Home Blog Page 1835

Panglima TNI dan Kapolri Bakar Semangat Satgas Nemangkawi

0

JAKARTA—
Panglima TNI Mareskal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan pertemuan dengan Satuan Tugas (Satgas)
Nemangkawi dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke Papua.

Kedua Jenderal ini saling bergantian memberikan motivasi, apresiasi dan membakar semangat para prajurit tersebut.

Menurut Panglima TNi, titik keberhasilan dalam setiap tugas lapangan ialah kuatnya kerjasama antara TNI-Polri yakni dengan mensinergikan komunikasi dan kolaborasi yang dibarengi oleh evaluasi bersama setiap kegiatan yang telah dilakukan.

“Pelaksanaan tugas tidak akan berhasil kalau tidak dilakukan bersama sama,yaitu komunikasi, koordinasi dan kolaborasi kerjasama,” kata Panglima TNI di hadapan personel TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi,Jumat (26/2/21).

Sementara itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit menambahkan, soliditas TNI-Polri harus membatin dalam setiap personel di lapangan.

Pasalnya keberhasilan dalam setiap operasi bukanlah milik satu dua orang ataupun institusi,melainkan milik bersama.

Jenderal Polisi ini juga mengapresiasi kinerja Satgas yang telah ditorehkan selama menjalankan tugas memelihara keamanan Papua dari gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Banyak prestasi yang ditoreh oleh Satgas Nemangkawi dalam pelaksanaan tugas menangkap dan mengamankan pelaku, untuk itu saya apresiasi kepada seluruh personil operasi Nemangkawi,” ujar Jenderal Polisi Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini juga mengingatkan bahwa ancaman KKB meningkat akhir-akhir ini.

Disamping itu, Jenderal Sigit juga mengharapkan personel Satgas turut mencermati isu-isu yang berkembang berkaitan dengan RUU Otsus.

Adapun Otsus, menurut Jenderal Sigit merupakan cara Pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

“Waspadai kekuatan propaganda mereka, siapkan strategi menghadapinya.  Tanamkan kepada mereka bendera merah putih tetap berkibar,” pungkas Kapolri. (*)

Menkes: Sebanyak 38 Juta Akan Terima Vaksinasi Covid-19 Ditargetkan Akhir Bulan Juni 2021

SURABAYA – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi, G. Sadikin. Sabtu (27/2/2021) pagi, melihat secara langsung proses Vaksinasi Covid-19, bagi para lansia di Surabaya, Jawa Timur.

Menteri Kesehatan tiba di surabaya didampingi oleh Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, bahwa vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi para lansia dilakukan hingga akhir bulan Juni 2021. Selain itu vaksin lansia ini untuk 38 juta jiwa se-Indonesia.

“Ada 38 juta yang ditargetkan menerima vaksin Covid-19 atau sebanyak 76 juta suntikan. Kami menargetkan akan tuntas pada akhir Juni 2021,” kata Menkes, Sabtu (27/2/2021).

Menkes mengungkapkan dari 38 juta yang harus divaksin pada tahap kedua, sebanyak 21 juta penerima adalah lansia, dan 16 juta lainnya adalah pemberi pelayanan publik.

“Targetnya akhir Juni, tapi masalahnya bukan targetnya kapan, tapi vaksinya yang terbatas, untuk itu harus dilakukan secara bertahap. Dalam pekan ini, baru 150 ribuan yang sudah divaksin,” imbuhnya.

Vaksinasi kepada lansia, lanjut Budi, diprioritaskan karena mereka adalah orang-orang yang berisiko tinggi. Sebab jika terkena Covid, fatality rate-nya besar.

Pada kesempatan itu, Budi mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Samator Grup yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk para lansia yang ada di Surabaya.

“Kita terima kasih kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Pak Arif dari Samator, sudah menyumbangkan modal sosial mereka, mengumpulkan senior-senior mereka di Surabaya untuk bisa divaksiniasi,” tambahnya.

“Semoga bisa dicontoh teman-teman di daerah lain yang memiliki resources dan memiliki akses mengajak teman-teman lansia ini untuk segera divaksin,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu lansia peserta vaksin, Liem Giok Tien (70) mengaku dirinya merasa lebih aman setelah mendapat vaksin.

“Saya lihat TV Pak Jokowi sampai berani vaksin. Dia contohkan ke rakyatnya. Kok kita gak berani. Jadi saya berani karena Pak Jokowi beri contoh,” katanya.

