Home Blog Page 242

Deandelicious Bakery, sebuah usaha roti rumahan di Sukaramai, kecamatan Kerajaan. Namanya mungkin terdengar asing, agak sulit dilafalkan. Tapi soal rasa, jangan tanya, maknyuss lah.!!

0

Deandelicious Bakery adalah usaha rumah tangga milik Sani Indah Bako, ibu satu anak yang telah eksis dibidang roti dan kue-kuean sejak tiga tahun lalu. Memasarkan produk-produk kue buatan tangannya sendiri melalui bsrbagai media sosial, Sani Indah Bako ternyata mampu meraup laba bersih hingga tiga jutaan perbulan. Para pemesan umumnya berasal dari sekitar Sukaramai, Salak, Tinada, Sibande, dan berbagai wilayah lainnya. Belakangan ini bahkan pesanan datang dari bandung dan Jakarta yang memesan kue buatan Sani Indah untuk diantar kepada keluarga di sekitaran Pakpak Bharat.

Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor berkesempatan mengunjungi industri rumah tangga ini, berdialog dengan Sani Indah Bako yang didampingi suaminya, melihat langsung proses pembuatan aneka roti di tempat ini, serta berdialog tentang pengembangan usaha kuliner yang telah dia rintis sejak tiga tahun lalu. Dikesempatan ini juga Bupati berjanji akan membantu usaha ini.

Apa yang perlu kami bantu,?, perlu pelatihan pembuatan kue?, peralatan pembuatan kue,? nanti kita bantu. Rumah Produksi juga akan kita bantu, nanti dikoordinasikan ya, segera.! pesan Bupati kepada Sumantri Bancin, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Pakpak Bharat yang turut mendampinginya.

Yang penting kalau sudah dibantu penjualan harus naik! pesan dia kemudian.

Saat ini Deandelicious Bakery hanya memasarkan hasil produknya melalu platform media sosial. Para pemesan melihat produk-prosuk yang dipasarkan, melalukan pemesanan, serta pembayaran melalui transaksi-transaksi elektronik.

Terimakasih kepada seluruh pelanggan kami yang mempercayakan pesanan kepada kami baik itu kue ulang tahun, makanan ringan berbagai acara, serta pesanan lainnya. Media sosial yang telah berkembang selama ini memang sungguh membantu kami, ucap Sani Indah Bako hari ini.(Tumangger)

“Siswa SMP Pakpak Bharat Raih Prestasi Gemilang di Lomba Coding dan Matematika”

0

Dia adalah Sahpen Dericho Berutu, pelajar kelas IX SMP N 1 Singgabur yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam lomba coding SATRIA (Smart AI and Tech Competition for A Rising Indonesia), peringkat Bronze Medal, serta mendapat CREDIT di Junior level Australian Mathematics Competition 2025 dan termasuk dalam Top 60% of year and region (Indonesia).

Hal ini membuktikan bahwa peserta didik dari Kabupaten Pakpak Bharat mampu bersaing secara global.

Sahpen Berutu adalah putra keempat dari pasangan Derianto Berutu dan Nurlia Bancin. Pemalu dan pendiam, tidak suka basa basi, tapi rumus matematika serumit apapun akan terurai diotaknya. Tidak heran kalau dia bercita-cita ingin menjadi pakar matematika.

Sahpen berangkat ke Jakarta mengikuti pelatihan matematika metode Gasing (Gampang, asyik dan menyenangkan) atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dengan Gasing Academy binaan Prof Johannes Surya, penemu dan pencetus Gasing. Sahpen bergabung dengan banyak putra-putri terbaik dari berbagai daerah seluruh tanah air, menyerap metode Gasing langsung dari Prof Johannes Surya. Mereka di ina dan dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kompetisi science Nasional dan Internasional.

