Home Blog Page 1583

Kapolres Bojonegoro Tinjau Vaksinasi Lansia Sekaligus Salurkan Bantuan Sosial

BOJONEGORO – Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia meninjau pelaksanaan vaksinasi warga lanjut usia (Lansia) di Gerai Vaksinasi Puskesmas Temayang di Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, Kamis(18/11/2021).

Kapolres Bojonegoro mengatakan lansia saat ini menjadi prioritas utama dalam percepatan vaksinasi dan angka serapan vaksinasi bagi lansia masih minim, sehingga Polres Bojonegoro bekerjasama dengan instansi terkait terus menggenjot lansia untuk di vaksin sebagai upaya untuk mencapai target vaksinasi lansia.

“Kita genjot vaksinasi untuk lansia karena lansia merupakan kelompok rentan, karena kekebalan tubuhnya pun menurun seiring bertambahnya usia. Dengan kita percepat vaksinasi bagi lansia sehingga terbentuknya herd immunity,” kata Kapolres kepada awak media di lokasi.

Pandia menambahkan ini upaya jajaran TNI-Polri dan Pemerintah Daerah di Kabupaten Bojonegoro terus melakukan koordinasi dan kerjasama percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dalam mendukung capaian target vaksinasi Covid-19. Selain itu, kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Tenaga Kesehatan bersama-sama dan bersinergi dengan Pemerintah Desa di desa binaannya untuk menuntaskan vaksinasi. Usia lansia ini yang menjadi tugas bersama mengingatkan dengan mengedukasi yang perlu disampaikan pentingnya vaksin.

“Kita gencarkan vaksinasi bagi lansia untuk memenuhi target serapan vaksinasi. Karena vaksinasi merupakan salah satu indikator penentuan level PPKM menurut nstruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri),” tambahnya.

Pantuan awak media di lokasi, Kapolres Bojonegoro selain melaksanakan peninjauan vaksinasi bagi lansia, Kapolres Bojonegoro juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket beras kepada warga lansia yang ikut vaksinasi di Gerai Vaksinasi.

Dalam kegiatan peninjauan vaksinasi bagi warga lansia juga diikuti Kapolres Bojonegoro, Wakapolres, para pejabat utama dan jajaran Forkopimka Temayang. (tim)

PMI Jember Usung Semangat Satu Manajemen yang Transparan di Muskerprov

0

JEMBER – Sebanyak Sembilan delegasi dari PMI Jember, Rabu (17/11/21) Kemarin mengikuti Musyawarah Kerja PMI Provinsi Jawa Timur yang digelar di Gedung BK3S, Jalan Tenggilis, Surabaya.

Dalam kesempatan itu, PMI Jember melaporkan sistem manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel.

Selama ini sistem manajemen yang diterapkan oleh PMI Jember mengacu pada UU RI No.1 Tahun 2018 tentang kepalangmerahan Pasal 31 ayat 1 yang disebutkan bahwa pengelolaan pendanaan PMI dilaksanakan secara transparan, tertib dan akuntabel.

Sistem yang diterapkan oleh PMI Jember itu juga sesuai dengan AD/ART PMI Tahun 2019-2024 serta Peraturan Organisasi.

“Sistem manajemen PMI Jember juga sudah sesuai semuanya dengan sistem manajemen Branch Organization Capacity Assesment atau Boca seperti yang diharapkan oleh PMI Pusat dan PMI Provinsi Jawa timur,” tegas E.A Zaenal Marzuki, SH, MH, Ketua PMI Jember.

Dengan satu manajemen yang transparan, PMI Jember bisa mengurangi beban hutang tanpa dukungan dari pemerintah dan pihak ketiga seperti didaerah lain, melainkan bisa diselesaikan dengan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD).

“Setelah PMI Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Kerja, berikutnya PMI Jember di akhir tahun ini juga akan menggelar Musyawarah Kerja”, tambah Zaenal Marzuki.

Tahun 2020 PMI Kabupaten Jember tidak menggelar musker karena pendami COVID-19.

Tidak dilaksanakannya Musker karena adanya Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Inpres ini melarang adanya kegiatan berkerumun seperti diantaranya Musker,” jelas drg Arief Setyoargo, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan SDM, PMI Kabupaten Jember

Pada Muskerprov Jawa Timur kemarin dibuka oleh Ketua PMI Jawa Timur H. Imam Utomo S sekaligus untuk melakukan evaluasi serta menyusun program kerja dan anggaran untuk tahun 2022 mendatang. Di kesempatan tersebut, juga dilakukan sosialisasi BOCA (Branch Organization Capacity Assesment) dan best practice tentang manajemen PMI dalam pengelolaan Unit Donor Darah (UDD), hal ini karena ada beberapa UDD menanggung hutang cukup besar yang penyelesaiannya dibantu Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota dengan menggandeng donatur.

