Home Blog Page 160

Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo Resmi Diserahkan, Wali Kota dr. Aminuddin Bakal Siapkan Regulasi

0

PROBOLINGGO,
Sebanyak 100 unit becak listrik bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional Prabowo Subianto Fondation (GSN) diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminnudin. Penyerahan itu digelar di halaman pemkot setempat pada Jum’at sore (12/12).

Wakil Ketua Yayasan GSN Nanik S. Deyang, menyampaikan program ini hadir karena banyak tukang becak berusia 50 hingga 80 tahun yang masih mengayuh becak di jalanan. Menurutnya, Presiden Prabowo ingin meringankan beban mereka sekaligus memberi kesempatan agar para tukang becak tetap bisa mencari nafkah dengan tenaga yang lebih ringan dengan adanya becak listrik.

“Program ini sebetulnya telah digagas oleh bapak Prabowo sebelum menjadi presiden, dengan melihat banyaknya masyarakat Indonesia yang masih perlu mendapatkan perhatian. Dan untuk becak listrik ini merupakan bantuan yang murni diberikan dari kantong Bapak Prabowo secara mandiri. Dengan beberapa program yang beliau gagas pula seperti MBG, Sekolah Rakyat dan Becak Listrik dengan maksud agar masyarakat dapat merubah nasibnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nanik menjelaskan becak listrik ini diproduksi oleh BUMN PT Pindad serta PT LEN, dengan nilai sekitar Rp 22 juta per unit. Becak listrik tersebut tidak boleh diperjualbelikan, serta harus dirawat sebaik mungkin oleh para penerima manfaat di Kota Probolinggo.

Sementara itu, Wali Kota dr. Aminuddin mengucapakan terima kasih atas bantuan becak listrik yang diberikan oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional Prabowo Subianto Foundation. Pihaknya juga akan segera merumuskan regulasi terhadap keberadaan becak listrik di Kota Probolinggo bersama instansi terkait.

“Beberapa waktu lalu kami telah koordinasi dengan instansi terkait, baik dari PLN, Dishub maupun Dispopar membahas perihal ini. Dan becak listrik ini nantinya kita akan gunakan sebagai becak wisata yang akan melayani tamu-tamu wisatawan asing. Di Probolinggo sering sekali Bu Nanik kedatangan turis-turis mancanegara kapal pesiar yang bersandar, nantinya mereka yang akan mengantarkan berkeliling di Kota Probolinggo,” ucapnya.

Wali Kota Aminuddin juga berpesan kepada penerima manfaat becak listrik agar dapat dipergunakan dengan baik. “Seperti pesan yang dititipkan Pak Prabowo kepada Bu Nanik nggeh bapak-bapak semua tadi sudah mendengar sendiri. Agar becak listriknya dirawat dengan baik, jangan sampai dipindahtangankan ataupun dijual,” pintanya.

Salah satu penerima bantuan, Safi’i (63) warga asal Kecamatan Kademangan mengaku sangat senang, dirinya mengaku sudah lebih dari 35 tahun mengayuh becak. Namun dengan bantuan becak listrik yang diterimanya sangat membantu dalam mengendarai becak, pasalnya kini ia tidak perlu lagi mengeluarkan tenaga fisik yang lebih besar.

“Alhamdulillah terima kasih Pak Prabowo saya sangat senang sekali, dengan becak ini semoga penghasilan saya sehari-sahari dapat meningkat,” ucapnya.

Setelah dilakukan penandatanganan penerimaan bantuan becak listrik, dilanjutkan dengan Wali Kota Aminudin didampingi Ketua TP PKK dr. Evariana, Sekda Rey Suwigtyo serta jajaran dari Forkopimda turut serta menjajal becak listrik tersebut untuk berkeliling di sekitar pusat kota.(Ali)

Peduli Kesehatan Anak, Polresta Malang Kota Gelar Khitan Bahagia Gratis

0

KOTA MALANG — Kepedulian terhadap kesehatan anak sekaligus penguatan nilai keagamaan ditunjukkan Polresta Malang Kota Polda Jatim melalui kegiatan Khitan Bahagia secara gratis di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Sabtu (13/12).

