Home Blog Page 1850

Dinas Pendidikan Barut Mulai Laksanakan PBM Tatap Muka

0

BARITO UTARA – Dimasa pandemi Covid-19 masih merebak pada Maret 2020 lalu, sebanyak 430 TK, PAUD, SD, DMP dan SMKN di Kabupaten Barito Utara, melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan).

Dan pada hari ini Senin tanggal 15 Pebruari 2021 Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara (Barut) memulai melaksanakan proses belajar dan mengajar (PBM) secara tatap muka. Di Barito Utara ada 200 sekolah baik itu Taman Kanak-kanak(TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) melaksanakan PBM tatap muka. 

Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Drs. H. Ardian mengatakan, dari total 430 sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan Barito Utara, ada 200 sekolah di antaranya sudah memulai proses PBM tatap muka pada hari ini. 

“Sejak 7 Januari 2021, Dinas Pendidikan Barito Utara mengajukan ke Satuan Tugas Covid-19, untuk mendapatkan rekomendasi PBM tatap muka. Berhubung masalah ini melibatkan lintas instansi, pelaksanaannya baru dimulai hari ini,” tutur Kadisdik kepada awak media diruang kerjanya, Senin (15/2/21). 

Meskipun demikian PBM tatap muka telah berjalan dan Satgas Covid-19 Barito Utara tetap melakukan verifikasi dan evaluasi.

“Untuk sekolah di kecamatan, verifikasi dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kecamatan,” imbunya.

Sedangkan khusus untuk Kelurahan Melayu dan Lanjas, verifikasi oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Barito Utara. “Jika dievaluasi PBM tatap muka tak memenuhi syarat protokol kesehatan (Protkes), maka PBM bisa dihentikan,” jelas Kadisdik.

Lebih lanjut Kadis Pendidikan mengatakan untuk jam-jam belajar sudah disepakati.jam belajar untuk Tk dilaksanakan 1 jam pertemuan, SD satu jam setengah atau 1,5 jam, untuk SMP 2 (dua) jam dan untuk SMA 3 (tiga) jam.

“Untuk jam belajar 1-3 jam itu didapat anak setiap hari di sekolah, dan itu sifatnya bergantian ada pagi ada siang atau terserah dari pihak sekolah mengaturnya apakah langsung dapat 2 (dua) kali tetapi turun 3 (tiga) kali dalam seminggu,” katanya.

Ardian menambahkan, bahwa hal tersebut diserahkan kepada sekolah-sekolah dan selanjutnya bagi sekolah yang memang sudah siap untuk melaksanakan tatap muka, mereka menyampaikan ke pihak Dinas Pendidikan dan tembusan ke tim Satgas Covid-19.

“Kemarin, kami sudah menyurati ke sekolah-sekolah, memberitahukan bahwa anak didik, murid atau siswa boleh turun ke sekolah bagi yang sudah siap melaksanakan proses pembelajaran tatap muka. Yang paling diutamakan adalah persetujuan orang tua atau wali, melalui rapat komite sekolah termasuk daftar periksa yang diminta oleh SKB 4 Menteri dan mereka turun sifatnya ini masih simulasi,” tutup Kadisdik.  (SS).

Tekan Covid 19, Koramil 1013-06 Lahei Dengan Tiga Pilar Lakukan Operasi PPKM
 
BARITO UTARA – Untuk menekan penyebaran virus Covid-19 dan menjaga warga binaannya agar tidak mudah tertular Covid-19, Koramil 1013-06 Lahei dengan tiga pilar melakukan operasi PPKM Di daerah Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, Senin (15/2/21).

0

Dandim 1013 Muara Teweh, Letkol Kav. Rinaldi Irawan, M.han, melalui Danramil 1013-06 Lahei Kapten Inf.Joko Sutikno, dalam kegiatan Operasi PPKM tersebut menghimbau kepada warga agar selalu mematuhi dan taat Protokol Kesehatan. Pihaknya juga mengedukasi masyarakat untuk mencegah masih berkembangnya virus Corona di wilayah Kecamatan Lahei.

“Dengan adanya operasi yustisi dan PPKM yang dilakukan Koramil 1013-06 Lahei bersama tiga pilar, diharapkan warga dapat memahami dan mengerti adanya penyebaran Covid-19,dengan cara tetap mentaati protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus Corona,” kata Danramil 06.

