Home Blog Page 1852

Hari Kanker Sedunia, Banyuwangi Gelar Tes IVA Serentak

BANYUWANGI – Dalam rangka peringatan Hari Kanker Sedunia, Banyuwangi menggelar pemeriksaan Inpeksi Visual Asam (IVA) serentak. IVA Test adalah salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi dini kanker serviks pada wanita.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono melalui Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2), dr. Andriyani mengatakan kegiatan IVA test gratis ini digelar serentak di 45 Puskesmas di Kabupaten Banyuwangi.

“Kegiatan tes IVA ini sudah kita awali sejak jatuhnya Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari 2021 lalu. Sebanyak 45 puskesmas se-Banyuwangi mulai serentak menggelar tes IVA secara serentak,” kata Andriyani. Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari.

Andriyani menambahkan, dalam memperingati Hari Kanker Sedunia ini Dinas Kesehatan Banyuwangi juga melakukan perawatan paliatif pada penderita kanker.

“Kegiatan paliatif ini kita berkunjung ke penderita kanker, kita motivasi mereka agar semangatnya tidak down dan terus survive,” ungkapnya.

Selain itu Dinas Kesehatan bersama Komunitas Osing Pink juga menggelar edukasi kepada masyarakat melalui media dan kegiatan di Puskesmas seputar deteksi dini dan pengobatan penyakit kanker. Terutama kanker leher rahim dan kanker payudara pada kaum wanita.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga berkesempatan langsung meninjau kegiatan Tes IVA dan edukasi kanker di Puskesmas Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Kamis (11/2/2021).

Ipuk berpesan kepada seluruh masyarakat khususnya kader Posyandu, kader PKK, dan tenaga medis untuk lebih gencar melakukan upaya preventif dan promotif kesehatan. Sebab, menurutnya dengan cara tersebut dinilai lebih efektif dalam upaya menekan jumlah penderita kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

“Ke depan program-program berbasis preventif dan promotif harus lebih kita tingkatkan lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Ipuk juga berkesempatan memberikan vitamin A dan obat cacing kepada balita yang rutin digelar serentak melalui Posyandu di setiap bulan Februari. Selain itu dia juga meninjau pelaksanaan penyuntikan vaksin Covid-19 dosis kedua kepada tenaga kesehatan.

“Saya berharap kader PKK, dasawisma, ibu rumah tangga, tenaga kesehatan, dan seluruh relawan tetap diberi kesehatan. Mari kita berkolaborasi sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan warga di Kabupaten Banyuwangi,” harap Ipuk. (*)

Lumajang Ditetapkan Jadi Pilot Project Pengembangan Perhutanan Sosial

LUMAJANG – Kabupaten Lumajang telah ditetapkan menjadi Pilot Project untuk pengembangan wilayah terintegerasi berbasis perhutanan sosial di Indonesia oleh pihak Pemerintah Pusat yang leading sectornya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Guna menunjang kelancaran jalannya Perhutanan Sosial di Lumajang, ada beberapa pihak Kementerian RI yang mendukung program tersebut, di antaranya; Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Pertanian serta Kementerian Perindustrian.

Kepala Dinas Perdagangan Lumajang, Hairil Diani menjelaskan bahwa dalam pengembangan di sektor agroindustri program perhutanan sosial di Kabupaten Lumajang, ada beberapa home industry yang akan ditingkatkan untuk menunjang produksinya. Oleh sebab itu ada tim dari pihak Kementerian RI yang melakukan kunjungan atau survey untuk mengetahui pasti kondisi yang akan menjadi target pengembangan perhutanan sosial.

“Kita hari ini mendampingi dari tim Kementerian ada dari Kemenko Marves, KLHK serta Kementerian terkait lainnya,” jelasnya saat usai mendampingi kunjungan tim Kementerian RI ke lokasi Intergrated Area Development Perhutanan Sosial Interkoneksi Kabupaten Lumajang, di wilayah Kecamatan Senduro, Rabu (10-02-21).