Kegiatan itu digelar juga dalam rangka menyambut peringatan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2026 sebagai wujud nyata pelayanan Polri kepada masyarakat, termasuk perlindungan kepada anak – anak.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono saat menghadiri kegiatan tersebut.

“Khitan Bahagia bukan hanya layanan medis Polresta Malang Kota untuk masyarakat, tapi salah satu bagian dari pengabdian dan pelayanan Polri dalam mendukung tumbuh kembang anak sehat dan berakhlak,” ujar Kombes Nanang.

Kombes Nanang mengungkapkan Khitan merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam syariat Islam sekaligus memiliki manfaat besar bagi kesehatan.

“Melalui kegiatan ini, Polresta Malang Kota Polda Jatim ingin hadir membantu masyarakat, menjaga kesehatan anak sejak dini, serta mempererat kedekatan Polri dengan warga,” tambah Kombes Nanang.

Antusias peserta cukup tinggi untuk mendaftar Khitan Bahagia Polresta Malang Kota, terlihat pendaftar melebihi target awal 100 anak, mengingat saat ini siswa SD sudah slesai ujian.

Khitan masal yang diikuti anak se Malang Raya itu selain ditangani tenaga medis profesional juga dilengkapi pendampingan, edukasi kesehatan, serta suasana ramah anak agar peserta merasa nyaman.

Sementara itu Wali Kota Malang, Ir. Wahyu Hidayat yang juga menghadiri kegiatan sosial tersebut memberikan apresiasi atas inisiatif Polresta Malang Kota Polda Jatim yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kami mengapresiasi Polresta Malang Kota yang tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga peduli pada aspek sosial, kemanusiaan, dan kesehatan,” ujar Wahyu Hidayat.

Menurut Walikota Malang, kegiatan seperti ini sangat membantu warga dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Polri.

Selain Walikota Malang, Khitan Bahagia Polresta Malanf Kota juga dihadiri Kepala Dinkes Kota Malang, Kepala Dinsos, Tenaga medis dan HPPEI (Himpunan Pesunat Plasma Energy Indonesia) Kota Malang yang turut membantu Proses Pelaksanaan Khitan.

Tidak hanya memberi layanan Khitan Gratis, Polresta Malang Kota Polda Jatim bersama Pemkota Malang juga memberikan bingkisan, selain sarung, songkok, juga ada obat”an dan vitamin untuk peserta khitan.

Achmad Fuad orang tua dari peserta khitan Ahmad Rehan warga Kelurahan Karang Besuki, Sukun sangat bersyukur dan senang, sebab Putranya bisa mengikuti khitan Polresta Malang Kota.

“Alhamdulillah, kami orang tua dari Rehan sangat terbantu, sebab anak kami bisa ikut sunat gratis yang ditangani dengan baik dan penuh perhatian,” ungkapnya.

Ia berharap Khitan Gratis Polresta Malang Kota terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan anak-anak. (*)

Muchendi Jemput Dukungan Pusat untuk Akselerasi Program Prioritas

0

OKI, gempurnews.com — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki menemui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof. Rachmat Pambudy, di Jakarta, Kamis, (11/12).

Dalam pertemuan itu, Muchendi membawa usulan program pembangunan prioritas agar singkron dengan pemerintah pusat di tahun 2026 mendatang.

Mengawali paparannya Muchendi memastikan dukungan penuh Pemkab OKI terhadap program prioritas Presiden Prabowo, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekolah rakyat, hingga penguatan 326 Kopdes Merah Putih. Namun, ia menggarisbawahi bahwa infrastruktur yang belum mantap kerap menghambat pelaksanaan agenda nasional tersebut.

“Wilayah kami terluas di Sumatera, penduduk 800 ribu jiwa, dan ekonomi ditopang pertanian, perkebunan, serta perikanan. Dengan potensi itu, dukungan pusat sangat menentukan percepatan pembangunan,” kata Muchendi.

Beberapa usulan prioritas yang ia sampaikan antara lain pengembangan kawasan perikanan Pantai Timur melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, penyediaan listrik, hingga dermaga pengumpan. Untuk kawasan perkotaan Kayuagung, ia mendorong pembangunan jalan lingkar, pengolahan sampah terpadu, serta jaringan gas perkotaan.

