Home Blog Page 1688

Penyebar Wafer Berisi Potongan Silet di Jember Ditangkap

JEMBER – Kepolisian Resor Jember berhasil menangkap pelaku penebar wafer berisi serpihan silet yang dibagikan kepada anak anak tengah bermain di sekitar halaman rumah.

“Pelaku berinisial AB (42) warga Kelurahan Jember Lor ditangkap di salah satu warung di depan RSD dr Soebandi Jember,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna di Mapolres Jember, Selasa (3/8/3031) dikutip dari viva.

Sebelumnya, temuan wafer cokelat berisi benda benda tajam berbahaya tersebut menggegerkan warga setempat. Kejadian ini ditemukan warga, di Jalan Cempedak Kelurahan Jember Lor, Sabtu (31/7/2021).

Seorang warga, M. Yasin, sempat kaget mendapat laporan dari sang anak setelah memuntahkan wafer yang digigitnya terlalu keras ketika dikunyah. Setelah diperiksa, wafer tersebut ternyata berisi benda benda tajam yang membahayakan.

“Untungnya tidak sampai ditelan oleh anak saya,” ujar Yasin kepada wartawan.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke polisi. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap pelaku dan membawanya ke Polres Jember untuk diperiksa.

Ketika diperiksa di Kantor Polisi, pelaku mengaku memberi wafer isi serpihan silet kepada anak anak di sekitar daerahnya dengan maksud untuk tolak bala. Hingga saat ini masih belum ada penjelasan wabah apa yang dikhawatirkan. (sgp).

Putus Sebaran Covid-19 Dalam Tahanan, Dittahti Polda Jatim Gelar Vaksinasi

SURABAYA, – Dittahti Polda Jawa Timur, Rabu (4/8/3021) pagi, menggelar Vaksinasi tahap pertama bagi para tahanan.

Sebanyak 250 tahanan mengikuti vaksinasi, yang diselenggarakan diruang dittahti polda jatim.

Dirtahti Polda Jatim AKBP Deny Abrahams, menyebutkan, dalam rangka mensukseskan program pemerintah dengan satu hari satu juta vaksin. Dittahti polda jatim berkoordinasi dengan Biddokkes polda jatim untuk melakukan vaksin bagi seluruh tahanan.

“Vaksin terbanyak yakni vaksin pertama, karena ada beberapa tahanan juga sudah melakukan vaksin tahap kedua. Dan hari ini vaksin Sinovac,” kata AKBP Deny Abrahamas, Rabu (4/8/2021) pagi.

“Hari ini secara serentak melaksanakan vaksinasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 didalam tahanan,” tambahnya.

Kegiatan vaksinasi ini, dittahti polda jatim menerjunkan 15 vaksinator dari biddokkes polda jatim.

Kapolres Lumajang Berikan Pelatihan Bhabinkamtibmas Penggunaan Aplikasi Silacak dan InaRISK

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Silacak Kemenkes dan InaRISK kepada Tracer Digital Polres Lumajang.

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Silacak-Kemenkes Dan InaRISK Kepada Tracer Digital Polres Lumajang dilaksanakan di Ruang Eksekutif Polres Lumajang, Selasa (3/8/2021) malam.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dengan prokes ketat itu di ikuti oleh Bhabinkamtibmas Polsek Jajaran Polres Lumajang

Kegiatan tersebut dihadiri AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si, dan Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan Beorbel Martino, S.H., S.I.K., M.M.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menjelaskan, bahwa Sosialiasi aplikasi Silacak bertujuan untuk mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang konfirmasi Covid-19, sehingga memudahkan untuk menemukan data terkonfirmasi dengan cepat dan akurat sehingga dapat segera ditangani.

“Dengan adanya tracer tersebut akan memudahkan Bhabinkamtibmas dalam memantau orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi,” ucapnya, Rabu (4/8/2021).

Shinta menjelaskan, Untuk aplikasi inaRISK, digunakan untuk mendeteksi kadar gangguan Covid-19. Dengan diterapkannya kedua aplikasi tersebut, diharapkan dapat mempermudah petugas untuk melakukan proses tracing. Sehingga dapat menekan angka konfirmasi positif Covid-19 di suatu wilayah.

“Nanti di aplikasi inaRISK akan memberikan informasi apakah di daerah tersebut adalah zona merah, zona oranye, zona kuning, atau zona hijau. Sehingga aplikasi Silacak dan inaRISK ini saling melengkapi,” jelasnya

Ia menambahkan, aplikasi Silacak adalah program penguatan tracing dalam penanganan pandemi Covid-19 dan telah dilaksanakan di 51 Kabupaten/kota di 10 provinsi, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Selatan.

