Home Blog Page 1769

Viral Polisi Sabar Hadapi Cacian Warga di Pos Penyekatan, Komisi III: Sesuai Program Presisi

JAKARTA – Media sosial (medsos) viral atau banyak memperbincangkan dari sikap aparat kepolisian yang bertindak penuh dengan kesabaran dan mengedepankan pendekatan humanis saat menghadapi masyarakat yang melontarkan caci maki saat diputarbalikan di pos penyekatan.

Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mengungkapkan bahwa, pendekatan humanis dan kesabaran petugas tersebut sudah sesuai dengan program Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan, yang digagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Sudah tugasnya Polri untuk humanis sesuai dengan Program Presisi Kapolri dan itu bagian dari tanggung jawab anggota di lapangan wajib humanis mengayomi,” kata Sahroni saat dihubungi awak media, Selasa (18/5/2021).

Setidaknya ada dua peristiwa warga yang memaki aparat kepolisian saat diputarbalikan di pos penyekatan yang menarik perhatian masyarakat. Pertama di Sukabumi, yang dimana seorang ibu melontarkan kalimat kasar kepada aparat kepolisian karena di mobil berisikan rombongan keluarganya di halau oleh petugas.

Kemudian peristiwa kedua adalah seorang perempuan yang mencaci maki polisi di Jalan Lingkar Selatan, Ciwandan, Cilegon, Banten. Setelah viral yang menuai kecaman dari masyarakat, mereka berdua pun meminta maaf atas sikapnya kepada aparat kepolisian.

Kedua warga yang memaki itupun sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada aparat kepolisian. Petugas pun dengan lapang dada memberikan maaf kepada dua orang tersebut.

Sahroni menambahkan, seharusnya masyarakat jangan seenaknya memperlakukan petugas kepolisian yang sudah berjuang dengan sabar dan humanis dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 sebagaimana implementasi dari kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan virus corona saat libur Lebaran.

“Petugas sudah lelah lakukan pencegahan sesuai aturan pemerintah. Humanis sangat di perlukan tapi tidak dengan cara seenaknya juga. Itu sangat benar tapu dengan sikap yang tidak ramah kepada petugas itu juga tidak boleh dilakukan oleh orang-orang yang semaunya,” ujar Sahroni.

Bahkan terkait makian warga ke aparat itu, Sahroni berharap adanya tindakan yang lebih tegas kepada masyarakat yang bertindak seenaknya.

“Tidak bisa dibiarkan. Harus ada hukuman keras agar masyarakat bisa lebih menuruti aturan dan menghargai petugas yang bekerja. Hukumannya bisa dengan kerja sosial, atau ya dipenjara saja,” tutur Sahroni. (tim)

Ratusan Polisi yang Bertugas Sekat Pemudik di Mojokerto Jalani Tes Swab PCR

MOJOKERTO – Ratusan personil Polres Mojokerto yang bertugas dalam Operasi Ketupat Semeru 2021 menjalani tes swab PCR. Pemeriksaan ini untuk mencegah penularan COVID-19 dari polisi ke masyarakamt.

Pengambilan sampel swab ratusan personil digelar di lapangan upacara Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari. Selanjutnya, sampel akan diperiksa di Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander juga menjalani tes swab PCR tersebut. Menurut dia, pemeriksaan COVID-19 yang dimulai hari ini menyasar 200 personilnya. Itu sudah termasuk para guru TK Kemala Bhayangkari.

Tes swab PCR massal di Polres Mojokerto ini, lanjut Dony, untuk mendeteksi anggotanya yang mungkin terinfeksi COVID-19. Pasalnya, mereka banyak berinteraksi dengan masyarakat selama bertugas dalam Operasi Ketupat Semeru 2021 dan penyekatan mudik lebaran sejak 22 April lalu.

“Kami ingin memastikan semua personil kami aman dan tetap sehat sehingga tidak menularkan COVID-19 saat memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Dony kepada wartawan di lokasi, Selasa (18/5/2021).

Selain bertugas melayani masyarakat seperti biasa, ratusan personil Polres Mojokerto juga masih harus melaksanakan pengetatan mobilitas penduduk hingga 24 Mei nanti. Itu sesuai dengan Adendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri.

Pengetatan mobilitas penduduk digelar mulai hari ini sejak berakhirnya larangan mudik lebaran pada Senin (17/5). Masyarakat yang akan masuk ke Mojokerto tetap menjalani pemeriksaan di 4 pos. Yaitu di Ngoro, Pacet, Trawas dan PPST Trowulan.

“Harapan kami melalui tes swab PCR ini semua personil kami siap kembali memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat dan bebas COVID-19,” jelas Dony.

