Home Blog Page 1851

Nurjanto Tepilih Sebagai Ketua IPSI Pada Muskab Barut

0

BARITO UTARA – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Barito Utara menggelar musyawarah di tingkat kabupaten (Muskab) untuk menyusun rencana kerja dan membentuk struktur, kepengurusan.
Muskab dilangsungkan pada Sekretariat Koni Barito Utara, pada Minggu (14/2/21).

Muskab IPSI tersebut dihadiri olah Kadis Budparpora, Anggota DPRD dari Komisi II, Plt. Ketua IPSI mewakili Kadis Pendidikan serta seluruh pengurus perguruan pencak silat se-Barito Utara.

Ketua Panitia Muskab, Edi Wasito menyampaikan, IPSI merupakan salah satu olahraga bela diri saat ini dan cukup berkembang di wilayah Kabupaten Barito Utara.
“Berdasarkan data Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) sejak tahun 2015 hingga 2019, perolehan medali yang berhasil diraih baik dalam event tingkat daerah maupun pusat, yakni emas 7, 9 Perak serta 19 Perunggu,” kata Edi. 

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pamuda dan Olahraga (Disbudparpora) Barito Utara, Annisa Cahyawati mengutarakan pencak silat merupakan cabang olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat Barito Utara, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Annisa Cahyawati juga mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi, untuk meningkatkan semangat dan konsitensi khusuanya pengurus IPSI yang telah terpilih, guna membawa ke arah yang lebih baik lagi ke depan.

“Kita harapkan nantinya IPSI Barito Utara, bisa semakin sukses dan mampu mengkatkan prestasi di berbagai event baik, baik ditingkat daerah, provinsi maupun ditingkat nasional, untuk mengharumkan nama daerah,” kata Annisa.

Dia mengimbuhkan, pencak silat ini bukan hanya sekedar beladiri, tetapi di dalamnya juga terdapat nilai-nilai, agama, karakter, adat dan sopan santun serta tentunya juga olahraga untuk kebugaran dan kesehatan jasmani. 

“Oleh karena itu saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan IPSI Barito Utara pada hari ini, bisa dikatakan langkah kecil yang biasa mengedukasikan kepada masyarakat, karena pencak silat ini juga termasuk dalam budaya kita yang perlu untuk dilestarikan sampai ke pelosok desa,” terangnya.

Dia berharap, Ketua IPSI terpilih bisa mengawali aktivitasnya, dengan tetap bersemangat serta akan menjadi perhatian eksekutif dan legislatif.
“Dengan mengucapkan bismilah nantinya, bisa ciptakan serta melahirkan lompatan besar yang akan di kontribusikan IPSI Barito Utara kepada seluruh masyarakat di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan Barito Utara, sehingga pada saatnya nanti IPSI menjadi kebanggaan di daerah ini,” harap Kadisbudparpora.

Sementara itu,  berdasarkan hasil Muskab tersebut, Nurjanto, SE yang juga sebagai Anggota DPRD Barito Utara dari Komisi II, terpilih sebagai Ketua IPSI Massa bhakti 2021-2025.

Diawal sambutannnya, dia menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan dari semua pihak yang diberikan kepadanya untuk mengemban tugas yang tidaklah ringan ini.

“Namun dengan dorongan dan motivasi rekan-rekan yang penuh semangat, Insya Allah saya akan bisa memperbaiki apa yang masih belum terlaksana. Sekali lagi, dukungan dari semua pihak sangat saya harapkan, marilah saling koreksi bila diatara kita terjadi kesalahpahaman atau berbeda pendapat, demi kemajuan dan berkembangnya Orahraga Pencak Silat di Barito Utara ini,” tutur Nurjanto. (SS)

Khofifah Hadiri Peresmian Bendungan Tukul di Pacitan

PACITAN – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa, menghadiri peresmian Bendungan Tukul di Pacitan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu (14/2/2021).

Peresmian ini juga dihadiri oleh, Menteri PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Mensekneg, anggota komisi V DPR RI, Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, dan Bupati Pacitan, serta Forkopimda Kabupaten Pacitan.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Bendungan Tukul ini mulai digarap tahun 2015 sampai dengan 2020, dengan menggunakan APBN sebesar 934,8 Miliar.

