Home Blog Page 184

Kapolda Jatim Resmikan Dermaga dan Kapal Cepat Satpolairud Polresta Banyuwangi

0

BANYUWANGI — Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs Nanang Avianto.M.Si meresmikan Dermaga Danantya Virendra dan kapal taktis Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Satpolairud Polresta Banyuwangi, Senin (8/12/2025).

Peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat infrastruktur pengamanan maritim di wilayah pesisir Timur Jawa Timur yang memiliki karakter perairan dinamis dan garis pantai sepanjang hampir 176 kilometer.

Dalam laporannya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menyebut pembangunan dermaga dilakukan melalui swadaya dan gotong royong yang melibatkan personel Polri dan masyarakat.

Nama “Danantya Virendra”, yang berarti “Berani Berkorban untuk Mencapai Kesempurnaan”, dipilih sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi anggota Satpolairud dalam tugas-tugas pengamanan laut.

“Kehadiran dermaga ini bukan hanya sebagai infrastruktur pendukung operasional, tetapi juga sebagai simbol kesiapsiagaan Polri dalam memastikan keselamatan aktivitas pelayaran, nelayan, dan masyarakat pesisir,” ungkap Kombes Pol. Rama.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan sarana perairan di Banyuwangi.

Hal itu mengingat wilayah Kabupaten Banyuwangi menjadi pintu masuk Jawa Timur dari arah Bali serta terhubung dengan berbagai jalur pelayaran dan pariwisata.

“Keamanan jalur laut memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat, termasuk sektor logistik dan wisata bahari,” tutur Irjen Nanang.

Kapolda Jatim juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pembangunan dermaga, seraya meminta agar fasilitas tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh personel Satpolairud.

Peluncuran kapal cepat Rigid Buoyancy Boat (RBB) menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan peresmian.

Kapal berukuran 11 meter dengan lebar 3,1 meter tersebut dirancang untuk mendukung operasi patroli berkecepatan tinggi, respons cepat terhadap kondisi darurat, serta kegiatan penyelamatan di laut.

Dengan tambahan armada ini, kemampuan Satpolairud Polresta Banyuwangi dalam merespons insiden di wilayah perairan diharapkan semakin efektif, terutama pada kondisi gelombang tinggi atau medan laut yang menantang.

Penasehat Ahli Kapolri, Prof. Kikiek, yang turut hadir, menyoroti pentingnya aspek kemanusiaan dalam setiap pengembangan fasilitas kepolisian.

Selalin itu ia menekankan perlunya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kepedulian sosial terhadap masyarakat pesisir, termasuk mendorong dukungan pendidikan bagi anak-anak di sekitar wilayah operasi Satpolairud.

Acara peresmian dihadiri jajaran Forkopimda Banyuwangi, pejabat utama Polda Jatim, serta lembaga terkait sektor maritim.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan pesisir dan memastikan kegiatan masyarakat di bidang kelautan berjalan aman dan tertib.(***)

Polsek Gempol Tangkap Lima Pelaku Curanmor dan Curemas di Wilayah Gempol

0

PASURUAN – Polres Pasuruan mengamankan lima pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curemas) dalam dua pengungkapan kasus yang terjadi di wilayah Kecamatan Gempol. Pengungkapan ini menjadi bukti respons cepat dan komitmen jajaran Polres Pasuruan dalam menjaga keamanan masyarakat.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Irwan menyampaikan apresiasi terhadap kinerja tim yang berhasil mengungkap dua kasus besar tersebut. “Setiap laporan masyarakat kami tindaklanjuti dengan cepat. Kami akan terus menjaga agar Pasuruan tetap aman,” ujarnya setelah giat konferensi pers, di Mapolres Pasuruan, Senin (8/12/2025).

Kasus pertama adalah curanmor yang dialami Laily Maulidyah. Motor Honda Beat miliknya hilang dari depan kamar kos di Dusun Kuwung, Desa Karangrejo. Pelaku utama, Muhamad Sultoni (27), mengakui aksinya dan menyebut motor hasil curian dijual kepada penadah berinisial M. Ghofur (36) di wilayah Paserpan. Penadah tersebut kemudian menjual kembali motor itu ke wilayah Kejayan.

