Home Blog Page 58

Survei KedaiKOPI: 88,8 Persen Masyarakat Puas dengan Manajemen Pemerintah dalam Mudik Lebaran 2026

JAKARTA — Sebagian besar masyarakat yang melakukan mudik pada Lebaran 2026 mengaku puas terhadap manajemen mudik yang diselenggarakan pemerintah. Lembaga Survei KedaiKOPI mencatat, sebanyak 88,8 persen responden merasa puas, dengan nilai rata-rata kepuasan sebesar 7,18 dari skala 1 sampai 10.

Hasil itu disampaikan oleh Head of Research KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, dalam pemaparan survei tahunan KedaiKOPI terkait pelaksanaan mudik Lebaran, Senin (6/4/2026). Survei dilakukan pada 23–30 Maret 2026 terhadap 1.101 responden yang memenuhi kriteria sebagai pemudik Lebaran 2026.

“Dari skala 1 sampai 10, kita mendapatkan nilai sebesar 7,18. Maka dari skala tersebut kita dapat kategorikan bahwa responden yang melakukan mudik cukup puas dengan layanan atau manajemen mudik yang telah dilakukan oleh pemerintah,” kata Ashma.

Ashma mengatakan, kepuasan tersebut diukur dari dua aspek besar, yaitu layanan armada transportasi umum, serta infrastruktur dan kebijakan manajemen mudik secara keseluruhan.

Pada aspek layanan armada, kepuasan tertinggi secara konsisten tercatat pada kenyamanan armada yang berlaku untuk bus, kereta api, maupun travel atau shuttle resmi. Namun, masing-masing moda juga mencatatkan titik lemah tersendiri.

Untuk pengguna bus, aspek yang mendapat penilaian paling rendah adalah kenyamanan terminal bus. Bagi penumpang kereta api, keluhan terbesar datang dari ketersediaan kuota tiket, di mana angkanya turun signifikan dibanding tahun lalu, dari 84,8 persen menjadi 76,1 persen atau berkurang 8,7 persen. Sementara itu, pengguna travel resmi mengeluhkan kenyamanan saat menunggu di pool atau titik penjemputan.

Di moda kapal laut, kepuasan tertinggi dirasakan saat proses antrean masuk ke kapal, sedangkan aspek terendah adalah keteraturan saat mengantri membeli tiket di pelabuhan. Adapun untuk pengguna pesawat, kenyamanan di dalam kabin mendapat apresiasi tertinggi, sementara ketersediaan kuota tiket menjadi aspek terendah, meski angkanya justru naik dari 76,2 persen tahun lalu menjadi 80 persen tahun ini.

“Kesulitan yang dirasakan dalam mengakses tiket kereta api lebih banyak dirasakan oleh responden tahun ini dibandingkan tahun lalu. Turun tertingginya ada pada ketersediaan kuota tiket kereta api, yang tahun lalu 84,8 persen, sekarang hanya 76,1 persen,” kata Ashma.

Dari sisi infrastruktur jalan, kepuasan terhadap jalan tol secara konsisten lebih tinggi dibanding jalan non-tol. Pada pengguna jalan tol, kepuasan di hampir semua aspek berkisar di angka 91–92 persen. Aspek yang paling diapresiasi adalah kondisi saat memasuki jalan tol (92,7 persen) dan keamanan serta penerangan jalan tol (92,2 persen). Khusus untuk penerangan jalan tol, angka ini melonjak tajam dibanding tahun lalu yang hanya 77,2 persen, atau naik 15 persen.

Sebaliknya, untuk jalan non-tol, ketersediaan rambu lalu lintas yang dinilai cukup dan jelas mendapat apresiasi tertinggi di angka 85,8 persen. Aspek yang paling dikeluhkan adalah kemulusan jalan di dalam kabupaten atau kota tujuan (73,1 persen), turun dari 82,9 persen pada 2025.

“Ada peningkatan di aspek keamanan dan penerangan jalan tol. Yang tahun lalu puas hanya sebesar 77,2 persen, tahun ini naik menjadi 92,2 persen. Jadi memang ada peningkatan penerangan di jalan tol tahun ini dan itu diapresiasi dalam menjaga keamanan mudik 2026,” kata Ashma.

