Home Blog Page 1638

Agar Pajaknya Tak Lolos, KPK Awasi Pertambangan Pasir Lumajang

LUMAJANG – Kekayaan pasir sangat melimpah di Lumajang, sehingga diperlukan tata kelola yang baik agar pendapatan pajaknya tidak bocor kemana mana.

Sedangkan realisasi pendapatan dari sektor pajak pasir di Lumajang tercatat baru mencapai Rp 6,7 miliar dari target tahun ini sebesar Rp 25 miliar.

Oleh karena itu, kedatangan KPK RI ke Lumajang dalam monitoring dan evaluasi pemerintahan kemarin, masalah pertambangan pasir dan keberadaan stockpile pasir terpadu menjadi salah satu obyek yang dilihat KPK.

Setelah melakukan pemetaan, pihaknya bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq serta Pimpinan DPRD Lumajang lansung meninjau lokasi.

Setidaknya ada beberapa lokasi yang dikunjungi, yaitu ke stockpile pasir terpadu, Sumbersuko, lokasi pertambangan pasir, jalur khusus armada truk pasir, serta lokasi tambang pasir besi ilegal di kawasan Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh.

“Kami monitoring dan evaluasi rutin dalam tata kelola pemerintah di Lumajang,” kata Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah III Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Edi Suryanto, Kamis (23/9/2021).

Agenda ini difokuskan soal pertambangan karena pendampingan dan pengawasan terhadap setiap daerah berbeda-beda. Kebetulan khusus Lumajang, pasir menjadi andalan dan potensi kekayaan alam.

“Dalam satu minggu ini ada 10 daerah, besok masih ada daerah lain yang kami kunjungi,” jelasnya.

Kasatgas Korsub KPK Wilayah Jawa Timur Edi Suryanto juga mengingatkan agar PAD Lumajang dari sektor pertambangan pasir, karena dalam waktu dekat ada dua proyek besar yang membutuhkan pasir dari Lumajang.

“Dalam waktu dekat ini dua proyek besar sangat membutuhkan pasir dari Lumajang. Yaitu Jalan Tol Probolinggo Banyuwangi dan pembangunan Bandara di Kediri. Jangan sampai pajaknya lolos, karena potensi pajaknya sangat besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, cukup banyak arahan yang disampaikan KPK dalam menata tata niaga pertambangan pasir.

“Arahan KPK salah satunya diminta menjaga agar pajak pasir tidak sampai loss, dan mendorong untuk mengambil kebijakan yang berpihak pada lingkungan,” pungkas Thoriq. (tim)

Perwira DPC Kota Cimahi Peringati HUT Ke-3

0

CIMAHI – Minggu (26/09/2021)
Perempuan Wira Usaha DPD Kota Cimahi memperingati ulang tahunnya yang ke-3, di Pendopo DPRD Kota Cimahi Jalan Dra. Hj. Djulaeha Karmita No. 5 Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga sore hari tersebut dihadiri oleh Plt. Walikota Cimahi Letkol. (Purn) Ngatiyana, Ketua PERWIRA DPD Provinsi Jawa Barat serta tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Walikota Cimahi Ngatiyana saat dimintai komentarnya oleh awak media mengatakan, “Pada hari ini kita melaksanakan yaitu peringatan Hari Ulang Tahun Ke-3 dari Dpc Perwira Kota Cimahi,Semoga diulang tahun yang ke -3 ini Dpc Perwira Kota Cimahi semakin maju dalam hal wira usahanya”.

Ditambahkannya, Karena di tengah pandemi covid 19 masih bertahan juga mempertahankan wirausahanya sehingga ekonomi Perwira masih tetap solid.

“Nah ini salah satunya usaha-usaha dari para wira usahawati dari Perwira. Produk-produknya bahkan sampai di ekspor, ini salah satunya kemajuan.Pertahanan ekonomi yang ada di Kota Cimahi masih tetap berjalan salah satunya yaa Perwira. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih dan selamat ulangtahun kepada DPC Perwira yang ke-3 tahun 2021. Mudah-mudahan Perwira semakin sukses, maju dalam membina ekonominya,” terang Ngatiyana.

