Home Blog Page 19

Keselamatan Bukan Pilihan Melaikan Prioritas, Gas Terus Tanpa Rem Pelayanan Satgas Jalan Berlubang Dinas PU CKPP Banyuwangi

Gempurnews.com | Banyuwangi – “Gas terus tanpa rem”, menjadi moto pelayanan Satgas Jalan Berlubang Dinas PU CKPP Kabupaten Banyuwangi dalam menghadirkan jalan yang baik dan bebas hambatan mengingat keselamatan pengendara bukan pilihan melaikan prioritas.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E. melalui Pelaksana tugas (Plt) Sekertaris Dinas PU CKPP Banyuwangi, Ebta Adharisandi, ST., M.Si., “Kali ini, satgas jalan berlubang menyisir ruas jalan dari perkotaan hingga kepelosok desa, demi memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan, mengingat bagi kami keselamatan pengendara bukan lagi pilihan melaikan prioritas yang harus kita jaga,” Tandasnya, Jum’at (17/04/2026).

Satgas Jalan Berlubang Dinas PU CKPP Banyuwangi sendiri terbagi dalam 4 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Yakni UPTD 1 Banyuwangi. UPTD 2 Rogojampi, UPTD 3 Genteng, dan UPTD 4 Bangorejo.

“Kami memiliki empat unit pelaksana tugas dilapangan yang tersebar dibeberapa wilayah, Seperti yang terpantau hari ini, aktifitas kegiatan satgas UPTD 4 Bangorejo yang tengah menyisir ruas Jalan Kesilir – Siliragung setelah beberapa hari lalu melaporkan pengerjaan di ruas pertigaan Patung Penyu hingga Balai Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran,” Paparnya.

Masih Ebta, “Berapa waktu yang lalu kita juga mendapatkan laporan pergerakan UPTD 1 Banyuwangi yang kembali bergerak menyisir sekitar Jalan Sayu Wiwit dan Jalan Barong, juga UPTD 2 Rogojampi yang juga turun langsung melaksanakan penanganan jalan berlubang di Dusun Kunir, Singojuruh. Kita memastikan kondisi jalan baik aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan, masing-masing UPTD kami terjunkan untuk menyisir setiap ruas jalan memastikan setiap lubang ditambal,” Imbuhnya.

Perbaikan diprioritaskan pada jalan-jalan protokol dan ruas dengan tingkat lalu lintas tinggi. Metode perbaikan dilakukan dengan penambalan menggunakan hotmix.

Menurutnya, salah satu faktor pemicu jalan berlubang yakni curah hujan yang tinggi, kemudian menimbulkan genangan air sehingga mengikis sedimen aspal jalan.

Meski begitu pihaknya mengambil langkah solutif untuk mengatasi jalan berlubang di Banyuwangi dengan program penambalan jalan yang terus menerus digencarkan.

“Tim bakal standby, secara bertahap ketika ada laporan jalan berlubang langsung kita gerak untuk dilakukan perbaikan dan penambalan,” kata Ebta.

Dalam kesempatan itu Ebta juga menegaskan, dengan kerja nyata di lapangan, seluruh jalan berlubang bisa dijangkau. Sehingga faktor kecelakaan akibat jalan berlubang bisa ditekan sekecil mungkin. Baginya setiap lubang yang diperbaiki adalah langkah kecil menuju kenyamanan dan keselamatan bersama. Karena jalan yang baik bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang kepedulian untuk semua pengguna jalan.

“kita terus berkomitmen menghadirkan jalan yang lebih mbaik dan bebas hambatan, Gas terus tanpa rem untuk pelayanan terbaik!.” Tandasnya sembari tersenyum. (*/Sgt)

Konsisten Berantas Narkotika, Sat Narkoba Polres Ogan Ilir Lagi – lagi Tangkap Dua Pelaku Pengedar Barang Haram

Ogan Ilir, gempurnews.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Ogan Ilir kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Rabu, 15 April 2026, sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah rumah milik tersangka di Desa Pulau Semambu, Dusun V, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka masing-masing berinisial F (41) dan M (31). Keduanya diduga kuat berperan sebagai pengedar narkotika jenis sabu.

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.