Ia menerangkan, dalam pelaksanaan kegiatan kali ini, pihaknya bersama tim kementerian mengunjungi 4 titik sub industri di Kecamatan Senduro, antara lain adalah; sentra industri pisang yang ada di Pasar Agropolitan Seroja, home Industry Keripik Talas di Desa Senduro, home industry Keripik Pisang di Desa Burno dan pengolahan susu sapi di KUD Tani Makmur di Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro.

“Hasil kunjungan kita hari ini, meninjau beberapa objek yang dimungkinkan untuk bisa dikembangkan supaya menjadi sebuah sentra industri di wilayah Kecamatan Senduro,” terangnya.

Dengan adanya kunjungan dari Kementerian ke Kabupaten Lumajang itu, Hairil Diani berharap pihak Kementerian biasa merumuskan dan menyempurnakan terkait dengan masterplan yang akan dibuat untuk mengembangkan Program Perhutanan Sosial dan Kabupaten Lumajang sebagai pilot projectnya bisa menjadi percontohan bagi Kabupaten lain untuk menjadi program perhutanan sosial yang terbaik ke depannya.

Di kegiatan kunjungan kementerian tersebut terbagi menjadi 4 tim yakni:

Tim Sub Program Agrosilvopastura (Agroforestry) bertempat di di Desa Jambekumbu, Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe Desa Kandangtepus, Desa Pasru Jambe Kecamatan Senduro.
Tim Sub Program Agroindustry bertempat di Desa Senduro, Desa Kandangtepus, Desa Burno Kecamatan Senduro.
Tim Sub Program Ekowisata 1 bertempat di Desa Kandangtepus, Desa Argosari Kecamatan Senduro.
Tim Sub Program Restorasi Lahan dan Tim Sub Program Ekowisata 2 bertempat di Desa Ranupane Kecamatan Senduro. (red)

RWT dan PEMILU BKM Al-Muamalat Berlangsung Dinamis

0

CIMAHI – Bertempat di ruang rapat Kelurahan Cibabat RWT dan Pemilu BKM Al-Muamalat dilaksanakan. Dihadiri oleh Lurah Cibabat, Seta Dewa, pelaksanaan rapat tersebut tampak dinamis.
Dalam kesempatan tersebut tampak pula hadir Tim Fasilitator Program “KOTAKU” Kota Cimahi, Yumi S.H.

Ketika dimintai tanggapan, Lurah Cibabat Seta Dewa menjelaskan, pelaksanaan RWT dan Pemilu BKM Al-Muamalat ini seharusnya sudah dilaksanakan di akhir tahun. Namun karena adanya pandemi ini mska pelaksanaannya baru bisa dilaksanakan hari ini Jumat (12/02/2021). “Sebetulnya di bulan januari pernah pihak BKM menemui saya untuk melkasanakan pemilihan ini. Namun karena adanya PPKM ke-1 dan ke-2 kemudian dilanjutkan maka baru kali ini Pertemuan RWT dan Pemilu BKM ini bisa terlaksana,” jelasnya.

Calon-calon anggota BKM ini merupakan hasil representasi dari pilihan warga di wilayah RW yang ada di wilayah Cibabat. Memang ada beberapa RW yang tidak mengusulkan calon anggota BKM, namun semua dikembalikan kepada warga masyarakatnya mengirimkan atau tidak delegasinya.
“Semoga Pemilihan Anggota BKM pada hari ini berjalan lancar dan tidak menemui jalan buntu. Beberapa anggota BKM Muamalat ini sebagian adalah RW di wilayah Kelurahan Cibabat, tapi karena BKM ini bukan lembaga di tingkat kelurahan seperti yang diamanatkan dalam Permendagri No.18 Tahun 2018 karena BKM merupakan bentukan turunan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan bukan lrmbaga tingkat Kelurahan yang diatur dalam Permendagri tersebut maka hal ini tidak menyalahi Permendagri.” terang Seta Dewa.

Ditempat yang sama fasilitator Program Kotaku yang juga sebagai konsultan di Tingkat Provinsi turut memberikan Keterangan mengenai pelaksanaan Pemilu BKM Muamalat, Yumi S.H. berkata, “Bahwa Pemilu BKM itu merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh warga kelurahan dan dilaksanakan per tiga tahun sekali dalam AD/ART BKM tertera bahwa masa bakti kepengurusan BKM selama 3 tahun.”

