Home Blog Page 1659

Kapolda Jatim Cek Vaksinasi Pelajar SMAN 1 Gersik

GRESIK – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi, pada Rabu (1/9/2021), di SMAN 1 Kabupaten Gresik. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam membentuk herd immunity di Jawa Timur.

Dalam pelaksanaan vaksinasi ini disiapkan sebanyak 1.300 dosis, jenis Sinovac tahap pertama, yang diperuntukan bagi pelajar SMAN 1 Kabupaten Gresik. Selain itu, pelaksanaan vaksinasi ini juga dibantu 69 petugas tenaga kesehatan gabungan dari TNI Polri dan Dinkes Gresik yang dibagi, sebagai tenaga registrasi, screening dan vaksinator.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama Polda Jatim dalam kunjungannya menyampaikan Kunjungannya tersebut diantaranya untuk mendorong, men-support kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Gresik, bersama jajaran Kodim maupun Polres Gresik, serta seluruh jajaran pendidikan, diantaranya SMAN 1, untuk melaksanakan vaksinasi.

Selain itu, Forkopimda Jatim juga akan melaksanakan vaksinasi di Kabupaten/Kota, Jawa Timur sebanyak 15 ribu dosis, dibantu oleh pemerintah daerah.

“Dalam perencanaanya hari ini di seluruh kabupaten Gresik akan dilaksanakan vaksinasi sekitar 5000 dosis, sedangkan yang dilaksankan di SMAN 1 Gresik hari ini ada 1.300 dosis,” kata Kapolda Jatim, didampingi Bupati Gresik, Kapolres Gersik, Dandim, kepala sekolah SMAN 1 Gersik, serta Pejabat Utama Polda Jatim.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang hadir Baik dari TNI, Polri dan Dinkes Gresik, khususnya Para Polwan, yang sekarang melaksanakan hari ulang tahun Polwan ke 73, dan juga relawan yang telah membantu pelaksanaan vaksinasi ini,” ucapnya.

Tak lupa Kapolda Jatim juga mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah beserta seluruh guru, maupun perangkat sekolah, yang telah menyediakan tempat sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar.

“Kami jajaran Polda dengan Kodam dan Pemprov akan selalu men-support Kabupaten / Kotamadya, yang telah melaksanakan kegiatan dengan baik. Bapak Bupati Gresik tentunya yang paling utama dari semua kegiatan ini, sangat membantu dan sangat mendukung semua pelaksanaan vaksinasi yang telah direncanakan,” tandasnya.

Kapolda juga mengatakan. Kedepan Bupati tentunya bersinergi dengan Dandim dan Kapolres Gresik, akan bersama-sama menghadapi rencana datangnya vaksinasi.

“Di awal bulan September ini rencana akan ada sekitar 2 juta vaksin yang masuk. Kami mendengar informasi dari Kadinkes provinsi, vaksin tersebut sudah masuk di provinsi dan akan dibagikan,” jelasnya.

“Kami juga akan mendorong yang perlu dipersiapkan Puskesmas menjadi ujung tombak. Mempersiapkan nakes dan tambahan nakes. Karena ibu Gubernur menyiapkan dua tambahan nakes di setiap Puskesmas,” ujar Kapolda.

Kapolda berharap, dengan kolaborasi yang baik, koordinasi yang baik, dan pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan lancar, sehingga herd immunity bisa tercapai.

“Mudah-mudahanan murid-murid bisa divaksin, guru-gurunya juga sehat, murid-muridnya sehat. Proses belajar mengajar dapat berjalan,” pungkas Irjen Pol Nico Afinta. (tim)

Polresta Mojokerto Berkolaborasi Bersama Dinkes Vaksinasi 1000 Pelajar

MOJOKERTO – Dalam rangka serbuan vaksinasi TNI – Polri kepada pelajar jelang Pembelajaran Tatap Muka, Polresta Mojokerto berkolaborasi Bersama Dinkes Kota Mojokerto menggelar Vaksinasi kepada Pelajar di SMKN 1 Mojokerto. Rabu (01/09/21)

Berlangsungnya kegiatan Vaksinasi secara Prokes ini, Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H meninjau langsung proses vaksinasi kepada ribuan pelajar yang didampingi Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Mojokerto, Kodim 0815 serta Kasat lantas AKP Fitria, Kasubsi Bankum IPTU Mariyanto, Kasi Propam IPDA Yuda, dan IPDA MK Umam Kasi Humas Polresta Mojokerto