Menindaklanjuti informasi itu, anggota Satres Narkoba Unit II yang dipimpin oleh IPDA Maulana Agus Salim, S.H., M.H langsung melakukan penyelidikan. Saat dilakukan penggerebekan, kedua pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 20 paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 8,25 gram, timbangan digital, plastik klip bening, alat hisap (pirek kaca), serta dua unit handphone dan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba.

Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Ogan Ilir guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K, M.H menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkotika di wilayah Ogan Ilir. Ini merupakan komitmen kami dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif memberikan informasi guna memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya,” tegas Kapolres.

Kasat Resnarkoba Polres Ogan Ilir juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

“Kami akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan di atasnya. Peran serta masyarakat sangat kami harapkan dalam memberikan informasi terkait peredaran narkotika di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.

Polres Ogan Ilir juga mengimbau masyarakat untuk terus bersama-sama memerangi narkoba demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Meriah dan Penuh Semangat, Lapas Batam Gelar PORSENAP dalam Rangka HBP ke-62

Batam – Lapas Batam melakukan Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (PORSENAP) dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 berlangsung meriah di Lapas Batam. Kegiatan ini mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA” sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan.

Acara pembukaan dihadiri oleh pejabat manajerial, petugas Lapas Batam, serta perwakilan warga binaan yang mengikuti berbagai cabang perlombaan, yaitu badminton, futsal, voli, tarik tambang, dan domino. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan sinergi yang kuat dalam mendukung suksesnya kegiatan PORSENAP.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Batam menegaskan bahwa tema tahun ini mencerminkan semangat perubahan menuju pemasyarakatan yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.
“Melalui tema ‘Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA’, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir dengan kerja nyata dalam memberikan pembinaan yang berkualitas serta pelayanan terbaik bagi masyarakat dan warga binaan,” ujarnya.

PORSENAP menjadi salah satu wujud implementasi dari tema tersebut, dengan menghadirkan berbagai kegiatan positif yang tidak hanya menyehatkan secara fisik, tetapi juga membangun mental dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan yang efektif dalam menumbuhkan nilai sportivitas, disiplin, serta rasa percaya diri bagi warga binaan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal pembukaan. Para warga binaan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menciptakan suasana yang meriah dan penuh kebersamaan di lingkungan Lapas.

Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, humanis, dan produktif. Melalui kegiatan seperti PORSENAP, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan potensi diri serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan lebih baik.

Acara pembukaan ditandai dengan pelepasan balon secara simbolis sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan PORSENAP di Lapas Batam.(Gokkon)

Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Pasuruan Pasang Banner Peringatan di Jalan Berlubang Beji

PASURUAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan mengambil langkah preventif guna menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat infrastruktur jalan yang rusak. Personel kepolisian memasang sejumlah banner imbauan di sepanjang ruas jalan Glanggang – Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Pemasangan atribut peringatan ini difokuskan pada titik-titik jalan yang memiliki lubang cukup dalam dan membahayakan bagi pengendara, terutama roda dua.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan, Aipda Arifian, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat pengguna jalan. Mengingat kondisi jalan yang rusak dapat menjadi pemicu kecelakaan fatal, terutama saat malam hari atau cuaca hujan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi jalur Glanggang – Kedungboto agar senantiasa berhati-hati dan mengurangi kecepatan. Fokus pada jalan agar tidak terperosok ke lubang yang dapat menyebabkan kecelakaan,” ujar Aipda Arifian.

Selain memberikan peringatan kepada pengendara, aksi pemasangan banner ini juga diharapkan menjadi sinyal bagi pihak-pihak terkait. Pihak kepolisian berharap Dinas Pekerjaan Umum atau instansi terkait segera mengetahui kondisi lapangan dan melakukan realisasi perbaikan jalan secara permanen.

Langkah ini diapresiasi oleh warga sekitar yang berharap akses mobilitas mereka kembali aman dan nyaman. Untuk sementara waktu, pengendara diminta tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu serta imbauan yang telah dipasang oleh petugas di lokasi.(qomar)

Astra Honda Dream Cup 2026 Siap Digelar, Vario 160 Kembali Siap Melesat

Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menghadirkan ajang balap yang dinantikan para pecinta motorsport Tanah Air melalui Astra Honda Dream Cup 2026 (AHDC). Ajang ini menegaskan perannya sebagai bagian dari sistem pembinaan pebalap berjenjang di Indonesia, sekaligus mengajak para penggemar balap merasakan sensasi melesat kencang di lintasan di berbagai daerah.

