Home Blog Page 1503

PTN Kirim 430 Mahasiswa, Lakukan KKN Peduli Semeru di Desa Sumbermujur

0

LUMAJANG – Sebanyak 430 mahasiswa yang terdiri dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Timur, melakukan Kuliah Kerja Nyata ( KKN), Peduli Semeru di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro.

Para mahasiswa yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu tersebut berbaur dan saling berbagi dengan warga masyarakat yang baru saja mengalami musibah dampak erupsi Semeru.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan yakni bakti sosial, pembenahan sarana infrastruktur, pendampingan warga dalam pemulihan lingkungan dan psykologis dampak erupsi, juga belajar bersama Pokdarwis dalam pemeliharaan dan pengembangan wisata alam Hutan Bambu.

Di akhir kegiatan KKN, diadakan pentas seni dengan bertajuk “Pentas Kolaborasi Semangat Baru Mahasiswa Peduli Semeru” yang menampilkan beberapa karya sendratari dari sanggar yang ada di desa tersebut dan juga beberapa atraksi seni yang dibawakan oleh para mahasiswa.

Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan, pihak Koperasi KPRI UNEJ memberikan bantuan modal kewirausahaan sebagai bentuk pembinaan budidaya jamur tiram sebesar 11 juta rupiah.

Kepala desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, menyampaikan terimakasih kepada para mahasiswa yang telah melakukan KKN di desanya, dengan demikian banyak manfaat yang diterima oleh warga masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung.

Demikian juga halnya, kepada semua stakeholder, baik pihak sanggar tari, anak anak dari berbagai sekolah dan semua lembaga yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, Yayuk Sri Rahayu memberikan apresiasi.

” Terimakasih kepada semua pihak, sehingga acara ini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” Ujar Bu Inggi , panggilan akrabnya kepala desa Sumbermujur Yayuk Sri Rahayu ini.

( Markasan)

15 Organisasi Pers Di Lampura Rayakan HPN, Pemkab Lampura Apresiasi Wartawan

0

LAMPUNG UTARA – Dipelopori oleh 15 Organisasi Kewartawanan di kabupaten Lampung Utara (Lampura), perayaan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 juga turut digelar di GOR Stadion Sukung Kotabumi kabupaten setempat, Senin (14/2/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Lampura diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umun, Hi. Sofyan, Forkompinda, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Kesbangpol, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Periklanan, Kepala Dinas Perdagangan, Ormas, OKP, Organisasi Kemahasiswaan dan para undangan serta 15 Organisasi Kewartawan, diantaranya, AWPI, AJOI, SPRI, KWI, AWI, PWRI, PWOIN, PJI, PJI-D, SMSI, PPWI, FPII, FORJIL, MOI, JNI.

Dalam sambutannya, Ketua panitia kegiatan HPN Lampura, Defriwansyah menjelaskan bila HPN merupakan milik seluruh wartawan, oleh karenanya merupakan kewajiban bagi insan pers merayakannya.

“Meski setiap tahunnya, peringatan HPN secara nasional dilaksanakan di daerah tertentu, namun perayaannya tentu saja bisa dilakukan di setiap masing-masing daerah,” jelas Defriwansyah sekaligus menjabat Ketua AJOI Lampura.

Dalam kesempatan itu, Defriwansyah juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah setempat dan semua pihak yang telah bersama-sama menyukseskan perayaan HPN tahun 2022 di Bumi Ragem Tunas Lampung.

Sementara itu, dalam sambutannya, Asisten III Lampura mengatakan, meskipun perayaan HPN 2022 dilaksanakan secara terbatas karena mengingat kondisi pandemi covid-19, tetapi pada hari ini kita dapat memperingati HPN di Lampura dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk itu, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Lampung utara, saya mengucapkan selamat Hari Pers Nasional Tahun 2022, semoga insan Pers di Kabupaten Lampung Utara semakin bersemangat dalam menjalankan tugas jurnalistik penyampai informasi kepada publik,” kata Sofyan.

Menurut Sofyan, Sebagai agent of social control, maka Insan Pers harus mampu menempatkan dirinya sebagai kaum tengah. Pers berada diantara masyarakat dan Pemerintah. Pada satu sisi Pers akan menjadi penggali informasi sebagai penyambung lidah rakyat, dan pada sisi lain Pers akan menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam upaya menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat, untuk kegiatan, yang berimplikasi; baik bagi kehidupan.