Di sektor pangan, Muchendi mengajukan program listrik masuk sawah, pompanisasi, padi apung, dan pelestarian kerbau rawa Pampangan. Ia juga menyoroti perlunya pembentukan pusat

pertumbuhan ekonomi baru di Sungai Baung Air Sugihan, yang didukung keberadaan PT OKI Pulp & Paper Mills. Usulan berupa pembangunan pasar, pelabuhan sungai, jalan poros, storage air bersih, dan normalisasi kanal.
Pemkab OKI turut mengajukan pengembangan agrowisata Teluk Gelam dan penambahan RSUD Tipe D di Pampangan untuk meningkatkan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat.

Menteri Rachmat Pambudy merespons positif seluruh usulan tersebut. Ia menyatakan akan mengoordinasikan dukungan lintas kementerian agar pembangunan OKI dapat masuk dalam penganggaran mulai 2026.

“OKI punya peluang besar untuk maju jika potensinya difokuskan dan disinkronkan dengan program pusat,” ujar Pambudy. Ia juga menyinggung penurunan transfer ke daerah (TKD), yang menuntut pemerintah daerah lebih agresif meningkatkan PAD dan menggandeng dunia usaha, termasuk lewat skema KPBU.
Menurut Pambudy, dengan potensi besar dan kepemimpinan yang aktif menjemput dukungan pusat, OKI memiliki peluang kuat melakukan lompatan pembangunan.

DARMAN

Polres Gresik Gandeng Dishub Gelar Ramcheck Armada Bus Jelang Nataru

0

​GRESIK – Menyambut masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, pengawasan terhadap moda transportasi publik diperketat.

Polres Gresik Polda Jatim melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggandeng Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur bersama Dishub Kabupaten Gresik menggelar pengecekan keselamatan kendaraan (ramcheck) terhadap sejumlah armada bus di Terminal Bunder mulai Selasa (9/12/2025) yang lalu.

Langkah ini menjadi salah satu upaya preventif dalam mengantisipasi tingginya arus perjalanan masyarakat saat libur akhir tahun, sekaligus memastikan angkutan umum yang beroperasi dalam kondisi layak, aman, dan siap mengangkut penumpang jarak jauh.

Pelaksanaan ramcheck dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi Anggoro, mewakili Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin.

Dalam pengecekan tersebut, sejumlah petugas Dishub Provinsi Jawa Timur dan Dishub Kabupaten Gresik turut dilibatkan secara terpadu.

Sedikitnya 10 unit bus antarkota dan tujuan wisata menjalani pemeriksaan menyeluruh.

Pengujian teknis meliputi kondisi pengereman, ban, lampu, wiper, dan kelengkapan alat keselamatan penumpang.

Selain itu, petugas memverifikasi dokumen laik jalan (KIR), perizinan trayek, serta persyaratan operasional lainnya.

Tidak hanya inspeksi teknis, tim gabungan juga memberikan edukasi langsung kepada sopir dan awak bus mengenai pentingnya menjaga kesiapan armada selama periode libur panjang.

Para pengemudi diminta memperhatikan kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan guna meminimalkan potensi kecelakaan.

“Ramcheck ini bentuk langkah preventif menyambut libur Nataru 2026. Kami minta tidak ada yang main-main soal keselamatan penumpang. Mulai dari kondisi teknis kendaraan hingga kelengkapan dokumen harus 100 persen laik jalan,” tegas Ipda Andreas, Kamis (11/12).

Ia menegaskan, pihaknya siap memberikan tindakan tegas apabila ditemukan armada yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Hal itu dinilai penting sebagai bentuk perlindungan dan jaminan keamanan bagi masyarakat yang memanfaatkan angkutan umum.