Untuk 2026, kami kembali mengadakan program intensif Gasing yang didesain untuk mempersiapkan peserta didik tidak hanya untuk kompetisi Matematika dan Coding, namun juga untuk kompetisi Science baik lokal, nasional, ataupun internasional. Kami berharap dari Kabupaten Pakpak Bharat dapat kembali mengirimkan perwakilannya untuk Gasing Intensif Program 2026 sehingga ada tongkat estafet prestasi berkelanjutan dari Sahpen ke peserta didik lainnya di Kabupaten Pakpak Bharat, pesan Prof Johannes Surya.(Tumangger)

Walikota dan Wakil Walikota Batam Hadirkan Kehangatan di Tengah Laut Santri

0

Batam – Suasana religius mewarnai peringatan Hari Santri Tingkat Kota Batam Tahun 2025 di Dataran Engku Putri, Rabu (22/10/2025). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tampil mengenakan sarung, jas hitam dan peci, sementara Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, tampil anggun dalam balutan busana serba putih dengan kerudung.

Apel yang diikuti para santri se-Kota Batam dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut berlangsung khidmat. Tema Hari Santri tahun ini ialah “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad membacakan amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Mengawali amanatnya, ia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Amsakar.

Ia menyampaikan, kehadiran pemerintah melalui Kementerian Agama di lokasi musibah menjadi bukti nyata bahwa negara peduli terhadap pesantren dan para santri. Tragedi tersebut, katanya, menjadi pengingat agar semua pihak lebih memperhatikan keamanan dan keselamatan santri di masa mendatang.

Lebih lanjut, dalam amanat tersebut disebutkan bahwa penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada lahirnya Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari pada 1945. Fatwa itu menyerukan kewajiban berjihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang kemudian memicu perlawanan rakyat hingga peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya.

“Sekarang bangsa kita telah merdeka. Tak lagi terdengar dentuman meriam dan tembakan. Ini semua adalah nikmat agung dari Allah SWT, berkat darah para syuhada dan doa para ulama,” ujarnya.

Tahun 2025 menjadi momentum istimewa, karena menandai satu dekade peringatan Hari Santri sejak pertama kali ditetapkan pada 2015. Dalam rentang waktu itu, pesantren telah membuktikan perannya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.

“Dari rahim pesantren lahir tokoh-tokoh bangsa pejuang kemerdekaan, pemimpin umat, hingga ilmuwan yang kini berkiprah di tingkat nasional dan internasional,” ujar Amsakar.

Amsakar juga menegaskan bahwa santri masa kini harus menjadi pelaku sejarah baru, bukan hanya penonton perubahan zaman. Santri diharapkan mampu menguasai ilmu agama sekaligus teknologi dan sains modern, serta membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke dunia global.

Dalam amanatnya, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian besar terhadap pesantren melalui berbagai kebijakan, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para santri.

“Program tersebut menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya santri mendapatkan layanan kesehatan dan gizi gratis secara masif. Ini bentuk nyata negara hadir untuk pesantren,” Amsakar menyampaikan dalam amanat tersebut.

Sebagai penutup, Amsakar menyampaikan pesan agar seluruh santri terus berjuang menuntut ilmu dan menjaga akhlak.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawat tradisi pesantren, peluk inovasi zaman, dan bawalah semangat pesantren ke ruang publik. Dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis,” ujarnya.

Peringatan Hari Santri 2025 di Batam berlangsung penuh makna. Kehadiran ribuan santri, para tokoh agama, dan pimpinan daerah menjadi simbol semangat kebersamaan dalam mengawal Indonesia menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.

(Gokkon)

Polresta Banyuwangi Siap Menuju Zero ODOL 2027, Wujud Sinergi Keselamatan di Jalan Raya

0

BANYUWANGI – Upaya mewujudkan jalan raya yang aman, tertib, dan berkeadilan terus dilakukan oleh Polresta Banyuwangi Polda Jatim.

Melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Polresta Banyuwangi menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Menuju 2027 Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) di Rupatama Polresta Banyuwangi, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.H., M.Si., dan dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Ketua DPRD Banyuwangi, Kepala Dinas Perhubungan, Dinas PU CKPP, Dinas Koperasi, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, BBPJN Jatim–Bali, hingga pengusaha ekspedisi dan komunitas sopir truk.

FGD ini menjadi wadah sinergi dan kolaborasi bersama dalam mencari solusi komprehensif atas persoalan kendaraan ODOL yang berdampak pada keselamatan lalu lintas dan kerusakan infrastruktur jalan.

Dalam sambutannya, Kapolresta Banyuwangi menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya.

Ia menegaskan keselamatan adalah hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto).

“Masalah ODOL tidak bisa diselesaikan secara sepihak, perlu kolaborasi dan kesepahaman agar target Zero ODOL 2027 benar-benar tercapai,” ujar Kombes Rama.

Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., juga menambahkan, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang menginisiasi forum lintas sektor sebagai langkah nyata menuju perubahan dan ketertiban dalam dunia transportasi.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi memberikan apresiasi terhadap langkah Polresta Banyuwangi yang mengedepankan pendekatan dialogis dan solutif.

“Masalah ODOL ini menyangkut banyak kepentingan. Kami siap memberikan dukungan politik dan regulasi agar Banyuwangi benar-benar siap menuju Zero ODOL 2027,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Elang Prasetyo, S.I.Kom., M.H., mengungkapkan bahwa kendaraan ODOL menyumbang kerugian negara hingga Rp37 triliun per tahun akibat kerusakan jalan, serta menjadi penyebab 10–20% kecelakaan lalu lintas.

Kasat Lantas juga mengusulkan agar pengemudi truk mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan mengingat tingginya risiko kerja di lapangan.

Diskusi berjalan hangat dan interaktif. Para sopir serta pelaku usaha transportasi menyampaikan harapan agar penegakan hukum dilakukan secara adil dan tanpa tebang pilih, disertai kebijakan yang mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial bagi pelaku usaha.

Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh peserta kegiatan menandatangani Pakta Integritas Menuju Banyuwangi Zero ODOL 2027.

Dalam pakta tersebut, para pihak menyatakan siap mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan, tidak melakukan pelanggaran Over Dimension dan Over Loading (ODOL).

Selain itu juga memastikan seluruh kendaraan angkutan memenuhi standar teknis dan laik jalan dan mendukung penuh program pemerintah menuju Indonesia bebas ODOL serta siap menerima sanksi apabila terbukti melanggar komitmen ini.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan aksi simbolis pemotongan bak truk yang dimensinya melanggar ketentuan, dilakukan langsung oleh Kapolresta Banyuwangi dan disaksikan oleh seluruh peserta FGD.

Kegiatan tersebut menjadi simbol nyata keseriusan Polresta Banyuwangi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas serta mewujudkan transportasi yang aman, manusiawi, dan berkeadilan di Banyuwangi. (*)

Hadapi cuaca Ekstrim BPBD kabupaten Lumajang siaga penuh.

0

Lumajang, Gempur News.

— Peerubahan cuaca dari musim kemarau ke penghujan bisa menimbulkan cuaca ekstrem BPBD tingkatkan kesiapsiagaan demikian disampaikan Kepala BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi Ap.Msi. Pada Rabu ( 22/10/2025) di ruang kerjanya.

Cuaca ekstrem ini bisa hujan deras dan angin puting beliung, hujan deras yang tiba-tiba bisa menyebabkan banjir ataupun banjir lahar dingin oleh karena itu masyarakat diminta waspadai cuaca ekstrem ini ungkapnya
Jadi personil kami sudah siap siaga melalui pos pantau, grup Wa dan HT selalu memantau kondisi cuaca ekstrem terutama di daerah rawan bencana ungkapnya.