“Sedangkan aplikasi InaRISK dibuat oleh BNPB guna melakukan penilaian mandiri terkait perlu atau tidaknya melakukan tes cepat (Rapid Test) Covid-19 dengan harapan rasio perbandingan yang telah ditetapkan oleh standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat maksimal.” ujarnya

Selain itu aplikasi penggunaan InaRISK juga bertujuan untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 dan menyusun strategi pelaksanaan program, kebijakan, serta kegiatan untuk mengurangi risiko bencana Virus Corona. InaRISK juga bisa digunakan untuk mengetahui risiko bencana alam yang akan terjadi disekitar, seperti banjir, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan gunung api, tanah longsor, tsunami, dan bencana multibahaya.

“Harapannya dengan adanya pelatihan sosialisasi dua aplikasi ini Bhabinkamtibmas dapat mengaplikasikan di lapangan dan segera berkoordinasi dengan empat pilar yang menggunakan dan menerapkan aplikasi ini, yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak kelurahan, dan bidan desa atau bidan kelurahan,” pungkas Shinta. (Humas Polres Lumajang)

Arema Police Sobo Kelurahan Polresta Malang Kota Berikan Layanan Vaksinasi dosis kedua untuk Supeltas dan masyarakat umum

0

Polresta Malang Kota – Puluhan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) di Kota Malang, binaan Satlantas Polresta Malang Kota, Selasa (3/8), ikuti vaksinasi Covid-19 dosis dua. Vaksinasi ini diadakan oleh Polresta Malang Kota di halaman Taman Krida Budaya Jawa Timur. Yakni bersamaan dengan kegiatan layanan Arema Police Sobo Kelurahan.

Vaksinasi dosis kedua ini diikuti oleh 100 orang dari Supeltas dan masyarakat umum. Mereka tetap memperhatikan Prokes saat menunggu giliran vaksin, dengan menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, bahwa vaksinasi ini adalah dosis kedua.

Vaksinasi ini diikuti 30 supeltas dan 70 masyarakat umum. Ini vaksinasi dosis kedua. Untuk vaksinasi dosis pertama sudah dilakukan pada Selasa (6/7) di lokasi yang sama, usai memantau proses vaksinasi.

Supeltas menjadi salah satu prioritas karena setiap harinya di jalan sebagai relawan membantu masyarakat. “Untuk meningkatkan imun Supeltas, sebab sudah memberikan pelayanan seperti halnya relawan, Ikhlas melayani masyarakat saat di jalan dan membantu tugas kepolisian, dalam penertiban arus lalu lintas, mengingat tugasnya di jalanan maka mereka harus punya daya tahan tubuh yang kuat,” ujar Buher.

Vaksinasi ini menggunakan vaksin Sinovac. Meskipun sudah mengikuti vaksinasi, namun tetap diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan terutama dalam 5M, yakni mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah.

Ketua Paguyuban Supeltas Kota Malang, Zainul Arifin merasa gembira karena Supeltas di Kota Malang telah mengikuti vaksinasi dosis kedua.

“Seluruh jumlah anggota 141 orang. Anggota Supeltas yang sudah vaksin di kelurahan dan di kegiatan vaksinasi Polresta Malang Kota ini, berjumlah total 110 orang. Sisanya, sebanyak 31 Supeltas belum melaksanakan vaksinasi. Namun, akan kami dorong mereka untuk segera melaksanakan vaksin. Sebab dengan vaksin imun kita jadi lebih kuat, lebih aman saat bekerja. Terimakasih kepada Polresta Malang Kota,” ujar Zainul.

BPC PHRI Kab.Magetan Apresiasi Polres Magetan Yang Peduli Masyarakat Terdampak PPKM

MAGETAN – PPKM Level IV di beberapa wilayah Kabupaten dan kota di Jawa Timur resmi diperpanjang hingga 9 Agustus mendatang,termasuk diantaranya adalah Kabupaten Magetan.

Hal ini tentu sangat berdampak bagi masyarakat di wilayah tersebut terutama bagi pelaku wisata yang ada di kaki Gunung Lawu,karena memang Magetan adalah daerah wisata alam yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan.

Kapolres Magetan, AKBP Festo Ari Permana, SIK mengatakan Obyek wisata di Kabupaten Magetan ditutup total selama PPKM, sehingga dampaknya luar biasa yang dirasakan oleh pelaku wisata.

