Home Blog Page 1746

4 Pengedar Ganja Dibekuk Satreskoba Polres Jember

JEMBER, – Jajaran Polres Jember berhasil ungkap peredaran ganja yang dijual secara online, 4 warga berhasil diamankan dimana 2 diantaranya adalah Mahasiswa sebuah PTS tinggi di Malang, mereka adalah BO (29) warga Kebonsari Jember, AW (30) warga Jalan Trunojoyo Jember dan IS dan IM keduanya mahasiswa di Malang.

“Awal terungkapnya peredaran ini saat tersangka BO mengambil paket ganja di Kebonsari dekat dengan rumahnya, pelaku berhasil diamankan dengan barang bukti 1,4 kg ganja, saat diamankan, BO mengaku hanya sebagai kurir,” ujar Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika Sabtu (12/6/2021).

Dari tersangka Beni alias BO, petugas melakukan pengembangan dan didapatkan tersangka lainnya yakni AW warga jalan Trunojoyo Jember sebagai pemesan, dan dari AW polisi berhasil mengamankan barang bukti ganja dengan berat 1,3 gram.

“Dari BO dan AW ini kami kembangkan lagi, ternyata mereka mendapatkan barang tersebut dari IS dan IM yang tidak lain adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang, sehingga kami melakukan penangkapan terhadap keduanya di kos kosannya di Malang,” beber Wakapolres.

Dari penangkapan IS dan IM, polisi berhasil mengamankan barang bukti ganja dengan berat 1,4 kg ganja. “Dari keduanya kami dapatkan jika pelaku selama ini memesan barang haram tersebut langsung dari Aceh dengan sistem jual beli secara online,” ungkapnya.

Atas tindakannya ke empat pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 2 UU nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 6 tahun penjara.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 2,8 kg ganja kering, Handphone dan 1 unit sepeda motor beat warna putih. (*)

Kapolri dan Panglima TNI Lakukan Pengecekan Vaksinasi Massal Covid-19 Untuk Tekan Angka Penyebaran Virus Corona di Bangkalan

Bangkalan – Penyebaran virus corona yang masih tinggi di kabupaten Bangkalan, Jawa Timur rupanya menjadi perhatian banyak pihak termasuk Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P., melakukan kunjungan kerja dan pengecekan vaksinasi massal, hari ini Sabtu (12/06/2021). Tak hanya itu saja, Kapolri dan Panglima juga melaksanakan rapat koordinasi dengan forkopimda kabupaten Bangkalan untuk mengetahui perkembangan penyebaran virus corona di kabupaten Bangkalan.

Dalam jajak pendapat pagi menjelang siang tadi, acara kunjungan kerja ini pun dihadiri langsung oleh Kapolda Jatim Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M., Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., dan juga jajaran forkopimda kabupaten Bangkalan mulai dari Bupati Bangkalan Raden Abdul Latif Amin Imron, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, S.I.K., Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo, S.Sos., Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Mahfud Effendi, M.Tr.Hanla, CHRMP, Ketua DPRD Bangkalan H. Mohamad Fahad dan sejumlah tokoh agama serta sesepuh di kabupaten Bangkalan.

