Home Blog Page 1901

KPK Tetapkan Wali Kota Cimahi dan Komisaris RSU Kasih Bunda Sebagai Tersangka

0

CIMAHI – KPK menetapkan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priantna dan Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan, sebagai tersangka dalam kasus suap perizinan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda. Kedua tersangka akhirnya ditahan selama 20 hari terhitung sejak hari Sabtu, (28/11/2020).

KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa peerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020. Hal itu sebagaimana dikatakan Firli saat jumpa pers, Sabtu 28 November 2020, dikutip Suara.com dari Antara.

Wali Kota Cimahi Ajay, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 199 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Hutama, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus ini, Ajay diduga menerima suap Rp1,661 miliar dari kesepakatan awal Rp3,2 miliar. Pemberian tersebut, dilaporkan, terjadi sejak 6 Mei 2020 dan pemberian terakhir pada 27 Nobember 2020. (tim)

Jelang Pilkada Surabaya 2020, Nama Risma Jadi Trending Topic di Twitter

SURABAYA – Menjelang Pilkada Surabaya 2020, nama Wali Kota Surabaya mejadi perbincangan warganet setelah tagar #BelaBuRisma menjadi trending topic di media sosial Twitter sejak Kamis (26/11/2020) malam hingga Jumat pagi.

Video viral nyanyian yang menyudutkan Risma dinyanyikan para pendukung salah satu calon mendapat respons dari netizen. Tercatat hampir 4.000 cuitan membela Risma menggema di Twitter.

“Bu Risma orang baik yang sudah bekerja keras dan membawa Surabaya sebagai kota terbaik di dunia. Bu Risma juga peduli terhadap lansia, anak yatim, membawa Surabaya ke peradaban baru. Surabaya Aman, Surabaya Go Green, Surabaya Smart City,” ujar salah satu cuitan dari @jumianto_RK.

Warganet berbondong-bondong memberikan dukungan kepada wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya tersebut.

Mereka gerah lantaran selama ini menilai Risma telah berhasil memajukan Kota Pahlawan. Mereka mencurahkan dukungannya di linimasa Twitter hingga akhirnya bisa menjadi trending topic.

Dukungan juga datang dari @Achmad_Bagus_Z. Ia menyebut, 7 tahun tinggal di Surabaya perkembangan Kota Surabaya sangatlah terasa berkat kinerja Risma dan masyarakat Surabaya. Sekarang Surabaya menjadi kota yang bersih dan modern.

“Sak karep omonganmu opo (terserah kalian omong apa), aku tetap #BelaBuRisma,” kata @Achmad_Bagus_Z dalan cuitnya.

Begitu pula yang disampaikan @AletaEga. Ia mengatakan, “Sekian tahun Bu Risma mbelani (membela) Kota Surabaya. Saiki wayahe (waktunya) kita sing mbelani Bu Risma. #BelaBuRisma.”

Seperti yang diketahui, sebelumnya viral video berdurasi 19 detik yang isinya nyanyian plesetan reff lagu “Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud. Reff tersebut diubah dengan lirik nada provokatif.

“Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” kata pendukung salah satu pasangan kandidat sambil mengacungkan dua jari ke atas dan sebagian memakai kaus warna-warni khas salah satu kandidat.

Selain itu, di belakang para pendukung tersebut tampak spanduk besar bertuliskan “Silaturahmi Pendukung” dengan foto salah satu pasangan kandidat.

Selain di medsos, di berbagai grup WhatsApp di Surabaya juga ramai dengan poster bertuliskan “Bela Bu Risma, Selamatkan Surabaya”. Warga ramai-ramai memasang poster tersebut di foto profil WhatsApp.

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Surabaya Unsi Fauzi menyesalkan adanya kampanye provokatif yang menyudutkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Yang jelas, saya sangat sedih dan kecewa ada kampanye provokatif seperti itu,” ujarnya.

Menurut dia, seharusnya nyanyian provokatif tersebut tidak terjadi jika semua pihak menginginkan Pilkada Surabaya damai, aman, dan menyenangkan.

Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya 2020 diikuti dua pasangan calon, yaitu pasangan calon nomor urur 01 Eri Cahyadi-Armuji dan pasangan calon nomor urut 02 Machfud Arifin-Mujiaman, dikutip dari Antara.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Suara.com dengan judul : Diserang Lewat Lagu Hancurkan Risma Sekarang Juga, Pendukungnya Bergerak. (red)

Birokrat Menulis Menuju Taman-Taman Surgawi

0

CIMAHI -Di trimester keempat tahun 2020, ruang-ruang literasi menulis diramaikan oleh wacana gerakan Satu Birokrat satu Buku (SABISABU) yang digaungkan oleh Adrinal Tanjung.

Setelah sukses dengan dua webinar bersama Econand, Bedah Buku dan Kelas Inspirasi Daring diselenggarakan kembali dengan mengambil tema “Mengabadikan Tugas Negara dengan Menulis”

Bedah Buku dan Kelas Inspirasi ini diselenggarakan pada hari Sabtu (28/11) pukul 14.00-16.30 WIB, dengan menghadirkan narasumber Tavip Joko Prahoro (Kepala Biro Keuangan BNPB, penulis buku “Janjiku untuk Sembuh”), Sumardi (Asisten Komisioner KASN RI, penulis buku “Jabatan Pimpinan Tinggi”), Amie Primarni (pegiat literasi menulis, founder “Mata Pena School”), Ruslan Ismail Mage (akademisi, founder “Sipil Institute”, penulis buku “Generasi Emas Minang Kabau”), dan Adrinal Tanjung (penulis dan founder “Satu Birokrat Satu Buku (SABISABU)”.

Berbeda dengan narasumber lain yang berbagi pengalamannya, menulis buku dan memberi tips dan trik menulis buku, Ruslan Ismail Mage tampil dengan lisannya yang lantang dan diksi yang selalu memotivasi.

“Menjadi birokrat adalah pilihan. Menjadi birokrat penulis berarti memilih jalan menuju taman-taman surgawi. Dari titik inilah Sipil Institute hadir bersilaturahim dengan sahabat birokrat menulis,” jelas Ruslan.

Lebih lanjut, Ruslan menjelaskan bahwa birokrat yang mengerjakan tupoksi-nya adalah birokrat biasa. Birokrat yang mematuhi norma/aturan adalah birokrat yang baik. Birokrat yang menyelesaikan tugasnya adalah birokrat yang tangguh. Hanya birokrat yang menginspirasi dan menggerakkan dengan buku yang akan disebut sebagai birokrat hebat.

Birokrat bisa menulis dengan berbagai motivasi atau alasan. Mulai dari menulis untuk mencerahkan orang, menuangkan isi hati, berbagi pikiran, mengaktualisasikan diri, menginspirasi orang lain, menuntut ilmu, hingga motivasi yang paling tinggi untuk tujuan ibadah.

“Ilmu itu hidup. Jangan biarkan ilmu kurus kering. Ia wajib dipelihara dan diberi makan agar bertumbuh untuk kemanusiaan. Ini hanya dapat diakukan dengan menulis. Seorang penulis akan mendapat pahala abadi yang akan terus mengalir dari apa yang ditulisnya,” tegas Ruslan.

Dari beberapa kutipan tentang pentingnya menulis, Ruslan menutup paparannya dengan pernyataan bahwa birokrat favorit adalah yang kehadirannya dirindukan, kata-katanya menginspirasi, sikapnya diteladani, dan nasihatnya menyejukkan hati.

Tentunya bukan Ruslan Ismail Mage jika tidak berhasil memotivasi peserta. Sesaat setelah Ruslan selesai menyampaikan paparannya, seorang peserta langsung menyatakan bahwa dirinya merinding mendengar apa yang disampaikan oleh Ruslan dan termotivasi untuk segera menulis buku. Pada kenyatannya, semua peserta pun merasakan hal yang sama.

Turut hadir dalam webinar kali ini pihak penerbit Elfatih Media Insani (EMI). “jadi, bagi siapa pun yang ingin didampingi menulis dan menerbitkan buku, kami siap membantu,” papar Kuspriyanto, Direktur EMI sekaligus Ketua Divisi Kewirausahaan Sipil Institute.

Kontributor : Ian El Fatih
Wartawan : Edison.

Bupati Launching Wisata Alam Kedung Guwo Pasrujambe

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq melaunching wisata alam Kedung Guwo di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kamis (26/11/2020) lalu.

Menyusul niat Pemkab Lumajang untuk membangkitkan potensi destinasi wisata, perkebunan dan pertanian di berbagai wilayah secara bertahap.