“Tentunya Bendungan Tukul ini tentu akan menjadi bagian dari penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Pacitan ini, karena bisa menyuplai irigasi sampai 600 hektar, penyediaan air baku sampai dengan 300 liter perdetik, dan potensi sebagai energi listrik, tentu juga adalah potensi wisata dan konservasi,” jelasnya Gubernur pada saat memberikan sambutan.

Selain itu, Gubernur Jatim menambahkan, Bendungan Tukul ini merupakan salah satu dari enam bendungan di Jawa Timur, yang merupakan proyek strategis nasional. Selain bendungan Tukul di pacitan, ada Bendungan Tugu dan Bendungan Bagong di Trenggalek, yang rencananya pada bulan Juni mendatang, Bendungan Tugu siap di resmikan. Kemudian Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Gongseng di Bojonegoro, dan Bendungan Semantok di Nganjuk.

Jokowi Harap Bendungan Tukul di Pacitan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

JAKARTA – Presiden Joko Widodo berharap Bendungan Tukul yang terletak di Desa Karanggede Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Joko Widodo saat meresmikan bendungan tersebut pada Minggu (14/02/2021).

Menurutnya, bendungan ini merupakan peran yang sangat penting untuk dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Pacitan, untuk memperkuat pertahanan pangan, dan pertahanan air.

“Dengan kapasitas tampung 7 juta meter kubik, bendungan ini bisa menjadi manfaat besar, yaitu 600 hektar sawah, sehingga meningkatkan indeks pertanaman dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija, menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija,” jelas Presiden Jokowi.

“Saya minta agar pemerintah Provinsi, pemerintah Kabupaten, betul-betul memanfaatkan infrastruktur ini sebaik-baiknya sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah, memberikan keuntungan bagi masyarakat, meningkatkan produksi pertanian bagi daerah, dan juga memudahkan penyediaan air bersih bagi daerah,” pungkas Presiden Republik Indonesia pada saat memberikan sambutan.

Peresmian ini juga dihadiri oleh, Menteri PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Mensekneg, anggota komisi V DPR RI, Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, dan Bupati Pacitan, serta Forkopimda Kabupaten Pacitan.

Terekam Cctv dan Viral di Medsos Pelaku Curas Dibekuk

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si melalui Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Masykur, S.H. bersama Team Resmob Satreskrim Polres Lumajang, berhasil ungkap kasus curas, Kamis (11/2/2021) sekira pukul 21.00 Wib.

AKP Masykur mengatakan bahwa tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini terjadi pada hari Minggu (31/1/2021) pukul 02.00 Wib, depan ruko Aswat Game Jalan Imam Bonjol Kelurahan Citrodiwangsan yang terekam CCTV dan Viral di media sosial.

Kasatreskim AKP Masykur juga menjelaskan bahwa saat korban bersama dengan temanya yang bernama “I” Sedang bermain Handphone di datangi ZA bersama dengan S dan F. Pelaku berboncengan 3 menggunakan sepeda motor vario.

Saat melihat korban sedang bermain HP, pelaku meminta HP milik korban sambil menodongkan pisau dengan mengancam korban agar tidak berteriak. Berhasil mengambil HP korban, ketiga orang pelaku meninggalkan korban dengan melarikan sepeda motornya.

“Pelaku berjumlah 3 orang, berinisial ZA, (27) warga Kalipepe yang saat ini berdomisili di Desa Lempeni, tertangkap sebelumnya peran sebagai eksekutor, yang kedua inisial S (20) warga Lempeni, kita tangkap saat ini, dan satu lagi inisial F masih DPO” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan Team Resmob Satreskrim Polres Lumajang melakukan penangkapan terhadap S dirumahnya. Dan dalam proses penangkapan, tersangka S tidak melakukan perlawanan serta mengakui perbuatannya.

Dari tangan tersangka S, berhasil di amankan 1 (satu ) buah HP merk Xiaomi Redmi 4A yang di duga Hasil Kejahatan, satu Potong celana pendek warna abu abu, pakaian yang di gunakan pelaku ZA saat melakukan tindak pidana dan senjata tajam jenis pisau, jaket Hodie warna putih dan elana panjang warna hitam.

