Home Blog Page 48

DPKP Cimahi Fokus Tangani Banjir di Dua Titik Rawan Genangan Serta Siapkan Solusi Jangka Panjang

Cimahi,Kamis( 15/04/2026)
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) saat ini tengah memfokuskan penanganan banjir di dua titik rawan, yakni di Jalan Amir Mahmud dan Jalan Mahar Martanegara.

Upaya ini dilakukan sebagai respons atas kerap terjadinya genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Kepala Bidang Tata Kelola Air DPKP Cimahi Sambas Subagja menjelaskan, penanganan yang tengah dilakukan saat ini berupa normalisasi sungai guna memperlancar aliran air.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi potensi luapan air saat intensitas hujan tinggi.
“Untuk penanganan jangka pendek, kami lakukan normalisasi sungai agar aliran air kembali lancar dan tidak meluap ke jalan,”ungkapnya.

Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, DPKP telah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya pelebaran sungai yang ada serta pembagian aliran air menuju saluran utama.
Selain itu,normalisasi kolam retensi juga menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian banjir di wilayah tersebut.

“Dengan langkah terpadu ini, diharapkan persoalan banjir di kawasan Jalan Amir Mahmud dan Jalan Mahar Martanegara dapat teratasi secara bertahap dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan maupun warga sekitar.”Pungkasnya

Lurah Padasuka Pererat Silaturahmi dengan Guru SD dan SMP di Wilayahnya

Cimahi,Jumat(17/04/2026)
Lurah Padasuka,Ratih Dwi Setia Putri melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi ke sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang berada di wilayah Kelurahan Padasuka.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah Kelurahan Padasuka dengan para tenaga pendidik, sekaligus menyerap aspirasi dan melihat langsung kondisi lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut,Ratih Dwi Setia Putri menyampaikan harapannya agar kunjungan ini dapat menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.
“Kami berharap kehadiran pemerintah di tengah-tengah dunia pendidikan dapat memberikan dukungan moral serta menciptakan lingkungan yang lebih baik, sehingga proses pembelajaran berjalan optimal,”ungkapnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bentuk perhatian pemerintah kelurahan terhadap sektor pendidikan khususnya,dalam menciptakan ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.

Para guru menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap komunikasi serta sinergi antara pihak sekolah dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik ke depannya.

Proyek Strategis Tahun 2025 di Kota Cimahi Diaudit Ketat, Wakil Walikota Cimahi Ajak Publik Kawal Transparansi

Cimahi,Selasa (14/04/2026) Pemerintah Kota Cimahi memastikan sejumlah proyek strategis tahun 2025 tengah menjalani proses audit ketat oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Langkah ini dilakukan guna menjamin seluruh pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai aturan dan menghasilkan kualitas pembangunan terbaik bagi masyarakat Kota Cimahi.

Wakil Walikota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa proyek-proyek penting seperti pembangunan Bunderan Jati, rumah dinas kepala daerah, hingga pengembangan RSUD Cibabat berada dalam pengawasan ketat auditor negara.

Menurut Adhit,Audit tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penggunaan anggaran publik tetap transparan dan akuntabel.
“Tujuannya agar seluruh pengerjaan taat aturan dan hasilnya benar-benar berkualitas,”terangnya.

Wakil Walikota Cimahi juga mengajak masyarakat untuk turut mengawal proses audit tersebut. Keterlibatan publik dinilai penting agar hasil audit benar-benar memberikan manfaat maksimal dan menjaga kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan daerah.

“Ini uang rakyat, jadi harus kita kawal bersama. Transparansi harus menjadi komitmen semua pihak,”pungkasnya.

Dengan adanya pengawasan dari BPK RI serta dukungan masyarakat, Pemkot Cimahi berharap seluruh proyek pembangunan dapat selesai tepat waktu, sesuai spesifikasi, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.

DLH Cimahi Awasi Pelaku Usaha Nakal, Pelanggar Aturan Sampah Akan Ditindak Tegas

Cimahi,Rabu(15/04/2025)
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tidak mengelola sampah sesuai ketentuan yang berlaku.

Upaya penertiban dilakukan tanpa pandang bulu,difokuskan bagi usaha seperti rumah makan yang dinilai masih kerap menyamakan pengelolaan sampahnya dengan rumah tangga biasa.

Kabid tata hukum lingkungan
DLH Kota Cimahi,Ario Wibisono,S.H.,selasa(14/4/2026), menyayangkan masih terjadinya praktik tersebut.

