Barito Utara-Jembatan penyeberangan dari Kelurahan Melayu Muara Teweh,yang menghubungkan Kelurahan Jingan dan Jambu Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara(Barut).Akses jalan masuk jembatan saat ini,kembali ditutup dan dilakukan pemortalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang(PUPR) Barito Utara,Senin (17/5/2021).
Kepala Dinas PUPR Barito Utara M.Iman Topik, mengatakan pihaknya kembali menutup akses jalan masuk jembatan penyeberangan,dari Kelurahan Jingah dan Jambu Muara Teweh untuk sementara waktu,karena masih ada item pekerjaan yang diselesai.
“Kami kembali menutup sementara akses jalan dari pintu masuk di Kelurahan Jingan maupun di pintu masuk dari Muara Teweh.Hal ini untuk menjaga keamanan para pekerja yang sedang menyelesaikan pekerjaannya,”kata Kadis PUPR.
Iman Topik,juga memohon kepada warga masyarakat, agar dapat bersabar dan bersama-sama mendukung percepatan. Penyelesaian pekerjaan pagar dan beberapa bangunan lainnya,yang harus segera diselesaikan hingga aman dan lancar sampai fungsional dilewati.
“Kami mohon maaf atas penutupan akses jalan di jembatan ini.Karena semata-mata yang kami dilakukan guna kepentingan kita bersama,”ungkap M.Iman Topik,didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR bersama anggota Polsek Teweh Tengah di lapangan.
Penutupan sementara akses dari jalan ke jembatan ini,masih ada sarana dan prasrana yang dibangun Pemerintah Kabupaten Barito Utara di areal jembatan Water Front City (WFC)Muara Teweh,”jelas Iman Topik. (SS).
LUMAJANG- Polres Lumajang bersama jajarannya terus melaksanakan patroli ke lokasi wisata di wilayah Lumajang, dalam rangka pemantuan pelaksanaan penutupan sementara wisata sesuai dengan surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, bahwa sudah ada surat edaran Bupati Lumajang Nomor 556/1052/427.1/2021 tentang penutupan objek wisata di Lumajang.
“Berdasarkan surat edaran penutupan sementara wisata selama 11 hari,” kata Shinta, Minggu (16/5/2021)
Ipda Shinta menambahkan, patroli ke lokasi-lokasi wisata tersebut untuk melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan surat edaran dari Pemkab selama 11 hari dari tanggal 13 Mei sampai 23 Mei 2021.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang masih tidak mengindahkan larangan dari Pemerintah tersebut.
“Polisi tingkatkan patroli ke tempat wisata untuk mengecek apakah ada masyarakat yang masih ingin berlibur ke wisata,” imbuhnya.
Selama kegiatan patroli di semua lokasi wisata di wilayah Lumajang masih terdapat himbauan penutupan lokasi wisata.
“Hasilnya selama kegiatan patroli nihil tidak temukan masyarakat yang berada tempat wisata untuk melaksanakan liburan,” imbuhnya
Polres Lumajang berharap keadaan ini dapat dipertahankan hingga tanggal 23 Mei nanti, masyarakat patuh himbauan Pemerintah.
“Semoga kepatuhan masyarakat dapat dipertahankan hingga tanggal 23 nanti, sehingga tidak ada lonjakan kasus Covid 19 pasca libur Lebaran 2021.” pungkasnya *
JAKARTA – Polri terus melakukan Operasi Ketupat 2021 selama larangan mudik Lebaran. Sabtu (15/5/2021) kemarin sebanyak 11.230 unit kendaraan diberhentikan. Dari jumlah tersebut 620 ditilang karena tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan dan melanggar rambu lalu lintas. Sementara 10.610 kena teguran.
Kasus kecelakaan di hari yang sama juga cukup banyak. Tercatat ada sekitar 106 kejadian. Dari jumlah tersebut 11 orang diantaranya meninggal dunia, 9 orang luka berat, 133 orang luka ringan. Sementara kerugian materil sebanyak Rp74.750.000.
“Penindakan dan kecelakaan lalu lintas ini dilakukan dan terjadi disejumlah wilayah,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya, Minggu (16/5/2021).