“Iya kegiatan Vaksinasi masih terus berlangsung, karena dosis kedua masih diangka 50 persen, dengan Target kita adalah bisa 100 persen pada tahap dosis pertama, tentunya kita upayakan dengan optimal, dan sasaran kepada siswa SMP dan SMA dan MAHASISWA,” ucap Kapolresta Mojokerto

Sehari sebelumnya Presiden RI Joko Widodo saat tinjau vaksinasi, kita lihat di akun youtube sekretariat presiden, Selasa (31/8), memerintahkan agar kegiatan vaksinasi bagi pelajar dan santri dilakukan secara besar-besaran masif. Terutama di daerah daerah yang tingkat penyebaran dan penularan Covidnya tinggi.

“Semoga dengan alokasi vaksinasi ditengah masyarakat ini akan bisa segera mencapai Herd Imunity dan pembelajaran secara offline bisa dilaksanakan sesuai anjuran Pemerintah,” Kata AKBP Rofiq Ripto Himawan

Masih Kata AKBP Rofiq, “Dosis ada yang pertama dan ada yang kedua, arahnya agar lebih siap menjalani PTM dan menerapkan Prokes, juga memenuhi kebijakan Pemerintah dimana disesuaikan sejumlah lokasi kegiatan harus menggunakan atau mendownload aplikasi pedulilindungi,” Pinta Kapolresta Mojokerto

“Hari ini total 1.000 dosis yang kita berikan kepada Pelajar SMKN 1 Kota Mojokerto yang merupakan kolaborasi dari Poliklinik Polresta Mojokerto Bersama Dinkes Kota Mojokerto dan rencana Besuk 800 kita siapkan di 4 kecamatan dari Vial Kepolisian baik Dinkes Kabupaten Dan Dinkes Kota”. Pungkas Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan. (tim)

Aplikator Rumah Tahan Gempa (RTG) Nekat Bunuh Diri, Di Duga Akibat Tersangkut Utang Piutang

0

LOMBOK UTARA (NTB) — Warga Dusun Prawira, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung dikejutkan penemuan seorang warga yang tergantung di rumahnya, (31/8) korban yang merupakan aplikator tersebut diduga mengakhiri hidupnya akibat terlilit utang.

Kasatreskrim Polres Lotara Iptu I Made Sukadana membenarkan kejadian tersebut.

Korban I Gusti Lanang Putra, 33 tahun ditemukan tergantung di dalam kamarnya sekitar pukul 11.15 Wita.

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” ujar dia.

Sekitar pukul 11.00 Wita, seorang saksi bernama I Nyoman Sudita mencari korban ke rumahnya, saat itu saksi ingin menanyakan korban perihal sepeda motor yang digadai, setiba di depan rumah korban, saksi bertemu dengan anak korban lalu menanyakan keberadaan korban.

”Ditanya sama saksi di mana bapak, anak korban jawab ada di dalam kamar,” sambung dia.

Yang bersangkutan memutuskan langsung masuk, saat mengetuk pintu dan memanggil korban, tak kunjung ada jawaban saksi akhirnya memutuskan untuk membuka pintu kamar korban.

Ketika membuka pintu kamar, saksi terkejut menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung selendang hitam.

Saksi kemudian pergi menemui dan memberitahukan ibu kandung korban mengenai kejadian tersebut. Serta memanggil warga sekitar.

Dari keterangan pihak Puskesmas Tanjung, korban dinyatakan telah meninggal dunia, sementara berdasarkan keterangan ibu korban I Gusti Ayu Made Telaga, pada pukul 07.00 Wita korban tiba-tiba mengamuk tanpa alasan.

Saat itu korban melakukan perusakan pada sanggah atau tempat persembahyangan keluarga di rumahnya. ”Setelah itu korban masuk ke kamar dan tidak keluar sampai dengan ditemukan meninggal gantung diri,” bebernya.

Korban disinyalir mengalami depresi berat terkait dengan permasalahan ekonominya. Menurut informasi keluarga, korban adalah seorang aplikator yang sedang terlilit utang, selain itu juga sempat didatangi pihak penegak hukum terkait pekerjaan yang ditangani.