“Terimakasih kepada seluruh Insan Pers yang telah berkontribusi dalam mewujudkan dan meniaga suasana Kabupaten Lampung Utara yang kondusif, aman, tertib dan penuh dengan kesejukan. Tanpa adanya peran dari insan Pers, maka apa yang dikerjakan oleh pemerintah dalam pembangunan ini tentu tidak dapat diketahui oleh masyarakat secara luas, termasuk dalam hal informasi penanganan pandemi Covid-19,” ujarnya.(ewindra)

Dijenguk Mensos Risma dan Bupati Muhdlor, Balita Gangguan Anus Akan Jalani Operasi Kedua

0

SIDOARJO – Muhammad Haidar Dhanu Abrisam (2) balita yang mengalami kelainan Atresia Ani atau tidak mempunyai lubang anus sejak lahir sudah menjalani operasi di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Operasi yang dijalani merupakan operasi pertama dari rencana dua kali operasi yang sudah diagendakan.

Anak pasangan Hafid Nurussoba (41) dan Nurul Hidayati (40) itu dijadwalkan menjalani operasi kedua pada bulan Mei – Juni di RS. dr. Soetomo Surabaya.

“Operasi pertama sudah selesai pada 28 Januari 2022, ini disuruh menungggu 4-5 bulan lagi untuk operasi lanjutan (kedua). Perkiraan bulan Mei atau Juni,” kata Nurul Hidayati ibu dari Muhammad Haidar Dhanu saat memberi keterangan di rumahnya di Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin. Senin, (14/2/2022).

Menurut penjelasan dari pihak RS. dr. Soetomo yang diterima Nurul, operasi yang kedua untuk pembuatan anus buatan anak Haidar nanti merupakan operasi terakhir.

Wanita paruhbaya itu berharap setelah dilakukan operasi yang kedua, anaknya Haidar bisa buang air besar secara normal.

Ia menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang sudah membantu memfasilitasi pengobatan Haidar sampai akhirnya mendapatkan penanganan operasi di RS. dr. Soetomo.

“Pemkab Sidoarjo selain memberikan bantuan berupa uang dan sembako juga iku mengawal anak kami Haidar sampai proses operasi. Kami menyampaikan terimakasih atas kepedulian dari Pemkab Sidoarjo,” ucap Nurul.

Bantuan yang diterima keluarga Nurul selain sembako dan kebutuhan seperti Pampers dan Susu, Pemkab Sidoarjo dan Kementerian Sosial juga ikut membantu uang tunai untuk kebutuhan operasional perawatan Haidar.

Berkat dari vitalnya berita mengenai kondisi Haidar membuat Kementerian Sosial meninjau langsung kondisi Haidar. Bahkan Tri Rismaharini Menteri Sosial turun langsung menjenguk Haidar dengan didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor.

Risma menyampaikan di Kemensos ada program media scanning yang setiap hari memantau pemberitaan terutama terkait kemanusiaan. Dari sana diketahui adanya balita di kabupaten Sidoarjo yang memiliki kelainan tidak punya Anus dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Kami setiap hari melakukan media scanning untuk memantau berita. Salah satunya kami menemukan masalah di anak Haidar dan turun membantu,” ujar Risma.

Selain bantuan dari Pemkab Sidoarjo dan Kemensos, bantuan juga datang dari para donatur yang digalang oleh Kitabisa.com sebesar Rp. 75.809.804.

Sementara itu, Bupati Muhdlor menyampaikan pihaknya akan memantau terus perkembangan anak Haidar hingga sembuh. Karena penyembuhannya membutuhkan proses sekitar empat bulan.

“Proses yang harus dilalui fase pertama kemarin sudah dilakukan operasi, tapi memang untuk Anus buatan ini butuh waktu dan dalam waktu 4-5 bulan kedepan akan dilakukan operasi lagi,” ujar Muhdlor.

Muhdlor menegaskan pemkab Sidoarjo akan membantu biaya operasional orangtua selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Setelah proses medis selesai maka faktor-faktor lain yang harus diperhatikan termasuk salah satunya adalah biaya operasional. Misalnya biaya operasional saat menunggu di rumah sakit, ini yang membutuhkan uluran kita semua,” katanya. (Kominfo/Yl).