Melalui kegiatan ramcheck yang dilaksanakan secara rutin dan intensif ini, pemerintah daerah bersama kepolisian berharap layanan transportasi di wilayah Gresik dapat berjalan aman, nyaman, serta bebas dari ancaman gangguan keselamatan sepanjang periode Nataru tahun ini. (*)

Hari antikorupsi sedunia 2025 Ditkrimsus Polda jatim raih peringkat 1 penanganan korupsi

0

Ditreskrimsus Polda
Jatim kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Penghargaan Peringkat I dalam Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi Tahun 2025. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kakortastipidkor Polri sebagai bentuk apresiasi atas kinerja optimal jajaran Ditreskrimsus dalam upaya pemberantasan dan penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi.

Pemberian penghargaan ini dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025, yang menjadi momentum penting bagi aparat penegak hukum untuk memperkuat komitmen melawan praktik korupsi di seluruh tanah air.

Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi serta profesionalisme Ditreskrimsus Polda Jatim dalam menangani kasus-kasus korupsi secara cepat, tepat dan transparan. Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas penanganan perkara demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

Dinas PU CKPP Banyuwangi Fokus Pada Pemerataan Pembangunan Infrastruktur di Berbagai Wilayah.

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) Kabupaten Banyuwangi fokus pada pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.

“Dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kami dari Dinas PU CKPP sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan pemerataan infrastruktur di berbagai wilayah. meliputi pembangunan jalan lingkungan menggunakan paving block atau konstruksi yang lebih kuat seperti bore pile untuk akses vital.” Terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si. Melalui Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Dinas PU CKPP Banyuwangi, Edi Purnomo, ST. MM, Jum’at (13/12/2025).

Lanjut Edi, “Dengan menghubungkan wilayah terpencil atau tertinggal Pemkab Banyuwangi berharap dapat meningkatkan konektivitas, aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.” Imbuhnya.

Dari pantauan media Gempurnews dilapangan berbagai pembangunan jalan di pedesaan tengah digencarkan, salah satunya pembangunan Jalan Grajagan, Dengan Nama Kegiatan PP 457-25 Pavingisasi Dusun Gumukrejo RT.01 RW.05 Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo.

Jalan ini merupakan akses vital penghubung berapa pemukiman yang berada di pelosok desa purwoharjo, pembangunan jalan ini memungkinkan warga di pelosok desa untuk dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, selain itu jalan ini juga menjadi akses penting pada lokasi pertanian warga.

“Baru-baru ini kita telah menyelesaikan pembangunan jalan pedesaan dalam bentuk Pavingisasi dengan panjang 183 meter dan Lebar 2,7 meter, kegiatan ini bersumber dari APBD TA. 2025 dan dilaksanakan oleh CV Solusi Guna Mandiri,” Paparnya.

Masih Edi,” Jalan ini memungkinkan warga yang berada dipelosok desa bisa lebih mudah untuk menjangkau wilayah yang luas hingga perkotaan, artinya pembangunan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas, sehingga dapat meningkatkan aktifitas masyarakat, mempercepat distribusi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.” Tandasnya.

Dengan peningkatan ekonomi lokal, pemenuhan akan kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus dapat mementaskan kemiskinan. (*/Sgt)

Ke Banyuwangi, Dubes Rusia Jajaki Beragam Kerja Sama Strategis

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Duta Besar Rusia Sergei Gennadievich Tolchenov melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Kamis (11/12/2025). Kedatangannya untuk menjajaki berbagai kerjasama antara Rusia dan Banyuwangi.

“Kami senang di sini, ada banyak peluang yang bisa dikerjasamakan. Kami melihat prospek untuk kerjasama dengan Banyuwangi seperti di bidang pariwisata, pertanian, hingga maritim,” kata Dubes Sergei, usai bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata.

Sergei mengatakan terjadi diskusi yang produktif bersama Bupati Ipuk, membahas berbagai peluang kerjasama yang bisa terjalin antara Rusia dan Banyuwangi.

Dengan berbagai pariwisata yang dimiliki, Sergei mengatakan Banyuwangi sangat potensial menjadi tujuan destinasi wisata internasional.

“Kami siap bekerjasama dengan pemerintah Banyuwangi untuk pengembangan pariwisata, kami juga mengundang Banyuwangi untuk melakukan promosi wisata langsung ke Rusia,” ungkapnya.