Pada tahun 2022, PMI Jawa Timur menyiapkan beberapa program bersifat internal untuk mendukung program nasional seperti program berbasis masyarakat dan sekolah di PMI kabupaten/kota.

“PMI Jawa Timur selama ini juga telah mendapatkan pelatihan dari Jepang dan Korea untuk beberapa kabupaten/kota. Sementara event Jawa Timur di tahun 2022 akan menggelar JUMBARA pada bulan Juli akan datang,” kata Imam Utomo

Imam Utomo meminta agar Daerah yang habis masa kerjanya untuk segera melakukan Muskab/Muskot dengan tepat waktu. Sementara menghadapi Nataru (Natal dan tahun Baru) diminta PMI untuk membantu pemerintah dengan mendirikan Posko dan menyiapkan tim relawannya. (son)

Polres dan Warga Nganjuk Ikuti Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana

0

NGANJUK – Mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam akibat cuaca ekstrim, sejumlah petugas Polres Nganjuk mengikuti Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana yang digelar Biddokkes Polda Jatim dan RS Bhayangkara. Sekitar 100 orang hadir dalam pelatihan yang digelar di Balai Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, pada Kamis (18/11/2021) pagi tersebut.

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol dr. Erwinn Zainul Hakim, Mars., M.H.Kes menyebut pelatihan ini bertujuan meminimalisir dampak bencana terhadap warga.

“Maksud dan tujuan pelatihan kesiapsiagaan bencana ini ialah agar warga masyarakat tidak hanya menjadi obyek semata, namun bisa menjadi subyek dengan cara memberikan pertolongan pertama kepada korban apabila terjadi bencana,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diberi pemahaman untuk bisa mengambil langkah yang tepat saat terjadi bencana. Dengan demikian diharapkan tidak terjadi kesalahan prosedur dalam mengambil tindakan, seperti cara menolong korban, memberikan sinyal darurat, dan lainnya yang justru memperparah dampak bencana.

Adapun kegiatan ini sekaligus menjadi pilot project dari pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Pelatihan kesiapsiagaan ini diikuti oleh rak kurang 100 peserta dari TNI-Polri, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), pengurus DESTABA Desa Kepel, Linmas Desa Kepel, anggota perguruan silat, Banser, dan warga Dusun Burikan Desa Kepel.

“Dengan pelatihan ini kita berharap segenap unsur masyarakat, khususnya Dusun Burikan Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, bisa mengerti dan memahami harus berbuat bagaimana bila terjadi bencana alam,” tutur Erwinn.

Ditemui setelah acara, Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang, S.H.,S.I.K.,M.H. menyebut pelatihan ini sangat penting bagi personelnya.

“Saya sangat mendukung kegiatan positif ini karena akan meningkatkan kemampuan anggota Polres Nganjuk dalam penanganan bencana. Kondisi geografis wilayah Kabupaten Nganjuk yang berkontur datarab tinggi dan lembah, baik di wilayah utara maupun selatan, tentu harus diantisipasi dalam kondisi cuaca yang akab datang,” kata AKBP Boy Jeckson.

“Karenanya, saya sudah menginstruksikan kepada personel Polres Nganjuk yang ikut dalam pelatihan supaya memperhatikab betul instruksi yang diberikan oleh narasumber,” tuturnya. (tim)

Layanan Jemput Bola Perekaman e-KTP di Desa Sumbermujur

0

LUMAJANG – Sebanyak 58 warga Desa Sumbermujur, Kecamatam Candipuro Lumajang, mendapatkan layanan jemput bola perekaman e-KTP, Kamis (18/11/2021)

Layanan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Desa Sadar Administrasi Kependudukan, khususnya bagi warga yang ada di desa setempat.

Petugas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lumajang, Bachtiar mengatakan, layanan kali ini dilakukan dengan cara mendatangi rumah rumah warga.

“Dalam melakukan layanan jemput bola ini
kami juga memberikan edukasi tentang pentingnya administrasi kependudukan. Apalagi desa Simbermujur kabarnya akan ada pilkades, tentu dokumen kependudukan menjadi hal yang sangat penting,” kata Bachtiar kepada wartawan

Sementara staf Desa Sumbermujur yang turut mengikuti kegiatan jemput bola itu menyebutkan, perekaman ini dilakukan lantaran masih ada warga yang belum memiliki kelengkapan dokumen administrasi kependudukan.