“Setelah divaksin saya merasa lebih nyaman dan aman karena dari awal saya memang niatkan berani vaksin,” tutup Liem. (tim)

Peduli Anak Yatim dan Lansia, LSM AGTIB Gelar Baksos

PASURUAN – Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Tranparansi Indonesia Bersatu (LSM AGTIB) menggelar bhakti sosial berupa santunan terhadap 50 warganya yang terdiri dari anak yatim piatu dan lanjut usia.

Acara yang menjadi agenda tahunan ini dihadiri oleh ketua umum DPP PSM AGTIB serta Drs Sucipto selaku penasihat tokoh masyarakat, anggota DPC. dan media massa digelar di Sekretariat jalan Halmahera Kelurahan Gadingrejo Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan pada, Sabtu (27/02/2021)

Ketua umum LSM AGTIB, Arifin mengatakan acara santunan ini sudah menjadi agenda rutin.

“Kegiatan seperti ini memang sudah menjadi agenda setiap hari ulang tahun. Hal ini juga telah saya lakukan sebelum saya mendirikan lembaga ini,” terangnya.

Arifin mengimbuhkan, dirinya merasa bersyukur masih bisa berbagi dengan menyisihkan sebagian rejeki.

“Sejatinya sebagian dari rejeki kita ada hak mereka,” ungkap Arifin.

Dia juga mengatakan, saat memberikan santunan jangan dilihat dari besarnya nilai.

“Apalagi sampai berpikiran ria’ atau pamer uang, tapi sebagai contoh saja bahwa rezeki yang kita terima ada hak untuk mereka seperti kaum fakir miskin, yatim piatu dan janda lansia,” imbuhnya.

Sementara itu, selaku penasihat Drs Sucipto menyampaikan dan berharap bantuan santunan ini bermanfaat bagi warganya serta bisa membantu warga yang membutuhkan.

“Apalagi di hari yang sangat sulit dengan adanya covid-19 seperti saat ini. Semoga bermanfaat khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini kondisi perekonomian masih belum stabil,” harapnya.

Salah seorang perempuan lansia penerima bantuan sembako, Sumiati mengungkapkan dirinya merasa sangat senang dan bersyukur dengan adanya perhatian dari LSM AGTIB.

“Alhamdulillah kita dapat sembako ini sangat bermanfaat bagi kami yang kurang mampu, semoga Allah membalas kebaikan ini,” pungkasnya. (arie)

Usai Dilantik, Ipuk Paparkan 100 Hari Kerja Kedepan

BANYUWANGI – Pasangan Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah, resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Jumat (26/2/2021), di Gedung Negara Grahadi.

Bersama pasangannya Sugirah, Ipuk akan meneruskan program yang sudah baik selama 10 tahun terakhir di era kepemimpinan Abdullah Azwar Anas, suaminya.

“Kami akan melanjutkan bebagai program yang telah berjalan dengan baik selama 10 tahun kepemimpinan bapak bupati Anas. Nantinya kami juga akan membenahi program yang kurang optimal. Selain itu kami juga telah mempersiapkan beberapa program yang berkaitan dengan penanganan Pandemi Covid-19. Intinya ke depan kami fokus bagaimana Banyuwangi menghadapi Pandemi Covid-19, baik di bidang ekonomi, pendidikan, dan pariwisata,” ujarnya.

Dia meyakinkan, setelah pelantikan ini dia dan Sugirah akan langsung bekerja menggiatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama masyarakat Banyuwangi dan anak muda Banyuwangi.

“Supaya Banyuwangi bisa bangkit lagi selama masa pandemi Covid-19 ini, sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun seluruh elemen didalamnya, terutama kaum muda Banyuwangi, akan kami tingkatkan” ujarnya.

Ipuk juga menambahkan, selama 100 hari pertama kepemimpinannya dengan Sugirah dia akan lebih memfokuskan bekerja di desa dan mengurangi mengurangi kerja di kantor.

“Jadi kami akan lebih lebih banyak bekerja di lapangan. Nanti 30 persen di kantor, 70 persen di lapangan. Sehingga kami tahu secara langsung masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19,” katanya.

Soal Pariwisata, Ipuk menjelaskan, Pemkab baru saja me-launching Banyuwangi Festival dengan format hybrid: tatap muka dan virtual. Dia pun akan terus mempromosikan pariwisata di Banyuwangi.