Melihat kondisi ini, Kapolres Magetan, AKBP Festo Ari Permana kembali memberikan semangat kepada warga masyarakat terutama pelaku wisata yang tidak bisa berbuat banyak dalam situasi Pandemi Covid -19 ini.

“Kita menyalurkan bantuan beras dari Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Markes) dan Polri,” kata AKBP Festo, Selasa (4/8/21).

Sebagai simbol tetap semangat perjuangan melawan pandemi Covid-19 yang kebetulan juga dalam rangka HUT Kemerdekaan RI Ke 76, Kapolres Magetan juga mengajak pelaku wisata telaga Sarangan mengibarkan bendera merah putih.

“Kita juga apresiasi yang tinggi kepada para pelaku wisata, dengan kondisi yang memprihatinkan ini dengan dampak PPKM yang sangat terasa, para pelaku wisata tidak menyerah dan tetap semangat dengan memperhatikan kepentingan masyarakat banyak, yaitu Kesehatan.” ucap kata AKBP Festo.

AKBP Festo menambahkan, terkait keluhan pelaku wisata di sarangan, pihaknya  akan mencoba memfasilitasi, dengan pemerintah daerah dan dinas terkait.

Kapolres Magetan yang sudah kesekian kalinya memimpin langsung kegiatan Bhakti Sosial selama Pandemi Covid -19 ini juga mengimbau masyarakat mentaati PPKM dan disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Patuhi dan disiplin protokol kesehatan, hanya dengan disiplin, penyebaran Covid-19 bisa dicegah,” pungkas AKBP Festo.

Di tempat yang sama Ketua BPC PHRI Kabupaten Magetan Sunardi, menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian dari pihak Polres Magetan yang telah memberikan bantuan untuk pelaku wisata.

“Kami berharap pemerintah segera ada solusi untuk pelaku wisata di sarangan, dan kami tetap akan patuh pada pemerintah dan berjuang bersama- sama melawan wabah ini,” ucap Sunardi mewakili para pelaku wisata di Kabupaten Magetan. (*)

Geliat Ekspor Industri Furnitur Jawa Timur di Masa Pandemi Covid-19

SURABAYA – Di tengah penurunan kinerja perekonomian imbas pandemi Covid-19, ekspor industri furnitur di Jawa Timur mulai menunjukan geliatnya. Industri furnitur merupakan salah satu subsektor yang mendukung PDRB Jawa Timur. Berdasarkan data BPS Jatim 2020, total kontribusinya sebesar 2,89% dengan pertumbuhan relatif tinggi sebesar 9,73% di tahun 2019, angka tersebut meningkat dari tahun 2018 senilai 7,62%.

Drajat Irawan selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa industri furnitur merupakan salah satu sektor produk yang mendorong ekspor Jawa Timur dengan ketersediaan bahan baku melimpah baik kayu, bambu, maupun rotan.

Berdasarkan data BPS Jatim tahun 2019 jumlah industri pengolahan kayu termasuk di dalamnya industri furnitur sebanyak 10.120 unit, dengan rincian industri kecil sebanyak 9.418 unit, industri menengah sebanyak 27 unit dan sisanya industri besar sebanyak 175 unit. Bahan baku industri furnitur Jawa Timur berasal dari daerah Banyuwangi, Jember, Blitar, Saradan, Tuban, dan daerah lainnya. Sementara jumlah produksi kayu Jawa Timur untuk pertukangan sebesar 170.443 m3. Sedangkan industri pengolahan kayu Jawa Timur berada di Kab. Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang, Tuban, Bojonegoro, Pasuruan, Probolinggo, Malang dan Lumajang.

Drajat menambahkan jika beberapa perajin di Jawa Timur memanfaatkan limbah kayu, seperti bonggol atau akar (gembol), dahan dan ranting menjadi kerajinan kayu.

“Oleh para pengrajin yang ada di Jatim diubah menjadi barang bernilai seni tinggi yang banyak diminati oleh kolektor benda antik, baik dalam maupun luar negeri dengan pasar adalah kota-kota besar di pulau Jawa diantaranya seperti Surabaya, Solo, Jogjakarta, Semarang, Bandung, Jakarta hingga ke pulau Bali,” tambah Drajat.