“Dari keseluruhan yang melakukan perekaman e-KTP sebanyak 58 orang, ” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, layanan jemput bola perekam administrasi kependudukan kepada 58 orang akan diselesaikan hari ini.

Kontributor : Markasan

11 Satwa Dilindungi Berhasil Diamankan Polres Lumajang

0

LUMAJANG – Setidaknya terdapat 7 burung Rangkong Julang Emas, 3 ekor Musang Binturong dan 1 ekor burung Tiong Emas atau Beo berhasil diamankan oleh aparat Polres Lumajang di salah satu rumah warga di kawasan Dusun Krajan, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. menjelaskan keberhasilan Polres Lumajang mengamankan satwa dilindungi itu bermula dari adanya aduan yang disampaikan oleh warga setempat terkait kepemilikan hewan yang masuk dalam kategori satwa dilindungi.

“Pagi tadi ke TKP, dan betul kita temukan (satwa dilindungi). Ini kami langsung berkoordinasi dengan pihak KSDA Probolinggo,” ulas Kapolres. Rabu, 17 November 2021 sore dalam jumpa pers yang berlangsung di Lobi Mapolres.

Akan tetapi, ketika proses pengamanan satwa berlangsung, pihaknya tak mendapati pemilik hewan-hewan dilindungi tersebut. Diketahui, pemilik satwa dilindungi itu ialah TN.

“Namun, di rumah itu kita tidak mendapati seseorang yang kita duga tersangkanya. Inisialnya TN. Masih kita lakukan pengejaran, sementara kita jadikan DPO,” bebernya.

Tak hanya itu, atas perbuatannya tersebut TN pun bakal dijerat dengan Undang-Undang Nomor 05 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Barang siapa yang dengan sengaja memelihara, menangkap, menyimpan, memiliki dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, akan dipenjara selama 5 tahun,” tegas Kapolres.

Diketahui, sesuai informasi yang didapat oleh pihak Polres, kepemilikan satwa dilindungi tersebut dilakukan oleh TN selama kurun waktu hampir satu tahun.

“Dan kita tidak tahu darimana barang tersebut, dibeli dari kecil atau hasil perburuan. Masih kita cari informasinya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Resor KSDA Probolinggo-Lumajang Sudartono menerangkan, bahwa satwa tersebut memang jumlahnya sedikit dan tergolong langka di Indonesia.

“Ya, saya jelaskan di sini bahwa satwa-satwa ini tergolong langka, memang sering kita jumpai di Pulau Jawa, namun keberadaannya di Indonesia telah ditentukan oleh Undang-Undang sebagai satwa dilindungi,” jelas Sudartono.

Masih diungkap oleh Sudartono, bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan pihak Taman Safari Indonesia.

“Jadi kami bertugas melindungi satwa-satwa ini, sedangkan untuk penangkaran dan perawatan selanjutnya akan kami serahkan kepada pihak Taman Safari Indonesia,” pungkasnya. (tim)

Wisata Curug Cipanas Buka, Diduga Tanpa Koordinasi Dengan Pihak Desa

0

BANDUNG BARAT – Wisata alam pemandian AIr Panas Curug Cipanas, yang berada di Wilayah Desa Sukajaya, sudah mulai beroperasi. Pembukaan wisata tersebut disebut tanpa ada koordinasi dengan pihak Desa Sukajaya.

Pada tiap-tiap hari libur banyak pengunjung memadati kolam air panas yang sudah disiapkan oleh pihak pengelola. Hanya dengan harga tiket 20.000 perorang, para pengunjung sudah dapat menikmati air panas yang terbagi menjadi beberapa kolam.

Pihak pengelola yang diwakili oleh bapak Deni saat dikonfirmasi terkait dugaan dibukanya kembali Curug Cipanas tanpa mengantongi ijin menjelaskan melalui WA bahwa pihaknya sudah mengantongi ijin.

“Tolong tanyakan saja kepada Kepala Desa kenapa kami belum diberikan ijin, tanyakan Alasannya. Sementara Ijin dari camat dan dinas terkait serta masyarakat sudah kami Kantongi.” Terang Pengelola Pemandian Curug Cipanas, Deni melalui WA.

Beberapa waktu kemudian Manajemen pengelola Curug mengundang wartawan dan memperlihatkan berkas yang berkaitan dengan ijin pengelolaan.

