Home Blog Page 1879

Ingatkan Prokes, Satlantas Polresta Sidoarjo Blusukan ke Pasar

SIDOARJO – Langkah nyata merespon mewabahnya Covid-19 (virus Corona) di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo ingatkan protokol kesehatan (Prokes), dengan blusukan ke pasar tradisional Bluru Kidul, Jum’at (8/1/2021).

Blusukan Satlantas Polresta Sidoarjo ini dilakukan bersama TNI serta Satpol PP guna menyambangi langsung warga masyarakat yang beraktifitas di Pasar tersebut.

Dalam kesempatan itu, IPTU Ony Purnomo, SH menyampaikan himbauan kepada masyarakat yang beraktifitas di pasar, wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Para pengunjung dan pemilik toko, supaya tetap mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker saat berada di fasilitas umum harus diterapkan,” ujar Ony.

Menurutnya, hal ini dilakukan karena pasar berpotensi menjadi salah satu tempat yang berpotensi terjadi penularan Covid-19. Namun pihaknya juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan menghadapi pandemi Covid-19 (virus Corona) yang sampai saat ini belum berakhir. (sho)

Gerbong Mutasi Pejabat Utama Polda Jatim

SURABAYA – Gerbong mutasi jabatan di jajaran Polda Jawa Timur Bergulir. Sebagian Pejabat Utama Polda Jatim diganti, lantaran mengikuti pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke 30 tahun 2021.

Serah terima jabatan pejabat utama Polda Jatim di pimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Alfinta, Jum’at (6/1/2021).

Diantara Pejabat Utama yang dimutasi, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Syetyawan geser Analis Kebijakan madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri juga mengikuti pendidikan Sespimti Dikreg ke 30 tahun 2021. Posisi Dirreskrimsus Polda Jatim diduduki oleh Kombes Farman, sebelumnya Kebijakan Madya Bidang PidNarkoba Bareskrim Polri.

Kabid Humas Polri Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Bidhumas Polri. Penggantinya Kombes Gatot Repli Handoko.

Sedang Dirintelkam Polda Jatim Kombes Slamet Hariyadi mengembang tugas baru sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri. Pengganti jabatan Dirintelkam Polda Jatim adalah Kombes Yuda Gustawan, yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Jateng.

Dansat Brimob Polda Jatim Kombes I Ketut Gede Wijatmiko juga mengikuti pendidikan Sespimti Dikreg ke 30 tahun 2021. Posisi Dansat Brimob Polda Jatim diemban oleh Kombes Amostian, yang sebelumnya mengemban tugas Kebijakan Madya Bidang Brigadir Mobil Korbrimob Polri.

Posisi Wadirkrimsus Polda Jatim diemban oleh AKBP Zulham Efendy, yang sebelumnya Kabag Dalpers SDM Polda Jatim.

Sementara Posisi Dirnarkoba Polda Jatim Kombes Cornelis Mangarahon Simanjutak bergeser Analis Kebijakan Madya bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri (dalam rangka Dikreg XL VIII Sesko TNI TA 2021). (tim)

Jum’at Berkah, DPD Paskibar Bagikan Sembako Kepada Anak Yatim dan Dhuafa.

CIMAHI – Bertujuan untuk membantu warga Masyarakat yang kurang beruntung, Pengurus Paskibar DPD Kota Cimahi melakukan pembagian sembako dalam Program “Jumat Berkah,” bertempat di Sekretariat DPD Paskibar Kota Cimahi, Perumahan Padasuka Indah Blok A no.1. Jum’at (8/1/2021).

Ketua DPD Paskibar Kota Cimahi, Johan Pradana Kantaprawira menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah dilakukan selama 3 bulan berturut-turut.

“Kita melakukan kegiatan Jumat Berkah ini tujuannya, yang pertama tentunya berbagi untuk masyarakat yang kurang beruntung serta bagi masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ungkap Johan.

“Bahwa kegiatan ini sudah kami lakukan selama 3 bulan berturut-turut,” imbuhnya.

Johan bersyukur karena ada donatur yang mempercayakan kepada DPD Paskibar Kota Cimahi, untuk menyalurkan bantuan ini.

“Alhamdulillah kami ucapkan terimakasih kepada donatur yang sudah mempercayakan kepada kami untuk menyalurkan bantuan ini,” ujar dia.