Selain pariwisata, Sergei juga tertarik bekerjasama di bidang komoditi pertanian perkebunan salah satunya kakao. Dia juga tertarik dengan potensi kelautan Banyuwangi untuk investasi di bidang mariitim.

“Kami senang untuk melihat berbagai perkembangan positif berbagai peluang kerjasama ini ke depannya,” ungkapnya.

Sementara Bupati Ipuk menyambut baik kedatangan Dubes Sergei. Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi Banyuwangi, serta menjadi penanda semakin eratnya hubungan persahabatan antara Rusia dan Indonesia, khususnya dengan daerah-daerah di Indonesia.

“Kami terbuka dan menyambut baik peluang kerjasama dengan negara Rusia. Kami percaya kerjasama lintas negara bukan hanya memperkuat diplomasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hingga teknologi,” kata Ipuk.

Ipuk mengatakan potensi pariwisata Banyuwangi dikembangkan dengan konsep ecotourism yang jauh dari hiruk pikuk. Sehingga cocok bagi wisatawan internasional yang menyukai experience alam dan juga suasana yang tenang.

Dengan garis pantai yang panjang dan potensi kelautan Banyuwangi memiliki juga potensi untuk pengembangan wisata bahari dan investasi maritim.

“Kami juga melihat peluang pengembangan industri di bidang sains dan teknologi kelautan. Kami berharap kerjasama ini bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan memperkuat persahabatan jangka panjang,” ungkap Ipuk. (*)

Desa Pakel Banyuwangi Bikin Peternakan Ayam Petelur, Rutin Bagikan Warga Kurang Mampu

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, mengembangkan peternakan ayam petelur untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan desa. Menariknya, peternakan ini dikelola Pemerintah Desa bersama Tim Penggerak (TP) PKK setempat dan rutin telur produksinya dibagikan untuk warganya yang kurang mampu.

Pemerintah desa setempat juga menggandeng warga dalam pengelolaannya, peternakan ini memproduksi sebanyak 18-20 kilogram kilogram telur setiap hari untuk memenuhi kebutuhan telur warga desa.

“Kami sangat apresiasi peternakan ayam petelur yang dikelola Pemdes Pakel bereng PKK. Ini bisa meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan desa,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (11/12/2025).

Ipuk sendiri sempat meninjau pengelolaan peternakan tersebut saat menggelar Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di desa tersebut pada 8 Desember 2025 lalu.

Ipuk mengatakan secara ekonomi, adanya peternakan ayam menjadi sumber penghasilan bagi desa dan juga para warga desa yang ikut mengelolanya. Selain itu produksi telur mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.

Sedangkan dari segi ketahanan pangan, peternakan memenuhi kebutuhan telur yang menjadi sumber protein warga desa dengan harga yang lebih terjangkau dan berkualitas karena telur diproduksi setiap hari sehingga selalu baru.

“Pengembangan peternakan ayam petelur juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang tengah mendorong desa-desa memperkuat produksi pangan lokal. Semoga semakin banyak desa mengembangkan inisiatif serupa sehingga kemandirian pangan dapat terus meningkat,” kata Ipuk.

Kepala Desa Pakel Mulyadi menjelaskan dalam pengelolaannya, Pemdes Pakel melibatkan warga sekitar. Saat ini ada 430 ayam petelur yang diternak. Ayam tersebut mampu menghasilkan 18-20 kilogram telur per hari atau sektar 500 kilogram perbulan.

Hasil produksi telur dijual dengan harga kisaran Rp25.000-Rp26.000 per kilogram. Hasil keuntungan penjualan masuk ke kas pemdes yang nantinya digunakan untuk mendukung pelayanan dan pembangunan desa.

“Kami jual di wilayah sini. Bahkan setiap dua pekan sekali, produksi telur kami bagikan gratis ke warga kurang mampu maupun yang stunting,” ungkap Mulyadi.

Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan menerangkan peternakan ayam petelur tersebut mempekerjakan warga setempat. Modal awal membangun peternakan menggunakan Dana Desa Program Ketahanan Pangan.