Selain pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, Polri juga menemukan 175 kasus kejahatan konvensional. Dari jumlah tersebut 11 orang ditangkap, 38 ditahan dan 260 orang dibina. “Kejahatan yang menonjol umumnya pencurian,” ungkap Argo. (tim)
BARITO UTARA — Jembatan penyeberangan dari Kelurahan Melayu yang menghubungkan dengan Kelurahan Jambu dan Jingan Kecamatan Teweh Baru,Kabupaten Barito Utara(Barut)yang ditutup sementara dari aktivitas warga bebeberapa waktu yang lalu,dibuka paksa oleh oknum warga yang tidak bertangguung jawab.
Bukan hanya portal jalan pintu masuk jembatan yang dibuka,bahkan portal pipa besi tersebut dirusak oleh oknum warga yang masih belum diketahui namanya, bok lampu neon yang berada di jembatan pun,juga dirusak oleh yang tidak bertanggung jawab.
Penutupan sementara akses jalan dan jembatan ini,karena masih ada sarana dan prasrana yang akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara,di areal jembatan penyeberangan Water Front City (WFC)tersebut.
Selain penutupan akses jalan dan jembatan penyeberangan tersebut,itu juga untuk menghindari warga yang ingin duduk di cor beton penyangga jembatan atau pencegahan pengrusakan pipa besi penghalang di pintu jalan masuk jembatan.
Dalam unggahan akun FB yang disposting oleh warga yang tinggal disekitar jembatan,sempat merekam aktivitas warga menyeberang secara paksa masuk melewati jembatan menggunakan kendaraan roda dua.
“Tunai sudah puasanya lancar jembatannya, malam hari raya.Portal jalan dibuka paksa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,”kata seorang warga pemilik akun FB yang engan namanya disebutkan.
Dan pada hari Minggu di akun warga itu pula,saat dirinya berjalan di jembatan,dia juga sempat mengambil foto box lampu neon dan ornamen di box lampu yang telah dirusak oleh oknum warga yang tidak bertanggungjawab.
“Survei membuktikan kalau masyarakat kurang peduli dengan keindahan.Box neon jembatan baru sudah ada yang rusak,”kata dia lagi di akun Fbnya.
Sementara itu,Kepala Dinas PUPR Barito Utara M.Iman Topik mengatakan terima kasih atas infromasi yang disampaikan warga, terkait pembongkaran paksa pipa besi portal pintu masuk jembatan penyeberangan dari Kelurahan Melayu Muara Teweh,yang menghubungkan ke Kelurahan Jingah dan Jambu.
“Informasi ini sebagai bahan,untuk kami sampaikan ke pimpinan agar bisa direspon dan mohon petunjuk lebih lanjut,”kata M.Iman Topik, Minggu(16/5/2021).(Sandi)
LUMAJANG – Hunian sementara untuk masyarakat terdampak gempa sudah mulai dibangun. Bantuan tersebut merupakan bantuan dari donasi masyarakat yang dikumpulkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang.
“Uang yang terkumpul di Baznas dibelikan material untuk dijadikan hunian sementara,” jelas Thoriqul Haq, Bupati Lumajang saat meninjau progres pembangunan hunian sementara di Desa Kaliuling, Tempursari, Sabtu (15/05/2021).
Hunian sementara yang telah dibangun dan sudah ditempati oleh masyarakat saat ini ada 9. Direncanakan ada 61 hunian sementara yang akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang sebagai tempat singgah sementara masyarakat sembari menunggu pembangunan rumah permanen dari BNPB.
“Inilah rumah hunian sementara yang sudah dibangun secara bertahap, Insya Allah mulai Senin akan dibangun kembali untuk menuntaskan sebagai hunian sementara khusunya untuk rumah warga yang roboh dan tidak bisa dipakai lagi,” jelas Thoriqul Haq.
Bupati menyampaikan bahwa semua donasi bantuan kemanusiaan merupakan amanah. Oleh karenanya, donasi tersebut akan disalurkan sebagaimana peruntukannya.