Termasuk potensi wisata alam Kedung Guwo yang ada di Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe. Menurut Bupati, Pasrujambe memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan.

“Pasrujambe menyuguhkan potensi luar biasa, potensi wisatanya, potensi olahan hasil pertaniannya, saya yakin akan ada percepatan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” ungkap Thoriq.

Untuk mendukung perencanaan Pemerintah Desa Pasrujambe, pihaknya melakukan intervensi terkait infrastruktur terkait akses menuju lokasi wisata.

“Begitu ada yang berkembang ini harus disupport, harus saling sambung antar satu dengan yang lain, supaya persebaran lebih gampang,” kata dia.

Sementara, Kepala Desa Pasrujambe, Sugianto menjelaskan, di wilayahnya tersebut banyak sekali potensi, termasuk wisata. Salah satunya, wisata Kedung Guwo yang dijadikan destinasi wisata di Desa Pasrujambe.

“Kedung guwo ini ada aspek sejarah, dulu ini dijadikan tempat perlindungan pasukan pada masa gerilya, kami hanya menambahkan edukasinya dan fasilitas pendukungnya,” pungkasnya.

Dirinya berharap, wisata yang dikelola oleh Bumdes dan Pokdarwis tersebut mampu mengundang masyarakat luas dan wisatawan untuk datang ke Desa Pasrujambe. (bam)

Potensi Hutan di Lumajang, Tingkatkan Keseimbangan Sosial

LUMAJANG – Kabupaten Lumajang memiliki potensi alam yang luar biasa, khususnya potensi hutan. Oleh karenanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, keseimbangan sosial dan dinamika sosial budaya.

Hutan Lumajang dikelola sebagai perhutanan sosial. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Lestari, Burno kecamatan Senduro.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Lumajang, saat dirinya berkesempatan menyampaikan paparan perhutanan sosial Lumajang kepada Pemerintah Pusat, dalam Rakor Sinergitas dan Kolaborasi Kementerian/Lembaga dengan Kemenko Kemaritiman dan Investasi beserta Kementerian Lingkungan Hidup RI di The Papandayan Hotel Bandung, Jum’at (27/11/2020).

Pada kesempatan tersebut Thoriq menjelaskan bahwa LMDH Wono Lestari di Desa Burno menjadi contoh suksesnya pengelolaan perhutanan sosial. Omzet yang diperoleh LMDH itu dalam pengelolaan perhutanan sosial mencapai Rp17 miliar per tahun.

Pengelola perhutanan sosial ini berasal dari berbagai unit usaha seperti pisang kirana, produksi olahan keripik, industri susu sapi, ternak, kopi, Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan sadapan damar.

“Harapan kami semua stakeholders berkolaborasi sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing terkait dengan pengelolaan perhutanan sosial ini,” harap Cak Thoriq.

Di jelaskan pula bahwa kawasan tersebut juga dikelola Wana Wisata Siti Sundari yang menjadi destinasi pariwisata unggulan karena menawarkan keindahan alam dan berbagai spot menarik di dalamnya.

“Tempat tersebut menjadi tempat geliat ekonomi baru yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Lumajang,” sambungnya.

Selain di Desa Burno, kawasan perhutanan sosial yang dikelola (tahap perencanaan) adalah Bumi Perkemahan Glagah Arum di Desa Kandangtepus, Senduro.

Perencanaan Buper Glagaharum sudah melalui proses Perjanjian Kerjasama antara Perum Perhutani, LMDH dan Pramuka Kwarcab Lumajang. Di kawasan tersebut juga direncakanakan pembangunan UIN Ahmad Shidiq dengan program studi yang mencakup dan menunjang perhutanan sosial.

Pada kesempatan yang sama, Thoriq juga menjelaskan bahwa Ranu Pani menjadi fokus utama yang dilakukan pengembangan. Ranu Pani masuk dalan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang memiliki potensi wisata yang cukup unggul karena menjadi transit pendakian Gunung Semeru, menawarkan view point yang menarik dan juga Adat Budaya Tengger yang masih kuat.

Pengembangan yang akan dilakukan Pemkab Lumajang di Ranu Pani antara lain rest area, amphitheater, camping ground Ranu Regulo, peningkatan jalur pendakian, sky view Bantengan, Rest Area Ireng-Ireng dan pelebaran ruas jalan Burno-Ranu Pani.