“Tersangka Sultoni mengakui menjual motor curian kepada saudara Ghofur seharga Rp3.500.000. Barang bukti juga berhasil kami amankan, termasuk kunci T, pakaian, helm, dan ponsel milik pelaku,” ujar penyidik Polres Pasuruan dalam konferensi pers tersebut.

Kasus kedua adalah pencurian dengan pemberatan (curemas) yang terjadi pada dua rumah warga di Dusun Legok, Desa Legok. Pada peristiwa pertama, rumah milik Saifuddin dibobol saat pemilik sedang menghadiri acara keluarga. Para pelaku mengambil uang tunai Rp11 juta serta perhiasan emas senilai sekitar Rp100 juta.

Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap Muhammad Maskur (32) yang mengakui pembagian hasil penjualan emas senilai Rp58 juta bersama rekan-rekannya.

Dalam pengembangan kasus, Unit Reskrim Polres Pasuruan juga menangkap Mochammad Toriqul Akbar (25), Yoga Surya Abadi (26), dan Hariono Zakaria (37), yang terlibat dalam dua rangkaian aksi curemas di wilayah tersebut.

Perhiasan emas hasil pencurian diketahui telah dijual di Pasar Bangil dan di Toko Mas Gajah Jogosari dengan nilai puluhan juta rupiah.

“Dari dua TKP, total perhiasan yang kami sita mencapai lebih dari 170 gram emas. Para pelaku menggunakan sebagian hasil kejahatan untuk membeli barang pribadi seperti sepeda motor dan peralatan rumah tangga,” jelas penyidik Polres Pasuruan.

Kapolres AKBP Jazuli Dani Irwan menegaskan bahwa Polres Pasuruan akan terus melakukan pengembangan untuk memastikan seluruh rangkaian kasus terungkap.

“Kami pastikan proses hukum berjalan tegas sesuai aturan. Kepada masyarakat, kami imbau terus bekerja sama melalui laporan-laporan yang konstruktif,” tutupnya.

Polres Pasuruan menyampaikan bahwa seluruh tersangka yang telah ditangkap kini dalam proses pemeriksaan dan pemberkasan untuk penyelesaian perkara sesuai prosedur hukum.

Polres Probolinggo Kota Intensifkan Patroli di Lokasi Wisata Jelang Libur Nataru

KOTA PROBOLINGGO – Pascakejadian pengunjung yang tenggelam di Wisata Kum – Kum pelabuhan Mayangan pada Jumat ( 05/12/2025 ) sore, Polres Probolinggo Kota Polda Jatim memberikan himbauan kepada para pengunjung agar lebih berhati – hati pada saat beraktivitas di tempat wisata Kum – Kum.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri S.I.K M.I.K melalui Plt. Kasihumas Iptu Zainullah mengatakan, bahwa kegiatan himbauan ini sebagai langkah antisipasi agar insiden tersebut tidak terulang lagi.

“Kami bersama anggota melaksanakan himbauan kepada para pengunjung wisata Kum – Kum, mengingat ini sudah memasuki akhir pekan dan warga masyarakat juga semakin ramai yang datang,” ujar Iptu Zainullah, Senin (8/12).

Ia juga menekankan kepada pengelola untuk meningkatkan pengawasan dan pendampingan kepada para pengunjung agar tidak melaksanakan aktifitas berenang diluar area batas aman pada saat air pasang

“Kemarin itu memang korban yang tenggelam berenang pada saat air pasang, jadi tadi kami tekankan kepada pengelola untuk melarang warga untuk pergi berenang pada saat air pasang agar tidak terjadi insiden lagi.”kata Iptu Zainullah.

Sementara itu, salah seorang pengunjung Eko mengatakan bahwa himbauan yang dilakukan oleh petugas Kepolisian ini sangat penting untuk mencegah para pengunjung tidak berenang pada saat air pasang.

“Kalau pak polisi yang bilang, itu pasti ada takutnya pak ( pengunjung ). Jadi orang mau berenang pada saat air pasang, pasti mikir 2 kali” kata Eko. (*)

Polres Pelabuhan Tanjungperak Gencar Patroli Skala Besar Jelang Nataru

0

TANJUNG PERAK – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), aparat gabungan Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim bersama instansi terkait, memperketat pengamanan di Kota Surabaya.