Ditempat yang sama, Ketua Perwira DPD Provinsi Jawa Barat, Rini S, mengungkapkan dirinya menyampaikan selamat ulang tahun kepada Perwira DPC Kota Cimahi. “Alhamdulillah di usia yang ke-3 ini saya lihat luar biasa. Tadi sudah saya sampaikan perkembangannya luar biasa karena bukan hanya mengurusi anggota saja namun sudah bisa memberikan manfaat kepada masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Masih kata Rini,dalam keadaan pandemi semangat dari Perwira masih luar biasa.

“Saya lihat perkembangan selama pandemi itu banyak belajar, serta banyak melakukan kegiatan digital marketingnya sehingga tidak ada penurunan omzet.

“Itu merupakan perwujudan semangat yang luar biasa. Saya ingin membawa Cimahi ini ke Tingkat yang lebih luas lagi. Untuk produk dari Cimahi selalu ikut se Jawa Barat dan produk-produknya sudah menyebar, artinya semakin banyak produk yang laku maka semakin banyak uang yang masuk ke Cimahi. Langkah selanjutnya kami sedang mempersiapkan ekspor dari kayu manis dan rempah-rempah. Alhamdulillah sudah bisa masuk Asosiasi kami di Tours And Travel Umroh Haji. Mudah-mudahan secepatnya dapat terealisasi. Dalam hal fashion semoga kita bisa bawa ke Ajerbaijan, Qatar agar produk dari sini bisa masuk ke sana. Semoga Cimahi bisa Go International,” harap Ketua Perwira DPD Provinsi Jawa Barat.

Ketua Perwira Dpc Kota Cimahi Hj. Wiwin Hamidah, menambahkan, Pada HUT Perwira yang ke-3 ini Perwira DPC Kota Cimahi tetap bertujuan membina anggotanya.

“Selama tiga tahun ini kami telah memiliki 170 orang anggota. Rekanan kita sudah banyak tersebar melalui berbagai macam pelatihan. Dalam mengadakan setiap pelatihan kami bekerja sama dengan dinas-dinas yang ada di Pemkot Cimahi, contohnya kerjasana dengan Dinas Kesehatan, Disdagkoperin, Dispangtan dan dengan Kesbangpol Kota Cimahi yang selalu mensuplort setiap kegiatan Perwira Kota Cimahi. Sejauh ini produk yang dihasilkan oleh anggota Perwira Kota Cimahi Alhamdulillah sudah banyak yang Go Internasional, seperti Nasi Ajib, Kerudung.

Dari kraf yang dari Nagara-Nagara yakni Pemenang Kedua CSBI yang diselenggarakan oleh Disdagkoperin.

“Kami bisa berjalan dalam hal ini ada campur tangan Pemerintah Yakni Pak Plt.Walikota Cimahi, Dinas yang ada di Pemkot juga Forum Ormas/LSM Kota Cimahi Kami selalu bersinergi, seperti tadi yang memimpin senam itu merupakan salah satu ketua yang tergabung dalam Forum Ormas/LSM Kota Cimahi yakni Teteh Erna Semantik. Untuk Perwira Kota Cimahi kami memiliki Slogan “Herang Mencrang di Usum Pandemi artinya Kita Harus bersinar walaupun dalam masa Pandemi covid-19 Jangan melempem karena Hidup Harus terus berjuang. Harus tetap bersinar dan Semoga Keberadaan Perwira di Kota Cimahi dapat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Ketua Perwira DPC Kota Cimahi Hj. Wiwin Hamidah. – AES –

Ikhtiar Pemkab Realisasikan Bantuan BNPB

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq maresmikan Mushola Darussalam, bertempat di Dusun Halimo, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Sabtu (25/09/21),

Dalam sambutannya, bupati mengapresiasi masyarakat Dusun Halimo serta pihak Forum Zakat Provinsi Jawa Timur, yang telah ikut berpastisipasi dalam pembangunan Mushola Darussalam hingga selesai.

Thoriq mengharapkan mushola yang telah dibangun kembali tersebut digunakan untuk beribadah dan untuk melaksanakan kegiatan keagaaman lainnya.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Forum Zakat Jawa Timur yang membangun mushola ini, untuk digunakan kembali oleh masyarakat Desa Kaliuling khususnya di Dusun Halimo,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lumajang juga menyampaikan hal terkait perkembangan bantuan pembangunan rumah bagi korban gempa bumi yang terjadi beberapa bulan yang lalu.

Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berupaya untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat agar bantuan pembangunan rumah bagi korban bencana yang mengalami kerusakan berat dapat terwujud, sebab hingga saat ini bantuan dari BNPB masih belum terealisasi.

“Saya terus berikhtiar agar supaya anggaran dari Pemerintah Pusat bisa segera turun dan masyarakat bisa membangun rumah kembali,” ujarnya.

Bupati Lumajang juga berharap kepada masyarakat Dusun Halimo dan Dusun Iburaja, Desa Kaliuling yang terdampak bencana agar bersabar dan berdoa supaya bantuan tersebut segera terealisasi sehingga masyarakat bisa membangun rumah yang layak huni serta bisa melaksanakan aktivitas normal kembali.

“Saya mohon doa kepada semua warga yang ada di sini dan saya terus berikhtiar agar bantuan segera dicairkan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Forum zakat Provinsi Jawa Timur, Kholaf Hibatullah menerangkan bahwa pembangunan Mushola Darussalam merupakan kolaborasi dari 25 lembaga zakat yang ada di Jawa Timur. Ia menyampaikan selain melakukan pembangunan mushola, pihaknya juga memberikan 400 paket Sembako kepada warga yang terdampak bencana di Desa Kaliuling.

“Semoga bantuan yang telah disalurkan tersebut, bisa bermanfaat bagi masyarakat,”ujarnya.

Kepala Desa Kaliuling, Peni Tumitah mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Lumajang dan semua pihak yang tergabung dalam Forum Zakat Prov Jatim atas kerja kerasnya dalam membantu masyarakat Desa Kaliuling yang terdampak bencana serta telah membantu dalam pembangunan Mushola Darussalam, yang sebelumnya mushola tersebut pernah roboh akibat gempa bumi pada bulan April 2021. (RED)

Tim Satya Lencana Bersama Walikota Probolinggo Kunjungi Kampung Nila

PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin bersama tim penilai yang diketuai Kepala Biro Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Sekretariat Militer Presiden RI Brigjen TNI (Mar) Ludi Prasetyo, mengunjungi “Kampoeng Nila” di Kelurahan Sukabumi Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo.

Tampak juga dalam rombongan yakni Kepala Subdit Kawasan Khusus Lingkup 1 Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementrian Dalam Negeri, Nursyah Rizal, dan Kepala Sub Koordinator Subdit Zonasi Wilayah Timur, Direktorat Perencanaan Ruang Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan Achmad Djaelani, pada hari Selasa (21/9/2021) lalu dengan agenda kunjungan lapangan tim penilai ke lokasi “Kampong Nila” Kelurahan Sukabumi.kecamatan Mayangan kota probolinggo.

Adapun tujuan tim penilai adalah sebagai dasar pengusulan pemberian penghargaan Satya Lencana Wirakarya bidang Pemerintahan Dalam Pengelolahan Pengembangan dan Pembangunan Kelautan di Kota Probolinggo Tahun 2021 dari Presiden Joko Widodo kepada Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin.

Turut mendampingi Wali Kota Probolinggo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setiorini Sayekti, PLT Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Aries Santoso, Kepela Dinas PUPR Agus Hartadi, S.H, M.Si, Kepala Bidang Perkim Abdul Kholiq, Koordinator Kota Syamsul Hadi Beserta Tim Kotaku, Camat, Lurah, BKM, LPM, Relawan dan Tokoh masyarakat setempat.

Selama Aktivitas kunjungan di “Kampung Nila” tim melakukan kunjungan pada beberapa sentra hasil pengembangan diantaranya, pertama; menuju ke lokasi UMKM Sabrina san Sumber Rejeki yang telah berhasil mengembangkan olahan produk kerupuk ikan Nila.

Dari pantauan dilapangan Tim penilai dan walikota Probolinggo tampak tertarik kepada beberapa pelaku usaha krupuk nila di Sukabumi.

“Kenapa ibu dan bapak membuat kerupuk nila? kok nggak bikin kerupuk yang lain,” tanya salah satu tim penilai.

“Karena yang dipanen di tambak ini ikan nila pak. Sekalian mengembangkan potensi sekitar dan mengambilnya tidak terlalu jauh,” jelas Sumiati, salah seorang pelaku usaha.