Menurut Aryo,sampah yang dihasilkan pelaku usaha memiliki karakteristik dan volume berbeda, sehingga tidak bisa disamakan dengan sampah rumah tangga.

“Sayang sekali kalau sampah dari pelaku UMKM, misalnya rumah makan, masih diperlakukan seperti sampah rumah tangga. Padahal dalam aturan, mereka memiliki kewajiban khusus dalam pengelolaan sampah yang dihasilkannya,”terang Ario.

Kemudian Aryo menjelaskan, dalam regulasi yang berlaku, pelaku usaha sebenarnya tidak diwajibkan bekerja sama langsung dengan DLH,Namun mereka wajib memastikan pengelolaan sampah dilakukan oleh pihak resmi yang memiliki izin.Jika tidak mampu mengelola sendiri, pelaku usaha harus menggandeng pihak ketiga yang legal dan kompeten dibidangnya.

“Yang menjadi masalah adalah kewajiban dalam dokumen lingkungan sering kali tidak dijalankan,Jika tidak bisa mengolah sendiri, harus menunjuk pihak lain yang berizin. Kalau tidak, itu yang kami tindak,”imbuhnya.

DLH Cimahi mencatat, produksi sampah harian di Kota Cimahi mencapai sekitar 251 ton, berdasarkan perhitungan jumlah penduduk hampir 600 ribu jiwa dengan rata-rata produksi 0,4 kilogram per orang per hari,Angka tersebut belum termasuk tambahan dari sektor perdagangan, restoran, dan aktivitas usaha lainnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DLH terus mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah, termasuk pengolahan organik menjadi pakan ternak, kompos, hingga produk daur ulang bernilai ekonomi.

Ario menekankan bahwa kunci utama tetap pada pemilahan sampah sejak dari sumbernya,
“Semua teknologi pengolahan itu tetap berawal dari pemilahan,tanpa pemilahan, prosesnya akan sulit,Bahkan memisahkan sampah organik dan an-organik saja masih jadi tantangan besar,”tegasnya.

DLH juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, mengingat persoalan ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata pemerintah.

Dalam upaya penegakan aturan, DLH Cimahi telah melakukan pengawasan terhadap sejumlah pelaku usaha. Hasilnya, beberapa rumah makan telah dikenai sanksi, mulai dari teguran hingga penutupan sebagian instalasi pengelolaan limbah karena tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, DLH juga tengah menertibkan sistem retribusi sampah agar sesuai dengan klasifikasi usaha. Selama ini, masih ditemukan pelaku usaha yang membayar retribusi setara rumah tangga melalui pengurus lingkungan, yang dinilai tidak sesuai aturan.

“Kami kembalikan sesuai peraturan. Pelaku usaha wajib membayar retribusi dan mengelola sampah sesuai dokumen lingkungan, bukan lagi disamakan dengan warga biasa,”tandas Ario.

DLH Cimahi juga menyoroti praktik kerja sama dengan pihak pengangkut sampah ilegal yang tidak memiliki izin resmi. Praktik ini menjadi salah satu fokus penertiban ke depan.

“Kami akan kejar dan tindak pelaku usaha yang tidak mengindahkan aturan,mereka harus memastikan mitra pengelola sampahnya memiliki izin,hal Itu penting untuk menjamin sampah benar-benar dikelola dengan baik,” pungkasnya.

Pemkot Cimahi Laksanakan Pembangunan,Sesuai Dengan Aturan Dari Pusat dan Disesuaikan Fiskal Daerah

Cimahi,Kamis(16/04/2026)
Pemerintah Kota Cimahi mengarahkan pembangunan tahun anggaran 2025 pada sejumlah proyek strategis yang ditujukan untuk memperkuat infrastruktur serta meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat. Sejumlah program prioritas mulai disiapkan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga.
Beberapa proyek yang masuk agenda pembangunan antara lain penataan Bundaran Jati, pembangunan Puskesmas Cibeureum, Rumah dinas hingga pengadaan Unit Pengelolaan Darah di RSUD Cibabat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menunjang mobilitas warga sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di Kota Cimahi.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, mengatakan sebagian program pembangunan juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat, terutama di sektor pendidikan melalui Dinas Pendidikan Kota Cimahi.
Selain proyek layanan publik, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan rumah dinas secara bertahap. Pada tahun 2025, tahapan difokuskan pada pemadatan lahan sebelum konstruksi fisik dilaksanakan pada tahun berikutnya.

“Kami tidak ingin membangun secara terburu-buru. Karena kondisi tanah sebelumnya merupakan area persawahan,maka tahap pemadatan harus dilakukan secara optimal,”ungkap Adhitia,Senin 13 April 2026.

