Home Blog Page 1853

Libur Imlek, Pemkot Terbitkan SE Pembatasan Bepergian Bagi ASN

PROBOLINGGO – Sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID 19 di Kota Probolinggo, pemerintah setempat mengeluarkan surat edaran (SE) terkait pembatasan kegiatan berpergian ke luar daerah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN selama libur tahun Baru Imlek 2572 Kongzili dalam masa pandemi COVID 19.

Dalam SE yang dikeluarkan pada 10 Februari lalu dijelaskan, untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID 19 yang berpotensi meningkat dikarenakan perjalanan orang selama libur Tahun Baru Imlek 2572, maka perlu dilakukan pembatasan kegiatan berpergian ke luar daerah bagi pegawai ASN dan Non ASN. Hal tersebut berpedoman pada SE Menpan RB nomor 4 tahun 2021 tanggal 9 Februari.

Pembatasan kegiatan berpergian ke luar daerah bagi ASN dan Non ASN itu dimulai sejak tanggal 11 sampai dengan 14 Februari mendatang. Apabila ASN dan Non ASN dalam keadaan terpaksa perlu untuk melakukan kegiatan ke luar daerah pada periode tersebut, maka yang bersangkutan harus terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari Kepala Perangkat Daerah.

Dalam surat itu juga disebutkan, pegawai ASN dan Non ASN yang melakukan berpergian ke luar daerah harus memperhatikan peta zonasi resiko penyebaran COVID 19 yang ditetapkan oleh Satgas Penanganan COVID 19. Mengetahui kebijakan pemerintah daerah asal dan tujuan perjalanan mengenai pembatasan keluar dan masuk orang. Memenuhi kriteria persyaratan dan protokol perjalanan yang ditetapkan oleh Kemenhub dan Satgas Penanganan COVID 19 serta prokes yang ditetapkan Kemenkes.

“Jadi intinya pemerintah pusat memberikan keselamatan warga, keselamatan masyarakat, kesehatan masyarakat itu paling penting. Sehingga harapannya, ASN dan Non ASN memberikan contoh yang baik dilarang untuk melakukan kegiatan berpergian ke luar daerah sesuai SE Menpan RB,” jelas Sekda Kota Probolinggo drg Ninik Ira Wibawati.

Saat ditanya, apakah SE pembatasan semacam ini berpengaruh pada kasus perkembangan COVID 19 di Kota Probolinggo? Sekda Ninik menjawab dengan tegas sangat berpengaruh. “Karena kasus COVID 19 di Kota Probolinggo sudah mulai menurun. Jadi dengan adanya pembatasan-pembatasan, pergerakan, pembatasan berpergian sangat membantu,” jawabnya.

“Sayangi keluarga, sayangi bangsa, sayangi Negara. Jadi kesehatan masyarakat sangat penting. Jadi kita (ASN dan Non ASN) ikut andil lah membantu pemerintah untuk mengurangi agar kasus COVID 19 ini cepat menurun,” lanjut sekda.

Ia pun mengingatkan pada para ASN dan Non ASN untuk menerapkan SE tersebut. Pasalnya, sanksi akan dikenai bagi mereka yang melanggar. “Jadi harapannya benar-benar disiplin. Apabila terdapat pegawai ASN dan Non ASN yang melanggar hal tersebut, maka yang bersangkutan diberikan hukuman disiplin sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja serta Peraturan yang lainnya,” pungkas wanita dengan basic ilmu kesehatan itu. (wulan/ali)

Gubernur Sulsel dan Kapolri Resmikan Pembangunan Rumah Polisi Korban Gempa Sulbar

0

JAKARTA – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan pembangunan 50 rumah hunian tetap untuk aparat kepolisian beserta keluarganya yang menjadi korban gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar).

Peresmian itu disimbolkan melalui peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulsel dan Kapolri. Pembangunan rumah tersebut merupakan bantuan resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

“Gubernur Sulsel memberikan bantuan kepada anggota Polri, yang terdampak gempa,” kata Sigit dalam kunjungan kerjanya, Jumat (12/2/2021).

Mantan Kabareskrim Polri itu menjelaskan, pemberian bantuan itu merupakan bentuk persaudaraan antara pemerintah provinsi yang dimana masyarakatnya sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.

“Sebagai bentuk nilai persaudaraan walaupun beda propinsi tetapi merasa empati sebagai warganya. Karena sebelum pemekaran Sulbar merupakan wilayah Sulsel,” ujar Sigit.

