hari.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kanit Turjagwali Ipda Zainal Arifin, menegaskan bahwa patroli malam merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan di wilayahnya.

“Patroli ini kami intensifkan untuk mencegah tindak kejahatan dan memastikan situasi tetap kondusif. Kehadiran personel di lapangan diharapkan memberi rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kanit Turjagwali.

Lebih lanjut Kanit Turjagwali menambahkan, kegiatan patroli malam akan terus digiatkan secara rutin sebagai langkah preventif dalam mencegah potensi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Probolinggo.

“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Setiap personel di lapangan kami tekankan untuk bertindak cepat, tegas, dan tetap humanis dalam setiap kegiatan patroli,” tegas Ipda Zainal.

Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Probolinggo semakin kondusif serta masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa rasa khawatir.(Ali)

Dr. Suhari: IABI Minta Menpan RB Pratikno Fasilitasi Menuju Ketangguhan Bencana

0

Kegiatan Indonesia Disaster Manajement Summit (IDMS) 2025 oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan RI dalam rangka menguatkan kolaborasi multipihak dalam penanggulangan bencana
serta menghimpun laporan capaian, tantangan, dan rekomendasi dari unsur pentahelix (pemerintah, lembaga usaha, masyarakat sipil, akademisi, dan media).

Acara yang berlangsung Selasa-Rabu, 2-3 Desember 2025 di Perpustakaan Nasional RI, Jl. Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta Pusat dengan tema “Membangun Budaya Tangguh Bencana”. Kegiatan ini dirancang sebagai forum tingkat tinggi untuk mempresentasikan hasil kerja pemangku kepentingan selama tahun 2025, memperkuat sinergi pentaheliks, serta menyusun rekomendasi strategis bagi perbaikan kebijakan penanggulangan bencana
nasional.

Kehadiran Dr. H. Suhari bersama beberapa rekan lainnya sebagai delegasi dari akademisi Ikan Ahli Bencana Indonesia (IABI) dengan maksud memberikan rekomendasi kepada pemerintah melalui kementerian terkait agar disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, terkait persoalan bencana yang terjadi dibeberapa daerah seperti erupsi Gunung Semeru, bencana alam di Sumatra dan Aceh agar masyarakat yang ada meningkatkan kewaspadaan.

Daerah bencana yang kini menjadi perhatian serius pemerintah sedang dalam penanganan berada di Sumatra dan Aceh agar kedepannya masyarakat paham dan meningkatkan kewaspadaan adanya alih fungsi lahan menjadi rentan terancam bencana, yang ditopang dengan adanya informasi dari BMKG siklon tropis yang memicu terjadinya hujan deras disertai angin kencang.

“Kami menyampaikan informasi tersebut agar masyarakat disana (Sumatra dan Aceh) perlu meningkatkan kewaspadaan karena dari pengamatan BMKG adanya siklon tropis yang terbangun secara mendadak menyebabkan terjadinya hujan yang disertai angin kencang, cuaca tersebut memicu terjadinya bencana daerah yang tanahnya labil,” ucap H. Suhari melalui sambungan gadgetnya. Minggu (07/12/2025).

Dalam pertemuan itu dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Lilik Kurniawan, yang mana untuk bahan tembusan penyampaian kepada Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (sebagai laporan). Dalam kegiatan itu juga di hadiri para pakar dan akademisi yang kompeten dalam memikirkan dan berbuat dalam hal penanganan kebencanaan.

Menyoroti keberadaan lembaga BPBD sebagai instansi koordinator, agar lebih intensif dalam melakukan pemetaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang ada disekitarnya. Mitigasi mempunyai pondasi kuat untuk menjadikan masyarakat tangguh bencana dengan adanya fasilitas papan peringatan, jalur evakuasi dan titik kumpul.

Dr. Suhari selain itu juga berharap bagi pelaku kebencanaan harus benar-benar mempunyai kompetensi dengan maksud agar pemerintah menyiapkan skill sebaik mungkin untuk menjawab tantangan ancaman bahaya bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, tentunya harus ada sekolah tinggi atau politeknik kebencanaan.

“Pemerintah diharapkan memikirkan skill pelaku kebencanaan sehingga mereka siap untuk bekerja di bidangnya dengan menyediakan sekolah tinggi atau politeknik kebencanaan,” harapan sang doktor.