“Soal investasi, ya, karena sekarang masa pandemi pasti akan banyak mengalami penurunan. Tetapi kami akan terus berusaha mendatangkan investor ke Banyuwangi,” ujarnya.

Soal pemulihan ekonomi, dia akan mengoptimalkan perekonomian rakyat. Terutama UMKM yang dia sebut Usaha Rakyat atau Usaha Arus Bawah.

“Itu akan kami perkuat, dengan berbagai program stimulan lapangan kerja yang telah disiapkan seperti program padat karya, inkubasi pengusaha muda baru, UMKM naik kelas, bantaun alat usaha gratis, dan sebagainya. pastinya akan berdampak pada peningkatan ekonomi rakyat,” ujarnya. (sgt).

Ketua MPR RI Apresiasi dan Dukung Kapolda Jatim Berantas Mafia Tanah

0

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi dan mendukung langkah cepat Polda Jawa Timur membentuk Satgas Mafia tanah dibawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Nico Afinta dalam membantu warga menghadapi para mafia tanah.

Salah satunya dengan membuka hotline melalui nomor telepon 0813-3623-1994 yang langsung terhubung ke Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur.

Dengan demikian masyarakat yang menghadapi persoalan tanah, bisa langsung mengadukannya melalui telepon.

“Kapolda memastikan, setiap pengaduan akan langsung ditindaklanjuti Ditreskrimum Polda Jawa Timur, jadi masyarakat tak perlu repot lagi memperjuangkan hak dan keadilannya,” ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (26/2/21).

Ketua DPR RI ke-20 dan Mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum & Keamanan ini menekankan, langkah Polda Jawa Timur tersebut sejalan dengan perintah Presiden Jokowi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Kapolri juga telah memberikan perhatian khusus dalam memberantas mafia tanah,” ujar Bambang Soesatyo.

Salah satunya, lanjut Ketua MPR RI ini dengan membentuk Satuan Tugas Anti Mafia Tanah, bekerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Siapapun bisa menjadi korban para mafia tanah,bahkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal saja beberapa waktu lalu turut menjadi korban,”tutur Bambang Soesatyo.

Ketua MPR RI ini juga berpesan selain masyarakat harus waspada, Kepolisian juga harus menindak tegas para pelaku kejahatan mafia tanah tersebut,sehingga memberikan efek jera.

Seperti diketahui, Kapolri telah menegaskan bahwa Polri harus membela hak Rakyat, mengembalikan hak rakyat serta menegakan hukum secara tegas.

Kapolri juga telah mengintruksikan kepada Kapolda di seluruh Indonesia untuk membentuk satgas pemberantas mafia tanah dan menindak secara tegas para mafia tanah.

Kapolri juga menegaskan agar penyidik tidak perlu ragu-ragu dalam mengusut tuntas masalah mafia tanah siapapun dalang dan bekingannya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini memaparkan, berdasarkan laporan Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN), sejak tahun 2015-2019, sudah ada 9 ribu laporan yang mereka terima terkait masalah lahan. Sebanyak 50 persen diantaranya terkait mafia tanah.

“Tanah adalah aset berharga yang dimiliki masyarakat, yang harus dilindungi oleh negara melalui BPN dan kepolisian. Jangan biarkan mafia tanah merampok hak rakyat,” pungkas Bamsoet.

Koramil 1013-01 Kandui Siap Jadi Motivator PPKM Berskala Mikro.

0

BARITO UTARA – Babinsa Koramil 1013-01 Kandui, bersama Sagas penanggulangan Covid-19, melaksanakan operasi penegakan protokol kesehatan, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di desa Majangkan, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, Jum’at (26/2/21).

Danramil 1013-01 Kandui Kapten Inf. Sarna mengatakan bahwa operasi yustisi selama PPKM berskala mikro ini akan dilakukan secara masif di seluruh wilayah dari tingkat Kecamatan sampai ke tingkat RT dan RW.

“Operasi ini sifatnya pendekatan, tapi bila masyarakat tetap tidak patuh terhadap protokol kesehatan, maka kami akan melakukan tindakan tegas,” kata Danramil 01 Kandui.

Dijelaskanya, pengawasan penerapan protokol kesehatan akan dilakukan di tempat-tempat keramaian, hingga wilayah terkecil yaitu RT dan RW terutama yang terdapat warga positif Covid-19.

“Disamping itu pula, Koramil 1013-01 Kandui selalu bekerja sama dengan unsur terkait untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di Kecamatan Gunung Timang,” terangnya. 