Selanjutnya Patria mengungkapkan, BPBD Kabupaten Lumajang meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi se waktu waktu

Lumajang termasuk wilayah Jawa Timur yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode tertentu. Kepala BPBD Lumajang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan deras dan angin puting beliung yang dapat menyebabkan banjir atau banjir lahar dingin.¹

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau update informasi cuaca terbaru dan mengikuti arahan dari BPBD Lumajang. Dengan kesiapsiagaan penuh, diharapkan dampak negatif dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan dan masyarakat dapat tetap aman. ( Jo/BB).

Sinergi untuk Integritas dan Anti-Narkoba: Polresta, BNNK, dan Lapas Banyuwangi Teguhkan Komitmen Bersama

0

Banyuwangi – Upaya menjaga keamanan dan mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran narkoba terus digelorakan oleh Polresta Banyuwangi. Bersama BNNK Banyuwangi dan Lapas Banyuwangi.

Jajaran tiga instansi ini menandatangani komitmen bersama untuk memperkuat sinergitas dan integritas dalam pencegahan gangguan keamanan serta pemberantasan narkotika.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Kamis (23/10/2025), dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.H., M.Si. dan dihadiri Kepala BNNK serta Kalapas Banyuwangi.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, menggambarkan tekad bersama untuk menciptakan sistem yang lebih bersih dan berintegritas.

Dalam sambutannya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga sebagai langkah preventif menjaga stabilitas keamanan, terutama di lingkungan Lapas yang memiliki dinamika cukup kompleks.

“Kami berkomitmen mendukung penuh upaya pencegahan di Lapas. Polresta siap membantu dalam mitigasi potensi gangguan keamanan dan bersinergi dalam pelaksanaan razia rutin agar lingkungan tetap kondusif dan bebas dari penyimpangan,” tutur Kombes Pol. Rama.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., juga menambahkan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan bagian dari pendekatan kemanusiaan untuk memastikan hak dan keselamatan warga binaan tetap terlindungi.

Sementara itu, Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Polresta dan BNNK. Kalapas menegaskan bahwa seluruh jajaran Lapas berkomitmen memperkuat integritas dan tidak mentolerir adanya pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

“Kami akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti melanggar. Dengan sinergi ini, kami optimis Lapas Banyuwangi mampu menjadi contoh Lapas yang bersih dan berintegritas tinggi,” ujarnya.

Sinergitas antara Polresta Banyuwangi, BNNK, dan Lapas Banyuwangi ini menjadi wujud nyata bahwa pencegahan narkoba bukan hanya tugas satu institusi, tetapi tanggung jawab bersama.

Melalui langkah kolaboratif ini, diharapkan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, manusiawi, dan bebas dari peredaran narkoba sekaligus menjadi cerminan nyata semangat “Sinergi untuk Negeri” di Banyuwangi.(*)

Tinjau Lapang, Komisi IV DPRD Banyuwangi Dorong DLH Bantu Percepatan Perijinan Pembangunan TPS 3R Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo.

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuwangi dorong percepatan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R Reduse,Reuse,recycle di Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo untuk mengurangi volume sampah di wilayah tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV, Patemo usai melakukan tinjau lapang lokasi rencana pembangunan TPS 3 R. di Kecamatan Purwoharjo.

“TPS 3R ini nantinya akan mengelola sampah dari 37 desa di 8 kecamatan dengan kapasitas 160 ton per hari,“ ucap Patemo saat dkonfirmasi melalui sambungan telepon, Jum’at (17/10/2025).

Menurut politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Bangorejo ini, lokasi pembangunan TPS 3 R di desa Karetan dinilai telah memenuhi syarat dan kriteria lokasi maupun teknis, tidak mencemari lingkungan,memiliki lahan luas, mudah di akses, tidak menganggu estetika serta lalu lintas.

“Kita berharap Dinas Lingkungan Hidup bisa membantu mempercepat proses perijinan pembangunan TPS 3R di Desa Karetan sesuai dengan Paeraturan Perundang-undangan yang berlaku,“ ucap Patemo.