Diakui warga, dengan dibangunnya potensi kampung Nila ini bisa menambah sumber perekonomian warga.

“Alhamdulillah, dengan dibangunnya kampung nila ini oleh KOTAKU dapat memberikan tambahan penghasilan buat kami. Kami bisa bikin kerupuk nila dan mendapatkan pembinaan dari dinas,” papar Sumiati.

Ditambahkannya, kerupuknya juga terjual laris di toko-toko, karena banyak yang suka dengan rasanya.

Sementara itu, Lurah Sukabumi, Angga, menerangkan, melalui program Kotaku juga membangun sanitasi komunal dalam bentuk bio field.

“Sekarang permasalahan sanitasi pun sudah terlayani secara layak dan Alhamdulillah warga kita senang serta tidak ada lagi yang buang hajat sembarangan sebab dirumah masing – masing sudah memiliki WC,” ujarnya.

Abdul Kholiq, selaku Kabid Perkim memaparkan bagaimana pesisir pantai Mayangan menjadi daya tangkap pengunjung baik yang menuju Bromo, Bali maupun yang melintas di Kota Probolinggo.

“Yakni dengan pembangunan skala Kawasan di Kelurahan Mayangan ini,” terangnya.

Hingga saat ini, imbuhnya, kegiatan Skala Kawasan telah berjalan 10% dan akan menyusul anggaran tambahan yang diarahkan di simpang lima Kelurahan Mayangan dengan desain yang mencirikan kawasan pesisir pantai terintegrasi dengan ikon Kota Probolinggo yang tersambung dengan cagar budaya benteng, dan rencana pelabuhan internasional. Sehingga diharapkan mampu memberikan daya exotisme tersendiri sebagai potensi pengembangan destinasi wisata baru di Kota Probolinggo,” terang Abdul kholiq.

Setelah mendengarkan paparan serta mengetahui secara langsung keberadaan Kampung Nila, tim penilai menyatakan puas sambil menyampaikan salam semangat kepada audiens yang hadir di gazebo RTH KoTaku sambil menikmati hidangan makan siang dengan menu Ikan Nila.

“Tetaplah berkarya dan berinovasi untuk negeri tercinta ini,” ajak salah seorang tim penilai. (Ali)

Cabuli Gadis Di Bawah Umur, Dua Pemuda Dibekuk Aparat

0

LAMPUNG – Berawal kenal di media sosial Tatan seorang gadis dibawah umur yang masih duduk dibangku sekolahan menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh dua orang pemuda bejat yang dilakukan dirumah kosong.

Kronologis awal kejadiannya pada (15/9/2021) jam 15.00 WIB, pelaku yang berinisial MAS (22) menjemput korban Bunga ke sekolahannya untuk diajak main dengan menggunakan sepeda motor beat, akan tetapi korban diajak kesebuah rumah kosong yang berada di kampung Poncowati Kecamatan Terbanggi Besar.

Setelah pelaku Mas dan korban Bunga sampai dirumah kosong, rupanya di rumah tersebut sudah ada rekan pelaku Mas yang sudah lebih dulu sampai dirumah kosong yang mana tempat rumah kosong tersebut, adalah rumah yang direncanakan oleh Pelaku Mas dan rekannya Pwt untuk menggagahi Bunga.

Lalu pelaku Mas mengajak Bunga kekamar, dikamar itulah kedua pelaku Mas dan Pwt mencabuli korban secara bergantian untuk menyalurkan hasrat bejatnya.

Terungkapnya aksi cabul yang dilakukan pelaku Mas dan Pwt terhadap Bunga, bermula dari perubahan perilaku yang dialami oleh Bunga. yang mendadak menjadi pendiam.

Dan perubahan tersebut mengundang kecurigaan guru yang melihat perubahan pada Bunga, lalu gurunya Bunga tersebut langsung mengundang orang tua korban, untuk menanyakan apa yang telah terjadi, dan apa yang sebenarnya yang dipikirkan atau disembunyikan dengan putrinya hingga menjadi mendadak pendiam.

Dihadapkan sang guru, Bunga ditanya oleh Ayahnya, ” Ada apa dengan mu nak” Kira-kira demikian pertanyaan sang ayah.

Kepada sang guru dan ayahnya Bunga mengaku telah dicabuli oleh dua orang pemuda, yang dikenalnya melalui akun media sosial Tatan.