Namun saat wartawan mencoba menemui Kepala Desa Sukajaya, Bapak Asep Cahya yang ternyata sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Bandung, wartawan mendapat keterangan melalui WA, bahwa wisata alam pemandian Curug Cipanas sudah lama buka.

“Dari dulu juga ijin operasional Curug Cipanas belum ada. Meskupun sudah lapor ke dinas terkait dan Kasatpol PP Bandung Barat agar segera ditutup, namun sampai saat ini belum ada jawaban.” Terang Kepala Desa Sukajaya,Asep Cahya

Asep juga menjelaskan melalui aplikasi WA jika tiket yang digunakan pun diduga ilegal. Demikian juga untuk desa tidak ada pemasukan.

Sementara Kasat.Pol.Pp Bandung Barat, Asep saat dikonfirmasi melalui HP mengungkapkan terkait masalah dibukanya tempat wisata sekarang sudah memasuki level II dan berdasarkan surat Edaran dari Bapak Bupati, bahwa tempat wisata sudah boleh dibuka.

Walaupun dibuka namun wisata diwajibkan tetap melaksanakan Prokes, dan pengunjung hanya diperbolehkan sebanyak 25% dari kapasitas yang tersedia.

“Hal ini sudah merupakan ketentuan terkait KBB sudah memasuki level II, jika ternyata melampaui dari aturan atau melebihi kapasitas 25 %, maka kami akan mengambil langkah berupa teguran kepada pihak pengelola tentunya.” Kata dia melalui whaTshap.

Namun sampai berita ini diturunkan pihak Desa Sukajaya tetap bersikukuh jika tempat wisata Pemandian Curug Cipanas belum mengantongi ijin dan harus di tutup sebelum ijinnya ditempuh.
Gibby

DPD Golkar Jember Dirikan Posko di Dua Kecamatan Terdampak Banjir

0

JEMBER – DPD Partai Golkar Jember mendirikan posko Golkar Jember Peduli Bencana di dua kecamatan yakni Sumberbaru dan Semboro.
Hal itu diterangkan ketua DPD Golkar Jember, H. Karimullah Dahrudiaji, saat pendirian posko tersebut pada, Rabu (17/11/2021).

“Maksud dan tujuan DPD Golkar Jember menyiapkan Posko Golkar Peduli Bencana adalah memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat Jember terdampak banjir yang saat ini masih dievakuasi akibat rumah mereka terendam air dan tidak bisa ditempati unuk sementara waktu,” kata H. Karim, panggilan akrab ketua DPD Golkar Jember itu.

Posko Golkar Jember Peduli Bencana disiapkan di rumah kader Golkar seperti di kecamatan Sumberbaru, posko berada di rumah Sofyan di desa Sumberagung.

Sedangkan di kecamatan Semboro posko terletak di rumah kader Golkar bernama Sugik di desa Sidomulyo.

Diketahui, ratusan warga harus dievakuasi akibat banjir yang melanda di 3 kecamatan pada Rabu, 10 November 2021, sore lalu. Ketiga kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sumberbaru, Tanggul, dan Semboro.

Dua kecamatan terdampak paling parah yaitu Semboro dan Sumberbaru (sonz)

Ketua TP PKK Kota Probolinggo Apresiasi Gagasan DKUPP

0

KANIGARAN – Setelah beberapa waktu lalu mengunjungi pelatihan membatik, membuat kue dan menjahit, hari ini Rabu (17/11/2021), Ketua TP PKK Kota Probolinggo Aminah Hadi Zainal Abidin mengunjungi pelatihan pengembangan usaha sebagai akhir dari rangkaian program Pesta Barbequ (pembentukan plasma melalui kemitraan dengan berbagi ilmu dan bershodaqoh ilmu).

Kali ini, Aminah yang hadir bersama rombongan Pokja III TP PKK Kota Probolinggo ke Taman Manula, mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh DKUPP.

“Alhamdulillah saya sangat mengapresiasi kegiatan shodaqoh ilmu ini. Karena sangat bermanfaat khususnya bagi kaum perempuan. Saya harapkan ibu-ibu yang mengikuti lebih bersemangat dan ilmu yang telah didapat dapat terus dilatih. Jangan hanya puas sampai disini tetapi harus terus dilatih agar dapat berkembang ke depannya,” terangnya.

Menurut Aminah, kegiatan yang digelar oleh DKUPP bersinergi dengan Pokja III TP PKK akan terus melakukan pendampingan terutama dalam pemasaran produk.