Joko Sutikno berharap, dengan adanya operasi PPKM dari tiga pilar tersebut, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan mematuhi prokes agar terhindar dari penyebaran Covid-19. (SS).

66 KK Warga Dusun Teluk Lihat Terima Bantuan Dari PT SMM

0

BARITO UTARA – Sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK), Dusun Teluk Lihat Desa Lemo I Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalteng, menerima paket bantuan dari PT. Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) yang beroperasi di wilayah Dusun Teluk Lihat.

Kepala Dusun (Kadus) Teluk Lihat, Agus mengatakan bantuan (santunan) dari Perusahaan PT.SMM ini merupakan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat l(PPM) bidang sosial dan budaya PT. SMM.

“Ada 60 Kepala Keluarga di Dusun Teluk Lihat yang menerima santunan paket sembako dari, Managemen PT.SMM yang merupakan program dari pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) bidang sosial dan budaya PT.SMM,” kata  Agus, Senin (15/2/21).

Kadus, Agus mengatakan bantuan (santunan) untuk kaum dhuafa ini diserahkan langsung oleh pimpinan PT.SMM Ibnu Solihin dan Mahesa yang diterima langsung oleh warga Dusun Teluk Lihat. 
 
Dirinya selaku Kepala Dusun Teluk Lihat menyampaikan ucapan, terima kasih kepada pihak Pimpinan PT.SMM yang telah, menyalurkan bantuan kepada warga Dusun Teluk Lihat. “Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga kami, apalgi dimasa pandemi COVID-19 saat ini, warga sangat kesulitan mencari dalam mencari napkah hidup,” terangnya.

Sementara, Kepala Desa Lemo I, Nuripansyah saat dihubungi melalui sambungan telpon, Senin (15/2/021) menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pimpinan Managemen PT.Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) yang telah menyalurkan bantuan untuk kaum dhuafa di dusun Teluk Lihat Desa Lemo I.  

“Semoga bantuan (santunan) tersebut bisa mermanfaat bagi warga kurang mampu di Dusun Teluk Lihat, apalagi saat ini daerah kita masih dalam masa pandemi COVID-19 yang belum kunjung berakhir,” kata Nuripansyah.

Dikatakan Ibnu Solihin selaku CSR Dept Head PT.SMM, dari yang mewakili managemen PT.SMM, Ibnu Solihin didampingi Mahesha Lugiana mengatakan, bantuan paket sembako ini wujud tanggung jawab sosial dari perusahaan kepada warga yang masuk wilayah konsesi tambang PT.SMM. ikatakan Ibnu Solihin selaku CSR Dept Head PT.SMM,

“Ini juga merupakan wujud  kepedulian dan perhatian Managemen terhadap warga yang kurang mampu di kampung terdekat dengan wilayah operasional tambang,” ujarnya. (SS).

Tanah Longsor di Nganjuk, 7 KK 20 Orang Dilaporkan Hilang

NGANJUK – Sebanyak 20 orang dilaporkan hilang usai terjadi tanah longsor yang melanda sejumlah rumah warga di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (14/02/2021) petang.

Hal ini diketahui berdasarkan laporan Tagana Kabupaten Nganjuk kepada Bupati Nganjuk, Kepala Dinas Sosial PPPA dan Pembina Tagana Kabupaten Nganjuk.

Disebutkan bahwa bencana tanah longsor tersebut berawal dari hujan intensitas tinggi yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Selain 20 orang belum ditemukan, 14 orang lainnya dirawat di Puskesmas, 16 lainnya diungsikan dirumah Pak Lurah Desa Ngetos.

“Benar (tanah longsor). Kami masih lakukan pencarian,” kata Koordinator Tagana Nganjuk, Aris Trio Effendi, dilansir dari Antara, Senin (15/2) dini hari.

Dari keterangan tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), petugas juga mendata kemudian melakukan koordinasi dengan pihak setempat.

“Untuk sementara yang dibutuhkan selimut, alat berat, dan tempat tidur,” kata dia.

Sementara itu, Petugas BPBD Kabupaten Nganjuk dibantu TNI/ Polri, Tagana serta relawan terjun ke lokasi kejadian setelah menerima informasi terkait bencana tanah longsor.

Namun karena terkendala waktu yang sudah malam, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Senin pagi.