Anggota Polres Mojokerto yang positif COVID-19, kata Dony, bakal langsung diisolasi sampai sembuh. Tempat isolasi di Puskesmas Gondang disiapkan untuk polisi yang terinfeksi virus Corona tanpa gejala klinis.

“Bagi yang mempunyai penyakit bawaan, kami rujuk ke rumah sakit supaya penanganannya lebih maksimal untuk penyembuhan personil kami,” terangnya.

Kepala Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Nur Mutoliah menjelaskan, pengambilan sampel swab 200 polisi dan guru TK Kemala Bhayangkari ditargetkan selesai hari ini. Menurut dia, hasil tes swab PCR diperkirakan keluar sore nanti.

“Kalau besok Polres Mojokerto mengajukan lagi, tetap kami layani,” tandasnya. (tim)

Hari Pertama Usai Libur Lebaran, Suasana Pemkab Nampak Sepi

LUMAJANG – Hari pertama masuk kerja usai libur lebaran, suasana di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten Lumajang nampak sepi. Tidak ada kegiatan halal bi halal seperti halnya tahun lalu.

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu, mengharuskan untuk tidak melakukan kegiatan yang menciptakan kerumunan masa, termasuk halal bi halal. Namun demikian, tidak menyurutkan semangat silaturahim.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono mengawali hari pertama masuk kerja dengan berkeliling ke sejumlah kantor Perangkat Daerah (PD) untuk bersilaturahim.

“Biasanya sebelum covid, awal kerja di Pemda itu ada halal bi halal, tapi karena ini masih pandemi Covid-19, saya yang datang ke kantor-kantor untuk menyapa semuanya, sambil lebaran sambil minta maaf,” ujar Bupati Lumajang, Senin (17/5/2021).

Bupati berharap para ASN tetap bekerja sebagaimana mestinya pada hari pertama usai libur lebaran. (red)

100 Hari Kerja Kapolri, 1.864 Kasus Diselesaikan Dengan Restorative Justice

JAKARTA – Polri menyatakan ada 1.864 kasus yang diselesaikan dengan menggunakan pendekatan Restorative Justice atau keadilan restoratif dalam 100 hari kerja Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri.

“Sudah dilakukan sebanyak 1.864 di masing-masing Polda,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers 100 hari kinerja Kapolri, di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/5/2021).

Argo menjelaskan, terkait dengan keadilan restoratif, saat ini, pihaknya sedang menggodok Peraturan Kepolisian (Perpol) untuk mengatur mengenai penerapan restorative justice di Korps Bhayangkara.

“Akan kami garap peraturan kepolisian berkaitan dengan penerapan keadilan restorative justice dalam penanganan tindak pidana,” ujar Argo.

Menurut Argo, pendekatan restoratif itu dilakukan terhadap beberapa kasus dan telah dilakukan di seluruh Indonesia.

Misalnya, di Bareskrim ada kasus di Direktorat Tindak Pidana Umum, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, ataupun Direktorat Tindak Pidana Siber yang telah diselesaikan menggunakan pendekatan restoratif.

Selain itu, terdapat juga beberapa contoh kasus lain di seluruh Indonesia yang menggunakan pendekatan yang sama. Dalam hal ini, restoratif justice membuat aparat dapat mengambil diskresi sehingga pihak pelapor ataupun yang dilaporkan berdamai.

“Misalnya ada seperti kemarin, kasus-kasus nenek ngambil kapas. Yang bisa kami selesaikan restorative justice, itu tidak masalah,” ucap Argo.

Cek Penerapan Prokes, Petugas Gabungan Sidak Pasar Hewan

LUMAJANG – Cek penerapan protokol kesehatan, petugas gabungan tiga pilar melakukan sidak pasar hewan Jogotrunan Lumajang, bertepatan dengan hari pasaran, Senin (17/5/2021.

Kegiatan tersebut melibatkan petugas gabungan terdiri dari Polres Lumajang, Kodim 0821 Lumajang, Yonif 527/BY Lumajang, dan Satpol PP Kabupaten Lumajang.

Satgas Preventif Operasi ketupat semeru 2021 Polres Lumajang, dipimpin langsung oleh Kasatgas Preventif AKP Jauhar Maarif, S.Sos, MH, melakukan pengecekan dengan sasaran pembeli dan pedagang yang tengah beraktifitas jual beli sapi.

Tampak hadir pula dalam pengecekan protokol kesehatan ini Komandan Kodim 0821 Letkol Inf. Andi Ariyanto Wibowo, S.Sos., M.I.Pol.