“Produk furnitur merupakan salah satu prioritas ekspor disamping industri makanan dan minuman serta hasil laut. Sebab kualitas produk furniture Indonesia memiliki kekhasan serta nilai artistik yang tinggi yang tidak dimiliki produk furnitur negara lain seperti mebel dari pohon akar jati, meja tebal dari kayu dan yang lainnya, dan tentu saja produk furnitur telah memenuhi persyaratan Legalitas Kayu (V-Legal) untuk memastikan legalitas sumber kayu yang digunakan sebagai bahan baku,” jelas Drajat.

Kebijakan lockdown di berbagai negara sempat menghambat arus lalu lintas keluar masuk barang antar negara baik bahan baku maupun produk. Akan tetapi setelah kebijakan lockdown dicabut, beberapa negara mulai meningkatkan permintaannya, sebut saja Amerika Serikat. Berdasarkan data Global Trade Atlas (2020), tercatat ekspor furnitur dari Indonesia ke AS periode Januari-Mei 2020 sebesar USD 582,11 juta. Jumlah ini meningkat 51,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 384,82 juta dan peningkatan ini terjadi di bulan Mei ketika era new normal mulai berjalan.

Sementara itu, geliat penjualan produk furniture Jawa Timur mulai menunjukan peningkatan permintaan setelah kebijakan lockdown dicabut oleh beberapa negara tujuan ekspor.

Berdasarkan data Pusdatin Kemenperin tahun 2020, geliat ekspor furniture di wilatah Jawa Timur ditunjukan dari nilai ekspor olahan kayu dan furnitur pada bulan Januari sebesar USD 146,21 Juta. Pada bulan Februari dan Maret, nilai ekspor naik secara berturut-turut sebesar USD 155,06 Juta dan USD 161,92 Juta. Namun pada bulan April dan Mei, nilai ekspor menurun secara berturut- turut pula sebesar USD 143,31 Juta dan USD 115,86 Juta dikarenakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sempat terlaksana di beberapa wilayah di Indonesia. Sementara itu terhitung pada bulan Juni ketika lockdown telah dicabut oleh beberapa negara, ekspor kembali naik di angka USD 146,36 Juta, yang mana ini merupakan angka yang lebih tinggi daripada bulan Januari.

“Pada periode semester I, Januari hingga Juni 2020, nilai ekspor industri furnitur dan olahan kayu di Jatim sebesar USD 868,74 juta sedangkan nilai impor sebesar USD 45,16 juta sehingga terjadi surplus senilai USD 823,58 juta,” ungkap Drajat.

Negara tujuan ekspor produk furnitur Jawa Timur mayoritas adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris serta negara-negara di Eropa antara lain Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, dan Italy. Sedangkan impor produk furnitur terbanyak berasal dari China.

Drajat menambahkan jika imbas dari perang dagang Amerika Serikat dan China mendorong sentimen kurang baik terhadap produk asal China termasuk didalamnya produk furnitur. Hal ini menjadi peluang besar bagi produk furnitur Jatim untuk memperluas ekspansi pasar ekspor sehingga turut mendorong pemulihan ekonomi utamanya pada masa pandemi covid-19.

”Konsumsi dalam negeri mulai meningkat pada masa adaptasi kebiasaan baru. Dikarenakan orang-orang lebih banyak beraktifitas di rumah maka dari itu keinginan untuk mempercantik dan menambah fungsi rumah kian meningkat, hal ini tentunya mendorong peningkatan konsumsi furniture dan memungkinkan desain furnitur yang akan banyak permintaan adalah jenis home office furniture,” lanjut Drajat.

“Dengan adanya perubahan pola perilaku masyarakat sebagai konsumen, industri furnitur Jawa Timur harus mengantisipasi dan dapat segera menyesuaikan agar kinerja industri furnitur akan terus meningkat,” tegas Drajat.

Peningkatan kinerja industri furnitur juga didukung dengan adanya platform jual beli produk furnitur secara online yang semakin marak dan diminati. Hal ini dikarenakan banyaknya varian produk yang tersedia, kemudahan berbelanja, baik itu pengiriman, pembayaran, dan kebijakan pengembalian barang, serta konsumen tidak perlu antri untuk membayar dan keluar dari rumah untuk berbelanja keperluan furnitur.

Dalam rangka peningkatan pasar ekspor produk industri furnitur, Pemerintah Prov. Jatim melalui Disperindag Prov. Jatim juga memiliki layanan UPT Kayu yang berkaitan dengan pembuatan furniture, pelatihan showroom produk IKM binaan komoditas kayu serta pendampingan IKM.