Upaya ini ditunjukkan melalui kegiatan patroli skala besar antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak, pada Sabtu (6/12/2025) malam.

Kegiatan tersebut diawali dengan apel Patroli Harkamtibmas yang dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Kamran.

Dalam arahannya, Kompol Kamran menekankan pentingnya kehadiran petugas di lapangan untuk mencegah potensi kerawanan di malam akhir pekan.

Usai apel, rombongan patroli stasioner langsung bergerak menyisir sejumlah titik vital dan rawan.

Rute penyisiran meliputi kawasan Jalan Jakarta dan pusat keramaian Jalan Kembang Jepun (Kya-Kya) yang masuk dalam wilayah hukum Polsek Pabean Cantikan, hingga bergeser ke Jalan Nyamplungan di wilayah hukum Polsek Semampir.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif kepolisian bersama instansi samping untuk menekan angka kriminalitas malam hari.

“Patroli Skala Besar ini dilaksanakan secara intensif dalam rangka antisipasi gangguan Kamtibmas serta mencegah adanya kejahatan malam di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” ujar Iptu Suroto.

Lebih lanjut, Iptu Suroto menegaskan bahwa patroli Harkamtibmas ini menargetkan segala bentuk ancaman yang dapat meresahkan masyarakat.

Fokus utama petugas adalah mengantisipasi tindak kejahatan 3C (curat, cuas, dan curanmor), serta fenomena gangster.

“Kami melakukan antisipasi terhadap aksi gangster, tawuran, balap liar, dan gangguan Kamtibmas lainnya yang dapat membuat situasi menjadi tidak kondusif,” tambahnya. (*)

Do’akan Korban Bencana Alam Sumut, Sumbar dan Aceh, Polres Mojokerto Kota Gelar Sholat Ghaib Berjamaah

0

Kota Mojokerto – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh, Polres Mojokerto Kota melaksanakan Sholat Ghaib dan doa bersama, Senin (08/12/25).

Kegiatan digelar Di Masjid Darul Muttaqin Polres Mojokerto Kota dipimpin oleh Imam dengan penuh kekhidmatan diikuti oleh seluruh personel dan masyarakat yang sedang berada Di Polres Mojokerto Kota.

Momentum tersebut menjadi wujud empati sekaligus dukungan moral kepada keluarga korban bencana yang mengalami musibah di wilayah Sumatera dan Aceh.

Kasihumas Polres Mojokerto Kota IPDA Jinarwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana memperkuat rasa kemanusiaan dan kebersamaan.

“Kami dari Polres Mojokerto Kota turut merasakan duka saudara-saudara kita di Sumatera. Doa ini menjadi ungkapan kepedulian sekaligus harapan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Selain menjadi bentuk kepedulian, kegiatan keagamaan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk selalu siaga menghadapi potensi bencana di wilayah Polres Mojokerto Kota.

Polres Mojokerto Kota berharap, melalui kegiatan ini masyarakat dapat turut mendoakan korban serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. (*)

Polres Gresik Beri Penghargaan Puluhan Anggota Berprestasi dan Belasan Tokoh Masyarakat Penjaga Kamtibmas

0

GRESIK – Komitmen Polres Gresik dalam menghadirkan layanan kepolisian yang profesional kembali diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada personel berprestasi serta tokoh masyarakat yang aktif membantu tugas kepolisian. Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara resmi di Lapangan Apel Polres Gresik, Jalan Wahidin Sudirohusodo No. 214, Kebomas, Senin (8/12/2025) pagi.

Upacara dipimpin Wakapolres Gresik, Kompol Shabda Purusha Putra, dengan dihadiri para pejabat utama Polres serta Kapolsek jajaran. Acara berlangsung khidmat dan penuh apresiasi terhadap semangat pengabdian yang ditunjukkan para penerima penghargaan.

Sebanyak 22 anggota Polri dari berbagai Satker dan Polsek, di antaranya Polsek Cerme, Balongpanggang, Bungah, Driyorejo, dan Manyar dinobatkan sebagai personel berprestasi. Mereka dinilai memiliki kinerja menonjol, dedikasi tinggi, serta kontribusi yang berdampak langsung pada pelayanan publik maupun pemeliharaan keamanan wilayah.