Kelompok Tani di Sukowono Dukung Program Sahabat Tino

0

JEMBER – Dukungan dari kepada Komunitas Sahabat Tino di Jember kembali muncul dari berbagai daerah. Jika sebelumnya dukungan muncul dari kecaatan Bangsalsari, Tanggul, Mumbulsari dan lainnya, kali ini, seakan tak mau ketinggalan, dari Kecamatan Sukowono juga menampakkan dirinya.

Di Sukowono, dukungan diberikan oleh kelompok Tani yang dikoordinir oleh Badar, warga desa Sumberdanti, yang membawahi kelompok dari lima desa yakni Sumberdanti, Pocangan, Dawuhanmangli, Arjasa dan Sukosari.

Saat mendeklarasikan dukungannya, Badar menyampaikan tekatnya, siap untuk menguningkan kecamatan Sukowono Kabupaten Jember.

Tak hanya itu, Badar juga berkomitmen dengan Sahabat Tino untuk menggalang dukungan pemenangan partai Golkar dalam konstelasi politik.dan siap mengantar Airlangga Hartarto meraih kursi presiden pada 2024 silam.

Badar juga mengungkapkan, dirinya bersama kelompok tani yang ada memandang, gerakan Sahabat Tino dalam program pemberdayaan masyarakat sangat positif.

Dikatakannya pula, dia bersama kelompoknya melihat, program warung kuning, warkop kuning, kuningisasi warung warung dan pembinaan ekonomi telah memberikan kontribusi yang nyata pada masyarakat.

“Kami sangat mendukung semua program sahabat Tino dan Airlangga Hartarto Lovers Jember karena kongkrit dan hasilnya langsung dirasakan oleh rakyat.

Menanggapi dukungan terebut, Tino Cahyono sebagai penggagas Sahabat Tino dan juga nahkoda Airlangga Hartarto Lovers (AHL) Kabupaten Jember, menyampaikan terimakasihnya pada masyarakat Sukowono yang telah siap untuk menguningkan daerahnya.

“Kami dari Sahabat Tino yang juga sekaligus Airlangga Hartarto Lovers Jember, saat ini bergerak diruang peningkatan ekonomi rakyat melalui program Warung Kuning dan Warkop Kuning. Kami akan terus turun kebawah untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami persoalan peliknya ekonomi,” Pungkas Tino. (Her)

Suasana Haru, Hiasi Pisah Sambut Kasek SD O5 Sumbermujur

0

LUMAJANG – Pergeseran personil dalam sebuah organisasi atau instansi merupakan hal biasa terjadi, hal itu dimungkinkan untuk lebih meningkatkan kinerja, rotasi dan tentu yang tidak kalah pentingnya regenerasi , sehingga tidak akan mengalami kekosongan dalam sebuah jabatan.

Siang ini, Senin, 14 Pebruari 2022, di SD Sumbermujur 05, Kecamatan Candipuro, dilaksanakan pisah kenal Kepala Sekolah kepada penggantinya.

Nanang, Kepala Sekolah yang telah mengabdikan diri selama beberapa tahun di SD Sumbermujur 05 harus berpamitan kepada dewan guru dan komite, karena harus bergeser menjadi Kepala Sekolah SD Sumbermujur 01.

Sedangkan penggantinya, Siti Mudrikah mendapat promosi sebagai kepala sekolah, yang sebelumnya telah mengabdikan diri di SD Penanggal O1 selama 28 tahun.

Dalam acara pisah sambut tersebut, nampak suasana haru yang tidak bisa disembunyikan, karena mereka sudah seperti menjadi keluarga sendiri, yang saling mendukung demi suksesnya belajar mengajar.

Markasan, selaku ketua komite SD Sumbermujur 05, menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada Kepala sekolah, yang selam ini selalu melakukan kordinasi untuk kemajuan pendidikan di SD tersebut.

Juga kepada kepala sekolah yang baru, Markasan menyampaikan selamat datang, dengan harapan kordinasi dan kerjasama yang baik dapat terjalin dengan baik, sehingga membawa kebijakan yang bermanfaat bagi siswa dan lingkungan sekolah.

” Kepada Bapak Nanang, saya ucapkan terimakasih telah memimpin di SD ini, semoga semua motivasi dan dedikasinya dapat bermanfaat bagi siswa dan kami yang ada disini,” Ujar Markasan.

Markasan juga berharap, kerjasama dan saling kordinasi yang selam ini berjalan dengan baik, dapat dilanjutkan bahkan ditingkatkan bersama kepala sekolah yang baru, dengan demikian akan meningkatkan prestasi siswa yang nantinya juga mengangkat nama baik sekolah.