“Sesuai peraturan, dana desa minimal 20 persen harus dialokasikan untuk program ketahanan pangan. Di desa Pakel digunakan untuk peternakan ayam petelur. Di desa lainnya di kecamatan Licin penerapannya sesuai potensinya masing-masing. Ada yang mengelola peternakan kambing, perkebunan hidroponik dan lainnya,” terang Donny. (*)

Periset dan Pengelola Geopark Indonesia Kumpul di Banyuwangi Perkuat Pengembangan Geopark Ijen

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Para pengelola geopark dan periset dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Kabupaten Banyuwangi, dalam Festival Taman Bumi (Geopark), yang digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (11/12/2025).

Mereka membahas berbagai hal untuk memperkuat pengembangan geopark di Indonesia, terutama Geopark Ijen.

Festival Taman Bumi tersebut menjadi wadah berbagai stakeholder untuk menguatkan kolaborasi dalam pengembangan geopark Ijen secara berkelanjutan. Kegiatan ini dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.

Festival ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas para pemangku kebijakan, badan pengelola geopark, mahasiswa, dan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk pengelola Geopark Raja Ampat Papua. Sejumlah periset dari berbagai universitas di Indonesia yang telah melakukan riset di kawasan Geopark Ijen juga turut hadir .

Di antaranya, Dr. Purwanto dari Universitas Negeri Malang, Prof. Hari Sulistyowati dari Universitas Jember, dan Eli Jamilah Miharja Ph.D dari Universitas Bakrie. Juga Dr. Andy Yahya Al Hakim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang hadir melalui sambungan virtual.

Mereka mempresentasikan hasil riset yang telah dilakukan terhadap Geopark Ijen, termasuk permasalahan yang ditemukan serta saran solusi untuk permasalahan tersebut.

“Kami berharap, festival ini bisa menjadi ruang strategis untuk membangun kemitraan jangka panjang dan menghasilkan inisiatif konkret bagi keberlanjutan pengembangan Geopark Ijen,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Ipuk berharap, dengan pengembangan yang tepat dan berkelanjutan, Ijen Geopark dapat mempertahankan status sebagai geopark dunia saat pelaksanaan Revalidasi oleh UNESCO pada 2026 mendatang.

“Revalidasi ini momentum penting bagi kita semua. Bukan sekadar upaya mempertahankan sebuah status, melainkan komitmen jangka panjang dalam membangun wilayah berbasis konservasi, edukasi, dan yang paling penting berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat khususnya di kawasan Geopark Ijen,” tegas Ipuk.

Ipuk lalu membeber, selama beberapa tahun terakhir, Banyuwangi telah memberikan kontribusi dalam penguatan geopark melalui berbagai program.

Di antaranya, konservasi lingkungan dan pengelolaan kawasan seperti pemulihan kawasan rawan erosi, reboisasi di bantaran sungai-sungai vulkanik, hingga kolaborasi konservasi dengan TN Alas Purwo dan Balai Konservasi untuk melindungi satwa endemik dan ekosistem geobiodiversity.

Pemkab juga rutin turun ke sekolah dan masyarakat untuk melakukan kegiatan edukasi dan literasi kebumian. Banyuwangi juga terus melakukan promosi lewat berbagai event daerah yang menggunakan nama ‘’besar’’ Ijen. Seperti balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen, Ijen Trail Run, dan lainnya.

“Semua upaya ini untuk memastikan masyarakat Banyuwangi merasakan manfaat langsung dari keberadaan UNESCO Global Geopark. Kami ingin geopark hadir dalam kehidupan sehari-hari, menjadi sumber inspirasi pendidikan, peluang ekonomi, serta kesadaran bahwa alam harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, penguatan pengembangan Ijen Geopark juga dilakukan kolaboratif bersama Pemkab Bondowoso, mengingat kawasan Geopark Ijen terletak di dua daerah tersebut.

“Kita sudah tidak bicara lagi masalah batas geografis, yang penting bagi kami bagaimana kita semua bisa menjaga kelestarian Geopark Ijen dan masyarakay mendapatkan manfaatnya dari pengelolaan yang berkelanjutan,” kata Ipuk.