Dengan adanya pembangunan ini, Sigit berharap seluruh personel kepolisian termotivasi dan terpacu untuk terus semangat untuk menjalankan tugasnya dalam menjaga kamtibmas.

“Diberikan motivasi agar tetap semangat dengan meningkatkan persaudaraan dan persatuan. Tetap waspada situasi Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan,” ucap Sigit.

Sekadar diketahui, Sulawesi Barat diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 beberapa waktu lalu. Akibatnya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan cukup parah.

Saat ini tercatat sebanyak 11.423 rumah warga di Mamuju dan 4.099 unit rumah warga di Majene rusak. (tim)

Tong Djoe Telah Pergi, Dunia Usaha Kehilangan Pebisnis Karismatik

0

NASIONAL – Dunia usaha Indonesia kehilangan pebisnis kuat perkapalan dengan basis di Singapura,Tong Djoe, dikabarkan telah meninggal dunia. Pengusaha Karismatik dan pemilik perusahaan Tunas Group tersebut meninggal dunia diusia 95 tahun di RSPAD Soebroto, Selasa (8/2/2021).

Tong Djoe merupakan pebisnis yang sudah menekuni bisnisnya sejak masa pemerintahan Orde Lama. Dia berperan menjembatani pembukaan kembali hubungan diplomatik Indonesia dengan China pada dasawarsa ’90-an.

Dalam sejarahnya, Indonesia dan China putus hubungan menyusul G 30S/PKI, pada awal pemerintahan Soeharto. Semasa hidup, Tong Djoe selain menjadi pelaku sejarah perjuangan era kemerdekaan 1945, juga mengembangkan bisnis semasa Orde Lama dan Orde Baru.

Ia juga turut memperjuangkan pulihnya hubungan dua negara besar, Indonesia dan China, bersama Sukamdani Sahid Gitosardjono dan Mensesneg Moerdiono.

Semasa muda, Tong Djoe berjuang bersama AK Gani, Gubernur Sumatera Selatan di masa Perang Kemerdekaan Republik Indonesia (1945-1949), dengan menyelundupkan senjata untuk Republik Indonesia. Atas jasa tersebut, Pemerintah Republik Indonesia di masa Presiden BJ Habibie memberikan penghargaan Bintang Jasa Pratama tahun 1998.

Selanjutnya, Tong Djoe yang akrab dengan Ibnu Sutowo—pimpinan Pertamina—membuka usaha Grup Tunas di Tanjong Pagar, Singapura, tahun 1970-an, serta menjalin hubungan diplomasi publik yang baik antara Indonesia, Singapura, dan China.

Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China Soegeng Rahardjo yang dihubungi, mengatakan, Tong Djoe dan Sukamdani adalah ”duet maut” yang mampu memulihkan hubungan Jakarta-Beijing.

”Beliau berdua memiliki wawasan strategis dan menjalankan diplomasi publik yang efektif antara dua negara penting di kawasan. Pak Tong Djoe pun tidak mau kelihatan atas peran selama ini yang sangat strategis,” kata Soegeng, yang pernah menjadi diplomat di Amerika Serikat, Amerika Latin, Australia, dan Dubes di Afrika Selatan serta China.

Soegeng menambahkan, Sukamdani Sahid berhasil meyakinkan Presiden Soeharto, dan Tong Djoe menjadi jembatan ke pihak Beijing dalam langkah strategis memulihkan kembali hubungan diplomatik RI dan China yang sama-sama ikut menjadi motor Konferensi Asia Afrika 1955 bersama India dan Mesir.

Soegeng mengenang perbincangannya bersama Tong Djoe tahun 2019 di Jakarta selama dua jam lebih. Tong Djoe yang mendirikan grup usaha Tunas itu sangat bersahaja dan mengingatkan pentingnya hubungan strategis yang saling melengkapi antara Indonesia dan China.

Dalam pandangan Soegeng, salah satu kelebihan Indonesia dalam relasi saling melengkapi dengan China adalah kemampuan diplomasi Indonesia dalam menjalin hubungan tanpa mendominasi. Sebagai bukti adalah kesetaraan dan stabilitas ASEAN sebagai blok ekonomi nomor empat di dunia.