“Insya Allah uang yang dari Baznas itu kita salurkan dengan benar ditambahi tambahan anggaran BTT atau Belanja Tidak Terduga dari APBD kita yang ada di BPBD dikumpulkan jadi satu untuk hunian sementara ini,” pungkasnya. (red)
CIMAHI – Gelaran seni virtual tahun 2021, Minggu (16/06/2021), terkonsentrasi pada seni musik sebanyak 40 peserta, sedangkan untuk matra seni yang lain hanya sebagai eksibisi berjumlah 35 termasuk didalamnya reog, calung, teater dan tari. Sementara untuk matra seni rupa kabarnya mengundurkan diri setelah ditunggu sampai batas waktu oleh panitia.
Ketua panitia Gelar seni virtual 2021 sekaligus ketua Komite musik DKKC (Dewan Kebudayaan Kota Cimahi) Atha Bahari menjelaskan bahwa pelaksanaan Gelar seni virtual ini diberikan tanggung jawab dari Disbudpar dan DKKC
“Untuk pelaksanaan Gelar seni virtual ini kami diberikan tanggung jawab dari Disbudpar dan DKKC untuk menyelenggarakan acara ini, dengan anggaran sekitar 25 jutaan dan dikepanitiaan yang bekerja sekitar 22 personel dibagi 2 tempat, yang pertama di Bandung Moi, dan yang kedua di Sinopsis.” Kata Atha Bahari.
Atha menjelaskan, pelaksanaan di Bandung Moi tanggal 27 Juni 2021, sedangkan di Sinopsis tanggal 29-30 Juni 2021. Untuk Stimulus para peserta diberikan 1juta tiap peserta baik dari Festival Band maupun peserta eksibisi.
“Peserta Band ada 40 peserta, sementara Peserta Eksibisi berjumlah 35 peserta. Untuk hadiah dinilai dari penjuarian, juara pertama mendapatkan hadiah 10 juta rupuah ,juara kedua 7,5 juta rupiah dan juara ketiga 5 juta rupiah.” Ujarnya.
“Khusus untuk Festival Band juara keseluruhan dengan penilaian like dan viewer diambil 3 peserta terbaik, semuanya mendapatkan hadiah masing-masing 5 juta rupiah.” Tambahnya.
“Sedangkan untuk seni lukis, dari ketua Komitenya menyatakan tidak ikut seta dalam kegiatan ini, padahal yang dilombakan diprioritaskan seni musik dan seni lukis yang ingin diangkat tingkat SD, SMP. Namun ternyata nggak jadi entah kenapa.” Terang Ketua Panitia Gelar seni virtual 2021 Atha Bahari.
Saat ditanyakan apakah DKKC sebagai EO, Ketua Panitia hanya memberikan alasan bahwa Kami di Komite seni Musik DKKC hanya sebagai pelaksana.
Ditempat yang sama Maestro Seni tari Kota Cimahi Apih Ajat menuturkan harapannya selaku pelaku seni di Kota Cimahi.
“Menurut saya secara pribadi, kegiatan ini cukup bagus agar memacu para seniman melahirkan karya-karya terbarunya khusnya seni musik. Harapan saya untuk kesenian yang lainnya seperti teater, tari, pedalangan sebaiknya tidak hanya di tingkat eksibisi saja, untuk kedepannya bisa dilombakan seperti tahun-tahun sebelumnya, artinya porsinya seimbang.” Ungkap Apih Ajat Maestro Tari Kota Cimahi.
Ketika Awak Media Gempur News meminta Konfirmasi dari Ketua Seni Rupa DKKC terkait mundurnya dari kegiatan Gelar Seni virtual 2021, H. Deden Maulana sebagai Ketua Komite Seni rupa mempertanyakan.
“Siapa Siapa bilang mundur? kami tidak mendengar bahwa komite seni rupa mundur dari Acara Gelar seni virtual, namun jika tidak diikut sertakan saya tidak tahu.” Tanya H. Deden Maulana.
Pihaknya mengakui memang pernah ada pembicaraan bahwa seni rupa diikut sertakan di kegiatan tersebut, namun jika di internal kepanitiaan tidak diikut sertakan.
“Sampai saat ini belum ada informasi kepada saya selaku ketua Komite seni rupa DKKC. Saya bahkan sampai saat ini belum mendapatkan kabar terkait ikut atau tidaknya seni rupa pada kegiatan tersebut.” Ungkap Ketua Seni rupa Dewan Kebudayaan Kota Cimahi.