“Seharusnya dilaksanakan di Akhir tahun namun karena adanya PPKM maka baru bisa dilaksanakan hari ini.Untuk pemilihan BKM ini tidak terkait dengan aturan Permendagri No.18 tahun 2018 jadi RW bisa juga menjadi pengurus BKM, yang jelas utusan BKM yang dipilih oleh warga syaratnya adalah merupakan warga kelurahan tersebut dengan dibuktikan oleh KTP dan KK. Jadi semua yang tadi datang mengikuti rapat ini merupakan warga kelurahan Cibabat. Kedua tidak berpolitik praktis syaratnya karena BKM harus netral dan tidak terkait partai politik manapun, karena biasanya akan ribet di akhirnya ketika ternyata diketahui ada yang ikut berafiliasi di salah satu partai itu harus mundur. Semoga pelaksanaan Pemilu ini berlangsung lancar dan sukses.” imbuhnya.

Mantan Koordinator BKM Periode 2019, Drs. Hadi Soewito D.Ed. Memberikan Keterangan terkait Pelaksanaan Pemilu BKM Muamalat, mengatakan pekerjaan sebagai anggota BKM itu tidaklah ringan, karena membantu pemerintah menyangkut proses mensekajterakan masyarakat melaui program-program pemerintah melalui BKM diantaranya ditahun 2018 Progam pembangunan 60 Rutilahu di Kelurahan Cibabat, di tahun 2019 dibangun 30 unit Rutilahu. Kemudian di tahun 2020 sebanyak 30 unit juga,kemudian pembuatan sumur bor di wilayah yang kering ketika musim kemarau lokasinya di RW 08 Kelurahan Cibabat untuk tahun 2021 ini mendapatkan program dari Kotaku sebanyak 5 titik sumur bor di 5 RT.
“Saya berharap BKM lebih meningkatkan kapasitas ketika melihat program yang digulirkan oleh pemerintah seperti pelaksanaan jalan kumuh, rumah kumuh juga sumur bor dan Komunal. Diharapkan BKM ini sebagai Katalisator yang bisa menjembatani program pemerintah sehingga bisa dilaksanakan dan dinikmati oleh masyarakat,” pungkas Hadi Soewito.

Pada pelaksanaan Pemilu BKM Mualat Kelurahan Cibabat ada hal yang menggelitik saat salah seorang peserta yang tidak mau disebutkan namanya merasa kecewa dengan pelaksanaan Pemilu BKM ini, “Ini mekanisme pemilihan harus segera diperbaiki karena yang beri undangan adalah RW dan Para RW harus menunjuk atau merekomendasikan warga masyarakat yang dianggap pantas untuk hadir mewakili masyarakat wilayahnya. Tapi yang terjadi malah para RW yang hadir.
“Itu artinya RW disini menunjuk dirinya sendiri, itu yang membuat saya kecewa artinya ini tidak lazim sehinggq perlu pembenahan ke depannya.” tuturnya sambil berlalu.

Wartawan : Achmad /Edison

Kapolres Pasuruan Launching KTS dan Posko PPKM

PASURUAN – Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman S.I.K M.SI, me-launching Kampung Tangguh Semeru (KTS) dan Posko PPKM mikro tingkat desa di 15 Desa di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, Sabtu (13/2/2021).

Dari ke 15 desa yang di-Launching hari ini adalah Desa Kraton, Desa Plinggisan, Selotambak, Rejosari dan Cutrahdukuh.

Kapolres mengatakan bahwa Covid-19 sudah mewabah di semua wilayah sehingga masing-masing daerah berupaya untuk mengatasi dan mengantisipasi penyebarannya.

“Dengan berdirinya kampung tangguh dan Posko PPKM mikro ini ke depan diharapkan akan terciptanya kemandirian dalam mengatasi wabah virus covid 19 pada khususnya dan dampak dampak yang ditimbulkan oleh Covid 19,” jelasnya.