Dalam pisah kenal tersebut, diakhiri dengan acara ramah tamah, dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.( Markasan)

PMI Ikut Terjunkan Relawan, Bersama SAR Gabungan Bantu Evakusi Korban Ritual Maut Payangan

0

JEMBER – PMI Kabupaten Jember ikut menerjukan relawan dalam upaya pencarian dan evakuasi sebelas korban ritual maut di Pantai Payangan Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember (13/2). Para relawan PMI bersama relawan lain berhasil mengevakuasi korban ritual maut yang terserat ombak Laut Selatan Minggu (13/2) dini hari.

Begitu ada laporan sejumlah korban hilang ditengah laut Minggu dini hari, relawan PMI langsung berangkat ke Pantai payangan. “Tim relawan PMI ikut aktif bersama gabungan SAR dalam pencarian dan pertolongan kecelakaan laut Pantai Payangan Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu,” kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dia menjelaskan, tiga relawan bersama sat unit ambulans bergabung bersama tim SAR Gabungan dalam upaya evakuasi korban laka laut Pantai Payangan. “Alhamdulillah upaya tim relawan PMI bersama SAR Gabungan berhasil mengevakuasi sebelas korban laka laut di Pantai payangan,’imbuh ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dia menjelaskan, relawan PMI memang siaga 24 jam selama musim hujan tahun 2022. PMI Kabupaten Jember menyiagakan relawan dalam kesiapsiagaan bencana alam. Jika sewaktu-waktu ada kejadian tim relawan langsung turun tangan. “Begitu ada laporan tim relawan pasti akan meluncur, mereka akan ikut aktif dalam penanganan bencana alam, salah satunya laka laut Pantai Payangan yang baru terjadi minggu ini hari,” ujarnya. (Son)

Warsi, Berjuang Dapatkan Hak Warisnya Hingga Tuntas

0

MALANG – Sunnguh malang nasib yang dialami oleh Warsi, warga Desa Kluwut Kecamatan Wonosari, pasalnya tanah hak waris dari mendiang bapaknya sampai saat ini belum didapatkan.

Warsi sendiri, merupakan anak tunggal, dalam perkawinan orangtuanya, yakni Pak Said dengan ibunya yang bernama Bu Poniah.

Namun pernikahan orangtuanya goyah, sehingga terjadi perceraian, yang kemudian bapaknya( P. Said), melakukan pernikahan lagi dengan Bu Jami, yang dikaruniai 5 orang anak.

Setelah kedua orang tuanya meninggal, Warsi pernah meminta peninggalanya dari Pak Said (Bapak kandungnya), tetapi sama adik adiknya tidak pernah diberikan ataupun dibagi rata antar sesama saudaranya.

Pada saat ini, Warsi minta bagian tanah peninggalan bapaknya yang lokasinya berada di Desa Bangelan, akan tetapi menemui kebuntuan .

Kepala Desa Bangelan ( Budiono ), tidak dapat mengambil sikap dan tidak dapat menyelesaikan perkara itu.

Warsi merasa kecewa, dengan didampingi anaknya mengadu masalah tersebut kepada pihak Kecamatan Wonosari.

Ridwan, petugas Kecamatan mengumpulkan dari kedua belah pihak , Bu Warsi dan pihak Parman cs, dan di kumpulkan di kantor desa Desa Kluwut,
dalam pertemuan itu dihadiri dari pihak Bu warsi didampingi Anaknya dan dari pihak Parman cs .

Pada pertemuan pertama masih belum menemukan hasil , dan dari pihak Kecamatan memberi batas waktu kurang lebih dua minggu untuk diadakan mediasi lagi.

Akan tetapi belum sampai dua minggu dari pertemuan pertama itu, Kepala Desa Kluwut (Pornomo ), dengan berpakai dinas dan di waktu jam kerja mendatangi rumah Warsi .

Kedatangan Pornomo sebagai Kepala Desa Kluwut memberitau kepada Warsi bahwa tentang masalah warisan tersebut.

” lek sampean iku karo Warimon cs ora di bagei warisan teko bapak e sampen Bu,” (oleh Warimon cs kamu tidak dikasih bagian warisan dari bapakmu), Purnomo
menyampaikan dengan bahasa jawa .

Mendengar kabar tersebut, Warsi dan anaknya merasa terkejut, karena dirinya merasa juga menjadi ahli waris dan mendapat hak dari harta mendiang bapaknya (P.Said).