Dirinya berharap, kedepan semua bantuan yang disalurkan lebih tepat sasaran, karena masih banyak warga kota cimahi yang belum mendapatkan bantuan. Ia mengaku memilik data mereka.

“Kami juga berharap kepada pemerintah hendaknya lebih mengdepankan kepentingan masyarat dibanding kepentingan pribadi atau golongan.” Jelas Ketua Paskibar DPD Kota Cimahi Johan Pradana Kantaprawira kepada media ini.

Dalam kegiatan jumat berkah tanggal 8 Januari 2021 ini, telah disalurkan sebanyak 50 bingkisan yang diberikan kepada warga masyarakat yang membutuhkan, baik dari kalangan Anak yatim dan warga yang kurang beruntung. Dan bantuan tersebut sudah diterima langsung oleh mereka. (Edison)

Sertijab Kapolres Lumajang, AKBP Deddy Foury Millewa Kepada AKBP Eka Yekti Hananto Seno

LUMAJANG -Polres Lumajang menggelar kegiatan serah terima jabatan Kapolres Lumajang dari AKBP Deddy Foury Millewa yang akan bergeser menjadi Wadirpamobvit Polda Jatim, Kepada Kapolres Lumajang yang baru AKBP Eka Yekti Hananto Seno, bertempat di halaman Mapolres Lumajang, pada Jumat, (8/1/2021).

Sebagai Kapolres baru Eka Yekti Hananto Seno S.I.K., M.S.I. dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar Lumajang tetap kondusif.

“Saya harapkan dukungan kerja sama seluruh jajaran Polres Lumajang untuk tetap menjaga kondusifitas Lumajang dan keamanan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres mengucapkan terima kasih atas anugerah yang diberikan kepadanya untuk mengabdi di Polres Lumajang, Jawa Timur.

Sebagai Polisi, kata dia, tugasnya adalah melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan iklas untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.

“Dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun, mari kita berkerja sama menjalankan tugas dengan ikhlas,” ujar Kapolres Eka.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Lumajang yang baru, mewakili seluruh jajaran Polres Lumajang mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Deddy Foury Millewa atas dedikasi dan kebijakan yang sudah dilakukannya.

“Bapak Wadirpamobvit adalah sahabat saya, beliau masih merupakan keluarga polres Lumajang, jadi kapan pun bisa hadir ke Polres Lumajang. Pintu selalu terbuka untuk Bapak Wadirpamobvit. Kita lanjutkan semangatnya,” ungkapnya.

Sementara AKBP Deddy Faury Millewa, S.H., S.I.K., M.I.K. menyampaikan pesan kepada para Kapolsek di jajaran polres Lumajang untuk mendukung program dari Kapolres yang baru. (bam)

Digitalisasi di Asia Tenggara dibayangi serangan siber

0

JAKARTA – Transformasi digital di wilayah Asia Tenggara, yang terjadi akibat pandemi virus corona, diperkirakan akan tetap berlangsung tahun ini, namun, rawan serangan siber.

Perusahaan yang bergerak di keamanan siber, Kaspersky, melihat pengguna internet di Asia Tenggara berjumlah hampir 70 persen dari populasi, atau sekitar 400 juta orang.

Sayangnya, karena keterampilan digital yang tidak merata, faktor manusia menjadi celah yang dimanfaatkan peretas untuk melancarkan serangan siber di wilayah ini. Sepanjang tahun 2020, Kaspersky menekankan serangan terbanyak berupa cryptomining, phishing, ransomware dan DDos.

Sementara peretas, mereka memanfaatkan COVID-19 untuk melancarkan serangan termasuk untuk sektor kesehatan.

“Kami tidak melihat ada yang berubah dalam waktu dekat. Orang-orang di wilayah Asia Tenggara akan tetap bersosialisasi dan selalu mencari cara untuk menjadi produktif dengan menggunakan teknologi. Dalam dunia bisnis, kami melihat bahwa pekerjaan jarak jauh akan dilakukan di sebagian besar sektor bahkan setelah pandemi mereda sekalipun. Sekarang adalah waktu untuk merefleksikan pelajaran tahun 2020 dan kami menyarankan perusahaan untuk mulai membuat strategi keamanan jika sebelumnya tidak tersedia, atau merevisi yang sudah ada agar secara efektif dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan sebagai upaya melindungi tenaga kerja,” kata General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, dalam keterangan pers, dikutip Rabu.