Agar pengelolaannya optimal, Thoriq berharap agar dilakukan interkoneksi antar desa, LMDH dan kecamatan. Selain itu, ia juga berharap ada intervensi Pemerintah Pusat dalam memaksimalkan potensi agrowisata, agroforestry dan silvopastural di Kabupaten Lumajang.

Dalam kaitan itu, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Bambang Supriyanto menyampaikan bahwa perhutanan sosial merupakan program nasional yang bertujuan untuk melakukan pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan ekonomi melalui tiga pilar yaitu lahan, kesempatan usaha dan sumberdaya manusia.

Ia menyebut Fungsi perhutanan sosial adalah untuk pembangunan daerah, pengentasan kemiskinan dan menjaga kualitas lingkungan. Ia berharap, perhutanan sosial didukung oleh kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah. (tim)

Polres Lumajang Tangkap 4 Tahanan Narkoba Kabur

0

LUMAJANG – Kejadian kaburnya empat orang tahanan narkoba Polres Lumajang pada Jum’at (20/11/2020) lalu, membuat pejabat tinggi dan aparat melakukan pengejaran.

Setelah menangkap salah satu tahanan bernama Ahmad Afandi di kawasan Kecamatan Jatiroto, petugas terus melakukan pengejaran.

Pengejaran berhasil menangkap dua tahanan lainnya bernama Badrus Sochib, warga Desa Tambelangan, Sampang dan Khoyum, warga Kedungjajang, Jum’at (24/11/2020).

Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa menjelaskan, para tahanan ini melarikan diri dengan cara membobol tembok ruang tahanan.

“Mereka kabur dengan cara membobol tembok ruang tahanan,” kata Kapolres Deddy.

Sementara penyelidikan dan pengejaran terus dilakukan, akhirnya polisi berhasil menangkap kembali seorang tahanan kabur bernama Akhmad Selamet, warga Tanggul Jember, Jum’at (27/11/2020).

“Keempat tahanan yang lari semua sudah kami tangkap,” jelasnya.

Dalam perkiraan, para tahanan tersebut kabur dengan cara memanfaatkan besi kecil untuk membobol tembok ruang tahanan.

Informasi yang berhasil dihimpun, sudah satu bulan lebih para tahanan itu berusaha melubangi tembok berniat kabur. (tim)

Pemkab Barito Utara Raih Opini WTP Lima Kali

0

BAROTO UTARA -Pemerintah Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara,atas capaian Opini WTP lima kali berturut-turut untuk laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2015 sampai dengan 2019.

Plakat dan penghargaan diserahkan oleh Plt.Gubernur Kalimantan Tengah,Habib Ismail bin Yahya Kepada Wakil Bupati Barito Utara,Sugianto Panala Putra,SH di Aula Dandang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah di Palangka Raya,Kamis(26/11/20).

Ditempat terpisah,Bupati Barito Utara H.Nadalsyah menyampaikan terimakasih,penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Pusat,atas keberhasilan pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan selama lima tahun secara barturut-turut,penghargaan yang diberikan merupakan buah dari upaya maksimal seluruh perangkat daerah.

“Meskipun bukan tujuan utama,untuk meraih penghargaan melainkan tatap ada upaya konkrit dari jajaran Birokrasi Pemerintah Daerah,melaksanakan program pembangunan Kabupaten Barito Utara yang bermanfaat  bàgi masyarakat,”jelas Nadalsyah.

“Keberhasilan yang telah dicapai selama ini,merupakan kesuksesan dari seluruh komponen baik itu Eksekutif,Legislatif,Yudikatif serta dukungan penuh dari masyarakat Barito Utara,”Sambung Bupati.

Sementara itu Sekretaris Daerah Ir.H.Jainal Abidin,M.AP mengatakan semuannya ini adalah kerja keras,kerja tuntas perangkat daerah dalam menyajikan laporan yang akuntabel dan transparan sesuai dengan peràturan  perundang-undangan yang berlaku. (SS).

Pemkab Bangkalan Bersihkan Reklame Tak Bayar Pajak

BANGKALAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, membersihkan Reklame atau baliho serta spanduk yang tidak mengantongi izin dan tidak membayar pajak, Jumat (27/11/2020).

Pantauan di lokasi, baliho yang diturunkan, selain promo kendaraan bermotor juga terdapat gambar Habib Muhammad Rizieq Shihab (HRS). Salah satunya di sepanjang Jalan Jenderal A Yani Bangkalan.