Di samping itu, petugas juga memerlukan sejumlah alat untuk membantu mencari warga yang hingga kini belum ditemukan karena diduga tertimbun longsor. (anwar)

Kapolres Lumajang Berikan Penghargaan Kepada Personel Polri Berdedikasi Tinggi

LUMAJANG – Untuk menumbuhkan semangat kerja bagi anggotanya, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si., bertempat di halaman Mapolres Lumajang, memberikan penghargaan kepada anggotanya yang berprestasi dan berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas pada fungsinya, Senin (15/02/2021).

Anggota Personel Polri yang mendapatkan penghargaan sebanyak 10 Personel yang telah berdedikasi tinggi melaksanakan tugasnya dalam pengelolaan anggaran Polres Lumajang sehingga berprestasi meraih 4 kategori terbaik ke 1 dari 65 satker di wilayah kerja KPPN Jember.

Pada Apel Pemberian Reward Kepada Anggota Polres Lumajang tersebut, turut hadir Wakapolres Lumajang, Kompol Hendry Soelistiawan, S.E., berserta PJU Polres Lumajang dan Anggota staf Polri dan PNS Polres Lumajang.

Dalam sambutannya, Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada Personil yang telah berprestasi dan berdedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan negara.

“Dengan pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi anggota yang lain dalam melaksanakan tugas sehari-hari, serta senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,“ ucap Kapolres.

“Kita wajib bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kesehatan, sehingga kita masih bisa menyaksikan 10 orang anggota yang sangat membanggakan, 10 orang rekan kita yang kinerjanya sangat luar biasa,” lanjutnya.

Dia menyebut, dengan momen ini membuktikan bahwa tidak hanya personil Polri yang bertugas di fungsi operasional saja yang mampu berprestasi. Di fungsi pembinaan juga terbuka lebar kesempatan untuk menunjukkan kinerjanya, dedikasinya dan prestasinya.

“Karena tanpa fungsi pembinaan, operasional tidak akan jalan, terutama masalah sarpras dan anggaran kesehatan,” ungkapnya. (duk/bam)

Percepat Pembangunan Daerah, Bupati Dorong Pendapatan Lain yang Sah Diluar APBD

0

BARITO UTARA – Bupati Barito Utara (Barut) H. Nadalsyah mengatakan bahwa dampak dari pendemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap kemampuan anggaran untuk membiayai rencana pembangunan daerah. Meskipun demikian, tidak semua usulan kegiatan pembangunan mampu dilaksanakan dengan segera. 

“Dalam rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), perlu dilakukan review kembali prioritas kegiatan yang telah disepakati, dengan menetapkan skala prioritas yang mengarah kepada penyelesaian akar permasalahan, berdampak luas dan nyata, mendesak untuk segera dilaksanakan, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak,” kata Bupati H. Nadalsyah di ruang keŕjanya, Senin (15/2/21).

Untuk itu, kata dia, diperlukan peran aktif para kepala perangkat daerah, dalam mencari peluang sumber pembiayaan diluar APBD kabupaten, seperti melalui dana APBD Provinsi maupun APBN serta sumber-sumber pembiayaan lainnya yang sah. 

“Disamping itu juga, perlu dilakukan evaluasi internal terhadap kegiatan pada perangkat daerah masing-masing. Jika kegiatan tersebut tidak terlalu penting dan kurang berpihak pada masyarakat maka,kegiatan tersebut tidak perlu lagi dianggarkan pada tahun 2022,” jelasnya.

Nadalsyah juga mengingatkan bahwa, tugas kita dari tahun ke tahun tidaklah semakin ringan, malah penuh tantangan dan hambatan, baik dari segi keterbatasan anggaran maupun peraturan yang semakin ketat, dari tuntutan masyarakat dan kelompok-kelompok masyarakat yang semakin kritis.

Sebagai aparatur pemerintah daerah, pihaknya dituntut harus sanggup menghadapi segala tantangan dan hambatan tersebut, dengan bekerja cerdas tanpa melupakan kerja keras dan selalu berpijak pada segala peraturan atau ketentuan yang berlaku.

“Marilah kita luruskan niat bahwa yang kita lakukan semata-mata demi mensejahterakan masyarakat Kabupaten Barito Utara yang kita banggakan,” ucapnya.

Untuk itu, jelasnya, diperlukan kerjasama dan pengertian dari semua pihak, baik perangkat daerah maupun masyarakat pengusul kegiatan agar mentaati aspek hukum dan peraturan perundang-undangan dalam melaksanakan setiap kegiatan.