”Pihak keluarga menolak autopsi dan menganggap meninggalnya korban adalah takdir,” pungkas dia. (DHW)

PPKM turun ke level 3, mobilitas warga kabupaten Malang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

MALANG – Satlantas Polres Malang, (1/9/2021), mencatat adanya kenaikan ritme lalu lintas kendaraan pada masa perpanjangan PPKM Level 3.

“Kenaikan mobilitas jelas ada karena level (PPKM) kita diturunkan kenaikan mobilitas tetap ada. Kalau dibanding PPKM sebelumnya, saat ini ada kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen,” terang Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Fitransyah ketika dikonfirmasi.

Kata Agung, peningkatan mobilitas dipicu adanya pelonggaran pada beberapa titik sentra perekonomian di Kabupaten Malang.

Alhasil, hal tersebut membuat pergerakan aktivitas masyarakat mulai meningkat.

Menurutnya, peningkatan kendaraan di Kabupaten Malang masih dapat terkendali karena tidak naik tinggi-tinggi amat.

Kendati demikian, Agung berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan konsistem setiap melakukan aktivitas luar rumah.

Polisi tak ingin masyarakat abai protokol kesehatan dan memicu kenaikan penularan Covid-19.

“Kami juga masih melakukan penyekatan di tiga titik exit tol kita di Kabupaten Malang. Namun kita fokuskan pemantauan dan pemeriksaa mobilitas kendaraan di exit tol Singosari,” beber Agung.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Malang akan membahas peraturan terbaru soal keramaian kegiatan masyaraka seiring berubahnya status PPKM Malang Raya menjadi Level 3.

“Turun level otomatis nanti perlakuan terhadap kegiatan sosial masyarakat maupun tempat keramaian akan berubah. Nanti (pelaksanaannya) sesuai peraturan inmendagri,” terang Bupati Malang, Muhammad Sanusi.

Sanusi tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah karena saat ini Kabupaten Malang berstatus level 3.

Sanusi khawatir jika protokol kesehatan diacuhkan oleh masyarakat, kenaikan penyebaran Covid-19 bisa saja terjadi.

“Karena virus tidak kelihatan dan hindari yang kena Covid,” tutup bupati Sanusi. (DHW)

DPRD Pertanyakan Honor Tenaga Kesehatan dan Penempatanya di Pelosok Desa

0

BARITO UTARA-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Kabupaten Barito Utara kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat(RDP)dengan Dinas Kesehatan mengenai honor tenaga kesehatan yang belum dibayarkan dan pemerataan pembagian tenaga kesehatan di Desa-desa,telah dilangaungkan pada ruang rapat DPRD,Selasa(31/8/2021).

Rapat Dengar Pendapat tersebut di pimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Barito Utara,Sastra Jaya,diikuti lima orang anggota Dewan dari masing-masing Komisi serta dari pihak eksekutif dihadiri,Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda,Direktur RSUD dan Staf BKPSDM.

Saat rapat tersebut dilangsungkan,Politisi dari Partai Nasdem Hj.Nety Herawati,mempertanyakan terkait dengan honor tenaga kesehatan yang masih banyak belum terbayarkan dan pemerataan penempatan tenaga kesehatan di desa-desa.

“Permasalahan apa yang menjadi keluhan para tenaga kesehatan ini, karena dananya belum ada atau belum tersampaikan kepada tenaga honorer tersebut,”ungkapnya saat rapat dilangsungkan.

Menjawab hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara,H.Siswandoyo menegaskan,bahwa tidak ada tenaga honorer yang belum dibayar.Bahkan pihaknya,sudah melakukan penyesuaian untuk gajih tenaga honor kesehatan tersebut.

“Kita sudah ada penyesuaian,sesuai dengan UMK yang tadinya dari bulan Januari,sampai Juni gajihnya Rp.1.250.000 per bulan untuk tenaga D3 dan S1.Pada bulan juli sudah kita sesuaikan semua,yakni untuk pendidikan D3 sebesar Rp. 1,8 juta sementara untuk pendidikan S1 gajinya sebesar Rp.2,5 juta,” ungkap Kadis Kesehatan.