Patemo menjelaskan berdasrkan paparan yang disampaikan oleh Kepala DLH, pembangunan TPS Karetan saat ini masih dalam tahap cut and fill untuk penyiapan lahan konstruksi. Pekerjaan tengah berprogres pada bagian pondasi, pagar keliling, dan bangunan penyangga lainnya.

“Targetnya pada Bulan Juni 2026 pembangunan sudah tuntas,“ jelasnya.

Selain TPS 3R Karetan, Pemkab juga akan membangun dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dan di Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Pembangunan dua SPA tersebut merupakan bagian dari pengembangan Banyuwangi Hijau Fase 3, dengan dukungan Clean Rivers, Uni Emirat Arab. Masing-masing SPA memiliki kapasitas 50 ton sampah per hari.

Dengan demikian, total kapasitas tiga fasilitas baru itu mencapai 260 ton per hari dan mampu melayani hingga 1,4 juta penduduk Banyuwangi.

“Dengan total populasi Banyuwangi sebanyak 1,7 juta jiwa, artinya program Banyuwangi Hijau akan bisa menjangkau hampir seluruh warga. Sisanya akan dilayani melalui dukungan pihak lain, seperti Sungai Watch dan Clean Oceans Through Clean Communities (CLOCC) asal Norwegia,” pungkasnya. (*/Sgt)

HIKMAH KENAPA BUKAN HARI KIYAI TAPI HARI SANTRI

0

Oleh Faizuddin FM
(Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelang)

JOMBANG – gempurnews.com. Satu sosok inspiratif bukan hanya Indonesia tapi juga dunia yang dapat kita jadikan teladan, sebagai santri sekaligus seorang kiyai besar adalah KH. Abdurrahman Wahid atau sering disapa Gus Dur. Istilah “Gus” di sini sudah menandakan bahwa beliau adalah putra Kiyai, tidak tanggung-tanggung, beliau adalah cucu dari Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

Menurut Gus Dur, makna santri tidak hanya terbatas pada mereka yang mondok di pesantren, tetapi lebih kepada siapapun yang memiliki akhlak mulia seperti santri dan memiliki komitmen untuk memperdalam ilmu agama serta meneruskan ajaran ulama. Ia memandang santri sebagai orang yang berani mengambil lompatan pemikiran filosofis dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai universal dari Al-Qur’an dan Hadis, yang diwujudkan melalui kajian mendalam terhadap kitab kuning.

Berkomitmen pada kebenaran: Secara etimologis, kata “shastri” (yang kemudian diadopsi menjadi santri) berarti orang yang menguasai kitab suci. Ini menegaskan bahwa santri adalah orang yang mempelajari dan mendalami ajaran agama secara mendalam.

Nah, sekarang mari kita belajar mengambil hikmah dari kenapa yang ditetapkan Hari Santri bukan Hari Kiyai, sementara yang memproklamirkan resolusi jihad adalah Mbah Kiyai Hasyim Asy’ari, beliau juga Kiyainya Kiyai, Hadratus Syekh Muasis Pondok Tebuireng, Muasis Jam’iyah Nahdlatul Ulama, namun kenapa kok bukan Hari Kiyai ? padahal roh dilahirkannya Hari Santri karena semangat resolusi jihad yang terjadi pada tanggal 22 Oktober yang semestinya harus kita peringati adalah siapa pembangkit dan yang menggelorakan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan pada waktu itu, tapi yang muncul justru Hari Santri.