Kasperksy melihat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari segi keamanan siber, antara lain digitalisasi, sektor kesehatan dan penggelaran 5G di sejumlah negara.

Popularitas bekerja dari rumah, atau work from home, meningkat sejak pandemi. Secara otomatis karyawan membutuhkan jaringan yang aman untuk terhubung ke jaringan kantor mereka, misalnya dengan menggunakan VPN.

Ketergantungan pada VPN, menurut Kaspersky, membuka potensi vektor serangan, misalnya menggunakan rekayasa sosial, social engineering, untuk mendapatkan akses ke VPN perusahaan.

Pada sektor kesehatan, Kaspersky melihat adanya peningkatan serangan terhadap fasilitas medis di berbagai negara, terutama untuk pengembangan vaksin. Di Asia Tenggara, perusahaan tersebut juga melihat tren penggunaan aplikasi telemedis naik.

Tren ini juga dibayangi ancaman siber mengingat semakin banyak data pasien yang berada di dunia maya.

Berkaitan dengan rencana jaringan 5G di sejumlah negara di Asia Tenggara, Kaspersky melihatnya sebagai potensi serangan di permukaan karena perangkat lunak lebih mudah diakses dan lebih mudah ditemukan kerentanannya.

Teknologi 5G menitikberatkan fungsi operasional pada perangkat lunak dibandingkan perangkat keras.

Sektor lainnya yang perlu diperhatikan menurut Kaspersky adalah pemilihan umum, yang berpotensi diwarnai disinformasi di dunia maya, serta ransomware yang diperkirakan masih akan naik tahun ini, baik dari angka serangan maupun jumlah uang tebusan yang diminta peretas. (*)
(COPYRIGHT © ANTARA 2021)

BBM Tersendat, Truck Pengangkut Sampah di Jember Tak Beroperasi

JEMBER – Anggaran pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) unruk operasional truck yang mengangkut sampah di Jember tersendat., puluhan sopir pengangkut sampah melakukan mogok kerja.

Sebanyak 32 truk pengangkut sampah sampah dari berbagai titik ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kabupaten Jember, tidak beroperasi mulai Senin ini.

“Sejak awal Desember pencairan anggaran operasional truk pengangkut sampah tersendat, sehingga kadang-kadang kami iuran dulu untuk membeli BBM truk itu,” kata salah seorang sopir truk pengangkut sampah Jawad Hariyanto.

Akibatnya, puluhan warga beramai-ramai menyegel Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis, dengan menutup pintu masuk menggunakan bambu dan memasang poster tuntutan warga.

“Sampah di TPA Pakusari meluber ke lahan pertanian warga, sehingga para petani mengalami gagal panen karena sawah tercemar sampah,” kata salah seorang petani Dedi Kurniawan yang tinggal di sekitar TPA Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.

Menurutnya, lahan pertanian warga sudah beberapa kali tercemar sampah di TPA Pakusari, namun yang paling parah pada musim tanam tahun ini, sehingga petani mengalami gagal panen.

“Tercemarnya sawah petani akibat sampah sebenarnya sudah berlangsung lima tahun, namun tahun ini cukup parah karena sampah masuk ke sawah-sawah warga dan mengganggu produktivitas tanaman padi hingga menyebabkan gagal panen,” tuturnya.

Dalam poster tuntutan yang dipasang di depan pintu masuk TPA Pakusari, warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membeli lahan sawah yang rusak akibat air irigasi yang tercemar dan masuknya sampah ke lahan pertanian warga.

“Kami meminta ganti rugi tanam tumbuh atau hasil panen per tahun satu kali dan meminta Dinas Lingkungan Hidup Jember mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Pakusari karena kapasitas tempat pembuangan akhir tersebut sudah tidak memadai,” katanya.

Sementara Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tyas Yuniar Widyawati mengatakan pihaknya berusaha untuk memenuhi tuntutan warga yang sawahnya tercemar, namun prosesnya masih diajukan dan membutuhkan waktu.

