HomeJawa TengahMAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG BERSAMA DOKTER MUDA ADAKAN PRAKTIK MEMBUAT OBAT-OBATAN...

MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG BERSAMA DOKTER MUDA ADAKAN PRAKTIK MEMBUAT OBAT-OBATAN HERBAL GUNA MENJADI OPSI PENYEMBUHAN PENYAKIT DI DESA KUMPULREJO, KALIWUNGU, KENDAL

Jumat, 9 Agustus 2024 Mahasiswa KKN MIT 18 dari UIN Walisongo mengadakan Focus Discussion Group atau diskusi serta praktik membuat obat-obatan alami menggunakan tanaman herbal bersama dengan ibu-ibu PKK Desa Kumpulrejo. Dalam kegiatan ini juga tidak hanya sekedar membahas khasiat obat herbal atau alami namun juga disertai dengan konsultasi mengenai penyakit apa yang saja yang menjadi permasalahan ibu-ibu PKK. Dengan menandatangkan narasumber yaitu dokter muda yang bernama Aditya Aji Pamungkas S.Ked. Beliau merupakan S1 Kedokteran dari salah satu universitas yang berada di Semarang. Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB. Materi pertama yang di paparkan adalah pengetahuan umum tentang tanaman yang akan dijadikan obat-obatan tradisional. Jadi tidak asal dalam memasukan tanaman herbal yang akan di buat menjadi obat tradisional. Hal ini dikarenakan tiap tumbuhan memiliki zat yang memang membantu menyehatkan badan dan memiliki khasiat yang berbeda juga.

Acara tentang diskusi ini berjalan dengan lancar, hal ini di tunjukan dengan antusiasme ibu-ibu yang banyak bertanya tentang obat-obatan herbal dan juga konsultasi kesehatan yang dideritanya. Penyakit-penyakit yang biasa terjadi di antara lain yaitu asam urat, diabetes, dan juga bagaimana cara mengatasi nyeri perut. Bahkan banyak yang bertanya tentang bagaimana ciri-ciri dari tubuh yang kekurangan vitamin maupun protein dan juga penanggulangannya. Puncaknya setelah menjelaskan tentang obat-obatan herbal tersebut, ada demo/contoh bagaimana cara meracik dan membuat obat tersebut. Antusiasme ibu-ibu yang tinggi dan juga mencoba langsung jamu yang sudah diracik sesuai dengan kebutuhan badan, menjadi pertanda bahwa ibu-ibu sudah mulai tertarik dengan obat-obatan herbal.

Tanaman herbal telah lama memainkan peran integral dalam sejarah manusia, melintasi batasan budaya dan zaman. Sebagai salah satu bentuk pengobatan alami yang paling awal, penggunaan tanaman herbal menawarkan pendekatan yang holistik terhadap kesehatan dan kesejahteraan. Berbagai budaya di seluruh dunia telah memanfaatkan tanaman ini untuk mengatasi penyakit, meningkatkan kesehatan, dan mendukung pemulihan tubuh.

Advertisement

Dalam konteks modern, penekanan pada obat-obatan berbasis tanaman semakin mendapatkan perhatian, seiring dengan meningkatnya minat terhadap pengobatan alami dan alternatif. Penelitian ilmiah kontemporer mengungkapkan bahwa banyak tanaman herbal mengandung senyawa aktif yang memiliki potensi terapeutik signifikan, termasuk antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba. Hal ini mendukung penggunaan tanaman herbal tidak hanya sebagai pelengkap terapi konvensional, tetapi juga sebagai alternatif yang berpotensi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Secara global, tanaman herbal juga mendukung ekonomi lokal dan global melalui sektor pertanian, perdagangan, dan produksi obat-obatan. Selain itu, mereka memainkan peran penting dalam pelestarian pengetahuan tradisional dan praktik budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena atensi masyarakat tentang tanaman herbal meningkat dan menunjukan bahwa masyarakat sudah mulai mau belajar tentang obat-obatan yang lebih alami. Dokter Aditya Aji Pamungkas juga menjelaskan, “memang bahwasanya obat herbal ini kurang terkenal dari obat buatan atau obat konvensional yang ada di apotek. Memiliki karkateristik yang berbeda yang dimana obat-obatan yang biasanya ada di apotek langsung bereaksi dan efeknya singkat langsung bisa dirasakan. Berbeda dengan obat herbal/alami yang mana efeknya jangka panjang dan perlu telaten dalam mengonsumsinya. Tapi manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan pada nantinya, karena obat herbal /alami tidak memiliki kandungan pengawet dan murni dari alam. Jadi tubuh tidak terlalu menyerap pengawet yang ada di dalam kandungan obat-obatan konvesional.”

Dokter Aditya Aji Pamungkas pun juga menyimpulkan, “bahwa masyarakat di daerah Kaliwungu terkhusunya Kumpulrejo merupakan suatu gebrakan yang telat sasaran dikarenakan di usia ibu-ibu PKK yang sudah lanjut usia pasti banyak masalah yang terjadi dan juga penyakit yang mulai berdatangan.” Dikarenakan materi tentang diskusi ini sangatlah menarik, masih saja banyak ibu-ibu yang bertanya tentang penyecagahan penyakit. Salah satunya yaitu pertanyaan dari Ibu Izah mengenai pertanyaan seputar kolestrol, “saya itu suka makan kacang sama emping hampir satu toples sendiri, apakah ini penyebab kaki saya sering keram dan ada kaitannya dengan gejala kolestrol karena saya sering makan makanan tersebut ditambah saya juga sudah berumur.” Dokter Aditya Aji Pamungkas, “bahwa bisa jadi kaki keram tersebut dikarenakan karena kolestrol, jadi makan-makanan tersebut harus dikurangi. Boleh makan namun porsinya bisa dikurangi dari porsi sebelumnya. Untuk ramuan obat herbal dengan gejala penyakit kolestrol tinggi bisa merebus daun jati cina 1 gram, daun jati belanda 6gram, herbal tempuyung 6 gram, teh hijau 5 gram, rimpang temulawak 5 gram, rimpang kunyit 4 gram, herbal meniram 3 gram.” Diskusi ini memberitahukan bahwa obat-obatan herbal dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan dan juga tanpa adanya efek samping seperti obat-obatan konvensional pada umumnya.

Dari hasil kegiatan diskusi bersama ini, harapannya masyarakat dapat teredukasi bahwasanya tanaman herbal bisa menjadi obat alami yang sangat berkhasiat dan juga ingin menunjukan bahwa untuk memiliki badan yang sehat tidak harus mahal karena tanaman herbal yang menjadi komposisi utama obat-obatan alami ini cenderung lebih murah dan mudah didapatkan.

RELATED ARTICLES

Most Popular