“Posisi Kami ditingkat Kecamatan saat ini, lebih mengedepankan prinsip komunikasi, informasi dan edukasi serta pendekatan dalam pengawasan terhadap masyarakat,” pungkasnya. (SS)

Jalan Amblas Diterjang Air Hujan

0

GUCIALIT – Jalan Kertowono – Tunjung putus karena air mengalir deras diatas gorong-gorong rusak, hal itu sangat membahayakan warga yang akan melintas.

Hujan turun dengan lebat, mengakibatkan air sungai yang selama ini mengalir di bawah gorong-gorong tersebut meluap, hingga memutus ruas jalan.

Berdasarkan informasi, gorong-gorong tersebut sudah lama dibiarkan rusak, ketika hujan turun tak mampu menahan air, mengakibatkan badan jalan amblas.

Peristiwa itu terjadi pada Jum’at (26/02/2021) dan divideokan oleh salah seorang warga.

“Ini mas video yang saya ambil sore tadi. Bahaya banget itu mas. La iya masak kayak gitu keadaannya ndak segera dibangun ya. Tunggu apa lagi ?” ujarnya kepada media ini. (tim)

Operasi Gabungan Yustisi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si melalui Paurlat Bagsumda Polres Lumajang Ipda Faisol Rizal bersama personil gabungan Polres, Kodim 0821 dan Pemkab Lumajang melaksanakan Operasi Yustisi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Tahun 2021, Jumat (26/2/2021) pukul 09.00 Wib di depan kantor Satpol PP Kabupaten Lumajang.

Paursubbaghumas Bagops Polres Lumajang Ipda Shinta menyampaikan bahwa menjelang akhir pekan di hari Jumat ini petugas gabungan TNI Polri dan Pemkab Lumajang meningkatkan kegiatan Operasi Yustisi sebagai penanganan Covid 19. Tak hanya dilaksanakan di tingkat Polres namun juga di tingkat Polsek Jajaran bersama Koramil setempat.

“Menjelang liburan akhir pekan biasanya mobilitas masyarakat meningkat, dan hari ini Jumat umat muslim laki-laki akan melaksanakan ibadah sholat Jumat, petugas memberikan himbauan kepada pengguna jalan yang melintas khususnya laki-laki agar dalam melaksanakan ibadah sholat Jumat mematuhi protokol kesehatan.” ujarnya

“Meskipun Lumajang tak termasuk dalam zona PPKM Mikro, upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid terus digencarkan oleh TNI Polri dan Pemkab, dan juga kita menggandeng tokoh-tokoh agama, masyarakat dan pemuda dalam menyampaikan edukasi prokes kepada masyarakat.” tambahnya

” Kita kedepankan edukasi secara humanis, kita tingkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan, apabila kita jumpai pelanggaran prokes, kita berikan teguran lisan dan serta kita bagikan masker untuk dipakai. Pagi ini tak begitu banyak pelanggaran, semoga kedepan semakin menurun.” pungkasnya (tim)

Tersesat di Hutan, Pria Pencari Bibit Porang Ditemukan Selamat Dengan Kisah Mistisnya

BANYUWANGI – Pria pencari bibit porang yang hilang selama 4 hari akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Pria yang merupakan warga Dusun Sumbernanas, Kelurahan kalipuro Kec. Kalipuro itu berhasil ditemukan di hutan Petak 68 Perhutani Sumber Nanas, Kecamatan Kalipuro pada titik koordinat 8° 6’25.63″S 114°21’4.73″T. Pada Rabu (24/2) pukul 00.30 WIB.

Sebelumnya pria bernama Nurul Machrus (39) dinyatakan hilang pada Sabtu (20/2/2021), disaat mencari bibit porang dihutan petak 67 A RPH Gombeng, KPH Banyuwangi Utara.

Setelah dievakuasi, pria yang ditemukan dalam kondisi lemah itupun menceritakan cerita mistis yang dialami saat berada dihutan. Berawal saat Nurul merasa kesulitan mencari porang di kawasan hutan petak 67 A RPH Gombeng, KPH Banyuwangi Utara. Ia akhirnya berkeluh kesah sendiri.

“Saya bilang ‘yut putun riko mrene nggolek mangan. Heng niat nyalah. Wehono pangan apuwo yut’ (Mbah buyut cucumu datang ke sini mencari rezeki. Tidak berniat buruk. Tolong dikasih tahu lah Mbah),” ujar Nurul.