Tong Djoe semasa hidup sangat mengedepankan rasa dan budaya dalam menjalin hubungan Indonesia-China. Sebagai sesama negara dengan peradaban tua ribuan tahun, China dan Indonesia merupakan faktor penentu di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Narasi tentang warisan peradaban Asia tersebut dipertegas oleh mantan Presiden Dewan Keamanan PBB dan Dubes Singapura untuk PBB, Kishore Mahbubani, yang menulis buku The New Asian Hemisphere dan Has China Won yang menjelaskan betapa peradaban China, Indonesia-ASEAN, India, dan dunia Islam terus berkembang dan memiliki peradaban tua yang mengedepankan olah rasa dan tenggang rasa dalam menjalin hubungan regional dan internasional.

Hubungan sesama bangsa Asia yang telah berjalan ribuan tahun dilandasi pada budaya dan persahabatan, bukan dibatasi sekat persaingan ideologi demokrasi dan sosialisme dan juga komunisme, yang sebetulnya warisan awal abad ke-20 di Eropa kemudian dibawa ke Asia dan Afrika.

Kolumnis dan pengamat ekonomi Christianto Wibisono dalam esai tentang Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Moerdiono, Sukamdani dari Grup Sahid, dan Tong Djoe menuliskan, gerilya mereka bertiga tahun 1985 menghasilkan pemulihan hubungan diplomatik RI-China tahun 1990.

Christianto Wibisono menulis, Tong Djoe menghabiskan hari tuanya secara sederhana, tinggal di sebuah rumah toko di bilangan Jalan Hayam Wuruk, tidak jauh dari kantor Kompas Gramedia di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat.

Adapun mantan pengajar Bahasa Indonesia dan staf China Radio Internasional seksi Bahasa Indonesia di Beijing, Edi Prabowo Witanto, yang berinteraksi dengan Tong Djoe di China dalam kurun 1994-1997 mengatakan, Tong Djoe adalah sosok besar yang tidak kelihatan.

”Banyak taipan kita kenal namanya yang mengembangkan bisnis antara Indonesia dan China. Tetapi, di balik layar, orang yang banyak berperan adalah Pak Tong Djoe. Dalam hubungan bisnis resmi ataupun hubungan antarpejabat dua negara, beliau banyak berperan di balik layar,” kata Edi Prabowo.

Menurut Edi Prabowo, ada pertemuan dan kesepakatan penting Indonesia-China yang dicapai dalam kurun waktu panjang yang di belakang layarnya ada sosok Tong Djoe sebagai penyampai pesan dan pembuka lobi informal antara dua negara.

Sejak masa Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden BJ Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Joko Widodo, Tong Djoe menjadi sosok yang dihormati serta berdiri sebagai orangtua yang arif dalam membina hubungan Indonesia-China.

Hobi mengoleksi guci, batu giok, dan berbagai benda seni merupakan kegemaran Tong Djoe. Kompas berkunjung beberapa kali ke rumah lama Tong Djoe di bilangan Jalan Gunung Sahari pada masa-masa awal dekade 2000-an. Rumah tersebut dipenuhi beragam guci dan giok antik. Tong Djoe selalu ramah dan berbagi pengalaman tanpa menggurui. Selamat jalan Pak Tong Djoe. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun Sumsel.com dengan judul Pengusaha Karismatik Tong Djoe Meninggal Dunia di Usia 95 Tahun di RSPAD Soeboro.

Kodim 0819 Bersama Jajaran Koramil Gelar Jumat Berkah

PASURUAN – Dalam rangka Jumat barokah, Makodim 0819 bersama jajaran koramil menggelar acara bakti sosial, yakni memberi santunan pada anak yatim piatu yang bertempat di Desa Martopuro Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan pada 11 Februari 2021.

Acara seperti ini digelar rutin tiap bulan di kediaman Heru Handoko berupa santunan terhadap 50 warganya yang terdiri dari anak yatim piatu.

Menurut Heru, yang lebih akrab dipanggil dengan nama Joko ini mengatakan, acara ini digelar secara berpindah- pindah kecamatan.

“Kebetulan sekarang di rumah saya. Alhamdulillah masih bisa berbagi dengan ikut menyisihkan sebagian rejeki, karena sejatinya sebagian dari rejeki kita ada hak mereka,” ungkapnya.

Dia menambahkan, semoga bantuan ini bermanfaat, khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini kondisi perekonomian masih belum stabil.

Yanti, salah seorang ibu, dari anak yatim, yang menerima bantuan paket sembako merasa sangat.
Selain itu, masih kata Yanti, dirinya sangat terbantu dengan adanya perhatian dari jajaran TNI yang peduli pada anak yatim dan lanjut usia serta masyarakat kurang mampu di tengah pandemi covid-19.

“Alhamdulillah kita dapat sembako, ini sangat bermanfaat bagi kami yang kurang mampu,” tuturnya.