Sementara Ketua DKKC Hermana HMT saat dikonfirmasi melalui aplikasi WA menyatakan acara ini untuk seni pertunjukan. Dikatakan bahwa awalnya sudah pernah diajukan ke dinas untuk lomba melukis dan sudah disusun oleh ketua Komite seni rupa.
“Acara ini untuk seni pertunjukan, DKKC awalnya pernah diajukan ke Dinas untuk lomba melukis dan sudah disusun oleh ketua Komite seni rupa, namun batal karena harus atas nama grup, tidak boleh perorangan dan menyertakan KTP 10 orang sehingga seni rupa batal. Disbudpar pora arahannya pada seni pertunjukan.” Terang Ketua DKKC Hermana Hmt. (AS)
PASURUAN – Acara Halal Bihalal Virtual pertama kali yang dilaksanakan oleh Walikota Pasuruan Ngobati Kangen, Nglebur Duso, Mboten Mudik, Bahagia di Kota Pasuruan, kegiatan ini bertempat di halaman gedung Kesenian Daerah Kota Pasuruan Darmoyudo, Sabtu (15/5/2021).
Hadir dalam kegiatan ini Drs. H. Saifullah Yusuf (Walikota Pasuruan) beserta Ibu, Adi Wibowo. STP. MSi (Wakil Walikota Pasuruan) beserta Ibu, H. Moch. Yusuf Irsyad, SE. MMA (Bupati Pasuruan) beserta Ibu, H. Ismail Marzuki Hasan SE ( Ketua DPRD Kota Pasuruan), AKBP Arman SIK MSi (Kapolres Pasuruan Kota), Mayor Arh. M. Rinwan (Kasdim 0819/Pasuruan), Letkol Czi Dendy Rahmat Subekti SIP (Komandan Yon Zipur 10/2 Kostrad), dan Aries Suherman Lubis SH MH( Ketua PN Kota Pasuruan).
Kegiatan di awali dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Penampilan Drum Band Yalal Waton dan Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, dilanjutkan Penayangan Sholat Ied Walikota Pasuruan bertempat di Masjid Muhajirin Perumahan Bumi Bugul Permai Bugul Kidul, Kec. Bugulkidul, Kota Pasuruan. Selanjutnya mendengarkan kultum Habib Bakar Secara Virtual.
Ditempat berbeda turut hadir secara virtual Ibu Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. menyampaikan banyak potensi baik yang di miliki Kota Pasuruan untuk membuat Kota Pasuruan semakin maju dan berkembang.
Kegiatan dilanjutkan dengan Dialog dan Menyapa masyarakat Kota Pasuruan yang berada di Luar Negri maupun di dalam Negri. Walikota Pasuruan juga memberikan kesempatan kepada Forkopimda yang hadir untuk menyampaikan pesan kepada 937 peserta virtual zoom meeting.
Pada kesempatan ini Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman S.I.K M.Si menyampaikan saya sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Walikota dan jajarannya Pemerintah Kota Pasuruan karena telah menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan ini sehingga sedulur kabeh warga Pasuruan yang ada di seluruh dunia bisa melakukan halal bihalal secara virtual dan tentunya ini sejalan dengan imbauan pemerintah untuk tidak mudik namun tidak mengurangi halal bihalal walaupun secara virtual dan melebur dosa.
Kegiatan di akhiri dengan Senam Caring di ikuti Forkopimda Kota Pasuruan dan tamu undangan yang hadir selanjutnya dilaksanakan Foto bersama. Penerapan Protokol Kesehatan terus dilaksanakan selama kegiatan berlangsung. (tofa)
CIMAHI — Sabtu(15/05/2021) Mobil Sakoci terbaru warna Merah milik Pemkot Cimahi menetapkan tarif bagi para wisatawan atau penumpangnya, padahal bus pariwisata Sakoci berplat merah tidak boleh dikomersilkan.
Kejadian sama pernah terjadi di wilayah Ciamis dengan bus pariwisata yang sama yang dinamai Gatrik, akhirnya mendapat reaksi keras oleh Sekretaris Organda Ciamis Kang Eki B.
“Kota Cimahi dengan di laksanakannya rute Jelajah Heritage oleh Bis Pariwisata SAKOCI disambut baik oleh masyarakat Kota Cimahi, namun yang menjadi pertanyaan kenapa mesti dikomersilkan, padahal tidak berplat kuning seperti halnya Angkutan Umum” Ungkap salah seorang Warga yang enggan disebutkan namanya kepada Awak Media Gempur News.