“Kami sudah mengusulkan kepada Pemkab Jember dan proses pembelian tanah memerlukan tahapan seperti kajian, adanya penaksiran dan lainnya, sehingga kami akan laporkan hal tersebut kepada Bupati Jember untuk diusulkan dalam Perubahan APBD 2019,” katanya. (sgy)

Plt Wali Kota Surabaya Akan Sampaikan Alasan Keberatan Terapkan PSBB ke Mendagri

SURABAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana akan menyampaikan keberatan dan usulan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Harapannya, pemerintah pusat mempertimbangkan agar Kota Pahlawan tidak harus menerapkan pembatasan tersebut.

“Besok saya sampaikan dalam rapat koordinasi dengan Pak Mendagri melalui daring, mengapa Surabaya mempertanyakan soal pembatasan,” kata Whisnu, Jumat (8/1/2021).

Whisnu mengatakan, ada beberapa point penting yang akan disampaikan. Pertama, mempertanyakan indikator utama mengapa Surabaya masuk dalam salah satu kota yang akan menjalani pembatasan pada 11-25 Januari mendatang.

Kedua, Surabaya saat ini sudah memasuki zona oranye Covid-19. “Dibandingkan daerah lain, kan sudah ada penurunan status,” ujar Whisnu.

“Ada dalam klausul pasal untuk ditambahi ketentuan pada pasal sebelumnya. Itu diatur dalam keputusan Walikota yang berlaku,” kata politisi PDIP ini.

Di sisi lain, WS juga akan mengecek kesiapan pasukan dalam penegakan protokol kesehatan (prokes) di Kampung Tangguh. Pasar tradisional dan tempat usaha harus menaati perwali.

“Jadi harapannya, meski ada pembatasan atau PSBB, kondisinya tidak seperti dulu,” ujarnya. (red).

BBM Tersendat, Truck Pengangkut Sampah di Jember Tak Beroperasi

JEMBER – Anggaran pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) unruk operasional truck yang mengangkut sampah di Jember tersendat., puluhan sopir pengangkut sampah melakukan mogok kerja.

Sebanyak 32 truk pengangkut sampah sampah dari berbagai titik ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kabupaten Jember, tidak beroperasi mulai Senin ini.

“Sejak awal Desember pencairan anggaran operasional truk pengangkut sampah tersendat, sehingga kadang-kadang kami iuran dulu untuk membeli BBM truk itu,” kata salah seorang sopir truk pengangkut sampah Jawad Hariyanto.

Akibatnya, puluhan warga beramai-ramai menyegel Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis, dengan menutup pintu masuk menggunakan bambu dan memasang poster tuntutan warga.

“Sampah di TPA Pakusari meluber ke lahan pertanian warga, sehingga para petani mengalami gagal panen karena sawah tercemar sampah,” kata salah seorang petani Dedi Kurniawan yang tinggal di sekitar TPA Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.

Menurutnya, lahan pertanian warga sudah beberapa kali tercemar sampah di TPA Pakusari, namun yang paling parah pada musim tanam tahun ini, sehingga petani mengalami gagal panen.

“Tercemarnya sawah petani akibat sampah sebenarnya sudah berlangsung lima tahun, namun tahun ini cukup parah karena sampah masuk ke sawah-sawah warga dan mengganggu produktivitas tanaman padi hingga menyebabkan gagal panen,” tuturnya.

Dalam poster tuntutan yang dipasang di depan pintu masuk TPA Pakusari, warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membeli lahan sawah yang rusak akibat air irigasi yang tercemar dan masuknya sampah ke lahan pertanian warga.

“Kami meminta ganti rugi tanam tumbuh atau hasil panen per tahun satu kali dan meminta Dinas Lingkungan Hidup Jember mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Pakusari karena kapasitas tempat pembuangan akhir tersebut sudah tidak memadai,” katanya.

Sementara Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tyas Yuniar Widyawati mengatakan pihaknya berusaha untuk memenuhi tuntutan warga yang sawahnya tercemar, namun prosesnya masih diajukan dan membutuhkan waktu.

“Kami sudah mengusulkan kepada Pemkab Jember dan proses pembelian tanah memerlukan tahapan seperti kajian, adanya penaksiran dan lainnya, sehingga kami akan laporkan hal tersebut kepada Bupati Jember untuk diusulkan dalam Perubahan APBD 2019,” katanya. (sgy)

Sempat Ditutup, Kini Alas Purwo Dibuka Kembali

BANYUWANGI – Selama liburan tahun baru kemarin, Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi sempat ditutup, sebagai upaya antisipasi terjadinya klaster baru Covid 19 di daerah setempat.