Ashma lalu menjelaskan, kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan pemerintah, seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow, mendapat sambutan positif dari 80,8 persen responden. Sementara itu, 82 persen pemudik menyatakan puas dengan layanan posko kesehatan yang tersedia selama perjalanan mudik.

“Kepuasan terhadap kebijakan rekayasa lalu lintas sebelumnya mencapai 91,2 persen dan posko kesehatan 92,9 persen di tahun 2025. Pola yang sama kami temukan di tahun ini, mayoritas masih puas, namun persentasenya turun dibanding tahun lalu,” ujar Ashma.

Di rest area, ketersediaan bahan bakar menjadi aspek yang paling diapresiasi, dengan 87,1 persen responden merasa puas. Namun, kebersihan toilet menjadi catatan tersendiri, hanya 77,8 persen yang merasa puas, turun dari 86,2 persen pada tahun sebelumnya.

“Ini mungkin juga dikarenakan memang pengguna toilet di saat periode mudik lebih banyak, sehingga kebersihan toiletnya cukup agak sulit untuk dijaga secara konsisten,” ujar Ashma.

Untuk layanan darurat, 77,8 persen responden menyatakan puas, turun 12,5 persen dari 2025. Sementara kepatuhan pengendara lain mendapat angka kepuasan paling rendah di antara semua aspek yang diukur, yakni 71,9 persen, turun 10,1 persen dibanding tahun lalu.

Salah satu kebijakan yang paling diapresiasi pemudik adalah pemisahan akses pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan, yang berlaku di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk mulai 13–29 Maret 2026. Sebanyak 91,5 persen responden menyatakan setuju dengan kebijakan tersebut, dengan nilai rata-rata dukungan 7,66 dari skala 10.

Adapun survei KedaiKOPI juga mengukur kinerja kepolisian dari dua sisi, yaitu polisi lalu lintas (Polantas) yang bertugas di jalan, serta polisi yang menjaga keamanan lingkungan rumah yang ditinggal pemudik.

Dari sisi Polantas, Ashma menjelaskan 80,6 persen responden merasa puas terhadap kinerja Polantas dalam menjaga kelancaran arus mudik, dan 81,7 persen puas terhadap kinerjanya dalam menjaga keamanan arus mudik. Meski masih di atas 80 persen, Ashma mengatakan kedua angka ini turun dibanding 2025, di mana masing-masing turun 5,7 persen dan 6,2 persen.

Dari sisi keamanan rumah, 86,7 persen responden percaya bahwa aparat lingkungan seperti RT/RW atau satpam mampu menjaga rumah mereka selama ditinggal mudik, dengan nilai rata-rata kepercayaan 7,78. Adapun kepercayaan terhadap kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan permukiman tercatat pada angka 79,4 persen dengan rata-rata 7,20.

“Jika kita fokus pada seluruh aspek yang ditanyakan terkait kinerja polisi, yaitu menjaga kelancaran lalu lintas, menjaga keamanan arus mudik, hingga menjaga keamanan di lingkungan rumah, maka nilai rata-rata kepuasannya adalah 7,81. Jumlah responden yang merasa puas terhadap kinerja Polri secara keseluruhan sebanyak 84,1 persen,” pungkas Ashma.

Satlantas Polres Lumajang Edukasi Tertib Lalu Lintas dan Anti-Bullying Sejak Dini di TK Bhayangkari 23

Lumajang – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang terus mengintensifkan edukasi tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Kali ini, kegiatan sosialisasi digelar saat menjadi pembina upacara bendera hari Senin di TK Bhayangkari 23 Lumajang, Senin (6/4/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Lumajang bersama jajaran Binmas memberikan pemahaman kepada para peserta didik terkait pentingnya keselamatan di jalan raya serta pencegahan perilaku bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.

Materi yang disampaikan meliputi cara aman dan selamat saat berangkat ke sekolah, pengenalan rambu-rambu lalu lintas, serta pentingnya penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor.

Selain itu, anak-anak juga diberikan edukasi tentang bahaya bullying dan bagaimana bersikap baik terhadap teman sebaya.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menyampaikan bahwa edukasi sejak dini sangat penting dalam membentuk karakter disiplin dan kesadaran hukum pada anak.