“Dalam pengembangan, tersangka juga mengakui melakukan tindak Pidana Curas ( perampasan HP) di jalan Gubernur Suryo (embong kembar), HP milik korban yang di ambil merk Vivo , pelaku ZA, S, dan F.” pungkasnya. (biro)

Dugaan Dua Putri Raja Dikurung, Kapolresta Solo : Masalah Internal Keluarga

0

SOLO – Beredar kabar, dua putri raja yaitu, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai dan GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, terkurung 3 hari di Keputren Keraton Solo, sejak Kamis (11/2/2021) hingga Sabtu (13/2/2021).

Ada dugaan dua kerabat keraton tersebut sengaja dikunci, namun pihak Keraton Solo membantah keras peristiwa ini.

Setelah tiga hari dua malam terkunci di Keputren, Gusti Moeng dan Gusti Timoer serta abdi dalem yang mengikutinya akhirnya bisa keluar dari Kompleks Keraton Solo, pada Sabtu (13/2/2021), dikutip dari Suryamalang.com sebagaimana dikutip dari (KOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA).

Gusti Moeng mengatakan, dirinya menduga ada orang lain yang sengaja menguncinya dari luar.
“Saya tidak tahu itu (yang buka). Saya juga tidak ngerti yang mengunci.

Tadi yang bukain pintu orang-orang pakai baju batik. Setelah pintu dibuka terus keluar,” terang dia seperti dikutip dari Kompas.com artikel ‘Cerita di Balik Dua Putri Keraton Solo “Terkunci” di Keputren, Sikap Polisi dan Dugaan Masalah Keluarga’.

Selain itu, Gusti Moeng menjelaskan, selama tiga hari di dalam Keputren, dia mengaku kekurangan makanan dan kondisi di dalam tak ada penerangan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gusti Timoer, dirinya tidak sengaja masuk bersama Gusti Moeng ke dalam Keputren karena masih memiliki tempat tinggal di sana.
Dirinya juga sejatinya ingin melihat kondisi di dalam Keputren karena sudah hampir lima tahun dia tinggalkan.

“Dan sangat memprihatinkan. Saya keluar dari keraton tidak membawa apa-apa. Hanya baju satu koper dengan anak saya. Semua saya tinggalkan. Saya mau ambil tidak boleh,” ungkap dia.

Kronologi versi Gusti Moeng
GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng memberikan keterangan pers seusai keluar dari dalam Keputren Keraton Solo, Jateng, Sabtu (13/2/2021). (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Sementara itu, menurut Gusti Moeng, kejadian itu berawal saat dirinya dan suaminya, Gustri Kanjeng Eddy Wirabumi, pulang dari makan siang.

Setelah itu, Kanjeng Eddy melihat mobil RI 10 terparkir di Kori Kamandungan Keraton.
Secara spontan, dirinya lalu mengikuti tamu dari BPK itu masuk Kori Kamandungan karena setingkat Menteri.

“Saya mau mengikuti karena saya lagi bersurat dengan BPK Semarang perihal tagihan LPJ tahun 2018 yang sampai 2020 belum ada. Saya terima laporan itu Maret 2020,” terang dia.

“Melihat yang lain kok bawa kekancingan ini berarti BPK akan dikasih kekancingan. Saya hanya mengingatkan sebetulnya itu tidak boleh dan kalaupun iya harus izin Presiden. Apapun keraton ini masih dianggap ada konflik,” sambung dia.

Hal senada dibenarkan oleh Eddy. Menurutnya, saat istrinya menyusul ke dalam keraton, tamu dari BPK ternyata sudah bergeser ke Sasana Putra.

Dirinya melihat Gusti Moeng dan Gusti Timoer serta beberapa abdi dalem ikut menyusul tamu BPK tersebut ke Sasana Putra.

“Tamunya (BPK) bergeser ke barat. Gusti juga tidak ada ternyata mengikuti tamu dari pintu yang lain. Saya nungguin Gusti di situ nggelar keloso (membentangkan tikar) sempat salat Maghrib di situ,” ungkap dia.