Untuk keperluan ini pihak Warsi masih mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum, sehingga muncul keadilan. ( Mid)

Ruwat Mahameru Bertajuk 1001 Sesaji dan Kembang, Sebagai Budaya Nusantara Cermin Bhineka Tunggal Ika

0

LUMAJANG – Budaya sebagai pemersatu bangsa menghargai indahnya perbedaan, itulah esensi dari acara “Ruwat Mahameru Bertajuk 1001 Sesaji dan Kembang” dilaksanakan hari minggu tanggal 13 Pebruari 2022, bertempat di situs purbakala Selo Gending di desa Kandangan Kecamatan Senduro Lumajang.

Acara yang diprakarsai oleh Pemerintah Desa Kandangan berserta Laskar Bhineka, ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang indahnya perbedaan dalam mewujudkan kebersamaan untuk mencapai tujuan bersama.

Sesajen adalah simbol penghormatan kita pada alam, dalam tugas manusia memayu hayuning bawono dan mengingatkan kita untuk selalu menjaga keseimbangan alam, sesaji merupakan wujud sedekah kepada alam dan mahluk hidup lain yang diciptakan tuhan di dunia ini.

Budaya inilah yang sudah mulai punah sehingga generasi muda sudah banyak yang tidak paham akan tata krama dan cenderung individualistis.

Dalam kegiatan tersebut, diikuti sekitar 59 Komunitas pegiat budaya se- Jawa Timur hadir mendukung acara tersebut, disamping dukungan dari masyarakat Desa Kandangan.

Ini sebuah gerakan moral yang mempersatukan pegiat budaya untuk menolak kaum intoleran yang cenderung memaksakan kehendaknya sendiri dengan mengabaikan kepentingan pihak lain.

Ida Widyastuti, selaku kordinator Paseban Jolotundo Mojokerto, dalam sambutannya menegaskan tentang perlunya digalakkannya lagi pelajaran budi pekerti sejak dini, dengan demikian anak akan berakhlak mulia dan berkarakter yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia.

Mbah Gimbal, salah satu tokoh spiritual yang viral di media sosial, juga mengemukakan pendapatnya, menurutnya, pelajaran bahasa Jawa harus diberikan lagi sejak dini, karena itu menjadi karakter sebagai rakyat Indonesia.

Disampaikan juga, dia merasa bangga disebut sebagai dukun, menurutnya dukun ialah duduk dengan tekun untuk kebaikan.

Sementara Indrianto, selaku pegiat budaya Gunung kawi Malang menyatakan bahwa momentum penendang sesaji, memicu kita bisa bersatu padu atas nama budaya, dan terbukti hari ini semua rela diguyur hujan untuk menyamakan persepsi untuk mengutuk perilaku tersebut, dan sebagai pemicu kebangkitan budaya Nusantara

Mashyur Hidayat, selaku kordinator Laskar Bhineka mengungkapkan, disitus ini banyak hal penting yang harus dijelaskan pada publik, bahwa kebudayaan adalah corak ragam, tata cara kehidupan bermasyarakat yang langsung berinteraksi pada alam dan leluhur kita.

” Menjaga dan menghargai semua, berjalan tanpa gesekan dan tanpa intimidasi,” tegas Mashyur Hidayat.

Iskhak subagio selaku ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang yang turut hadir dalam acara tersebut menandaskan bahwa budaya adalah ciri khas Indonesia sebagai negara yang memiliki beragam kebudayaan beragam suku beragam bahasa namun ciri khas utamanya adalah sopan santun yang sangat tinggi menjunjung tinggi norma sosial kemasyarakatan, jadi tidak ada ruang untuk intoleransi di Republik ini,

Ia menambahkan perlu adanya regulasi dari pemerintah untuk melindungi situs situs yang ada di desa desa agar situs tersebut tidak di rusak ataupun di jarah oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, karena dengan situs tersebut kita bisa membuktikan bahwa leluhur kita yang hidup disaat itu telah memiliki budaya yang tinggi, sehingga timbul kesadaran masyarakat menjaga budaya tersebut sebagai warisan leluhur.