Arman menambahkan, dengan keberadaan kampung tangguh dan Posko PPKM mikro ini banyak sekali manfaatnya dan sangat membantu dalam upaya mempercepat memutus penyebaran virus Corona di Kota Pasuruan. “Dengan adanya sarana dan prasarana dengan kampung tangguh ini semoga bisa mengatasi dan meminimalisir penyebaran wabah covid 19,” tutur AKBP Arman.

Selain itu, masih kata Arman, menjadikan warga desa lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan serta juga dapat meminimalisir penyebaran virus corona dan menekan terjadinya kriminalitas.
“Untuk mendisiplinkan warga, peran Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa sangatlah besar,” tambah Arman. (arie)

Jelajahi Kisah dan Pesona Pantai Bahak

PROBOLINGGO – Objek wisata Pantai Bahak di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo semakin dilirik para wisatawan.

Pantai Bahak juga jadi tempat olahraga bagi semua kalangan, dan tempat mata pencaharian bagi warga terdekat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di pantai Bahak, Pengunjung dapat melihat dan menikmati sunrise yang sangat bagus.

Suasana udara Pantai Bahak lumayan sejuk dan angin sepoi-sepoi membuat para pengunjung betah berlama-lama disini. Bahkan ada juga yang berkemah.

Wulan, warga Lumbang, kabupaten Probolinggo mengatakan, kini tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mencari tempat berlibur. “Tidak terlalu jauh dari kediaman saya, terdapat pantai yang nampak indah dan mempesona,” ungkapnya.

Dibalik keindahannya, ada tangan dingin yang mengubah kondisi Pantai Bahak yang sebelumnya penuh dengan sampah.

Samsuri (53) bercerita sebelum tempat ini menjadi destinasi wisata, lokasi pantai ini penuh dengan sampah.

Melihat kondisi tersebut, dia merasa tergugah untuk menanaminya dengan pohon cemara.

Seiring berjalannya waktu, pohon cemara yang ditanamnya pun tumbuh subur dan rindang.

Sejak itulah, mulai banyak support dari berbagai kalangan untuk membangun pantai wisata ini.

Perhatian yang didapat pun tak hanya dari warga sekitar. Bahkan mulai dari Bupati, Dinas KKP, Dinas Pariwisata hingga Camat.

Demikian pula dukungan dari ormas, mulai dari karang taruna dan Pemuda Pancasila, yang diketuai Abdullah Ubaid juga ikut andil dalam menciptakan destinasi wisata Pantai Bahak. (ali/sun)

Kapolri: Dukungan Ulama sangat penting untuk menjaga kamtibmas

0

MAKASSAR – Setelah memberikan arahan kepada para pejabat utama Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melanjutkan silaturrahmi dengan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Anre Gurutta (AGH) atau KH Sanusi Baco di kediamannya Jalan Kelapa Tiga, Makassar, Jumat (12/2/2021) malam.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan Polri dan ulama serta ormas-ormas besar Islam.

Kapolri meminta dukungan para ulama agar turut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas melalui dakwah dan ceramah.

“Dukungan para ulama sangat penting untuk mewujudkan kamtibmas yang aman dan damai,” kata Sigit.

Sementara Anre Gurutta menyambut baik harapan Kapolri. Hal ini, kata dia menjadi catatan tersendiri untuk senantiasa menyampaikan dakwah yang sejuk kepada masyarakat agar tercipta situasi kamtibmas aman dan damai. (tim)

Terkonfirmasi Covid-19, Warga Tanjungrejo Tongas Dimakamkan Secara Prokes

PROBOLINGGO – Warga Dusun Krajan, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo, Sul, yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia di RSUD Kraksaan.
Jasad perempuan tersebut dikuburkan di salah satu pemakaman di Desa Tanjungrejo.

Salah seorang petugas pemakaman, yang enggan disebut namanya, menyampaikan pemakaman Sul dilaksanakan pada Jumat (12/2/2021) malam.

“Penguburan dilaksanakan dengan Protokol Covid-19 oleh Tim Pemakaman Jenazah Covid 19 Desa Tanjungrejo yang dibantu dan dihadiri Satgas Covid-19 Kecamatan Tongas,” katanya.