Setelah mendengar pemaparan bupati Bangkalan perihal perkembangan covid-19, Panglima TNI dan Kapolri memimpin Apel Gelar Pasukan Penanganan Covid-19 di Alun Alun Kota Bangkalan, dua petinggi negara tersebut langsung menuju Kantor Pemkab Kabupaten Bangkalan untuk mengecek langsung vaksinasi massal covid-19 sekaligus pembagian sembako kepada masyarakat. Panglima TNI menerangkan bahwa ada banyaknya masyarakat yang terkena OTG, Nakes yang mengalami positif covid-19, dan tingginya angka kematian yang dikarenakan pasien covid-19 dirawat tidak sampai sampai 24 jam dan meninggal tanpa adanya peralatan medis yang lengkap. “Kedatangan saya bersama Kapolri mengambil apel gabungan setelah mendengar laporan dari bapak bupati Bangkalan untuk mengambil langkah mitigasi. Yang pertama adalah Tingkatkan Sosialisasi dan Penegakan Prokes kepada masyarakat tetap menggunakan masker. Karena dengan pemakaian masker, melindungi kita dan juga orang orang disekitar kita. Oleh karena itu, kedepan TNI-Polri akan diterjunkan ke tempat tempat khusus untuk mengawasi kegiatan masyarakat dalam mematuhi 5M. Yang kedua yakni mengoptimalkan kembali fungsi PPKM mikro. PPKM Mikro ini pun akan dipergunakan sebagai tracing kontak erat setelah dinkes bangkalan memberikan informasi terkait pasien covid-19. Dan setelah itu, kita akan lakukan isolasi mandiri. Selama proses Isolasi Mandiri, seluruh hal yang berkenaan tersebut akan diipatgandakan untuk mendukung suksesnya PPKM Mikro di kabupaten Bangkalan termasuk mengerahkan babinsa dan bhabinkamtibmas serta logistik,” terang Marsekal Hadi Tjahjanto kepada awak media selepas mengecek pelaksanaaan vaksinasi covid-19.

Menurut Sang Panglima TNI, PPKM Mikro ini pun digunakan untuk memantau perkembangan kasus covid-19, sekaligus sebagai monitoring dan evaluasi berkala. Senada dengan Panglima TNI, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengatakan jika saat ini kabupaten Bangkalan mengalami lonjakan tinggi kasus covid-19. Kapolri juga menegaskan jika kedepan PPKM Mikro akan terus dioptimalkan, karena ledakan covid-19 harus segera diakhiri. “Ledakan tinggi kasus covid-19 di kabupaten Bangkalan memang harus segera diakhiri oleh kita semua. Oleh karena itu, tingkat kepatuhan mematuhi protokol kesehatan 5M untuk pencegahan dini dan juga swab antigen bagi semua lapisan masyarakat. Dari hasil swab antigen nanti akan diketahui siapa saja yang terkonfirmasi positif covid-19. Setelah itu, langkah selanjutnya melakukan isolasi mandiri dan melakukan rujukan ke Rumah Sakit rujukan agar bisa segera ditangani lebih lanjut,” tutur Kapolri.

Lebih lanjut lagi, menurut orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia, menyukseskan vaksin dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan adalah tugas dan tanggung jawab seluruh pihak. “Perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan juga sinergitas media untuk sama sama memberikan sosialisasi tentang pentingnya vaksin sebagai imunitas tubuh kita dan mematuhi protokol kesehatan agar sama sama virus corona ini segera hilang dan bisa kembali beraktifitas normal,” tutup mantan Kabareskrim ini.(Arie)

Forkopimda Jatim Memantau Jalannya Vaksinasi Massal di Sumenep Madura.

SUMENEP,- Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta, didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim, serta Forkopimda Kabupaten Sumenep, Bupati, Dandim dan Kapolres, Kabupaten Sumenep. Pada Sabtu (12/6/2021) sore, meninjau Vaksinasi massal di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kegiatan peninjauan vaksinasi massal ini dilaksanakan di Pendopo Agung Keraton, Kabupaten Sumenep, Madura. Sebelumnya, peninjauan juga sudah dilakukan di beberapa kabupaten/ kota di jatim. Diantaranya, Kediri, Lamongan maupun di Bangkalan.

Sementara itu untuk vaksinasi massal sendiri dilaksanakan di 5 (lima) lokasi berbeda. Dengan jumlah peserta mencapai 1.500 orang, selain itu untuk setiap lokasi berjumlah 300 orang. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kerumunan pada saat dilaksanakan vaksinasi.