“Penanaman disiplin berlalu lintas dan pemahaman tentang bahaya perundungan perlu diberikan sejak usia dini. Dengan begitu, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tertib, peduli sesama, serta memiliki empati yang tinggi,” ujar Ipda Suprapto.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas sekaligus lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

“Melalui pendekatan edukatif seperti ini, kami berharap pesan-pesan keselamatan dan nilai-nilai positif dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

HBP Ke-62, Komitmen Nyata Kalapas Batam Wujudkan Lapas Bersih dari Narkoba dan Halinar

Batam – Lapas Batam menggelar kegiatan razia gabungan, tes urine, dan pemusnahan barang bukti pada Senin, 6 April 2026, dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62.

Mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata Pelayanan Prima”, Kegiatan ini melibatkan sinergi dari unsur TNI dan Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia. dengan bekerja sama dengan APH di Kota Batam yaitu TNI, Polri dan BNN Kota Batam yaitu pemberantasan narkoba dan melakukan sinergi dengan aparat penegak hukum guna memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif

Melalui pemusnahan barang bukti hasil razia selama setahun dan pelaksanaan tes urine, diharapkan seluruh jajaran semakin solid dalam menjaga marwah institusi serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan kerja nyata Pelayanan Prima.

Dalam arahannya, Yosafat Rizanto menyampaikan bahwa tindakan tegas ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk mewujudkan Lapas Batam yang bersih dari barang terlarang. Ia menekankan pentingnya integritas bagi seluruh petugas dalam memberikan pelayanan yang profesional serta pembinaan yang manusiawi bagi warga binaan.(Gokkon)

Wakil Wali Kota Cimahi Laksanakan Monitoring Tes Kemampuan Akademik SMP Tahun 2026 di SMP 1 Cimahi

Cimahi,Senin(06/04/2026)
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, melakukan monitoring langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 di SMP Negeri 1 Cimahi, Senin (6/4/2026).

Dalam Kegiatan tersebut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, Kepala SMPN 1 Cimahi, Asep Jamaludin, beserta jajaran sekolah.

Pelaksanaan TKA di Kota Cimahi dijadwalkan berlangsung selama enam hari dengan sistem pengawasan rolling antar sekolah guna menjaga objektivitas dan kualitas pelaksanaan ujian.

Dalam penjelasannya kepada awak media, Adhitia Yudistira menjelaskan bahwa TKA merupakan bagian dari proses evaluasi akhir bagi siswa, khususnya kelas 9 SMP serta kelas 6 untuk jenjang SD dan MTs. Ia menyebutkan, terdapat dua mata pelajaran utama yang diujikan, yakni matematika dan Bahasa Indonesia.

“Alhamdulillah pelaksanaan TKA berjalan lancar, Sistemnya dilakukan secara bergelombang sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti dengan baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut,Wakil Walikota Cimahi menuturkan bahwa TKA tidak hanya sekadar ujian, tetapi juga menjadi bagian dari siklus evaluasi pendidikan. Hasil yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk memetakan kebutuhan masing-masing sekolah, baik dalam aspek literasi maupun numerasi.

“Hasil dari TKA ini akan menjadi dasar evaluasi,Nantinya akan terlihat sekolah mana yang perlu penguatan di bidang literasi atau numerasi, sehingga bantuan dari pemerintah pusat bisa lebih tepat sasaran,” terangnya.

Selain itu, penilaian dalam TKA juga mencakup aspek karakter dan lingkungan sekolah, yang dinilai penting dalam mendukung kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Terkait kelulusan, Adhitia menegaskan bahwa TKA saat ini lebih difokuskan sebagai salah satu syarat dalam jalur prestasi pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), bukan sebagai penentu utama kelulusan siswa.

Di SMPN 1 Cimahi sendiri, pelaksanaan TKA dilakukan dengan pembagian sesi setiap harinya. Dalam satu hari, terdapat dua sesi ujian, dan kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 13 April 2026.

Pemerintah Kota Cimahi berharap pelaksanaan TKA tahun ini dapat berjalan optimal serta memberikan gambaran yang komprehensif terhadap kualitas pendidikan di setiap satuan pendidikan.

Achmad Syafei

Dominasi Pecatur Muda Lumajang di Milad ke-6 MTsN 03, Kuda Putih dan MI Nuris Unjuk Kualitas.

Lumajang , Gempur News.