Ia menambahkan, pembangunan fisik rumah dinas direncanakan dimulai pada 2026 dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah dan perencanaan anggaran yang tersedia.

“Untuk pembangunan rumah dinas akan dijadwalkan tahun 2026,”imbuhnya.

“Pemerintah Kota Cimahi berharap seluruh program strategis tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan memberi dampak nyata, terutama dalam mempercepat peningkatan pelayanan publik serta kenyamanan masyarakat di Kota Cimahi.”pungkasnya.

Dua Taman di Kota Cimahi Jadi Percontohan,Raih Penghargaan RBRA

Cimahi,Senin (13/04/2026)
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) berhasil meraih penghargaan tingkat nasional dalam kategori Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).
Penghargaan tersebut diberikan untuk dua taman unggulan, yakni Taman Pilar Mas yang berada di RW 03 Kelurahan Utama dan Taman Bougenville di RW 21.

Wali Kota Cimahi menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, sekaligus edukatif bagi anak-anak dan masyarakat.

Menurut Ngatiyana, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan,melainkan melalui proses panjang dan kerja keras berbagai pihak.
“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi tim yang solid, mulai dari dinas teknis, kelurahan, kecamatan hingga partisipasi aktif masyarakat,” ungkapnya.

Walikota Cimahi juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas taman yang telah dibangun agar tetap terjaga.

Ngatiyana juga menekankan pentingnya rasa memiliki dengan memperlakukan taman seperti halaman rumah sendiri agar kebermanfaatannya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Selain itu, ia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank BJB atas dukungan yang telah diberikan dalam pengembangan ruang publik di Kota Cimahi.

Selanjutnya Walikota Cimahi menegaskan bahwa penghargaan yang diraih hanyalah bonus,Hal terpenting adalah memastikan taman-taman tersebut terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya sebagai ruang bermain yang layak bagi anak-anak.

“Dengan adanya penghargaan ini,Kota Cimahi semakin meneguhkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak serta mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.”pungkasnya.

Seorang Perempuan Merasa Dianiaya, Laporkan Pamannya Di Polsek Kota Sidoarjo

Sidoarjo | Gempurnews – Seorang perempuan Vara Ayutania Putri (27) warga Ds. Sumberrejo RT.03 RW.01 Kec. Wonoayu Kabupaten Sidoarjo, melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Sidoarjo Kota pada Selasa (14/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, saat menjemput anaknya dirumah neneknya di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.
Berdasarkan keterangan dalam laporan, insiden bermula saat korban didatangi seorang pria yang masih memiliki hubungan keluarga, yakni pamannya berinisial YN, yang diketahui bekerja sebagai anggota Satpol PP. Tanpa diduga, pelaku bersikap agresif dengan memukul sepeda motor korban menggunakan helm.
Korban yang berusaha menghindar kemudian masuk ke dalam rumah. Namun, pelaku tetap mengejar dan kembali melakukan kekerasan. Korban dipukul menggunakan helm hingga mengenai bagian wajah, tepatnya di pipi kanan, yang mengakibatkan memar. Selain itu, korban juga ditendang hingga mengenai paha kiri dan membuat dirinya terjatuh.
Aksi tersebut akhirnya dilerai warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut. Meski sempat mereda, pelaku kembali meluapkan emosi dengan merusak sepeda motor korban. Kendaraan ditendang hingga roboh, menyebabkan kaca spion sebelah kanan pecah serta tutup aki terlepas.
Usai kejadian, terduga pelaku penganiayaan (YN) meninggalkan lokasi. Korban merasa dianiaya kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Saat dikonfirmasi awak media, terduga pelaku berinisial YN memberikan klarifikasi. Ia membantah adanya aksi penganiayaan dan menyebut kejadian tersebut hanya sebatas konflik internal keluarga.
“Tidak ada pak, hanya pertikaian keluarga biasa”. Katanya
Lebih lanjut, YN menyampaikan bahwa dirinya berencana mendatangi Polsek Sidoarjo Kota pada hari berikutnya guna memberikan penjelasan dan meluruskan persoalan yang terjadi. Ia juga mengaku telah melakukan koordinasi, meski tidak dijelaskan secara rinci apakah koordinasi tersebut dilakukan dengan pihak korban atau langsung kepada pihak kepolisian. (Yl)