Lima lokasi yang digunakan sebagai tempat vaksinasi diantaranya, Pendopo Agung Keraton, Kantor Pemkab, Polres, Kodim dan Puskesmas Pamolokan. Sedangkan untuk prioritas vaksinasi ini, diprioritaskan kepada lansia.

Saat tiba di pendopo agung keraton, forkopimda jawa timur langsung meninjau peserta vaksinasi. Gubernur jatim bersama pangdam dan kapolda, sempat melakukan tanya jawab kepada para lansia yang mendapatkan vaksinasi.

Gubernur Jatim menyebutkan, pada dasarnya di sumenep ini kondisi pengendalian Covid-19 sangat bagus. BOR ICU nol dan BOR Isolasi 19 persen, sedangkan standart WHO 60 persen, dan ini jauh dibawanya. Sehingga proses pengendalian Covid-19 berjalan sangat baik.

“Untuk menjaga mewujudkan kekebalan komunitas hard komuniti diharapkan bisa diikuti oleh seluruh warga masyarakat sumenep, seluruh Vaksinator, pemberi layanan kesehatan supaya sinergi semua pihak melakukan penyegeraan pelaksanaan vaksinasi,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (12/6/2021) sore.

Sementara itu terkait dengan Kabupaten Bangkalan, ada 4 (empat) Kecamatan yang masuk katagori zona merah adalah Kecamatan Arosbaya. Ada empat kecamatan yang menjadi proses perhatian lebih seksama, diantaranya kecamatan geger, klampis, arosbaya dan kota.

“Semua pendekatan sudah dilakukan, pak pangdam melibatkan banyak tim dan pak kapolda juga melibatkan banyak tim. Proses penebalan bisa memberikan pelayanan lebih cepat sudah dilakukan,” tambahnya.

Pemprov sendiri sudah menurunkan tim diantaranya, kita ingin memastikan bahwa seluruh puskesmas harus bisa memberikan layanan kepada masyarakat dan tidak boleh ada layanan kesehatan yang terhenti.

“Seperti misalnya ibu-ibu jangan sampai kesulitan mendapatkan layanan persalinan. Seperti rawat jalan dipastikan bahwa berjalan seperti semula, sehingga tim dokter dari kodam, polda dan pemprov menangani di masing-masing puskesmas,” pungkasnya.(Qomar)

Panglima TNI dan Kapolri Rangkul Tokoh Agama Untuk Tekan Covid-19 di Bangkalan

BANGKALAN, MADURA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung penanganan Covid-19 di daerah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (12/6/2021).

Selain bertemu Forkompinda setempat, Panglima dan Kapolri juga melakukan silahturahmi dengan para tokoh agama di Bangkalan, Madura. Hal itu dilakukan untuk merangkul para pemuda agama dan tokoh masyarakat setempat untuk bergandengan tangan mencegah penyebaran virus corona di wilauah tersebut.

“Kerjasama tokoh agama dengan Forkopimda bisa kita maksimalkan untuk pencegahan Covid-19,” kata Sigit dalam pertemuan tersebut.

Menurut Sigit, peran dari tokoh agama setempat sangat penting untuk membantu Pemerintah dan Forkompinda. Terutama, menyampaikan sosialisasi dan edukasi soal kedisplinan protokol kesehatan.

Terutama, kata Sigit adalah penggunaan masker di lingkungan sosial masyarakat. Menurutnya, pada penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, masker masih menjadi hal yang ampuh menangkal penyebaran virus corona.

“Masalahnya adalah masker dengan kepatuhan yang rendah di Madura. Satu-satunya alat yang bisa menangkal Covid-19 adalah masker berdasarkan penelitian. Penggunaan masker untuk bagi seluruh masyarakat baik yang sehat dan sakit harus menggunakan masker,” ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit juga mengajak tokoh agama untuk menyampaikan pentingnya proses 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Mengingat, masih ditemukan beberapa masyarakat yang tidak mau atau sulit untuk melakukan tes Swab Antigen ataupun RT-PCR.