Tim yang terlibat dalam proses pemakaman Sul, berasal dari unsur Puskesmas, Polsek, Koramil, dan Satpol PP Kantor Kecamatan Tongas. Semua anggota tim mengenakan hazmat suit atau alat pelindung diri yang lengkap dan tertutup rapat. Berpakaian yang tertutup rapat, tim mendirikan shalat jenazah sebelum pemakaman.

“Proses penguburan jenazah Sul berjalan lancar dan situasi kondusif,” ujar sumber tadi.

Sebelumnya jasad Sul dipulasara oleh rumah sakit dan disambut terbatas oleh keluarga. Jenazah yang sudah terbungkus kain kafan yang diberi lapisan penyekat langsung dibawa ke TPU. (ali/wulan)

Kades Lumpang Kuwik Selalu Dekat Bersama Masyarakat

NGANJUK – Bersama masyarakat dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa, Kepala Desa Lumpang Kuwik, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk bertekad untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid 19, Kamis (12/02/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Lumpang Kuwik, Agus Setiawan mengajak seluruh warga desanya untuk melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah rumah warga dengan melibatkan pemuda.

Kepala Desa menyampaikan, pihaknya tidak segan-segan menindak secara tegas bilamana ada masyarakat yang mengarah kepada penyebaran covid-19, karena untuk memutus rantai covid 19 harus dilakukan dengan sungguh sungguh

“Kita tidak boleh hanya bicara saja dan harus melakukan suatu tindakan positif bersama warga, karena tanpa itu mustahil kita bisa memutus rantai covid 19,” tegasnya.

Penyemprotan dsinfektan ini dilakukan secara bertahap dan dilaksanakan mulai dari RT RW dan dusun. Kegiatan ini dijadwal secara rutin demi menciptakan Desa Lumpang Kuwik menjadi zona hijau.

Menurut Kades Agus Setiawan, upaya ini tidak melulu mengandalkan penyemprotan disinfektan saja, melainkan dengan mengedepankan protokol kesehatan secara menyeluruh tanpa pandang bulu demi suatu keselamatan warganya.

Dirinya menghimbau, bagi masyarakat yang mempunyai hajat untuk menantu atau sunatan, sebaiknya dilaksanakan secara cara sederhana dan tidak memakai sound system atau hiburan lainnya.

“Ini saya lakukan demi keselamatan warga saya, tidak lebih dari itu. Kepada warga Desa Lumpang Kuwik, saya himbau untuk betul-betul disiplin menjalankan prokes,” tambah Kades Agus.

Di tempat terpisah, Sugito (40), warga desa setempat mengaku sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh Kepala Desanya.

“Jadi begini mas, saya sangat senang sekali apa yang menjadi kebijakan Kepala Desa, beliau itu melakukan suatu tindakan yang sangat bijaksana sekali. Di masa pandemi sepwrti ini, beliau berusaha dengan keras untuk bisa memutus rantai covid 19,” terangnya kepada media ini, Kamis (12/02/2021).

“Semoga ini bisa diikuti oleh teman-teman, termasuk saya juga sebagai warga desa Lumpang Kuwik mas,” pungkasnya. (Sugeng)

Terlambat Input Data, Siswa SMAN Rambipuji Gagal Ikut SNMPTN

JEMBER – Tahun 2021, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah menyelenggarakan seleksi masuk PTN yang pelaksanaannya masih sama seperti tahun lalu yaitu melalui tiga jalur.

Pertama, Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Jalur Mandiri.

Tentunya, seleksi masuk PTN itu sangat dinantikan ole siswa kelas XII SMA.

Namun tak sedikit semangat siswa kelas XII SMA, harus pupus disebabkan berbagai hal.

Dialami sekitar puluhan siswa SMA Negeri Rambipuji Kabupaten Jember, mereka (siswa) harus menerima kekecewaan ketika mengetahui dirinya tidak bisa mengikuti SNMPTN akibat pihak sekolah yang belum menginput datanya ke LTMPT.

Diungkapkan, sebut saja MA, siswa kelas XII jurusan IPA, dirinya merasa kecewa saat mendapati bahwa namanya tidak bisa mengikuti SNMPTN di Universitas Negeri Jember karena datanya tidak tercatat.