“Cari terlebih dahulu dasar hukumnya, lalu tentukan output dan outcome-nya. Jangan sekali-kali kita mencoba melaksanakan kegiatan atau membuat suatu kebijakan tanpa jelas dasar hukumnya. Bertindaklah dengan batas kewajaran dan logika berpikir yang sehat agar kita tidak menghadapi masalah di kemudian hari,” terangnya. (SS)

Universitas Widyatama Sediakan 3 Favorit Prodi di Era Digital

0

BANDUNG – Malas untuk adu cerdas cermat dengan komputer, pekerja yang mengerjakan hal rutin membosankan, atau jadi pengangguran terpelajar karena keahlian kamu direbut sama robot ber-artificial intelligence. 

Sekarang waktu yang tepat bagi calon mahasiswa untuk memilih program studi yang tepat.

Salah satunya, calon mahasiswa dapat memilih program studi serta bergabung untuk belajar dan berlatih bersama para “praktisen” (praktisi jadi dosen), biar jadi design creator yaitu ahli dengan “design thinking” menciptakan solusi dengan karya-karya kreatif untuk menjawab tantangan yang terus berubah.

Dijelaskan Deden Maulana A, Dosen Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama, ada 3 prodi favorit yang terdiri dari Program Studi Desain Grafis (D4), Program Studi, Multimedia (D3), Program Studi Film dan Televisi (D4).

“Ketiga prodi ini akan mengajak mahasiswa lebih banyak kerja praktik di laboratorium aplikatif, studio dan lapangan kerja nyata. Sedangkan untuk urusan teori diberikan untuk melengkapi serta menambah pengetahuan dan wawasan yang berhubungan dengan kecakapan cara berkomunikasi personal, publik dan mampu berwirausaha mandiri atau kelompok,” terang Deden, Minggu (14/02/2021).

Kemudian Deden menambahkan, dengan jenjang studi vokasional yang sejalan dengan program pemerintah untuk melahirkan lulusan dengan keahlian khusus serta mampu beradaptasi.
“Program studi ini akan mewujudkan impian mahasiswa sebagai Ahli Madya dan Sarjana Terapan/Profesional Diploma (D3 dan D4) yang setara dengan S1 hanya terdapat di Fakultas Desain Komunikasi Visual (FDKV) di Universitas Widyatama (UTAMA) Bandung,” papar Deden.

Deden mengimbuhkan, dalam Program Studi Desain Grafis (D4), mahasiswa akan diajak menekuni keahlian nyata tentang bagaimana merancang solusi komunikasi visual yang tepat dan menarik serta mampu menerapkannya pada berbagai media cetak atau digital.

“Ada tiga bidang kegiatan orang yang selalu membutuhkan solusi komunikasi visual, diantaranya dunia bisnis – dunia pendidikan dan dunia entertainment. Simplenya, selama ada orang hidup dan berkegiatan, keahlian komunikasi visual akan terus dibutuhkan. Sebagai ilustrasi, bahwa keahlian desain grafis  bisa didapat di Widyatama, dimana setiap kegiatan bisnis perlu desain brand dan komunikasi pemasaran, juga pada sektor pendidikan perlu berbagai media terapan berbentuk visual yang mudah dimengerti dan menarik. Selanjutnya industri hiburan mustahil eksis jika tidak didukung rekayasa visual.” Imbuhnya.

Sejalan dengan prinsip yang telah dijelaskan, soal kebutuhan publik atas solusi komunikasi visual, pada Program Studi Multimedia (D3), mahasiswa akan mendapatkan keahlian merancang solusi komunikasi visual serta terapanya pada media yang dinamis atau bergerak, berdurasi dan bersuara. Seperti program audio visual, animasi, rekayasa visual pada dunia internet, hingga membuat visual terkait game digital.