“Mohon bantuan disampaikan agar kami bisa mengobati dan memisahkan. Karena masyarakat masih banyak yang tidak mau Swab. Padahal tujuannya agar kami bisa tahu siapa yang sehat dan sakit serta bisa dipisahkan,” ucap mantan Kapolda Banten itu.

Senada, Panglima TNI menyatakan bahwa tokoh agama di Madura memiliki peran besar untuk menyampaikan kepada masyarakat atas pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

“Mohon bantuan para Kiyai untuk sosialisasi kepada masyarakat karena menjadi tokoh sentral untuk jelaskan protokol kesehatan,” kata Hadi dikesempatan yang sama.

Untuk menekan angka Covid-19 di Bangkalan, Madura, Hadi menekankan pentingnya soal pembatasan mobilitas dari masyarakat yang terkonfirmasi positif virus corona, melakukan pelaksanaan vaksinasi nasional dan proses pemeriksaan kontak erat.

“Tracing kontak erat bila pernah bertemu dengan orang yang terkonfirmasi positif hasil RT-PCR. Isolasi mandiri harus dilakukan dan batasi pergerakan mereka dan kami akan dukung logistik,” tutup Hadi. (Qomar)

Sertijab Kades PAW Terpilih Desa Gempol Sebagai Moment “Gempol Bersatu”

PASURUAN, Pemerintah Desa Gempol akhirnya memiliki Kades definitif setelah pemenang Pilkades PAW M. Chamdy dilantik Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti beberapa waktu lalu.

Setelah ditetapkan sebagai Kades Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Desa Gempol menggelar serah terima jabatan (sertijab) kepala desa, dari PJ kepala desa , Adi Purnomo SE , kepada kepala desa yang baru yakni M. Chamdy yang berlokasi Cafe D’djaja Legok, Gempol pada Hari Jumat (11/06/21).

Tampak hadir dalam acara sertijab tersebut antara lain Camat Taufiqul Ghoni, jajaran Forkopimcam Gempol, Danramil Gempol, Kapolsek Gempol, BPD, LPM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, serta sejumlah tamu undangan yang lainnya.

Dalam sambutannya, PJ Kades Gempol Adi Purnomo SE menyampaikan banyak terima kasih kepada semua jajaran pemdes Gempol selama ini, karena sudah solid untuk membangun Desa jadi lebih baik lagi.

“Terima kasih banyak saya sampaikan kepada jajaran pemdes, BPD, serta lainnya karena banyak membantu saya selama menjabat sebagai PJ Desa Gempol, dan saya mohon maaf kepada seluruh warga gempol bila selama dirinya menjabat sebagai PJ banyak kekurangan dalam menjalankan roda pemerintahan di Desa Gempol,” papar Adi yang dikenal luwes tersebut.

“saya ucapkan selamat kepada pak Chamdy sebagai kades PAW terpilih, semoga amanah dalam menjalankan tugasnya, selamat bekerja, dan saya yakin pak Chamdy bisa membawa Desa Gempol kearah yang lebih baik lagi,” lanjut Adi Purnomo SE.

Kades terpilih M. Chamdy dalam sambutannya menyampaikan terima kasih saya sampaikan kepada PJ Adi Purnomo yang sudah memberikan yang terbaik untuk warga Gempol selama menjabat Kades selama ini, hingga peran serta dalam Pilkades kemarin hingga berjalan lancar tertib dan aman.

“Terima kasih juga kepada masyarakat yang telah memberikan amanah untuk memimpin sisa masa jabatan hingga tahun 2025 ini, saya berharap dukungan masyarakat supaya dapat bersatu ikut berpartisipasi dan mengawal berbagai program pembangunan di Desa Gempol,” ujar Chamdy.