Selain itu Disperindag Prov. Jatim juga melakukan promosi misi dagang produk furniture secara online dan ofline, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui bimbingan teknis, pengembangan desain produk furniture yang inovatif dan marketable, perluasan pasar dengan memanfaatkan platform digital melalui e-commerce maupun media online, serta peningkatan kualitas produk melalui standarisasi produk industri, dan pengembangan sentra industri.

“Terakait ekspor, pelaku usaha bisa melakukan pemanfaatan tarif preferensi berdasarkan Kerjasama bilateral, regional, maupun multilateral yang telah diikuti oleh Indonesia seperti IA-CEPA dan IK-CEPA,” pungkas Drajat. (red)
Sumber : Disperindag Jatim

Kapolres Jombang bersama Buruh Kibarkan Bendera Merah Putih Sebagai Simbol Lawan Corona

Jombang – Polres Jombang bersama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) KSU Perdula Ngoro melakukan pengibaran bendera merah putih serentak mulai 1 sampai 31 Agustus 2021. Tujuannya untuk menggelorakan semangat gotong-royong bersama masyarakat dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Pengibaran merah putih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun 2021 itu terlaksana atas ajakan Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho saat berkunjung ke KSU Perdula di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang pada Rabu (4/8/2021) siang.

Kapolres AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, pengibaran bendera merah putih sebagai simbol penyemangat kepada masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19 sekaligus penggerak masyarakat dalam mendukung program pemerintah penerapan PPKM Level 4.

“Kami mengajak semua pihak, khususnya Serikat Pekerja Seluruh Indonesia KSU Perdula Ngoro Jombang untuk mengibarkan bendera merah putih guna menggelorakan semangat pantang menyerah, semangat kebersamaan, gotong royong, saling membantu dalam melewati pendemi Covid-19,“ katanya.

Menurut Kapolres, Kegiatan itu bisa menjadi motivasi bagi buruh ataupun masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan mendukung program pemerintah dalam rangka menanggulangi pandemi. Dengan bekerja sama dan gotong-royong, maka pandemi ini bisa terlewati dengan baik.

“Semangat untuk melawan Covid-19 harus terus digelorakan bersama. Jadi masyarakat bisa bertahan hidup dengan bekerja sekaligus kesehatannya tetap terjaga. Dengan prokes, taat aturan pemerintah melalui kebijakan baik pusat maupun daerah,” ujarnya.

Kapolres berpesan kepada Ketua SPSI Subagiyo agar dapat mengayomi karyawannya. Apabila terdapat masalah harap segera diselesaikan. Dan apabila membutuhkan bantuan, Polres Jombang juga siap untuk membantu.

“Kami berharap bantuan dan dukungannya dalam turut sertanya membantu kamtibmas di Kabupaten Jombang ini,” kata Kapolres berpesan.

Selain kegiatan pengibaran bendera merah putih, Kapolres beserta rombongan juga menyerahkan bantuan sembako berupa beras kepada perwakilan buruh KSU Perdula Ngoro Jombang. Bansos itu diharapkan dapat meringankan beban mereka yang terdampak Covid-19.

Perda Lama di Revisi, RSUD Beri Menu dan Jatah Makan Pasien Bergizi

BARITO UTARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara, kembali melangsungkan Rapat Dengar Pendapat(RDP), mengenai perkembangan Perusahaan Daerah (Prusda Batara Membangun) dan penyediaan makanan untuk pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh di ruang rapat DPRD, Selasa (3/8/2021).

RDP yang telah berlangsung, dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, Parmana Setiawan, ST didampingi delapan orang anggota dewan dari masing-masing fraksi pendukung DPRD. Dihadiri 15 orang dari Eksekutif dan 6 orang dari Perusahaan Daerah (Prusda Batara Membangun).

Pemerintah dan DPRD Kabupaten Barito Utara, perlu segera merevisi Peraturan Daerah tentang retribusi tahun 2011. Pasalnya, Perda usang tersebut membuat pasien di ruang Kelas III RSUD Muara Teweh, hanya mendapat jatah Rp.5000 sekali makan atau Rp.15.000 sehari.

Jatah makan bagi orang sakit cuma sebesar itu, tentu mengundang pertanyaan dari berbagai pihak. Hal Ini terkuak saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Barito Utara dengan Dinas Kesehatan, RSUD Muara Teweh, dan Perusda Batara Membangun di Muara Teweh.