Berbagai program yang dilakukan tersebut mendapatkan apresiasi dari badan pengelola Raja Ampat Unesco Global Geopark, Ana Rohma Septiana. “Edukasi ke anak sekolah dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan Ijen Geopark. Ini yang akhirnya kami tiru di Raja Ampat,” ujarnya.

Sebagai informasi, Festival Taman Bumi diisi berbagai kegiatan menarik seperti forum diskusi, program pengembangan kapasitas pemuda, serta edukasi lapangan. Sejumlah kampus di Banyuwangi juga menampilkan pameran tentang kontribusi perguruan tinggi pada pengembangan Geopark Ijen.(*)

Polrestabes Surabaya Ungkap Sindikat Pengoplos LPG Bersubsidi 3kg ke 12kg

0

SURABAYA – Polrestabes Surabaya Polda Jatim berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi, Pada Kamis, 4 Desember 2025 sekitar pukul 15.30 Wib.

ssdfdsadf

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan menyampaikan pengungkapan itu berawal dari Polisi mengamankan dua pria yang berperan sebagai sopir dan kernet 9 LPG.

“Mereka kedapatan mengangkut 96 tabung LPG 12 kg warna pink berisi gas suntikan dari LPG 3 kg bersubsidi, tanpa dokumen resmi pengangkutan maupun surat jalan,” tutur Kombespol Luthfi, pada Kamis (11/12).

Ia mengatakan keduanya menggunakan kendaraan Daihatsu Grand Max. Temuan tersebut menjadi pintu awal terbongkarnya jaringan aplosan LPG.

“Setelah pemeriksaan awal, anggota turut mengamankan Dua pria lain, salah satunya pemilik gudang inisial A.B., yang berlokasi di Dusun Keongan, Jalan Bujeng, Pandaan, Kabupaten Pasuruan,” ungkap Kombes Luthfi.

Gudang itu kata Kombes Luthfu digunakan sebagai tempat penyuntikan gas LPG 3 kg (subsidi) ke tabung LPG 12 kg (Bright Gas).

Di lokasi tersebut, ungkap Kombespol Luthfi, Polisi menemukan bahwa proses pemindahan gas dilakukan menggunakan teknik penyetaraan tekanan dengan selang khusus, sementara tabung 12 kg didinginkan menggunakan es batu untuk memaksimalkan pengisian.

“Pelaku A.B., selaku pemilik usaha ilegal tersebut, mengawasi sejumlah pekerja yang bertugas memindahkan gas subsidi ke tabung 12 kg. Ia diketahui tidak memiliki izin resmi sebagai agen LPG,” tandasnya.

Kapolrestabes Surabaya menerangkan, LPG 3 kg subsidi didapatkan dengan membeli dari berbagai pangkalan di Pasuruan seharga Rp18.000 per tabung.

Sedangkan tabung kosong LPG 12 kg diperoleh dari sejumlah penjual di Pasuruan, Malang, hingga Surabaya dengan harga Rp150.000–Rp280.000.

Setiap tabung 12 kg pink diisi dengan setara empat tabung LPG 3 kg subsidi.

“Rata-rata pengiriman mencapai lebih dari 100 tabung per hari, dengan keuntungan bersih sekitar Rp20.000 per tabung, sehingga total pendapatan harian mencapai Rp2.000.000,” jelas Kapolrestabes.

Dari pengakuan para pelaku mereka melakukan operasional penyuntikan LPG dan mendistribusikan barang ke wilayah Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya.

Tersangka mengangkut tabung 12 kg hasil suntikan dan memasarkannya di wilayah Surabaya kepada pembeli berinisial DT dengan harga Rp120.000 per tabung.

Selain Empat tersangka, Polisi juga memburu Lima orang lain berinisial F, IL, IR, A, dan R, yang berperan sebagai tenaga penyuntik LPG.

Dalam penggerebekan ini, Polisi mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya, dua unit mobil Grand Max, 233 tabung LPG 12 kg (137 berisi, 96 kosong), 513 tabung LPG 3 kg (259 berisi, 254 kosong), 254 tabung LPG 3 kg kosong tambahan, selang penyuntikan, kulkas, panci, alat buka seal, timbangan dan satu unit HP.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, yang mengubah Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. (*)