“Saya mohon do’a dan dukungan dari seluruh masyarakat Desa Gempol tanpa terkecuali, mari kita bersama-sama membangun desa agar lebih terintegritas supaya lebih maju, tanpa dukungan dari warga dan masyarakat saya tidak ada apa-apanya, mari bersama membangun Desa Gempol untuk lebih baik lagi,” ungkap Chamdy.

Sementara itu, camat Thaufiqul Ghony dalam sambutannya menyampaikan “Rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PJ Kepala Desa Gempol Adi Purnomo atas dedikasi dan kinerjanya selama ini, berpesan juga kepada kades terpilih M Chamdy, karena situasi pandemi Covid-19 maka setiap kegiatan harus  menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap program kegiatan karamaian atau apapuun harus di landasi dengan regulasi dan tata aturan yang ada karena covid-19,” ujar Ghoni.

“Kades terpilih M.Chamdy harus adil untuk semua warganya dan satu tujuan yakni membangun Desa Gempol untuk tetap bersatu, dan Gempol memang JEMPOL,” pungkas camat Ghoni yang dikenal murah senyum tersebut. (por)

Panglima TNI dan Kapolri Berikan Arahan dalam Penanganan Covid-19 di Bangkalan

SURABAYA — Panglima TNI dan Kapolri memberikan pengarahan kepada Pangdam V Brawijaya, dan Kapolda Jawa Timur terkait penanganan covid-19 di Jawa Timur, pada Jumat (11/6/2021) di Lanudal Juanda, Sidoarjo.

Dalam kegiatan tersebut Pangdam V/Brawijaya memaparkan situasi penyebaran covid serta langkah – langkah penanganan penyebaran covid-19 di Jawa Timur, terjadi peningkatan kasus aktif. Data 3 hari terahir yaitu tanggal 8, 9 dan 10 sebanyak 389, 401 dan 425 kasus aktif.

“Ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit rujukan covid-19 di Kabupaten Bangkalan, mencapai 80%. Untuk itu kami berupaya menyediakan tempat isolasi mandiri di Balai Pengembangan Wilayah Surabaya dan Madura (BPWS), Balai Diklat Pemda Bangkalan, dan Universitas Bangkalan,” papar Pangdam V Brawijaya.

Upaya yang dilakukan dalam penanganan covid-19 di Kabupaten Bangkalan, diantaranya penerapan 3M Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan 3T Testing , Tracing, Treatment. Pengendalian Kasus dengan optimalisasi fungsi PPKM Mikro, memastikan ketersediaan BOR, pemberian sembako serta peningkatan Vaksinasi.

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam kegiatan tersebut pengarahan untuk pelaksanaan vaksinasi diprioritaskan terhadap lansia, karena porsentase angka kematiannya tinggi.

“Isolasi mandiri harus dilakukan pengawasan yang ketat supaya tidak menjadi faktor pemicu meningkatnya penyebaran,” arahnya Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Laksanakan briefing terhadap anggota yang melaksanan tugas supaya memahami tugas pokok dalam penanganan covid-19,” perintah Panglima TNI.

Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga mengatakan, penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, sudah mulai terkoordinir dan terorganisir, serta sinergitas dalam penanganan covid 19 harus tetap dijaga.

“Menurut analisa Presiden Jokowi, kita lemah di testing dan tracing, dan kuat di treatment. Hal tersebut dapat menjadi evaluasi dalam penanganan covid-19 kedepan,” kata Kapolri.

“Pelaksanaan optimalisasi PPKM Mikro terutama didaerah dengan angka sebaran covid-19 yang tinggi. Tes PCR supaya dioptimalkan pelaksanaannya, agar proses tes PCR hasilnya tidak lebih dari 1 hari,” tegasnya Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Lebih lanjut Kapolri menegaskan, dalam penanganan manajemen covid-19 harus bagus mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai pada tahap pengawasan.