Setelah tamu BPK meninggalkan keraton, ujar Eddy, Gusti Moeng dan Gusti Timoer beserta abdi dalem yang ikut masuk masih di dalam Keputren dan tidak bisa keluar.

Penjelasan menurut Wakil Pengageng Sasana Wilapa
Wakil Pengangeng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Raden Aryo (KRA) Dany Narsugama memberikan keterangan kerabat dikurung, Jumat (12/2/2021) malam. (TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso).

Sementara itu, Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo Kanjeng Raden Ariya (KRA) Dani Nur Adiningrat mengatakan tidak ada penguncian kedua kerabat keraton di Keputren.

“Tidak ada penguncian atau pengurungan. Saya menyampaikan kepada mereka dan beberapa pihak keamanan untuk keluar. Karena mereka memang tidak diundang. Tetapi mereka tidak mau (keluar),” ungkap dia.

“Jadi mereka masuk sendiri. Konon kata mereka mau menemui Kepala BPK. Padahal Kepala BPK kalau mereka mau bertemu itu kantornya jelas. Mereka tidak diundang terus mengaku dikunci dan sebagainya yang terjadi bukan seperti itu,” sambung dia. Kronologi versi Keraton Penjaga di keraton Solo (KOMPAS.COM/M Wismabrata)

Wakil Pengangeng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Raden Aryo (KRA) Dany Narsugama mengatakan, kabar adanya pengurungan kerabat Keraton Solo itu tidak benar.
Dany menjelaskan, awal mula Kejadian ini versi mereka.
Pada Kamis (11/2/2021) Sinuhun atau Raja Paku Buwono (PB) XIII kedatangan tamu pejabat dari pusat.

“Tamu berkunjung dan silaturahmi kepada Sinuhun dan diterima beliau,” papar Dany dikutip dari TribunSolo.com ‘Viral Video Putri Raja Solo Makan Daun Singkong dalam Keraton, Begini Tanggapan Keraton Solo’.

Tiba-tiba ada beberapa Sentono dan rombongannya yang tidak diundang secara bertahap masuk melalui pintu utama Keraton Solo atau Kamandungan.

“Mereka masuk pelataran Keraton total ada 14 orang jam setengah 3 Sore,” papar dia.

Setelah masuk, mereka hanya berputar-putar di pelataran karena tidak bisa mengakses di kediaman Sinuhun.

Setelah menunggu lama dari 14 rombongan yang ada itu mulai keluar dari Keraton.

Dany mencatat rombongan keluar mulai pukul 18.00 WIB, pukul 20.00 WIB, dan 22.00 WIB.

“Itu yang keluar jam 10 malam dari pelataran Keraton adalah suami Gusti Moeng yakni Kanjeng Wira,” kata dia.

Semetara, ada 5 orang yang tidak mau keluar mereka adalah Putri PB XII GKR Wandansari alias Koesmoertiyah atau biasa dipanggil Gusti Moeng dan Putri Raja Paku Buwono (PB) XIII GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.

Serta Bambang Sutejo atau Kanjeng Dilir dan 2 penari bernama Ika dan warna.

“Kami berikan akses keluar tapi mereka berlima tidak mau keluar,” beber Dany.

Jadi, Keraton membantah adanya penguncian dan pengurungan tersebut.

“Mereka malah yang masuk Keraton tidak sesuai prosedur, prosedurnya harus seizin Sinuhun,” kata Dany.

Para Abdi Dalem Keraton yang mengantar makanan untuk GKR Wandansari tak bisa masuk, Jumat (12/2/2021). (TribunSolo.com / Ryantono Puji ).

Sementara itu, dilansir dari Tribunnews, aparat kepolisian bersikap akan menghormati pihak keraton untuk menyelesaikan masalah keluarga itu secara internal.

“Kalau seputar masalah internal keluarga Keraton, dipersilahkan untuk diselesaikan secara internal keluarga keraton juga,” Kata Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Jumat (12/2/2021).