Dr. Suhari dalam kegiatan yang mendampingi Ketua IABI Prof Harkuti P. Rahayu dalam kegiatan yang digelar selama dua hari itu banyak ilmu yang diserap dan disampaikan agar bidang kebencanaan di Indonesia benar-benar mampu meminimalisir dampak yang terjadi.

Phentahelix menjadi salah satu poin yang disampaikan Dr. Suhari dalam pertemuan itu, karena keberadaan itu akan mempermudah dari BPBD sebagai badan koordinator, phentahelix ada kekompakan yang harus dibangun dengan berbagai unsur-unsur lain salah satunya keberadaan relawan. “Kami harap keberadaan phentahelix ditingkatkan hingga keberadaan relawan agar permasalahan kebencanaan itu pemerintah tidak sendirian hadir,” kata H. Suhari kepada Efendi yang mewawancarai.

Dalam pertemuan itu di tutup oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, dalam mengakhiri sambutannya mengatakan masukan yang disampaikan melalui kegiatan itu akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sehingga pengelolaan dan kebijakan terkait kebencanaan tetap dan strategis.

“Dari penutupan yang disampaikan Pak Pratikno itu akan disampaikan ke Presiden, Insaalloh dalam waktu dekat IABI untuk menghadap kepada Presiden Prabowo,” pungkasnya.

Lahar Hujan Gunung Semeru Terjang Kawasan Pemukiman, Warga Dusun Sumberlangsep Mengungsi di Perbukitan

0

LUMAJANG – Banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang kawasan pemukiman di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Pasirian Lumajang, membuat warga terpaksa mengungsi area perbukitan paa Sabtu (6/12/2025) sore.

Video amatir dari warga setempat menunjukkan banjir lahar mulai memasuki area permukiman, mendorong warga bergegas menyelamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi.

Untuk diketahui, Dusun Sumberlangsep sendiri berpenduduk 137 kepala keluarga (KK) dan terletak berseberangan dengan Sungai Regoyo, yang menjadi jalur aliran lahar.

Salah satu warga mengungkapkan bahwa sebanyak 35 orang dari RT 22 telah mengungsi, terdiri dari 25 dewasa dan 10 anak-anak.

Kondisi di lokasi pengungsian dilaporkan gelap gulita karena tidak ada penerangan, sehingga warga bergantung pada senter.

Hingga saat ini, akses evakuasi dan bantuan masih terhambat. Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang, Danial, mengungkapkan bahwa petugas belum dapat menjangkau lokasi pengungsian karena aktivitas letusan sekunder Semeru di Sungai Regoyo masih berlangsung.

“Untuk sementara ini, kami bersama tim hanya bisa memantau jarak jauh karena banjir lahar tersebut menyisakan kepulan asap panas dari letusan sekunder Semeru,” katanya.

Akibatnya, ratusan warga yang mengungsi ke perbukitan dilaporkan dalam kondisi terisolasi. “Petugas belum bisa melakukan asesmen di lokasi terdampak banjir lahar Semeru karena akses menuju ke Dusun Sumberlangsep tidak memungkinkan dan berbahaya, sehingga petugas hanya bisa berkomunikasi dengan warga yang mengungsi melalui WhatsApp,” tambah Danial.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Semeru, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut mencatat satu kali getaran banjir dengan amplitudo 40 mm selama lebih dari dua jam, serta 11 kali gempa guguran pada hari kejadian. (*)

Satpol PP Bondowoso dan Bea Cukai Jember Gelar Operasi Gabungan Pemberantasan Rokok Ilegal

0

Bondowoso, Gempur News – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso bersama Kantor Bea dan Cukai Jember melaksanakan operasi gabungan pemberantasan peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Bondowoso, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan tersebut menyasar dua kecamatan, yakni Kecamatan Wringin dan Kecamatan Pakem, sebagai bagian dari upaya menekan peredaran produk tembakau tanpa cukai resmi. Operasi dipimpin langsung oleh Plt. Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bondowoso, Nanang Dwi Haryanto, S.H., M.M.

Dalam pelaksanaan operasi, tim gabungan melakukan pemeriksaan di sejumlah toko, warung, serta tempat yang diduga menjual rokok ilegal. Namun, dari hasil kegiatan di lapangan, tidak ditemukan adanya peredaran rokok ilegal (hasil operasi nihil).