Saat berkesempatan bicara, anggota DPRD Barito Utara Wardatun Nur Jamilah (F-PPP) menanyakan berapa sebenarnya biaya makan pasien di RSUD Muara Teweh. Data yang dimilikinya tertera biaya makan per hari bagi pasien di RSUD Muara Teweh Kelas III Rp.15000, Kelas II Rp.30.000, Kelas I Rp.45.000 dan Kelas VIP Rp.60.000.

Wardatun bermaksud mengonfirmasikan, apakah dengan biaya makan seperti itu masih layak untuk kondisi saat ini? Serta apakah ada kemungkinan untuk menambah biaya makan bagi para pasien di RSUD Muara Teweh?.

Sebelumnya, anggota DPRD Barito Utara dari Partai Nasdem Nety Herawati lebih dahulu tergelitik mempertanyakan pelayanan makan kepada para pasien, karena dia mendengar keterangan berbeda dari pihak RSUD, jika dibandingkan dengan beberapa kali RDP terdahulu.

“Saya dapat info, pasien diberi makan hanya telur, kerupuk, nasi, air mineral ditambah pisang. Ini perlu dibenahi dari sekarang. Makanan tersebut tidak memadai bagi orang yang perlu gizi banyak. Saya harus ungkapkan ini, supaya jangan sampai dibilang DPRD tidak bekerja,” kata Nety.

Anggota DPRD Barito Utara lainnya, Abri (F-PPP) menyebutkan, dirinya pernah menjalani rawat inap di RSUD Muara Teweh, sehingga sependapat menu bagi pasien perlu diperbaiki.

“Istilahnya daripada tidak dikasih makan, kita bersyukur masih bisa makan. Pasien jangan diabaikan dengan pelayanan seadanya. Bagaimana nasib pasien dari luar daerah, tidak ada keluarga, dan tidak mampu. Jika anggaran kurang, anggaran makan dan minum di RSUD ditambah saja. Kita sisihkan anggaran untuk Covid-19 besar, kenapa itu tidak ditambah saja untuk perbaikan gizi pasien,” papar Abri.

Direktur RSUD Muara Teweh, drg.Dwi Agus Setijowati mengakui, alokasi dana makan buat pasien di RSUD seperti disampaikan anggota DPRD Wardatun. “Pihak Perusda menyiapkan bahan makanan basah dan kering lalu dimasak oleh petugas RSUD Muara Teweh di bawah pengawasan ahli gizi,” tutur Dwi Agus.

Kedis Kesehatan Barito Utara Siswandoyo menjelaskan, perbaikan kebijakan mengenai tarif menu atau makanan di RSUD Muara Teweh berdasarkan Perda yang ada. “Kita tidak bisa serta merta menaikkan tarif makan.Kita perlu berpikir dan dukungan DPRD,” ucap Siswandoyo.

Dirut Perusda Batara Membangun Asianoor Alihazeki mengatakan, salah satu jenis usaha Perusda berupa pengadaan bahan makan dan minum pasien RSUD Muara Teweh. Kerjasama dengan pihak RSUD Muara Teweh sejak tahun 2014.

Berdasarkan data Perusda Batara Membangun, pengadaan bahan makan minum pasien RSUD Muara Teweh selama tahun 2020 untuk belanja harian Rp.921,7 juta dan belanja stok Rp158,5 juta. Total tagihan makan minum Rp.1,080 miliar.

Adapun tahun 2021, bulan Januari belanja harian dan belanja stok total tagihan Rp.88,6 juta, Februari Rp.86,9 juta, Maret Rp.108,3 juta, April Rp.130,4 juta, Mei Rp.82,8 juta dan Juni Rp.76,3 juta.Total tagihan Rp.573,5 juta. Selama Januari sampai dengan Juni 2021, belum ada pembayaran dari RSUD Muara Teweh.

“Naik turunnya pengadaan bahan makan dan minum pasien tergantung permintaan pihak RSUD Muara Teweh berdasarkan jumlah pasien rawat inap,” jelas Asianoor di hadapan anggota DPRD.

Menurut Asianoor, pihaknya siap menyediakan menu sesuai dengan pesanan pihak RSUD Muara Teweh. Pola yang berjalan selama ini, Perusda tidak menyediakan makanan siap saji untuk pasien, tetapi menyediakan bahan makan minum keperluan pasien yang diantar ke dapur RSUD. Ahli gizi dan juru masak merupakan pegawai RSUD.

Dari rentetan hasil dalam kesimpulan RDP tersebut, tertera tiga Perda yang perlu direvisi atau diubah agar penyediaan menu bagi pasien bisa lebih baik dan terpenuhi yaitu, Perda nomor 8 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum. Perda nomor 9 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha dan Perda nomor 10 tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu.  (SS).