Masih lanjut Kadis Kesehatan,memang ada beberapa puskesmas yang mengangkat sendiri TKS ini.Padahal menurut Siswandoyo,jumlah tenaga kesehatannya sudah cukup banyak.”Nanti TKS ini diusulkan ke kita juga tenaganya,yang sudah ada cukup banyak dan ini nantinya bisa jadi permasalahan,”katanya.

Hal ini,sudah ditekankan kemarin dan berdasarkan data update total TKS tersebut ada sebanyak 34 orang.

“Semua ini akan kami usulkan lagi serta mohon dukungan dari para anggota dewan terkait TKS tersebut,”pungkasnya.

RDP yang telah berlangsung selama dua jam itu,DPRD dengan  Pemda dan Dinas Kesehatan.Bersama-sama memberi kesimpulan,yakni Dinas Kesehatan Barito Utara lebih aktif mengawasi,kehadiran tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada di desa-desa,se-Kabupaten Barito Utara.

Selanjutnya persediaan obat di Puskesmas sudah terpenuhi,untuk keperluan Pustu tinggal mengamprah obat ke Puskesmas sesuai kebutuhan.  (SS).

Gandeng Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi Bangun Desa Ranupani

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menerima audiensi Tim Lembaga Penelitian Sosial Universitas Airlangga Surabaya di Ruang Mahameru, Kantor Bupati Lumajang, Senin (30/8). Dalam audiensi tersebut dibahas terkait pengoptimalan potensi daerah yang ada di Kabupaten Lumajang yang meliputi ekonomi, sosial, pariwisata dan budaya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang saat ini tengah melakukan optimaliasi sektor pariwisata yang diawali dari Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Selain pembanguan kawasan Ranupani, beberapa pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata telah direncanakan seperti halnya pelebaran jalan menuju Desa Ranupani.

“Tahun depan awal, jalan dari Senduro ke Ranupani dilebarkan menjadi kurang lebih 5 meter. Tidak ada jalan di Pulau Jawa yang melintasi taman nasional sepanjang 17 kilo meter,” terangnya.

Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk mempermudah akses sehingga diharapkan nantinya perekonomian akan tumbuh dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Selain itu, Bupati Lumajang juga mengajak masyarakat sekitar untuk terlibat langsung dalam pembangunan sektor pariwisata di Desa Ranupani.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian yang sekaligus Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Musta’in Mashud menyampaikan tujuannya bersama tim untuk melakukan kajian sosial budaya pada sektor wisata. Ada dua lokasi yang menjadi kajian penelitiannya, yaitu Desa Argosari dan Desa Ranupani Kecamatan Senduro.

Kedua lokasi tersebut menurutnya sangat potensial untuk dikembangkan, baik dari sisi sosial-budaya maupun potensi pariwisatanya.

“Kami sedang melakukan penelitian di Argosari dan Ranupani, kita harus mengembangkan bukan intervensi, tugas kita untuk memfasilitasi,” ungkapnya.

Ia berharap hasil penelitiannya nanti menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil kebijakan pemerintah daerah dengan adaptasi kebijakan berbasis penelitian. Lebih lanjut menurutnya, yang terpenting dalam mengambil kebijakan dalam sektor sosial budaya, membangun masyarakat untuk bergerak dengan potensi aslinya. (kom/red).

Gandeng Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi Bangun Desa Ranupani

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menerima audiensi Tim Lembaga Penelitian Sosial Universitas Airlangga Surabaya di Ruang Mahameru, Kantor Bupati Lumajang, Senin (30/8). Dalam audiensi tersebut dibahas terkait pengoptimalan potensi daerah yang ada di Kabupaten Lumajang yang meliputi ekonomi, sosial, pariwisata dan budaya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang saat ini tengah melakukan optimaliasi sektor pariwisata yang diawali dari Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Selain pembanguan kawasan Ranupani, beberapa pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata telah direncanakan seperti halnya pelebaran jalan menuju Desa Ranupani.

“Tahun depan awal, jalan dari Senduro ke Ranupani dilebarkan menjadi kurang lebih 5 meter. Tidak ada jalan di Pulau Jawa yang melintasi taman nasional sepanjang 17 kilo meter,” terangnya.

Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk mempermudah akses sehingga diharapkan nantinya perekonomian akan tumbuh dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Selain itu, Bupati Lumajang juga mengajak masyarakat sekitar untuk terlibat langsung dalam pembangunan sektor pariwisata di Desa Ranupani.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian yang sekaligus Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Musta’in Mashud menyampaikan tujuannya bersama tim untuk melakukan kajian sosial budaya pada sektor wisata. Ada dua lokasi yang menjadi kajian penelitiannya, yaitu Desa Argosari dan Desa Ranupani Kecamatan Senduro.

Kedua lokasi tersebut menurutnya sangat potensial untuk dikembangkan, baik dari sisi sosial-budaya maupun potensi pariwisatanya.

“Kami sedang melakukan penelitian di Argosari dan Ranupani, kita harus mengembangkan bukan intervensi, tugas kita untuk memfasilitasi,” ungkapnya.

Ia berharap hasil penelitiannya nanti menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil kebijakan pemerintah daerah dengan adaptasi kebijakan berbasis penelitian. Lebih lanjut menurutnya, yang terpenting dalam mengambil kebijakan dalam sektor sosial budaya, membangun masyarakat untuk bergerak dengan potensi aslinya. (kom/red).

Polresta Malang Kota Terima CSR dari PT AMA Berupa Probiotik EM-1 Untuk Penanganan Covid -19

MALANG – Polresta Malang Kota – Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada PT. AMA yang telah memberikan bantuan Pro EM-1 sejumlah 1000 botol untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi Pandemi Covid-19 di Kota Malang,Selasa (31/8/21).

Penyerahan bantuan Pro EM-1 ini melalui CSR dari PT. AMA kepada Polresta Malang Kota, yang dipimpin Kapolresta Malang Kota didampingi Direktur PT. AMA. 

Seperti diketahui, Pro EM-1 ini dapat meningkatkan imunitas dengan membersihkan racun dan virus yang menempel pada organ tubuh.

Dengan mengkonsumsi Pro EM-1 ada semacam sabun yang dapat melarutkan dinding dari lemak untuk merontokkan virus dan penyakit lainnya.

Apt. Ge Recta Geson, S.Si. selaku Direktur Utama PT Agro Mitra Alimentare  menjelaskan dengan adanya situasi sekarang yang prihatin atas keadaan Pandemi di Kota Malang.

“Karena masih dalam zona orange kita tergerak mendonasikan CSR berupa produk PT. AMA yakni Pro EM-1 untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi Pandemi Covid-19,” kata Ge Recta.

Sementara itu, AKBP Budi Hermanto juga mengungkapkan jajaran Forkopimda Malang Kota sudah memindahkan warga masyarakat yang Isoman ( isolasi mandiri  ke Isoter ( Isoter).

“Tanggal 29 Agustus kemarin lusa saya terima data kasus aktifnya itu 627,dari situ yang di rawat di rumah sakit ada 278 pasien dan yang dirawat di isoter ada 251 pasien dan sekarang terus ada pergeseran,” jelas AKBP Budi Hermanto yang akrab dipanggil Pak Buher di Malang.

Perwira Menengah Polisi yang tidak pernah meninggalkan lukisan Ayam Jago ini juga menyebut, bahwa hingga saat ini tinggal 15,2 persen warga yang Isoman.

“Ini akan terus kita upayakan ke tempat isoter agar penanganan oleh pihak medis lebih optimal dan kesembuhan lebih tinggi,” tambah AKBP. Buher.

AKBP Budi Hermanto juga mengatakan, bahwa pihak TNI dan Polri  dalam hal ini Polresta Malang Kota,akan terus berkolaborasi  dengan Pemkot Malang serta stakeholder yang ada untuk terus berupaya memutus mata rantai Covid -19.

“Untuk itu kami segenap jajaran Pemerintah Malang Kota mengucapkan terimaksih dan mengapresiasi PT Agro Mitra Alimentare yang sudah berkenan membantu dan peduli penanganan Covid -19 khususnya di Kota Malang,” tutup AKBP. Buher. (*)

Bupati Hadiri Launching Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Centre for Prevention (MCP)

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengikuti Launching Sinergitas Pengelolaan bersama Monitoring Center for Prevention (MCP) serta Rakorwardanas 2021 secara virtual di Ruang Mahameru, Kantor Bupati Lumajang, Selasa (31/08/2021). Turut mendampingi Sekretaris Daerah, Inspektur dan Kepala BPKD Lumajang.