Namun, Ade menegaskan, pihaknya tetap melakukan patroli untuk untuk memantau kondisi sekitar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Apabila ada tindakan yang menjurus melawan hukum akan dilakukan tindakan sesuai prosedur hukum.

“Kecuali jika ada tindakan melawan hukum, baru menjadi ranah Polri,” papar Ade Safri dilansir dari TribunSolo.com artikel ‘Kerabat Keraton Diduga Dikurung di Keraton Solo, Kapolresta Solo Ade : Masalah Internal Keluarga’.

Sedangkan tanggapan Wali Kota Solo, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak mau ikut campur dalam insiden dugaan pengurungan kerabat Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat.

Wali Kota Solo, Fx Hadi Rudyatmo mengatakan insiden tersebut bukan ranah Pemkot Solo.

“Itu urusan keluarga,” kata Rudy, Sabtu (13/2/2021).

Menurutnya, insiden dugaan pengurungan tersebut lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan.
“Biar diselesaikan kekeluargaan,” tutur Rudy.

“Kita tidak bisa ikut campur tangan,” tambahnya dikutip dari TribunSolo.com ‘Soal Dugaan Pengurungan Kerabat Keraton, Wali Kota Solo: Diselesaikan dengan Kekeluargaan’. *

Putus Penyebaran Covid-19, Paskibar DPC Selatan dan Tengah Lakukan Penyemprotan

0

CIMAHI – Pademi covid-19 masih berlangsung, terbukti dengan diperpanjangnya PPKM serta masih adanya warga yang terdeteksi Positif Covid 19.


Seperti yang terjadi di wilayah RW 15 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, sebanyak 7 orang warga dinyatakan positif covid-19 sehingga harus menjalani Isolasi di Rumah Sakit. Sementara salah seorang warga yang dinyatakan covid 19 meninggal dunia.

Untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19, Sabtu (13/02/2021) jajaran Pengurus Paskibar Laskar Kiansantang DPC Cimahi Selatan melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah RW 15 Kelurahan Leuwigajah bersama Karang Taruna dan Pengurus RW 15 serta Masyarakat.

Ketua DPC Paskibar Laskar Kiansantang Kec.Cimahi Selatan Muhamad Gilang Anjasmara S.E. didampingi para pengurusnya mengungkapkan pihaknya berharap kepada masyarakat agar tetap menjalankan 5 M serta protokol kesehatan agar terhindar dari penularan covid 19.

“Pelaksanaan penyemprotan saat ini adalah wujud tanggung jawab kami kepada masyarakat agar dapat memutus mata rantai penularan Covid 19. Semoga masyarakat tetap sadar dan waspada bahwa covid 19 ini ternyata masih mengintai dan meminta korban,” terangnya.

Pada kegiatan penyemprotan disinfektan ini, Paskibar menurunkan seluruh struktur kepengurusan DPC Paskibar Cimahi Selatan diantaranya Sekretaris Toto Trihananto, Emil S.H., Hafiz S.T.

Kegiatan penyemprotan tersebut diapresiasi oleh masyarakat RW 15 dan bersyukur karena ada tindakan langsung untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Kegiatan penyemprotan tidak hanya dilaksanakan di Wilayah DPC Paskibar Selatan, namun ternyata di DPC Paskibar Tengah pun melakukan penyemprotan disinfektan, karenakan adanya warga RT 01- RW 10 Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah yang dinyatakan Positif covid 19.

“Kami hanya melakukan penyemprotan di satu lokasi saja yakni di RT 01-RW 10 agar tidak terjadi penyebaran sekaligus memutus mata rantai penyebaran. SALAM Ksatria…Bersatu, Berjuang, Berprestasi…,” tulis Kang Joy, Ketua Paskibar DPC Cimahi Tengah melalui aplikasi WA.

Reporter: Achmad/Edison

Murka Sang Kampud dan Terbenamnya Candi Adan-Adan

0

“Perbedaan gaya seni dan arsitektur candi masa JawaTengah dan JawaTimur begitu mencolok,” ungkap Sukawati Susetyo .”Bahkan, mengesankan seperti dua budaya yang terpisah.”