Ini menunjukkan bahwaaannya setiap Kiyai itu pasti pernah nyantri dan menjadi santri Kiyainya ketika masih mondok di pondok pesantren, yang pasti disebut sebagai Hari Santri menunjukkan bahwasanya seorang Kiyai pun juga adalah sebagai santri, sejarah bagaimana Mbah Hasyim Asy’ari mondok di Pondok Bangkalan asuhan daripada Kiyai Khalil Bangkalan, bertahun-tahun beliau mondok disana, setelah beliau mondok dibangkanlan kemudian pulang mendirikan Pondok Tebuireng, dalam sejarah nya Kiyai Khalil Bangkalan juga pernah mengaji di depan Kiyai Hasyim Asy’ari, bahkan Kiyai Hasyim Asy’ari kaget dan bertanya “Kiyai panjenengan adalah Guru saya, kenapa saat ini panjenengan justru mengaji kepada saya” dijawab oleh Kiyai Khalil Bangkalan “yang dulu ya sudah berlalu, kamu dulu mondok ditempat saya, saat ini saya ingin belajar kepada kamu saling mencari ilmu, saling memperbanyak guru antara satu Kiyai dengan Kiyai yang satunya”

Kiyai Haji Abdul Karim Muasis Pondok Pesantren Lirboyo adalah senior Mbah Hasyim Asy’ari sebagai santri saat di Pondok Bangkalan asuhan Kiyai Haji Khalil Bangkalan, Kiyai Haji Abdul Karim dalam sejarahnya juga pernah mengaji di depan Mbah Kiyai Hasyim Asy’ari, Kiyai Hasyim Asy’ari ketika ada masalah-masalah Nahwiyah dan Sorfiyah beliau tanyanya kepada Kiyai Haji Abdul Karim, nah ini adalah tradisi ulama Kiya zaman dulu yaitu memberbanyak guru, memperbanyak sanad, tidak ada rasa gengsi tidak ada rasa takabbur di dalam hati beliau-beliau ketika berbicara Maslah ilmu.

Hikmah yang harus kita teladani dari Kiyai-kiyai terdahulu dan terapkan di zaman sekarang adalah :

  1. Memperbanyak Guru
  2. Memperbanyak Sanad
  3. Tidak ada Rasa Gengsi.

Dengan adanya Hari Santri diharapkan semangat para santri-santri untuk selalu mengaji dan memperbanyak ilmu dan sanad termotivasi. (AFR)

Raker Penyusunan Propemperda Tahun 2026, Bapemperda DPRD Banyuwangi Kaji Judul Raperda Pengelolaan Dana Abadi Daerah Usulan Eksekutif

0

BANYUWANGI | Gempurnews com – Badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat kerja internal dengan agenda membahas surat masuk dari eksekutif terkait usulan judul Raperda di luar Propemperda tahun 2025 serta pra penyusunan Propemperda Tahun 2026, Senin (20/10/2025)

Untuk kali ini, eksekutif mengusulkan judul Rancangan peraturan daerah tentang Pengelolaan Dana Abadi Daerah (DAD).

Ketua Bapemperda, Ahmad Masrohan mengatakan, rapat kerja internal tersebut sebagai tindaklanjut surat dari Bupati Banyuwangi perihal tambahan usulan judul rancangan peraturan daerah tentang Pengelolaan Dana Abadi Daerah.

“Usulan judul Raperda dari bupati ini merupakan rancangan peraturan daerah yang ketiga di luar program pembentukan peraturan daerah atau Propemperda tahun 2025,” ujar Masrohan.

Politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Sempu ini mengatakan, pengajuan Raperda di luar Propemperda ini tidak serta merta bisa disetujui, namun tetap melalui mekanisme pembahasan di DPRD, termasuk rapat-rapat Bapemperda dan persetujuan seluruh anggota dewan lintas fraksi,

”Prosesnya tentu melalui pembahasan dan kajian mendalam melalui mekanisme rapat, apakah usulan raperda ini urgen atau penting untuk diatur karena adanya kebutuhan mendesak dan hal lainnya mengingat waktu dan tahun anggaran 2025 hanya tersisa dua bulan,” ucapnya.