AKP Jauhar Maarif, S.Sos, MH melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, dalam kegiatan tersebut petugas memberikan himbauan prokes serta membagi bagikan masker bagi mereka yang tidak membawa masker.

“Kegiatan pembagian masker dan himbauan diantaranya selalu memakai masker, saling menjaga jarak antar penjual dan pengunjung pasar dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun guna mendukung kebijakan Pemerintah dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut Petugas gabungan membagikan 400 masker gratis kepada pengunjung pasar hewan patok.

“Kedepan, dihari pasaran sapi, personel gabungan TNI Polri Dan Satpol PP akan melaksanakan kegiatan penertiban prokes di pintu luar agar para pengunjung yang tidak menggunakan masker kita putar balik,” tegas Shinta.

Ia menyampaikan, hasil kegiatan operasi tersebut ditemukan masih banyak pengunjung tidak menggunakan masker.

“Jika pasar ini tidak dapat menunjukkan kepatuhan protokol kesehatan petugas gabungan bersama Satgas Covid 19 akan ambil tindakan tegas, Lumajang saat ini tinggal 1 pasien terkinfirmasi positif jangan sampai nambah lagi,” jelas Ipda Andrias Shinta. (tim)

Kapolri Bersama Mentan Bahas Swasembada Beras Hingga Pendistribusian Pupuk Subsidi

JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama jajaran di Ruang Rapat Kapolri, Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/5).

Beberapa hal terkait penguatan sektor pertanian dibahas, mulai dari swasembada beras hingga pengawalan distribusi pupuk subsidi bagi petani.

Kapolri menegaskan, bahwa swasembada beras merupakan cita-cita bersama. Dengan swasembada beras, Indonesia tidak hanya bisa mencukupi kebutuhan rakyatnya melainkan juga bisa melakukan ekspor ke negara-negara yang membutuhkan.

“Polri siap membackup berapa jumlah panen padi dari para petani. Dengan swasembada beras, kita bisa melakukan ekspor,” kata Kapolri dalam keterangan tertulis, Senin (17/5/2021).

Terkait dengan pupuk subsidi, Kapolri meminta support dari Kementrian Pertanian berupa data pendistribusian. Dengan begitu, jajaran Polri dengan sangat mudah untuk melakukan monitoring atau pengawasan dalam pendistribusian pupuk subsidi tersebut.

“Agar diberikan petanya sehingga kita tahu pensistribusian pupuk dimana saja. Sehingga anggota saya bisa memonitor, kalau ada yang sesuai bisa ditelusuri dimana akar permasalahannya, yang terpenting petani tidak dirugikan,” tekan Kapolri.

Disisi lain, Polri mendukung produksi kedelai dalam negeri dengan melakukan pemetaan terhadap lahan tanam kedelai yang ada sehingga bisa mendorong produksi kedelai dalam negeri.

“Kedelai dalam negeri harus habis dulu baru ekspor, perlu dihitung (stok kedelai dalam negeri) agar tidak terjadi kelangkaan. Kami sangat mendukung,” tambah Kapolri.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan terima kasih kepada jajaran Korps Bhayangkara yang selama ini telah banyak berkonstrubusi dalam menjaga kestabilah harga dan ketersediaan pangan.

“Semua sembako dapat terjaga karena Satgas Pangan Polri membantu dengan baik,” tandas Yasin Limpo.

Pria yang akrab disapa SYL ini juga mengharapkan dukungan penuh Kepolisian untuk menjaga sektor pertanian terutama 11 komoditi pertanian prioritas. Misalnya, dalam pertemuan tersebut turut dilakukan nota kesepahaman atau MoU komoditi prioritas pembudidayaan sarang burung walet.(Qomar)

Rakor Secara Virtual Pemkab Barut Ikuti Arahan Presiden RI

BARITO UTARA –Kemendagri melakukan rapat koordinasi secara virtual di Jakarta terkait,arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kepala Daerah se-Indonesia tahun 2021.Dalam rangka penanganan Pandemi Covid-19 pasca lebaran Idul Fitri 1224 H.2021 M,Senin(17/5/2021). 

Dalam Rakor secara virtual di rumah dinas Bupati Barito Utara melalui Vidcon itu,dihadiri oleh Bupati Barito Utara H. Nadalsyah,Ketua DPRD,Ir. Ir.Hj.Mery Rukaini,M.IP, Sekretaris Daerah,Ir.H. Jainal Abidin,M.AP, Kapolres Barut, AKBP.Dodo Hendro Kusuma,SIK, Dandim 1013 Muara Teweh,Letkol Kav.Rinaldi Irawan,Kepala Pengadilan Agama,perwakilan Kajari dan Pengadilan Negeri serta para Asisten Sekda. 