Gaya seni Jawa Tengah seperti berhenti berkembang dengan tiba-tiba di akhir abad ke-10. Sementara seni di Jawa Timur tampak muncul kembali pada pertengahan abad ke-13.

Sukawati, Ketua Tim Penelitian Candi Adan-Adan dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, mengungkapkan temuan selama mengekskavasi repihan situs candi. Tinggalan arkeologis yang terbenam tanah sedalam 2,3 meter itu berada di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Murka ancala telah menimbun peradaban klasik kita. Candi ini bukan satu-satunya tinggalan bangunan suci masa klasik yang ditemukan terbenam dalam tanah. Ada beberapa candi yang ditemukan dalam kondisi serupa di Jawa Timur.

Agus Tri Hascaryo, Peneliti Geoarkeologi di Universitas Gadjah Mada, menggunakan metode survei geologi untuk candi ini. Dia menyingkap material asal bangunan ini. Juga, temuannya tentang apa yang sesungguhnya terjadi di balik bencana yang menyergap candi ini.

Tim arkeolog menduga bahwa candi ini tampaknya belum rampung. Mengapa mereka bisa berpendapat demikian? Bagaimana analisis ikonografinya? Lalu, mengapa temuan Candi Adan-adan begitu penting, laksana mata rantai yang hilang dalam periode sejarah klasik di Indonesia?

Koramil Bersama Forkopimka Teweh Tengah Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

0

BARITO UTARA – Koramil 1013-03 Teweh Tengah (Barut) memantau jalannya vaksinasi Covid-19 tahap pertama, terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Sei Rahayu II  KecamatanTeweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Kalteng) pada Sabtu (13/2/21).

Seperti yang dilakukan Prada Rizky Yogi Pranata Babinsa Sei Rahayu II bersama unsur forkopimka Teweh Tengah lain yang selalu memonitor jumlah tenaga kesehatan peserta vaksinasi Covid-19 setiap harinya.
Pemantauan tersebut bertujuan untuk menghimpun data dan ketersediaan jumlah vaksin yang dikirim ke puskesmas.

Berdasarkan petunjuk Danramil 1013-03 Teweh Tengah Lettu Inf. M. Guntur, yang disampaikan kepada para Babinsanya, agar melakukan pemantauan kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap pertama, agar kegiatan vaksin berjalan aman dan tepat sasaran.

“Babinsa juga dapat memberikan pemahaman serta informasi bahwa, vaksin yang telah didistribusikan pemerintah kepada masyarakat tersebut, aman dan halal untuk digunakan tenaga kesehatan karena sudah mendapat sertifikasi dari MUI dan lisensi dari BPOM,” ungkap Danramil.

Guntur juga berkata, selaku Danramil 1013-03 Teweh Tengah, dirinya sudah memerintahkan pada para Babinsa agar selalu memberikan himbauan dan pengertian kepada warga untuk tidak termakan isu hoaxs dari media sosial (Medsos) yang menimbulkan kegaduhan atau keresahan ditengah masyarakat.
“Isu hoax tentunya akan berdampak pada ketidakpercayaan dengan vaksin yang didatangkan oleh pemerintah pusat,” imbuhnya. 

Selain itu, Danramil juga berharap, untuk selalu menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat. Harapannya agar warga tidak mengalami keresahan tentang vaksin. Sehingga  mereka dapat menerima Vaksinasi Covid-19 secara baik, tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

“Mudah-mudahan dengan adanya program vaksinasi Covid-19 dapat memberikan perlindungn terhadap tenaga kesehatan, TNI dan Polri beserta masyarakat sehingga, dapat memutus mata rantai penularan corona di wilayah Barito Utara,” harap Danramil. (SS)

Awas ! Debu vulkanis Gunung Raung Bahayakan Kesehatan

BANYUWANGI – Debu vulkanis membawa berbagai material yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Debu tersebut mengandung sejumlah partikel seperti silika, kalium, natrium, besi, serta nikel.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono, terkait sebaran debu vulkanik dari erupsi Gunung Raung, Senin (08/02/2021) lalu.