Pada acara itu, Kasdim Sultoni berkesempatan mengedukasi warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan, yakni menjaga jaga jarak, mencuci tangan sesering mungkin, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan.

“Pentingnya menjaga protokol kesehatan ini agar kita tidak tertular maupun menularkan virus corona. Saat ini pandemi covid 19 belum berakhir,” terang Ansori. (arie)

Liburan Imlek, Anggota Polres Pasuruan Dilarang Berpergian

PASURUAN – Polres Pasuruan menggelar apel pengamanan libur Imlek, Jum’at (12/2). Jajaran pejabat utama polres dan polsek dikumpulkan dalam apel pagi yang digelar di halaman Mapolres.

Dalam apel tersebut Waka Polres Kompol M. Haris memimpin mewakili Kapolres AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Dalam sambutannya Haris menekankan beberapa hal. Terutama dia meminta anggota Polres Pasuruan agar tidak berpergian mengingat masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia.

“Dilarang keras anggota keluar dari wilayah hukum Polres Pasurun apabila tidak ada keperluan yang sangat urgent,” tegasnya.

Selain itu Haris juga mengingatkan agar anggota Polres Pasuruan mengingatkan pihak keluarga agar di rumah saja. “Segera para anggota menghimbau keluarga yang dirumah untuk tidak bepergian keluar kota dengan maksud menjaga Penyebaran Covid-19 melalui OTG,” lanjutnya.

Perwira dengan melati satu di pundak itu juga mengingatkan agar setiap anggota mendukung program Kampung Tangguh. “Di semua desa dan wilayah Kabupaten Pasuruan,” tuturnya.

Terakhir Haris meminta agar anggota selalu menjaga kesehatan dengan mematuhi prokes yang sudah ditentukan. “Memanjatkan puji syukur kehadirat Ilahi Robbi, karena diberi kesehatan sehingga bisa melaksanakan apel,” imbuhnya. (qomar/tofa)

Prodi FTV DKV Widyatama Siapkan Pembelajaran Blended Learning

0

BANDUNG – Memasuki masa kuliah daring untuk semester genap Tahun Ajaran 2020/2021, Program Studi Diploma 4 (Jenjang Sarjana Terapan) Film dan Televisi Fakultas DKV Universitas Widyatama telah mempersiapkan sistem pembelajaran “Blended Learning”, dimana para peserta didik atau mahasiswa akan diberi kesempatan untuk belajar lebih mandiri dan terjung langsung di masyarakat (dengan tetap mengunakan dan melaksanakan protokol covid 19). Hal tersebut dikemukakan Dekan Fakultas DKV Deden Maulana Drs, M.Ds, baru- baru ini di Bandung.
Menurutnya, para mahasiswa akan menjalankan kebijakan kampus merdeka dengan tetap mendapat arahan serta bimbingan sesuai pedoman ketetapan akademik, tanpa kehilangan kualitas dan kreativitas dalam mengembangkan keilmuan dan keahliannya di masyarakat. Lebih lanjut Deden Maulana mengemukakan, selama menjalani masa itu mahasiswa akan belajar beradaptasi di lingkungan baru, dan memiliki peluang menimba pengalaman lebih nyata.

Deden Maulana menambahkan,
“Program Studi Film dan Televisi (D4) Univeritas Widyatama, akan lebih focus melahirkan lulusan siap kerja dan juga siap berwirausaha dengan nyata serta yang dibekali sikap Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun dan Ulet (Djitu) sebagai jargon utama dalam membangun karakter sikap para mahasiswa kini dan dikemudian hari.

Selain Deden, Kaprodi FTV Fakultas DKV Universitas Widyatama Budiman Drs, M.MPd serta di dukung para dosen dan praktisi menambahkan, prodinya menyuguhkan program terobosan dengan tajuk “kampung sinetron” di beberapa daerah di Jawa Barat.
“Kampung sinetron pada dasarnya,adalah sebuah program pengabdian masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi FTV, yang berlatar belakang pekerja profesional di bidang TV dan Film. Pada program tersebut, akan diselenggarakan satu rangkaian kegiatan rutin berupa workshop membuat film pendek kepada anak anak muda desa yang terpilih selama sepekan.” terang Budiman Jumat (12/02/2021).

Selanjutnya, tambah Budiman, peserta didorong membuat konten berupa film pendek atau web series dengan tema kearifan lokal.