Tak berselang lama, lokasi yang sebelumnya tidak ada bibit tanaman yang dicari, tiba-tiba penuh dengan porang. Alangkah gembiranya Nurul. Ia pun bergegas mengambil tanaman tersebut hingga tiga ikat.

“Saya baru sadar hari sudah mulai gelap. Dalam hati saya, kalau pulang mati saya. Bisa masuk jurang mati saya,” terangnya.

Saat dilanda kekhawatiran, tiba-tiba Nurul mendengar suara orang batuk. Ternyata suara tersebut berasal dari seorang kakek tua yang kebetulan lewat dekat dengannya. Ia pun memberanikan diri bertanya ‘mau ke mana Mbah?’. Menurutnya, kakek tersebut menjawab menggunakan aksen Bahasa Madura.

“Saya mau pulang, Adik kok belum pulang?” kata Nurul menirukan suara kakek tersebut.

“Kalau saya pulang, saya takut mati Mbah. Takut masuk jurang,” jawab Nurul kala itu.

Kakek itu, kata Nurul, mencoba menenangkannya. Kakek itu mengatakan Nurul tidak bakal mati jika tersesat di lokasi itu.

“Dia bilang ‘kamu tidak akan mati di sini. Ayo ikut ke rumah saya’. Diajak lah saya ke atas ke rumahnya. Sampai ke atas, saya lihat ada empat rumah. Dua hadap ke timur, dua hadap ke utara. Atapnya pakai keduk (ijuk). Di depannya ada danau yang luas dan indah. Di tepinya banyak bunga-bunganya,” papar pria hilang itu.

“Dikasih kopi. Saya kan kena (penyakit) lambung. Saya tolak dan akhirnya dikasih air putih. Kemudian saya diajak makan, saya makan. Enak sekali Pak. Padahal cuma sayur satu, tidak pakai lauk. Sayur kesimbukan kalau kata orang Osing. Padahal, kalau sekarang saya tidak mau karena bau kesimbukan. Tapi enak sekali pas saya makan itu,” ujar Nurul melanjutkan cerita mistis kepada wartawan.

Betapa terkejutnya Nurul, tiba-tiba muncul empat ekor harimau tepat berada di sebelahnya. Tiga harimau berwarna kuning dan seekor berwarna hitam pekat. Harimau yang berwarna hitam ini mengaum keras sehingga mengganggu istirahatnya. Saat itu, Nurul merasa sudah familiar dengan kawanan harimau tersebut. Ia pun meminta agar harimau berwarna hitam berhenti mengaum dan membangunkannya pada keesokan harinya.

“Yang hitam besar ini teriak (mengaum). Kemudian saya bilang ‘cul cul ojo rame. Sun arep turu kesok isuk baen isun gugahen’ (cul-cul jangan ramai. Saya mau tidur. Besok pagi saja bangunkan saya). Akhirnya diam dan saya tidur,” ungkapnya.

Pagi keesokan harinya, pria hilang itu terjaga dari tidurnya. Dia merasa heran karena empat ekor harimau yang menemaninya saat malam sudah tidak ada. Ia pun bergegas mencari sang kakek tua untuk pamitan pulang ke rumah.

Kakek itu pun mempersilakannya untuk pulang. Namun sebelum pulang, Nurul diminta untuk sarapan pagi terlebih dahulu. Usai sarapan, muncul 4 wanita yang akan mengantarnya. Meski sudah tua, empat perempuan tersebut memiliki paras rupawan. Seingat Nurul, ia diantar oleh empat perempuan tersebut dengan mengendarai sebuah kereta.

“Naik kereta. Tapi saya nggak sadar yang narik kereta itu apa. Antara sadar dan tidak,” sebutnya.

Ia pun diturunkan di tengah hutan. Saat itu, dua orang perempuan pengantarnya berkata agar Nurul berjalan lurus ke arah Selatan. Namun dirinya memberontak karena arah selatan yang ditunjuk oleh perempuan tersebut adalah arah sebaliknya.

“Saya berontak. Salah ini. Itu ke utara bukan selatan. Sumbernanas arahnya ke Selatan. ‘Kamu jangan ikuti kata hatimu, ikuti apa yang saya bilang’. Dia bilang seperti itu,” ungkap Nurul.

Namu (68), bapak mertua pria hilang itu menyatakan, proses ditemukannya korban sangat rumit. Tidak masuk dalam logika masyarakat kebanyakan. Pada malam sebelum Nurul ditemukan, dirinya mendengar sebuah teriakan minta tolong dari arah hutan. Padahal, jarak terdekat antara rumah warga dengan hutan lebih dari 1 kilometer. Suara yang terdengar pun suara seorang wanita, bukan suara Nurul.