Hal itu dijelaskan oleh Kasat Reskrim AKP Edy Qorinas mewakili Kapolres Lamteng AKBP Oni Prasetya Sabtu (25/9/2021).

“Bahwa, korban Bunga ini telah dicabuli oleh dua orang pemuda secara bergantian yakni pelaku berinisial MAS dan PWT, awalnya Bunga mengenal pelaku dari perkenalan sosial media Apk Tatan.

Dan pelaku MAS mengajak Bunga untuk main, akan tetapi malah dibawa kesebuah rumah kosong yang berada di Kampung Poncowati Kecamatan Terbbanggi Besar Lampung Tengah, akan tetapi dirumah kosong tersebut sudah ada rekan pelaku lainnya yang berinisial PWT.

“Disebuah rumah didalam kamar tersebut korban dicabuli oleh MAS dan PWT secara bergantian, Setelah selesai melakukan perbuatan bejatnya, korban kembali diantarkan oleh tersangka RF ketempat Bunga Sekolah, ” Terangnya.

Diketahui terungkapnya bahwa korban mengalami pencabulan berawal dari guru korban yang curiga dengan sifatnya Bunga yang mendadak menjadi pendiam, kemudian guru disekolahan Bunga mengundang untuk datang kesekolah untuk berbicara secara baik-baik.

Dihadapan guru dan orangtua korban, bahwa Bunga sudah mengalami pencabulan yang dilakukan oleh dua orang pemuda dan karna mendengar pengakuan putrinya dengan perasaan yang seperti disamber petir, ayah korban tak terima dengan ulah kedua pelaku Sang ayah langsung melaporkanya ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Lamteng,” Imbuhnya.

Berbekal laporan Polisi dari orang tua korban, dengan cepat Polisi bergerak cepat memburu dan langsung menangkap kedua pelaku dan berhasil diamankan. Dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensive, ” tegasnya.

Kedua pelaku dijerat dengan pasal 81 atau Pasal 82 junto Pasal 76 huruf d atau pasal huruf E, UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas, perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002. Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman minimal 5 tahun dan maximal 15 tahun, serta denda 5 Milyar.

Terkait hal tersebut Kasat Reskrim Polres Lamteng AKP Edy Qorinas juga “Mengimbau masyarakat agar selalu memantau putra-putrinya.

“Selalu pantau perubahan yang terjadi pada putra-putri kita. Apa lagi yang meiliki akun media sosial untuk dapat mengawasi penggunaannya. Hal itu untuk mengetahui dan mengawasi serta kita dapat mengontrol aktifitasnya di sosial media,” Tegasnya (DHW)

PON Papua Ajang Promosi Produk Unggulan Olahan Perikanan

0

TIMIKA – Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XX di Provinsi Papua khususnya Klaster Kabupaten Mimika menjadi ajang promosi produk produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), seperti produk olahan perikanan yaitu stik ikan manyung, makanan khas masyarakat Mimika.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Leentje Siwabessy, mengatakan salah satu sukses ekonomi di Kabupaten MImika adalah bidang ekonomi perikanan, pertanian, koperasi dan ketahanan pangan.

“Kami mencoba untuk mengangkat dan memperkenalkan produk-produk UMKM dari berbagai sektor seperti sektor perikanan, ini adalah UMKM di mana sektor perikanan itu kita tahu bahwa terbagi atas nelayan tangkap, nelayan pembudidaya ikan air tawar dan nelayan pengolah pemasaran,” ujarnya di Timika, Sabtu (25/9/2021)

Menurutnya, momen ini kebetulan melibatkan seluruh UMKM di sektor ekonomi sehingga ajang ini sebagai ajang promosi khususnya untuk makanan khas masyarakat Mimika yaitu stik ikan manyung, stik ini terbuat dari bahan baku ikan manyung yang lebih dikenal oleh daerah lain adalah ikan duri.

Ikan manyung ini memang banyak ditangkap oleh para nelayan asli di Papua namun jenis ikan ini belum dikenal oleh masyarakat luas, sehingga bagaimana supaya ikan ini bisa dikenal oleh masyarakat luas papua, salah satunya dibuatlah berbagai produk olahan yang berbahan baku dari ikan manyung seperti stik manyung dan abon ikan manyung.