Acara ini di akhiri dengan kembul bujono atau makan bersama, setelah sebelumnya ditanda tangani petisi yang berbunyi:

Dengan nama Tuhan Yang Maha Esa.
Kami Penggiat Budaya nusantara,

1.bersinergi dengan pemerintah dalam memahami, menghargai dan mendukung keragaman budaya bangsa Nusantara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

  1. Berkomitmen dalam Pemajuan Kebudayaan Nasional, dengan segala prinsip, tujuan, strategi dan teknisnya.
  2. Menolak Segala bentuk diskriminasi, dominasi, dan intimidasi berbagai objek kebudayaan dari semua pihak

Maka kami mendeklarasikan,
Semangat Persatuan dan kebersamaan Penggiat Budaya Nusantara dalam menjaga Negara Republik Indonesia yang berbhinneka Tinggal Eka. (Red)

Optimalkan Bank Sampah, KSM Unisma Kelompok 75 Bekerjasama dengan Masyarakat Giripurno

KOTA BATU – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) melaksanakan Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) dari kelompok 75, Fakultas Ilmu Hukum Reguler, bersama masyarakat Desa Giripurno Kec. Bumiaji Kota Batu.

Melalui kegiatan KSM tersebut, mereka mengoptimalkan pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah yang digerakkan oleh Doni Sunanda.

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang yang sudah dipilah. Lantas, hasil dari pengumpulan sampah skan disetorkan ke pengempul sampah dan tempat kerajinan.

Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan dibantu oleh mahasiswa Unisma tersebut.

Atas upaya 11 mahasiswa Unisma itu, masyarakat Giripurno pun sangat berterima kasih. Sebab keberadaan masiswa tersebut sangat membantu dalam mengoptimalkan bank sampah.

Selain itu, KSM Unisma juga memberikan bantuan timbangan digital untuk menimbang sampah dari masyarakat.

“Terima kasih atas bantuan timbangan digital dari teman-teman mahasiswa KSM Unisma Kelompok 75, semoga timbangan ini bisa membantu kita dalam mengelola bank sampah di desa kami serta semoga masalah sampah yang dihadapi oleh masyarakat Giripurno segera teratasi dengan bank sampah ini,” pungkas Doni, Minggu, 13 Februari 2022. (**/qom)

Budidayakan Holtikultura, Wabup Sidoarjo Tanam 500 Bibit Pohon Jeruk Siem di Atas Lahan 2 Hektar di-Desa Pabean

0

SIDOARJO – Dalam rangka mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah mulai banyak berkurang Wakil Bupati Sidoarjo Subandi memanfaatkannya dengan menanam tanaman Hortikultura.

Seperti yang dilakukan di Desa Pabean Kecamatan Sedati. Sabtu, (12/2). Wabup Subandi menanam tanaman Jeruk Siem Madu. Sebanyak 500 bibit pohon jeruk Siem ditanam di desa yang lokasinya dekat dengan Airport Bandara Juanda itu.

Sebanyak 500 bibit itu merupakan bantuan yang diperoleh dari Kementrian Pertanian lewat anggota DPRD Komisi C, Nur Hendriyatiningsih.

Subandi berharap produktivitas pertanian di Sidoarjo mengalami peningkatan. Baik dari segi hasil panen maupun pengelolaan pasca panennya.

Untuk itu,”Kami ingin memastikan sektor pertanian di Sidoarjo berjalan secara optimal. Sektor pertanian bisa menambah pendapatan bagi warga setempat,” ujarnya.

Salah satu yang menjadi perhatian Subandi adalah keberlangsungan proses pembibitan. Wabup Subandi memantau langsung penanaman bibit sebanyak 500 pohon jeruk Siem madu di lahan 2 hektar Tanah Kas Desa (TKD) Desa Pabean.

Kepala Desa Pabean Sriatun mengatakan pembibitan Jeruk Siem Madu menjadi salah satu bagian penting yang akan dikelola oleh desa.

“Karena tanpa adanya bibit yang baik akan sulit untuk menghasilkan tanaman dengan hasil panen yang baik,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan dari Kementerian Pertamina itu, Sriatun harap produk buah lokal yang berkualitas semakin mudah didapatkan, terutama Jeruk Siem Madu yang saat ini dibudidayakan di Desa Pabean.

Peran Pemkab Sidoarjo dalam membantu pemasaran saat musim panen diharapkan Sriatun.

“Saat panen harapannya kita bisa difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo. Membantu mamasarkannya, baik online maupun offline,” harapnya.

Program tanam bibit pohon Jeruk Siem Madu ini melibatkan Karang Taruna, PKK Desa dan Gapoktan Desa Pabean. (Kominfo/Yl)