Tidak hanya dari internal kepolisian, penghargaan juga diberikan kepada 15 tokoh masyarakat yang dianggap berkontribusi aktif dalam menunjang tugas kepolisian, terutama dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Langkah ini sekaligus mempertegas kemitraan strategis antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga Kamtibmas.

Dalam amanatnya, Kompol Shabda menegaskan bahwa penghargaan merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap prestasi dan loyalitas yang ditunjukkan personel.

“Penghargaan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebanggaan, keteladanan, serta motivasi kerja,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa capaian positif ini harus menjadi contoh bagi personel lainnya, sekaligus menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Wakapolres menegaskan komitmen penerapan keseimbangan antara penghargaan dan hukuman. Personel yang melakukan pelanggaran disiplin maupun pidana akan tetap diberikan tindakan tegas sesuai aturan.

“Reward tetap diberikan bagi yang berprestasi, sementara punishment diterapkan untuk pelanggaran. Ini merupakan bentuk keseimbangan yang harus dijaga,” tegasnya.

Menutup sambutan, Kompol Shabda menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi seluruh penerima penghargaan.

“Semoga prestasi ini terus meningkat dan menjadi inspirasi bagi anggota lainnya,” imbuhnya.

Kegiatan berlangsung lancar, aman, dan tertib. Momentum tersebut kembali meneguhkan komitmen Polres Gresik dalam memberikan perhatian, motivasi, dan ruang penghargaan kepada anggotanya serta masyarakat yang peduli pada keamanan lingkungan. Upaya kolaboratif ini menjadi modal kuat dalam menciptakan wilayah yang aman, tertib, dan kondusif.

Personel Gabungan Lakukan Aksi Kemanusiaan Pascabencana Lahar Semeru di Sumberlangsep

0

Lumajang – Personel gabungan dari Brimob Polda Jawa Timur, Polres Lumajang, serta Polsek jajaran melaksanakan kegiatan kemanusiaan pascabencana luapan lahar Gunung Semeru di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Senin (8/12/2025).

Fokus utama kegiatan tersebut adalah membantu warga terdampak bencana dengan mengevakuasi barang-barang milik warga ke tempat yang lebih aman.

Selain itu, personel gabungan juga melakukan pembersihan rumah-rumah warga yang tertimbun material luapan lahar serta debu vulkanik Gunung Semeru.

Tidak hanya itu, jalan-jalan pemukiman yang tertutup material pasir, lumpur, dan abu vulkanik turut dibersihkan guna memulihkan akses dan aktivitas masyarakat setempat.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, melalui Kasubsi PIDM Si Humas Ipda Untoro, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polri bersama unsur terkait dalam membantu masyarakat pascabencana.

“Personel gabungan kami terjunkan untuk membantu meringankan beban warga terdampak bencana lahar Gunung Semeru. Mulai dari evakuasi barang-barang, pembersihan rumah, hingga membuka kembali akses jalan pemukiman,” ujar Ipda Untoro.

Ia menambahkan, kehadiran aparat di lokasi bencana diharapkan dapat memberikan rasa aman serta mempercepat proses pemulihan kehidupan warga terdampak.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi luapan lahar susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan,” pungkasnya.

Polres Bojonegoro Latih Personel Tanggap Darurat dan SAR

0

BOJONEGORO – Polres Bojonegoro Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar peningkatan kemampuan personel dalam penanganan bencana dan kedaruratan.

Kegiatan berlangsung di Gedung AP I Rawi serta area Sungai Bengawan Solo, Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro selama Dua hari mulai Kamis (4/12) hingga Jumat (5/12).

Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo saat membuka kegiatan mengatakan program ini menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi saat memasuki musim hujan.

“Kehadiran berbagai satuan teknis diharapkan dapat memperkuat kesiapan aparat dalam merespons kejadian bencana secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Bojonegoro menghadirkan narasumber dari BPBD Bojonegoro, Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim, RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro, serta Damkar Bojonegoro.

Para narasumber memberikan materi komprehensif mengenai penanganan bencana dari aspek pencegahan hingga tahap penyelamatan.

Petugas Damkar menyampaikan pelatihan pemadaman kebakaran, mencakup teknik pencegahan, penanggulangan, hingga proses evakuasi.