Namu yang penasaran kemudian bertanya kepada anak dan cucunya. Rupanya, mereka juga mendengar suara serupa. Tak sampai di situ saja, warga kampung juga mendengar suara itu. Seluruh warga keluar rumah.

“Warga itu ramai-ramai mencari di hutan tapi tidak ketemu. Lalu pulang. Sekitar jam 11 malam ada suara wanita berteriak dari arah hutan. Ternyata warga sekampung juga mendengarkannya,” kata Samu.

Berbekal senter dan pencahayaan lainnya, puluhan warga memasuki hutan. Suara tersebut berganti menjadi suara seorang pria. Yakni suara Nurul. Namun anehnya, warga sekitar melihat Nurul berlarian menjauhi warga. Hingga akhirnya, Namu menangis dan berteriak memohon Nurul untuk berhenti berlari.

Saking kencangnya berlari, rombongan warga pun berhenti. Bukan karena tidak sanggup mengejar, namun jalur pelarian Nurul tidak layak untuk diikuti. Nurul menerjang semak belukar dan rerumputan tinggi.

Bahkan, jalur Nurul berlari tidak menimbulkan bekas apa pun. “Dikejar warga malah anak saya berlari menjauh. Setelah itu saya panggil dia, saya bilang ‘kalau dia anak saya dan saya minta untuk berhenti’. Barulah berhenti,” kata Namu.

Kejadian aneh lainnya dirasakan saat warga sudah bertemu dengan Nurul. Mereka tak bisa pulang karena jalur sudah tertutup dengan semak belukar. Dengan menggunakan parang yang dibawa Nurul, akses jalan menuju pulang akhirnya ditemukan.

“Waktu mau pulang, kami semua sempat kebingungan. Karena tidak ada jejak apa pun. Satu pun rumput yang terpijak juga tidak tampak,” kata Namu.

Warga Lingkungan Sumbernanas mengakui peristiwa berbau mistis tersebut. Namun tidak dengan tim SAR yang melakukan pencarian. Mereka berpedoman, korban kemungkinan mengalami dehidrasi atau kecapekan sehingga terjadi penurunan konsentrasi.

“Alhamdulillah, lewat tengah malam tadi korban bisa dievakuasi dengan kondisi selamat. Terlepas dari cerita korban, mungkin korban ini linglung sesaat. Mungkin korban ini kecapekan sehingga lupa dan bingung jalan pulang,” kata Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setia Budi.

Tegas ke Pelanggar Prokes, Polri Ganjar Satpam BRI di Makassar Penghargaan

0

JAKARTA- Baharkam Mabes Polri melalui Kakorbinmas Polri memberikan penghargaan kepada Satuan Pengamanan (Satpam) yang bekerja di Bank BRI unit KCP Pasar Sentral Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penghargaan diberikan kepada Satpam bernama Nasruddin karena ketegasan ke pelanggar protokol kesehatan (prokes).

“Penghargaan yang diberikan berupa piagam dan uang pembinaan. Polri mengapresiasi kinerja Satpam tersebut karena ketegasan ke pelanggar protokol kesehatan,” kata Argo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Aksi Satpam bernama Nasruddin sempat viral di media sosial lantaran melarang sejumlah oknum LSM masuk ke kantor BRI Sentral Makassar. Oknum LSM tersebut marah-marah dan mengomeli Nasruddin.

Meskipun begitu, Nasruddin tetap tegas meminta oknum LSM untuk disiplin prokes. Usai viral, pihak oknum LSM tersebut meminta maaf atas kesalahannya karena tak patuhi prokes.

Permohonan maaf pun dilakukan usai proses mediasi yang dilakukan Polsek Wajo Polres Pelabuhan Makassar.

Atas permasalahan yang diselesaikan secara musyawarah ini, Kakorbinmas Baharkam Polri Inspektur Jenderal Suwondo Nainggolan pun mengapresiasi.

“Kakorbinmas memberikan apresiasi terhadap hal ini karena masalah ini dapat dimusyawarahkan dan dimediasi oleh Kapolsek. Dan kepada pihak oknum LSM mengucapkan terima kasih karena telah legowo dan meminta maaf. Intinya kita harus mengedepankan mediasi secara kekeluargaan untuk menyelesaikan masalah,” katanya.