Program Kampung Sinetron bertujuan mengembangkan kemitraan dengan komunitas di berbagai daerah dengan tujuan untuk merekam fenomena keseharian sebagai nilai-nilai budaya lokal yang sudah tersimpan sehingga dapat di tranformasikan kembali menjadi pesan di masa kekinian.

“Keterlibatan mahasiswa belajar pada program tersebut, adalah belajar langsung di masyarakat untuk mewujudkan ide dan gagasannya lebih berkembang serta akan menemukan solusi sesuai kaca mata mereka.” jelas Budiman. (*)

Reporter: Achmad Eds

Kejari Kota Probolinggo Targetkan WBBM pada 2021

PROBOLINGGO – Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo menggelar apel Komitmen Bersama Dalam Rangka Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Mempertahankan Wilayah Bebas dari Korupsi Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani Tahun 2021 pada awal Februari kemarin.

Agenda yang dilaksanakan di halaman Gedung Korps Adhyaksa tersebut mengundang jajaran Forkopimda Kota Probolinggo.

Nampak hadir Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Ketua DPRD Abdul Mujib, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Danang Utaryo, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo serta Kalapas Klas IIB Risman Somantri dan Kepala Rupbasan Klas II Mali Jumali.

Kajari Yeni Puspita menyampaikan sambutannya di hadapan kurang lebih 30 peserta apel, bahwa pencanangan zona integritas bersama ini guna mendukung program Kejaksaan Negeri untuk meraih predikat WBBM. Penandatangan komitmen bersama dalam upaya memberikan dukungan kepada Kejari Kota Probolinggo untuk mencapai Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), terang perempuan yang pernah menjabat sebagai Kajari Pesisir Selatan, Sumatera Barat itu.

Prestasi Kejari Kota Probolinggo di tahun lalu juga patut untuk diacungi jempol. Pasalnya, pada tanggal 21 Desember 2020, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengganjarnya sebagai satuan kerja dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi/WBK satu-satunya di Kota Probolinggo.

Untuk tahun 2021, Kajari Yeni Puspita berkomitmen untuk terus melanjutkan program dan aplikasi yang telah berjalan, antara lain program Si Jamal/Jaksa Masuk Mall (Mall Pelayanan Publik Kota Probolinggo), program Sobat Ali/Solusi Pengembalian Barang Bukti dan beberapa aplikasi antara lain Sipede/Sistem Persuratan Digital, CJS/Criminal Justice System dan E-Tilang.

Di tahun 2021 akan meluncurkan program Jaksa Masuk Pasar sebagai upaya preventif dalam pungutan liar kepada masyarakat  yang dilakukan oknum, untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui retribusi serta memberikan pelayanan hukum gratis kepada masyarakat, jelas Yeni. (wulan/ali)

Wabup Barut Luncurkan Pojok Baca Bigital di Kelurahan Melayu

0

BARITO UTARA – Selaras dengan visi perpustakaan nasional yakni, terwujudnya Indonesia cerdas melalui gemar membaca dengan memberdayakan perpustakaan sebagai fasilitas untuk menambah pengetahuan dan minat baca bagi masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Barito Utara meresmikan pojok baca digital (POCADI) bertempat di Kantor Kelurahan Melayu Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara, Kamis (11/2/21).

Peluncuran Pocadi dilakukan oleh Bupati Barito Utara melalui Wakilnya yaitu, Sugianto Panala Putra, SH yang didampingi unsur FKPD, Kepala Dinas Perpustakaan Barut, Lurah Melayu, Kabag Umum beserta staf lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Kadis Kearsipan dan Perustakaan Barito Utara, Ir.Edy Nugroho dalam sambutannya menyampaikan, Pocadi ini merupakan program dari Perpustakaan Nasional yang bertujuan mendekatkan informasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi baik cetak maupun digital.

Masih menurutnya, dengan adanya fasilitas yang tersedia dapat meningkatkan minat baca masyarakat karena, membaca dapat membuka wawasan dan cakrawala berpikir dan menumbuhkan rasa keingintahuan sehingga muncul proses kreativitas secara positif.

Sementara itu, Bupati H. Nadalsyah dalam sambutan yang disampaikan Wabup menyampaikan, dengan adanya pojok baca digital di Kelurahan Melayu yang telah diinisiasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dan disambut baik oleh Kelurahan Melayu. Sehingga masyarakat akan lebih dekat dengan sumber informasi baik digital maupun cetak. “Jadi tidak ada lagi yang mengalami keterbatasan,dalam mengakses informasi bagi semua lapisan masyarakat,” harap Bupati.