“Abu vulkanik itu seperti abu semen, berupa batuan kecil dan halus yang terlempar ke atas saat terjadi erupsi gunung api, jika terpapar ke tubuh manusia bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), sakit tenggorokan, iritasi mata hingga luka pada kornea,” kata dia.

dr Widji menyebutkan, abu vulkanik terbentuk dari material berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral dan kaca vulkanik.
Ketika gas-gas dalam ruang magma mulai menyebar, gas-gas tersebut akan mendorong magma yang terdiri dari silika dan gas keluar dari perut gunung berapi.

Saat terjadi ledakan, magma yang keluar di udara akan mendingin dan membeku, menjadi batuan vulkanik dan pecahan kaca. “Kalau masuk ke mata kita, dan mengenai kornea, bisa menimbulkan luka goresan di kornea kita. Ini bisa menyebabkan penglihatan kabur,” ujarnya.

Bahaya lainnya adalah gangguan pernafasan atau ISPA. Menghirup abu vulkanik dapat merusak kesehatan manusia, karena aerosol berbahaya dan gas beracun yang membentuk abu dapat mengiritasi paru-paru.

Gejala pernapasan (jangka pendek) yang dirasakan adalah hidung beringus, sakit tenggorokan/batuk, sesak napas hingga asma bisa kambuh.

Sementara itu, berdasar pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi sebaran abu vulkanik jika dilihat dari prakiraan sebaran abu vulkanik yaitu VAAC (Volcanic Ash Advisory Center) Darwin, tinggi abu vulkanik Gunung Raung pada Senin (8/2/2021) pagi, mencapai 18.000 kaki atau 6 km dari permukaan laut. (sgt)

Hari Kanker Sedunia, Banyuwangi Gelar Tes IVA Serentak

BANYUWANGI – Dalam rangka peringatan Hari Kanker Sedunia, Banyuwangi menggelar pemeriksaan Inpeksi Visual Asam (IVA) serentak. IVA Test adalah salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi dini kanker serviks pada wanita.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono melalui Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2), dr. Andriyani mengatakan kegiatan IVA test gratis ini digelar serentak di 45 Puskesmas di Kabupaten Banyuwangi.

“Kegiatan tes IVA ini sudah kita awali sejak jatuhnya Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari 2021 lalu. Sebanyak 45 puskesmas se-Banyuwangi mulai serentak menggelar tes IVA secara serentak,” kata Andriyani. Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari.

Andriyani menambahkan, dalam memperingati Hari Kanker Sedunia ini Dinas Kesehatan Banyuwangi juga melakukan perawatan paliatif pada penderita kanker.

“Kegiatan paliatif ini kita berkunjung ke penderita kanker, kita motivasi mereka agar semangatnya tidak down dan terus survive,” ungkapnya.

Selain itu Dinas Kesehatan bersama Komunitas Osing Pink juga menggelar edukasi kepada masyarakat melalui media dan kegiatan di Puskesmas seputar deteksi dini dan pengobatan penyakit kanker. Terutama kanker leher rahim dan kanker payudara pada kaum wanita.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga berkesempatan langsung meninjau kegiatan Tes IVA dan edukasi kanker di Puskesmas Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Kamis (11/2/2021).

Ipuk berpesan kepada seluruh masyarakat khususnya kader Posyandu, kader PKK, dan tenaga medis untuk lebih gencar melakukan upaya preventif dan promotif kesehatan. Sebab, menurutnya dengan cara tersebut dinilai lebih efektif dalam upaya menekan jumlah penderita kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

“Ke depan program-program berbasis preventif dan promotif harus lebih kita tingkatkan lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Ipuk juga berkesempatan memberikan vitamin A dan obat cacing kepada balita yang rutin digelar serentak melalui Posyandu di setiap bulan Februari. Selain itu dia juga meninjau pelaksanaan penyuntikan vaksin Covid-19 dosis kedua kepada tenaga kesehatan.

“Saya berharap kader PKK, dasawisma, ibu rumah tangga, tenaga kesehatan, dan seluruh relawan tetap diberi kesehatan. Mari kita berkolaborasi sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan warga di Kabupaten Banyuwangi,” harap Ipuk. (*)