Gunner PMI Fokus Hujani Disinfektan di Kota Selanjutnya Sasar Daerah Pinggiran dan Cluster-Cluster Kasus Covid-19

PMI JEMBER – Tim relawan PMI Jember dibantu PMI Jawa Timur serta relawan gabungan dari berbagai elemen seperti TNI, Polri melanjutkan penyemprotan disinfektan menggunakan tiga mobil gunner. Selasa (3/8) pagi, tim relawan focus hujani disinfektan kota Jember. Tiga mobil gunner melakukan penyemprotan di jalan-jalan dengan disokong alat penyemprotan lain milik PMI kabupaten Jember.

Dalam dua hari ini, tim relawan memang focus “menghujani” disinfektan di hampir seluruh penjuru Kota Jember. Baru hari ketiga hari ini dan seterusnya, penyemprotan disinfektan dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan di Kabupaten Jember. Targetnya, semua daerah, khususnya di jalan raya dan tempat-tempat umum disemprot disinfektan untuk membunuh Covid-19 yang diperkirakan sudah menyebar kemana-mana.

Daerah yang disisir PMI kabupaten Jember antara lain Jl Karimata, Jl S Parman,Jl Pier Tendean, Jl, Basukirahmad, Jl MH Tamrin, Jl Agus Salim, JL KH SIdiq, Jl Wahid Hasyim, Jl Trunojoyo, Jl Ahmad Yani, JL Sumatera. “Kita memang dua hari ini focus menyemprotkan disinfektan di dalam kota Jember, setelah Senin kemarin di lepas Pak Bupati H hendy Siswanto,” kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

“Alhamdulillah, kemarin (Senin) luar biasa setelah dilepas Bapak Bupati. Bapak Bupati juga bersedia memberikan arahan kepada relawan yang terdiri dari pengurus, pegawai, relawan sendiri, kemudian TNI, Polri, Mahasiswa,”kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Namun, pada hari pertama sempat ada hujan.”Alhamdulillah tidak ada kendala berarti, terlaksana baik dan aman. Hanya ada kendala sedikit karena ada hujan,”imbuhnya. Tetapi secara umum pelaksanaan penyemprotan hari pertama berjalan sukses.

Dia menjelaskan, penyemprotan akan diterus ke kecamatan-kecamatan. Pasalnya, korban Covid-19 masih berjatuhan. “Hari ini ada penurunan korban tetapi belum signifikan, setelah kerjasama dengan PMI akan dilanjutkan penyemprotan cluster cluster Covid-19 di seluruh jember.

Selain menyemprotkan disinfektan, tim relawan PMI juga melakukan sosialisasi. ”Penyemprotan didahului dengan sosialisasi, baik penyemprotan maupun prokes. Dan masyarakat banyak yang mengacungi jempol di jalan-jalan yang dilewati,” imbuhnya. Pasalnya, selama ini sangat proaktif melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Temasuk proaktif membantu pengobatan pasien Covid-19 melalui terapi plasma konvalesen.PMI sampai membeli alat apheresis ratusan juga agar bisa produksi plasma konvalesen yang banyak dibutuhkan pasien Covid-19.

Selain itu, PMI juga sering bersinergi dengan berbagai pihak. “Sinergitas juga dilakukan dengan lembaga swasta, pemda, dan DPRD dan TNI dan Polri paling dekat karena selalu membantu kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI,” terangnya. (Son)

Ketua PEPADI Provinsi Jawa Barat Sambut Haru Kedatangan Rombongan PEPADI Kota Cimahi

CIMAHI – Karawang 31 juli 2021 yang baru lalu, Pengurus PEPADI DPD Kota Cimahi, berangkat dari Imah Seni Kota Cimahi dengan membawa Full kepengurusan beserta 2 orang dalang juga Dewan Penasehat.

Setiba di Karawang, tepatnya Sanggar milik Ketua PEPADI Provinsi Jawa Barat, rombongan disambut oleh Sekretaris PEPADI dan Ketua PEPADI Provinsi Jawa Barat, yakni Ibu Dr.Fadjri Rizkyanti, M.M.Pd. dan bapak H.Darsa Wibiksana.

Ketua beserta Sekretaris PEPADI PEPADI Provinsi Jawa Barat, nampak terharu menyambut kedatangan Rombongan lengkap dari Pengurus PEPADI Kota Cimahi, karena biasanya Kota Kabupaten lain jika ada undangan hanya KSB nya saja.

