
POLSEK Randuagung Sigap Bantu Petani
Adanya sumbatan sampah yang mempuk di DAM aliran sungai Persil Desa Kalidilem Kecamatan Randuagung, berdampak ganda yaitu saluran irigasi yang tidak normal menimbulkan keluhan petani di Desa rojopolo dan juga mengancam 40 KK disekitar persil sukosari tersebut kebanjiran, hal tersebut membuat warga sekitar berinisiatif melakukan pembersihan sampah bekas bambu dan pelepah pisang, mulai pagi (rabo, 14 Januari 2026) warga bahu membahu membersihkan sumbatan di DAM depan Pusat Penelitian Tebu tersebut, karena terbatasnya alat dan sampah yang di bersihkan banyak, warga melaporkan ke pihak kecamatan kemudian di teruskan ke
Polsek Randuagung, pada kesempatan pertama Kapolsek mengerahkan Personil Untuk Bantu Warga Bersihkan, didukung dengan peralatan yang cukup menggunakan mobil katrol milik anggota.
Hadir dalam kegiatan tersebut PLT Kapolsek Randuagung IPTU Zainal Abidin SH beserta Camat Randuagung Dra Mawi Mujayanti dan jajaran perangkat Desa Kalidilem.
Menurut pantauan dilapangan sampah tersebut berasal dari proses pembersihan kebun tebu diarea lahan PG Jatiroto.
Kasimin petani setempat berharap adanya pembersihan pihak terkait agar tidak merugikan petani ataupun warga setempat.
Sugiono warga setempat ingin di buatkan saringan untuk mencegah masuk kesaluran air yang cukup deras dan panjang, proses pembersihan ini sangat sulit karena memasuki terowongan dibawah sungai bondoyudo sepanjang kurang lebih 100 m.
AIPDA Dody Suryadiawan menuturkan, adanya berita dari group Forpimca Randuagung yang diterima Kapolsek tentang kesulitan warga mengevakuasi sampah, kami diperintahkan turun untuk membantu warga dan petani untuk mengangkat sampah di saluran tersebut, dan kebetulan ada mobil yang memiliki alat yang cukup untuk membantu warga, Alhamdulillah sampah bisa diangkat sehingga terowongan air bisa lancar, ia menambahkan bahwa personil kepolisian siap siaga membantu warga masyarakat jika dibutuhkan (MandaER)