“Setelah diolah menjadi stik dan abon ternyata rasanya enak, gurih dan bergizi tinggi.Hal inilah yang menjadi produk unggulan dari Mimika,” kata Lintje.

Lintje menambahkan, selain ikan manyung masih banyak lagi produk unggulan dariperikanan seperti pengolahan ikan asin. Ikan kakap putih barramundi, ikan kakap merah, udang dan kepiting.

“Produk ikan ini kami tidak bisa ikutsertakan dalam ajang promosi di PON XX Papua karena ada beberapa hal seperti ikan asin baunya yang menyebar. Sementara untuk ikan kakap putih, ikan kakap merah, barramundi, udang dan kepiting harus menggunakan aquarium sehingga butuh biaya yang lebih tinggi dan juga tempat ajang promosi ini harus steril,” tuturnya. (tim).

Krisis Air Bersih di 2 Kecamatan Segera Diselesaikan

LUMAJANG – Bertahun tahun masyarakat di wilayah utara Kabupaten Lumajang, khususnya di daerah kecamatan Klakah dan Ranuyoso tidak bisa menikmati air setiap saat karena daerah tersebut mengalami krisis air bersih.

Permasalahan air bersih di wilayah itu akhirnya menjadi perhatian serius Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Ia menyambut baik kedatangan Tim Survey Program Sistem Pembangunan Air Minum dari pemerintah pusat, Jum’at (24/9/2021).

Bunda Indah, sapaan karib Indah Amperawati mengucapkan terimakasih kepada tim dari Pemerintah Pusat yang telah berkenan datang ke Kabupaten Lumajang guna meninjau secara langsung dalam mengatasi permasalahan air bersih.

Ia berharap nantinya Pemerintah Pusat segera membantu untuk mengentaskan permasalahan air bersih di wilayah utara Lumajang, sehingga masyarakat di daerah Kecamatan Klakah dan Ranuyoso yang telah bertahun-tahun mengalami krisis air bersih bisa menikmati air setiap saat.

“Harapannya tim dari Pemerintah Pusat bisa membantu kami untuk mewujudkan dalam menyelesaikan permasalahan air bersih di masyarakat, dan kami menunggu kabar baiknya,” harapnys.

Untuk diketahui, personil dari tim survey yang terdiri dari Staf Ahli Ketua DPD RI dan dari pihak Kementerian PUPR tersebut, datang di Kabupaten Lumajang untuk meninjau air bersih di dua tempat di wilayah utara Lumajang, yakni di Sumbermrutu dan Sumber Wringin. (bam/red)

Lapas II B Lumajang Realisasikan Suasana Pondok Pesantren

LUMAJANG – Rencana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) akan menerapkan nuansa pondok pesantren di Lapas II B Lumajang bakal direalisasikan.

Memorandum of understanding (MoU) antara lapas dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang sudah ditanda tangani, Kamis ( 23/9/2021).

Muhammad Muslim, Kepala Kemenag Lumajang mengungkapkan, Senin depan kegiatan pembinaan keagamaan sudah dilaksanakan.

“Program keagamaan Pesantren Lapas terdiri atas sejumlah tingkatan program. Mulai dari pengetahuan agama yang minim hingga sudah dianggap lebih tinggi pemahaman keagamannya,” ungkap Muslim.

Ia menyebut kegiatan pembinaan keagamaan tersebut diterapkan seperti layaknya pondok pesantren, yaitu mulai bangun tidur hingga tidur kembali.

“Yang jelas nuansa pembelajarannya dibuat seperti pesantren, dari bangun subuh hingga malam menjelang tidur lagi. Nanti kita launching bersamaan dengan hari santri,” ujarnya.

Muslim menjelaskan ada program baca tulis Alquran bagi napi yang belum bisa membaca atau menulis. Kalau sudah bisa, lanjut ke tahap selanjutntya. Ada juga program tartil. Kalau sudah lancar, ada lagi tilawah atau qari.

“Kalau sudah bisa, lanjut ke tahap menghafal atau tahfizul Quran. Nah, ini program unggulan kami di lapas,” katanya.

Menurut Muslim, target hafalan fleksibel. Hal tersebut sesuai kemampuan warga binaan. Selain itu, program lain seperti pembelajaran ilmu fikih, hadis, dan lainnya juga bakal diberikan. Terutama pembinaan dan pengetahuan tauhid atau akidah napi.