Dalam sambutannya, Mendagri, M. Tito Karnavian menjelaskan bahwa pengelolaan bersama Monitoring Center for Prevention atau MCP bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dapat melakukan transformasi tata kelola pemerintahan daerah sehingga tercipta tata kelola pemerintahan daerah yang baik. “Kami menyambut baik inisiatif KPK, dengan adanya inisiatif MCP ini sebagai pencegahan, kami kira ini sangat baik karena juga pencegahan yang lebih baik dari pengobatan,” ujarnya.

MCP merupakan salah satu laman yang dapat memberikan informasi capaian kinerja program Korsupgah yang dilaksanakan oleh Pemda di seluruh Indonesia. MCP menjadi tolok ukur bagi KPK dalam upaya mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dengan yang mendorong perbaikan sistem dan regulasi serta yang terpenting adalah implementasi sistem pengelolaan yang lebih transparan.

Dalam Arahannya Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan bahwa MCP menjadi salah satu cara dalam mewujudkan pencegahan korupsi. Terdapat Delapan intervensi area yang dilakukan KPK, yaitu perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan (pelayanan terpadu satu pintu), Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah dan tata kelola dana desa . “KPK mencoba bagaimana upaya untuk tidak terjadi korupsi, salah satu pencegahan dengan perbaikan sistem,” ujar Ketua KPK.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), M. Yusuf Ateh menjelaskan bahwa MCP merupakan bentuk implementasi mitigasi atas risiko korupsi melalui pemantauan perbaikan dalam 7 area rawan korupsi dan 1 area penguatan kelembagaan. Untuk mendorong peningkatan pengendalian korupsi tersebut, M. Yusuf Ateh menilai sinergitas antar lembaga akan memperkuat upaya tersebut. ” Peluncuran sinergitas pengelolaan bersama MCP ini sebagai wujud kolaborasi antar lembaga untuk saling mendukung pencegahan korupsi yang diharapkan akan semakin baik,” jelasnya. (kom/red)

Kapolda Jatim Cek Efektivitas Mobil Respon Cepat Vaksinasi

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, Selasa siang (31/8/2021) melakukan pengecekan efektivitas mobil respon cepat vaksinasi, yang sedang beroperasi di Gelanggang Olahraga Remaja, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya.

Mobil vaksinasi yang digagas oleh Polrestabes Surabaya dan didukung penuh oleh Pemkot Surabaya dan Korem 084 Baskara Jaya Surabaya ini telah berjalan dengan efektif, dengan mendatangi tempat-tempat atau Kecamatan – kecamatan di Surabaya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, hari ini mendatangi tempat vaksinasi, yang dilaksanakan oleh jajaran Polrestabes Surabaya, dan didukung oleh Puskesmas, maupun dari Babinsa dan Babinkamtibmas.

“Kami melihat mobil respon cepat vaksinasi yang beberapa waktu lalu dilepas, dan sampai sekarang berjalan sangat efektif, dengan mendatangi tempat-tempat yang dirasa memerlukan vaksinasi secara langsung. Hari ini dilaksanakan di Tambaksari dengan sasaran sebanyak 500 orang. Kemudian di seluruh Surabaya hari ini mobil vaksin sebanyak 22 mobil targetnya 5000 orang,” papar Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polrestabes Surabaya dan didukung oleh TNI maupun Pemerintah Kota Surabaya, terkait dengan vaksinasi keliling. Itu sangat efektif dan saya mendapat masukan dari masyarakat terkait dengan mobil vaksinasi keliling ini, serta mendapatkan apresiasi,” ungkap Kapolda.

Kapolda jatim menambahkan, mohon dukungan dari seluruh masyarakat, bagi yang belum divaksin silahkan menghubungi Babinsa, Babinkamtibmas, kepala desa, atau lurah di seluruh Jawa Timur, daftarkan diri anda, lalu nanti kami dengan tim Nakes akan memproses.

Irjen Pol Nico Afinta berharap, target vaksinasi 70% atau 31 juta penduduk Jawa Timur bisa segera tercapai. Kapolda juga mengingatkan kepada masyarakat, bahwa setelah divaksin tetap jaga protokol kesehatan 5M, yang paling penting adalah memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Kami akan terus berupaya dan menggandeng masyarakat. Ayo Rek! Vaksin kabeh ben sehat,” ajak Kapolda Jatim. (tim)