Meskipun demikian, kegiatan tetap dilanjutkan dengan sosialisasi kepada para pedagang dan masyarakat mengenai bahaya dan konsekuensi hukum dari menjual atau mengedarkan rokok tanpa pita cukai resmi.

Nanang Dwi Haryanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Satpol PP Bondowoso dan Bea Cukai Jember dalam upaya menciptakan lingkungan perdagangan yang tertib dan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang, agar lebih waspada dan tidak tergiur menjual rokok tanpa cukai. Selain merugikan negara, hal itu juga melanggar hukum,” tegas Nanang.

Satpol PP Bondowoso berkomitmen untuk terus mendukung program pemberantasan rokok ilegal dan berencana melakukan kegiatan serupa secara berkala di berbagai wilayah kecamatan,”jelasnya.**

Satpol PP Bondowoso Perketat Operasi Rokok Ilegal, Kasat: “Tidak Ada Ampun”

0

Bondowoso,Gempur News– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso memperketat operasi pemberantasan peredaran rokok ilegal di sejumlah wilayah kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan beredarnya produk tembakau tanpa cukai yang dinilai merugikan negara dan daerah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap seluruh bentuk peredaran rokok ilegal di lapangan.

“Tidak ada ampun. Setiap temuan langsung kami tindak. Ini bagian dari penegakan hukum di bidang cukai,” tegasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/12/2025).

Aries mengungkapkan, operasi pemberantasan rokok ilegal terus digelar baik secara terbuka maupun melalui pengawasan tertutup di titik-titik yang dianggap rawan distribusi. Termasuk warung kelontong, kios, hingga toko eceran di pelosok kecamatan.

Menurutnya, peredaran rokok ilegal tidak hanya berdampak pada kerugian negara, tetapi juga mempengaruhi penyaluran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digunakan untuk pembangunan di daerah.

“Ketika cukai tidak masuk negara, otomatis daerah juga kehilangan haknya melalui DBHCHT. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan dan pengamanan berbagai produk rokok yang diduga tidak memenuhi ketentuan cukai. Selain tindakan penertiban, Satpol PP juga memberikan sosialisasi kepada pedagang mengenai larangan menjual rokok tanpa pita cukai.

“Pedagang harus waspada, jangan sampai menjual produk yang melanggar aturan. Jika ragu, lebih baik tidak menjual,” imbau Aries.

Ia memastikan operasi pemberantasan rokok ilegal akan terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun. Selain itu, pihaknya mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan indikasi peredaran rokok ilegal.

“Bondowoso merupakan daerah penghasil tembakau. Karena itu kami harus menjadi contoh dalam penegakan aturan cukai,” pungkasnya.**

Polres Ogan Ilir Gelar KRYD, Sasar Titik Rawan 3C dan Premanisme

0

Indralaya, gempurnews.com — Polres Ogan Ilir melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Jumat malam dalam rangka mengantisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, Curanmor), pemberantasan narkoba, aksi premanisme, pungli, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.

Kegiatan diawali dengan apel persiapan pukul 21.00 WIB di Mapolres Ogan Ilir, dipimpin oleh Padal Kasikum AKP Ilham Parlindungan, SH., MH, didampingi IPTU Ramon, SH, serta diikuti personel yang terlibat sprint KRYD sesuai Surat Perintah Nomor: Sprin/950/XII/HUK.6.6/2025.

Patroli dilakukan dengan menyisir rute Polres Ogan Ilir – Unsri – Taman Pancasila – Terminal KM 32 – minimarket – ATM – rumah kos sekitar kawasan Timbangan – kembali ke Polres Ogan Ilir. Petugas melaksanakan patroli mobile pada titik rawan pungli dan premanisme, memeriksa kendaraan R2 dan R4, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada terutama pada jam rawan.

Selain itu, petugas turut mendatangi area kos-kosan untuk memberikan edukasi keamanan kepada pemilik kos dan mahasiswa. Masyarakat juga dihimbau untuk melapor ke Call Center Bantuan Polisi Polres Ogan Ilir apabila menemukan kejadian mencurigakan.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, SIK, menegaskan pentingnya KRYD sebagai upaya preventif menjaga stabilitas keamanan wilayah. “KRYD ini adalah bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan situasi tetap aman, terutama pada malam libur yang rawan terjadinya tindak pidana. Saya minta seluruh personel bekerja maksimal dan humanis,” ujar Kapolres.