Ada sikap kehati-hatian Bapemperda dalam membahas usulan judul regulasi daerah sangat penting, lanjut Masrohan, hal ini menunjukkan komitmen pihaknya untuk menghasilkan produk hukum daerah yang berkualitas, implementatif dan tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

”Sikap hati-hati memastikan semua prosedur ini dijalankan dengan benar, sehingga produk hukum yang dihasilkan sah secara yuridis,” ucapnya.

Selain hal itu, dalam rapat kerja internal, Bapemperda juga melakukan sosialisasi program pembentukan peraturan daerah tahun 2026.

”Kita sosialisasikan kepada seluruh anggota DPRD Banyuwangi. Wakil rakyat diminta mengajukan usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Rancangan peraturan daerah yang akan diusulkan dalam Propemperda tahun 2026 harus memenuhi syarat-syarat dasar pembentukan peraturan daerah,” ucap Masrohan.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, menurutnya, syarat dasar pembentukan peraturan yang harus dipenuhi antara lain judul Raperda, latar belakang pembentukan, kajian-kajian filosofis, sosiologis, yuridis dan ruang lingkup pengaturan.

“Selain syarat dasar tersebut, bisa juga ditambahkan jika Raperda bersifat spesifik. Seperti halnya muatan lokal, kearifan lokal, hal ini sudah kita buatkan form dan disosialisasikan kepada segenap anggota dewan,“ jelas politisi Partai PDI Perjuangan ini.

Seluruh Anggota Bapemperda, lanjutnya, telah melakukan rapat diskusi sesuai dengan ketentuan Permendagri nomor 80 Tahun 2015 tentang pembentukan produk hukum daerah. Penyusunan Propemperda, ucap Masrohan, harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat Banyuwangi, selain hal-hal yang sifatnya mandatory yang diamanatkan Undang-Undang di atasnya.(*/Sgt)

Upacara Hari Santri Nasional 2025 : Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

Gempurnews | Pemalang – Lapangan Panca Darma Desa Kendaldoyong
di padati ratusan Santri dan ulama dari semua kalangan untuk melaksanakan upacara Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada hari Rabu tanggal 22 Oktober 2025 yang dihadiri Camat Petarukan beserta rombongan Forkompinca,Kepala Desa Se Kecamatan Petarukan dan Santri serta para tokoh tokoh ulama.

Upacara Hari Santri Nasional (HSN)berlangsung dengan khidmat penuh semangat,bertindak sebagai Inspektur upacara Camat Petarukan Syamsul Dewantara. Acara tersebut menjadi manifestasi nyata dari penghargaan atas kontribusi historis para santri dan ulama dalam menjaga Kemerdekaan serta turut aktif dalam pembangunan nasional.

Camat Petarukan Syamsul Dewantara dalam pidatonya menyampaikan amanat yang penuh makna dan inspiratif bagi seluruh santri yang menjadi ujung tombak masa depan bangsa.

Camat Syamsul menekankan pentingnya peran ganda santri yang tidak hanya pintar dalam ilmu agama,tetapi juga unggul penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dan Ia mengajak para santri untuk senantiasa menjadi teladan dalam moderasi beragama dan penggerak Persatuan di tengah masyarakat, serta menjaga nilai nilai Pancasila sebagai Ideologi yang kokoh.”ucap Camat Petarukan dalam pidatonya.

Amanat ini disambut baik oleh para santri Ulama dan tamu undangan lainnya, sebagai motivasi tambahan untuk terus belajar dan berjuang demi kemajuan daerah.

Setelah rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama lalu dilanjutkan dengan penampilan seni beladiri dari Pagar Nusa yang berhasil menarik perhatian para peserta upacara dan tamu undangan.

Aksi para santri Pagar Nusa menjadi simbol bahwa santri tidak hanya fokus dalam kajian kitab kuning saja,melainkan juga memiliki ketrampilan dan kemampuan yang mumpuni dalam menjaga diri serta membela kebenaran.

(yn26)