“Semua yang telah mengikuti pelatihan dari kemarin, tetap harus memperhatikan kualitas dan kuantitas. Untuk pembuatan makanan harus tetap memperhatikan kesehatan dan kebersihan. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan berkelanjutan sehingga bisa menghasilkan usaha dan menambah penghasilan keluarga,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala DKUPP Fitriawati menjelaskan kegiatan pelatihan pengembangan usaha ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan-pelatihan sebelumnya. Ia menginginkan para peserta tidak hanya memiliki keterampilan berupa membatik, membuat kue dan menjahit namun juga memiliki keterampilan untuk mengembangkan usaha.

“Tidak hanya digunakan untuk diri sendiri tetapi akan memunculkan wirausaha-wirausaha baru. DKUPP akan terus mendampingi sehingga para peserta ini bisa menjadi pelaku usaha di Kota Probolinggo,” harapnya.

Menjadi wirausaha, lanjutnya memerlukan ketelatenan dan kemauan yang kuat agar berhasil. Di dalam memulai usaha harus memaksimalkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas atau keberlangsungan usaha.

“Wirausahawan atau pelaku usaha mikro adalah orang-orang yang tangguh dan kuat. Sehingga untuk memperoleh keberhasilan membutuhkan semangat dan kemauan yang kuat. Harapan saya, ilmu yang didapat akan bermanfaat, menambah penghasilan bagi keluarga dan muncul wirausaha-wirausaha baru,” ujar Fitriawati. (Doko)

Ternyata Proyek Tol Probolinggo – Lumajang Masih Tahap Perhitungan

0

LUMAJANG – Rencana pembangunan Tol Probolinggo – Lumajang masih dalam tahapan perhitungan ruas jalan yang akan digunakan.

Hal itu disampaikan Bupati Lumajang Thoriqul Haq, usai mengikuti rapat koordinasi yang digelar di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.

Thoriq mengatakan untuk tahun depan akan masuk pada tahapan studi kelayakan dan perhitungan pembiayaan.

“Karena itu, tahun depan akan ada studi kelayakan sekaligus konsolidasi ulang tentang perhitungan pembiayaan. Dan dalam waktu dekat akan dilakukan kordinasi lintas direktorat di Kementrian PU,” ungkapnya, Rabu (17/11/2021).

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan, salah satu fungsi wilayah pengembangan Provinsi Jawa Timur khususnya di Kabupaten Lumajang adalah untuk pengembangan sektor Pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan,
pertambangan, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan.

Untuk itu, baik Cak Thoriq maupun Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) akan terus mengupayakan agar program yang telah diprioritaskan dapat terselesaikan dengan maksimal.

“Saya dan Bunda Indah Masdar terus berikhtiar menyelesaikan program prioritas yang telah ditetapkan, tentu dengan cara yang terencana dan terukur. Insyaallah,” pungkasnya. (rez)

APKLI Probolinggo Gelar Rakor Pembentukan Ancab

0

PROBOLINGGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Probolinggo, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pembentukan 24 anak cabang (Ancab), Rabu (17/11/ 2021).

Rakor dihadiri oleh Dewan Pembina APKLI Oka Mahendra dan juga Ketua DPC APKLI Kabupaten Probolinggo, Zaini.

Dalam kesempatan itu Oka menyampaikan, APKLI ini akan dapat memberikan kesejahteraan lebih kepada para pedagang kaki lima di Probolinggo.

“Segala kegiatan kegiatan yang ada di APKLI ini sekaligus menjadi jembatan bagi para pedagang kaki lima untuk mendapat kemudahan dari dinas terkait,” kata Oka.

Menurutnya, dengan adanya APKLI ini keadaan pedagang kaki lima sudah harus berbeda dengan keadaan sebelum APKLI ada.

“Jika APKLI sudah ada namun keadaan pedagang kaki lima Probolinggo masih tidak berubah, ya itu percuma namanya. Percuma saja ada APKLI,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo dari Partai Golkar tersebut.

Sementara Zaini, Ketua DPC APKLI Kabupaten Probolinggo menyampaikan kepada awak media bahwa di 24 Kecamatan sudah terbentuk Anak Cabang (Ancab) APKLI Probolinggo.

“Kurang lebih tiga ribuan pedagang kaki lima yang sudah tergabung di APKLI,” ujar Zaini.

Ia pun menjelaskan adanya program unggulan APKLI, yakni pihaknya akan membentuk koperasi di masing masing kecamatan dengan target minimal 50 anggota per kecamatan
(wat)