Hasil pelaksanaan KRYD menunjukkan situasi kamtibmas tetap kondusif. Tidak ditemukan pelaku tindak pidana, penyalahgunaan narkoba, senpi, sajam, maupun pelanggaran lalu lintas. Petugas memberikan 72 kali teguran/himbauan, tanpa adanya tilang maupun kejadian menonjol lainnya.

Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif hingga selesai.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Ketika Hujan Turun Deras Para Pengendara Roda empat, Roda dua Atau Lebih, Sebaiknya Berhati – hati Saat Melintas Jalur Ini

0

OKI, gempurnews.com – Ketika hujan turun deras para pengendara roda dua, roda empat atau selebihnya, sebaiknya berhati – hati dan waspada disaat melintas di jalur Desa Talang jaya Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI ) Provinsi Sumatera Selatan ( SUMSEL ), karena jalur tersebut masih berlobang, apalgi disaat hujan turun air menggenang dan ruas jalan berlumpur

Menurut salah seorang yang selalu mengatur arus ruas jalan bernama Anang ( 30 ) mengatakan saat dikonfirmasi Awak media, Kamis (04/12/2025) Sore

Ia mengatur arus sepanjang jalan yang berlobang dan berlumpur bersama anaknya hanya untuk membantu kelancaran lalu lintas di sepanjang ruas akses jalan yang rusak, beliau tidak mengharapkan himbalan dari para sopir, ” Menurut Anang Ia hanya ingin membantu kelancaran kendaraan saja, baik roda dua, empat atau lebih dengan ikhlas tanpa mengharapkan pamri kepada sopir

Ruas jalan yang berlumpur ini sudah mau dikerjakan oleh pihak pemerintahan, tetapi kondisi alam sekarang tidak bisa dipastikan, kadang situasi kering dan terkadang seperti saat ini musim hujan turun” Papar Anang

Kendaraan yang diatur hanya Dum Truck saja, kalau kendaraan roda empat sudah dialihkan jalan pintas lewat jalur persawitan, Sedangkan untuk kendaraan roda dua dialihkan lewat jalur perkebunan karet milik warga setempat

Warga setempat hanya menunggu pelaksanaan perehaban di sepanjang jalur yang tidak bisa di lewati, Apalagi pada saat sudah dalam keadaan direhab seutuhnya” Tutupnya

ALI IMRON

Anggota Polsek Nongkojajar dan Warga Evakuasi Korban Longsor di Tlogosari

0

PASURUAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tutur mengakibatkan tanah longsor yang menimpa dua dapur rumah warga serta sebuah kandang sapi di Dusun Tlogosari, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, pada Jumat (5/12/2025).

Satu warga, Sueb (42), meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.
Kapolsek Nongkojajar, AKP Budi Luhur Sedjati, mengatakan bahwa kejadian bermula ketika hujan lebat turun sejak pukul 14.00 WIB. Longsor pertama terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di belakang rumah korban namun belum mengenai bangunan.

“Pemilik kandang sempat mengevakuasi lima ekor sapinya. Saat hendak memindahkan sapi terakhir, longsor susulan terjadi pukul 18.00 WIB dan langsung menimbun korban serta satu ekor sapi,” ujar Kapolsek.

Material longsor memiliki tinggi dan lebar sekitar 20 meter. Upaya pencarian dilakukan anggota Polsek Nongkojajar bersama warga dan perangkat desa. Pada pukul 19.30 WIB, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sementara sapi yang tertimbun ditemukan masih hidup.

Selain menelan korban jiwa, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan material. Dapur rumah milik Sueb rusak berat bersamaan dengan kandang sapi, dengan estimasi kerugian sekitar Rp20 juta. Sementara dapur rumah milik warga lain, Malikah (50), juga tertimbun longsoran dengan taksiran kerugian Rp10 juta.

Kapolsek menambahkan bahwa keluarga korban menolak dilakukannya autopsi. “Pihak keluarga menyatakan bahwa korban meninggal murni akibat tertimbun material longsor dan langsung dimakamkan,” terang AKP Budi Luhur Sedjati.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, mengapresiasi gerak cepat jajaran Polsek Nongkojajar dan masyarakat dalam proses evakuasi. “Kami turut berduka dan memastikan penanganan cepat di lokasi. Polres Pasuruan akan terus berkoordinasi dengan pihak desa untuk mengantisipasi longsor susulan,” tegasnya.