“Penanganan lonjakan penyebaran covid-19 di Bangkalan, bisa menjadi role mode dan diadopsi oleh wilayah lain apabila mengalami hal serupa, mulai dari pembagian rayonisasi, pengorganisasian hingga penanganan lainnya,” pungkas Kapolri.(tofa)

Bupati Bangkalan Pimpin Apel Gelar Pasukan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan

BANGKALAN,- Bertempat di Lapangan Desa Moara, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura. Jumat (11/6/2021) siang, sekitar pukul 14.20 WIB. Gigelar apel gelar pasukan penanganan Covid-19.

Apel gelar pasukan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron. Yang diikuti oleh Kasi Propam Polsek Klampis, Iptu Hari, selaku komandan apel.

Sementara itu peserta yang mengikuti apel gelar pasukan penanganan Covid-19 diantaranya, 1 SSK Sat Brimob Polda Jatim, 1 SSK Kodim 0829/Bangkalan, 1 SST Polres Bangkalan, 1 SST Satpol PP Bangkalan, 1 SSR BPBD Bangkalan, 1 SSR Relawan Covid-19, 1 SST Tenaga Kesehatan dan 1 SST Masyarakat Klampis.

Dalam upacara apel gelar pasukan ini juga dihadiri oleh, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, yang bertindak sebagai pimpinan apel, Wakil Bupati Bangkalan Drs. Mohni, MM, Dandim 0829/Bangkalan Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo, Danlanal BPO Letkol Laut (P) Machfud Effendi, M.Tr.Hanla, CHRMP, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, Ketua DPRD Bangkalan Bapak Muhammad Fahad, Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan Bapak Rizal Morris, Muspika Kecamatan Arosbaya, Muspika Kecamatan Klampis dan Muspika Kecamatan Geger.

Sementara itu amanat yang disampaikan oleh Bupati Bangkalan saat apel gelar pasukan menyebutkan, agar seluruh jajaran mengoptimalkan peran PPKM dan lakukan tindakan cepat penanganan Covid-19.

“Berkerja sama dalam mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyebaran virus, dan tetap menghimbau masyarakat agar mematuhi prokes. Diantaranya 3M, Social dan Physical Distancing, guna meminimalisir dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan,” kata Bupati Bangkalan, saat memberikan amanat pada saat apel gelar pasukan, Jumat (11/6/2021) siang.(Arie)

Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim Serta Forkopimda Bangkalan, Lakukan Pengecekan di Kecamatan Arosbaya

BANGKALAN,- Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama (PJU) polda jatim dan Forkopimda Kabupaten Bangkalan, Madura. Jumat (11/6/2021) siang, mengunjungi Koramil 0829/13 dan Polsek Arosbaya.

Upaya ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan situasi terkini terkait dengan penanganan Covid-19 di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim saat tiba di Koramil mendengarkan pemaparan Danramil dan Kapolsek Arosbaya.

Danramil menyebutkan, bahwa bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 sudah lebih dari cukup. Sementara untuk saat ini, yang dibutuhkan bagi masyarakat yakni, masker dan vitamin.

Perlu diketahui, bahwa Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Gubernur, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim serta Forkopimda Daerah. Terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tidak hanya yang ada di Madura, namun di seluruh Jatim untuk tetap mentaati protokol kesehatan (prokes).

Selain itu, masyarakat dihimbau untuk tetap menerapkan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan.

Sementara di wilayah Bangkalan, Madura sendiri untuk saat ini sudah banyak yang sembuh dari Covid-19. Meski sampai saat ini masih ada yang melakukan isolasi mandiri maupun dirawat di Rumah Sakit rujukan, baik yang ada di Bangkalan maupun yang ada di Kota Surabaya.(Qomar)

Curigai Istri Selingkuh, Gunakan Sebilah Arit Lukai Perut Korban

YOSOWILANGUN – Seorang pria berinisial MH (46) membacok W (53) hingga luka robek pada perut. Peristiwa itu terjadi saat korban sedang berbincang dengan istri pelaku di depan rumah korban.