Dalam laporannya, Mendagri,Tito Karnavian menyampaikan laporan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia,dimana negara Indonesia masih mampu dalam penanganannya. 

Dalam arahannya,Presiden RI,Joko Widodo menyampaikan bahwa pasca lebaran Idul Fitri jumlah kasus Covid-19 berpotensi mengalami kenaikan meskipun Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik.Dari data tanggal 6 sampai 17 Mei masih ada pemudik sekitar 1,4 juta orang. 

Indonesia saat ini mengalami puncak kasus aktif Covid-19 pada tanggal 5 Pebruari 2021, dengan jumlah 176.672 kasus.Kita mengalami penurunan kasus aktif mencapai 48,6% dari periode puncak,pada tanggal 16 Mei,kasus aktif dapat ditekan menjadi 90.800 kasus,”kata Presiden RI.

Presiden juga menghimbau kepada para kepala daerah, agar tahu perkembangan dan permasalahan yang dihadapi,sehingga penanganannya dapat mudah dan cepat.

Selain itu,Jokowi juga menyoroti peningkatan jumlah pengunjung,pada tempat pariwisata dan peningkatan jumlah hunian kamar.Itu semua baik untuk ekonomi,tetapi harus hati-hati untuk Covid-19 nya,”jelas Jokowi. 

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II sebesar 7%,agar para kepala daerah bertanggungjawab terhadap pertumbuhan ekonomi di daerahnya masing-masing.Ini merupakan akumulasi dari pertumbuhan ekonomi nasional ataupun dari pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah,” harap Jokowi. (SS).

MBAH CANGKLONG ( Sebuah Renungan)

Malam itu cuaca sangat cerah, hembusan angin lembut membuat udara agak dingin, tidak seperti sebelumnya udara cukup panas.

Mbah Cangklong duduk santai diteras depan seperti biasanya, sambil menikmati alunan lagu langgam jawa kesukaannya dari radio yang sudah usang.

Sementara suasana sekitarnya
nampak tak beda jauh dari hari hari sebelumnya walaupun hari Raya Idul Fitri, bukan saja karena himbauan dan pelarangan mudik juga penutupan tempat wisata oleh pemerintah saja, akan tetapi juga dampak Pandemi yang sarat dengan protokol kesehatan yang harus diterapkan, sedikit banyak sangat berdampak pada roda per-ekonomian masyarakat, bagi mereka bisa ikut merayakan datangnya Hari Raya Idul Fitri sudah amatlah bersyukur.

Kembali nampak mbah cangklong menghisap cangklong kebanggaannya, kali ini mbah cangklong menghisap agak dalam seolah ingin betul betul menikmati aroma tembakau idolanya itu.

Mbah cangklong merenungi sesuatu dimasa lalunya, dahulu semasa kanak kanak hinga remajanya Ia merasakan betapa indahnya menyongsong hari raya yang merupakan hari kemenangan.

Apalagi bila sampai pada hari raya ketupat, bukan main suka rianya pada masa itu, bersepeda dengan teman teman sebaya ke pantai bahkan mereka ada yang berkemah.

Namun kini tradisi itu seakan mulai lapuk apalagi dengan adanya Pandemi Corona 19 ini, sangat terasa sekali bagi masyarakat desa.

Jauh didalam lubuk hatinya, mbah cangklong merasa bersyukur karena sampai saat ini anak anaak dan cucunya
sudah mapan dan terjaga kesehatannya, begitupun dengan dirinya.

Dengan adanya Pandemi ini mbah cangklong merasa belajar banyak dari alam, Tuhan memberi pelajaran nyata akan siklus kehidupan hakiki.

Ketentuan Tuhan tidak
mungkin bisa direkayasa dengan kecanggihan ilmu pengetahuan manusia sehebat apapun.

Bagi mbah cangklong hidup ini hanya menjalankan apa yg sudah diberikan Sang Khalik, manusia hanya memelihara dan memanfaatkan, itupun seharusnya sebatas yang diperbolehkan.

Seakan yakin akan pemikirannya lalu mengambil kesimpulan sendiri, mbah cangklong merasa Rimo lan legowo marang kerana Gusti( sabar dan Ikhlas menerima kehendak Tuhan), adalah Kunci ketenteraman walau berhimpitan dengan carut – marutnya jaman.

Dan lebih jauh dalam hatinya mbah cangklong berkeyakinan Kesabaran dan ketabahan menerima semua gejolak alam adalah obat mujarab yang bisa menjadi obat dari segala wabah yang ada.