Sementara BPBD menekankan manajemen bencana secara menyeluruh, mulai pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana.

Materi turut diperkaya dengan simulasi gempa, teknik evakuasi, serta praktik lapangan.

Dari sisi medis, RS Bhayangkara memberikan materi Dokkpol, termasuk Kesehatan Lapangan dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).

“Keterampilan ini penting untuk mendukung tindakan cepat personel ketika menghadapi korban dalam kondisi darurat,” tambah Kompol Yoyok.

Brimob Polda Jatim pun memperkuat kemampuan Search and Rescue (SAR) untuk memastikan respon lebih efektif ketika bencana terjadi.

Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri dalam mendukung ketangguhan daerah.

Menurutnya, personel perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu bertindak cepat dan tepat dalam situasi krisis.

Ia menjelaskan pelatihan hari pertama difokuskan pada teori dan pemahaman teknis, sedangkan hari kedua diisi teori lanjutan serta simulasi lapangan di wilayah Bengawan Solo.

Pendekatan ini dinilai dapat memperkuat pemahaman sekaligus kemampuan praktik personel.

“Dengan peserta yang berasal dari beragam satuan, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat jaringan koordinasi lintas unit dalam penanganan bencana,” kata Kompol Yoyok.

Ia menekankan bahwa ilmu yang diberikan tidak hanya berorientasi teori, tetapi juga menuntut kemampuan aplikatif di lapangan.

“Harapannya peserta bisa mengikuti dan menerapkan materi dengan baik agar tingkat ketangguhan dan kesiapsiagaan semakin baik,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Polres Bojonegoro Polda Jatim berharap peningkatan kemampuan SDM dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di wilayah Bojonegoro.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, hingga tanah longsor. (*)

SPPG Polda Jawa Timur Wujud Transparansi Pelayanan Publik yang Semakin Profesional

0

SURABAYA – Sebanyak 89 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Jawa Timur (Jatim) hadir sebagai wujud kepedulian institusi Polri dalam memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang menjadi sasaran layanan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dari 89 unit SPPG itu sudah ada 14 SPPG yang beroperasi, 10 SPPG tahap peresmian, 2 SPPG proses verifikasi operasional dan 63 unit SPPG sedang tahap penyelesaian pembangunan.

“Melalui program ini, Polda Jatim menunjukkan komitmen kuat, selain memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan anggotanya juga masyarakat yang ada di wilayah Jawa Timur, ” ungkap Kombes Pol Abast, Senin (8/12).

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, Polda Jatim melalui jajarannya juga berkomitmen dalam menyediakan pelayanan pemenuhan gizi yang sistematis, terukur, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Transparansi menjadi prinsip utama, sehingga setiap proses pendistribusian maupun pemenuhan gizi dilakukan secara terbuka, tepat sasaran, dan dapat dipertanggung jawabkan,” tegas Kombes Pol Abast.

Profesionalitas SPPG Polda Jatim juga tercermin dari tenaga kesehatan dan petugas yang terlibat dalam pelayanan.

Mereka dibekali standar operasional yang jelas, pelatihan berkala, serta pemahaman mendalam mengenai kebutuhan gizi yang sesuai bagi berbagai kategori penerima manfaat.

Dengan dukungan SDM yang kompeten, SPPG Polda Jatim mampu memberikan layanan yang cepat, akurat, dan humanis sehingga meningkatkan kualitas penanganan kesehatan dan pemulihan kondisi bagi anggota maupun masyarakat.

“Inovasi layanan juga terus dikembangkan agar pemenuhan gizi dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan,” tambah Kombes Pol Abast.

Polda Jatim juga memanfaatkan teknologi, pengawasan distribusi, serta sistem pelaporan yang modern untuk memastikan bahwa setiap paket gizi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan penerima.

Menurut Kombes Pol Abast, proses ini tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan memastikan tidak ada ruang bagi ketidaktepatan dalam pendataan maupun penyaluran.

Secara keseluruhan, SPPG Polda Jatim menjadi bagian penting dari upaya Polri dalam membangun institusi yang kuat, sehat, dan humanis.