Senada dengan MA, sebut saja Ani, yang merasa sangat sedih karena tidak bisa mengikuti SNMPTN.

Bagi Ani, proses SNMPTN sangat dinantikannya, sebab dia ingin merasakan perjuangan kompetisi melalui test tersebut.

“Meski belum tentu lulus, mengikuti SNMPTN merupakan kebanggaan yang tak terkira. Tapi kenyataannya sekarang, jangankan lulus, ikut seleksi aja tidak bisa karena kesalahan sekolah,” ucapnya dengan nada sedih.

Menanggapi gagalnya siswa SMA Negeri Rambipuji atau yang terkenal disebut SMARA, Rifa’i, salah seorang guru BK mengatakan, kejadian ini merupakan hal yang tidak terduga. Pasalnya, keterlambatan menginput data siswa ke LTMPT akibat keterlambatan bagian IT SMARA.
Diketahui peng-input-an data siswa ke LTMPT berakhir tanggal 10 Februari 2021.

Melalui hubungan telepon, Rifa’i menjelaskan, dirinya telah memberikan data siswa ke bagian IT sejak 8 Februari atau 2 hari sebelumnya.

“Setelah saya berikan datanya ke bagian IT, saya kira sudah langsung diinput. Ternyata baru diinput tanggal 11,” jelas Rifa’i.

Pada gempur news, Rifa’i mengaku sangat menyesal karena telah teledor atas data siswa itu.

“Saya sungguh menyesal, karena keteledoran ini lulusan tahun ini tidak bisa mengikuti SNMPTN,” akunya.

Masih melalui saluran telepon, dirinya mohon maaf pada seluruh siswa dan wali siswa atas kesalahan yang terjadi ini.

“Tahun ini, SMARA apes mas. Mau bagaimana lagi. Data yang kita input kemarin ternyata sudah ditolak oleh sistem LTMPT,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum berhasil menghubungi Kepala SMA Negeri Rambipuji untuk mendapatkan konfirmasi atas kejadian yang membuat kecewa siswa kelas XII ini. (her)

Wali Kota Probolinggo Dukung Jurnalis Divaksin Pada Tahap Kedua

PROBOLINGGO – Kuatnya dukungan vaksinasi untuk kalangan jurnalis di tahap kedua juga terjadi di Kota Probolinggo. Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin mengaku mendukung apa yang telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan, Gubernur Khofifah mengusulkan jurnalis menjadi salah satu sasaran prioritas vakinasi tahap kedua. Sebab, jurnalis dinilai memiliki risiko tinggi tertular dalam menjalankan tugasnya. Di tahap pertama, vaksinasi di Jawa Timur menempatkan tenaga kesehatan sebagai prioritas. Di tahap kedua untuk sektor pelayanan publik, termasuk wartawan, mengingat beratnya risiko meliput kegiatan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Ditemui saat menghadiri kegiatan di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, Rabu (3/2) lalu, Wali Kota Habib Hadi menyampaikan dukungannya terkait rencana usulan Gubernur Khofifah tersebut.

“Tentunya, (vaksin untuk jurnalis) itu harus karena rekan-rekan media ini tugasnya juga berat. Mereka mencari berita dengan turun ke lapangan, bertemu dengan banyak orang dan tentunya risiko terpapar sangat besar. Sehingga akan kami upayakan masuk ke tahap kedua,” ujar Habib Hadi.

Untuk itu, ia meminta kepada Dinas Kesehatan P2KB segera melakukan pendataan kemudian mengusulkan para jurnalis yang bertugas dan beridentitas Kota Probolinggo. “Ya, akan kami persiapkan dulu sambil menunggu petunjuk dari pusat seperti apa. Yang jelas, kami mendukung rekan-rekan ini bisa masuk di tahap kedua,” imbuh wali kota yang memang dekat dengan media ini.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB dr NH Hidayati mengatakan, vaksinasi tahap kedua masih belum diketahui kapan pelaksanaannya. “Namun kami akan melakukan pendataan bekerjasama dengan Dinas Kominfo terkait data jurnalis. Sekarang kami siapkan dulu pendataannya,” ujar dr Ida, sapaannya. (Wulan/ali)