Sedangkan di sisi lain Pramuwisata yang di tugasi untuk menjadi guide atau pemandu wisata,ternyata bukan dari Anggota HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia).
Ketika Awak Media Gempur News Meminta tanggapan dari Kabid Organisasi dan Kerjasama Usaha DPC HPI Kota Cimahi, Primastuti, melalui HP, mengungkapkan, jika Sakoci mulai beroperasi saya nggak tahu cuma dikabari saja bahwa sakoci akan beroperasi kembali setelah sempat tidak beroperasi dengan alasan Pandemi Covid 19, untuk Sakoci merah pada tahun 2020 waktu ada pelatihan karena plat merah informasinya penggunaannya hanya untuk keperluan dinas, contohnya untuk kunjungan dan waktu itu digunakan untuk pelatihan bukan dikomersilkan.
Ketika bis Sakoci ditangani oleh orang yang tidak memiliki sertifikat dan standarisasi pramuwisata apakah bisa menjelaskan dengan baik, sebenarnya kalau informasi Bis Sakoci akan jalan namun kami tidak pernah diajak rembukan bagaimanakah rencananya berjalan, bagaimanakah pemandu wisata akan dilibatkan termasuk MOU nya seperti apa, sebab kami punya aturan hukum dan kami dibentuk oleh kementrian pariwisata, artinya jika kami bergerak harus sesuai undang-undang yang sudah dibuat, jelasnya.
Ketika ditanya terkait orang yang menjadi pramuwisata namun tidak memiliki sertifikat Pramuwisata Primastuti menjelaskan, bahwa kita ibaratkan orang yang tidak punya SIM namun bisa mengendarai mobil,ketika tidak ada razia kita aman-aman saja namun saat ada razia dan ditanyakan oleh petugas maka kita akan dijatuhi sangsi tentunya, artinya ketika kita tidak memiliki sertifikat Pramuwisata kita tidak boleh menjadi pramuwisata secara hukum tentunya, atau contoh paling jelas adalah seorang guru yang sudah jelas menjadi pengajar namun tetap dituntut untuk mengantongi sertifikasi mengajar.
Ditegaskan juga dirinya sangat prihatin jika pramuwisata yang tidak memiliki Sertifikat Pramuwisata yang dikeluarkan BNSP karena berdasarkan surat edaran dari Kementrian ketenagakerjaan RI no.M/5/HK.04.00/VII/2019 , disebutkan bahwa setiap pekerja yang menduduki jabatan atau pengelola sumberdaya manusia wajib mempunyai sertifikasi kompetensi BNSP dibidang Manajemen Sumber Daya Manusia(MSDM), artinya ini merupakan sebuah pelanggaran.(AS)
PASURUAN – Beragam upaya pemerintah Jawa Timur, guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 dan virus varian baru, telah dilakukan. Dari mulai sosialisasi Protokol Kesehatan (Prokes) di tempat – tempat vital, hingga penyekatan jalur mudik telah di lakukan.
Namun semua itu perlu dukungan dari masyarakat dalam penerapan pelaksanaannya, agar masyarakat dapat terhindar dari virus-virus yang mematikan itu.
Kapolda Jatim juga telah menghimbau pengelola tempat wisata untuk tetap menerapkan prokes ketat kepada pengunjung, dan pengunjunga tempat wisata juga harus mematuhi Prokes yang sudah ditetapkan oleh pengelola.
“Masyarakat yang mengunjungi tempat-tempat tersebut, tetap menggunakan masker, kemudian mematuhi apa yang sudah ditetapkan pengelola,” tandasnya Kapolda Jatim didampingi Pangdam V Brawijaya saat melakukan kunjungan di tempat wisata Pasuruan, pada Sabtu (15/5/2021).
“Lalu bagi petugas yang sedang melaksanakan kewajibannya, sediakan sarana prasarana, seperti thermo gun, tempat cuci tangan, dan berkoordinasi dengan satgas, apabila ditemukan orang yang suhu badannya naik, supaya dilakukan tindak lanjut, apabila nanti di tes dan ternyata reaktif bisa ditindaklanjuti ke rumah sakit yang sudah dirujuk,” Tambahnya.