Astra Honda Dream Cup diselenggarakan untuk menyelaraskan program pembinaan balap yang dijalankan AHM, sehingga dapat menjadi wadah bagi para pebalap regional melalui kegiatan one make race (OMR) motor Honda. AHDC juga diharapkan menjadi bagian dari jalur pembinaan menuju level yang lebih tinggi bersama Astra Honda Racing School dan Astra Honda Racing Team.

Mengusung semangat melesat lebih kencang, AHDC 2026 menghadirkan sensasi balap yang kompetitif di berbagai daerah dengan menghadirkan 12 kelas kejuaraan, yakni kelas Honda Sonic 150 R/Supra GTR 150cc Tune Up Open (AHDC-1), Honda Sonic 150 R/Supra GTR 150cc Rookie (AHDC-2), Honda Sonic 150R/Supra GTR 150cc Standar Beginner (AHDC-3), Honda Vario 160 Standar Pemula (AHDC-4), Honda Vario 160 Standar Non Pro (AHDC-5), Honda Matic Tune-Up s/d 130cc Terbuka (AHDC-6), Honda Matic Standar s/d 130cc Terbuka (AHDC-7), Honda Matic Standar s/d 130cc Pemula (AHDC-8), Honda Matic Standar s/d 130cc Pemula Lokal Provinsi (AHDC-9), Honda Matic Standar s/d 130cc Wanita (AHDC-10), Honda CRF 150L Supermoto Tune-Up Terbuka (AHDC-11), dan Honda CBR150R – AHM (AHDC-12). Setiap kelas diharapkan mampu menjadi wadah bagi pebalap muda untuk menunjukkan potensi terbaiknya sebagai talenta balap masa depan Indonesia. Termasuk diantaranya kelas Vario 160 yang sudah diuji coba di 2025 dan mendapatkan animo postif masyarakat. Dengan mesin standar dan bebas modifikasi pada beberapa hal termasuk bagian CVT akan menjanjikan balapan seru yang kencang Bersama Honda Vario 160.

Rangkaian balap AHDC 2026 akan digelar di beberapa daerah. Event pertama akan berlangsung di Tasikmalaya, Jawa Barat, tepatnya di Sirkuit Bukit Paseur pada 24 Mei 2026. Selanjutnya event kedua akan digelar di Purwokerto, Jawa Tengah di GOR Satria pada 16 Agustus 2026, dan event ketiga akan diselenggarakan di Palopo, Sulawesi Selatan pada bulan 15 November 2026.

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan bahwa AHDC menjadi salah satu bentuk komitmen AHM bersama jaringan main dealer sepeda motor Honda dalam menghadirkan aktivitas positif sekaligus membangun ekosistem balap yang berkelanjutan di Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan wadah yang dapat mengakomodasi antusiasme pecinta balap di berbagai daerah, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan pebalap Tanah Air. Kami berharap pebalap muda di seluruh Indonesia semakin termotivasi untuk meraih mimpi,” ujarnya.

Selain digelar di tingkat nasional, AHDC juga akan diperluas melalui berbagai kegiatan balap tingkat regional di sejumlah wilayah Indonesia termasuk Sumatera Utara, Riau dan Sulawesi Utara. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi pebalap daerah untuk berpartisipasi serta memperkuat ekosistem balap dari level regional hingga nasional.

Tidak hanya sekedar menyuguhkan persaingan di lintasan balap, AHDC juga memiliki rangkaian kegiatan yang semakin menarik. Dimulai dari AHDC Tour di mana para siswa SMA/SMK sederajat akan mendapatkan sharing berbagai pengetahuan mengenai dunia balap. AHDC juga mengajak serta komunitas sepeda motor Honda untuk melakukan turing atau city rolling menuju lokasi balap dan berbagai booth pameran edukasi yang menarik untuk mendukung kemeriahan kompetisi balap AHDC.