Adapun kebenarannya bagi orang lain, mbah cangklong mengembalikan pada pribadi masing masing, dirinya hanya ngugemi pesan para Tetua dahulu yen kepingin urip mulyo tansah kinayungan Raharjaning Gusti, kudu biso legowo narimo pepanduming Gusti(jika ingin hidup dalam kemuliaan dan selalu dalam lindungan ALLAH SWT, hendaknya ikhlas menerima kehendak Tuhan, dan selalu berusaha memenuhi jalan Tuhan. (Ag.Trimurty)

Forkopimda Jatim Ikuti Zoom Meeting Bersama Presiden RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya

SURABAYA,- Forkopimda Jawa Timur Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta, bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polda Jatim, Senin (17/5/2021) siang, mengikuti zoom meeting arahan Presiden RI Joko Widodo, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dalam rangka rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah.

Dalam arahan Presiden RI pasca lebaran tahun 1442 H. Joko Widodo menyampaikan, bahwa seluruh Kepala Daerah harus tetap hati-hati. Semua harus waspada karena berpotensi jumlah kasus Covid-19, meski Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang mudik.

“Data yang saya terima terdapat 1,5 juta orang yang mudik dalam kurun waktu 6-17 Mei 2021. Dulu saya sampaikan ada 33 persen masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman. Kemudian ada larangan, masyarakat dilarang mudik turun menjadi 11 persen, setelah sosialisasi menjadi 7 persen, dan saat ada penyekatan turun menjadi 1,1 persen,” jelas Joko Widodo, saat zoom bersama kepala daerah se-Indonesia, Senin (17/5/2021) siang.

Ditambahkan Presiden, oleh karena itu kita berharap kasus aktif nya tidak ingin sebesar pada tahun-tahun lalu. Karena sudah terjadi penurunan kasus aktif. Dimana puncak saat itu terjadi pada bulan Februari, kasus aktif ada 176 ribu dan sekarang kasus aktif turun menjadi 90.800, yang artinya turun 48 persen.

“Ini harus ada konsistensi, kita harus memiliki ketahanan seperti yang disampaikan Mendagri. Karena hal ini tidak bisa diselesaikan hanya beberapa bulan saja,” tambahnya.

Sementara kasus di setiap Provinsi ada kenaikan, ada 15 provinsi yang mengalami kenaikan. Diantaranya, Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Maluku, Padang, NTB, Maluku Utara, Kalteng, Sulteng, Sulsel, Gorontalo.

“Ini perkembangan kasus mingguan di pulau Sumatra yang harus hati-hati, seperti di Aceh turun namun masih di posisi yang tinggi, Sumut naik dan belum turun, Sumbar tinggi namun sudah ada penurunan, Sulsel tinggi namun ada penurunan, Jambi tinggi namun ada penurunan, sementara untuk yang turun drastis ada di Bengkulu,” tutup Presiden.

Akses Jalan Menuju Jembatan Penyeberangan Sementara di Tutup Kembali

Barito Utara-Jembatan penyeberangan dari Kelurahan Melayu Muara Teweh,yang menghubungkan Kelurahan Jingan dan Jambu Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara(Barut).Akses jalan masuk jembatan saat ini,kembali ditutup dan dilakukan pemortalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang(PUPR) Barito Utara,Senin (17/5/2021). 

Kepala Dinas PUPR Barito Utara M.Iman Topik, mengatakan pihaknya kembali menutup akses jalan masuk jembatan penyeberangan,dari Kelurahan Jingah dan Jambu Muara Teweh untuk sementara waktu,karena masih ada item pekerjaan yang diselesai.

“Kami kembali menutup sementara akses jalan dari pintu masuk di Kelurahan Jingan maupun di pintu masuk dari Muara Teweh.Hal ini untuk menjaga keamanan para pekerja yang sedang menyelesaikan pekerjaannya,”kata Kadis PUPR.

Iman Topik,juga memohon kepada warga masyarakat, agar dapat bersabar dan bersama-sama mendukung percepatan. Penyelesaian pekerjaan pagar dan beberapa bangunan lainnya,yang harus segera diselesaikan hingga aman dan lancar sampai fungsional dilewati. 

“Kami mohon maaf atas penutupan akses jalan di jembatan ini.Karena  semata-mata yang kami dilakukan guna kepentingan kita bersama,”ungkap M.Iman Topik,didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR bersama anggota Polsek Teweh Tengah di lapangan.

Penutupan sementara akses dari jalan ke jembatan ini,masih ada sarana dan prasrana yang dibangun Pemerintah Kabupaten Barito Utara di areal jembatan Water Front City (WFC)Muara Teweh,”jelas Iman Topik.  (SS).