Dorong Partisi Masyarakat, Pemkab Sidoarjo Dukung Sensus Ekonomi 2026

Sidoarjo | Gempurnews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2026 mendatang. Dukungan ini ditujukan untuk memastikan tersedianya data ekonomi yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Bupati Sidoarjo, Subandi menegaskan bahwa sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam memetakan kondisi riil perekonomian masyarakat.
Menurutnya, data yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam
menyusun program yang tepat sasaran.
“Sensus Ekonomi 2026 ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan dan potensi ekonomi di Sidoarjo. Kami mendukung penuh pelaksanaannya dan mengajak seluruh masyarakat serta pelaku
usaha untuk berpartisipasi aktif memberikan data yang benar,” ujarnya saat audiensi dengan BPS Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa pada Kamis (16/4/2026).
la juga menambahkan, keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah desa hingga pelaku usaha, akan menentukan kualitas data yang dihasilkan.
“Dengan data yang valid, kami optimis kebijakan yang diambil mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat dan merata.” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Sidoarjo, Bagyo Trilaksono, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau seluruh aktivitas usaha tanpa terkecuali.
“Di Sensus Ekonomi nanti semua usaha akan didata, mulai dari skala mikro sampai besar, dari yang memiliki izin hingga yang belum memiliki izin. Bahkan seluruh sektor juga akan tercakup, mulai dari pertanian, industri, hingga jasa,” jelasnya.
Bagyo menekankan bahwa kelengkapan data tersebut sangat penting untuk menggambarkan struktur ekonomi secara menyeluruh. Dengan demikian, hasil sensus dapat digunakan oleh pemerintah daerah maupun pusat dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat dan berkelanjutan. (Yl)

Workshop Harmoni Tubuh dan Jiwa Disabilitas Melalui Seni Pertunjukan Teater dan Permainan Rakyat

Cimahi, Rabu(15/04/2026)
Bertempat di Aula Fakultas Psikologi UNJANI Lantai 4.
Dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai narasumber , Endah Andriani Pratiwi, M.Psi.,Hermana HMT,S.Sr. dan Mei Suprihartini,S.T,CHA,CC MHC,CH.Kegiatan berlangsung dari jam 13.00 WIB-16.00 WIB dan ikuti oleh berbagai organisasi dan lembaga yang peduli dengan perkembangan anak.

Usaiemberikan materi,salah seorang nara sumber dan juga sebagai pelaku seni teater yakni kang Hermana HMT,S.Sr. memberikan penjelasan terkait materi dia sampaikan dalam kegiatan Workshop tersebut,
“Hari ini Rumah Kreatif Bunda Mei(RKBM) menyelengarakan kegiatan ini yakni Workshop tentang teater dan permainan anak tradisional yang dikhususkan untuk disabilitas,sebenarnya workshop ini bukan hanya diperuntukan untuk Disabilitas saja,namun untuk semua dengan tujuan bagaimana mengemvalkan kesadaran masyarakat,bahwa betapa pentingnya permainan tradisional itu dimainkan oleh anak-anak,dengan tujuan untuk tumbuh kembangkan bukan hanya badannya saja tapi fikiran,jiwa dan pengetahuannya.Bahwa anak-anak itu merupakan makhluk yang masih kosong dan harus diisi oleh sesuatu tang bermanfaat,nah permainan tradisional ini merupakan sesuatu kegiatan yang bermanfaat hagi anak-anak agar otaknya menjadi lebih cerdas,perasaannya menjadi lebih peka danntubuhnya lebih aktif dan kreatif serta produktif,sehingga kesehatan mentalnya terjaga juga kesehatan tubuhnya terjaga pula,”Ungkap Hermana HMT.

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi(DKKC),Siti Yanti Abintini,S.H.,M.M.,memberikan penegasan terkait Kegiatan Workshop tersebut,
“Alhamdulillah,Hari ini saya bisa menghadiri keguatan yang dilaksanakan oleh RKBM,kegiatan ini merupakan bagian kreatifitas RKBM untuk mengajukan anggaran ke Dana Indonesiana.Harapan dari DKKC adalah semua komunitas,sanggar dan paguron tentunya berharap sama seperti RKBM,yakni mandiri mencari anggaran dalam berkegiatan untuk pengembangan kebudayaan.Tugas DKKC selanjutnya adalah membatu pembuatan legalitas,proposal dan segala sesuatu yang berhubungan denga administrasi.Kegiatan hari ini sungguh luar biasa,karena selain pembinaan terdapat unsur pelestarian,pemanfaatan dan pendaya-gunaan dari para pelaku budaya dan secara spesifik mengangkat bagaimana anak-anak disbilitas juga merupakan sebuah pribadi yang memiliki potensi,luar biasa dan memiliki kemampuan yang dihubungkan dengan dunia teater dan permainan tradisional.Semoga harapan kami dan nara sumber agar permainan tradisional dapat masuk ke dalam kurikulum sekolah melalui Dinas pendidikan,Hal ijinenjadi pemikiran bagi kita semua tentang bagaimana kita membentuk karakter anak-anak usia dini maupun berkebutuhan khusus dari jenjang takan kanak-kanak sampai SMP menyongsong Anak Indinesia Hebat 2045,” Tambahnya.