Bupati juga berharap, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Barito Utara, terus memberikan layanan yang prima kepada masyarakat, dengan tetap mengutamakan penerapan disiplin protokol kesehatan.

Sementara itu, Lurah Melayu, Reddy Wahyu Nugraha menyampaikan semoga dengan diluncurkannya Pojok Baca Digital ini, dapat bermanfaat bagi warga masyarakat.

“Tidak hanya yang berada dikelurahan melayu tapi masyarakat luas pun ikut serta dapat menginspirasi untuk, menciptakan inovasi lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” paparnya. (SS)

Polres Lumajang Raih 4 Kategori Terbaik 1 IPKA KPPN Jember

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K., M.Si melalui WhatsApps Group Humas Mitra Media Lumajang, mengungkapkan rasa syukurnya atas sinergi kinerja anggaran dan keuangan Polres Lumajang.

Satu langkah sejarah keberhasilan yang ditorehkan oleh Polres Lumajang, sebagai catatan prestasi terbaik dengan menyabet 4 karegori terbaik 1 IPKA di wilayah KPPN Jember, dibawah komandonya.

“Dengan Rahmad Allah SWT serta sinergi kinerja Anggaran dan Keuangan Polres Lumajang, Alhamdulillah Polres Lumajang Menyabet 4 kategori Terbaik 1 diwilayah KPPN Jember,” demikian tertulis di WA Group.

Penilaian ini dilakukan oleh KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) wilayah Jember melalui IPKA (Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran) sebagai berikut :

1 Terbaik 1 kategori Penilaian IKPA dengan Pagu Sedang, (tanggung jawab 13 indikator terdiri dari 3 perencanaan,1 bidang Pengadaan Sarpras dan 8 bidang Keuangan).

  1. Terbaik 1 kategori ketepatan penyampaian Surat Perintah Pembayaran (SPM) tanggung Jawab PPSM DAN PPK).
  2. Terbaik 1 kategori Laporan Pertanggungjawaban Keuangan (LPJ Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan).
  3. Terbaik 1 Kategori Operator e Rekon laporan Akuntansi Keuangan Satker, atas nama Aiptu Wahyu Setyawan,S.H., anggota Keuangan Polres Lumajang selaku Operator Keuangan.

“Hasil tersebut karena sinergi antara pelaksana Anggaran APBN di Polres Lumajang terjalin dengan baik kerjasamanya,” pungkas Kapolres, Kamis (11/02/2021). (duk)

Kapolri Apresiasi Kampung Tangguh Balla Ewako

0

MAKASSAR – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait penanganan Pandemi Covid-19 atau virus corona. Dalam kegiatannya, Sigit meninjau dan mengapresiasi program kampung tangguh Balla Ewako.

Menurut Sigit kampung tangguh Balla Ewako mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Hal itu terbukti bahwa, Provinsi Sulsel yang tadinya zona merah kini menjadi zona hijau.

“Saya apresiasi terkait angka Covid-19 di Sulsel yang dulunya masuk zona merah dan dengan kegiatan Balla Ewako yang didukung disiplin menerapkan Prokes bisa berubah menjadi zona hijau,” kata Sigit dalam kunjungan kerjanya, Kamis (11/2/2021).

Sigit dan jajaran juga mensosialisasikan soal penerapan protokol kesehatan (prokes) memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak (3M) dan testing, tracing, treatment 3T.

Adapun jumlah kampung tangguh nusantara di Sulsel sebanyak 2.670 tersebar di 3.048 desa/kelurahan. Lantaran efektif untuk menekan penyebaran virus corona, Sigit berharap masyarakat Sulsel mau terlibat aktif dalam mendukung program kampung tangguh Balla Ewako tersebut. Mengingat, kerjasama seluruh elemen masyarakat diperlukan di masa pandemi ini.

“Tolong pertahankan ini, dan bersama-sama kami gelorakan program Kampung Tangguh Balla Ewako untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dan semoga tetap dala Zona Hijau,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Dalam peninjauannya, mantan Kapolda Banten itu mengecek beberapa fasilitas yang tersedia berupa ruang isolasi, ruang membaca, dan lahan tempat ketahanan pangan yang di sediakan secara swadaya oleh masyarakat, guna membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan, gudang bantuan logistik, dapur umum untuk warga serta kegiatan budidaya ikan, sayur mayur dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Sigit juga membagikan 20.000 masker dan 20.000 botol Hand Sanitizer kepada perwakilan Balla Ewako yang diterima para ketua RT, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. (tim)