“Menyenangkan bukan? Ini keahlian yang makin dicari di era industri 4.0 ini.
Program Studi Film dan Televisi untuk meraih gelar Sarjana Terapan (D4). Mahasiswa akan dibimbing secara bertahap dalam kerja praktik di studio, lab dan kerja lapangan itu oleh para dosen dan praktisi sesuai kepakarannya. Pada prodi FTV diharapkan akan menjadi ahli dalam membuat naskah cerita, cameraman, manajemen produksi, storyboard dan gak kalah penting ahli dalam membuat visual effect atau  jadi jagoan bikin program tv atau istilah sekarang jadi content creator, ” pungkas Dekan Fakultas DKV Universitas Widyatama Deden Maulana Drs. M. Ds. kepada Gempur News. (Achmad/Edison)

PLN Pulihkan 99 Persen Gardu Listrik Terdampak Banjir di Jawa Barat

0

BANDUNG – Hingga Minggu, (14/02/2021) PLN berhasil memulihkan 99 persen pasokan listrik terdampak banjir di Jawa Barat. Kini total 473 gardu terdampak banjir telah menyala dan lebih dari 74 ribu pelanggan kini telah menerima kembali aliran listrik PLN. Pemulihan dilakukan dengan sebelumnya memastikan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat.

Sebelumnya, beberapa wilayah di Jawa Barat seperti Karawang, Indramayu, Purwakarta, Bekasi, Sumedang, Gunung Putri dan Cikarang tergenang banjir akibat hujan deras dan cuaca ekstrim yang terjadi pada Selasa (9/2).

“Sejak terjadinya banjir, petugas kami telah bersiaga untuk mengamankan dan memulihkan kembali pasokan listrik. Kami bersyukur hari ini banjir sebagian besar sudah surut, dan pasokan listrik di wilayah yang sudah tidak tergenang banjir sudah berhasil dipulihkan,” tutur Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN, Haryanto W. S.

Adapun 2 gardu yang belum dinyalakan yaitu di daerah Pamanukan, Purwakarta. Meskipun banjir sudah surut, PLN masih menunggu persetujuan Kepala Desa setempat untuk menyalakan kembali aliran listriknya.

“Demi keselamatan, ada permintaan dari Kepala Desa setempat untuk menunda penyalaan. Mereka masih memastikan instalasi listriknya aman, karena kemarin banjir merendam hingga atap rumah,” ucap Haryanto.

Untuk membantu warga, PLN menerjunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan instalasi dalam rumah pelanggan. Sebelumnya petugas PLN juga telah gerak cepat melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan, dan pengecekan gardu distribusi yang terkena dampak banjir.

“Kami pastikan petugas kami tetap siaga. Sejak awal, lebih dari 1.600 petugas telah bersiaga. Begitu banjir surut, kami langsung cek gardunya, jika semua aman, baru kami nyalakan kembali listriknya,” tambah Haryanto.

PLN akan menyalakan aliran listrik jika gardu, jaringan, dan instalasi pelanggan telah dipastikan aman, lalu dilakukan penandatanganan berita acara dengan Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat yang menyatakan instalasi listrik di rumah warga aman.

Haryanto juga mengimbau masyarakat untuk memastikan semua instalasi listrik dan peralatan elektronik telah kering dan aman sebelum dinyalakan untuk menghindari korsleting listrik.

Jika membutuhkan layanan PLN, pelanggan dapat menghubungi PLN melalui Aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi ini pelanggan bisa langsung mendapatkan informasi terkini dari PLN dan melaporkan jika terjadi kejadian berbahaya terkait ketenagalistrikan.

Selain memulihkan kelistrikan, PLN melalui Yayasan Baitul Maal juga menyerahkan bantuan bagi korban banjir berupa beras, mie instan, minyak goreng, biskuit, air mineral dan masker dengan total nilai mencapai Rp 47 juta. YBM PLN Purwakarta juga membuat dapur umum serta melakukan pendistribusian bahan makanan.
Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut bisa menghubungi Agung Murdifi, Executive Vice President Corporate Communications and CSR PLN Tlp. 021 7261122; Facs. 021 7227059. (Achmad /Edison)

Kapolda Akan Berikan Alat Testing di KTS Posko PPKM Sumberharjo Pacitan

PACITAN – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Minggu siang (14/2/2021) melakukan pengecekan Posko PPKM Mikro di Kampung Tangguh Semeru (KTS) desa Sumberharjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Dalam kunjungannya di Posko KTS ini Kapolda Jatim bersama rombongan langsung melihat kesiapan dalam melaksanakan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 3 tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berkala Mikro, dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan, khususnya di Desa Sumberharjo, Kabupaten Pacitan ini.