Kapolsek Yosowilangun AKP. Hariyanto melalui Paursubag Humas Polres Lumajang IPDA Andrias Shinta mengatakan, awalnya pelaku curuga istrinya berselingkuh dengan korban yang sama sama berprofesi sebagai tukang sayur.

“Pelaku sempat membututi dan didapati istrinya sedang berbincang dengan korban di depan rumah korban, lalu pelaku membacok korban menggunakan sebilah sajam sejenis arit,” kata Shinta.

Insiden itu terjadi di Dusun Krajan Desa Kebonsari, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jum’at (11/06/2021).

Pelaku kini diamankan setelah menyerahkan diri ke Polsek Yosowilangun dan mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap orang lain, yakni korban W. (bam).

BPKAD Barut Beri Signal Gaji Ke 13 PNS Cair Minggu Ketiga Juni

Barito Utara-Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut)melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).Memberikan Signal,gaji ke-13 PNS akan cair pada minggu ke tiga Juni tahun 2021. 

Hal itu disampaikan Kepala BPKA Barito Utara,Drs. Jufriansyah didampingi Kepala Bidang Perbendaharaan pada BPKAD,Sarjani Rizal,Jumat siang di ruang kerjanaya(11/6/2021). 

Jufriansyah mengatakan pembayaran gaji ke 13 untuk PNS lingkup Pemkab Barito Utara,ini perkiraan pada minggu ketiga atau pada tanggal 21 Juni 2021 mendatang. 

Menurut dia,pembayaran gaji ke 13 itu berdasarkan Peraturan Pernerintah Republik Indonesia Nomor. 63 Tahun 2021 tentang pemberian tunjangan hari raya dan gaji ketiga belas kepada Aparatur Sipil Negara(ASN),Pensiunan, Penerima Pensiunan dan penerima tunjangan tahun 2021 dan Peraturan Bupati nomor.3 tahun 2021 tanggal 5 Mer 2021, tentang petunjuk teknis pelaksanaan pemberian tunjangan,hari raya dan gaji ketiga belas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD). 

“Selanjutnya isi pasal 2 ayat(2)Peraturan Bupati. Yang mendapat gaji ketiga belas yaitu,pejabat pimpinan tinggi, administrator atau dalam jabatan yang setara jabatan administrator, pengawas atau dalam jabatan yang setara jabatan pengawas, fungsional ahli madya, fungsional ahli muda, fungsional ahli pertama, fungsional penyelia, fungsional mahir, fungsional terampil, fungsional pemula  dan pelaksana,”ungkap Jufriansyah.  

Dikatakannya,untuk pembayaran gaji ke 13 ini dilakukan pada,minggu ke tiga atau ke empat bulan Juni 2021 dangan jumlah total sebesar Rp17.447.500.966,- (Bupati dan Wakil Bupati Rp. 13.442.380,- PNS dan CPNS,Rp.17.331.534.050, Ketua,Wakil Ketua dan anggota DPRD Rp.102.524.565,-, dengan jumlah penerima sebanyak 3.819 orang. 

Pembayaran terdiri dari gaji pokok,tunjangan keluarga,tunjangan jabatan,tunjangan umum, dan tunjangan beras. Dasar penghitungan gaji ke 13 adalah sebesar gaji 1 (satu) bulan pada bulan Juni 2021.

Saat ini sedang dilakukan penandatanganan daftar gaji masing-masing satuan organisasi perangkat daerah (SOPD),kemudian dilakukan sejumlah tahapan lainnya, selanjutnya proses penerbitan SP2D(Surat Perintah Pencairan Dana) untuk pembayaran gaji ke-13.

“Dan Insya Allah pada Senin tanggal 21 Juni 2021 nanti diharapkan sudah bisa cair untuk gaji ke 13 ke Bank Kalteng Cabang Muara Teweh dan gaji ke-13 akan masuk ke rekening masing-masing ASN,” jelas Kepala BPKAD. (SS).