Sementara Kapolda juga mengatakan, terkait dengan penyekatan jalur yang telah dilakukan oleh TNI-Polri di seluruh Jawa Timur bersama pemerintah daerah, di pos penyekatan telah melakukan pemeriksaan kepada ribuan kendaraan yang melintas di pos penyekatan, dan melakukan rapid test secara random, hasilnya ada 21 orang yang dinyatakan reaktif dan positif.
“Kami telah melakukan beberapa kegiatan yaitu penyekatan terhadap kendaraan yang hendak melakukan perjalanan luar kota maupun luar provinsi, diantaranya ada 215.997 kendaraan yang telah diperiksa. Dari 215.997 tadi yang sudah diputar balik ada 43.665, sedangkan yang dilakukan swab antigen secara acak, ada 3.197, dan yang sudah dilaksanakan swab secara acak itu ada 21 yang reaktif dan positif. Sehingga dilakukan perawatan,” papar Irjen Pol Nico Afinta.
Kapolda juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang akan kembali, untuk melengkapi dirinya dengan surat keterangan bebas covid, surat tugas dari instansi di mana mereka bekerja ataupun perusahaan. Sedangkan untuk pribadi, dilengkapi dengan surat keterangan dari RT – RW setempat.
“Lalu kami memohon kepada seluruh masyarakat tetap waspada karena di sekitar kita covid masih berada dan tentunya ada juga varian baru yaitu B1617 yang dari India itu perlu kita waspadai, karena sifatnya lebih cepat dan lebih melemahkan kita, sehingga perlu waspada. Sekali lagi saya himbau kepada masyarakat, ayo patuh, jaga diri, jaga keluarga, jaga negara,” imbau Kapolda Jatim. (tim)
PASURUAN – Rombongan PJU (Pejabat Utama) Polda Jatim melakukan pengecekan di sejumlah tempat wisata di Jatim, Sabtu (15/5). Salah satunya di Taman Dayu, Kabupaten Pasuruan.
Rombongan yang dipimpin langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta ini di sana disambut kedatangannya oleh Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan.
Setelah turun dari mobil, kapolda saat itu langsung meninjau tempat lokasi wisata. Dia juga serta mengecek bagaimana sarana dan prasarana protokol kesehatan yang terdapat di sana.
Usai melakukan pengecekan dia mengatakan tadi baru saja selesai di Jatim Park sekarang di Taman Dayu. “Untuk memastikan beberapa hal yang pertama terkait dengan masalah penyekatan, dan kedua bagaimana permasalahan prokes di tempat wisata, lalu yang ke tiga pelaksanaan prokes di Beji, lalu yang keempat pengecekan pelaksanaan arus balik,” ujarnya.
Dari semua itu dia menghimbau pada pengelola tetap melaksanakan prokes. Kemudian pada pengunjung tetap mengenakan masker dan mematuhi apa yang ditetapkan pengelola.
“Kepada petugas yang berjaga sediakan termo gan, kemudian tempat cuci tangan lalu juga berkoordinasi dengan satgas apabila ditemukan yang suhu naik. Apabila nanti dites dan ternyata reaktif bisa ditindak lanjuti ke rumah sakit yang dirujuk,” tuturnya.
Kapolda juga menjelaskan sejauh ini pihaknya bersama dengan TNI di seluruh Jatim bersama pemda telah melakukan beberapa penyekatan. Dimana ada 215 ribu kendaraan yang telah diperiksa, yang sudah diputar balik ada 43 ribu sedangkan yang dilaksanakan swab antigen acak ada 3.197. “Dan dari yang diswab acak ada 21 yang reaktif dan positif sehingga dilakukan perawatan,” tegasnya.
Sebab itu kapolda meminta kepada seluruh masyarakat apabila kembali balik harus melengkapi surat keterangan bebas covid-19, kemudian surat tugas dari instansi tempat bekerja. Sementara untuk pribadi dilengkapi RT dan RW tempat.
“Dan kami memohon kepada semua masyarakat, varian baru Covid-19 dari India yang perlu kita waspadai. Karena sifatnya lebih cepat dan lebih melemahkan kita,” imbuh jenderal bintang dua ini. (tim)