Namun, wana wisata yang berlokasi di ujung paling timur pulau jawa itu, kini sudah dibuka kembali untuk wisatawan yang akan menikamati teduhnya Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Koordinator Perlindungan dan Pemantapan Wilayah Balai Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi Sucipto.

“Hari ini mulai dibuka, sebelumnya sempat ditutup sejak tanggal 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2020,” katanya, seperti dikutip dari suarajatimpost.com –media jejaring suara.com, Senin (4/01/2021).

Cipto menjelaskan, meskipun Alas Purwo sudah dibuka kembali, namun pemberlakuan
protokol kesehatan tetap dikedepankan, terrmasuk pengaturan kuota pengunjung (wisatawan) juga turut dibatasi.

Cipto menambahkan, jumlah pengunjung dibatasi 400 hingga 500 orang setiap harinya. “Tapi memang tidak ada batasan mutlak, karena pengunjung ada yang datang ada yang keluar dari tempat wisata, tetapi yang ada didalam, kita pastikan berjumlah 500 orang,” tandas Cipto. (bbw)

Koran Tempo dan Indo Pos Tinggalkan Pembaca di Awal 2021

0

Di awal tahun 2021 ini, Koran Tempo dan Indo Pos berhenti terbit.
Dua koran nasional yang cukup banyak pembacanya, yakni surat kabar harian Koran Tempo (Majalah Tempo Grup) dan Indo Pos (Jawa Pos Grup) berhenti terbit mulai Januari 2021.
Bedanya, kalau Koran Tempo beralih dari cetak ke online. Sehingga masih bisa ditemukan dalam bentuk digital. Sementara Indo Pos, sama sekali berhentu terbit dan tidak lagi mengunjungi pembacanya.
“Sebenarnya harian Indo Pos sudah tidak terbit pada tanggal 30 Desember lalu. Saya kira hanya libur akhir tahun. Ternyata libur selama-lamanya,” kata Joko Intarto, salah satu pendiri Indo Pos, mantan wartawan senior Jawa Pos seperti dikutip dari viva.co.id pada Kamis (7/1/2021) malam.
Menurut JTO, sapaan akrab sekaligus inisial nama Joko Intarto, PT Tunas Intermedia Globe sebagai pemegang 80% saham PT Indopos Intermedia Press, menyatakan lempar handuk. Dengan kondisi itu penerbitan harian Indo Pos tidak akan berlanjut.
Diketahui, Harian Indo Pos didirikan JTO bersama Irwan Setyawan pada bulan Februari 2003. JTO sempat memimpin koran ini hingga 2007. Dari kantor menumpang hingga bisa menempati gedung 4 lantai milik sendiri di Jakarta.
“Sebenarnya saya sedang menyiapkan artikel bersambung untuk menyambut ulang tahun Indo Pos bulan depan. Tidak pernah saya duga. Harian Indo Pos akan mati muda karena Corona,” kata JTO, seperti dia tulis di laman Facebook-nya, awal Januari 2021.
Sedangkan Koran Tempo, seperti yang ditulis Metta Dharmasaputra, salah satu wartawan senior majalah Tempo, diakui kalau ada yang hilang dan abadi di 2021.
“Koran Tempo cetak per 1 Januari 2021 ini hilang dan sepenuhnya beralih ke format digital. Lembar-lembar koran yg sudah berusia 20 tahun ini kini menjadi ‘artefak’ memori yang abadi,” katanya, dengan nada yang terkesan lebih siap dari pada Indo Pos.
Menurut cerita Metta Dharmasaputra, awal tahun 2001, adalah saat para wartawan senior Tempo berjibaku menyiapkan kelahiran Koran Tempo. Setelah proses persiapan dirasa cukup, edisi cetak percobaan mulai dibuat.
Sebelumnya, koran atau media cetak yang lebih awal berhenti terbit antara lain Suara Karya, Sinar Harapan, Sinar Pagi, Merdeka, Jayakarta, Angkatan Bersenjata, Berita Yudha, Topscor, dan beberapa media terbitan Kompas grup seperti tabloid Bola, Hai dan lain-lain (red)