“Program itu ada yang sifatnya tentatif seperti pembelajaran atau pengobatan ala Nabi. Ada juga program istighotsah yang dilakukan sebulan sekali. Rerata program lainnya dua kali dalam sepekan. Sehingga, nuansa pondok pesantren mulai bangun hingga tidur lagi sangat terasa,” lanjutnya.

Sementara itu, Agus Wahono, Kalapas Kelas II B Lumajang, mengungkapkan, program tersebut sangat baik bagi warga binaannya. Apalagi para pengajar atau pembina keagamaan lebih banyak. Menurut dia, hal itu lebih bagus. Sebab, dari sisi kesiapan napi, pihaknya sudah sangat siap.

“Salama 24 jam pun kami siap,” ungkapnya.

Pihaknya akan melakukan kategorisasi keilmuan agama napi. Sebab, hal tersebut memudahkan proses pembelajaran agama.

“Kami akan memilah, mereka yang belum bisa baca atau belum bisa salat berkumpul jadi satu. Sedangkan yang sudah bisa akan berkumpul dengan yang bisa. Apalagi jika ada yang sudah mahir, maka bisa membantu lainnya mengajar,” pungkasnya. (bam/red)

UM Jember Kolaborasi dengan Pemkab, Kembangkan SDM dan Ekonomi Masyarakat

JEMBER- Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto menandantangani Kesepakatan dengan perguruan tinggi swasta Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) pada Sabtu (25/09/2021).

Nota kesepakatan tersebut meliputi pengembangan bidang pendidikan, penelitian, pengembangan SDM dan Ekonomi Kabupaten Jember.

“Kami memang mengajak Universitas Muhammadiyah untuk berkolaborasi dengan Pemkab Jember, karena bagaimana pun untuk memajukan Kabupaten Jember ini membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk juga elemen perguruan tinggi. Selain itu mereka juga mempunyai kewajiban kepada masyarakat, yaitu pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Bupati Hendy Siswanto usai menghadiri Wisuda ke 45 yang digelar di Gedung Zainuri UM Jember.

Bupati Hendy menyebut peran akademisi sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya permasalahan yang sedang dihadapi saat ini, seperti di antaranya masalah stunting, masalah pembangunan SDM masyarakat, pemberdayaan desa, dan banyak lagi lainnya.

Dia mengajak seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kabupaten Jember untuk turut serta terjun ke masyarakat, dan berkolaborasi memajukan kota tembakau ini.

“Program yang sedang berjalan saat ini seluruh sekretaris desa di Jember menempuh pendidikan selama 3 bulan yang difasilitasi oleh UM Jember untuk peningkatan SDM para sekdes mengenai sistem birokrasi,” sambungnya.

Peningkatan kemampuan tentang sistem birokrasi tersebut menurut Bupati Hendy Siswanto sangatlah penting, selain untuk memaksimalkan pekerjaan perangkat desa dalam melayani masyarakat desa, juga supaya mengerti batasan-batasan hukumnya.(sonz)

Bupati Jember Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional

JEMBER – Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto melantik 50 orang pejabat struktural dan 76 orang pejabat fungsional di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat malam (24/09/2021). Pelantikan dilaksanakan dalam dua kali sesi secara luring bergantian.

“Saya sangat bahagia sekali saat ini sudah melantik bapak dan ibu, tentunya jabatan yang diemban ini harus dilaksanakan dengan penuh amanah, dedikasi yang tinggi serta bertanggungjawab,” ungkap Bupati Hendy Siswanto.

Dia meminta para pejabat untuk segera menyesuaikan diri dengan tugas pokok dan fungsinya.

Bupati mengingatkan para pejabat untuk bekerja sesuai aturan yang berlaku, dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Hendy Siswanto mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk turut serta dalam upaya penanganan Covid-19.

“Covid-19 belum selesai, virusnya tidak nampak maka kita wajib terus menjaga kewaspadaan dan saling membantu dalam upaya penanganan Covid-19 karena sejatinya ini tanggung jawab semua pihak,” pesannya.

Dia juga meminta para pejabat untuk membiasakan diri bekerja tanpa menunggu perintah.(sonz)