– Kejuaraan Catur dalam rangka Milad ke-6 MTsN 03 Lumajang menjadi ajang unjuk kemampuan para pecatur muda terbaik di Kabupaten Lumajang. Digelar pada Senin (06/04/2026) di Aula MTsN 03 Lumajang, kompetisi ini berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 60 peserta tingkat SD/MI.
Turnamen yang menggunakan sistem Swiss lima babak dengan format catur cepat (rapid chess) 10 menit ini menghadirkan persaingan sengit sejak babak awal. Para peserta tampil penuh strategi dan konsentrasi tinggi demi meraih hasil terbaik.
Dalam kejuaraan tersebut, dominasi terlihat dari para pecatur binaan Klub Catur Kuda Putih Lumajang yang sukses memborong gelar di kategori putra. Abbad Najib Almunna tampil gemilang dengan meraih juara pertama, disusul Firmansyah Furqon Jadid sebagai juara kedua, serta Moh. Istisam di posisi ketiga. Sementara itu, Bima Adyaksa menempati posisi harapan satu.
Di kategori putri, Anindia Akrimna Ailova tampil tak kalah impresif dan berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang pertandingan.
Menariknya, para juara tersebut juga merupakan bagian dari pembinaan catur usia dini yang cukup aktif di Lumajang, termasuk dari MI Nuris Kota Lumajang yang turut menyumbangkan atlet terbaiknya dalam ajang ini.
Kepala MI Nuris Lumajang, Adan Kahirulloh, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih para siswa. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari latihan rutin dan komitmen dalam pembinaan.
“Kami akan terus mendorong siswa untuk mengikuti berbagai kejuaraan, baik di dalam maupun luar daerah. Ini penting untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding mereka,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi seperti ini merupakan bagian dari persiapan menuju target yang lebih besar, yakni meraih prestasi di ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) MI tingkat Kabupaten Lumajang.
Hal senada disampaikan Ketua Klub Catur Kuda Putih Lumajang, Joe Efendi. Ia mengapresiasi kerja keras para atlet muda yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berkembang dan meraih hasil yang lebih tinggi ke depan,” katanya.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan pencarian bibit unggul pecatur muda di Lumajang. Dengan potensi yang terus berkembang, bukan tidak mungkin daerah ini akan melahirkan atlet catur berprestasi di tingkat yang lebih tinggi di masa mendatang.
(JOE)

Pengamanan Ketat, Laga Persik Kediri vs Persijap Jepara Berakhir Imbang Tanpa Gol

0

Kediri Kota – Aparat gabungan TNI-Polri bersama unsur pendukung berhasil mengamankan jalannya pertandingan sepak bola BRI Super League musim 2025/2026 antara Persik Kediri melawan Persijap Jepara yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Senin (6/4/2026).

Pengamanan dimulai sejak pukul 13.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan total 404 personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait. Sebanyak kurang lebih 1.827 penonton hadir langsung menyaksikan pertandingan yang berlangsung dalam suasana aman dan kondusif.

Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kompol Iwan, yang memimpin apel pengamanan menegaskan pentingnya langkah preventif dalam menjaga keamanan pertandingan. Seluruh personel ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk pintu masuk stadion untuk melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penonton.

“Pengamanan dilaksanakan secara profesional dan humanis. Kami mengantisipasi potensi gangguan, termasuk mencegah masuknya barang terlarang seperti minuman keras maupun senjata tajam,” ujarnya saat memberikan arahan.

Ia juga menekankan bahwa pengamanan dilakukan sesuai regulasi yang berlaku, termasuk pembagian zona pengamanan, di mana petugas steward bertugas di ring 1, sementara TNI-Polri berada di ring 2 dan siap membantu apabila diperlukan.

Pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut berlangsung sengit. Kedua tim, baik Persik Kediri maupun Persijap Jepara, saling menekan sepanjang laga. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol yang tercipta dan pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0.

Sejumlah pemain kunci dari kedua tim turut tampil, di antaranya kapten Persik Kediri Bayu Otto serta kapten Persijap Jepara Wahyudi Hamisi yang memimpin permainan di lapangan.

