BARITO UTARA- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Mengenai gangguan jaringan listrik di Desa Lemo dan Desa Pendreh, Kamis (20/11/2025) kemarin petang.
RDP dilaksanakan pada ruang rapatparipurna, dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Taufiq Nugraha, S. Kom, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra, Eveready Noor, SE, Kades Lemo I Elly Sukaisih, Kades Pendreh Ating J, Sekdes Lemo I, Zainal Arifin, Direktur PLn, HM. Haris dan 4 (empat) orang warga daesa Lemo.
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Taufia Nuraha, S.Kom didampingi 5 (lima) orang anggota Dewan dan Plt. Sekwan beserta jajarannya.
Dalam rapat tersebut, DPRD meminta penjelasan resmi dari pihak PLN mengenai seringnya gangguan listrik yang terjadi di dua desa tersebut, yang berdampak pada aktivitas masyarakat dan pelayanan publik. H. Taufik Nugraha menegaskan bahwa DPRD memandang persoalan listrik sebagai kebutuhan vital yang harus menjadi prioritas penanganan.
“Kami meminta PLN memberikan langkah konkret dan jadwal penanganan yang jelas agar masyarakat Desa Lemo dan Pendreh tidak terus-menerus mengalami gangguan listrik. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegas H. Taufik Nugraha.
Sementara itu, Dirut PLN ULP Muara Teweh, H.M. Haris mengatakan terjadinya gangguan pada jaringan listrik itu, disebabkan angun kencang, ada ranting yang nyngkut di kabel dan sering ketimpa pohon tumbang.
Direktur PLN HM. Haris, bahwa dirinya saat RDP dilangsungkan, bahwa pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan dan penelusuran gangguan di lapangan itu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa
untuk perbaikan jaringan listrik didesa Lemo dan desa Pendreh, memakan waktu 3 (hari) baru selesai dan juag ada beberapa titik jaringan membutuhkan penataan ulang serta penggantian komponen agar aliran listrik dapat kembali stabil.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Eveready Noor, S.E., mengapresiasi langkah DPRD menginisiasi pertemuan dalam agenda RDP mengenai gangguan listrik, dengan pihak PLN, Perangkat dasa Lemo dan dasa Pendreh beserta warganya.
Ia menuturkan bahwa pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan PLN untuk memastikan layanan listrik berjalan optimal, mengingat listrik merupakan penunjang utama pembangunan daerah, dan memberi penerangan untuk seluruh masyarakat Barito Utara.
RDP ditutup dengan beberapa rekomendasi, antara lain percepatan perbaikan jaringan, peninjauan teknis di jalur yang sering mengalami gangguan, serta penyampaian laporan berkala dari PLN kepada DPRD hingga permasalahan benar- benar terselesaikan.
Dengan adanya rapat ini, DPRD berharap gangguan listrik di Desa Lemo dan Desa Pendreh dapat segera diatasi sehingga masyarakat kembali mendapatkan layanan listrik yang stabil dan andal.
Agenda RDP yang telah dilangsungkan itu berhasil mendapat kessismpulan, bahwa puhak PLN memperbaikan pelayanan. DPRD Barito Utara dan Pemkab meminta kepada pihak PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng, untuk segra memindah jalur listrik, dari desa Pendreh ke desa Lemo melalui jalur Bukit Bambu (BB) Kekurahan Jingah (Lemo seberang) ke desa Lemo I dan Lemo II, dan penambahan jaringan listrik di desa Lemo II menuju jalan lintas Provinsi. (SS)