Melalui kehadiran Astra Honda Dream Cup 2026, AHM tidak hanya menghadirkan ajang balap yang kompetitif, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk merasakan langsung sensasi kecepatan serta semangat kebersamaan di lintasan balap. Berbagai informasi mengenai kegiatan AHDC juga bisa dipantau melalui kanal sosial media Astra Honda Racing Team seperti Instagram @astrahondaracingteam, dan juga Facebook page Astra Honda Racing Team.(Gokkon)

Dukung Penguatan Ekonomi Nasional, Wakapolda Sumsel Tekankan Transparansi Tata Kelola Primkopol

PALEMBANG, gempurnews.com – Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam mendukung penguatan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan personel melalui akselerasi transformasi koperasi yang transparan dan akuntabel. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-5 Primkoppol Mapolda Sumsel Tahun Buku 2025.

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., dan berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel pada Kamis (16/4/2026). Forum ini dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU), perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palembang, serta pengurus dan anggota koperasi dari berbagai satuan kerja.

RAT merupakan forum tertinggi dalam koperasi yang berfungsi sebagai sarana evaluasi dan pertanggungjawaban pengurus kepada anggota. Melalui forum ini, Polda Sumsel mendorong lahirnya kebijakan ekonomi internal yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan nyata personel.

Langkah ini sejalan dengan program Presisi Polri yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan anggota sebagai fondasi utama profesionalisme. Dengan koperasi yang sehat dan dikelola secara profesional, stabilitas ekonomi keluarga besar Polri dapat terjaga sehingga mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam arahannya, Wakapolda Sumsel menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam pengelolaan koperasi di era modern. Ia menegaskan bahwa prinsip transparansi dan akuntabilitas harus menjadi landasan utama agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Koperasi memiliki peran strategis sebagai pilar ekonomi yang berorientasi pada kebersamaan dan keadilan. Setiap keputusan harus berpijak pada kepentingan anggota serta keberlanjutan organisasi,” tegas Brigjen Pol Rony Samtana.

Penguatan koperasi ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi personel. Selain sebagai penyedia layanan finansial, koperasi juga berperan sebagai instrumen strategis dalam mendukung ketahanan sosial dan kesejahteraan jangka panjang anggota beserta keluarganya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penguatan koperasi merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor ekonomi kerakyatan.

“Kami berkomitmen mendorong tata kelola koperasi yang profesional dan transparan. Kesejahteraan personel yang baik akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik dan stabilitas kamtibmas di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Melalui momentum RAT ini, Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh instrumen pendukung organisasi bergerak selaras dengan visi pembangunan nasional. Profesionalisme dalam pengelolaan koperasi menjadi wujud nyata transformasi Polri yang modern, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan.

MOH.SANGKUT

Transparan dan Tegas, Polres OKI Musnahkan 927 Gram Sabu Hasil Pengungkapan Kasus

Kayuagung, gempurnews.com — Komitmen pemberantasan peredaran gelap narkotika kembali ditegaskan jajaran Polda Sumatera Selatan melalui Polres Ogan Komering Ilir (OKI). Satuan Reserse Narkoba Polres OKI memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 927 gram dalam kegiatan konferensi pers yang digelar di Aula SAR Mapolres OKI, Kamis (16/4/2026).

Pemusnahan barang bukti tersebut menjadi bagian dari upaya transparansi serta akuntabilitas institusi Polri dalam penanganan perkara narkotika. Selain itu, langkah ini juga bertujuan memastikan barang haram tersebut tidak kembali beredar dan merusak masyarakat, khususnya generasi muda.

Barang bukti sabu yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus narkotika sepanjang awal tahun 2026, dengan dua tersangka berinisial DH (40) dan H (38), yang diketahui merupakan warga Desa Tulung Selapan Timur, Kabupaten OKI.

Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., dalam keterangannya menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat yang aktif memberikan informasi.

“Pemusnahan ini merupakan bukti nyata bahwa Polri tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga memastikan barang bukti dimusnahkan secara tuntas agar tidak kembali beredar di tengah masyarakat,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukum OKI akan terus ditingkatkan melalui pemetaan jaringan serta penguatan intelijen di lapangan.
Sebelum dimusnahkan, barang bukti terlebih dahulu melalui proses uji laboratorium oleh tim Bidlabfor Polda Sumsel yang diwakili IPTU Dirli Fahmi, S.Si., Farm. Hasil pengujian menyatakan bahwa barang bukti tersebut positif mengandung metamfetamin.

Selanjutnya, sabu dimusnahkan dengan metode diblender dan dicampur cairan pembersih, kemudian dibuang ke saluran pembuangan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penyidik menerapkan pasal berlapis mengingat jumlah barang bukti yang tergolong besar dan berpotensi merusak ribuan jiwa.

Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan narkotika di wilayah OKI.

“Kami berkomitmen penuh untuk memberantas narkotika sampai ke akar-akarnya. Peran serta masyarakat sangat kami harapkan dalam memberikan informasi guna mempersempit ruang gerak para pelaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah tegas yang dilakukan Polres OKI merupakan bagian dari strategi besar Polda Sumsel dalam menekan peredaran narkotika secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Penegakan hukum terhadap kejahatan narkotika dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa kompromi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika, guna mempercepat respons aparat kepolisian.

Kegiatan pemusnahan tersebut turut disaksikan oleh sejumlah unsur terkait, di antaranya perwakilan BNNK OKI, Kejaksaan Negeri OKI, Pengadilan Negeri Kayuagung, serta penasihat hukum tersangka.

Kehadiran para pihak ini menjadi bentuk pengawasan sekaligus menjamin legalitas dan transparansi proses hukum yang berjalan.

Melalui langkah ini, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelaku sekaligus mempersempit ruang peredaran narkoba, demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

ALI IMRON

Tunggu Penyerahan dari Kementerian PU, Pemkab Mulai Sosialisasi Persiapan Penempatan Pedagang di Pasar Banyuwangi

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Progres pekerjaan revitalisasi Pasar Banyuwangi kini telah mencapai sekitar 95 persen. Sembari menunggu proses penyelesaian akhir dan penyerahan aset dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ke pemerintah daerah, Pemkab Banyuwangi mulai melakukan sosialisasi tata kelola dan penataan kepada para pedagang yang akan menempati lapak.

Sosialisasi dilakukan secara bertahap. Tahap awal dilakukan terhadap puluhan pedagang di zona basah, seperti pedagang daging sapi, ayam, ikan, buah, dan sayuran. Kegiatan ini digelar di Gedung Juang 45 Banyuwangi, Rabu (15/4/2026). Secara keseluruhan, Pasar Banyuwangi akan dibagi dalam beberapa zona, mulai dari zona basah, zona kering, hingga area kuliner.

Dalam sosialisasi tersebut, para pedagang diperkenalkan dengan kondisi pasar yang baru sekaligus penataan pedagang ke depan. Revitalisasi Pasar Banyuwangi dibiayai oleh Kementerian PU.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno menjelaskan, Pasar Banyuwangi tidak hanya difungsikan sebagai pasar rakyat biasa, tetapi juga diproyeksikan menjadi ikon sekaligus destinasi wisata.

Di kawasan pasar, lanjutnya, akan disediakan ruang untuk berbagai kegiatan, termasuk event dan atraksi festival yang diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat. Selain itu, pasar juga akan dilengkapi pusat oleh-oleh, suvenir, serta produk kerajinan khas Banyuwangi.

“Konsep yang baru ini, harapan kami akan berdampak positif pada para pedagang. Pasar menjadi jujugan warga dan wisatawan Banyuwangi. Saya harap pedagang juga mulai berubah standar kebersihan, higienitas, dan perilaku pedagang yang lebih ramah pengunjung,” ujar Suratno.

Ditambahkan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskoperindag) Banyuwangi, Nanin Oktaviatie, revitalisasi ditargetkan rampung pada April ini. Namun pasar belum bisa langsung ditempati karena masih harus melalui sejumlah tahapan sebelum resmi diserahkan ke Pemkab.

Sebelum diserahterimakan, akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kekurangan atau yang perlu diperbaiki.

“Waktu penyerahan belum bisa dipastikan. Tapi pedagang berharap bisa menempati pasar setidaknya akhir tahun ini, dan kami juga terus mendorong percepatan dari pemerintah pusat. Perkiraannya bisa akhir tahun,” kata Nanin.

Nanin menyebut, terdapat sekitar 801 los yang akan ditempati sesuai jumlah pedagang eksisting. Penempatan nantinya akan dilakukan melalui sistem undian berdasarkan zona.

Para pedagang juga menyambut positif revitalisasi ini. Selain bangunan yang lebih representatif, fasilitas yang tersedia dinilai semakin lengkap, mulai dari akses jalan yang lebih lebar hingga fasilitas umum lainnya.

“Semoga Pasar Banyuwangi lebih baik lagi. Pengunjung senang datang, kami pun senang karena bakal laku,” Kata Lutfi, penjual ayam potong.