Usai pertandingan, situasi di Stadion Brawijaya berangsur kondusif. Pada pukul 17.50 WIB, seluruh penonton telah meninggalkan area stadion dengan tertib. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan apel konsolidasi yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kediri Kota sebagai bagian dari evaluasi pengamanan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan pengamanan pertandingan berjalan lancar tanpa adanya gangguan menonjol, mencerminkan sinergi yang baik antara aparat keamanan dan seluruh pihak terkait dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan terkendali.

751 Atlet Bertanding, Bripda Petra Polri Raih Emas: Dari Perawatan K9 Alma hingga Juara Nasional KASAL Cup V 2026

Jakarta – Di tengah ketatnya persaingan 751 atlet dari 82 kontingen TNI, Polri, dan umum dalam ajang KASAL Cup V 2026, seorang anggota Polri berhasil mencuri perhatian dengan meraih medali emas. Ia adalah Bripda Petra Julio Alexandro Sihombing, personel Subdit Cakal Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri.

Kejuaraan Nasional karate bergengsi tersebut dibuka langsung oleh Laksamana Madya TNI Edwin, S.H., M.Han Secara Langsung Membuka kejuaraan KASAL CUP V Tahun 2026. Dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 POMAL. Kejuaraan tersebut dilaksanakan pada 4–5 April 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Di balik keberhasilan meraih medali emas kelas Kumite Perorangan TNI/Polri -60 Kg Putra, terdapat keseharian yang penuh disiplin dan tanggung jawab. Bripda Petra bukan hanya seorang atlet, tetapi juga handler K9 “Alma”, satwa Polri yang memiliki kemampuan deteksi bahan peledak (handak).

Setiap hari, Bripda Petra memulai tugas dengan memastikan kondisi kesehatan Alma, memberikan pakan, menjaga kebersihan kandang, serta melaksanakan latihan rutin untuk mempertajam kemampuan deteksi. Dalam pelaksanaan tugas operasional, ia memastikan Alma selalu dalam kondisi siap digunakan untuk mendukung pengamanan maupun penanganan situasi berisiko tinggi.

Ikatan antara handler dan satwa menjadi fondasi utama keberhasilan. Ketelitian, kesabaran, serta konsistensi latihan menjadikan Alma sebagai K9 yang andal, sekaligus mencerminkan kualitas sumber daya manusia Polri yang profesional dan presisi.

Selain Bripda Petra, prestasi juga diraih oleh rekan satuannya, Bripda Salma Aulia, yang berhasil meraih medali perunggu pada kelas Kumite Perorangan TNI/Polri -68 Kg Putri.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa personel Polri mampu menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas operasional dan pengembangan kapasitas diri. Disiplin yang dibangun dalam keseharian menjadi modal utama dalam meraih prestasi di berbagai bidang.

Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol Drs. Mulya Hasudungan Ritonga, M.Si. menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Polri melalui fungsi Korsabhara akan terus berkomitmen dalam membangun sumber daya manusia unggul serta kesiapsiagaan operasional, guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Kakorsabhara dalam keterangannya.

“Yang satu mahir deteksi bom, yang satu jago karate,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan sosok personel Polri yang tidak hanya unggul dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga berprestasi sebagai individu.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di lingkungan Korsabhara Baharkam Polri berjalan selaras antara peningkatan kemampuan operasional dan pengembangan potensi personel. Polri akan terus mendorong lahirnya anggota yang tangguh, berprestasi, serta siap memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Pecatur Mi Nuris Kota Lumajang , menjadi yang terbaik di Kejuaraan catur Milad ke-6 MTSN 03.

Lumajang, Gempur News.

— Adalah Anindia Akrimna Ailova dan Abbad Najib Almunna menjadi yang terbaik di masing masing kategori lomba catur tingkat SD/Mi SE Kabupaten Lumajang dalam kejuaraan Catur Milad Ke-6 MTSN 03 Lumajang, yang diselenggarakan pada hari Senin ( 06/04/2026). Di Aula MTSN 03 Lumajang.

Kejuaraan Catur yang dikemas dengan model catur Cepat ( Rapid Chess) dengan waktu pikir 10 menitan ini berlangsung dalam 5 Babak sistem Swiss di ikuti oleh 60 pecatur muda usia se kabupaten Lumajang yang berlangsung mulai jam 08: 00 SD. Jam 12 30 ,ini memperebutkan Trofi piala tetap dan piagam penghargaan.