Kapolda melakukan pengecekan ruangan, baik tempat isolasi, dapur umum, maupun tenaga kesehatan dan struktur organisasi PPKM di RT/RW yang sudah di bentuk, dari mulai pencegahan dan satgas yang lain.

“Sudah disediakan dari mulai tempat penangan sesuai dengan satgasnya, kemudia juga ada tempat untuk melaksanakan pemeriksaan, ruang isolasi, termasuk dapur umum,” tandasnya Irjen Pol Nico Afinta, Usai melakukan pengecekan Posko PPKM.

“Tujuan kami mendorong dan membentuk, tidak hanya di Pacitan, tapi juga di daerah yang lain. Harapannya ujung terdepan adalah RT ke desa dan ke kecamatan secara berjenjang, kami dari Polda pastinya akan membackup, dan mohon dukungan masyarakat, supaya pelaksanaan PPKM Mikro ini bisa dilakukan dan di taati,” jelas Kapolda Jatim dihadapan awak media.

Kapolda menambahkan. Untuk menghadapi Covid-19 kita terus berusaha berjuang dan vaksinasi terus berjalan, masyarakat diminta untuk lebih disiplin terutama mematuhi protokol kesehatan dengan 5M.

Untuk kampung tangguh di Desa Sumberharjo ini menurut Kapolda Jatim sudah bagus, bahkan Kapolseknya sendiri juga mendapat penghargaan dari Kapolda.

Diharapkan, Kepala Desa dibantu dengan masyarakat bisa melaksanakan masalah kuratifnya untuk pengobatan. Polda Jatim akan mengupayakan untuk kebutuhan testing, tracing, dan treatment.

“Kami akan berkoordinasi dengan bapak Bupati dan ibu Gubernur. Kebutuhan testing itu merupakan salah suatu bagian penting. Kami dari Polda juga akan mendukung dengan tim kesehatan untuk memberikan alat testing disini,” pungkasnya Kapolda Jatim. (tim)

Kapolda Jatim Cek Posko PPKM Mikro di KTS Sumberharjo Pacitan

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Minggu siang (14/2/2021), melakukan pengecekan Posko PPKM Mikro di Kampung Tangguh Semeru (KTS) desa Sumberharjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Dalam kunjungannya di Posko KTS ini Kapolda Jatim bersama rombongan langsung melihat kesiapan dalam melaksanakan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 3 tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berkala Mikro, dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan, khususnya di Desa Sumberharjo, Kabupaten Pacitan ini.

Kapolda melakukan pengecekan ruangan, baik tempat isolasi, dapur umum, maupun tenaga kesehatan dan struktur organisasi PPKM di RT/RW yang sudah di bentuk, dari mulai pencegahan dan satgas yang lain.

“Sudah disediakan dari mulai tempat penangan sesuai dengan satgasnya, kemudia juga ada tempat untuk melaksanakan pemeriksaan, ruang isolasi, termasuk dapur umum,” tandasnya Irjen Pol Nico Afinta, Usai melakukan pengecekan Posko PPKM.

“Tujuan kami mendorong dan membentuk, tidak hanya di Pacitan, tapi juga di daerah yang lain. Harapannya ujung terdepan adalah RT ke desa dan ke kecamatan secara berjenjang, kami dari Polda pastinya akan membackup, dan mohon dukungan masyarakat, supaya pelaksanaan PPKM Mikro ini bisa dilakukan dan di taati,” jelasnya Kapolda Jatim dihadapan awak media.

Kapolda menambahkan. Untuk menghadapi Covid-19 kita terus berusaha berjuang dan vaksinasi terus berjalan, masyarakat diminta untuk lebih disiplin terutama mematuhi protokol kesehatan dengan 5M.

Untuk kampung tangguh di Desa Sumberharjo ini menurut Kapolda Jatim sudah bagus, bahkan Kapolseknya sendiri juga mendapat penghargaan dari Kapolda.

Diharapkan, Kepala Desa dibantu dengan masyarakat bisa melaksanakan masalah kuratifnya untuk pengobatan. Polda Jatim akan mengupayakan untuk kebutuhan testing, tracing, dan treatment.

“Kami akan berkoordinasi dengan bapak Bupati dan ibu Gubernur. Kebutuhan testing itu merupakan salah suatu bagian penting. Kami dari Polda juga akan mendukung dengan tim kesehatan untuk memberikan alat testing disini,” punglasnya Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta. (tim)