Fokus Kesejahteraan Guru Honorer, DPRD Pamekasan Selektif Kaji Usulan OPD

466 0

PAMEKASAN – DPRD Pamekasan sangat selektif dalam membahas Program Pemerintah, lebih lebih dalam hal penganggaran, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pamekasan sangat hati-hati.

Tiap usulan yang disampaikan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dikaji secara detail. Usulan yang tidak menguntungkan bagi masyarakat tidak akan diloloskan.

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengatakan banggar akan cukup selektif dalam mengkaji usulan mitra kerjanya. ”Sejumlah usulan anggaran dicoret karena tidak menyentuh langsung kepada rakyat,” ujar Fathor Rohman, (14/12/2020).

Salah satu yang menjadi fokus para wakil rakyat adalah nasib guru honorer. Pasalnya, honor yang mereka terima sangat kecil. Yakni, Rp 200–350 ribu sebulan.

Hal itu berdasarkan laporan guru honorer yang datang langsung ke gedung dewan. Padahal, tanggung jawab kerja mereka juga berat. Sama seperti yang berstatus PNS.

Sebelumnya, Banggar DPRD Pamekasan dan Timgar Pemkab Pamekasan, sudah membahas terkait kesejahteraan guru honorer sejak tahun lalu. Melalui komisi IV telah mengupayakan kesejahteraan guru honorer ditingkatkan melalui insentif.

Pada 2021mendatang, guru honorer akan diberi insentif Rp 600 ribu tiap bulan. Minimal, insentif itu bisa meringankan beban mereka di bidang kesejahteraan.

”Ini sudah kami bahas dan anggarkan tahun ini, tapi terganjal refocusing anggaran. Kami akan perjuangkan lagi di 2021,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiuddin mengatakan, kesejahteraan guru akan menjadi atensi DPRD ke depan. Pihaknya sudah mengupayakan ada bantuan langsung tunai (BLT) untuk guru honorer tahun ini. Sasarannya dalah guru TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA.

Guru ngaji yang jumlahnya 8.004 orang juga dialokasikan. Mereka diberi Rp 600 ribu per bulan dalam jangka waktu dua bulan. ”Pada 2021, kita anggarkan insentif untuk mereka,” tambahnya.

Syafiuddin menjelaskan, untuk guru K2 GTT guru kelas 500 orang, PJOK 75 orang, PAI 275 orang, PTT penjaga 260 orang mendapat insentif Rp 600 ribu tiap bulan. ”Kami berharap, ini bisa meringankan beban mereka,” sambungnya. (biro)

Related Post