Pelayanan pemenuhan gizi yang dilakukan secara profesional mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Dengan semangat terus berinovasi dan menjaga integritas layanan, SPPG Polda Jatim mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan bangsa,” pungkas Kombes Abast. (*)

Polri Terus Evakuasi Warga dan Mengamankan Harta Benda di Candipuro: Bergerak Cepat Selamatkan Masyarakat

0

Lumajang, 7 Desember 2025 — Polri bergerak cepat di garis terdepan untuk menyelamatkan warga terdampak banjir lahar dingin di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Sejak pagi, personel Polres Lumajang bersama BPBD, TNI, perangkat desa, dan relawan terus melakukan evakuasi warga serta mengamankan harta benda masyarakat di sepanjang DAS Besuk Kobokan hingga Besuk Regoyo. Informasi ini penting segera diketahui masyarakat agar langkah penyelamatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Aktivitas Gunung Semeru yang masih berada pada Level III (Siaga) menunjukkan peningkatan. PVMBG mencatat 35 kali erupsi dalam enam jam pengamatan, dengan asap kawah menjulang setinggi 1.000 meter dan hujan di kawasan puncak yang memicu aliran lahar. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sejauh 13 km, menjaga jarak aman minimal 500 meter dari tepi sungai, dan menghindari radius 5 km dari puncak karena potensi lontaran batu pijar.

Banjir lahar dingin pada Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 13.17 WIB membawa dampak besar bagi warga. Material lumpur dan batu melintas cepat melalui Curah Kobokan dan jembatan Besuk Kobokan hingga memasuki pemukiman. Rumah-rumah di Dusun Sumber Langsep dan Kebondeli Selatan terendam lumpur hingga setinggi satu meter, beberapa di antaranya mengalami kerusakan struktural, dan satu rumah hanyut terbawa arus. Sembilan rumah lainnya serta satu masjid dilaporkan rusak akibat terisi material lumpur dan terjangan aliran lahar.

Akses jalan menuju wilayah terdampak sempat terhambat oleh material vulkanik sehingga menyulitkan warga menyelamatkan harta benda mereka. Kehadiran Polri menjadi penopang utama bagi warga yang masih memiliki kesempatan memindahkan dokumen penting, peralatan rumah tangga, barang elektronik, dan perlengkapan usaha mereka ke lokasi aman.

Saat ini, 395 warga telah mengungsi di tiga titik Dusun Sumber Langsep, terdiri dari laki-laki, perempuan termasuk ibu hamil, anak-anak, dan bayi. Polri terus memantau kondisi pengungsian serta memastikan warga berada di tempat yang aman.

Sebanyak 90 personel Polri diterjunkan ke lokasi untuk operasi kemanusiaan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H. Mereka bekerja dalam kondisi medan yang berat, dengan lumpur tebal, batu, dan sisa material vulkanik yang menghalangi akses. Polri dan masyarakat bekerja bahu-membahu mengamankan harta benda, banyak yang harus dipikul secara manual karena jalan licin dan sulit dilalui. Untuk barang-barang berukuran besar, kendaraan dinas Polri digunakan dengan menerobos genangan lahar dingin dan material letusan agar harta benda warga dapat diselamatkan sebelum kondisi memburuk.

Selain membantu pemindahan harta benda, Polri juga mengevakuasi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Beberapa dievakuasi dengan digendong karena tidak mampu berjalan melewati jalur yang tertutup lumpur.

Dalam pernyataannya, Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan:
“Kami mengimbau warga untuk menjauhi bantaran sungai dan tidak memasuki area berisiko karena aliran lahar dapat datang tiba-tiba. Jika ada peringatan dini dari petugas, segera lakukan evakuasi dan ikuti arahan di lapangan. Informasi yang cepat dan akurat sangat menentukan keselamatan masyarakat.”

Terkait relawan, Karopenmas menambahkan:
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian relawan, namun kami tegaskan agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian. Situasi di lapangan berubah cepat dan dapat membahayakan siapa pun. Dengan koordinasi yang baik, setiap bantuan dapat diberikan secara aman, efektif, dan tepat sasaran.”

Polri memastikan seluruh personel tetap siaga penuh. Upaya evakuasi warga, pengamanan harta benda, serta pembukaan akses aman akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat Candipuro melewati masa sulit ini.