Pertemuan tersebut berlangsung penuh keakraban antar pengurus, baik dari pengurus DPD Kota Cimahi maupun Ketua dan Sekretaris PEPADI Jawa Barat. Setelah beramah-tamah, kemudian dilanjut pementasan wayang golek oleh 2 orang dalang dari PEPADI DPD Kota Cimahi.

Sekretaris PEPADI Provinsi Jawa Barat, ibu Dr.Fadjri Rizkyanti, M.M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan PEPADI Kota Cimahi, sebab meskipun selama ini cukup aktif dalam pengiriman utusan, namun pihaknya tak mengetahui adanya kepengurusan sudah terbentuk.

“Pada prinsipnya, kami pengurus PEPADI Propinsi Jawa Barat sangat bersyukur dengan terbentuknya kepengurusan PEPADI DPD Kota Cimahi. Selama ini walaupun aktif dalam pengiriman utusan namun saya belum mengetahui adanya kepengurusan disana. Alkhamdulillah sekarang sudah.” Kata Dr.Fadjri.

Ia berharap dengan adanya kepengurusan PEPADI Kota Cimahi ini, khususnya pewayangan dan dunia pedalangan ataupun seni budaya lainnya di Kota Cimahi akan hidup. Pihaknya menyampaikan pesan agar kepengurusan PEPADI Kota Cimahi tetap guyub dan rukun.

“Kepengurusan harus guyub dan saling mengisi, jangan jumawa dengan keadaan belajar dari nol, jangan malu melihat kekurangan. Kita selalu mau mencari perubahan yang lebib baik lagi.” Tambahnya.

Dr.Fadjri mengaku kaget sekaligus terharu atas keguyuban PEPADI Kota Cimahi, oleh karena yang datang ternyata banyak dan legkap dengan dalang, sinden dan Nayaganya. Semula ia mengira yang akan datang hanya 4 orang, tapi ternyata melebihi dugaannya.

Lebih lanjut dirinya bersyukur karena selama ini merasa tidak terlalu dipandang, namun kali ini pihaknya merasa seakan dipandang dan diakui sebagai pengurus PEPADI Propinsi Jawa Barat oleh PEPADI Kota Cimahi.

“Saya merasa bahagia yang tidak bisa diungkapkan saat ini. Saya ucapkan banyak terimakasih atas dedikasinya terhadap kami. Bila dalam penyambutan kurang maksimal, saya mohon maaf karena tidak menyangka rombongannya yang datang banyak sekali. Kedepan kami akan lebih mempersiapkan.” Ungkapnya penuh haru.

Harapannya, semoga semua diberikan kesehatan dikala pandemi yang menghantui seperti sekarang ini. Dirinya menyampaikan pesan agar semua tetap menjaga kesehatan, prokes, ihktiar dan berdoa kepada Allah SWT. Semoga diberikan kebarokahan bisa pulang lagi ke Cimahi dengan selamat sampai tujuan.

Di lokasi yang sama, Ketua PEPADI Propinsi Jawa Barat, bapak H.Darsa Wibiksana juga mengungkapkan rasa bangganya atas berdirinya kepengurusan PEPADI Kota Cimahi. Ia bangga sebab selama ini vakum. Namun demikian dirinya tetap mengapresiasi karena setiap adanya Binojkrama pedalangan selalu ikut serta, terlepas menjadi juara atau tidak, itu hal lain itu penilaian juri saja.

“Namun yang sangat membanggakan bagi saya, Cimahi selalu ikut serta dalam acara Binojakrama pedalangan tersebut, serta ikut memajukan seni pedalangan walaupun tidak tersentuh oleh kepengurusan PEPADI.”

Dikesempatan itu ia berpesan agar PEPADI Kota Cimahi dapat bersinergi dengan pemerintah, karena anggaran yang ada di pemerintah tidak bisa dimanfaatkan jika PEPADI tidak bersinergi dengan Pemerintah.

“Kenapa demikian, ya karena yang memiliki anggaran adalah pemerintah, khususnya dari dinas terkait. Kalau PEPADI Kota Cimahi bisa bermitra atau bersilaturahmi kepada DPRD Kota Cimahi, khususnya Komisi Banggar untuk kelancaran PEPADi. Demikian yang bisa saya sampaikan atas perkenannya saya sampaikan terima kasih,” pungkas Ketua PEPADI Propinsi Jawa Barat Bapak Haji Darsa Wibiksana.

Achmad Edison