Harga Cabai Rawit Merangkak, Petani Jember Siasati Ketidakpastian Cuaca

0

JEMBER – Harga cabai rawit di tingkat petani terus merangkak naik menjelang Nataru tahun ini hingga tembus Rp60 ribu perkilogram. Kenaikan harga dipicu oleh berbagai faktor mulai dari cuaca ekstrim hingga maraknya pencurian di lahan.

Salah seorang petani, Ika Nurshofiah, di Dusun Banjarejo, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, melakukan langkah kreatif dengan menanam cabai rawit di sela-sela tanaman jeruk miliknya, untuk mendapatkan pendapatan lebih.

“Dengan luas lahan sekitar setengah hektare, area tersebut mampu menampung sekitar 1.000 batang cabai rawit,” ujar Ika Nurshofiah, Sabtu (6/12/2025).

Ia menilai cara ini menguntungkan sebagai sumber biaya kebutuhan sehari-hari. Ia menambahkan bahwa hasil panen cabai ini dimanfaatkan untuk menambah biaya perawatan pohon jeruk, yang dikenal membutuhkan investasi pemeliharaan cukup tinggi.

Ika Nurshofiah menjelaskan tanaman jeruk yang dimilikinya saat ini masih berusia 1,5 tahun sehingga belum bisa dipanen. Sambil menunggu jeruk berbuah, area kosong di bawah pohon jeruk dimanfaatkan untuk menanam cabai rawit varietas ori.

“Umur cabai ini sekitar satu bulan sudah mulai berbuah dan sekarang sudah panen tiga kali. Panen pertama 6 kilogram, kedua 8 kilogram, ketiga 12 kilogram. Harga jualnya dari Rp29 ribu hingga sekarang Rp60 ribu per kilogram. Kenaikan harga karena stok terbatas akibat banjir dan faktor Natal dan Tahun Baru yang biasanya juga lebih mahal,” ujar nya.

Lonjakan harga cabai kali ini terbilang signifikan. Sebelumnya, harga di tingkat petani hanya berkisar Rp16 ribu per kilogram, kemudian naik menjadi Rp45 ribu, hingga kini mencapai Rp60 ribu per kilogram.

Selain menghadapi cuaca ekstrem dan penyakit cakar daun, para petani juga mengeluhkan maraknya aksi pencurian cabai di lahan pertanian. Para pelaku bahkan nekat memotong batang tanaman sekaligus untuk membawa hasil panen, sehingga merugikan petani.

Langkah tumpang sari cabai dengan jeruk ini menjadi salah satu strategi petani untuk tetap bertahan di tengah ketidakpastian cuaca, tingginya biaya perawatan, serta fluktuasi harga pangan menjelang akhir tahun. **

Polres Lumajang Bersihkan Rumah Warga dan Jalan Permukiman Pascabanjir Lahar Semeru

0

Lumajang – Personel Polres Lumajang bergerak cepat melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan membersihkan rumah warga serta jalan permukiman yang tertimbun luapan lahar dan debu vulkanik Gunung Semeru, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan pembersihan tersebut dilakukan di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang terdampak bencana banjir lahar hujan Gunung Semeru.

Selain membersihkan rumah warga, personel kepolisian juga melakukan pembersihan jalan-jalan pemukiman yang tertutup material lahar dan abu vulkanik agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi bencana.

“Kegiatan kemanusiaan ini menunjukkan komitmen Polri dalam membantu masyarakat terdampak luapan lahar Gunung Semeru, sekaligus mempercepat pemulihan kondisi wilayah yang terkena dampak bencana,” ujar Ipda Untoro.

Ia menambahkan, kehadiran personel Polres Lumajang juga bertujuan untuk memberikan rasa aman dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana susulan.

“Hingga saat ini, berdasarkan hasil pemantauan, kondisi daerah aliran sungai (DAS) Regoyo di Dusun Sumberlangsep terpantau dalam keadaan stabil,” tambahnya.

Polres Lumajang akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta memantau perkembangan situasi Gunung Semeru, guna memastikan keselamatan masyarakat dan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana lanjutan.