Pembersihan baliho dilakukan Satpol PP Bangkalan, bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Bapenda. Proses pembersihan mendapat pengawalan aparat kepolisian.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan, Ismed Efendi menjelaskan, reklame atau baliho yang diturunkan itu tidak membayar pajak. “Yang diturunkan itu tidak bayar pajak,” katanya menegaskan.

Pembersihan reklame atau baliho merupakan tindak lanjut dari bagian perizinan. “Untuk izin memasang reklame atau baliho, bukan ranah kami. Melainkan ranahnya bagian perizinan (DPMPTSP),” terangnya.

Ia menyampaikan, pembersihan reklame maupun baliho adalah usaha pemerintah daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Target tahun ini, kata dia, sebesar Rp1,4 miliar. Namun, baru tercapai 85 persen.

Sementara, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Bangkalan, Urip Riyanto menjelaskan, proses pembersihan relame tak berizin dibagi dua tim.

“Sebagian tim kami kerahkan ke area kota, sebagian lagi di area akses jalan menuju Suramadu. Ada 15 orang yang dilibatkan,” jelasnya.

Sedikitnya 20 reklame dibersihkan, jenisnya ada banner, spanduk dan baliho. Saat ini diamankan di kantor Satpol PP Kabupaten Bangkalan. Kepada yang merasa memiliki diperbolehkan untuk mengambil.(birobangkalan)

Sumenep Raih Rekor Dunia Pagelaran Macapat Terlama

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meraih rekor dunia pagelaran macapat terlama dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).

Pagelaran macapat terlama hingga 75 jam non stop yang diikuti oleh grup terbanyak itu, diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep pada Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020.

Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Carto pada apel HGN, di Sumenep Rabu (25/11/2020) dari Ketua Umum dan Pendiri Leprid, Paulus Pangka.

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Sumenep, Carto menjelaskan, pagelaran macapat dilakukan guna melestarikan tardisi atau budaya yang ada di tengah kehidupan masyarakat Sumenep.

“Pada tembang macapat terdapat nilai-nilai terpuji dan luhur,” kata Carto.

Keberadaan tembang macapat perlu dijaga dan dilestarikan oleh anak-anak muda Sumenep. Sehingga seni itu berkelanjutan dan lestari.

“Harapan saya kedepan, bisa saling mengisi antara yang tua dengan yang muda. Sekarang, minimal siswa itu tahu,” ujarnya.

Pada pagelaran tembang macapat, pihaknya melibatkan siswa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes).

“Kalau malam, pakai musik gamelan. Jumlah peserta dibatasi karena pandemi. Waktu juga dibatasi, hanya dua jam bagi setiap peserta. Itu berlangsung 75 jam non stop,” terangnya.

Penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) untuk Kabupaten Sumenep tersebut merupakan keempat kalinya.

Sebelumnya, tahun 2019 Sumenep berhasil mengukir prestasi pada Penyajian Kaldu Kokot khas Sumenep Terbanyak hingga 750 porsi.

Pada tahun 2018 berturut-turut selama dua kali yakni Caling (membersihkan karang gigi) di tepi pantai dengan peserta Terbanyak, 300 pasien dan 250 dokter gigi. Serta Naik Egrang berkostum unik Terbanyak dengan peserta 2.013 orang.(birosumenep)

Antisipasi Kebocoran PAD Disperindag Pamekasan Terapkan Penarikan Retribusi Pasar Tradisional

PAMEKASAN – Untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berencana untuk menerapkan penarikan retribusi di pasar-pasar tradisional secara non tunai.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Imam Hidajad mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan rencana itu akan terlaksana. Tetapi yang jelas, penarikan retribusi non tunai itu.

“Belum tahu kapan akan terealisasi, namun ke depan kami akan menerapkan retribusi non tunai agar pendapatan kita tidak bocor,” katanya, Jumat (27/11/2020).

Dikatakan, sebenarnya program itu pernah terlaksana di pasar 17 Agustus bekerja sama dengan Bank Jatim, namun realisasi di lapangan belum efektif. Sebab, pedagang harus buka rekening terlebih dahulu yang justru merepotkan pedagang.

“Sebagian sudah jalan ketika launching tahun 2019, tetapi kurang efektif karena pedagang harus deposit dulu. Aplikasinya banyak, sehingga pedagang ribet,” pungkasnya. (biropamekasan)