Sementara Ketua Paguyuban Pedagang dan Kaki Lima (PKL) Pasar Banyuwangi, Sudirman, mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat muncul keluhan terkait ukuran los yang dianggap kecil. Namun setelah mendapat penjelasan dari pemda, ukuran tersebut memang sudah sesuai standar pasar rakyat, yakni sekitar 2 x 1,5 meter.

“Insyaallah, selama konsep yang disiapkan pemerintah dijalankan dengan baik, pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman. Apalagi dengan konsep pasar modern yang juga menjadi destinasi wisata, kami berharap bisa menarik lebih banyak pengunjung,” ujarnya. (*)

Kembangkan Usaha, OJK Fasilitasi 5635 Nelayan Banyuwangi Dapatkan Akses Pembiayaan

Gempurnews.com | Banyuwangi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus mendukung terciptanya keuangan inklusif di Banyuwangi. Salah satunya, OJK telah memfasilitasi pengembangan usaha bagi ribuan nelayan di Banyuwangi.

Di Banyuwangi, OJK memfasilitasi nelayan lewat program Stop Rentenir “Osing” (Ojo Isin Isun ngamprah ning bank (Jangan Malu Pinjam ke Bank). Lewat program ini, 5635 nelayan telah terfasilitasi pendanaan hingga Rp. 117 miliar untuk pengembangan usaha dari berbagai bank.

“Kami berharap program OJK yang membuka akses keuangan bagi para nelayan daerah terus berlanjut. Kalau bisa berlanjut bagi pelaku usaha non formal lainnya di Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk saat bertemu dengan Tim OJK Jember, di Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (16/4/2026).

Kepala OJK Jember Aris mengatakan program Osing bagi nelayan ini karena minimnya literasi keuangan nelayan sehingga rawan terjerat rentenir. Untuk itu, OJK terus memfasilitasi nelayan untuk mengembangkan usahanya lewat bantuan permodalan.

“Program ini untuk mencegah masyarakat tidak ke rentenir untuk mendapat pembiayaan. Dengan program Osing, masyarakat pesisir bisa terakses pembiayaan bahkan bisa melakukan hilirisasi ekonomi selain mencari ikan di laut,” terang Aris.

Ditambahkan Aris, OJK juga tengah membidik peluang baru peningkatan ekosistem keuangan di sektor pariwisata. Mengingat sektor pariwisata Banyuwangi punya potensi luar biasa untuk dikembangkan.

“Kami siap mendukung pariwisata Banyuwangi dengan cara mendukung para stakeholder wisata,” pungkas Aris. (*)

Hari Kesadaran Nasional, Wabup Banyuwangi Minta ASN Semakin Adaptif

Gempurnews.com | Banyuwangi – Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memimpin langsung upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (17/4/2026).

Mujiono meminta agar seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi semakin adaptif dan responsif terhadap tuntutan masyarakat yang semakin dinamis.

“Tuntutan masyarakat kepada pemerintah saat ini semakin tinggi. Ditambah lagi perubahan zaman yang begitu cepat. Sebagai abdi negara, kita harus lebih adaptif dan responsif, sehingga kebijakan yang kita buat betul-betul bisa menjawab kebutuhan mereka,” kata Wabup.

Upacara HKN bulan ini dilaksanakan secara hybrid dengan diikuti sebanyak 900 peserta, baik yang hadir secara luring di halaman kantor Bupati Banyuwangi, maupun yang mengikuti secara daring di masing-masing OPD.

Kepada para peserta, Mujiono berpesan agar terus menguatkan semangat profesionalisme. Dia mengatakan tantangan daerah ke depan semakin kompleks. Selain tantangan global, Pemkab Banyuwangi juga mengalami pengurangan transfer ke daerah sebesar Rp. 665 miliar.

“Di tengah berbagai tantangan, Banyuwangi harus terus melangkah maju. Mari bergerak bersama, bekerja bersama dan menyelesaikan setiap persoalan secara bersama-sama,” ujarnya.

Mujiono juga memotivasi para ASN agar semakin kreatif dan inovatif. “Inovasi adalah kunci. Di tengah keterbatasan, kita harus mampu mencari perubahan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengoptimalkan potensi daerah agar tetap mampu tumbuh dan berkembang,” kata dia. (*)