Kepala Madrasah Nuris Kota Lumajang Adan Kahirulloh merasa bangga dengan Raihan prestasi dari para siswa siswi Mi kota yang dibinanya dan menyatakan akan selalu terus mengikuti kejuaraan Catur baik di dalam kota maupun di luar kota, dalam rangka meningkatkan kemampuan bermain dan meningkatkan kualitas permainan anak didiknya yang nanti targetnya adalah menjuarai Porseni Mi Kabupaten Lumajang.( JOE).

Polres Pasuruan Takziah dan Berikan santunan untuk Korban Laka di Perlintasan Kereta

PASURUAN – Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Pasuruan melaksanakan takziah sekaligus membarikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan di perlintasan kereta Senin (6/4/2026).

Kegiatan berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB di rumah duka, Dusun Sobo RT 03/RW 06, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Korban diketahui bernama Alfidia Arofah (26), perempuan, warga Dusun Sobo, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Korban ditemukan meninggal dunia pada pukul 03.00 WIB di jalur rel kereta api petak Porong–Bangil Km 40+900, tepatnya di wilayah Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji.

Korban meninggalkan seorang suami dan dua anak laki-laki yang masih berusia balita.

Kasat Binmas Polres Pasuruan, AKP Sunarti, menyampaikan bahwa kegiatan takziah ini merupakan bentuk empati sekaligus kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian kami,” ujar AKP Sunarti.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, termasuk memberikan perhatian kepada individu yang berpotensi mengalami tekanan psikologis.

“Kami mengajak masyarakat untuk saling peduli dan segera melaporkan apabila ada warga yang membutuhkan pendampingan atau perhatian khusus,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat dan personel Polres Pasuruan, antara lain Kasat Samapta, Kasubbag Binkar Bag SDM, Kanit Bhabinkamtibmas, serta anggota Satbinmas.

Polres Pasuruan berharap kehadiran mereka dapat memberikan kekuatan bagi keluarga korban dalam menghadapi duka yang mendalam.

Kapolda Sumsel Akselerasi Kompetensi SDM Polri Dukung Asta Cita Presiden

PALEMBANG, gempurnews.com — Polda Sumatera Selatan terus memperkuat transformasi institusi melalui akselerasi peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Polri guna mendukung program pembangunan nasional dan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, dalam kegiatan evaluasi dan paparan tugas pokok fungsi Biro SDM yang digelar di Ruang Cafe 96 Gedung Promoter Polda Sumsel, Senin (6/4/2026).

Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tugas kepolisian di era modern.

Ia menekankan bahwa evaluasi tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah personel, tetapi harus menyentuh aspek kualitas yang mencakup kompetensi, keterampilan teknis, serta etika profesi.

“Kompetensi anggota adalah syarat utama agar pelaksanaan tugas di lapangan berjalan profesional. Kualitas harus menjadi prioritas,” tegas Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga menyoroti pentingnya kesiapan mental dan integritas personel sebagai fondasi dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Lebih lanjut, Sandi Nugroho menginstruksikan seluruh satuan kerja untuk membangun budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan internal.

Menurutnya, peningkatan kemampuan tidak harus selalu bergantung pada anggaran besar, tetapi dapat dilakukan melalui optimalisasi pengetahuan dari personel berpengalaman, pelatihan rutin, serta pembelajaran mandiri.

Dengan demikian, transformasi SDM Polri dapat berjalan lebih cepat, adaptif, dan efisien.

“Pelatihan harus menjadi kebutuhan dasar, bukan sekadar formalitas. Personel harus siap menjalankan tugas dengan baik dan benar sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa arah kebijakan SDM tahun 2026 berfokus pada digitalisasi pelayanan serta sistem rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).

Langkah ini merupakan implementasi nyata dari program Presisi Kapolri yang menitikberatkan pada modernisasi organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kami berkomitmen mempercepat peningkatan kompetensi anggota di seluruh jajaran agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Peningkatan kualitas SDM ini secara langsung berdampak pada penguatan pelayanan publik serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.

Dengan personel yang profesional, adaptif, dan berintegritas, Polri mampu memberikan jaminan keamanan yang optimal sekaligus mendukung iklim investasi dan pembangunan daerah.

Melalui langkah strategis ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, profesional, dan responsif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mendukung penuh agenda nasional menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing.

MOH.SANGKUT