Dalam kesempatan terpisah,Dekan Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani,Brig.Jend.(Purn.)Dr.Eri Aditiawara Hidayat memberikan tanggapan positif perihal digelarnya workshop olah raga tradisional bagi anak berkebutuhan khusus,
“Kami dari Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani sangat mendukung kegiatan yang berlangsung hari ini,karena anak-anak berkebutuhan khusus harus dilibatkan Inklusi ,melalui kegiatan permainan tradisional dapat mengasah kreatifitas dan secara kognisi membantu dia bisa mengoptimalkan dirinya baik dari sisi kerjasama,psikomotor,gerakan serta fikiran sehingga anak tersebut dalam dunia luar dapat berinteraksi lebih baik dengan orang lain.Saya berharap kepada masyarakat agar tidak menganggap remeh anak-anak yang berkebutuhan khusus,karena pada dasarnya mereka mungkin secara kognisi baik bahkan cerdas,namun ada kelemahan dari sisi fisik dan yang lainnya,jika anak berkebutuhan khusus diikut-sertakan,tidak kenutup kemungkinan dia bisa menunjukan kelebihannya secara optimal dan di masyarakat dia akan berfungsi secara optimal pula,”Tegasnya.

Kepala bidang kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi,Lucky S.M.,S.E.,M.M.,memberikan tanggapan terkaut Kegiatan Workshop yang dilasanakan di Fakultas Psikologi Unjani beberapa saat setelah membuka kegiatan tersebut,
“Terima kasih kepada Bunda Mei dan seluruh tim Yayasan RKBM atas terselenggaranya kegiatan yang luar biasa ini. Upaya yayasan dalam memberikan ruang bagi ide-ide kreatif mulai dari kerajinan hingga pelestarian budaya tidak hanya memperkaya keterampilan peserta, tetapi juga mempererat silaturahmi dan semangat kebersamaan di lingkungan kita.”pungkas Lucky kepada wartawan.

Achmad Syafei

Langkah Nyata Dan Menguatkan Gizi dan Menghidupkan Ekonomi Desa, Wabup Mimik Resmikan Dapur SPPG Prasung,

Sidoarjo | Gempurnews – Di tengah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pada hari Kamis, (15/4/26), Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tak hanya menjadi pusat penyedia makanan bergizi, tetapi juga simbol kepedulian terhadap kehidupan warga desa.
Peresmian dapur ini membawa perubahan yang nyata. Sebanyak 52 warga lokal kini memiliki pekerjaan tetap, menghadirkan senyum di tengah keluarga yang sebelumnya bergelut dengan keterbatasan ekonomi. Kehadiran dapur SPPG bukan sekadar fasilitas, melainkan harapan yang perlahan menjelma menjadi kenyataan.
Dalam sambutannya, Mimik Idayana menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga bagaimana pemerintah hadir langsung menyentuh kehidupan masyarakat kecil.
“Ini bukan sekadar dapur. Ini adalah ruang harapan, tempat di mana kesehatan anak-anak kita dijaga, dan ekonomi warga kita diperkuat,” ungkapnya Mimik
Dapur SPPG Prasung dirancang dengan standar kebersihan dan kualitas yang tinggi. Setiap proses pengolahan makanan dilakukan secara teliti, memastikan bahwa setiap hidangan yang disajikan tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan bergizi bagi para penerima manfaat.
Lebih dari itu, dampak keberadaan dapur ini terasa luas. Para petani, pedagang bahan pokok, hingga pelaku usaha kecil di sekitar desa ikut merasakan denyut ekonomi yang mulai bergerak. Rantai kebaikan ini menciptakan efek berganda yang memperkuat ketahanan ekonomi desa.
Di tengah suasana peresmian, terlihat jelas rasa syukur dan harapan dari masyarakat. Bagi mereka, dapur ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Mimik Idayana pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat keberlangsungan program ini. Ia percaya, dengan semangat gotong royong, dapur SPPG dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.
Kini, dari Prasung, sebuah pesan kuat mengalir: bahwa kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata mampu menghadirkan perubahan besar. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan generasi yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera.(Yl)